Teori Akuntansi - Standar Akuntansi

Oleh Ufthi A Maingak

99 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi - Standar Akuntansi

“STANDAR AKUNTANSI
SERTA PENYAJIANNYA”
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah TEORI AKUNTANSI
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi

Disusun Oleh:

(12.401.013)

UFTHI AULIA MAINGAK

(12.401.071)

HUDSAIFAH ABD. YAMAN

(12.401.131)

ARNILA

(12.401.140)

SYUKRAM

(12.401.182)

MISRAWATI

KELOMPOK 5
Kelas: AK.5.1

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
YAYASAN PENDIDIKAN UJUNG PANDANG
2014
1|Teori Akuntansi

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kelompok kami sehingga dapat menyelesaikan
makalh ini yang berjudul: “STANDAR AKUNTANSI SERTA PENYAJIANNYA”
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan
tuntunan Tuhan Yang Maha Esa serta bantuan berbagai pihak lain untuk itu dalam
kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini.
Kami juga menyadari bahwa proses penyusunan dalam penyelesaian makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian,
kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki sehingga
dapat terselesaikan dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan dengan
tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini dan
juga dalam penyelesaian tugas-tugas serta makalah berikutnya.
Kami sebagai penyusun makalah ini yang berkaitan dengan standar akuntansi serta
penyajiannya, berharap dapat berguna dikemudian hari.

Penulis
Kelompok 5

DAFTAR ISI
Sampul Depan................................................................................................................... 1
Kata Pengantar................................................................................................................. 2
Daftar Isi............................................................................................................................ 3
2|Teori Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................. 5
C. Tujuan Penulisan............................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Dan Sumber Standar Akuntansi........................................................................ 6
B. Hubungan Standar Akuntansi dengan Perangkat Peraturan Lainnya ................................. 10
C. Penyusunan Standar Akuntansi di USA ............................................................................. 12
D. Perumusan Standar Akuntansi di Amerika Serikat ............................................................ 20
E. Pengukuran Akuntansi Di Amerika Serikat ....................................................................... 22
F. Perkembangan Pihak yang Menyusun Standar Akuntansi ................................................. 23
G. Penyusunan Standar Akuntansi di Indonesia...................................................................... 25
H. Penyusunan Metode Standar Akuntansi di Indonesia ........................................................ 25
I.

Perubahan Penerapan Akuntansi ........................................................................................ 29

J. Perubahan Akuntansi yang Mempengaruhi Konsisten ....................................................... 30
K. Perubahan Akuntansi yang Tidak Mempengaruhi Konsisten ............................................. 33

BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................................................35

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................36
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Salah satu sarana penunjang yang diperlukan oleh suatu perusahaan atau suatu
unit ekonomi adalah standar akuntansi yang memungkinkan terlaksananya sistem
3|Teori Akuntansi

informasi manajemen dengan baik. Standar akuntansi dapat dipergunakan sebagai
pedoman dalam menyusun laporan keuangan yang layak serta memiliki daya banding
sehingga dapat menyajikan informasi yang bernilai bagi pihak-pihak yang
berkepentingan. Standar akuntansi merupakan landasan atau petunjuk bagi mereka
untuk melakukan praktek atau kegiatan di bidang akuntansi, agar laporan keuangan
lebih berguna dan tidak menyesatkan. Hal ini diperjelas oleh Ikatan Akuntansi
Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai pedoman pokok
penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit
ekonomi lainnya adalah sangat penting, agar laporan keuangan lebih berguna, dapat
dimengerti dan dapat diperbandingkan serta tidak menyesatkan.
Oleh karena itu, maka standar akuntansi merupakan suatu pedoman yang
wajib ditaati bagi mereka yang melakukan kegiatan di bidang akuntansi, dalam rangka
penyusunan laporan keuangan. Tetapi perlu diingat bahwa Standar Akuntansi
Keuangan sebagai suatu pedoman yang diikuti kebiasaan tentulah bukan merupakan
pedoman yang sifatnya universal dan berlaku mutlak sesuai keadaan, waktu dan
tempat. Standar Akuntansi Keuangan dalam perkembangannnya tidak terlepas dari
pengaruh faktor-faktor lain, misalnya pandangan para ahli di bidang akuntansi,
perkembangan politik dan ekonomi, peraturan pemerintah dan faktor-faktor lainnya.
Dengan demikian, maka yang perlu diketahui dari Standar Akuntansi tersebut
adalah pedoman dan petunjuk apakah yang dapat diberikan oleh Standar Akuntansi
tersebut? Standar Akuntansi dapat memberikan petunjuk tentang bagaimanakah
caranya sumber-sumber ekonomi yang ditimbulkannya dicatat sebagai “harta” dan
“kewajiban”. Jika terjadi perubahan atas harta dan kewajiban itu bagaimanakah cara
mencatatnya,

kapan

perubahan

tersebut

dicatat

serta

bagaimanakah

cara

mengukurnya, informasi apa saja yang perlu diungkapkan dan bagaimana cara
mengungkapkannya dan sebagainya.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang permasalahan diatas, maka dapat diambil rumusan
permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah Pengertian dan bagaimana Sumber Standar Akuntansi itu?
2. Bagaimanakah Hubungan Standar Akuntansi dengan Perangkat Peraturan
Lainnya ?

4|Teori Akuntansi

3. Bagaimanakah Hubungan Standar Akuntansi dengan Perangkat Peraturan
Lainnya?

4. Bagaimanakah Penyusunan Standar Akuntansi di USA?
5. Apa saja Perumusan Standar Akuntansi di Amerika Serikat?
6. Bagaimanakah Pengukuran Akuntansi Di Amerika Serikat?
7. Bagaimanakah Perkembangan Pihak yang Menyusun Standar Akuntansi?
8. Bagaimanakah Penyusunan Standar Akuntansi di Indonesia?
9. Bagaimanakah Penyusunan Metode Standar Akuntansi di Indonesia?
10. Bagaimanakah Perubahan Penerapan Akuntansi?
11. Bagaimanakah Perubahan Akuntansi yang Mempengaruhi Konsisten?
12. Bagaimanakah Perubahan Akuntansi yang Tidak Mempengaruhi Konsisten?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk memaparkan pengertian dari Standar Akutansi.
2.

Untuk memaparkan tentang poin-poin standar akuntansi sesuai dengan rumusan
masalah diatas.

3. Sebagai salah satu bentuk penyelesaian tugas selaku mahasiswa/i jurusan
akuntansi STIE YPUP Makassar.

BAB II
PEMBAHASAN

5|Teori Akuntansi

A. PENGERTIAN DAN SUMBER STANDAR AKUNTANSI
Pernyataan standar akuntansi keuangan merupakan aturan dan pedoman bagi
manajemen dalam menyusun laporan keuangan.
Dengan adanya Standar Akuntansi yang baik, laporan keuangan menjadi lebih
berguna, dapat diperbandingkan, tidak menyesatkan dan dapat menciptakan transparansi bagi
perusahaan.
Menurut Financial Accounting Standard Board (FASB) medefinisikan Standar
Akuntansi sebagai berikut:
“Standar Akuntansi adalah metode yang seragam untuk menyajikan informasi, sehingga
laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang berbeda dapat dibandingkan dengan lebih
mudah kumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan dan praktik yang
dipilih dan dianggap berterima umum.”
Akuntansi memiliki kerangka teori konseptual yang menjadi dasar pelaksanaan tekniktekniknya, kerangka dasar konseptual ini terdiri dari standar(teknik, prinsip) dan praktik yang
sudah diterima oleh umum karena kegunaannya dan kelogisannya. Standar itu disebut standar
akuntansi, di Indonesia berlaku Prinsip Akuntansi Keuangan(SAK) Indonesia kemudian
menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan(PSAK). Sedang di USA berlaku General
Accepted Accounting Principle(GAAP), kemudian Accounting Principle Board Statement
dan terakhir menjadi FASB Statements. SAK merupakan pedoman bagi siapa saja dalam
menyusun laporan keuangan yang akan diterima oleh umum.
Standar akuntansi mencakup konvensi, peraturan, dan prosedur yang sudah disusun dan
disahkan oleh lembaga resmi (Standard Setting Body) pada saat tertentu. Standar ini
merupakan consensus pada kala itu tentang pencatatan sumber-sumber ekonomi, kewajiban,
modal, hasil, biaya, dan perubahannya dalam bentuk laporan keuangan. Dalam standar ini
dijelaskan transaksi apa yang harus dicatat; bagaimana mencatatnya, dan bagaimana
mengungkapkannya dalam laporan keuangan yang akan disajikan.
Standar akuntansi ini merupakan masalah penting dalam profesi dan semua pemakai
laporan yang memiliki kepentingan terhadapnya. Oleh karena itu, mekanisme penyusunan
standar akuntansi harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan kepada
semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Standar akuntansi ini akan
terus-menerus berubah dan berkembang sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat.

