Teori Akuntansi

Oleh Delvia Yolanda

23 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi

HAKIKAT DARI DALIL, KONSEP TEORETIS, DAN PRINSIO-PRINSIP
AKUNTANSI
v Dalil Akuntansi ( accounting postulate )
Adalah pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan
kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan ekonomi,
politik, dan hukum di mana akuntansi harus beroperasi.
v Konsep Teoretis ( theoretical concept )
Merupakan pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan
kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan hakikat dari entitas
akuntansi yang beroperasi dalam suatu perekonomian bebas yang ditandai oleh kepemilikan
pribadi atas properti.
v Prinsip-Prinsip Akuntansi ( accounting principles )
Adalah aturan pengembalian keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan maupun konsep
teoretis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
v Teknik Akuntansi ( accounting technique)
adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang menerangkan
transaksi-tramsaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
DALIL- DALIL AKUNTANSI
DALIL ENTITAS MENGANGGAP BAHWA SETIAP PERUSAHAAN ADALAH SUATU UNIT AKUNTANSI YANG
TERPISAH DAN BERBEDA DARI PEMILIKNYA DAN PERUSAHAAN- PERUSAHAAN LAIN. DALIL INI
MEMUNGKINKAN AKUNTANSI UNTUK MEMBEDAKAN ANTARA TRANSAKSI BISNIS DENGAN TRANSAKSI
PRIBADI. KONSEP ENTITAS BERLAKU UNTUK FIRMA, PERUSAHAAN PERSEORANGAN, KORPORASI ( BAIK
PERSEROAN MAUPUN NONPERSEROAN), SERTA PERUSAHAAN KECIL DAN BESAR.
DALIL KELANGSUNGAN USAHA
DALIL kelangsungan usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi. Dalil ini
berasumsi bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa yang akan datang yang
dapat diketahui dari sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk jangka waktu yang tidak
tertentu.

3) Dalil Unit Pengukuran
Menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas
perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter. Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan

untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukur umum yang dipilih
dalam akuntansi adalah unit monete. Kebertukaran barang, jasa, dan modal diukur dalam satuan
uang.
4) Dalil Periode Akuntansi
Meskipun Dalil kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap perusahaan akan tetap ada pada
periode waktu yang tidak terbatas, namun adalakalanya pemakai meminta berbagai informasi
tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat keputusan jangka pendek. Dari
hal tersebut maka postulate periode akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan
seharusnya diungkapkan secara periodik.

KONSEP-KONSEP TEORETIS DARI AKUNTANSI
1) Teori Kepemilikan
Dalam teori ini, entitas sebagai agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individual
atau pengoperasi pemegang saham. Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan
terefleksi dalam cara memelihara catatatn akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan
utama teori kepemilikan adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik,
dengan persamaan akuntansi :
Aktiva – Kewajiban = Ekuitas Pemilik
2) Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yangterpisah danberbeda dari pemilik modal.
Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab terhadap pemilik maupun
kreditor. Menurut teori ini, persamaan akuntansinya adalah :
Aktiva = Ekuitas
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham
3) Teori Dana
Dalam teori ini, kelompok aset dankewajiban dan restriksi/pembatasan terkait disebut dana yang
mengatur penggunaan aset. Jadi teori dana memandang unit terdiri atas sumber daya ekonomi
(dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya. Persamaan
akuntansinya adalah:
Aktiva = Pembatasan Aktiva

Teori dana berorientasi aset dalam pengertian bahwa fokus utamanya adalah pada administrasi
dan penggunaan aset secara memadai. Teori dana ini terutama berguna untuk pemerintah dan
organisasi nirlaba. Teori dana juga relevan untuk organisasi laba yang menggunakan dana untuk
aktivitas yang bermacam-macam seperti dana pelunasan, akuntansi untuk kebangkrutan, dan
perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau divisional, pemisahan aset dalam aset lancar
atau tetap dan konsolidasi.
Berikut adalah delapan dana utama yang direkomendasikan bagi administrasi keuangan yang
bagus dari suatu unit pemerintahan :
1.

Dana Umum

2.

Dana Pendapatan

3.

Dana Pelunasan Utang

4.

Dana Proyek Modal

5.

Dana Perusahaan

6.

Dana Perwalian dan Agensi

7.

Dana Layanan Antarpemerintah

8.

