Tugas Akuntansi

Oleh Mati Sahid

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Akuntansi

Mei 23, 2015

1. PENGERTIAN AKUNTANSI
Pengertian akuntansi secara umum adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian
mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat
keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan,
organisasi, dan lembaga pemerintah.
PENGERTIAN AKUNTANSI MENURUT PARA AHLI
1. Definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen
(1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam
menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.
2. Pengertian akuntansi menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA)
dalam Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan
pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian
yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
3. American Acounting Association (AAA) dalam Soemarso SR. (1996 : 5) mendefinisikan
akuntansi sebagai proses pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan informasi ekonomi
untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi
mereka yang menggunakan informasi tersebut.
4. Pengertian Akuntansi Menurut Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (Horngren
Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur
aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada
para pengambil keputusan.
5. Pengertian akuntansi menurut Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa: “secara umum,
akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan”.
6. Pengertian akuntansi menurut Littleton (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan: “tujuan
utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha)

dan hasil (prestasi). Konsep ini merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran
yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.”
7. Pengertian akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan bahwa akuntansi adalah sistem
informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai
aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.
8. Kemudian Suparwoto L (1990 : 2) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu system atau
tehnik untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan menyajikan hasil pengelolaan
tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak intern dan ekstern perusahaan. Pihak
ekstern disini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh dan lain-lain.
9.Definisi akuntansi menurut Arnold: Definisi akuntansi dipandang sebagai suatu sistem
untuk menyediakan informasi (terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat
keputusan dan mengendalikan penerapan keputusan tersebut.
10. Definisi akuntansi menurut C. West Churman:“sebagai pengalaman tertulis yang berguna
untuk pengambilan keputusan.
2. TUJUAN AKUNTANSI
Untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para
manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham,
kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah
pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi
keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan
dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi,
adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu
organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin
sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang
berterima umum.
3. PERAN AKUNTANSI
Akuntansi mencakup seluruh aspek bisnis. Sewa ruang kantor yang digunakan untuk
menjalankan roda perusahaan, pembayaran gaji karyawan, penggantian beban (expense)
perjalanan wiraniaga (salesman) adalah bagian dari aktivitas bisnis yang melibatkan
akuntansi.
Ada empat peran akuntansi dalam setiap bisnis, yaitu pengendalian keuangan, operasi
perusahaan, pelaporan dan perencanaan
.
A. Pengendalian Keuangan
Salah satu peran utama dari akuntansi adalah dalam hal pengendalian keuangan.
Pengendalian biaya (cost) adalah salah satu factor utama untuk keberhasilan usaha.
Pengelolaan biaya (overhead) dan biaya produksi akan menentukan perbedaan antara rugi
dan laba.
Perhatikanlah contoh berikut :

Sebuah perusahaan membuat sebuah mesin dengan biaya Rp. 500.000 dan menjualnya
seharga Rp. 1.000.000. Setelah dikurangi dengan beban penjualan, beban iklan, biaya
overhead dan biaya lainnya, perusahaan hanya memperoleh laba sebesar Rp. 100.000 dari
penjualan Rp. 1.000.000.
Misalkan saja perusahaan tersebut dengan cara tertentu dapat mengurangi benban hanya
sejumlah Rp. 100.000 perbulan. Meskipun pengurangan beban tersebut sangat kecil, tetapi itu
setara dengan penjualan Rp. 1.000.000.
Tanpa praktik akuntansi yang baik, tentu saja kita tidak akan mengetahui dari mana memulai
pemotongan biaya-biaya dan beban-beban. Mungkin saja beban perjalanan wiraniaga terlalu
tinggi, beban iklan tidak memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan, biaya produksi
melampaui target. Sebuah sistem akuntansi yang baik membantu kita mengidentifikasi area
permasalahan dan berfungsi sebagai alat pengendalian keuangan yang dibutuhkan.
B. Operasi Perusahaan
Aktivitas akuntansi adalah sebagian dari operasi perusahaan sehari-hari, seperti penagihan
terhadap pelanggan, pembayaran gaji karyawan, pembayaran tagihan pemasok, pemeliharaan
persediaan, dan masing-masing tugas mempunyai peran dari proses akuntansi.
Setiap perusahaan mempunyai pendekatan yang berbeda dari operasional akuntansi.
Perusahaan yang bergerak dibidang konsultasi misalnya, akan berbeda dengan perusahaan
yang bergerak dibidang pabrikasi. Pada perusahaan yang pertama mungkin hanya dibutuhkan
catatan tagihan dan bebean-beban yang dikeluarkan, sedangkan sebaliknya pada perusahaan
kedua ekstensif melibatkan pembayaran gaji, persediaan, estimasi biaya, piutang dagang dan
utang dagang.
C. Pelaporan
Mereka yang berbisnis baik dalam bentuk perusahaan maupun perorangan, secara periodic
ingin mengetahui status bisnisnya. Laporan-laporan akuntansi termasuk Neraca dan Laporan
Laba Rugi menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menilai kinerja perusahaan.
Dengan laporan-laporan yang akurat, kita dapat mengantisipasi keadaan perusahaan dan
dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi perusahaan tersebut.
D. Perencanaan
Akuntansi mempunyai peran yang sangat penting menggambarkan masa depan perusahaan,
yang sering dicerminkan dalam data akuntansi sehari-hari yang diakumulasikan.
Proses perencanaan adalah penetapan tujuan dan langkah-langkah pendekatan terintegrasi
yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Penetapan tujuan yang realistic adalah salah
satu komponen utama dalam proses ini. Jika perusahaan mempunyai sistem akuntansi yang
baik, kita akan
memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menetapkan tujuan.
Sebagai contoh, misalkan sistem persediaan kita menunjukkan rata-rata persediaan untuk 60
hari pasokan. Oleh karena persediaan menyerap kas perusahaan, maka kita akan mengurangi
biaya-biaya yang tak perlu ini. Dari tinjauan ulang data akuntansi kita, didapat titik terendah
persediaan untuk 30 hari pasokan. Dengan informasi ini, kita memutuskan untuk menetapkan
sebuah tujuan yang realistic dari pengurangan tingkat rata-rata persediaan menjadi 45 hari
pasokan, tetapi tidak memperbolehkan persediaan tersebut jatuh dibawah 30 hari pasokan.
Jika kita berhasil mencapai tujuan ini, kita akan meningkatkan kemampuan bisnis kita.