6|Teori Akuntansi

Belkaoui(1985) mengemukakan alasan pentingnya standar akuntansi yang relevan sebagai
berikut:
1. Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, dan kegiatan
perusahaan. Informasi yang disusun berdasarkan standar akuntansi yang lazim
diharapkan mempunyai sifat jelas, konsisten, terpercaya, dan dapat diperbandingkan.
2. Memberi pedoman dan peraturan bekerja bagi akuntan publik agar mereka dapat
melaksanakan tugas dengan hati-hati, independen, dan dapat mengabdikan
keahliannya dan kejujurannya melalui penyusunan laporan akuntan setelah melalui
pemeriksaan akuntan.
3. Memberikan data base kepada regulator tentang berbagai informasi yang dianggap
penting dalam perhitungan pajak, peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan
pengaturan ekonomi, dan peningkatan efesiensi ekonomi, dan peningkatan efesiensi
ekonomi, dan tujuan-tujuan makro lainnya.
4. Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan standar akuntansi.
Semakin banyak standar yang dikeluarkan, semakin banyak kontroversi dan semakin
bergairah untuk berdebat, berpolemik, dan melakukan penelitian.
Dalam penyusunan standar akuntansi ini ada tiga kemungkinan:
1. Diserahkan sepenuhnya kepada kekuatan atau mekanisme pasar;
2. Diserahkan kepada swasta/profesi; atau
3. Diserahkan kepada pemerintah.
Standar akuntansi saat ini umumnya disusun oleh lembaga resmi yang diakui
pemerintah, profesi, dan umum. Kalau di Indonesia yang berwenang menyusun ini adalah
Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang berada di bawah naungan IAI(Ikatan Akuntansi
Indonesia). Dewan Standar Akuntansi menyerahkan hasil kerjanya kepada Komite Pensahan
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan akhirnya akan ditetapkan dan disahkan dalam
kongres IAI. Sementara itu, di USA sekarang lembaga yang berwenang mensahkan standar
akuntansi(standard setting body) adalah Financial Accounting Standard Board(FASB) yang
bebas dari pengaruh profesi secara langsung. Namun, pda mulanya standar akuntansi
dilahirkan oleh AICPA. FASB mengeluarkan Statement of Financial Accounting Standards
dan Interpretation bersama dengan Accounting Research Bulletin yang dikeluarkan oleh
AICPA.

7|Teori Akuntansi

Selengkapnya, Stevin Rubin(1984) menjelaskan sumber GAAP dalam bentuk rumah
sebagai berikut.
1. Dasar
Dasar GAAP disebutkan going concern, substance over form, neutrality, accrual
basis, conservatism, materiality.
2. Lantai I
a. FASB Statement
b. FASB Interpretations
c. APB Opinions
d. ARS Bulletins yang dikeluarkan AICPA
e.
3. Lantai II
a. AICPA Industry Audit Guides
b. AICPA Industry Accounting Guides
c. AICPA Statement of Position

8|Teori Akuntansi

Fourth

APB

AICPA

Other profesioanal FASB

Textbooks

Statements

issues

pronouncements

and Articles

concepts

papers
Third floor

FASB Technical Bulletins

statements
AICPA

Prevalent

Accounting

Practices

Industry

interpretations
Second floor

AICPA

Industry

Audit AICPA

Guides

Industry AICPA

Accounting

Statement

of

Position

Guides
First floor
Foundation

FASB

FASB

APB

AICPA

Accounting

Statements

Interpretations

Opinions

Research Bulletins

Includes the going concern assumption, substance over form neutrality, the
accrual basis, conservatism, materiality
Gambar Rumah GAAP

4.

5.

Lantai III
a.

FASB Technical Bulletins

b.

AICPA Accounting Interpretation

c.

Praktik Industri yang lazim

Lantai IV
a.

APB Statement

b.

Makalah yang dikeluarkan AICPA

c.

Pendapat-pendapat organisasi profesi

d.

FASB Concepts Statement

e.

Buku-buku teks

f.

Artikel-artikel para ahli tentang Akuntansi

9|Teori Akuntansi

Sedangkan untuk Indonesia adalah sebagai berikut ini:

Rerangka prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
Tingkat 3
Prinsip Konvensi dan
Kebiasaan pelaporan yang sehat

Landasan
Operasional
Atau
Landasan
Praktik

Tingkat 2

Buletin
Teknis

Peraturan
Pemerintah
untuk
Industri

Tingkat 1
Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan

Landasan Konseptual

Buku teks/ajar, Artikel,
dan pendapat para ahli
Pedoman atau
Praktik
Akuntansi
Industri

Simpulan
Riset
Akuntansi

Interpretasi Pernyataan
Standar Akuntansi
Keuangan

Rerangka Dasar penyusunan dan Penyajian Laporan

keuangan

B. HUBUNGAN STANDAR AKUNTANSI DENGAN PERANGKAT
PERATURAN LAINNYA
Profesi Akuntansi mempunyai kaitan erat dengan FASB atau SFAS karena
diatur dalam kode etik maupun GAAP. Dalam kode etik AICPA disebutkan sebagai
berikut:
Rule 203
”Setiap akuntan tidak dibenarkan mengeluarkan pendapat bahwa laporan
keuangan adalah wajar sesuai dengan GAAP jika laporan tersebut tidak sesuai
dengan FASB Statement & Interpretation, atau APB Opinion, atau ARS Bulletin,
kecuali jika akuntan yang bersangkutan dapat menunjukkan bahwa dengan
menggunakannya dapat menimbulkan salah pengertian.”
10 | T e o r i A k u n t a n s i

Rule 204
”Akuntan harus menjelaskan alasan untuk tidak menggunakan pedoman FASB
yang berkaitan dengan pengungkapan informasi di luar laporan keuangan yang
dipublisir seperti seperti data tambahan untuk menyesuaikan pengaruh inflasi
dalam laporan keuangan.”
Hubungan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan Norma Pemeriksaan
Akuntansi (Pernyataan Standar Auditing) disebutkan dalam norma pelaporan yang
pertama dengan bunyi sebagai berikut:
”Laporan akuntan harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun
sesuai dengan Standar Prinsip Akuntansi Keuangan Indonesia.”
Dalam nada yang sama, GAAP yang berlaku di USA menjelaskan hubungan yang
erat itu sebagai berikut:
The report shall state whether the financial statement are presented in accordance with
general accepted principle of accounting
Standar akuntansi (GAAP) diperlukan untuk lembaga sebagai berikut:
1. GAAP untuk lembaga pemerintah
2. GAAP untuk organisasi sosial yang tidak bertujuan untuk mencari laba
(nirlaba)
3. GAAP untuk perusahaan komersil
Pernyusunan standar akuntansi (GAAP) ini adalah wewenang dari Financial
Accounting Foundation (FAF) yang mempunyai dua dewan sebagai berikut:
1. Governmental Accounting Standard Board (GASB) yang didirikan tahun 1984
sebagai lanjutan dari National Council on Governmental Accounting. Dewan
ini menyusun standar akuntansi untuk lembaga pemerintah
2. Financial Accounting Standard Board (FASB) yang didirikan tahun 1973 yang
merupakan kelanjutan dari Accounting Principal Board. Dewan inilah yang
menyusun

dan mengeluarkan standar akuntansi dalam bentuk FASB

Statements & Intrepretation.

C. PENYUSUNAN STANDAR AKUNTANSI DI USA

11 | T e o r i A k u n t a n s i

Adapun pihak yang ikut serta dalam menyusun standar akuntansi di Amerika adalah:
1. Kantor Akuntan Besar yang dikenal dengan ”Big 8”.
2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) – Akuntan Publik
3. Financial Accounting Standard Board (FASB) – Lembaga penyusun standar
akuntansi
4. Governmental Accounting Standard Board (GASB) – Lembaga penyusun standar
akuntansi untuk pemerintah
5. Security and Exchange Commission (SEC) – Badan pengawasan pasar modal
6. American Accounting Association (AAA) – Organisasi Akademisi
7. Financial Executives Institute (FEI) – Institusi Eksekutif Keuangan
8. The Institute of Management Accounting yang dahulu namanya National
Association of Accountant (NAA) – Organisasi Akuntan Manajemen.
9. Dan lain-lain

Berikut ini adalah profil yang terlibat dalam penyusunan standar akuntansi di
Amerika:
1.

