Teori Akuntansi

Oleh Novita Sari

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi

Teori Akuntansi
Pengertian teori akuntansi adalah suatu bagian atau cabang dari keseluruhan ilmu akuntansi yang
terdiri atas pernyataan yang sistematis mengenai prinsip serta metodologi yang membedakannya
dengan praktek.
Teori akuntansi merupakan sebuah sistem yang bersifat konprehensif dimana didalamnya
termasuk postulat serta teori yang saling berkaitan.
Juga dapat dikatakan bahwa teori akuntansi merupakan konsep yang menyajikan dengan
sistematis mengenai gambaran terhadap fenomena fenomena akuntansi dan menjelaskan
hubungan diantara vairabel yang ada pada struktur akuntansi yang nantinya bisa dengan jelas
menerangkan serta meramalkan fenomena fenomena yang akan mungkin terjadi.
1. Teori Signal (Signaling Theory)
Menurut Hapyani P, N, yang dikutip dari Ros, dalam membangun signaling teori berdasarkan
adanya assimetric information antara well-informed maneger dan poo-informed stockholder.
Teori ini berdasarkan pemikiran bahwa menejer akan mengumumkan kepada investor ketika
mendapatkan informasi yang baik, bertujuan menaikan nilai perusahaan, namun investor tidak
akan mempercayai tersebut, karena menejer merupakan interest parti. Solusinya perusahaan
bernilai tinggi akan berusaha melakukan signaling pada financial policy mereka yang memakan
biaya besar sehingga tidak akan ditiru oleh perusahaan yang memiliki nilai lebih rendah. Hal ini
akan menciptakan separating equilibrium yaitu dimana perusahaan yang memiliki nilai
perusahan yang lebih tinggi akan menggunakan lebih banyak hutang dan perusahaan yang
memiliki nilai yang lebih rendah akan lebih banyak menggunakan equity.
Kelebihan teori ini adalah kemampuan menjelaskan mengapa terjadi peningkatan harga saham
sebagai tanggapan terhadap peningkatan financial leverage. Kelemahan dari model ini adalah
ketidakmampuan dalam menjelaskan hubungan kebalikan antara profitabilitas dan laveragge.
Kelemahan lain adalah tidak dapat menjelaskan mengapa perusahaan yang memiliki potensi
pertumbuhan dan nilai intangible asset tinggi harus menggunakan lebih banyak hutang dari pada
perusahaan yang mature (tangible asset tinngi) yang tidak menggunakan hutang, akan tetapi
didalam teori diperlukan untuk mengurangi efek dari ketidaksimetrisan informasi.
2. Teori Akuntansi Normatif
Teori normative berusaha untuk membenarkan tentang apa saja yang harus dipraktekkan,
misalnya pernyataan yang menyebutkan bahwa laporan keuangan seharusnya di dasarkan pada
metode pengukuran aktiva tertentu. Menurut nelson (1973) teori normative hanya menyebutkan
hipotesis tentang bagaimana akuntansi seharusnya dipraktekkan tanpa menguji hasil hipotesis
tersebut.
Perumusan akuntansi normative mencapai keemasan pada tahun 1950 dan 1960an. pada periode
tersebut teori normative lebih berkosentrasi pada :Penciptaan laba sesungguhnya.dan
pengambilan keputusa

3. Teori Akuntansi Positif
Teori akuntansi positif berusaha untuk menjelaskan fenomena akuntansi yang diamati didalam
masyarakat. dengan kata lain positif accounting theory (PAT) dimaksudkan memprediksi
konsekuensi yang terjadi jika manajer menentukan pilihan tertentu. Penjelasan dan prediksi
dalam PAT didasarkan pada proses kontrak atau hubungan keagenan antara manajer dengan
kelompok lain seperti investor, kreditor, auditor, pihak pengelola pasar modal dan institusi
pemerintah.
Teori positif didasarkan pada premis bahwa individu selalu bertindak atas dasar motivasi pribadi
(Self seeking motives) dan berusaha memaksimumkan keuntungan pribadi. Pada saat sekarang
teori positif menekankan pada penjelasan alasan-alasan terhadap praktek yang berjalan dan
prediksi terhadap peranan akuntansi dan informasi terkait dalam kepuasan-kepuasan ekonomi
individu, perusahaan, dan pihak lain yang berperan dalam pasar modal dan ekonomi.
Hubungan Teori Akuntansi Positif dan Normatif
Dalam penjelasan mengenai akuntansi positif tidak dapat dilepaskan dari adanya teori
ekonomi normatif. Teori berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menjelaskan dan
memprediksi realitas praktik-praktik akuntansi yang ada dimasyarakat what it is ( Watts dan
Zimmerman).
Dapat disimpulkan bahwa hubungan teori akuntansi normative dan teori akuntansi positif yaitu
teori akuntansi positif pada dasarnya merupakan alat untuk menguji secara empirik asumsiasumsi yang dibuat oleh teori akuntansi normative. Karena pada dasarnya teori normatiof
merupakan pendapat pribadi yang subyektif yang tidak dapat diterima begitu saja dalam
menentukan keputusan.
4. Teori keagenan (Agency theory)
Teori keagenan merupakan basis teori yang mendasari praktik bisnis perusahaan yang dipakai
selama ini. Prinsip utama teori ini menyatakan adanya hubungan kerja antara pihak yang
memberi wewenang yaitu investor dengan pihak yang menerima wewenang (agensi) yaitu
manajer.
Pemisahan pemilik dan manajemen di dalam literatur akuntansi disebut dengan Agency Theory
(teori keagenan). Teori agensi mendasarkan hubungan kontrak antara pemegang saham/pemilik
dan manajemen/manajer. Menurut teori ini hubungan antara pemilik dan manajer pada
hakekatnya sukar tercipta karena adanya kepentingan yang saling bertentangan.
Hubungan antara principal dan agent dapat mengarah pada kondisi ketidakseimbangan informasi
(asymmetrical information) karena agent berada pada posisi yang memiliki informasi yang lebih
banyak tentang perusahaan dibandingkan dengan principal. Dengan asumsi bahwa individuindividu bertindak untuk memaksimalkan kepentingan diri sendiri, maka dengan informasi
asimetri yang dimilikinya akan mendorong agent untuk menyembunyikan beberapa informasi
yang tidak diketahui principal.

Salah satu cara yang di gunakan untuk memonitor masalah kontrak dan membatasi perilaku
opportunistic manajemen adalah corporate governance. Prinsip

Judul: Teori Akuntansi

Oleh: Novita Sari


Ikuti kami