Teori Akuntansi - Pertemuan 3 Sejarah Perkembangan Akuntansi

Oleh Fika Safitri

553,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi - Pertemuan 3 Sejarah Perkembangan Akuntansi

Modul Teori Akuntansi Akuntansi Pertemuan 3: Sejarah Perkembangan Akuntansi A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan sejarah perkembangan akuntansi dari berbagai publikasi umum dan khusus. 2. Memprediksi perkembangan akuntansi di masa mendatang. B. Uraian Materi 1. Akuntansi dan “Double Entry” Untuk mempelajari sejarah akuntansi kita harus dapat membedakan antara tiga hal , yaitu: 1. Sejarah lahirnya praktik akuntansi itu dalam kehidupan manusia; 2. Sistem pencatatan akuntansi itu sendiri sebagai pencatatan transaksi dengan sistem pembukuan yang sekarang dikenal dengan double entry accounting system. 3. Sejarah perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri, sejak ia merupakan satu bidang ilmu akuntansi umum kemudian berkembang menjadi berbagai subbidang yang sudah dikenal saat ini seperti Akuntansi Manajemen, Akuntansi Internasional, Akuntansi Sumber Daya Manusia, Auditing, Akuntansi Perpajakan. Sejarah Metode Pencatatan Double Entry Kalau kita sependapat bahwa praktik pencatatan transaksi sudah ada sejak kehidupan manusia memulai kegiatan ekonomi atau pertukaran atau kerja sama, S1 Akuntansi (UNPAM) 1 Modul Teori Akuntansi Akuntansi lain halnya dengan sistem pencatatan akuntansi yaitu double entry. Di mana sistem ini ditemukan terlebih dahulu? Dalam berbagai literatur akuntansi konvensional banyak ditulis akuntansi lahir dari seorang pendeta Italia , yaitu Lucas Pacioli dengan buku Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita yang diterbitkan tahun 1949 di Venice. Pencatatan transaksi tidak hanya mencatat pengaruhnya pada satu perkiraan, tetapi juga dilakukanpencatatan pada perkiraan lain. Menurut Ijiri ( 1996 ), Pacioli menjelaskan pencatatan transakasi perdagangan di Italia, dalam bab yang berjudul De Computis et Scripturis dengan double entry bookkeeping system. Persamaan akuntansi double entry bookkeeping adalah sebagai berikut. Harta = Utang + Modal Tidak jelas apakah sistem pencatatan yang dikenal pada masa lalu itu menggunakan sistem single entry atau double entry yang terakhir inilebih praktis dan menjadi sistem dominant lima abad terakhir ini. Namun, menurut pendapat Mattessich di atas, sistem double entry sudah ada 5000 tahun yang lalu. Sementara itu, selama ini kita kenal bahwa penemu sistem double entry ini adalah Lucas Pacioli, bagaimana kita memahami persoalan ini? Untuk menjawab ini, dapat dikemukakan sebagai berikut. Sistem double entry accounting telah disepakati mula-mula “diterbitkan” oleh Lucas Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 babyang terbit pada tahun 1494 di Florence, Italia dengan judul Summa d’ Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita. Mulanya akuntansi merupakan catatan-catatan yang disimpan sebagai bagian dari sistem feodal pada abad pertengahan. Tuan-tuan tanah biasanya mengumpulkan pajak dari dipergunakan penduduk untuk dan dana ini kegiatan-kegiatan negerinya dan untuk kepentingan pribadi. Laporan tentang pengutipan pajak itu disusun S1 Akuntansi (UNPAM) 2 Gambar 2.1 Lucas Pacioli dalam Perangko Sumber : Ernest Stvelik The Accounting Historical Journal, Vol 13, No. 2, Hall Modul Teori Akuntansi Akuntansi