Dana Pungutan Khusus

PRINSIP AKUNTANSI
1) Prinsip Biaya
Menurut prinsip biaya, biaya perolehan / akuisisi atau biaya historis adalah dasar penilaian yang
sesuai untuk mengakui akuisisi dari seluruh barang dan jasa, beban, biaya, dan ekuitas. Dengan
kata lain, suatu transaksi dinilai pada harga pertukaran pada saat barang tersebut dibeli dan
dicatat dalam laporan keuangan pada nilai setelah amortisasi.
Biaya menunjukkan harga pertukaran atau imbalan moneter yang diberikan untuk memperoleh
barang atau jasa. Jika imbalan terdiri dari aset non-moneter, harga pertukaran adalah ekuivalen
kas atas aset atau jasa yang diterima. Prinsip biaya dapat diterapkan dalam pengukuran utang dan
modal.
Prinsip biaya dijustifikasi oleh dalil objektivitas dan dalil kelangsungan usaha. Biaya perolehan
adalah objektif dimana informasi yang dihasilkan dapat diuji kebenarannya.
Dalil kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa entitas akan meneruskan usahanya,
aktivitasnya secara tak terbata, sehingga mengeliminasi perlunya menggunakan nilai sekarang
atau nilai likuidasi untuk penilaian aset.

2) Prinsip Pendapatan
Prinsip Pendapatan menspesifikasi hal-hal berikut ini :
1.

Hakikat dari komponen-komponen pendapatan

2.

Pengukuran pendapatan

3.

Penentuan waktu dari pengakuan pendapatan

Pendapatan telah diinterpretasikan sebagai :
1)

Arus masuk aktiva besih yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa

2)

Arus keluar barang atau jasa dari perusahaan ke pelanggan

3)
Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh usaha selama
periode waktu tertentu
Pandangan-pandangan mengenai komponen pendapatan :


Pandangan Luas (komprehensif)

Memasukkan semua penghasilan dari aktivitas bisnis dan investasi


Pandangan Sempit

Memasukkan hasil dari aktivitas penghasil pendapatan dan mengeluarkan laba investasi serta
keuntungan dan kerugian dari penjualan aktiva tetap. Pandangan ini mengharuskan pemisahan
yang jelas antara pendapatan dengan keuntungan dan kerugian.
Pengukuran pendapatan
Pendapatan diukur dalam hal ini adalah produk atau jasa yang dipertukarkan dalam transaksi
“wajar”. Nilai ini mewakili ekuivalen kas bersih atau nilai sekarang terdiskonto atas uang yang
diterima dalam pertukaran dengan produk atau jasa yang ditransfer oleh perusahaan
pelanggannya.
Penentuan waktu dari pengakuan pendapatan.
Pada umunya, diakui bahwa pendapatan dan laba diperoleh sepanjang seluruh tahapan dari
seluruh siklus operasi (yaitu selam penerimaan pesanan, produksi, penjualan dan penagihan).
Akuntan menggunakan prinsip realisasi untuk memilih “kejadian penting” untuk penentuan
waktu pendapatan dan pengakuan laba.
Dasar Pengakuan Pendapatan:

Dasar Akrual
Pendapatan diakui secara umum diakui selama produksi dalam situasi berikut :
a)
Pendapatan sewa, bunga, dan kondisi yang diakui ketika diperoleh, dengan adanya
perjanjian atau kontrak sebelumnya yang menspesifikasikan peningkatan perlahan-lahan dalam
klaim terhadap pelanggan.
b) Seorang individu atau sekelompok orang yang memberikan jasa profesional atau jasa
serupa dapat menggunakan basis akrual dengan lebih baik untuk pengakuan pendapatan, dengan
adanya fakta bahwa hakikat dari klaim terhadap pelanggan adalah suatu fingsi dari proposi jasa
yang diberikan.
c)
Pendapatan atas kontrak jangka panjang diakui berdasarkan kemajuan konstruksi atau
“persentase penyelesaian”. Persentase penyelesaian dihitung sebagai:
à Estimasi teknik dari pekerjaan yang dilakukan sampai tanggal tersebut dibandingkan dengan
total pekerjaan yang akan diselesaikan dalam hal kontrak
à Total biaya yang terjadi sampai tanggal tersebut dibandingkan dengan total biaya yang
diestimasikan untuk total proyek di dalam kontrak tersebut.
d)

Pendapatan atas kontrak biaya plus pembiayaan tetap

e)

Perubahan aktiva akibat pertumbuhan menimbulkan pendapatan

Dasar Kejadian Penting


Waktu penjualan



Penyelesaian produk



Penerimaan pembayaran setelah penjualan

Dasar Penjualan, Dasar ini dibenarkan karena :


Harga dari produk tersebut diketahui dengan pasti

• Pertukaran telah difinalisasi dengan pengantaran barang, sehingga mengarah pada
pengetahuan yang objektif atas biaya yang terjadi