Kita juga harus mendefinisikan cara mencapai tujuan tersebut. Dengan mengacu kembali data
yang disediakan sistem akuntansi, ditemukan bahwa fluktuasi persediaan disebabkan oleh
miskinnya informasi tepat waktu tentang tingkat persediaan terkini. Untuk mengatasi masalah
ini, kita kemudian merencanakan mengkomputerisasi proses persediaan, sehingga kita hanya
memesan item-item yang betul-betul dibutuhkan.
Jelaslah bahwa sebuah sistem akuntansi yang baik adalah kebutuhan mendasar untuk
beerhasilnya praktik bisnis.
4. PIHAK INTERNAL YANG MEMBUTUHKAN
Pihak Internal
Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi. Manajemen adalah pihak
yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil
keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi keuangan
perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kanntor cabang baru atau
tidak.
5. PIHAK EXTERNAL YANG MEMBUTUHKAN
A. Investor
Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan
menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan
keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan begitu
juga sebaliknya.
B. Pemegang saham / pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan informasi
keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau kemunduran yang
dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang akan
semakin besar jika perusahaan untung besar.
C. Pemerintah
Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah
sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.
D. Kreditur
Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin akan
meminjam uang pada kreditor seperti meminjam uang di bank, berhutang barang pada
supplyer / pemasok. Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi
keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.
e. Pihak Lainnya
Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan perusahaan yang mungkin saja
akan menggunakan laporan / informasi akuntansi suatu organisasi seperti para karyawan,
serikat pekerja, auditor akuntan publik, polisi, pelajar / mahasiswa, wartawan, dan banyak
lagi lainnya.

6. SPESIALISASI DALAM BIDANG AKUNTANSI
A. Akuntansi keuangan (financial accounting)
Akuntansi Keuangan adalah bidang akuntansi yang tujuannyautamanya mengolah keuangan
menjadi laporan keuangan, untuk diinformasikan kepada pihak-pihak diluar perusahaan.
B. Akuntansi manajemen (manajement accounting)
Akuntansi Manajemen adalah bidang akuntansi yang bertujuan menyediakan informasi untuk
pihak manajemen perusahaan untuk mendukung operasi sehari-hari dan untuk membuat
perencanaa dan kebijakan untuk masa yang akan datang. Bidang akuntansi ini membahas
masalah-masalah khusus yang dihadapi pada manager dari berbagai jenjang organisasi. Tugas
akuntansi manajemen adalah menemukan alternatif-alternatif tindakan dan membantu
memilih alternatif terbaik.
C. Akuntansi pemeriksaan (auditing)
Akuntansi Pemeriksaan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan
independen terhadap catatan-catatan akuntansi pendukung laporan keuangan perusahaan dan
memberikan pendapat mengenai kelayakan dan keandalan laporan keuangan tersebut.
D. Akuntansi biaya (cost accounting)
Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyiapkan data yang
diperlukan untuk menyiapkan data yang diperlukan untuk penetapan dan pengendalian biaya.
Lingkupnya biaya selama proses produksi dan harga pokok barang yang sudah diproduksi.
E. Akuntansi perpajakan (tax accounting)
Akuntansi Perpajakan adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanyamenyiapkan laporan
yang diperlukan untuk penetapan pajak. Tugas akuntan pajak adalah membantu dalam
merencanakan pajak dan penyusunan surat pemberitahuan pajak (SPT).
F. Akuntansi penganggaran (budgeting)
Akuntansi penganggaran adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyusun rencana
keuangan untuk periode tertentu dimasa yang akan datang dan membandingkan hasil operasi
dengan rencana yang telah ditetapkan.
G. Akuntansi pemerintahan (government accounting)
Akuntansi pemerintahan adalah akuntansi yang menghkususkan diri dalam pencatatan dan
pelaporan data keuangan yang terjadi pada badan-badan pemerintahan.
H. Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi yaitu bidang akuntansi yang berfokus pada aktivitas mendesain dan
mengimpletasikan prosedur sertaa pengamanan data keuangan perusahaan. Tujuan utama dari
setiap aktivitas ini adalah mengamankan harta yang dimiliki perusahaan.
7. PROFESI & JABATAN DALAM BIDANG AKUNTANSI
Jabatan Akuntansi
Jenjang jabatan di bidang akuntansi yang ada pada suatu perusahaan secara umum,yaitu:
1. Manajer Akuntansi

