Teori Akuntansi - Pertemuan 4: Struktur Teori Akuntansi

Oleh Fika Safitri

272,2 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi - Pertemuan 4: Struktur Teori Akuntansi

Modul Teori Akuntansi Akuntansi Pertemuan 4: Struktur Teori Akuntansi A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan secara hirarki struktur teori akuntansi. 2. Menjelaskan tujuan laporan keuangan baik secara umum maupun khusus. B. Uraian Materi Struktur teori akuntansi merupakan elemen yang saling berkait yang menjadi pedoman pengembangan teori dan penyusunan tekni-teknik (standar) akuntansi. Elemen itu digambarkan dalam hierarki sebagai berikut: 1. Tujuan Laporan Keuangan 2a. Postulat 2b. Konsep Teoretis Akuntasi Akuntansi 3. Prinsip Dasar Akuntansi 4. Standar Akuntansi Struktur teori akuntansi berisi elemen sebagai berikut.u S1 Akuntansi (UNPAM) 1 Modul Teori Akuntansi Akuntansi 1. Rumusan tentang tujuan laporan keuangan yang diperoleh dari para pemakai laporan keuangan. 2. Rumusan tentang postulat yang dirumuskan dari tujuan laporan keuangan. 3. Konsep teoritis akuntansi yang berhubungan dengan asumsi-asumsi dan sifat-sifat akuntansi yang mengarah pada sifat dan jenis informasi yang disusun untuk kelompok atau pemakai tertentu. Postulat dan konsep teoretis ini dijabarkan dari rumusan tujuan laporan keuangan. 4. Rumusan prinsip akuntansi utama yang disebarkan pada postulat dan konsep teoretis tadi yang menjelaskan sifat-sifat dan kualitas dasar akuntansi keuangan itu. 5. Standar atau teknik akuntansi sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan sesuai kebutuhan para pemakai, yang dirumuskan dari prinsip akuntansi utama. 1. Tujuan Laporan Keuangan Tujuan Laporan Keuangan merupakan dasar awal dari struktur teori akuntansi. Banyak pendapat tentang tujuna laporan keuangan ini, baik objek maupun penekanannya, namun tujuan yang selama ini mendapat dukungan luas adalah laporan keuangan bertujuan untuk memeberikan informasi keuangan kepada para pemakainya untuk dipakai dalam proses pengambilan keputusan. Standar akuntansi Indonesia misalnya merumuskan tujuan laporan keuangan sebagai berikut! Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Karena banyaknya pendapat tentang tujuan laporan keuangan ini, maka akan kita bahas secara khusus di Bab 5. S1 Akuntansi (UNPAM) 2 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Sifat Postulat Akuntansi Dalam teori akuntansi kita selalu dibingungkan oleh istilah-istilah yanga agak mirip, tetapi mungkin emempunyai arti yang berbeda seperti istilah-istilah: aksioma, postulat, konsep, convention, generalization, metode, peraturan, postulat, praktik, prosedur, prinsip, standar, norma, dan lain-lain. Untuk mengurangi kebingungan itu, Belkaoui memeberikan sebagian definisi peristilahan tersebut sebagai berikut. 1. Postulat Akuntansi Adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah diterima karena kesesuaiannya dengan (untuk menopang dan mewujudkan) tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik, sosiologis, dan hokum dari suatu lingkungan di mana akuntansi itu beroperasi. 2. Konsep Teoretis Akuntansi Adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang juga diterima umum karena kesesuainnya dengan (untuk menopang dan mewujudkan) tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang disajikan sesuai kebutuhan dan penekanannya (pemakaiannya) yang berperan dalam ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi. 3. Prinsip (Sifat) Dasar Akuntansi Adalah prinsip atau sifat-sifat yang mendasari akuntansi dan seluruh output-nya, termasuk laporan keuangan yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postulat akuntansi, dan konsep teoretis akuntansi yang merupakan sifat dan kualitas dasar dalam pengembangan standar, teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. 