oleh staf-staf tuan tanah tadi sebagai pedoman baginya atau sebagai bahan yang dapat di periksa oleh penduduk. Catatan seperti ini juga di perlukan oleh para pedagang yang berniaga ke daerah / negeri lain. Catatan –catatan ini disimpan untuk satu trip dan setelah tiba kembali dari perdagangan maka dihitunglah laba rugi dari kegiatan perdagangan itu. Di samping itu, cikal bakal akuntansi ini juga berasal dari lembaga awal perbankan yang mula-mula timbul pada abad ke-11 dan 12 di Italia. Lembaga ini juga sering memberikan pinjaman pada saudagarsaudagar yang berniaga ke negeri lain. Kegiatan bisnis ini tentu memerlukan catatan tentang kegiatan tersebut, khususnya catatan tentang laba/rugi sebagai dasar nantinya dalam pembagian laba rugi di antara para partner. Pendapat ini sudah banyak dibantah oleh berbagai hasil penelitian lain yang mengatakan bahwa akuntansi maupun double entry accounting, jauh sebelum itu sudah beerkembang di tempat lain. Lucas Pacioli sendiri dalam bukunya menyatakan bahwa apa yang ditulisnya tentang double entry bookkeeping adalah berdasarkan pada metode yang digunakan di Venice, Italia yang berkembang sebelumnya. Bahkan ia sendiri mengaku melakukan penjiplakan dari bahan manuscript asli dari Venice ( Siswanto,2000 ). Ia mengaku bahwa dirinya hanya menuliskan sebuah metode pencatatan pembukuan yang dianggapnya telah digunakan ratusan tahun sebelumnya, dan sudah digunakan secara umum oleh para pedagang pada masa itu dan bukan dirinyalah yang menemukan sistem pembukuan berganda tersebut ( Adnan, 1997 ). Sejalan dengan pendapat tersebut Kam ( 1986:19 ) , salah satu ahli sejarah akuntansi menyebutkan sebagai berikut. Dia sendiri ( Pacioli-pen.) menyatakan bahwa tulisannya didasarkan pada metode yang digunakan di Venice, yang mungkin saja sudah dimulai paling tidak seratus tahun sebelumnya. Kita dapat mengasumsikan bahwa penjelasannya ini menggambarkan apa yang terjadi dalam praktik. Oleh karena itu, keragu-raguan atas pendapat yang menganggap bahwa Lucas Pacioli sebagai penemu pertama akutansi modern ( double entry accounting system ) semakin jelas. Buku beliau terbikan selisih dua tahun dengan pendaratan S1 Akuntansi (UNPAM) 3 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Sir Columbus dari Inggris di Benua Amerika, sebenarnya bukanlah buku yang membahas tentang akuntansi, tetapi lebih tepat merupakan buku matematika, di mana pembahsan pembukuan berpasangan hanya sedikit disinggung pada bab yang berjudul Particularis de Computis et Scripturis ( Adnan, 1997 ). Littleton’s Antecedent Menurut Littleton, agar double entry muncul ke permukaan maka persyaratan tertentu harus dipenuhi. Persyaratan itu adalah “materi” dan “bahasa.” Untuk kelompok materi, dimasukkkannya kekayaan pribadi, modal, perdagangan, dan kredit. Untuk kelompok bahasa, dimasukkannya tulisan, uang, dan perhitungan. Menurut pendapat Littleton, persyaratan ini belum dapat dikenal sebelum pacioli dan kalaupun ada belum memiliki intensitas sempurna pada masa peradaban kuno, namun setelah hal ini dikenal, inilah yang menyebabkan munculnya double entry accounting di Italia pada abad ke-13 disebabkan kondisi tersebut benar-benar ada ( Vernon Kam, 1990 ) dan Khir ( Harahap, 1991 ). Jika kita lihat sejarah ternyata dengan memakai Litteleton’s Antecedent ini kita dapat berpendapat lain. Apa benar sebelum tahun 1494 