Manajer Akuntansi yaitu kepala departemen atau kepala bagian akuntansi yang mempunyai
tugas antara lain :
Menyediakan laporan keuangan, merencanakan dan menganalisa pembelanjaan perusahaan,
mengatur struktur aktiva (struktur kekayaan perusahaan), struktur financial,dan modal serta
menyediakan laporan keuangan yang dibutuhkan pemegang saham,investor,kreditur,juga
karyawan.
2. Asisten Manajer Keuangan
Asisten manajer atau pembantu dari manajer keuangan yang membantu manajer keuangan
dalam melaksanakan tugasnya.
3. Penata Buku (Bookkeper)
Penata buku atau juga dapat disebut dengan Bookkeper merupakan jabatan di bidang
akuntansi yang mempunyai tugas sebagi pelaksana pembukuan.
Seseorang yang menjabat sebagai penata buku atau Bookkeper harus memiliki kemampuan :
a. Menyiapkan bukti transaksi atau dokumen transaksi
b. Menganalisis bukti transaksi (mampu menentukan kebenaran, keabsahan dan
pengelompokkan bukti transaksi)
c. Mencatat transaksi ke dalam buku jurnal dan buku pembantu
d. Mencatat data pada buku jurnal ke dalam buku besar umum
e. Membuat kertas kerja laporan keuangan (neraca lajur)
f. Menyusun laporan keuangan
PROFESI AKUNTAN
Secara umum profesi akuntan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok profesi
yaitu:
1. Akuntansi Perusahaan, yaitu akuntan yang bekerja untuk internal perusahaan. Posisi
sebagai akuntan perusahaan dapat dipilah lagi menjadi beberapa posisi yang spesifik, antara
lain:







Akuntansi Keuangan
Akuntansi Biaya
Internal Auditor
Akuntansi Pajak
Akuntansi Anggaran
Sistem akuntansi

2. Akuntan Publik, yaitu akuntan yang memiliki posisi independen dan bekerja untuk
berbagai pihak yang membutuhkan jasa mereka dalam memeriksa dan menilai kewajaran
laporan keuangan perusahaan.
3. Akuntan Pemerintah, yaitu akuntan yang bekerja untuk kepentingan pemerintah dan
berfungsi mengamankan berbagai kepentingan pemerintah.

4. Akuntan Pendidik, yaitu akuntan yang mengabdikan dirinya dalam institusi tertentu yang
bertugas mempersiapkan, membibing, dan melatih nara-didik untuk menjadi akuntan
profesional.
8. KONSEP & PRINSIP DASAR AKUNTANSI
Untuk memudahkan dalam pemahaman suatu konsep dasar akuntansi yang baik maka
disusunlah prinsip akuntansiyang menjadi patokan dalam mempelajari ilmu ini. Prinsip
akuntansi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan akuntansi secara
keseluruhan baik itu metode prosedur, serta ketentuan yang mengandung teori ataupun secara
praktis. Penggunaan prinsip akuntansi sangat penting agar yerdapat keseragaman dalam hal,
cara metode, prosedur tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan dan mudah
dipahami oleh semua orang.
Prinsip-prinsip akuntansi tersebut antara lain :
1. PRINSIP HARGA PEROLEHAN
Prinsip harga perolehan merupaka prinsip akuntansi yang menekankan pada aspek utang,
aktiva, modal, dan penghasilan serta biaya dibukukan sebagai harga perolehan yang
disepakati oleh pihak-pihak yang bertransaksi.
2. PRINSIP REALISASI PENGHASILAN
Prinsip akuntansi realisasi penghasilan merupakan prinsip yang mempelajari pengukuran,
pengertian, dan pengakuan terhadap penghasilan. Penghasilan dalam akuntansi adalah
penurunan hutang dan kenaikan pendapatan dari penjualan atau jasa selama periode tertentu.
Metode yang digunakan berkaitan dengan pengakuan penghasilan. Pertama, pada saat
penjualan barang dan jasa. Kedua sebelum penjualan (sudah ada kontrak/perjanjian tertentu
dengan pihak lain yang sudah ada kepastian mengenai jumlah dan harganya). Ketiga,
pengakuan penghasilan pada saat penerimaan kas (untuk transaksi yang beresiko terjadinya
piutang yang tidak tertagih).
3. PRINSIP OBJEKTIF
Prinsip ini bermaksud untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan harus
berdasarkan pada data akuntansi yang didukung oleh bukti transaksi yang bersifat real dan
objektif.
4. PRINSIP PENGUNGKAPAN PENUH (Disclosure)
Prinsip ini bermaksud untuk memastikan laporan keuangan yang disusun hendaknya dapat
menghasilkan dan memberikan semua informasi, baik yang bersifat kualitatif maupun
kuantitatif yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang
berkepentingan.
5. PRINSIP KONSISTENSI
Prinsip ini menghendaki laporan keuangan harus mempunya daya banding. Daya banding
akan ditentukan oleh konsitensi penggunaan teori, metode, dasar, pedoman, dan praktik
akuntansi yang sama dengan yang diterapkan tahun sebelumnya.
Akuntansi merupakan salah satu jurusan kuliah favorit di Indonesia, jadi memperlajari prinsip
akuntansi akan memberi nilai tambah bagi anda yang indin mendalami dan kuliah di jurusan