4. Standar (Teknik) Akuntansi Adalah peraturan-peraturan khusus yang dijabarkan dari Prinsip Dasar Akuntansi, yang mengatur tentang bagaimana standar perlakuan pencatatan dan pelaporan terhadap semua transaksi atau kejadian-kejadian S1 Akuntansi (UNPAM) 3 Modul Teori Akuntansi Akuntansi tertentu yang dialami oleh suatu lembaga (entity), organisasi atau perusahaan. Inilah yang sebenarnya yang digambarkan oleh GAAP, APSB Statement , IASC Statement, PAI, atau PSAK, IFRS. Berikut ini akan kita elaborasi elemen masing-masing postulat, konsep teoretis dan prinsip (sifat) dasar akuntansi itu. 2. Postulat Akuntansi Postulat akuntansi terdiri dari: a. Postulat Entity Akuntansi mencatat hasil kegiatan operasi dari suatu entity (lembaga, perusahaan) yang terpisah dan dibedakan dari pemilik atau entitas lain. Menurut konsep ini kita bias menyusun laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan pemakainya, maka setiap perusahaan dianggap sebagai unit akuntansi yang terpisah dari pemiliknya (entitas lain). Berdasarkan pengertian ini maka yang menjadi objek dan perhatian dari akuntansi yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah kejadian yang dialami suatu lembaga, entity, atau perusahaan bukan gabungan dengan pribadi pemiliknya. Konsep ini disebut konsep Firm Oriented. Dari sisi lain konsep entity ini dilihat dari kepentingan ekonomi dari beberapa konsumen laporan keuangan suatu entity bukan dari kegiatan administrasi lembaga tadi. Pengertian ini disebut User Oriented. Dalam konsep ini yang menjadi perhatian dalam penyusunan laporan keuangan adalah para pemakai. Informasi yang diinginkan pemakai itulah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Untuk mengetahui apa yang diinginkan para pemakai laporan, perlu diketahui: 1) kepentingan para pemakai laporan 2) sifat-sifat dari para pemakai laporan Contoh yang paling jelas disini adalah Akuntansi Sosial, Akuntansi Lingkungan, Akuntansi Sumber Daya Manusia, dan lain-lain. Dalam bidang ini S1 Akuntansi (UNPAM) 4 Modul Teori Akuntansi Akuntansi yang menjadi dasar bertolak adalah apa yang diinginkan para pemakain laporan keuangan bukan tentang apa maunya teori akuntansi. b. Postulat Going Concern Going Concern disebut juga Continuity. Potulat ini menganggap bahwa perusahaan akan terus melaksanakan operasinya sepanjang proses penyelesaian proyek, perjanjian, dan kegiatan yang sedang berlangsung. Perusahaan dianggap tidak akan berhenti, ditutup atau dilikuidasi di masa yang akan dating. Perusahaan dianggap akan hidup dan beroperasi untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Tapi jangan salah postulat, ini tidak berhenti di sini. Postulat ini memberikan pembenaran terhadap penilaian aset secara historical cost dan book velue bukan current value atau liquidation value atau nilai dari perusahaan yang sedang proses dilikuidasi. Dalam asumsi ini seolah dinyatakan bahwa nilai atau harga yang terdapat dalam laporan keuangan didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan ini tidak akan dilikuidasi atau dijual sehingga nilai-nilai yang tercantum di dalam laopran keuangan bukan nilai likuidasi atau nilai dari aset atau utang dari perusahaan yang akan dibubarkan. Dalam kenyataan nilai aset perusahaan yang sudah berhenti dan mengganggu akan dibubarkan umumnya berbeda atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai aset dari perusahaan yang masih terus beroperasi dan lancer. Postulat ini juga membenarkan metode alokasi akuntansi seperti pembebanan penyusutan, penyisihan, konsep konservatisme maupun amortisasi selama masa penggunaannya atau selama perusahaan berjalan. Postulat going concern ini juga dapat dipergunakan untuk mendorong agar manajer bersikap forward looking,melihat jauh kedepan dan investor pun dengan pemahaman ini diharapkan ia akan bersedia menanamkan modalnya dalam perusahaan dalam jangka waktu yang lama atau terus menerus agar ia mendapatkan value added dari kinerja perusahaan. Postulat ini jangan disamakan dengan kewajiban auditor mengumpulkan aspek going concern perusahaan dalam audit reportnya. c. Postulat Unit of Measure S1 Akuntansi (UNPAM) 5 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Postulat