Teori Akuntansi

Oleh Katharina Ardian Wolo

31 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi

TEORI AKUNTANSI
APA ITU TEORI DAN TEORI AKUNTANSI?
Menurut Godfrey, teori adalah gabungan dari hipotesis, konsep, prinsip. Teori akuntansi adalah
gabungan dari hipotesis, konsep, prinsip pragmatis, dalam bidang akuntansi.
Hendriksen’s definition (1970): teori akuntansi adalah pemikiran logis dalam bentuk serangkaian
prinsip yang:
• Menyajikan kerangka umum sebagai referensi dalam mengevaluasi praktik akuntansi
• Panduan perkembangan praktik-praktik baru dan prosedur-prosedur.
Teori – penjelasan logis yang melandasi pernyataan atas sesuatu yang dipercaya (statement of
beliefs). Teori diterima tergantung pada bagaimana teori:
 Menjelaskan dan memperdiksi realitas dengan baik
 Dikonstruksi secara teoretis dan empiris dengan baik
 Implikasi yang dapat diterima
Dalam akuntansi, konsep yang digunakan yaitu double entry atau system pencatatan berganda
berupa jurnal (D, K) dan dipublikasikan oleh Lukas Pacioli. Konsep ini juga biasa disebut
Venesia (nama kota). Ada dua hal kekuatan dalam teori akuntansi :



Power of explanation yaitu menjelaskan fenomena atau teori.
Prediction yaitu memprediksi. Kemampuan sebuah teori dalam memprediksi yaitu bisa
berorientasi masa depan dan masa lalu (sejarahwan) atau tidak ?

Menurut Deegan teori berasal dari observasi (berdasarkan fenomena).
Fenomena
Tidak tau awal mulai dan akhirnya.

vs

kejadian
Tau persis waktunya.

Cth: perang dagang Amerika
dan China, krisis ekonomi.
Motode yang digunakan dalam observasi yaitu : inductive reasoning (penalaran dari khusus ke
umum / dari fenomena yang spesifik ke kesimpulan yang umum) dan deductive reasoning
(penalaran dari umum ke khusus / dari teori umum ke kasus yang spesifik).




Akuntansi adalah kegiatan manausia
Belajar akuntansi harus ada teorinya
Tergantung harga bukan barang. Cth : FIFO, LIFO, AVERAGE. Beli barang dengan
harga : a) 2800, b) 3000, c) 3100. Dijual dengan harga 3500
Lebih untung yang 2800 karena barangnya lebih banyak dan beli dengan harga yang
lebih murah (FIFO). Sedangkan yang 3100 tetap untung tapi sedikit (LIFO), di Indonesia



dilarang menggunakan LIFO karena munculnya tindakan dari masyarakat dalam
menghindari pajak.
Perilaku orang terhadap informasi diukur dari orang membutuhkan informasi akuntansi.

PERKEMBANGAN TEORI AKUNTANSI
1. Pre-Theory. Masih dalam bentuk karangan buku (1400-an). Alasannya yaitu karena
belum dipraktekkan.
2. Pragmatic (1600-an) terjadi pada saat revolusi industri. Revolusi industri, asal mulanya
dari RT berkembang terus ke usaha atau perusahaan dan muncullah industri-industri. Di
era ini, sudah mulai melakukan pencatatan.
3. Normatif yaitu berupa standar, konsep, prinsip, tujuan dan strategisnya (aturan-aturan).
Konsep akuntansi berupa GAAP. Pada saat itu, Amerika memunculkan suatu Lembaga
yaitu ACM (FASB).
Beban lebih cepat diakui. Contoh, ada saat belanja, muncul nota dan langsung diakui,
dicatat. Sedangkan untuk pendapatan susah diakui.
4. Positif. Bisa dikatakan dalam teori positif ini sudah ada prakteknya. Praktek yang
dilakukan didasari aturan yang sudah ditetapkan.
MENGAPA KITA HARUS BELAJAR TEORI AKUNTANSI ?
1.
2.
3.
4.

Teori akuntansi melengkapi praktek yang ada
Peranan penting dalam masyarakat
Mendorong kemampuan kita untuk berpikir kritis
Menunjukkan pada berbagai isu strategis
 Bagaimana elemen-elemen akuntansi harus diukur?
Cth: Gedung A dan B UKSW
Tahun 1950-an nilai tanah 50 ribu per meter, sekarang 2,5 juta per meter (beda
waktu / periode).
50 ribu per meter
vs
2,5 juta per meter
+ kwitansi
+ relevan
+ HC
+ FV
- tidak relevan
- apa buktinya ?
Dua-duanya bisa digunakan yaitu dengan syarat bias menggunakan argumen atau
dengan dasar teori akuntansi.
 Apa motivasi organisasi menggunakan informasi jenis-jenis tertentu ?
5. Bagaimana teori akuntansi dapat berguna bagi profesi akuntansi ?