Kantor Akuntan Big Eight (Big 8)
Banyak pengaruh prinsipil yang disarankan kantor akuntan besar ini dalam
perkembangan akuntansi secara keseluruhan. Sebelum adanya standar yang baku,
masing-masing kantor ini sebenaranya sudah memiliki praktik aknuntansi yang
mungkin berbeda antara satu kantor dengan kantor lain. Mereka banyak mengeluarkan
dana untuk kepentingan riset dan pengembangan profesi akuntansi secara
keseluruhan.

Adapun nama-nama dari 8 kantor akuntan besar tersebut adalah:
12 | T e o r i A k u n t a n s i

1.

Arthur Andersen & Co

2.

Arthur Young & Co

3.

Coopers & Lybrand

4.

Ernst & Whinney

5.

Deloitte, Haskins & Sells

6.

Peat Marwick, Mitchell & Co

7.

Price Waterhouse & Co

8.

Touche Ross & Co

Pada tahun terakhir ini dari beberapa kantor akuntan sudah melakukan merger
sekarang dikenal dengan Big 5 (1998-2001) yang terdiri dari:
1.

Arthur Andersen;

2.

Ernst & Young;

3.

Pricewaterhouse;

4.

Deloitte Touche;

5.

KPMG

Karena Arthur Andersen bubar karena kasus Enron (2002), saat ini dikenal dengan
Big 4, yang terdiri dari:
1. Ernst & Young;

2.

2.

Pricewaterhouse;

3.

Deloitte Touche;

4.

KPMG

Financial Accounting Standard Board (FASB)
Pada tahun 1930 AICPA menunjuk tim yang bekerja sama dengan SEC dan
terbentuklah sebuah komite yang disebut Committee on Accounting
13 | T e o r i A k u n t a n s i

Procedures yang

anggotanya terdiri dari praktisi di bidang Akuntansi Publik.

Komite ini selama masa

kerjanya

Bulletins (ARB) dari tahun 1939

mengeluarkan

51

Accounting

Research

sampai tahun 1959.

Komite ini berhasil menelorkan beberapa standar akuntansi, tetapi tidak
berhasil

merumuskan struktur dari standar akuntansi dan akhirnya pada tahun

1959 AICPA membentuk APB (Accounting Principle Board). Badan ini lebih
banyak

wewenangnya dari komite sebelumnya, anggotanya berjumlah 18-21

orang yang

berasal dari praktisi akuntan publi, perusahaan dan akademisi. Badan

ini

mengeluarkan APB Opinion sebanyak 31 yaitu dari tahun 1959 sampai dengan

1973.
Pada tahun 1971 karena kekhawatiran akan campur tangan pemerintah
terhadap

penyusunan standar akuntansi, AICPA menunjuk Wheat Commitee

yang

membubarkan APB dan membentuk FAF (Financial Accounting Foundation)

serta

membawahi FASB, FASAC (Financial Accounting Standard Advisory

Council).

FASB dibandingkan dengan APB mempunyai perbedaan sebagai

berikut :
a. Anggota berjumlah 7 orang, sedangkan dulu 18 sampai dengan 21 orang.
b. Status anggota adalah full time.
c. Posisinya lebih otonom.
d. Kedudukannya lebih independen.
e. Badan ini diwakili lebih luas dari kelompok profesi dan bisnis.
FASB ini berkantor pusat di Stanford Connecticutt. Masing-masing anggota
FASB memiliki staf asing-masing dan anggaran tahunan melebihi 6 juta dollar.
Pronouncement (pengumumuman hasil kerja) yang dikeluarkan FASB
mencakup

standar dan konsep akuntansi yang dikeluarkan berupa :

a. Standard & Interpretation.
b. Financial Accounting Concept.
c. Technical Bulletins.
14 | T e o r i A k u n t a n s i

Sebelum FASB mengeluarkan statement ini biasanya ditempuh prosedur
sebagai

berikut :
a. Merumuskan masalah dan dimuat dalam agenda Dewan.
b. Membentuk task force yang beranggotakan para ahli dan praktisi yang akan

mempelajari literatur dan selanjutnya disusun rumusan dalam bentuk discussion
memorandum yang menjelaskan standar yang berkaitan dengan masalah akuntansi
yang dirumuskan. Memorandum ini biasanya berisi pembahasan dari segala aspek
degandaftar literartur yang banyak dan mengemukakan permasalahan-permasalahan
dan alternatif pemecahannya tanpa dibuat kesimpulan.
c. Memorandum ini dibagikan kepada umum untuk dibahas selama 60 hari.
d. Memorandum ini dibagikan kepada para ahli yang diundang untuk
mediskusikannya baik lisan ataupun tertulis dalam bentuk “public hearing”.
e. Berdasarkan hasil diskusi itu dan tanggapan-tanggapan dari penanggap
maka FASB mengeluarkan “exposure draft” dari FASB Statement termasuk
saran-saran untuk akuntansi keuangan dan pelaporan.
f. Exposure draft ini dibagikan kepada umum khususnya profesi akuntansi dan
bisnis untuk dibahas selama 30 hari.
Setelah input diterima dan dianalisis dan dibuka public hearing kedua untuk
membahas exposure draft, maka dikeluarkanlah sikap FASB yang mungkin berupa :
a. Menerima draft tadi sebagai standar akuntansi yang berlaku. Statement of
Financial Accounting Standards (SFAS).
b. Menyarankan revisi atas draft dan seterusnya prosedur tadi diulang lagi.
c. Menunda menerbitkan standar akuntansi dan permasalahan tersebut tetap
dalam agenda.
d. Tidak mengeluarkan standar akuntansi dan menghapus permasalahan tersebut
dari agenda.
Untuk

memperjelas

FASB

statement,

kadang-kadang

FASB

harus

mengeluarkan FASB Interpretation. interpretation ini memiliki kekuatan yang sama
15 | T e o r i A k u n t a n s i

dengan statement. Di samping itu FASB juga mengeluarkan Technical Bulletin
sebagai pedoman yang menyangkut penerapan standart akuntansi tanpa mengubah
delapan standar yang ada. Dari segi lain hubungan FASB dengan organanisasi dan
badan lain dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
3. Securities and Exchange Comimision ( SEC )
SEC sebagai lembaga yang mengatur pasar modal di USA dibentuk tahun 1934.
Lembaga ini bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun undang-undang
tentang bursa efek dan menjamin bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh
perusahaan yang go public disajikan secara layak dan full disclosure.
Karena Tanggung jawab SEC untuk mengatur laporan keuangan yang sisajikan
oelh perusahaan yang go public “ Full Disclosure, “ peranan standar akuntansi sangat
dominan. Oleh karena itu bersama lembaga lainnya SEC ikkut aktif dalam
menelorkan suatu standar akuntansi . Berdasarkan securities Act tahun 1934, SEC
memiliki kekuasaan untuk menetapkan standar akuntansi. Namun, dalam praktik
kekuasaan akuntansi yang dimiikinya ini didelegasikan ke FASB adalah badan resmi
yang menyusun standar akuntansi. Beberapa Ciri dan peraturan SEC yang agak
berbeda dengan yang lazim adalah sebagai berikut.
a. Regulation S – X
Peraturan ini mengatur tentang bentuk dan isi laporan keuangan yang
diserahkan kepada SEC yang paling dominan dari laporan keuangan adalah :
 10 K : laporan tahunan diserahkan maksimal Sembilan puluh hari
setelah akhir tahun buku
 10 Q : laporan Triwulan diserahkan maksimal empat puluh lima hari
setelah akhir kuartal.
 8 K : Laporan Insidentil, yang timbul Karen a factor tertentu seperti
perubahan struktur modal, dan lain – lain.
b. Accounting series Release ( ASR )
ASR adalah wahan SEC dalam mengatur perusahaan yang go public tentang
masalah akuntansinya.
c. SEC decision and Reports
(Keputusan dan Laporan SEC )
d. The SEC Annual Reports
(Laporan Tahunnan SEC )
16 | T e o r i A k u n t a n s i

e. Pidato, makalah, pimpinandan staf SEC:
Tidak semua standar akuntansi yang berlaku sesuai dengan ketentuan SEC.
Disinilah ASR berperan untuk menjelaskan sikap SEC.
Situasi seperti ini masih juga berlaku di Indonesia yang untuk pengelolaan
pasar modal diwakili oleh badan Pengawas Pasar Modal ( Bapepapm). Pada
prinsipnya Bapepam menyetujui/mewajibkan agar laporan keuangan
perusahaan yang go public harus disusun sesuai dengan PSAK. Namun, ada
hala-hal tertentu di mana Bapepam memiliki peraturan sendiri yang mungkin
berbeda dengan PSAK.
4. The American ccounting Association ( AAA )
The AAA adalah organisasi akuntan yang berkiprah di bidang akademik seperti
professor, dosen, staf, pengajar, atau orang yang mempunyai perhatian terhadap
pengembangan teori dan praktik akuntansi. AAA memiliki jurnal triwulan yang diberi
nama Accounting Review yang merupakan majalah paling bergengsi di bidang
akuntansi. Majalah ini memuat analisis penelitian dan teori-teori yang menyangkut
pengembangan akuntansi secara umum. Disamping penerbitan jurnal, AAA juga
melakukan kegiatan seminar, pertemuan, symposium, penelitian, dan lain-lain secara
periodic untuk membahas bidang akuntansi.
Beberapa upaya AAA dalam pengembangan standar akuntansi maupun
kerangka teoritisnya adalah sebagai berikut.
a.