ini yang disebut juga monetary unit postulat menganggap bahwa setiap transaksi harus diukur dengan suatu alat ukur atau alat tukar yang seragam. Alat ukur yang dipakai dalam akuntansi adalah alat ukur moneter. Postulat ini menimbulkan dua keterbatasan akuntansi berikut ini. 1) Akuntansi terbatas pada pemberian informasi yang dijabarkan dalam ukuran moneter (uang), tidak mencatat informasi relevan lainnya yang sifatnya nonmoneter (misalnya kilogram, meter, luas, jumlah, space) sehingga akuntansi dianggap hanya infromasi yang: kuantitatif, formal, terstruktur, dapat diaudit, angka-angka, dan berorientasi masa lalu. Informasi nonakuntansi dianggap kualitatif, informal, penjelasan, tidak dapat diaudit, dan berorientasi masa depan. Namun, saat ini para ahli terus berupaya agar informasi yang diberikan oleh akuntansi keuangan dapat memasukkan aspek-aspek kualitatif melalui berbagai instrument laporan. 2) Keterbatasan yang kedua adalah terkandung dalam unit moneter itu sendiri yang sifatnya atau nilainya berfluktuasi karena tergantung pada kemampuan daya belinya (purchasing power). Sehingga dalam teori-teori tradisional postulat stable monetery unit adalah bagian dari postulat akuntansi. Kenyataannya adalah bahwa daya beli uang itu tidak stabil karena dimakan oleh inflasi sehingga informasi keuangan yang disajikan kehilangan relevansi, maka muncullah yang dikenal dengan akuntansi inflasi atau menggunakan metode penilaian current cost. d. Postulat Accounting Period Postulat ini menggambarkan bahwa walaupun akuntansi itu memegang postulat goin concern, namun posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahannya harus dilaporkan secara periodic atau kurun waktu tertentu, bisa per bulan, per semester atau per tahun. Dapat menggunakan tahun kalender, tahun fiscal atau tahun lain (business year). Postulat ini menerapkan konsep accrual dan deferral denga memakai cut of time yang akan membedakan accrual accounting dan cash accounting. Akuntansi memakai accrual basic bukan cash basic. Setiap penyusunan laporan keuangan perlu dicatat yang accrual dan yang deferral, S1 Akuntansi (UNPAM) 6 Modul Teori Akuntansi Akuntansi seperti :biaya dibyar di muka, dan penyusutan, kendatipun belum direalisasikan melalui kas. Ini untuk menggambarkan posisi keuangan dan hasil usaha yang benar pada periode itu. 3. Konsep Teoretis Akuntansi Konsep teroretis akuntansi ini sebenarnyamenyangkut kepemilikan atau control terhadap entity akuntansi yang akan dilaporkan sehingga sifat dan jenis infromasi yang dibuat diarahkan untuk kegunaan atau pemakaian pihak yang mengontrol perusahaan/ lembaga. Beberapa penulis memberikan beberapa kemungkinan teori yang dipaki, yaitu sebagai berikut. a. The Proprietory Theory Menurut konsep ini entity itu dianggap sebagai agen, perwakilan, wakalah atau penguasaan dari pengusaha atau pemilik. Oleh karena itu, proprietor (pemilik) merupakan pusat perhatian yang akan dilayani oleh infromasi akuntansi, yang digambarkan dalam pelaksanaan pencatatan akuntansi dan penyajian laporan keuangan. Tujuan utama dari teori ini adalah menentukan dan menganalisis net worth kekayaan bersih perusahaan yang merupakan hak si pemilik. Dalam teori ini kesamaan akuntansinya adalah: Asset- Liabilities = Proprietor’s Equty Kesamaan ini dibaca: Pemilik memiliki aset dan sekaligus juga mempunyai kewajiban, sehingga kekayaan bersihnya adalah kekayaan perusahaan dikurangi dengan kewajiban perusahaan. Oleh karena itu, teori ini berorientasi pada Neraca atau Balance Sheet Oriented. Aset dinilai dan neraca disajikan untuk mengetahui dan mengukur perubahan hak dan kekayaan pemilik, penghasilan dan biaya dianggapnya sebagai kenaikan dan penurunan harta kekayaan pemilik bukan dianggap berasal dari investor atau pengambilan pemilik sehingga biaya dan deviden adalah pengambilan modal. S1 Akuntansi (UNPAM) 7 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Beberapa istilah akuntansi yang dipengaruhi oleh teori ini adalah