Teori Akuntansi

Oleh Aprillia Retno

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi

BAB 1
PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI
Praktika akuntansi dalam suatu Negara harus selalu berkembang untuk
memenuhi tuntutan perkembangan dunia bisnis. Lebih dari itu, praktik akuntansi
juga harus dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk
itu, belajar praktik dan teknik akuntansi saja tidak cukup kerena praktik yang
sehat harus dilandasi oleh teori yang sehat. Teori akuntansi juga mempunyai peran
penting dalam pengembangan akuntansi yang sehat.
Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada kesepakatan tentang
pengertian akuntansi sebagai disiplin pengetahuan. Akuntansi dapat dipandang
sebagai
1. Sains
Bila akuntansi dipandang sebagai sains, akuntansi bertujuan untuk
mendapatkan kebenaran atau validitas penjelasan tentang suatu
fenomena akuntansi dengan menerapkan metode ilmiah. Teori
akuntansi berkepentingan untuk menghasilkan pernyataan-pernyataan
umum (yang bermula dari hipotesis) sebagai penjelasan praktik
akuntansi. Bidang kajian yang menjadi pusat perhatian adalah masalah
fakta sehingga teori akuntansi harus bebas dari pertimbangan nilai.
2. Teknologi
Bila akuntansi dipandang sebagai teknologi, akuntansi merupakan
teknologi perangkat lunak yang harus dipelajari dan dikembangkan
untuk mencapai tujuan social tertentu. Dengan demikian, akuntansi
merupakan suatu pengetahuan tentang perekayasaan informasi untuk
pengendalian keuangan Negara. Hasil akhir akuntansi adalah prinsip,
metode, atau teknik yang bermanfaat untuk mencapai tujuan
akuntansi.

Teori akuntansi merupakan suatu penalaran logis mengevaluasi dan
mengembangkan praktik akuntansi. Hasil penalaran logis adalah suatu rerangka
konseptual yang menjadi semacam konstitusi akuntansi. Adanya tujuan social
yang harus dicapai oleh akuntansi menjadikan teori akuntansi banyak membahas
pertimbangan nilai (value judgment).
Atas dasar sasaran yang ingin dicapai, Teori Akuntansi dibedakan
menjadi:
1. Teori Positif
Menjelaskan fenomena akuntansi seperti apa adanya atas dasar
pengamatan empiris.
2. Teori Normatif
Menjelaskan
membenarkan

fenomena
perlakuan

akuntansi
(standar)

untuk
akuntansi

menjustifikasi
karena

atau

bertujuan

akuntansi tertentu harus dicapai.
Atas dasar sasaran semiotika dalam teori komunikasi, teori akuntansi
dibedakan menjadi:
1. Teori Sintaktik Berkepentingan struktur pelaporan keuangan. Teori ini
memberi penalaran mengapa data/informasi disajikan dengan cara
tertentu.
2. Teori Semantik Memusatkan perhatian

pada masalah-masalah

penyimbolan, pengukuran, dan penyajian kegiatan operasi dan objek
fisis perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Teori ini memberi
penalaran mengapa kegiatan perusahaan disimbolkan dengan cara
tertentu.
3. Teori Pragmatik Berkepentingan untuk mengukur pengaruh dan
kebermanfaatan informasi berpengaruh terhadap perilaku pemakai
(termasuk pasar modal).
Berbagai aspek teori akuntansi harus diverifikasi atau diuji validitasnya
secara tepat atas dasar (1) Penalaran Logis, (2) Bukti Empiris, (3) Daya Prediksi,
dan (4) Standar Nilai yang telah Disepakati.

BAB 2
PENALARAN
Praktik yang sehat harus dilandasi oleh teori yang sehat pula. Teori yang
sehat harus dilandasi oleh penalaran yang sehat karena teori akuntansi menuntut
kemampuan penalaran yang memadai. Penalaran merupakan proses berpikir logis
dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan akan asersi.
Unsur-unsur penalaran adalah asersi, keyakinan, dan argument. Interaksi antara
ketiganya merupakan bukti rasional untuk mengevaluasi kebenaran suatu
pernyataan teori.
1. Asersi
Asersi merupakan pernyataan bahwa sesuatu adalah benar atau
penegasan tentang suatu realitas. Asersi dapat dinyatakan secara verbal
atau structural. Asumsi, hipotesis, dan pernyataan fakta merupakan
jenis tingkatan asersi. Jenis tingkatan konklusi tidak dapat melebihi
tingkatan asersi yang terendah.
2. Keyakinan
Keyakinan merupakan kebersediaan untuk menerima kebenaran suatu
pernyataan. Keyakinan merupakan hal yang dituju oleh penalaran.
Keyakinan mengandung beberapa sifat penting yaitu: keadabenaran,
bukan pendapat, bertingkat, mengandung bias, memuat nilai,
berkekuatan, veridikial dan tertempa.
3. Argumen
Argumen merupakan proses penurunan simpulan atau konklusi atas
dasar beberapa asersi yang berkaitan secara logis. Argumen bertujuan
mengubah keyakinan kalau memang keyakinan tersebut lentuk untuk
berubah atau ada kalanya argument yang jelek dapat meyakinkan
banyak orang. Kecohan atau salah nalar adalah argument yang dapat
membujuk meskipun penalarannya mengandung cacat. Argumen
terdiri atas beberapa asersi yang berfungsi sebagai premis dan
konklusi. Argumen dapat bersifat deduktif dan non-deduktif (induktif
dan analogi)

DAFTAR PUSTAKA
Pengertian, B. A. B., & Akuntansi, T. (2017). teori akuntansi perekayasaan
pelaporan keuangan edisi ketiga – suwardjono tahun 2017 bab 1 pengertian
teori akuntansi.

Judul: Teori Akuntansi

Oleh: Aprillia Retno


Ikuti kami