Pada tahun 1936 AAA menerbitkan hasil penelitian tentang A Tentative
Statement of Accounting Principle Underlying Corporate Financial Statement.
Penerbitan ini telah direvisi pada tahun 1941, 1948, 1950, 1954, 1957, dan 1964.

b.

Pada tahun 1940 melalui buah karya WA Paton dan AC Littleton yang bekerja di
bawah naungan AAA telah menerbitkan: An Introducing to Corporate
Accounting standards.

c.

Pada tahun 1964 melalui buah karya Louis Golberg, AAA menerbitkan An
Inquiry Into The nature of Accounting.

d.

Pada tahun 1966 AAA menerbitkan A Stetement of Basic Accounting Theory.

e.

Pada tahun 1977 AAA menerbitkan A Statement on Accoounting Theory and
theory Acceptance.

17 | T e o r i A k u n t a n s i

Pada mulanya, pendekatan AAA dalam merumuskan teori akuntansi adalah induktif
dan akhirnya secara perlahan-lahan berpindah mengikuti pola deduktif setelah revisi
buku Accounting and Reporting Standards for Corporate Financial Statement pada
tahun 1957. Anggota AAA yang umumnya adalah professor dan peneliti senior yang
memiliki pengetahuan yang luas di bidangnya merupakan mata air dan sumber
inspirasi standar akuntansi. Mereka melakukan penelitian dan penerbitan melalui
majalah –majalah bulletin, dan jurnal – jurnal akuntansi terkenal seperti Accounting
Review. Pengaruh dari tulisan-tulisan tersebut tentu meiliki peranan penting dalam
formulasi standar akuntansi.
5. Organisasi / Badan Lain
Sebenarnya kalau kita kaji lebih banayak lagi badan atau organisasi yang
mempunyai peranan langsung atau tidak langsung terhadap perumusan standar
akuntansi. Dibawah ini kita sebutkan beberapa, yaitu sebagai berikut.
a. “The national Association of Accountant” yang sekarang sudah berganti
nama menjadi The Institute of Management Acountant (IMA) merupakan
organisasi profesi yang menggabungkan para akuntan manajemen di USA.
Organisasi ini menerbitkan majalah bulanan yang memuat artikel-artikel
tentang akuntansi yang bernama management Accounting.
b. The Cost Accounting Standard Board ( CASB )
c. The Financial Execute Institute (FEI)
d. International Accounting standard Commite (IASC)
e. Badan-badan /organisasi di luar negeri lainnya.
International Accounting Sdtandard Committee ( IASC ) sekarang bernama
IFRS ( International Financial Reporting Standard )
Secara international profesi akuntan memiliki organisasi yang disebut dengan
International Federation of accountant. IFAC ini memiliki badab khusus yang
mengeluarkan standar akuntansi yang disebut dengan IASC atau international
Accounting Standard Committee. IASC dikuasai pemikiran eropa dan bermarkas di
London dan biasanya dalam beberapa hal, IASC ini selalu menjadi pesaing FASB
USA.

18 | T e o r i A k u n t a n s i

6. Pemakai Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang disusun menurut standar akuntansi dibaca dan
dipergunakan

oleh

pihak-pihak

yang

menggunakanya.

Mereka

ini

dapat

dikelompokan sebagai berikut.
1. Pemakai langsung yang termasuk dalam kelompok ini adalah :
a. Pemilik perusahaan
b. Kreditor
c. Pemasok (supplier )
d. Manajemen
e. Fiskus ( Pajak)
f. Pegawai/karyawan perusahaan
g. langganan
2. Pemakai tidak langsung yang ttermasuk kelompok ini :
a. Konsultan dan analisis laporan keuangan
b. Bursa efek
c. Penasihat hukum
d. Badan pemerintah terkait
e. Penerbitan –penerbitan/majalah/ bulletin/ jurnal keuangan.
f. Perusahaan konsultan/ pusat-pusat data bisnis
g. Asosiasi pengusaha/kadin
h. Serikat pekerja
i. Para pesaing
j. Masyarakat umum
Kedua kelompok pemakai pemakai ini memiliki kepentingan yang berbeda
dan bahakan sering bertentangan. Kelompok pemakai ini apabila bersedia
mengungkapkan responnya terhadap suatu laporan keuangan maka akan muncul
bahan-bahan penting dalam pembahasan dan analisis terhadap standar akuntansi yang
berlaku atau yang belum diatur sehingga standar akuntansi yang berlaku akan dapat
terus menerus uo to date sesuai dengan keinginan sebagian besar para pemakainya.
Kedua kelompok ini mepunyai andil dalam perumusan standar akuntansi.
Untuk menghasilkan suatu laporan keuangan yang dapat memuaskan semua
pihak tentu tidak mungkin karena masing –masing pemakai mempunyai keinginan
yang berbeda. Ada tiga jenis lapran keuangan, yaitu sebagai berikut.
19 | T e o r i A k u n t a n s i

1. Laporan keuangan general purpose, yaitu laporan keuangan yang disajikan
dengan kepentingan umum, tanpa membedakan satu pihak dengan pihak
lain.
2. Laporan keuangan specific purpose, yaitu laporan keuangan yang disajikan
untuk kepentingan pihak tertentu pula.
3. Different disclosure artinya angka-angka laporan keuangan itu disajikan
untuk pihak-pihak tertentu, angka ini untuk pihak ini, angka itu untuk
pihak itu. Jadi untuk pihak tertentu disajikan laporan tertentu.
D. PERUMUSAN STANDAR AKUNTANSI DI AMERIKA SERIKAT
Di AS tidak ada persyaratan hukum yang mewajibkan publikasi laporan keuangan periodik
yang telah diaudit kecuali ketentuan lembaga regulator misalnya SEC. AS menyukai regulasi
akuntansi yang mendetail. Praktik akuntansi keuangan di AS menekankan pada segmentasi
dan spesialisasi. Dalam penyusunan standar akuntansi keuangan AS sangat berpegang pada
kerangka teoritis konsepsual yang ditetapkan FASB sebagai berikut.
1. Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Perusahaan yang bertujuan mencari laba yang
diterbitkan November 1978.
2. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi yang diterbitkan Mei 1980 kemudian
direvisi dengan Statement Nomor 6, Desember 1980.
3. Tujuan Pelaporan Keuangan Organisasi Nonprofit diterbitkan Desember 1980.
4. Pengakuan dan Pengukuran Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis diterbitkaan
Desember 1984.
5. Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang diterbitkan pada Desember 1985.
FASB mempunyai tujuh anggota full time, yaitu tiga orang berasal dari praktisi akuntansi
profesional (CPA), dua orang anggota dari industri dan masing-masing satu dari akademi dan
pemerintah. Anggota-anggota dewan harus memutuskan semua ikatan ekonomi dan
organisasi dengan tempat kerja atau kepemilikan sebelumnya.
Fungsi FASB dijelaskan secara jelas dalam mission statementnya, yaitu untuk membentuk
dan mengembangkan standar-standar akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman
dan pendidikan bagi publik, termasuk penerbit laporan keuangan, auditor dan pemakai
laporan keuangan. FASB juga membentuk konsep-konsep akuntansi yang luas seta standar20 | T e o r i A k u n t a n s i

standar bagi pelaporan keuangan selain itu juga menyediakan pedoman mengenai
implementasi standar-standar tersebut.
Umumnya karena harus melewati begitu banyak prosedur, perlu dua tahun atau lebih untuk
membentuk standar akuntansi dan akhirnya menerbitkan standar akuntansi keuangan yang
baru. Standar akuntansi yang diterima umum (GAAP) adalah jumlah total dari semua standar,
aturan dan regulasi akuntasi keuangan yang harus diperhatikan dalam penyiapan laporan
keuangan yang dapat diterima oleh SEC. Statement of Financial Accounting Standards
(SFAS) merupakan komponen utama dari GAAP.
Sampai pada tahun 1990, FASB telah mengeluarkan 106 SAFS. Topik-topik yang penting
meliputi :
No.