seperti penyajian deviden per share,earning per share, equity method dalam pencatatan perkiraan investasi pada perusahaan lain, dan lain-lain. Sprague dan Hatfield merupakan pendukung teori ini. b. The Entity Theory Menurut teori ini, entity itu dianggap sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menanamkan modal ke dalam perusahaan dan unit usaha itulah yang menjadi pusat perhatian dan menyajikan informasi yang harus dilayani, bukan pemilik. Unit usaha (entity) itulah yang dianggap memiliki kekayaan dan kewajiban perusahaan yang baik kepada kreditor maupun kepada pemilik. Kesamaan akuntansi menurut teori ini adalah: Asset = Equities Asset = Liabilities + Stockholder’s Equity Aset adalah hak perusahaan, equity (pemilik fiktif) merupakan sumber aset yang bisa berasal dari kreditor atas pemilik yang merupakan kewajiban entity. Kreditor dan pemilik sebenarnya adalah pemilik perusahaan yang merupakan tempat dimana entity memiliki kewajiban. Walaupun mereka berbeda dalam hal perlakuan atas income, risiko, pengawasan, dan likuidasi. Laba adalah milik entity sebelum dibagikan kepada pemilik. Teori entity ini berorientasi pada income atau income oriented atau income statement oriented. Pertanggungjawaban pada pemilik dilakukan dengan cara mengukur presatasi kegiatan dan prestasi keuangan yang ditunjukkan entity atau perusahaan. Dengan demikian, income adalah merupakan kenaikan equity pemilik atau kenaikan kewajiban entity kepada pemilik. Setelah dikurangi hak kreditor kenaikan equity pemilik terjadi setelah deviden dikeluarkan dan laba ditahan tetap dianggap sebagai hak pemilik entity sampai suatu saat dibagikan. Dalam teori ini pajak dan bunga pinjaman dianggap sebagai bagian laba untuk pemerintah dan kreditor. Oleh karena itu, bukan biaya. S1 Akuntansi (UNPAM) 8 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Beberapa pengaruh teori ini pada metode pencatatan dan penyajian akuntansi adalah: 1) Penggunaan LIFO dalam menilai persediaan pada masa inflasi, Metode ini lebih baik dalam penetuan pendapatan daripada FIFO, pada masa inflasi; 2) Penyajian laporan keuangan konsolidasi; 3) Definisi tentang revenue dan expense yang lazim sesuai dengan konsep ini. Kalau teori entity menekankan pada penentuan income pada pemilik, teori Proprietory menekankan pada penilaian aset, maka kedua teori ini mengarah pada Current Value Accounting bukan Historical Cost Accounting. Paton dan Littleton merupakan penganut teori ini. c. The fund Theory Menurut teori yang di temukan W.Y.Vatter (1959), ini menjadi perhatian bukan pemilik dan bukan perusahaan, tetapi sekelompok aset yang ada dan kewajiban yang harus ditunaikan yang disebut fund yang masing-masing pos memiliki aturan dalam penggunaannya. Dengan demikian, teori fund menganggap bahwa unit usaha merupakan sumber ekonomi (funds) dan kewajiban yang ditetapkan sebagai pembatasan-pembatasan terhadap penguna aset atau fund tersebut. Dengan demikian kesamaan akuntansinya adalah: Aset = pembatasan aset Dalam persamaan ini unit akuntansi didefinisikan dalam istilah aset. Dan pengguna aset ini adalah terbatas. Kewajiban merupakan sesuatu pembatasan ekonomi secara hukum terhadap pengguna aset. Teori Fund ini memusatkan perhatian pada harta atau asset centered dalam arti kata menjadi fokus perhatiannya adalah penggunaan aset yang dibatasi. Teori ini berorientasi pada Laporan Sumber dan Penggunaan Dana. Laporan ini menggambarkan sumber dari S1 Akuntansi (UNPAM) 9 Modul Teori Akuntansi Akuntansi mana dana perusahaan dan kemana dana pengguna perusahaan. Umumnya teori ini berlaku untuk organisasi pemerintahan atau nonprofit (nirlaba). Karena dalam organisasi seperti ini fokusnya adalah penggunaan aset yang harus dikontrol sesuai penggunaannya yang ditetapkan oleh parlemen (organisasi pemerintahan) atau donatur (untuk nirlaba seperti yayasan). Teori ini umumnya di praktikkan dalam melaporkan keuangan lembaga pemerintahan dan lembaga nonprofit seperti rumah sakit, universitas, pemerintah