belum ada unsur “materi”dan “bahasa”? Sepanjang fakta sejarah jauh sebelum masa renaissance di Eropa, dunia sudah mengenal sivilisasi yang bahkan lebihmaju dari sivilisasi sekarang, misalnya kebudayaan Romawi, Yunani, Cina, Babilonia, Mesopotamia, Parsi, India dan Islam ( Arab ). Ini membuktikan bahwa akuntansi sudah ada sebelum Pacioli. Dalam salah tulisan Littleton ( 1961 ) disebutkan, “ It is especially noteworthy thay all characteristics of double entry were develop more than ane hundred years before paciolo’s book appeared.” Dan ini sejalan dengan pendapat Inore ( Harahap, 1993,1995) yang menyatakan sebelum Pacioli, Benedetto Cortrugli sudah menulis masalah double entry pada tahun 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli ( Harahap, 1995: 22 ). S1 Akuntansi (UNPAM) 4 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Gambar 2.2 Lucas Pacioli (Tengah) Sumber: Ernest Stevelick, The Accounting Historian Journal, Vol 13, No. 2,Fall 1986, hlm 18. Kendatipun demikian, wajar jika kita tetap berterima kasih kepada Pacioli atas kontribusi yang diberikannya karena telah membahas sistem pencatatan double entry book keeping ini ke dalam sebuah buku yang dapat mudah dipelajari oleh masyarakat dan sebagai salah satu referensi pengembangan awal akuntansi modern. Versi yang lain pun, seperti Peragallo, menyebutkan bahwa orang yang pertama menulis tata buku berpasangan dengan Benedetto Cortrugli, dengan bukunya yang berjudul Della Mercatua e del Mercante Perfetto yang selesai ditulis pada tahun 1458 dan diterbitkan pada tahun 1573. Sebenarnya bahan-bahan mengenai sistem pembukuan di Italia. Menurut Kiyoshi Inoue dari Saitama University. ( The Accounting Historian Journal, Spring 1978 ) menyebutkan sebagai berikut. Orang yang pertama-tama “menulis”( bukan menerbitkan seperti pacioli) tentang double entry adalah Benedetto Cortrugli pada tahun 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cortrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku pacioli terbit. Dengan penjelasan ini pertentangan sebenarnya tidak ada. S1 Akuntansi (UNPAM) 5 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Dalam bukunya ia menyebutkan bahwa terdapat dua factor yang memengaruhi pencatatan pada era perkembangan perdagangan pada abad ke -9, yaitu sebagai berikut: 1. Bahan atau material ( sesuatu yang dibutuhkan untuk berkerja ) yang terdiri dari : a. Kekayaan pribadi; b. Modal; c. Berdagang; d. Kredit 2. Bahasa atau Language ( media yang menjelaskan tentang bahan ) yang terdiri dari: a. Tulisan, yang berarti pencatatan; b. Uang, sebagai media pertukaran yang dominant; c. Arithmetic, yaitu perhitungan atau akuntansi; Littleton ( 1933 ) dan Mathews & Perra, ( 1996 ) yang dikutip M.Akhyar Adnan ( 1997 ) melalui pendekatan analitis kesejarahan akuntansi, menyatakan bahwa buku Cotrugli lebih luas di dalam mengidentifikasikan kelahiran tata buku berpasangan. Dari pemikiran Cotrugli tersebut di atas, mereka menjabarkan bahwa faktor- faktor tersebut jika digabungkan secara sinergis dengan beberapa pendekatan ilmu ekonomi dan sosial akan membentuk sebuah metode, yaitu sebuah perencanaan yang sistematis yang menyebabkan perubahan dari material tersebut diatas menjadi sebuah bahasa atau komunikasi bisnis. Lebih lanjut, Littleton ( 1933 ) dan Mathews & Perra, ( 1996 ) berpendapat bahwa tidak mungkin sistem