SAFS

Tahun

2.

Akuntansi Biaya Litbang

1974

5.

Akuntansi Kontijensi

1975

14.

Akuntansi Bagi Segmen-segmen Perusahaan Bisnis

1976

52.

Translasi Valuta Asing

1981

89.

Pelaporan Keuangan dan Perubahan harga (pengganti No.33)

1986

106.

Akuntansi Pemberi Kerja Bagi Manfaat-manfaat Pasca Kerja selain 1990
Pensiun

Organisasi yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan penyusunan berbagai standar
akuntansi keuangan AS adalah SEC, yang memiliki wewenang hukum untuk membentuk
standar-standar akuntansi keuangan dan pelaporan seperti yang telah disebutkan dalam seksi
ini. SEC memiliki lima anggota yang ditunjuk oleh Presiden AS dan menjalankan kekuasaan
hukum kuasai dan merupakan badan pengatur data terakhir independen.
E. PENGUKURAN AKUNTANSI DI AMERIKA SERIKAT
Konsep pengukuran akuntansi yang dianut oleh kebanyakan perusahaan di AS
adalah menggunakan pengukuran biaya historis. Seiring dengan perluasan konsep
21 | T e o r i A k u n t a n s i

akrual, batas-batas pengukuran biaya transaksi diterobos dengan teknik-teknik present
value yang digunakan untuk mengukur piutang dan utang jangka panjang, ketika
kewajiban kontijensi tertentu diakui atau ketika manfaat-manfaat pasca dari karyawan
dicatat. Kecuali jika terbukti menunjukkan kondisi sebaliknya, dimana pengukuran
akuntansi di AS mengasumsikan bahwa antitas bisnis akan melangsungkan usahanya
(going concern), terus beroperasi sampai kapan pun. Pengukuran berbasis akrual dan
aturan pengakuan transaksi sangat tergantung pada konsep pencocokan (matching
concept). Terdapat juga aturan konsistensi yang mengharuskan keseragaman
perlakuan akuntansi atas item-item yang sama dalam tiap periode akuntansi dan dari
satu periode ke periode berikutnya. Jika terjadi perubahan dalam praktik atau
prosedur, diwajibkan untuk menyajikan pengungkapan atas perubahan dan efeknya
atas laporan keuangan.
Salah satu yang unik bagi AS adalah jika metode LIFO digunakan bagi tujuan
pajak federal, juga harus digunakan tujuan laporan keuangan. Jika “cadangan” LIFO
material, harus diberi catatan atas laporan keuangan. Upward valuation dari aset-aset
jangka panjang tidak boleh diestimasi untuk kegunaan-ekonomis dengan menentukan
lamanya periode depresiasi dan amortisasi. Biaya R&D tidak dikapitalisasi (menurut
SFAS No. 2), diterapkan dalam pengakuan biaya pengembangan software. Goodwill
dicatat sebagi aset dan diamortisasikan selama periode tidak melebihi 40 tahun.
Aturan-aturan pengukuran dengan asumsi-asumsi aktuarial harus dibuat dan metodemetode biaya yang digunakan harus ditentukan, kontijensi dicatat jika dapat
diidentifikasikan dan dapat diukur. Deferred credit method diwajibkan dalam
mengakui alokasi pajak komprehensif sampai tahun 1991 dan stelah itu diganti
dengan sebutan liability method dari SFAS No. 96.
Ekuitas pemilik berdasarkan kontribusi modal dan laba ditahan (yaitu semua
laba/rugi sejak perusahaan didirikan, dikurangi distribusi dividen atau penarikan oleh
pemilik dan prior period adjustments). Kontrak konstruksi dapat diukur dengan
completed-contracts method atau percentage-of-completion method. Metode poolingof-interest menjadi batasan ketaatan (compliance), karenanya sebagian penggabungan
bisnis dicatat dengan purchase method. Distribusi saham kepemilikan diukur pada
nilai pasar saham pada saat distribusi yang merupakan aturan mengikat bagi
perusahaan.

22 | T e o r i A k u n t a n s i

Mengenai efek perubahan harga, APB merekomendasikan penyajian sesuai
tingkat harga umum (tahun 1969), SC mewajibkan perusahaan-perusahaan
melampirkan data current-cost tertentu sebagai pelengkap (tahun 1976), kemudian
FASB mengeluarkan SFAS No. 33: mewajibkan sekitar 1000 perusahaan besar AS
melaporkan efek perubahan harga, yang kemudian peraturan ini dibekukan.
Menyebabkan pengukuran efek perubahan tingkat harga tidak lagi dilaporkan ke
publik sejak tahun 1985.
Krisis industri simpan-pinjam selama dekade 1980-an terdapat berbagai usulan
terutama SEC yang mendesak pemakaian pengukuran mark to market bagi aset yang
disimpan dalam portofolio bank, karena selama masa resesi atau depresi akan
mengurangi nilai aset jangka panjang tertentu.

F. PERKEMBANGAN PIHAK YANG MENYUSUN STANDAR AKUNTANSI
Dalam proses perumusan standar akuntansi, Belkaoui (1985) memberikan tiga fase berikut.
1.

Fase Peranan Manajemen (1900-1933)
Dalam fase ini manajemen dianggap memeiliki peranan yang besar dalam merumuskan

standar akuntansi. Peranan ini muncul sebagai akibat dari bertambahnya investor (pemilik
perusahaan) dan peranannya yang besar dalam perkembangan perusahaan setelah tahun 1900.
Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen menimbulkan kekuasaan besar di tangan
manajemen dalam mengontrol perusahaan sekaligus menyajikan laporan keuangan sehingga
standar akuntansi yang muncul banyak berasal dari manajemen.
Jika situasi manajemen mempengaruhi penyusunan standar akuntansi, terjadi keadaan
sebagai berikut ( Belkaoui 1985).
a. Banyak teknik/ standar akuntansi lemah dari segi teoritis, metode pemecahan
masalah akuntansi adalah pragmatis bukan didasarkan pada teori.
b. Fokus perhatian manajemen adalah hanya keinginan untuk menentukan Lba
kena Pajak dan upaya mengurangi baban pajak.
c. Teori akuntansi yang dianut selalu dilatarbelakangi oleh konsep smooth
earnings (penetapan laba yang disesuaikan dengan keinginan kepentingan
penyusunan laporan keuangan).
23 | T e o r i A k u n t a n s i

d. Masalah-masalah rumit selalu dihindarkan dan muncullah pemecahan masalah
yang dimudahkan (expediency).
e. Beberapa perusahaan yang berbeda menerapkan teknik yang berlainan untuk
satu masalah yang sama.
Demikianlah ciri-ciri keadaan pada fase manajemen dimana yang dominan
dalam penyusunan laporan keuangan adalah manajemen.

2. Fase Peranan Profesi (1933-1973)
Pada fase ini perumusan standar akuntansi didominasi oleh profesi. Pada periode
organisasi tumbuh dan berkembang dengan pesat. Pada fase ini pulalah keluar Securities
Acts, yaitu peraturan tentang modal pada tahun 1933 dan 1934 yang merupakan bentuk
campur tangan pemerintah dalam akuntansi. AICPA pada tahun 1933-1959 menerbitkan
Accounting Research Bulletin dan 1959-1973 diterbitkan APB Opinion, demikian juga
AAA sebagai organisasi melakukan penelitian dan penerbitan tentang kerangka teori
akuntansi. Pada periode ini organisasi profesi memiliki peranan yang dominan dan
perumusan standar akuntansi.
Dominasi profesi ini juga memberikan dampak sebagai berikut.
a. Asosiasi dan organisasi-organisasi profesi belum yakin terhadap kerangka teori yang
sudah ada.
b. Kekuatan/otoritasnya tidak jelas.
c. Adanya beberapa alternative menimbulkan timbulnya flexibilitas dalam menerapkan
standar akuntansi.
3.