pusat, pemerintah kota, kabupaten, provinsi dan lain-lain. Namun, bukan berarti tidak berguna bagi perusahaan yang mencari laba seperti untuk Akuntansi Cabang, Sinkin Fund, dan lain-lain. d. The EnterpriseTheory Sejalan dengan kemajuan sosial dan meningkatnya pertanggung jawaban publik oleh perusahaan, maka konsep teoritis akuntansi juga berubah. Hal ini terbukti dengan munculnya enterprise theory ini. Sekarang ini perusahaan besar biasanya harus memperhatikan berbagai kepentingan khususnya kepentingan masyarakat secara umum. Stakeholders dalam konsep teori ini menjadi pusat perhatian adalah keseluruhan pihak atau kontestan yang terlibat atau yang memiliki kepentingan baik langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan atau entity. Misalnya pemilik, manajemen, masyarakat, pemerintah, kreditor, fiskus, regulator, pegawai, langganan, dan pihak yang berkepentingan lainnya. Dalam teori ini pihak-pihak harus diperhatikan dalam penyajian informasi keuangannya. Menurut teori ini akuntansi jangan hanya mementingkan informasi bagi pemilik entity, tetapi juga pihak lainnya yang juga memberikan konstribusi langsung dan tidak langsung kepada eksistensi dan keberhasilan suatu perusahaan atau lembaga. Munculnya employee reporting, human resources accounting, value added reporting, environmental accounting, socio-economic accounting merupakan fenomena yang sejalan dengan teori enterprise ini. e. Residual Equity Theory Sebenarnya ini merupakan bagian dari entity theory atau bisa juga disebut sebagai gabungan antara entity dan proprietory theory. Menurut Andrew Paton (1959) yang menjadi sorotan itu adalah residual equity bukan semua pemilik, S1 Akuntansi (UNPAM) 10 Modul Teori Akuntansi Akuntansi residual equity itu hanya pemegang saham biasa atau common stockholders. Residual equity dari pemegang saham umum (common stock) tergambar dari perusahaan penilai aset, laba, laba ditahan dan perubahan dari pemilik lainnya. Di luar common stockholders ini dianggap pihak luar yang diperlakukan sebagai kreditor sehingga rumus kepemilikannya adalah: Asset – Liabilities – Prefered Equities = Residual Equities Liabilities dan Prefered Equities stockholders dianggap sebagai specific equities yang merupakan outsider. Teori dalam situasi khusus misalnya dalam hal terjadinya likuidasi, residual equities adalah kreditor dan pemegang saham preferen karena secara hokum mereka yang diutamakan pembayarannya dalam hal terjadi likuidasi. Kemungkinan jika dana tidak cukup pemegang saham biasa akan hilang. Dengan memfokuskan perhatian pada residual equity maka penyajian informasi untuk mengambil keputusan akan lebih mudah dan terfokus untuk kepentingan pihak ini. f. Commander Theory Menurut Lois Goldberg (1965), bukan teori entinity atau proprietory yang perlu dijadikan sebagai pusat perhatian atau sebagai pemilik perusahaan atau lembaga, tetapi melihat commander-nya atau mereka yang memiliki kekuasaan atau wewenang untuk melakukan kontrol ekonomi atau resorsis yang efektif terhadap suatu lembaga. Penekanan informasi menurut teori ini adalah pertanggungjawaban atau stewardship. Bagaimana mereka yang dipercayai mengelola kekayaan yang dimanakah kepadanya. g. The Investor Theory Dalam teori yang di kemukakan George Staubus (1961) ini pusat perhatian kita adalah investor, yaitu mereka yang tergolong pemilik specific equities (kreditor) dan residual equities (pemegang saham). Sehingga kesamaan akuntansinya adalah: Asset = Specific Equities + Residual Equities S1 Akuntansi (UNPAM) 11 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Specific Equities ini dianggap sama dengan kreditor dan pemegang saham preferred stock sedangkan sisanya adalah pemegang saham biasa. Teori Investor ini hamper sama dengan residual equities theory hanya saja perbedaannya kalau investor theory ini fokusnya adalah para investor. Biasanya kebutuhan investor adalah untuk peramalan tentang kesanggupan perusahaan untuk mendapatnkan kas di masa yang akan dating. Menurut