Dalam hal realisasi, penjualan merupakan kejadian penting

Dasar Penyelesaian Produksi

Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika ada pasar yang stabil dan harga yang stabil
untuk komoditas standar.
Dasar Pembayaran
Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika penjualan akan dibuat dan ketika penilaian yang
cukup akurat tidak dapat diberikan kepada produk yang akan ditransfer.
3) Prinsip Pengaitan
Prinsip ini menganggap bahwa beban sebaiknya diakui dalam periode yang sama dengan
pendapatan terkait yaitu pendapatan diakui dalam suatu periode tertentu menurut prinsip
pendapatan, dan beban terkait kemudian diakui. Asosiasi ini paling bak dilakukan ketika hal
tersebut mencerminkan hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan.
Asosiasi antara pendapatan dengan beban tergantung pada salah satu dari empat kriteria berikut
ini :
1. Pengaitan langsung dari biaya yang habis masa berlakunya dengan suatu pendapatan
(misalnya harga pokok penjualan dilaitkan dengan penjualan tersebut)
2. Pengaitan langsung dari biaya yang telah habis masa berlakunya pada periode tersebut
(misalnya gaji pimpinan perusahaan untuk periode tersebut)
3. Alokasi biaya sepanjang periode yang memperoleh manfaat dari biaya tersebut (misalnya
depresiasi)
4. Membebankan semua biaya lainnya dalam periode terjadinya, kecuali dapat ditunjukkan
bahwa biaya-biaya tersebut memiliki manfaat masa depan (misalnya beban iklan)
Biaya Produksi barang jadi untuk dijual
Biaya ini pada umumnya meliputi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
Proses 2 tahap digunakan untuk mempertanggungjawabkan biaya-biaya ini.
1. Penilaian Persediaan
2. Penentuan Laba
Menetukan jumlah penilaian persediaan


Metode Perhitungan Biaya Penuh

Memperlakukan semua biaya produksi sebagai biaya produk yang melekat ke produk tersebut,
dibawa ke depan, dan dilepaskan sebagai biaya periode berjalan pada saat penjualan.


Metode Perhitungan Biaya Langsung

Memperlakukan biaya produksi variabel sebagai biaya produk dan seluruh biaya overhead
manufaktur tetap sebagai periode berjalan.

Pada umumnya, diakui bahwa perhitungan biaya langsung adalah lebih relevan bagi
pengambilan keputusan internal.
Aktiva Operasi dapat didepresiasikan
Karena aktiva ini didepresiasikan, diasumsikan akan memberikan manfaat ke lebih dari satu
periode, aktiva tersebut dikapitalisasikan pada biaya akuisisinya yang kemudian dialokasikan
menggunakan dasar logis selama umur manfaat aktiva tersebut. Proses ini disebut:




Depresiasi, untuk aktiva berwujud
Deplesi, untuk aktiva yangg diwakili sumber daya alam
Amortisasi, untuk aktiva tidak berwujud

Akuntansi Depresiasi didefinisikan sebagai berikut :
Akuntansi depresiasi adalah sistem akuntansi yang bertujuan unutk mendistribusikan biaya atau
nilai dasar lainnya dari aktiva modal berwujud. Depresiasi tahun berjalan adalah bagian dari total
beban dalam sistem semacam itu yang dialokasikan selam tahun tersebut. Metode depresiasi
dapat didasarkan pada ;
1. Waktu, seperti metode garis lurus
2. Output seperti metode jam jasa dan metode unit output.
3. Beban depresiasi yang semakin menurun
4. Konsep investasi dan bunga, seperti metode anuitas.
Aktiva operasi yang tidak didepresiasikan
Ini merupakan kelompok ketiga dari suatu aktiva dan biaya, disebut juga aktiva modal permanen,
karena diasumsikan bahwa aktiva tersebut tidak dikonsumsi selama operasi dari bisnis tersebut.
Biaya penjualan dan administrasi
Adalah seluruh biaya non manufakturyang diperlukan untuk memelihara organisasi penjualan
dan administrasi dasar. Biaya tersebut diperlakuukan sebagai biaya pendidik, baik dalam
perhitungan biaya langsung atau penyerapan.
4) Prinsip Objektivitas
Akuntan menggunakan prinsip objektivitas untuk membenarkan pilihan prosedur pengukuran.
Tetapi prinsip ini memiliki interpretasi berbeda;
1. Pengukuran objektif adalah ukuran yang bersifat ‘’tidak memihak’’ dalam arti bebas dari
bias pribadi si pengukur.