Fase Politisasi (1973-Sekarang)
Kelemahan yang terdapat pada fase peranan manajemen dan fase profesi menimbulkan

kecenderungan pada metode yang lebih condong deduktif dan politisasi (keikiutsertaan
pemerintah) dalam penyusunan standar akuntansi. Standar akuntansi dianggap mempengaruhi
masyarakat sehingga dapat dijadikan dasar untuk masuknya unsur politik dalam perumusan
standar akuntansi. Pada fase ini FASB lahir yang merupakan peleburan dari unsur praktisi,
bisnis, akademi, dan lembaga formal.

24 | T e o r i A k u n t a n s i

Di USA sendiri masalah akuntansi sudah pernak menjadi agenda kongres yang
dikenal dengan Metcalf Report yang berjudul The Accounting Establishment. Laporan ini
menuduh kantor akuntan yang tergabung dalam “Big8” melakukan monopoli terhadap audit
perusahaan-perusahaan besar dan proses penyusunan standar akuntansi.

G. PENYUSUNAN STANDAR AKUNTANSI DI INDONESIA
Ikatan Akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang juga merupakan badan
yang menyusun standar akuntansi keuangan di Indonesia. Organisasi profesi ini terus
berusaha menaggapi perkembangan akuntansi keuangan baik di tingkat nasional, regional
maupu global, khususnya yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi akuntansi sendiri.
Perkembangan standar akuntansi keuangan sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini
terus dilakukan secara terus menerus. Pada tahun 1973 terbentuk Panitia Penghimpun Bahanbahan dan Struktur GAAP dan GAAS. Dan pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip
Akuntansi Indonesia (Komite PAI) yang bertugas menyusun standar keuangan. Komite PAI
telah bertugas selama 4 periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan
susunan personel yang terus diperbaharui. Pada kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama
Komite PAI diubah menjadi Komiter Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK), kemudian
pada kongres VIII, tanggal 23-24 September 1998 di jakarta, Komite SAK diubah menjadi
dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk masa bakti 1998-2000 dan diberikan otonomi
untuk menyusun dan mengesahkan PSAK>
Sejak IAI berdiri telah dihasilkan 3 standar akuntansi keuangan sebagai berikut :
1. Pada ttahun 1973 untuk pertama kali IAI menerbbitkan suatu buku Prinsip Akuntansi
Indonesia (PAI) yang sebagian besar merupakan terjemahan buku Paul grady,
penerbitan ini dipicu oleh diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973.
2. Pada tahun 1984 buku Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 yang menggantikan PAI
1973 diterbitkan. Komite PAI melakukan revisi secara mendasar terhadap PAI 1973.
3. pada tahun 1994, IAI kmbali melakukan revisi total PAI 1984 dan sejak itu
mengeluarkan standar keuangan yang diberi nama Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) yang diterbitkan sejak 1 Oktober 1994. Pengembangan standar akuntansi
ketiga ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan profesi akuntansi
25 | T e o r i A k u n t a n s i

dalam rangka mengikuti dan mengantisipasi perkembanga internasional. Banyak
standar yang dikeluarkan itu sesuai atau sama dengan standar akuntansi internasional
yang dikeluarkan oleh IASC.

H. PENYUSUNAN METODE STANDAR AKUNTANSI DI INGGRIS
United Kingdom (UK), Britania Raya dan Irlandia Utara terdiri dari 4 negara bagian yaitu:
Inggris, Skotlandia, Wales dan irlandia Utara. Walaupun UK memiliki sistem hukum dan
kebijaka moneter dan fiskal yang terpadu, beberapa perbedaan tetap ada. Situasi
perkembangan akuntansi di UK sama uniknya dengan situasi aturan hukum di negara
lainnya. Ketentuan hukum dilaksanakan secara fleksibel dan diterapkan kasuk per kasus.
Dalam lingkungan akuntansi sebagai tambahan aturan umum maka dikeluarkan
rekomendasi akuntansi tambahan yang dibuat melalui organisasi atau lembaga atau jjalur
profesional. Rekomendasi profesional hanya mengikat anggota badan profesi yang
mengikuti rekomendasi tersebut jadi tiidak berlaku wajib secara keseluruhan. Perusahaan
yang didirikan di UK diatur oleh undang-undang yang bernama Companies Acts.
Companies Acts 1948 selanjutnya diamandemen secara mendasar pada tahun 1967, 1976,
1980 dan 1981, 1985 dan 1989.
Badan-badan akuntansi utama di UK adalah :
1.

The Institute of Chartered Accountants in england and Wales.

2.

The Institute of Chartered Accountants in england of Ireland.

3.

The Institute of Chartered Accountants in england of Scotlands.

4.

The Association of Certified Chartered Accountants (ACCA).

5.

The Institute of Cost and Management Accountant.

6.

The Chartered Institute of Public Finance and Accountancy.

Selama bertahun-tahun banyak proposal yang dibuat masing-masing organisasi, tetapi
tidak terkoordinasi dengan baik sehingga harmonisasi tidak terjadi. Oleh karena itu,
profesi akuntan di UK menjadi terpecah dan terbentuklah Consultative Committee yang
didirikan pada tahun 1970. Keenam organisasi ini dihubungkan secara individual maupun
bersama-sama oleh Consultative Committee of Accountancy Bodies ini. Sampai tahun
1990, komite ini mengarahkan aktivitas penyusunan standar akuntansi dan memiliki hak
veto atas standar keuangan yang diusulkan. Sekarang komite ini bertugas membantu
26 | T e o r i A k u n t a n s i

profesi akuntansi memberikan pengarahan kepada berbagai lembaga pemerintah mengenai
isu-isu yang berhubungan dengan perpajakan, undang-undang perusahaan dan membahas
berbagai usulan MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa).
Di UK, perusahaan perusahaan bentuk PT yang dimiliki oleh pribadi atau swasta dan
publik diakui. Semua perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas harus diaudit oleh
akuntan independen setiap tahun dan anggota dari empat badan akuntansi sektor swasta
pertama di atas diberi wewenang untuk melakukan audit.
Konsep dan praktik akuntansi di Inggris ini telah mempengaruhi akuntansi secara
global terutama terhadap negara-negara bekas jajahan Inggris, misalnya akuntansi di
Australia, Kanada, serta negara persemakmuran lainnya seperti Kenya, India, Hongkong,
Selandia Baru, Singapura dan Afrika Selatan. Memang tidak persis sama, tetapi banyak
pengaruhya terhadap sistem akuntansi di negara yang bersangkutan. Hal ini bahkan
menimbulkan munculnya model akuntansi Inggris.
Hanya ada dua sumber standar akuntansi di UK, yaitu company act dan standar
profesi akuntansi. Lima prinsip akuntansi dasar yang tercantum langsung dalam
perundang-undangan adalah sebagai berikut:
1. Matching concept dan beban berdasarkan accrual basis.
2. Penilaian akun aktiva dan kewajiban individual secara terpisah dalam masing-masing aset
dan kewajiban.
3. Penerapan prinsip-prinsip konservatisme, terutama dalam pengakuan realisasi laba dan
semua kewajban dan kerugian yang diketahui.
4. Kewajiban penerapan kebijakan-kebijakan akuntansi secara konsisten dari tahun ke tahun.
5. Anggapan bahwa prinsip kelangsungan usaha dapat diterapkan pada entitas yang
bersangkutan.
Undang-undang

perusahaan

di

UK

sampai

dengan

tahun

1989

telah

mengimplikasikan semua directive (peraturan) EC yang berhubungan dengan akuntansi.
Agak mirip dengan perkembangan yang terjadi di Amerika, di UK juga mulai berkembang
mulai dari status rekomendasi awal prinsip akuntansi sampai pembentukan Accounting
Standard Steering Committee (ASSC) pada tahun 1970. Atas usul Steering Committee,
maka komite ini kemudian diberi nama baru Accounting Standard Board (ASB) tahun