pembukuan berpasangan ada tanpa kegiatan hal tersebut diatas. Ketiga unsur tersebut menjadi prasyrat untuk dapat diciptakan dan dikembangkan sistem buku berpasangan. Dan mereka juga mengansumsikan bahwa sistem pembukuan berpasangan sudah ada sebelum terbitnya buku karya Pacioli ( Adnan, 1997 : 7). Oleh karena itu, menurut penulis, apa yang telah dijabarkan baik dalam Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita maupun dalam Mercatua e del Mercante Perfetto nya Cotrugli adalah sama-sama suatu bagian S1 Akuntansi (UNPAM) 6 Modul Teori Akuntansi Akuntansi dari prosees pengembangan cara pencatatan yang sistematik dari yang sudah ada dan didasarkan pada kondisi masyarakat waktu itu. Beberapa Temuan Double Entry Pre-Pacioli Temuan mengenai pencatatan dengan sistem buku berpasangan yang merupakan bangunan dasar akuntansi modern tidak terlepas dari berkembangnya ilmu aritmatika, yaitu yang dikembangkan dari persamaan aljabar (sebuah ilmu ijtihad pemikir Muslim ternama, yaitu Al-Jabr), aritmatika dan temuan angka nol oleh Al-Khawarizmi (logaritma) pada abad ke-9 M. Ia menulis tentang Al-Jabr Wa’l Mughabala atau yang dikenal dengan aljabar atau algebra, yang telah menjadi dasar kesamaan akuntansi. Dari sisi budaya, bangsa Arab waktu itu pun sudah memiliki administrasi yang cukup maju praktik pemubukuan telah menggunakan buku besar umum, jurnal umum, buku kas, laporan periodic, dan penutupan buku. Al-Khawarizmilah yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan matematika modern di Eropa, akuntansi modern, yang dikembangkan dari persamaan aljabar dengan konsep-konsep dasarnya untuk digunakan memecahkan persoalan-persoalan pembagian harta warisan secara adil sesuai dengan Syariah yang ada di Al-Qur’an, perkara hukum (law suit), dan praktik-praktik bisnis perdagangan. Majunya peradaban sosial budaya masyarakat Arab waktu itu tidak hanya pada aspek ekonomi atau perdagangan saja, tetap juga pada proses transformasi ilmu pengetahuan yang berjalan dengan baik. Selain Al-Jabr, Al-Khawarizmi (Logaritma) juga telah berkembang ilmu kedokteran dari Ibnu Sina (Ave Cenna), Kimia karya besar Ibnu Rusyd (Averos), Ilmu Ekonomi (Ibnu Khaldun), dan lainlain. Jadi pada masa itu Islam telah menciptakan ilmu murni atau pure science (aljabar, ilmu ukur, fisika, kimia) dan juga ilmu terapan atau applied science (kedokteran, astronomi, dan sebagainya). Transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi ini menarik bagi sejumlah kalangan ilmuwan dari Eropa. Di antaranya, Leonardo Fibonacci da Pisa S1 Akuntansi (UNPAM) 7 Modul Teori Akuntansi Akuntansi melakukan perjalanan ilmiahnya ke Timur Tengah. Dialah yang mengenalkan angka Arab dan aljabar atau metode perhitungan ke benua Eropa pada tahun 1202 melalui bukunya yang berjudul Liber Abacci serta memasyarakatkan penggunaan angka Arab tersebut pada kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan ekonomi dan transaksi perdagangan. Dari pengenalan angka Arab inilah, teknik tata buku berpasangan ini berkembang. Akan tetapi, pesatnya perkembangan tata buku berpasangan ini di Eropa itu sendiri dimulai pada tahun 1135 di Palermo, Sicily, Italia yang menunjukkan dominasi pengaruh pencatatan pembukuan Arab (Triyuwono, 1997:9;Siswanto,2000). Maka jelas sekali selain dari bangsa Eropa yang belajar ke Timur Tengah, pedagang-pedagang Muslim pun tak kalah