Tranformasi Akuntansi Konvensional Menuju Akuntansi Berkelanjutan

Oleh Andreas Lako

3,1 MB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tranformasi Akuntansi Konvensional Menuju Akuntansi Berkelanjutan

TRANFORMASI AKUNTANSI MENUJU AKUNTANSI BERKELANJUTAN: Tantangan dan Strategi Pendidikan Akuntansi Andreas Lako Guru Besar Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata Semarang Pengurus IAI-KAPd Seksi Corporate Governance & CSR Dis a jika n da la m works hop Bida ng Gove rna nc e SNA XVI de nga n te m a “Pengajaran Corporate Governance dan Perkembangan CG Skoring ” di Fa kulta s E konom i Unive rs ita s Sa m Ra tula ngi, Agenda Penyajian I. ISU KRUSIAL 2. GREEN BUSINESS & GREEN ACCOUNTING 3. TRANFORMASI MENUJU SUSTAINABILITY ACCOUNTING 4. Strategi pengembangan Kurikulum Akuntansi 5. PELUANG BAGI PROFESI AKUNTANSI 6. REKOMENDASI ISU KRUSIAL 1. Pada Juli 2007, DPR telah mengesahkan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.  Pasal 74 menyatakan Perseroan Terbatas yang bergerak dalam bidang usaha /kegiatan usahanya berkaitan dengan sumberdaya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJ SL).  Pada Pasal 66 : semua perseroan wajib menyajikan informasi kinerja TJ SL dalam Laporan Tahunan Direksi kepada RUPS  Pada April 2012, Pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah No.47/ 2012 tentang Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan (TJSLP) sehingga mulai tahun 2012 TJSL telah menjadi kewajiban perseroan Diwajibkannya TJSLP sebagai kewajiban perseroan membawa konsekuensi serius pada pengakuan, pengukuran, pencatatan, pelaporan dan pengungkapan akuntansi Pasal 74 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung J awab Sosial dan Lingkungan. (2) Tanggung J awab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. (3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung J awab Sosial dan Isu krusial TJSL/CSR Menurut UUPT 1. 2. 3. 4. 5. Merupakan komitmen perseroan untuk berperan serta mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat (people) dan lingkungan (planet) maupun perusahaan itu sendiri (profit). Diwajibkan bagi Perseroan yang kegiatan usahanya di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam. Dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan (costs/expenses) sesuai kepatutan dan kewajaran Ada sanksi hukum bagi perseroan yang tidak melaksanakannya Informasi pelaksanaannya disajikan dalam Laporan Tahunan Direksi kepada RUPS (Pasal 66) 2. Setelah disahkannya UU Perseroan Terbatas (UUPT) pada Juli 2007, isu CSR kian menggema di Indonesia hingga saat ini.  Banyak perusahaan publik dan privat dengan beragam motif mulai sadar, peduli dan melakukan investasi CSR serta mengungkapkan informasinya dalam Laporan Tahunan Direksi.  Luas pengungkapan CSR (CSR Index) kian meningkat.  TJ SL/CSR menjadi bagian dari good corporate Respon profesi akuntansi, khususnya IAI KAPd, governance terhadap Akuntansi TJSL atau Akuntansi CSR masih konservatif. Investasi CSR umumnya diperlakukan sebagai beban periodik Konsepsi TJSLP (CSR) yang ada dalam UUPT 2007 berbeda dengan konsepsi CSR yang dipahami secara umum/internasional Konsepsi CSR menurut UUPT 1. 2. 3. 4. 5. 6. Merupakan komitmen berkelanjutan perseroan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan Diwajibkan bagi Perseroan yang kegiatan usahanya di bidang/terkait SDA. Dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan Ada sanksi hukum Informasi pelaksanaannya disajikan dalam Laporan Tahunan Direksi kepada RUPS Diatur dalam UU dan peraturan pemerintah Konsepsi CSR secara umum 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bukan merupakan suatu komitmen berkelanjuatan perseroan utk mewujudkan pembangunan berkelanjutan Bersifat sukarela dan bisa untuk semua perusahaan. Tergantung