ini. Selain prinsip tersebut, kita juga harus memahami konsep dasar Akuntansi yang wajib
dijadikan sebagai dasar dalam memperlajari Akuntansi.
KONSEP DASAR AKUNTANSI
Konsep akuntansi adalah berbagai konsep yang telah dijadikan rujukan dan dijadikan sebagai
standarisasi dalam menyampaikan sebuah konsep keuangan yang rapi dan mudah dipahami.
1. KONSEP ENTITAS
Konsep akuntansi yang paling penting adalah Konsep Entitas, konsep entitas bertujuan agar
transaksi perusahaan tidak boleh digabung dengan transaksi pribadi atau transaksi lainnya.
Contoh konsep entitas ini adalah pendapatan suatu perusahaan tidak boleh digabung dengan
pendapatan pribadi atau pendapatan anak usahanya.
2. KONSEP BEBAN HISTORIA
Konsep akuntansi ini lebih populer dikenal sebagai historical cost principle. Pada konsep ini
penilaian detail keuangan didasarkan pada beban yang telah terjadi dan tercatat dalam sitem
pencatatan keuangan tersebut.
3. PERIODE AKUNTANSI
Diperlukan konsep periode ini adalah untuk mengetahui atau gambaran yang tepat mengenai
kinerja perusahaan yang diperoleh saat perusahaan tersebut mencairkan hartanya menjadi
kas. Alasan pertama adalah agar pihak yang mengambil keputusan dapat mengevaluasi
kinerja perusahaan dan melihat kondisi serta kebijakan yang akan diambil.
Alasan kedua untuk menerapkan konsep periode akuntansi ini adalah untuk kepentingan
perencanaan perusahaan. Setiap periode diperlukan laporan keuangan yang tepat dan benar
serta pencatatan transaksi yang detail untuk perencanaan budget, atau strategi kedepannya.
4. KONSEP KESINAMBUNGAN
Konsep kesinambungan dalam ilmu akuntansi dengan menyatakan bahwa suatu entitas akan
terus melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat diramalkan di masa yang akan datang.
Untuk itu diperlukan laporan keuangan secara periodik untuk mengukur tingkat keuangan
kemajuan usaha tersebut.
5. KONSEP SATUAN MONETER STABIL
Konsep ini bertujuan sebagai dasar untuk mengabaikan adanya efek dari inflasi di dalam
laporan akuntansi. Sehingga kita dapat menambahkan atau melihat lebih detail nilai rupiah
tersebut sehingga memiliki daya beli yang sama.
Rata-rata jurusan di perguruan tinggi memiliki jurusan ekoomi akuntansi karena besarnya
peminat jurusan ini. Kebutuhan setiap perusahaan akan tenaga akuntan yang baik untuk
pelaporan keuangan membuat banyak peminat mempelajari ilmu akuntansi inin. Konsep dan
prinsip dasar akuntansi penting untuk diketahui agar lebih mudah memahami ilmu akuntansi
ini.
9. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi merupakan hubungan antara harta, utang dan modal yang dimiliki
oleh perusahaan. Persamaan dasar akuntansi digunakan sebagai dasar pencatatan sistem

akuntansi, artinya setiap transaksi yang terjadi harus dicatat dalam dua aspek. Transaksi yang
merubah aktiva diimbangi perusahaan pada kewajiban. Jadi persamaan dasar akuntansi
adalah keseimbangan antara sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva), perubahan yang
timbul akibat adanya transaksi keuangan keseimbangan akan selalu dipertahankan.