27 | T e o r i A k u n t a n s i

1990. Selama masa itu badan ini telah banyak mengeluarkan Statement of Standard
Accounting Practise (SSAPs) dan Statement of Recommended Practise (SORPs).
SORPs dikeluarkan dalam dua kategori, yaitu kategori umum, keputusan tahun 1986
berjudul Pension Scheme Account. Dan kategori khusus, keputusan yang dikeluarkan pada
tahun 1986 berjudul Pension Scheme Account. Dan kategori khusus, keputusan yang
dikeluarkan pada tahun 1986, yaitu Disclosure about Oil dan Gas Exploration and
Production Activities. Sampai pada tahun 1990, penerbitan standar akuntansi sulit
dilakuakan di UK karena ASSC dan ASB berada di bawah Consultative Committee of
Accountancy Bodies tadi.
Dalam pembentukan ASB masing-masing organisasi tersebut menominasikan
anggota-anggota ASC ditambah wakil dari konsumen laporan keuangan. Setiap produk
ASC harus mendapatkan persetujuan dari Consultative Committee, sebelum ASB
mengeluarkan SSAP. Dengan kata lain, masing-masing badan akuntansi diatas memiliki
hak veto penuh terhadap penyusunan standar akuntansi keuangan. Dewan ini memiliki
seorang ketua, seorang direktur tekni yang bekerja full time, dan 7 orang anggota part
time. ASB diberi wewenang untuk mengeluarkan standar akuntansi. ASB beroperasi mirip
dengan pendahulunya, AASC dan FASB di Amerika.
Beberapa perbedaan standar akuntansi yang umum di Amerika dengan di UK dapat
dijelaskan sebagai berikut. Pengukuran akuntansi di UK hampir sama dengan pengukuran
akuntansi di Amerika namun ada juga beberapa perbedaan. perbedaan paling penting
adalah bahwa di Uk dimungkinkan untuk menilai semua aset berdasarkan biaya historis,
current cost maupun campuran dari kedua sistem pengukuran tersebut. Revaluasi tanah
dan bangunan berdasarkan harga pasar juga diperbolehkan. Beban depresiasi dan
amortisasi harus sesuai dengan basis pengukuran yang digunakanuntuk aset yang
bersangkutan. Dalam pengukuran persediaan, metode the lower of cost or net realizable
value digunakan secara luas. Penilaian LIFO tidak diperbolehkan oelh SSAP No. 9 atau
untuk tujuan pajak. Merger dan oposisi diperlakukan secara unik di UK. Misalnya, jika
perusahaan pembeli mendapatkan 90% atau lebih saham perusahaan lain, perusahaan
tersebut boleh mencatat kepemilikan tersebut pada nilai nominal saham yang dikeluarkan
untuk tujuan akuisisi. Metode pooling of interest jarang dipergunakan dan goodwill hasil
pembelian biasanya langsung dihapuskan.

28 | T e o r i A k u n t a n s i

I. PERUBAHAN PENETAPAN STANDAR AKUNTANSI
Kewajiban akuntan untuk menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar
akuntansi sudah diatur dalam berbagai ketentuan yang berlaku, bukan saja oleh organisasi
profesi, tetapi juga lembaga lainnya seperti BEJ, BAPEPAM, Bank Indonesia,
Departemen Keuangan, Direktorat Jendral Pajak dan sebagainya. kepatuhan ini harus juga
melihat konsistensinya. Artinya penerapan standar akuntansi itu harus konsisten tidak
boleh berubah-ubah.
Sebagaimana diketahui Standar Pelaporan Auditing pertama menyatakan sebagai
berikut :
Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Namun perlu juga diketahui bahwa prinsip akuntansi juga membuka peluang
bagi akuntan untuk memilih berbagai alternnatif standar akuntansi yang sama-sama
dibenarkan. Oleh karena itu, adakalanya perusahaan ingin mengubah standar
akuntansi yang berbeda mengatur perubahan in?
Istilah “prinsip akuntansi yang berlaku umum” merupakan padaan dari kata “
Generally Accepted Accounting atau GAAP” dan adalah suatu istilah teknis akuntansi
yang mencakup konvensi, aturan dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi
praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu. Prinsip
akuntansi yang berlaku umum di suatu negara tertentu mungkin berbeda dari prinsip
akuntansi yang berlaku di negara lain. Oleh karena itu untuk laporan keuangan yang
akan didistribusikan kepada umum di Indonesia.
Istilah prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dimaksudkan
meliputi tidak hanya prinsip dan praktik akuntansi, tetapi juga metode penerapannya.
Dalam hal suatu laporan keuangan disebutkan sesuai dengan basis akuntansi
komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, maka
menurut standar itu dinyatakan akan terpenuhi jika laporan kkeuangan telah disusun
sesuai dengan basis akuntansi komperehensif, selain prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia.
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tidak semuanya berupa
fakta. Ada informasi yang diukur berdasarkan taksiran (seperti nilai buku aktiva tetap,
kerugian piutang) dan ada informasi yang pada tanggal penyajian laporan keuangan
29 | T e o r i A k u n t a n s i

berasal dari transaksi yang belum selesai secara tuntas misalnya contingent liability
atau utang bersyarat.

J. PERUBAHAN AKUNTANSI YANG MEMPENGARUHI KONSISTEN
Perubahan dalam prinsip akuntansi
Suatu perubahan dalam prinsip akuntansi terjadi karena adanya pemakaian suatu
prinsip akutansi yang berlaku umum di Indonesia dalam suatu periode berbeda dengan
yang digunkan dalam periode sebelumnya. Istilah prinsip akuntansi meliputi, misalnya
suatu perubahan dari metode depresiasi garis lurus (straight line method) menjadi metode
double declining. Standar konsistensi harus dapat diterapkan untuk jenis perubahan ini dan
perlu diungkapkan dalam laporan keuangan. bagi auditor keadaan ini harus dilaporkan
melalui penambahan paragraf penjelasan yang dicantumkan setelah paragraf pendapat.
perubahan ini dapat berupa : perubahan entitas, taksiran atau prinsip.

Perubahan dalam entitas
Karena perubahan dalam entitas yang membuat laporan merupakan betuk khusus
perubahan dalam prinsip akuntansi, standar konsistensi juga berlaku. Dalam standar
pengungkapan, perubahan dalam entitas dari penyaji laporan harus dinyatakan dalam
laporan keuangan yang meliputi :
a. Penyajian laporan keuangan konsolidasian atau gabungan sebagai pengganti
laporan keuangan masing-masing perusahaan.
b. Perubahan anak perusahaan tertentu yang merupakan anggota grup perusahaan
yag termasuk ke dalam laporan keuangan konsolidasian.
c. Perubahan perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan gabungan.
d. Perubahan diantara metode-metode akutansi : metode kos (cost method),
metode ekuitas (equity method) dan metode konsolidasian untuk anak
perusahaan atau investasi lainnya dalam bentuk saham biasa.
Laporan setelah terjadi penggabungan kepentingan (pooling of interest)

30 | T e o r i A k u n t a n s i

Jika perusahaan telah melakukan penggabunga yang dipertanggungjawabkan dengan
metode penggabungan kepentingan, dampak penyatuan kepentingan harus ditunjukkan
dalam penyajian posisi keuangan, hasil usaha, arus kas, serta data keuangan historis lain
bisnis yang melanjutkan usaha untuk tahun terlaksananyapenggabungan tersebut dan
dalam

laporan

keuangan

komparatif

untuk

tahun-tahun

sebelum

terlaksanya

penggabungan kepentingn tersebut.
Jika laporan keuangan tahun-tahun sebelum penggabungan tidak dinyatakan kembali
untuk mengakui adanya penggabungan kepentingan tersebut, laporan keuangan komparatif
tidak disajikan secara konsisten, dalam hal ini ketidakkonsistenan timbul sebagai akibat
suatu perubahan prinsip akuntansi dalam tahun sekarang, namun bukan karena
ketidakonsistenan timbul sebagai akibat suatu perubahan prinsip akuntansi dalam tahuntahun sebelumnya. Ketidakkonsistenan ini harus diungkapkan oleh auditor harus
menambah paragraf penjelasan dalam laporannya. Sebagai tambahan, dengan tidak
diakuinya penyatuan kepentingan dalam laporan keuangan komparatif, berarti terdapat
penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Jika laporna keuangan satu tahun saja yang disajikan dalam tahun selesainya
penggabungan, catatan atas laporan keuangan harus mengungkapkan dengan lengkap
transaksi penggabungan kepentingan yang terjadi dan menyatakan pendapatan (revenues),
unsur-unsur luar biasa, dan laba bersih masing-masing perusahaan yang digabungkan
untuk tahun sebelumnya dalam bentuk gabungan. Tidak diungkapkannya transaksi
penggabungan kepentingan dan dampaknya atas tahun sebelumnya mengharuskan auditor
memberikan pendapat wajar dengan pengecualian karena kurangnya pengungkapan dan
dapat menyebabkan auditor menambah paragraf penjelasan dalam laporannya karena
adanya ketidakkonsistenan.
Untuk tujuan penerapan standar konsistensi, suatu perubahan dalam entitas yang
membuat laporan dipandang tidak terjadi pada pembentukan, penghentian, pembelian atau
pelepasan suatu anak perusahaan atau unit usaha lainnya

