Teori Akuntansi

Oleh Tri Dewi

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi

TUGAS TEORI AKUNTANSI

Oleh
Luh Putri Swandewi
1306305221
20

Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
Reguler

FINANCIAL POSITION PER 31 DECEMBER 2014

Cash
Prepaid Expanse
Account Recivable
Inventory
Lands
Property, Plants, and Equipments (Net)
Account Payable
Bank Debt *

A
B
1.000 2.000
1.500 2.500
3.000 1.000
10.000
500
20.000 10.000
15.000 7.500
1.500
5.000

2.500
5.000

*Both company just recived loan from the same bank for 10 year of duration of payment and
interest .
Which company is better in LIQUIDITY?

Jawab
Bagian Analisis Raatio Likuiditas yaitu :
-

Current Rasio menunjukkan besarnya kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo

-

Quick Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban finansialnya atas aktiva paling liquid

-

Cash Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban finansial kas dan bank

Analisis Perusahaan A
Aktiva Lancar = Kas + sewa dibayar dimuka + persediaan + piutang
= 1.000 + 1.500 + 10.000 + 3.000
= 15.500
Hutang Lancar = 1.500
Nb : Hutang bank tidak termasuk hutang lancar karena lebih dari 1 tahun durasi pelunasan /
pembiayaannya.

1. Current Ratio
Aktiva lancar

x 100% = 15.500 x 100% = 1.033% = 10,33

Hutang Lancar

1.500

Pada tahun 2014, current rasio pada perusahaan A 1.033% yang diperoleh
dengan perbandingan aktiva lancar sebesar 15.500 dengan hutang lancar 1.500. hal ini
berarti setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 10,33.
2. Quick Ratio
Aktiva lancar – persediaan x 100% = 15.500 – 10.000 x 100% = 366,67% = 3,667
.

Hutang Lancar

1.500

Pada tahun 2014, Quick rasio pada perusahaan A sebesar 366,67% yang
diperoleh dengan perbandingan quick asset sebesar 5.500 dengan hutang lancar 1.500.
hal ini berarti setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh Quick aset sebesar Rp
3,667
3. Cash Ratio
Kas ( Bank ) x 100% = 1.000 x 100% = 67% = 0,67
Hutang Lancar

1.500

Pada tahun 2014, Cash rasio pada perusahaan A sebesar 67% yang diperoleh
dari perbandingan Kas (Bank) sebesar 1.000 dengan hutang lancar 1.500. hal ini
berarti setiap Rp 1 hutang lancar tidak dapat dijamin oleh Cash aset sebesar 0,67

Analisis Perusahaan B
Aktiva Lancar = Kas + sewa dibayar dimuka + persediaan + piutang
= 2.000 + 1.500 + 500 + 1.000
= 6.000
Hutang Lancar = 2.000

Nb : Hutang bank tidak termasuk hutang lancar karena lebih dari 1 tahun durasi pelunasan /
pembiayaannya.
1. Current Ratio
Aktiva lancar x 100% = 6.000 x 100% = 300% = 3
Hutang Lancar

2.000

Pada tahun 2014, current rasio pada perusahaan B sebesar 300% yang
diperoleh dengan perbandingan aktiva lancar sebesar 6.000 dengan hutang lancar
2.000. hal ini berarti setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar
sebesar Rp 3.
2. Quick Ratio
Aktiva lancar – persediaan x 100% = 6.000 – 500 x 100% = 275% = 2,75
.

Hutang Lancar

2.000

Pada tahun 2014, Quick rasio pada perusahaan B sebesar 275% yang diperoleh
dengan perbandingan quick asset sebesar 5.500 dengan hutang lancar 2.000. hal ini
berarti setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh Quick aset sebesar Rp 2,75.
3. Cash Ratio
Kas ( Bank ) x 100% = 2.000 x 100% = 1% = 0,01
Hutang Lancar

2.000

Pada tahun 2014, Cash rasio pada perusahaan B sebesar 1% yang diperoleh
dari perbandingan Kas (Bank) sebesar 2.000 dengan hutang lancar 2.000. hal ini
berarti setiap Rp 1 hutang lancar tidak dapat dijamin oleh Cash aset sebesar Rp 0,01
Kesimpulan :
Dari Analisis diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan B lebih Likuid dari
perusahaan A . karena perusahaan B dapat menjamin semua hutang lancarnya sesuai dengan
rasio likuiditas.

Judul: Teori Akuntansi

Oleh: Tri Dewi


Ikuti kami