Unsur-Unsur Persamaan Dasar Akuntansi
1. Aset/Aktiva (Assets)
Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa
lalu, dan di masa depan manfaat ekonomi dari sumber diharapkan akan diperoleh perusahaan.
2. Liabilitas / Kewajiban / Hutang (Liabilities)
Liabilitas merupakan tanggung jawab perusahaan pada saat ini yang timbul dari peristiwa
masa lalu, yang penyelesaiannya diperkirakan akan membutuhkan sumber daya perusahaan.
3. Ekuitas / Modal (Equity)
Adalah sisa kepentingan dalam aktiva suatu perusahaan setelah dikurangi kewajiban.
4. Pendapatan (Revenue)
Adalah aliran masuk atau peningkatan lain atas aktiva atau penurunan kewajiban perusahaan
sebagai akibat dari aktivitas penyerahan/penjualan atau pembuatan barang, jasa atau aktivitas
lain yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang dilakukan secara terus-menerus.
5. Beban (Expenses)
Adalah arus keluar atau penggunaan lain atas aktiva atau peningkatan kewajiban karena
adanya penyerahan atau pembuatan barang, jasa atau melakukan aktivitas lain yang
merupakan kegiatan utama perusahaan yang dilakukan secara terus-menerus.
6. Prive (Drawing)
Adalah pengambilan aset (kas) perusahaan oleh pemilik untuk kepentingan pribadinya

Bentuk Persamaan Dasar Akuntansi
1. Keseimbangan Antara Harta dan Modal
Harta merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan sumber
pembelanjaan untuk melakukan kegiatan usaha tersebut. Oleh karena itu, harta harus sama
atau seimbang dengan sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan yang diperoleh dari
pemilik disebut ekuitas/modal.
Keseimbangan atau kesamaan biasanya dinyatakan dalam suatu persamaan yaitu persamaan
akuntansi. Hubungan kedua hal di atas dapat dinyatakan sebagai keseimbangan antara harta
dan modal, sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:

2. Harta Sama Dengan Utang Ditambah Modal
Harta perusahaan yang digunakan sebagai sumber pembelanjaan dalam kegiatan diperoleh
melalui dua sumber, yaitu dari pemilik dan kreditur. Sumber pembelanjaan dari pemilik
disebut ekuitas. Sedangkan sumber pembelanjaan yang diperoleh dari kreditur bagi pemilik
akan menjadi suatu kewajiban untuk mengembalikan , hal ini disebut sebagai
kewajiban/utang. Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:

Dalam operasi usaha dimungkinkan adanya pendapatan dan beban. Pendapatan adalah
kenaikan harta yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa. Sedangkan beban adalah
penurunan harta, karena merupakan pengorbanan untuk memperoleh pendapatan.
Pendapatan mempunyai sifat menambah modal, sedangkan beban mempunyai sifat
mengurangi modal. Dengan demikian pendapatan dan beban akan mempengaruhi keadaan
modal dalam perasamaan dasar akuntansi, dicatat dalam komponen modal. Namun, untuk
pengembangan akuntansi pencatatan pendapatan dan beban dapat dipisahkan dari modal.
Sehingga bentuk persamaan dapat dinyatakan sebagai berikut:

Fungsi Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi berguna untuk mengetahui perubahan kekayaan dalam perusahaan
setiap terjadi transaksi. Dan mengetahui berapa yang telah digunakan dan dibelanjakan dalam
satu periode akuntansi.
Analisis Pengaruh Transaksi Ke Persamaan Dasar Akuntansi
Setiap transaksi yang terjadi akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Pengaruh
transaksi tersebut dapat menambah atau mengurangi komponen keuangan perusahaan yaitu,
harta,utang, dan modal. Perubahan komponen posisi keuangan pada persamaan dasar
akuntansi dapat dikelompokan sebagai berikut:

a. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta, yang terjadi akibat perubahan harta yang
diikuti dengan perubahan harta yang lain dalam jumlah yang sama.
setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan utang dalam jumlah yang sama.
Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan modal dalam jumlah yang sama.
Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dengan perubahan utang dan modal dalam jumlah
yang sama.
Untuk lebih detail, lihatlah tabel di bawah ini:

Teknik Mencatat Transaksi Ke Dalam Persamaan Dasar Akuntansi
Pencatatan transaksi kedalam persamaan dasar akuntansi
Transaksi keuangan yang terjadi pada dasarnya mengakibatkan perubahan pada posisi
keuangan kerusahaan, tetapi tidak akan mempengaruhi keseimbangan persamaan dasar
akuntansi. Di atas telah disebutkan bahwa dalam akuntansi suatu transaksi dicatat menurut
sistem pencatatan ganda yang artinya transaksi dicatat pada dua aspek pengaruhnya. Catatan
perubahan pada aspek yang satu diimbangi dengan catatan perubahan pada aspek yang lain.
Oleh karena itu catatan perubahan pada unsur aktiva, kewajiban dan ekuitas tidak
mempengaruhi keseimbangan persamaan dasar akuntansi.
10. PENGKODEAN AKUN
Pengkodean Akun adalah suatu rerangka yg menggunakan angka, huruf atau kombinasi
keduanya untuk memberikan tanda atau kode pada akun-akun yg sudah dirancang
sebelumnya.
Kegunaan Kode Akun:






Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi akun-akun dalam buku besar
Untuk mempermudah pencatatan, pengelompokan, penyimpanan dan pengambilan
data akuntansi
Dapat mengurangi pekerjaan pencatatan
Penyediaan identifikasi ringkas
Mempermudah bagi data dalam pemrosesan selanjutnya

Macam-macam Kode Akun:
1. Kode Numeral, yaitu akun diberi Kode angka yang berurutan. Contoh: kas, piutang
usaha, wesel tagih, perlengkapan, sewa dibayar dimuka.
2. Kode Kelompok, yaitu pemberian Kode dengan cara mengelompokkan akun :
Aktiva, Utang, Modal, Pendapatan, Beban. Contoh: 101 (terdiri dari 3 angka), angka
pertama golongan akun (Aktiva), angka kedua sub golongan akun (Aktiva Lancar),
angka ketiga nama akun (Kas)
3. Kode Angka Blok. Akun dikelompokan menjadi beberapa golongan dan setiap
golongan disediakan suatu blok angka yang berurutan untuk pemberian kodenya.
Contoh: 1 10 Aktiva Lancar, 11 20 Aktiva Tetap,21 30 Utang Lancar
4. Kode nemonik, dilakukan dengan cara menggunakan huruf-huruf tertentu. Contoh:
Aktiva Lancar = AL, Aktiva Lancar Kas = AL.K, Utang Lancar = UL, Utang Dagang
= UL.UD
5. Kode Kombinasi, kode akun yang dikombinasi antara huruf dan angka disesuaikan
dengan perkiraan yang digunakan. Contoh: Aktiva Lancar Kas = AL.101, Aktiva
Lancar Piutang Usaha = AL.102

http://referensiakuntansi.blogspot.co.id/2012/07/akuntansi-dalam-dunia-pendidikan.html

Akuntansi Dalam Dunia Pendidikan
PERSPEKTIF AKUNTANSI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Sejalan dengan berkembangnya manajemen pendidikan, dalam lingkup pendidikan formal
mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang menjadikan pengelolaan pendidikan lebih
terarah dan lebih terkoordinasi baik dari segi penyelenggaraan, pendanaan, pengembangan, dan
pengawasan. Ada satu hal yang sebetulnya sanagt penting dan mendasar dalam suatu organisasi
terkait dengan penyelenggaraan kelancaran jalannya pendidikan dan tercerminnya kinerja sumber
daya yang ada dalam dunia pendidikan, yaitu akuntansi pendidikan. Oleh karena itu, dalam
organisasi pendidikan, akuntansi diperlukan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan yang
terkait dengan pendididkan.
Kebijakan yang berupa desentralisasi pendidikan dalam bentuk MBS diyakini dapat
meningkatkan efisiensi, relevansi, pemerataan, dan mutu pendidikan serta memenuhi asas keadilan

dan demokratisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa ada potensi yang memungkinkan yang meliputi
beberapa aspek yaitu :
a. Anggaran sekolah.
b. SDM.
c. Sarana prasarana sekolah.
d. Manajemen sekolah.
e. Partisipasi oaring tua siswa.
f. Akuntabilitas penyelenggaraan.

Untuk mencapai tujuan desentralisasi pendidikan, pemerintah perlu melakukan
restrukturisasi dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama yang berkenaan dengan struktur
kelembagaan pendidikan, mekanisme pengambilan keputusan, dan manajemen pendidikan di pusat,
daerah, dan sekolah. Sejalan dengan itu, pemerintah perlu menyiapkan landasan hukum dalam
bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, dan keputusan mentri untuk melaksanakan
desentralisasi pendidikan agar sesuai dengan jiwa dan semangat otonomi daerah dan perlunya
penyelenggaraan organisasi pendidikan yang baik transparan serta akuntabel.

PERAN DAN FUNGSI AKUNTANSI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Akuntansi memberikan informasi keuangan dalam menunjang proses pengambilan kebijakan.
Peran dan fungsi akuntansi dalam dunia pendidikan adalah menyediakan informasi kuantitatif,
terutama yang bersifat keuangan, agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam
entitas pendidikan.
Peran dan fungsi akuntansi dalam lingkungan dunia pendidikan :
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah menggunakan akuntansi untuk menyusun perencanaan sekolah yang dipimpinnya,
mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakantindakan koreksi yang diperlukan. Keputusan yang diambil oleh Kepala Sekolah berdasarkan

informasi akuntansi adalah menentukan peralatan apa yang sebaiknya dibeli, berapa persediaan ATK
yang harus ada di bagian perlengkapan, dan lain-lain.