pada komitmen dan kemampuan finansial perusahaan Tidak ada saksi hukum bagi yang tidak melaksanakannya Informasinya bisa disajikan dalam Laporan Tahunan Direksi Tidak diatur khusus dalam UU, tapi bersifat himbauan pe rus a ha a n Indone s ia ya ng m e nga dops i da n me ne ra pka n Sus ta ina bility Re porting (SR), ya itu pe la pora n ya ng me ma duka n pe la pora n s os ia l, lingkunga n, ke ua nga n da n tata ke lola s e c a ra inte gra l, te rus me ningkat. Ta pi, dukunga n re ra ngka kons e ptua l, prins ip a kunta ns i da n s ta nda r a kunta ns i untuk m e ndukung pra ktik pe la pora n berke la njuta n m a s ih le ma h/be lum a da . Model SR di kembangkan Global Reporting   Inisiatives (GRI) sejak tahun 2001. Kebanyakan korporasi global sudah menerapkan SR Pada 2020, model Sustainability Reporting yang dikembangkan Global Reporting Inisiatives (GRI) akan menjadi mandatory bagi korporasi global Saat ini, sedang difinalisasi draft International Re porting Inis iative s (GRI) ya ng me m inta korpora s i globa l me nginte gra s ika n pe la pora n informa s i ke ua nga n, s os ia l da n lingkunga n da la m pe la pora n korpora s i.  M e m unc ulka n m ode l Sus ta ina bility Re porting Trends in Sustainability Reporting Pada akhir 2012, sudah ada sekitar 100 perusahaan Indonesia yang menerapkan Sustainability Reporting 4. Seiring dengan kian seriusnya krisis sosial dan lingkungan global, Bisnis, Akuntansi dan Akuntan dituding sebagai penyebab (pemicu dan pemacu) terjadinya krisis tersebut. Akuntansi dan akuntan diminta turut bertanggung jawab memberi solusinya  Laporan keuangan yang dihasilkan dari proses Akuntansi dan dikerjakan oleh para Akuntan hanya menyajikan informasi keuangan kepara para pemakai, sedangkan informasi sosial dan lingkungan diabaikan dalam proses akuntansi.  Laporan Keuangan hanya menyajikan sinyal-sinyal atau indikator “kesuksesan keuangan” sementara dampak-dampak sosial-ekologi yang ditimbulkan oleh aktivitas ekonomi negara atau aktivitas bisnis korporasi diabaikan  Dampak negatif: menyesatkan para pihak dalam pengambilan keputusan stratejik, taktikal dan operasional... Pada 1997, John Elkington memunculkan gagasan Triple Bottom-line of Business & Triple bottom-line Accounting (TBLA) P r o fi t People • Corporate governance (CG) dirancang untuk mengelola 3P secara terintegrasi demi sustainability of business and profit. • TBLA dirancang untuk mendukung visi dan misi CG Planet Corporate governance 5. Seiring meningkatnya eskalasi kerusakan lingkungan, perubahan iklim dan pemanasan global , tekanan politik dan pasar kepada para pemimpin negara dan pebisnis untuk menerapkan konsep Gre e n E c onom y da n Gre e n Bus ine s s dalam pembangunan ekonomi/bisnis nasional kian meningkat. KTT Bumi Rio+20 (Rio da J eneiro, J uni 2012) menyepakati Agenda Green Economy untuk mewujudkan Sustainable Development dan penghapusan kemiskinan. RELASI GREEN ECONOMY DENGAN GREEN ACCOUNTING Green Economy Green Reporting Green Accounting Green Finance Green Business Green Corporation Green Management Apa im plika s i ba gi Akunta ns i? Muncul tuntutan publik dan gerakan para akuntan untuk mereformasi TEORI dan PRAKTIK AKUNTANSI dengan mengembangkan dan menerapkan GRE E N ACC OUNTING , TRIPLE BOTTOM -LINE ACC OUNTING , SUSTAINABILITY AC COUNTING , SUSTAINABILITY RE PORTING , INTE GRATE D RE PORTING , dll GREEN BUSINESS & GREEN ACCOUNTING GREEN BUSINESS: Apa itu? Paradigma bisnis yang menganjurkan bahwa dalam berbisnis untuk meraup laba (profit), korporasi perlu peduli dan bertanggung jawab melestarikan lingkungan planet) dan meningkatkan kesejahteraan sosial (people) dengan mengelolanya secara baik. Motif Green Business  Patuh terhadap regulasi  Mengurangi tekanan para stakeholder eksternal   Untuk keberlanjutan bisnis dan laba dalam jangka panjang Mendapatkan akses politik, kredit, investasi dan bisnis  Menurunkan risiko keuangan, risiko bisnis, risiko sosial dan risiko politis  Meningkatkan reputasi dan nama baik perusahaan  Meningkatkan apresiasi stakeholder  Melindungi perusahaan GREEN ACCOUNTING (Apa itu?)  