KONSTRUKSI TEORI AKUNTANSI
Konstruksi teori akuntansi dibagi menjadi 3:
FOKUS

1. Teori Pragmatic. Lebih ke perilaku yaitu akuntansi dan pengguna. Siapa yang
mempraktekan? (subyeknya / who?)
Kritikan teori pragmatic :
 Yang dilakukan akuntan yang dijadikan teori
 Tidak menyediakan tantangan bagi akuntansi
 Focus ke orangnya. Objeknya boleh apa saja.
2. Teori Semantic.yang di bahas ada 3 yaitu apa yang diperlukan, fenomena, lokasi dan
asumsi. (obyeknya / what?)
Kritikan teori semantic yaitu tidak ada verifikasi.
3. Teori Normatif adalah gabungan dari objek dan subjek. Catatnya bagaimana cara untuk
mempraktekannya? Sifatnya netral.
4. Teori Positif juga sama seperti normatif. Yang membedakan adalah pada teori ini sudah
ada subjektivitasnya.
CARA
1. Scientific. Untuk mencapai scientific, diperlukan asumsi :
 Realitanya nyata, Yaitu harus ada kejadian dulu baru dianalisis (konkret).
 Tidak harus keseluruhan. Hanya menyoroti bagian-bagian tertentu, sehingga
dimungkinkan ada pengurangan obyek.
 Terstruktur
 Menggunakan model scientific yaitu berupa statistik (kuantitatif).
2. Naturalistic. Untuk mencapai naturalistic, diperlukan asumsi :
 Masih menggunakan imajinasi. Tidak ada kejadian sebenarnya. Cara berpikirnya
kritis.
 Harus menyeluruh atau melihat secara keseluruhan
 Tidak terstruktur karena tidak tau dari mana muncul (imajinasi)
 Studi kasus. Harus holistic (kualitatif). Contoh perkembangan Bank dari tahun
2005-2011. Harus holistic. Yang dibicarakan yaitu perkembangannya dari tahun
ke tahun (ukurannya kelengkapan).
ISU
Yaitu berupa audit, yang dibagi menjadi dua yaitu audit scientific dan audit naturalistic.

REGULASI DALAM AKUNTANSI KEUANGAN

MENGAPA MENELITI TEORI REGULASI ?

1. Dalam meneliti teori regulasi dimaksudkan untuk mengetahui mengapa ada beberapa
pihak yang menginginkan atau tidak menginginkan teori regulasi.
2. Penetapan standar akuntansi adalah proses yang sangat politis. Beberapa persyaratan
yang diajukan dapat menjadi regulasi, tetapi beberapa regulasi tersebut mungkin tidak
dapat diajukan karena dampak kekuatan politik.
Ada 2 aliran berkaitan dengan regulasi akuntansi :
1. Akuntansi harus diregulasi atau harus diatur oleh pemerintah.
2. Akuntansi tidak perlu diregulasi
Ada beberapa alasan mengapa regulasi akuntansi dibutuhkan
1. Teori efisiensi
Ukuran dari teori ini adalah harga, yaitu harga mencerminkan informasi (ketika kondisi
efisiensi). Ada 3 efisiensi :
 Lemah terjadi ketika harga mencerminkan history
 Semi kuat terjadi ketika harga mencerminkan history dan keadaan saat ini
 Kuat terjadi ketika harga mencerminkan informasi public dan privat.
Mengapa dbutuhkan teori ini ?
Kekuatan penawaran dan permintaan membantu pasar menjadi efisien. Karena hal ini,
akuntansi mensupply data kepada pasar terjamin, maka akuntansi itu perlu diatur.
Akuntansi membentuk efisiensi pasar yaitu dengan cara mensupply data atau informasi.
2. Teori agency.
Yang di bahas yaitu pemilik agen. Perusahaan adalah pertaruhan kepentingan antara
pihak-pihak didalamnya. Ukuran perusahaan itu adalah asset. Pemilik agency harus
mempuntai sifat komensasi yaitu ketika labanya dipakai untuk bonus maka tidak ada
pembelian asset dan sebaliknya. Cara agar tidak terjadi kesalahpahaman kepentingan
maka diperlukan audit yang bertujuan meminimalkan konflik keagenan. Maka perlu
regulasi.
3. Teori regulasi
 Penerapan teori kepentingan public yaitu kepentingan umum yang harus diatur.
Akuntansi dapat digunakan untuk mencegah kegagalan pasar.
 Penerapan teori kepentingan kelompok. Kepentingan public itu bias tidak
terlindungi. Makanya dibutuhkan pemerintah untuk control.
 Penerapan teori kepentingan pribadi. Pemerintah juga punya kepentingan. Jadi
perlu diatur karena ada kekuasaan regulator. Maka diperlukan regulasi.

Judul: Teori Akuntansi

Oleh: Katharina Ardian Wolo


Ikuti kami