2. Guru dan Karyawan
Guru dan Karyawan mewakili kelompok yang tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan
profitabilitas di institusi pendidikan (sekolah). Ini berarti kelompok tersebut juga tertarik dengan
informasi penilaian kemampuan sekolah dalam memberikan bals jasa, manfaat pension, dan
kesempatan kerja.

3. Kreditor / Pemberi Pinjaman
Kreditor atau pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan untuk
memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. ( Hal ini
berlaku apabila ada kasus sekolah yang memerlukan kreditor )

4. Orang Tua Siswa
Para orang tua siswa berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup institusi
pendidikan, terutama perjanjian jangka panjang dan tingkat ketergantungan sekolah.

5. Supplier / Pemasok
Pemasok tertarik dengan informasi tentang kemungkinan jumlah terhutang akan dibayar pada saat
jatuh tempo.

6. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasanya berkepentingan terhadap
alokasi sumber daya dan karena itu, berkepentingan dengan aktivitas sekolah. Informasi dasar ini
dibutuhkan untuk mengatur aktivitas sekolah, menetapkan kebijakan anggaran, dan mendasari
penyusunan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.

7. Masyarakat
Institusi Pendidikan mempengaruhi anggota masyarakat dengan berbagai cara. Laporan Keuangan
Institusi Pendidikan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi tentang
kecenderungan dan perkembangan terakhir pengelolaan Keuangan Institusi Pendidikan serta
rangkaian aktivitasnya.

STRUKTUR DANA PENDIDIKAN
Dalam situasi bagaimanapun Negara tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya terhadap
pembiayaan pendidikan. Pada sisi lain, Negara melalui pemerintah harus terus mensosialisasikan
pembiayaan pendidikan dengan mengacu pada standar baku, terutama tantang komponen
pendidikan, proses belajar, mengajar, kurikulum, dan target kompetisi lulusan. Demikianlah, ini
merupakan salah satu inti dari rekomendasi. Konvensi Nasional Pendidikan (Konaspi), yaitu sebuah
konvensi empat tahunan bagi komunitas pendidikan yang diselenggarakan di Surabaya pada 5-9
Oktober 2004 lalu. Pembiayaan pendidikan harus ditata penggunaannya karena selain dari dana
APBN/APBD, dana pendidikan juga bisa dipungut dari masyarakat melalui lembaga-lembaga
pendidikan. Dana yang bersumber dari APBN dan masyarakat harus diatur tentang pemungutannya,
bagaimana menggunakannya kemudian bagaimana mempertanggung jawabkannya. Pengaturan
tentang pengolaan pembiayaan pendidikan agar memiliki dasar hukum yang kuat perlu di atur
setingkat Peraturan Pemerintah (PP)
Gambar Sumber Pendanaan.
Berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang No. 20 tahun 2003 teantang Sisdiknas,
dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan mendapat alokasi minimal 20%
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Daerah (APBN dan APBD). Pembiayaan
pendidikan sebesra 20% itu memang seharusnya dipenuhi dari anggaran belanja dan bukan dari
anggaran pendapatan. Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah menjabarkan anggaran
pendidikan 20% tersebut sesuai dengan jalurnya.
Sejumlah daerah memang mengklaim telah mengalokasikan 20 persen dan APBD untuk pendidikan.
Akan tetapi, ternyata komponen gaji guru juga dimasukkan didalamnya, sehingga anggaran di tingkat
sekolah menjadi sama saja. Di sekolah-sekolah negeri, sebagian besar dana yang dihimpun dari

masyarakat juga dipergunakan unutk menambah kesejahteraan guru dan segala hal-hal yang tidak
ada kaitan langsung dengan peningkatan mutu pendidikan.

Asal Dana Pendidikan Pasal 46 UU No. 20 Tahun 2003:
Sistem Pendidikan Nasional
1. Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah Daerah,
dan masyarakat.
2.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan
sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat (4) Undang-undang Dasar Negara republic Indonesia tahun
1945.

3. Ketentuan mengenai tanggung jawab pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah

Perhitungan Alokasi Pembiayaan Pendidikan

Akibat kuatnya peran pemerintah pusat dalam penentuan kebijakan, pola pembiayaan yang
diberikan oleh pemerintah pusat didasarkan pada alokasi anggaran yang telah ditetapksn dengan
rincian kegiatan. Subsidi yang diberikan Pemerintah untuk sektor pendidikan selama ini masih jauh
dari standar minimal. Subsidi yang diberikan pemerintah hanya merupakan 30 persen dari total
biaya pendidikan, sedangkan 70 persen biaya pendidikan lainnya masih menjadi tanggung jawab
masyarakat yang didominasi oleh sistem pembayaran tunai secara individual. Dampak dari keadaan
tersebut adalah sulitnya menetapkan kebijakan kendali biaya dan juga memberatkan pemakai jasa
pelayanan. Padahal, biaya pendidikan cenderung semakin meningkat dan menjadi tidak terjangkau
apabila pola pembiayaan seperti diuraikan sebelumnya masih terus berlangsung.

