Teori Akuntansi

Oleh Katharina Ardian Wolo

78,1 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi

TEORI AKUNTANSI APA ITU TEORI DAN TEORI AKUNTANSI? Menurut Godfrey, teori adalah gabungan dari hipotesis, konsep, prinsip. Teori akuntansi adalah gabungan dari hipotesis, konsep, prinsip pragmatis, dalam bidang akuntansi. Hendriksen’s definition (1970): teori akuntansi adalah pemikiran logis dalam bentuk serangkaian prinsip yang: • Menyajikan kerangka umum sebagai referensi dalam mengevaluasi praktik akuntansi • Panduan perkembangan praktik-praktik baru dan prosedur-prosedur. Teori – penjelasan logis yang melandasi pernyataan atas sesuatu yang dipercaya (statement of beliefs). Teori diterima tergantung pada bagaimana teori:  Menjelaskan dan memperdiksi realitas dengan baik  Dikonstruksi secara teoretis dan empiris dengan baik  Implikasi yang dapat diterima Dalam akuntansi, konsep yang digunakan yaitu double entry atau system pencatatan berganda berupa jurnal (D, K) dan dipublikasikan oleh Lukas Pacioli. Konsep ini juga biasa disebut Venesia (nama kota). Ada dua hal kekuatan dalam teori akuntansi :   Power of explanation yaitu menjelaskan fenomena atau teori. Prediction yaitu memprediksi. Kemampuan sebuah teori dalam memprediksi yaitu bisa berorientasi masa depan dan masa lalu (sejarahwan) atau tidak ? Menurut Deegan teori berasal dari observasi (berdasarkan fenomena). Fenomena Tidak tau awal mulai dan akhirnya. vs kejadian Tau persis waktunya. Cth: perang dagang Amerika dan China, krisis ekonomi. Motode yang digunakan dalam observasi yaitu : inductive reasoning (penalaran dari khusus ke umum / dari fenomena yang spesifik ke kesimpulan yang umum) dan deductive reasoning (penalaran dari umum ke khusus / dari teori umum ke kasus yang spesifik).    Akuntansi adalah kegiatan manausia Belajar akuntansi harus ada teorinya Tergantung harga bukan barang. Cth : FIFO, LIFO, AVERAGE. Beli barang dengan harga : a) 2800, b) 3000, c) 3100. Dijual dengan harga 3500 Lebih untung yang 2800 karena barangnya lebih banyak dan beli dengan harga yang lebih murah (FIFO). Sedangkan yang 3100 tetap untung tapi sedikit (LIFO), di Indonesia  dilarang menggunakan LIFO karena munculnya tindakan dari masyarakat dalam menghindari pajak. Perilaku orang terhadap informasi diukur dari orang membutuhkan informasi akuntansi. PERKEMBANGAN TEORI AKUNTANSI 1. Pre-Theory. Masih dalam bentuk karangan buku (1400-an). Alasannya yaitu karena belum dipraktekkan. 2. Pragmatic (1600-an) terjadi pada saat revolusi industri. Revolusi industri, asal mulanya dari RT berkembang terus ke usaha atau perusahaan dan muncullah industri-industri. Di era ini, sudah mulai melakukan pencatatan. 3. Normatif yaitu berupa standar, konsep, prinsip, tujuan dan strategisnya (aturan-aturan). Konsep akuntansi berupa GAAP. Pada saat itu, Amerika memunculkan suatu Lembaga yaitu ACM (FASB). Beban lebih cepat diakui. Contoh, ada saat belanja, muncul nota dan langsung diakui, dicatat. Sedangkan untuk pendapatan susah diakui. 4. Positif. Bisa dikatakan dalam teori positif ini sudah ada prakteknya. Praktek yang dilakukan didasari aturan yang sudah ditetapkan. MENGAPA KITA HARUS BELAJAR TEORI AKUNTANSI ? 1. 2. 3. 4. Teori akuntansi melengkapi praktek yang ada Peranan penting dalam masyarakat Mendorong kemampuan kita untuk berpikir kritis Menunjukkan pada berbagai isu strategis  Bagaimana elemen-elemen akuntansi harus diukur? Cth: Gedung A dan B UKSW Tahun 1950-an nilai tanah 50 ribu per meter, sekarang 2,5 juta per meter (beda waktu / periode). 50 ribu per meter vs 2,5 juta per meter + kwitansi + relevan + HC + FV - tidak relevan - apa buktinya ? Dua-duanya bisa digunakan yaitu dengan syarat bias menggunakan argumen atau dengan dasar teori akuntansi.  Apa motivasi organisasi menggunakan informasi jenis-jenis tertentu ? 