andilnya di dalam menyiarkan (transformasi) ilmu pengetahuan. Hal ini tidak terlepas dari ajaran Al-Qur’an yang menyeruhkan untuk berdakwah. Mengingat juga kekuasaan Islam yang telah menyebar hampir separuh daratan Eropa melalui Spanyol dan Africa, dari Jazirah Arab meluas ke Byzantium, Mesir, suriah, Palestina, Irak (Mesopotamia), Persia, seluruh Africa Utara berlanjut ke Spanyol dengan penyerbuan pasukan yang dikomandani Panglima Jabal Thariq (kemudian dikenal dengan selat Gibraltar), ke Italia, dan daerah-daerah Asia Timur sampai perbatasan China. Kota-kota yang berada di wiliyah tersebut seperti Kairo, Alexandria, Damsyik, Baghdad merupakan pusat perdagangan internasional yang cukup pesat dan ramai. Melalui perdagangan inilah kebudayaan dan teknologi Muslim tersebar di Eropa Barat. Amalfi, Venice, Pisa, dan Genoa merupakan pelabuhan-pelabuhan utama terpenting yang menghubungkan perdagangan dari pelabuhan pedagang Muslim di Afrika Utara dan Laut Tengah bagian Timur, ke kota-kota Kristen seperti Barcelona, Konstantinopel dan Acre (Triyuwono, 1997:10) Sejarah membuktikan beberapa system pencatatan perdagangan sebenarnya telah berkembang di Madinah Al Munawarah pada tahun 622 M atau bertepatan dengan tahun 1 Hijryah (Adnan, 1997). Petugas yang melakukan pencatatan dan pemeriksaan serta menjaga pencatatan disebut Diwan (yang mengalami morfologi bahasa menjadi Dewan) Diwan ini telah ada pada zaman Khalifah Umar Ibnu Khattab pada tahun 634 M dengan Baitul Maalnya. Istilah S1 Akuntansi (UNPAM) 8 Modul Teori Akuntansi Akuntansi awal dalam pembukuan saat itu dikenal dengan Jarridah atau berkembang menjadi istilah di dalam bahasa Inggris Journal yang secara harfiah berarti berita. Di Venice, istilah ini dikenal dengan sebutan zornal (Martinelli, 1997 dalam Adnan, 1997). Pada tahun 750 M, zaman pemerintahan Abbasiyah, jurnal dikembangkan lebih semprna menjadi 12 jurnal khusus di antaranya adalah: Al Jaridah Annafakat (Jurnal Pengeluaran atau Expenditure Journal), Jaridah al-Mal (Jurnal Penerimaan dana untuk Baitul Mal), Jaridah al Musadarin (Jurnal dana Sitaan dari harta petinggi negara), Al Awraj yang mencatat akun-akun khusus atau buku jurnal pembantu, misalnya buku jurnal khusus piutang. Buku harian yang saat ini lebih dikenal dengan Daily Book atau Jurnal Umum, sudah 15 abad yang lalu telah dikembangkan, yaitu Daftar Al Yawmi’ah. Daftar Al Yawmi’ah ini digunakan oleh Dewan dalam setiap pencatatan transaksi dengan pihka ketiga. Selain itu, juga terdapat Ash Shad atau Voucher. Selain berbagai jurnal juga dikenal berbagai laporan atau report yang dikenal dengan al khitmah yang bersifat bulanan, ada pula yang tahunan (Adnan, 1997, Siswanto,2000). Kalu kita kaji sejarah khusunya sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbunhannya mestinya sudah ada sistem akuntansi. Hal ini dapat kita tanya dari adanya kegiatan kafilah atau pedagang. Menurut sejarahnya, kegiatan perdagangan ini pun sudah ada pemisahan antara pemilik dengan pedagang (manajer) seperti kisah Muhammad (sebagai mudharib, pedagang, agen) dengan Khadijah (sebagai shohibul mal, pemilik). Kemudian, keberadaan ini juga dilihat dari adanya perintah dalam Al-Qur’an yang terdapat dalam surat AL-Baqarah ayat 282 yang mewajibkan dibuatnya pencatatan transaksi-transaksi yang belum tuntas seperti adanya utang piutang. Sayangnya literatur