Perhitungan alokasi pembiayaan untuk pendidikan gratis

Sumber pembiayaan pendidikan dasar gratis dapat berasal dari pemerintah dan pemerintah
daerah. Jika ada kesempatan untuk melaksankan pendidikan dasar gratis, maka pemerintah pusat

harus membiayai karena merupakan pemegang dana public terbesar dan birokrasinya masih sangat
kuat.

PENGELOLAAN DANA PENDIDIKAN
Pendidikan, sebagai sebuah bidang yang tidak cepat menghasilkan sesuatu, kerap menjadi
sedemikian termarjinalkan dibandingkan dengan sektor kehidupan lainnya yang lebih memberikan
hasil yang cepat dan berbentuk. Namun, dengan mengesampingkan pendidikan, termasuk dalam hal
pembiayaan pendidikan, diibaratkan seperti menanam bom waktu kehancuran bangsa pada
beberapa decade ke depan. Lima tahun kedepan, tantangan paling berat yang dihadapi oleh bangsa
ini adalah memenuhi tuntutan masyarakat akan pendidikan murah serta bermutu. Tuntutan ini bisa
dipenuhi apabila ada sinergi positif antara masyarakat, orang tua, dan pemerintah.

A.

LAPORAN KEUANGAN
Gambaran dari sebuah laporan keuangan. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses
akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh berbagai
pihak yang berkepentingan . laporan keuangan menggambarkan pencapaian kinerja progam dan
kegiatan, kemajuan realisasi pencapaian target pendapatan, realisasi penyerapan belanja, dan
realisasi pembiayaan. Bahwa ada beberapa komponen laporan keuangan yang sering muncul di
surat kabar, yaitu Neraca, Laporan laba Rugi, Laporan erubahan Modal, sderta Laporan Arus Kas
yang juga dilengkapi oleh catatan atas Laporan Keuangan, seperti pada annual report dan
prospectus.

a. Laporan Keuangan Neraca
Neraca merupakan laporan yang memberikan gambaran utuh dari suatu entitas pada suatu titik
waktu. Neraca akan menggambarkan elemen-elemen yang emnyususn entitas tersebut, sehingga
neraca sering disebut sebagai potret posisi keuangan suatu entitas.

Betuk Neraca

……………..
Neraca
31 Desember 20xx
ASET
Asset lancer:
Kas

Rp. Xxx
Piutang usaha

Rp. Xxx

Cadangan penghapusan piutang

Rp. Xxx

Persediaan

Rp. Xxx

Sewa dibayar dimuka

Rp. Xxx

Asuransi dibayar dimuka

Rp. Xxx

Asset lancer total

Rp. Xxx

Asset tetap:
Tanah dan gedung

Rp. Xxx

Akumukasi depresiasi-gedung

Rp. Xxx

Perlengkapan kantor

Rp. Xxx

Akumulasi depresiasi-perlengkapan kantor

Rp. Xxx

Asset tetap total

Rp. xxx

Asset total

Rp. Xxx
KEWAJIBAN dan EKUITAS

Kewajiban lancar:

Utang biaya bunga

Rp. Xxx

Uatng gaji dan honorarium

Rp. Xxxx

Utang pajak penghasilan

Rp. Xxx

Kewajiban lancar total

Rp. Xxx

Kewajiban tangka panjang:
Utang bank

Rp. Xxx

Ekuitas pemegang saham:
Modal saham
Saldo Laba/Rugi
Total ekuitas pemegang saham
Total kewajiban dan ekuitas

B.

Rp. Xxx
Rp. Xxx
Rp. Xxx
Rp. Xxx

KESIMPULAN
Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak
pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi, yaitu perkembangan ekonomi. Selama orde baru kita
selalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu hancur lebur karena tidak didukung oleh
sumber daya manusia yang berpendidikan. Orde baru banyak melahirkan orang kaya yang tidak
memiliki kejujuran dan keadilan, tetapi lebih banyak lagi melahirkan orang miskin. Akhirnya
pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh sebagian orang dan dengan tingkat ketergantungan
yang sangat besar.

Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika,
moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang
kesemuanya itu merupakan indicator hasil pendidikan yang baik. Inilah saatnya bagi negeri ini unutk
merenungkan bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik untuk mendukung
perkembangan ekonomi. Selain itu, pendidikan juga sebagai alat pemersatu bangsa yang saat ini
sedang diancam perpecahan. Melalui fungsi-fungsi pendidikan diatas negeri ini dapat disatukan

kembali.dari paparan diatas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang sangat penting dan
strategis bagi perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa.

Demikian dan semoga bermanfaat.

Judul: Tugas Akuntansi

Oleh: Mati Sahid


Ikuti kami