Paradigma baru Akuntansi yang menganjurkan bahwa fokus dari proses Akuntansi tidak hanya pada transaksi-transaksi atau peristiwa keuangan (financial/profit), tapi juga pada transaksi-transaksi atau peristiwa sosial (people) dan lingkungan (planet)  Laporan akuntansi tidak hanya terbatas pada pelaporan keuangan, tapi juga pada pelaporan sosial dan pelaporan lingkungan M e nga pa M unc ul Gre e n Ac c ounting (GA)? Terjadi krisis lingkungan yang kian parah dan Akuntansi dituding sebagai salah satu penyebabnya karena tidak menyajikan • GA informasi akuntansi sebagai lingkungan solusi Akuntansi untuk ikutserta mengatasi krisis lingkungan Adanya demand dari korporasi/sta keholder terhadap Green Reporting/Su stainability Reporting • Korporasi (akuntan) mau tak mau harus menyediak an (supply) Laporan Akuntansi Hijau (green Adanya keinginan kuat dari para akuntan untuk menjadikan Akuntansi sebagai ilmu sosial dan teknologi yang kian berperan strategis dan vital dalam kehidupan • sosial, Akuntansi dikemban ekonomi, gkan politik, bisnis dan budaya menjadi umat manusia. ilmu pengetahu an dan teknologi yang responsif dan adaptif terhadap Munculnya keinginan kuat dari para Akuntan untuk memajukan Akuntansi dan profesi Akuntan agar semakin berperan • Para penting dalamakuntan kehidupan sengaja umat mengemb manusia angkan isu, konsep, prinsip, standar dan praktik GA Transformasi MENUJU SUSTAINABILITY ACCOUNTING and reporting   Lako (2011) mengusulkan agar perlu segera dilakukan reformasi akuntansi konvensional menuju: AKUNTANSI BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY ACCOUNTING) untuk mendukung PELAPORAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY REPORTING) Akuntansi Berkelanjutan lebih mudah diterima dan dipahami publik karena memiliki penalaran logis dan basis teoritis yang kuat, relevan dengan realitas akuntansi dan terintegrasi perspektifnya.  Te ori c orporate gove rna nc e  Te ori c orporate s us ta ina bility  te ori triple bottom -line of bus ine s s  te ori c orporate s ta ke holde r  Te ori s us ta ina bility profit Model Rerangka Akuntansi Berkelanjutan Fokus Akuntansi Keuangan Akuntansi Sosial Obyek proses Transaksi keuangan Transaksi sosial Output Pelaporan Keuangan Model pelapora n J enis informasi Tujuan Pelaporan Sosial Akuntansi lingkungan Transaksi lingkungan Pelaporan Lingkungan Pelaporan Akuntansi Berkelanjutan Informasi kualitatif (informasi sosial & lingkungan) Sustainabilitas korporasi, sosial dan lingkungan Informasi kuantitatif (informasi keuangan) Sustainability Accounting  Suatu paradigma baru dalam bidang akuntansi yang menyatakan bahwa fokus dari pengakuan, pengukuran, pencatatan, peringkasan, pelaporan, pengungkapan, akuntabilitas dan transparansi akuntansi tidak hanya tertuju pada transaksi-transaksi atau informasi keuangan, tapi juga pada transaksi-transaksi atau peristiwa sosial (people) dan lingkungan (planet) yang mendasari informasi keuangan. Fokus Akuntansi Berkelanjutan  fokus dari proses Akuntansi Berkelanjutan adalah pada transaksitransaksi atau peristiwa keuangan, sosial dan lingkungan sehingga output pelaporannya berisi informasi keuangan, sosial dan lingkungan. Tujuan umum Akt Berkelanjutan Tujuan umum: Agar para pemangku kepentingan dapat mengetahui secara utuh informasi tentang kualitas manajemen dan perusahaan dalam pengelolaan bisnis yang ramah lingkungan.  Tujuan khusus: 1. Agar para stakeholder bisa mengetahui dan menilai kinerja dan nilai korporasi serta risiko dan prospek suatu korporasi secara utuh sebelum mengambil suatu keputusan. 