Koreksi Kesalahan Penerapan dalam Prinsip
Perubahan suatu prinsip akutansi yang tidak berlaku umum ke suatu prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia, termasuk koreksi kesalahan dalam penerapan suatu
31 | T e o r i A k u n t a n s i

prinsip keadaan ini merupakan suatu koreksi kesalahan. Walaupun bentuk perubahan
prinsip akuntansi ini harus dipertanggungjawabkan sebagai bentuk koreksi kesalahan,
namun perubahan ini harus dikemukakan dalam laporan keuangan. oleh auditor harus
dijelaskan melalui penambahan parahraf penjelasan
Perubahan dalam Prinsip yang Tidak Dapat Dipisahkan dari Perubahan dalam
Estimasi Akuntansi
Suatu perubahan dalam prinsip akuntansi mungkin tidak dapat dipisahkan dari
pengaruh perubahan dalam estimasi akuntansi. Walaupun perlakuan akuntansi untuk
perubahan semacam itu sama dengan perlakuan akuntansi untuk perubahan yang hanya
menyangkut estimasi akuntansi, di dalamnya tersangkut pula perubahan dalam prinsip
akuntansi. Oleh karena itu, perubahan semacam ini harus dikemukakan dalam laporan
auditor melalui penambahan paragraf penjelasan.
Penambahan dalam Penyajian Arus Kas
Untuk kepentingan penyajian arus kas, prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia menyatakan berikut ini: “Suatu perusahaan harus mengungkapkan kebijakannya
dalam menentukan unsur-unsur yang diperlukan setara kas(cash equivalents)”. Suatu
perubahan dalam kebijakan ini merupakan perubahan dalam prinsip akuntansi yang harus
diperhitungkan dampaknya, dengan menyatakan kembali laporan arus kas tahun
sebelumnya, yang disajikan dalam bentuk laporan arus kas komparatif. Oleh karena itu,
perubahan semacam ini harus dikemukakan dalam laporan auditor melalui penambahan
paragraf penjelasan.

K. PERUBAHAN AKUNTANSI YANG TIDAK MEMPENGARUHI
KONSISTENSI
Perubahan dalam Estimasi Akuntansi
32 | T e o r i A k u n t a n s i

Taksiran akuntansi biasanya dilakukan seperti dalam hal:
a. Menentukan masa manfaat dan nilai sisa aktiva;
b. Pembentukan penyisihan untuk jaminan atau warranty cost;
c. Penyisihan piutang yang tidak tertagih; dan
d. Penyisihan keusangan persediaan.
Taksiran akuntansi berubah begitu suatu peristiwa baru terjadi dan begitu pengalaman
dan informasi baru diperoleh. Bentuk perubahan akuntansi ini diperlukan oleh keadaan yang
berubah yang mempengaruhi daya banding laporan keuangan, tetapi tidak melibatkan standar
konsistensi. Perubahan ini harus tidak mempunyai pengaruh terhadap perubahan prinsip
akuntansi. Jika benar tidak mengubah prinsip konsistensi, tidak perlu memberikan penjelasan
mengenai perubahan tersebut dalam laporan keuangan. Namun, jika perubajan akuntansi
semacam itu mempunyai pengaruh material terhadap laporan keuangan yang memerlukan
pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan.
Korelasi Kesalahan yang Tidak Melibatkan Prinsip Akuntansi
Korelasi kesalahan dari laporan keuangan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh
kesalahan perhitungan(mathematical mistakes), kekeliruan atau kesalahan penggunaan fakta
yang timbul pada saat laporan keuangan dipersiapkan, tidak melibatkan standar konsistensi,
jika tidak ada unsure prinsip akuntansi atau penerapannya yang terkait di dalamnya. Oleh
karena itu, tidak perlu koreksi dalam laporannya.
Perubahan dalam Klasifikasi dan Reklasifikasi
Klasifikasi dalam laporan keuangan tahun berjalan dapat berbeda dari klasifikasi dalam
laporan keuangan tahun sebelumnya. Walaupun perubahan dalam klasifikasi biasanya tidak
terlalu penting untuk diungkapkan, perubahan yang material dalam klasifikasi harus
ditunjukkan dan dijelaskan dalam laporan keuangan yang diterbitkan dalam tahun
sebelumnya dengan tujuan untuk mempertinggi daya banding laporan tersebut dengan
laporan keuangan tahun berjalan, biasanya tidak perlu disebut dalam laporan keuangan.

Transaksi atau Peristiwa yang Sangat Berbeda

33 | T e o r i A k u n t a n s i

Prinsip akuntansi dipilih pada saat peristiwa atau pada saat transaksi pertama kali
mempunyai pengaruh yang material. Penerapan prinsip tersebut, demikian pula perubahan
atau pemakaian suatu prinsip akuntansi yang menjadi perlu karena transaksi atau peristiwa
yang secara jelas berbeda sekali dengan yang terjadi dalam periode sebelumnya, tidak
berkaitan dengan standar konsistensi, walaupun pengungkapan dalam catatan atas laporan
keuangan mungkin diperlukan.
Perubahan Akuntansi yang Diperkirakan Berdampak Material di Masa yang akan
Datang
Bila perubahan akuntansi tidak mempunyai pengaruh material terhadap laporan
keuangan periode sekarang, tetapi perubahan tersebut akan mempunyai pengaruh yang besar
dalam periode yang akan datang, perubahan ini harus diungkapakan oleh manajemen dalam
catatan atas laporan keuangan dalam periode terjadinya perubahan tersebut, namun auditor
tidak perlu mengungkapkan hal ini dalam laporannya.
Periode Standar Konsistensi
Menurut standar yang berlaku, agar laporan keuangan disusun sesuai dengan standar
akuntansi, konsistensi penerapan prinsip akuntansi harus diterapkan tanpa memperhatikan
disajikan atau tidaknya laporan keuangan periode sebelumnya. Istilah “periode sekarang”
berarti tahun yang paling dekat, atau periode yang kurang dari satu tahun, yang dilaporkan
oleh auditor. Bila laporan keuangan dibandingkan untuk dua tahun atau lebih, harus
dilaporkan konsistensi penerapan prinsip akuntansi diantara tahun-tahun tersebut dan juga
konsistensi dengan tahun sebelumnya. Jika laporan keuangan suatu perusahaan baru disajikan
pertama kali dan tidak dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tidak perlu ada masalah
konsisten. Akan tetapi, jika seandainya laporan keuangan tahun sebelumnya ada, harus
dijelaskan apakah laporan ini disajikan secara konsisten atau tidak.

BAB III

34 | T e o r i A k u n t a n s i

PENUTUP
KESIMPULAN
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan
praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan
dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan
dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI). Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku
petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya
dengan akuntansi.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yang sudah
disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu.
Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
merupakan buku petunjuk tentang akuntansi yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan
prosedur yang telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi. Dengan kata lain Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)merupakan sebuah peraturan tentang prosedur akuntansi yang
telah disepakati dan telah disahkan oleh sebuah lembaga atau institut resmi.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia selalu
mengacu pada teori-teori yang berlaku dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam
dalam hal praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah informasi yang
akurat sehubungan data ekonomi.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek
“pembuatan laporan keuangan” guna memperoleh inforamsi tentang kondisi ekonomi.
Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
berisi “tata cara penyusunan laporan keuangan” yang selalu mengacu pada teori yang berlaku, atau
dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.
Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan
kebutuhan informasi ekonomi.
Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi yang berisi peraturan
tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh
lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung dan telah disepakati (konvensi)
serta telah disahkan oleh lembaga atau institut resmi, sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam
membuat laporann keuangan.

DAFTAR PUSTAKA
35 | T e o r i A k u n t a n s i

Belkaoui, Ahmed Riahi, 2006. Teori Akuntansi, Buku 1, Edisi kelima, Salemba Empat,
Jakarta.
Sofyan Syafri Harahap, (2001), Teori Akuntansi, Cetakan Ke-3, Penerbit RajaGrafindo
Persada, PT., Jakarta.
Tuanakotta, Theodorus M. (2000), Teori Akuntansi, Buku Satu, Penerbit Universitas
Indonesia, Lembaga, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat,
Jakarta.

36 | T e o r i A k u n t a n s i

Judul: Teori Akuntansi - Standar Akuntansi

Oleh: Ufthi A Maingak


Ikuti kami