2. Pengukuran objektuf adalah pengukuran variabel yang didasarkan pada bukti-bukti.
3. Pengukuran objektif adalah ‘’kesepakatan diantara sekelompok pengamat atau pengukur
tertentu’’
4. Ukuran dari penyebaran distribusi pengukuran dapat digunakan sebagi indicator dari
tingkat objektivitas pengukuran tersebut.
5) Prinsip Konsistensi
Menganggap bahwa kejadian ekonomi yang serupa sebaliknya dicatat dan dilaporkan dengan
cara konsisten dari periode ke periode. Konsisitensi adalah batasan pengguna untuk
memfasilitasi keputusan pengguna dengan memastikandapat diperbandingkannya laporan
keuangan darisuatu perusahaan sepanjang waktu, sehingga meningkatkan kegunaan laporan
keuangan. Prinsip ini tidak menghalangi suatu perusahaan untuk mengubah prosedur
akuntansinya ketika hal tersebut dibenarkan oleh situasi yang berubah, atau jika prosedur
alternative lebih baik. Sesuai dengan APB opinion No.20 perubahan yang membenarkan
perubahan adalah;
1. Prubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi
2. Perubahan dalam estimasi akuntansi
3. Perubahan dalam entitas pelaporan.
6) Prinsip Pengungkapan Penuh
Pengungkapan penuh mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk
menggambarkan secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang telahmemegaruhi perusahaan
selama periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi gunamembuatnya
berguna dan menyesatkan bagi investor.
Skinner menarik perhatian pada bebrapa masalah yang sebaiknya menjadi subjek dari
pengungkapan penuh;
1. Rincian dari kebijakan dan metode akuntansi, terutama ketika penilaian dibutuhan dalam
penerapan metode akuntansi, ketika metode tersebut bersifat khusus bagi entitas
pelaporan tersebut, atau ketiak metode akuntansi alternative digunakan.
2. Informasi tambahan untuk membantu dalam analisis investasi atau untuk
mengindikasikan hak dari berbagai pihak yang memiliki klaim atas entitas pelaporan.
3. Perubahan dari tahun sebelumnya dalam kebijakan akuntansi atau meetode penerapannya
dan dampak dari perubahan semacam itu.
4. Aktiva, keajiban, biaya, dan pendpatan, yang dihasilkan dari transaksi dengan pihakpihak yang memiliki kepentingan pengendalian dengan direktur atau pjabat yang
memiliki huungan istimewa dengan entitas tersbut.
5. Aktiva, kewaiban, dan komitmen kontijen.
6. Transaksi keuangan atau nonoperasi lainnya yang terjadi setelah tanggal neraca yang
memiliki dampak material terhadap possi keuangan entitas terebut.
7) Prinsip Konservatisme

Adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi dalam hal bahwa prinsip tersebut bertindak
sebagai batasan terhadap penyajian data akuntansi yang relevan dan andal. Menganggap ketika
mimilih antara dua atau lebih teknik akuntansi yang berlaku umum, suatu preferensi ditunjukkan
untuk opsi yang memiliki dampak paling tidak menguntungkan terhadap euitas pemegang
saham. Prinsip ini mengharuskan akuntan memiliki sikap pesimistis secara umumketika memilih
teknik akuntansi untuk pelaporan keuangan.
Sterling menyebut konservatisme sebagai ‘’prinsip penilaian akuntansi yang paling kuno dan
mungkin paling bertahan’’. Konservatisme masih digunakan dalam beberapa situasi yang
memerlukan penilaian akuntan, seperti memilih umur estimasi manfaat dan nilai sisa dari aktiva
untuk akuntansi depresiasi dan konsekuensi aturan dari penerapan kosep.
8) Prinsip Materialitas
Adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi. Menganggap bahwa transaksi dan kejadian
yang memiliki dampak ekonomi yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan dapat
ditangani secara cepat, tanpa memdulikan apakah hal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum atau tidak. Secara umum otoritas akuntansi telah meninggalkan penerapan
materialitas kepada penilaian akuntan, dan pada saat yang sama menekankan pentingnya hal
tersebut. Prinsip materialitas kurang memiliki definisi operasional. Kebanyakan menekankan
padaperanan akuntan dalam menginterpretasikan apa yang material dan apa yang tidak.
9) Prinsip Keseragaman Dan Komparabilitas
Mengacu pada penggunaan prosedur yang sama untuk transaksi yang berhubungan oleh
perusahaan selam waktu tertentu; prinsip keseragaman mengacu pada penggunaan prosedur yang
smaoleh perusahaan yang berbeda. Tujuan utama adalah mencapai komparabilitas lapoan
keuangan dengan mengurangi keragaman yang diciptakan oleh penggunaan prosedur akuntansi
yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda. Dukungan utama untuk keseragaman adalah klaim
bahwa hal itu akan ;
1. Mengurangi mengurangi keragaman penggunaan prosedur akuntansi dan ketidakcukupan
praktik akuntansi
2. Memungkinkan perbandingan yang berarti atas lapran keuangan dari perusahaan yang
berbeda.
3. Memperbaiki kepercayaan dalam laporan keuangan.
4. Mengarah pada intervensi dan speraturan pemerintah mengenai praktik akuntansi.

Judul: Teori Akuntansi

Oleh: Delvia Yolanda


Ikuti kami