2. Untuk keberlanjutan bisnis dan laba, keberlanjutan sosial dan kelestarian lingkungan sebagai suatu ekosistem  Fokus Akuntansi Berkelanjutan Pengakuan item (Recognition) Pengungkapan (disclosure) Akuntansi Berkelanjutan Pencatatan, peringkasan dan pelaporan transaksi, peristiwa, informasi Pengukuran nilai intem (measurement) Tantangan Implementasi Akuntansi Berkelanjutan Paradigma akuntansi masih konvesional dan masih adanya resistensi dari para akuntan sendiri: (1) Akuntansi hanya memfokuskan pada kebutuhan informasi dari stakeholder dominan yang memberi kontribusi dalam penciptaan nilai perusahaan. (2) Akuntansi hanya memeroses dan melaporkan informasi yang“materiality” dan “measurability”. (3) Akuntansi mengadopsi asumsi “entity” sehingga perusahaan diperlakukan sebagai entitas yang terpisah dari pemilik dan stakeholder lainnya. Jika suatu transaksi tidak secara langsung berdampak pada nilai entitas maka diabaikan dalam pelaporan akuntansi (4) Masyarakat dan lingkungan adalah sumberdaya yang tidak berada dalam “area kendali” dan tidak terikat dalam “executory contract” dengan perusahaan sehingga diproses akuntansi. Reformasi Paradigma Akuntansi Ada 3 aspek yang perlu direformasi: 1. Reformasi conceptual framework akuntansi dan GAAP akuntansi konvensional ke arah yang progresif yaitu menuju Akuntansi Berkelanjutan. 2. Reformasi format pelaporan akuntansi menuju format Pelaporan Berkelanjutan (integrasi pelaporan keuangan, sosial, lingkungan dan tatakelola) atau Pelaporan Terintegrasi (Integrated Reporting). 3. Reformasi Standar Akuntansi Keuangan menuju Standar Akuntansi Berkelanjutan STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM AKUNTANSI Vis i K urikulum Akunta ns i di m a s a de pa n 1. . Dalam upaya meningkatkan kompetensi lulusan Akuntansi dan merespon tren tuntutan pelaporan korporasi global, Jurusan/Prodi Akuntansi di Indonesia perlu segera merespon dan menginternalisasikan Sustainability Accounting and Reporting (SAR) dalam desain Kurikulum dan mata kuliah Akuntansi. 2. Visi kurikulum Akuntansi dan pengembangkan mata kuliah Akuntansi ke depan perlu difokuskan dan didedikasi untuk mendukung “Sustainabilitas korporasi, sosial dan lingkungan” dengan mengembangkan mata kuliahmata kuliah baru yang relevan dengan SAR. 3. Pe nge m ba nga n M ata K ulia h Ba ru Be rba s is SAR 1. Akuntansi Sosial 2. Akuntansi 5. Pelaporan Berkelanjutan (Sustainability Reporting) 3. Teori Akuntansi 6. Seminar Akuntansi Berkelanjutan 4. Praktikum 7. Audit Sosial dan lingkungan dan Lingkungan Berkelanjutan Berkelanjutan Akuntansi PENGALAMAN PRODI AKUNTANSI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG  Sejak tahun 2008 hingga kini mengembangkan mata kuliah Akuntansi Sosial dan Lingkungan dan menjadikannya sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1  Sejak tahun 2012, mengembangkan mata kuliah Akuntansi Berkelanjutan PELUANG BAGI PROFESI AKUNTANSI Implementasi AKUNTANSI BERKELANJUTAN dan PELAPORAN BERKELANJUTAN akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi: 1. Pengembangan Akuntansi baik sebagai ilmu maupun sebagai teknologi rekayasa 2. Profesi akuntansi atau lulusan Akuntansi dalam pengembangan lapangan pekerjaan atau profesi 3. Meningkatkan peran strategis informasi akuntansi dalam keputusan bisnis, REKOMENDASI  Pe rlu dibe ntuk tim Satga s khus us ya ng be rtuga s untuk: 1. Mengkaji dan mengembangkan rerangka teori dan prinsip-prinsip Akuntansi Berkelanjutan. 2. Mengembangkan mata kuliah-mata kuliah baru Akuntansi untuk mendukung Akuntansi Berkelanjutan dan Pelaporan Berkelanjutan. Terima Kasih

Judul: Tranformasi Akuntansi Konvensional Menuju Akuntansi Berkelanjutan

Oleh: Andreas Lako

Ikuti kami