Staubus, kas yang akan diterima investor di masa yang akan datang tergantung pada: 1) Kemampuan perusahaan untuk melakukan pengeluaran kas 2) Keinginan manajemen untuk membayar investor 3) Prioritas pembayaran terhadap klaim investor Sehingga dalam teori ini peranan laporan arus kas sangat penting untuk memenuhi kepentingan informasi investor dalam proses pengambilan keputusan. h. Amanah (Accountibility) atau Ibadah Theory Teori ini beranggapan bahwa Akuntansi atau laporan keuangan harus bisa memenuhi kebutuhan dalam menjelaskan kepada semua pihak bahwa entitas telah memenuhi atau sejauhmana memenuhi tanggung jawabnya kepada Tuhan dan kepada pihak yang diperintahkan Tuhan sesuai tujuan dan maksud yang ditetapkan syariat. Di sini laporan keuangan diharapkan dapat menjelaskan informasi tentang pertanggungjawaban manusia sebagai makhluk yang mendapat amanah dalam mengerti entitas baik kepada manusia (horizontal) maupun kepada Allah (vertikal). Teori ini masih dalam tahap perkembangan seiring dengan munculnya entitas yang dikelola secara syariah. Teori ini yang dipakai Akuntansi Syariah. Sebenarnya hampir sama dengan enterprice theory, tetapi harus disebut Islamic Enterprice Theory. 4. Prinsip Dasar Akuntansi Banyak pihak baik komite maupun perseorangan yang memberikan prinsip dasar akuntansi tersebut. Antara satu dengan yang lain kadang memiliki S1 Akuntansi (UNPAM) 12 Modul Teori Akuntansi Akuntansi perbedaan dan juga persamaan. Berikut ini akan kita berikan beberapa pendapat tersebut. Standar Akuntansi Keuangan Indonesia memberikan dua asumsi dasar yaitu: a. Dasar Akural Artinya bahwa dalam menyusun laporan keuangan pengakuan transaksi didasarkan pada kejadian atau peristiwa bukan didasarkan pada transaksi kas. b. Kelangsungan Usaha Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi bahwa enity yang dimaksud akan terus melanjutkan usahanya, dalam asumsi dasarnya tidak ada maksud untuk melakukan likuidasi. APB statement No. 4 memberikan sembilan prinsip dasar akuntansi sebagai berikut. 1) The Cost Principle Menurut pendapat ini cost principle atau disebut juga acquisition cost atau historical cost adalah dasar penilaian yang tepat untuk mencatatperolehan barang, jasa, biaya, harga pokok, dan ekuitas. Dengan perkataan lain, setiap perkiraan dinilai berdasarkan harga pertukaran pada tanggal perolehan. APB Statement No. 4 mendefinisikan Cost sebagai berikut. Cost adalah suatu jumlah tertentuyang diukur dalam bentuk uang dari kas yang dibelanjakan atau barang lain yang diserahkan, modal saham yang dikeluarkan, jasa yang diberikan, atau utang dibebankan sebagai imbalan dari barang dan jasa yang diterima atau akan diterima. Cost dapat dibagi: expired dan unexpired. Unexpired cost atau asset adalah semua yang dibebankan kepada produksi dari penghasil yang akan datang. S1 Akuntansi (UNPAM) 13 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Expired cost adalah pengurangan dari penghasilan sekarang atau dibebankan ke laba tahun ini. Kelemahan dari prinsip ini yang paling utama adalah akibat nilai uang/kemampuan daya beli yang tidak stabil sehingga bias terjadi kemungkinan kesalahan pembaca dalam membaca laporan keuangan yang disajikan secara cost principle karena harga buku biasanya lebih kecil dari harga pasar 2) The Revenue Principle Prinsip ini menjelaskan sifat dan komponen, pengukuran dan pengakuan revenue sebagai salah satu elemen penyusun laporan laba rugi. Ketiga aspek itu dijelaskan sebagai berikut. C. Latihan Soal/Tugas 1. Jelaskan secara hirarki struktur teori akuntansi! 2. Jelaskan tujuan laporan keuangan baik secara umum maupun khusus! D. Daftar Pustaka Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta : BPFE Sofyan Syafri Harahap, 2007, Teori Akuntansi. Jakarta : Raja Grafindo Belkoui, dan Riahi, Ahmed. 2001. Teori Akuntansi Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat S1 Akuntansi (UNPAM) 14

Judul: Teori Akuntansi - Pertemuan 4: Struktur Teori Akuntansi

Oleh: Fika Safitri

Ikuti kami