5. Bagaimana teori akuntansi dapat berguna bagi profesi akuntansi ? KONSTRUKSI TEORI AKUNTANSI Konstruksi teori akuntansi dibagi menjadi 3: FOKUS 1. Teori Pragmatic. Lebih ke perilaku yaitu akuntansi dan pengguna. Siapa yang mempraktekan? (subyeknya / who?) Kritikan teori pragmatic :  Yang dilakukan akuntan yang dijadikan teori  Tidak menyediakan tantangan bagi akuntansi  Focus ke orangnya. Objeknya boleh apa saja. 2. Teori Semantic.yang di bahas ada 3 yaitu apa yang diperlukan, fenomena, lokasi dan asumsi. (obyeknya / what?) Kritikan teori semantic yaitu tidak ada verifikasi. 3. Teori Normatif adalah gabungan dari objek dan subjek. Catatnya bagaimana cara untuk mempraktekannya? Sifatnya netral. 4. Teori Positif juga sama seperti normatif. Yang membedakan adalah pada teori ini sudah ada subjektivitasnya. CARA 1. Scientific. Untuk mencapai scientific, diperlukan asumsi :  Realitanya nyata, Yaitu harus ada kejadian dulu baru dianalisis (konkret).  Tidak harus keseluruhan. Hanya menyoroti bagian-bagian tertentu, sehingga dimungkinkan ada pengurangan obyek.  Terstruktur  Menggunakan model scientific yaitu berupa statistik (kuantitatif). 2. Naturalistic. Untuk mencapai naturalistic, diperlukan asumsi :  Masih menggunakan imajinasi. Tidak ada kejadian sebenarnya. Cara berpikirnya kritis.  Harus menyeluruh atau melihat secara keseluruhan  Tidak terstruktur karena tidak tau dari mana muncul (imajinasi)  Studi kasus. Harus holistic (kualitatif). Contoh perkembangan Bank dari tahun 2005-2011. Harus holistic. Yang dibicarakan yaitu perkembangannya dari tahun ke tahun (ukurannya kelengkapan). ISU Yaitu berupa audit, yang dibagi menjadi dua yaitu audit scientific dan audit naturalistic. REGULASI DALAM AKUNTANSI KEUANGAN MENGAPA MENELITI TEORI REGULASI ? 1. Dalam meneliti teori regulasi dimaksudkan untuk mengetahui mengapa ada beberapa pihak yang menginginkan atau tidak menginginkan teori regulasi. 2. Penetapan standar akuntansi adalah proses yang sangat politis. Beberapa persyaratan yang diajukan dapat menjadi regulasi, tetapi beberapa regulasi tersebut mungkin tidak dapat diajukan karena dampak kekuatan politik. Ada 2 aliran berkaitan dengan regulasi akuntansi : 1. Akuntansi harus diregulasi atau harus diatur oleh pemerintah. 2. Akuntansi tidak perlu diregulasi Ada beberapa alasan mengapa regulasi akuntansi dibutuhkan 1. Teori efisiensi Ukuran dari teori ini adalah harga, yaitu harga mencerminkan informasi (ketika kondisi efisiensi). Ada 3 efisiensi :  Lemah terjadi ketika harga mencerminkan history  Semi kuat terjadi ketika harga mencerminkan history dan keadaan saat ini  Kuat terjadi ketika harga mencerminkan informasi public dan privat. Mengapa dbutuhkan teori ini ? Kekuatan penawaran dan permintaan membantu pasar menjadi efisien. Karena hal ini, akuntansi mensupply data kepada pasar terjamin, maka akuntansi itu perlu diatur. Akuntansi membentuk efisiensi pasar yaitu dengan cara mensupply data atau informasi. 2. Teori agency. Yang di bahas yaitu pemilik agen. Perusahaan adalah pertaruhan kepentingan antara pihak-pihak didalamnya. Ukuran perusahaan itu adalah asset. Pemilik agency harus mempuntai sifat komensasi yaitu ketika labanya dipakai untuk bonus maka tidak ada pembelian asset dan sebaliknya. Cara agar tidak terjadi kesalahpahaman kepentingan maka diperlukan audit yang bertujuan meminimalkan konflik keagenan. Maka perlu regulasi. 3. Teori regulasi  Penerapan teori kepentingan public yaitu kepentingan umum yang harus diatur. Akuntansi dapat digunakan untuk mencegah kegagalan pasar.  Penerapan teori kepentingan kelompok. Kepentingan public itu bias tidak terlindungi. Makanya dibutuhkan pemerintah untuk control.  Penerapan teori kepentingan pribadi. Pemerintah juga punya kepentingan. Jadi perlu diatur karena ada kekuasaan regulator. Maka diperlukan regulasi.

Judul: Teori Akuntansi

Oleh: Katharina Ardian Wolo

Ikuti kami