belum banyak menganalisis bagaimana bantuk eksistensi akuntansi pada zaman itu (lebih kurang 570 Masehi). Dalam literature akuntansi, ternyata yang jadi asal mula akuntansi selalu disebut di Eropa. Pada awalnya penerapan akuntansi oleh Muslim waktu itu tidak terlepas sistem perdagangan yang dikenal dengan konsep mudharabah, perintah syariah yang termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 282 yang mewajibkan pencatatan S1 Akuntansi (UNPAM) 9 Modul Teori Akuntansi Akuntansi dan pemeriksaan (praktik akuntansi dan audit) dengan baik dan benar, Surat Hud ayat 85 yang mewajibkan Muslim untuk melakukan proses penakaran atau timbangan dengan benar, yang pada prinsipnya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi, yaitu reliability dan verifiability, dan untuk tujuan perhitungan zakat. Pada perhitungan zakat, utang diklasifikasikan menjadi tiga berdasarkan kemampuan bayar, yaitu (Siswanto, 2000) : 1. Arra’ej Menal Mal (collectable debts); 2. Al Munkase Menal Mal (uncollectable debts); 3. Al Muta’adber Wal Mutabayyer (complicated atau doubtful debts). Perkembangan akuntansi tidak berhenti pada zaman khalifah, tetapi dikembangkan oleh filsuf Islam antara lain Imam Syafi’i (768-820) dengan menjelaskan fungsi akuntansi sebagai Review Book atau Auditing. Menurut Imam Syafi’I, seorang auditor harus memiliki kualifikasi tertentu, yaitu orang yang hafidz Qur’an (sebagai value judgment), intelektual, dapat dipercaya, bijaksana, dan kualitas manusia yang baik lainnya. Itulah sejarah perkembangan praktik akuntansi dengan teknik tata buku berpasangan yang banyak diduga oleh ahli akuntansi dewasa ini, sebagai hasil refleksi penelusuran sejarah, lahir peradaban bangsa Arab yang telah memiliki akidah diennul Islamiyah. Baru setelah itu banyak sekali teks bahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, Italy, dan Spanyol atau oleh bangsa Eropa lainnya untuk dikembangkan sesuai dengan perkembangan peradaban masyarakatnya. Seperti juga akuntansi, setelah Pacioli menerjemahkan Manuscript Arab di Venice, buku pertama ditulis ke dalam bahasa Belanda dan kemudian diterjemahkan ked ala bahasa Prancis, Jerman, Inggris, dan menyebar ke seluruh daratan Eropa pada abad ke-16 dan 17. Dari sejarah lalu lintas perdagangan dan tranformasi ilmu dan teknologi ini, Littleton dan Yamey yang disitasi Triyuwono (1997) berpendapat sebagai berikut. Teknik tata buku berpasangan ini mestinya berasal dari wilayah Islam Spanyol, dengan alasan bahwa kebudayaan dan teknologi Muslim abad S1 Akuntansi (UNPAM) 10 Modul Teori Akuntansi Akuntansi pertengahan lebih unggul dan canggih dibanding dengan Eropa Barat dan Spanyol (pada waktu itu) adalah saluran utama di mana kebudayaan dan teknologi Muslim dibawa ke Eropa. Sementara itu, Lieber (1968:203) dari buku yang sama mengatakan sebagai berikut. Pedagang-pedagang Italia; dan Negara-negara Eropa lainnya memperoleh pendidikan pertamanya dalam menggunakan metode bisnis yang canggih dari rekan bisnis mereka dari daerah sekitar laut Tengah; kebanyakan mereka adalah Muslim, walaupun terdapat juga segelintir Yahudi dan Nasrani. Jadi benar dan sejalan apa yang diungkapkan oleh Pacioli bahwa system pencatatan telah ada dan digunakan di Venice lebih dari 20 tahun sebelumnya dengan mengadopsi angka Arab dan akuntansi yang telah dikembangkan masyarakat Arab (Islam). Dalam bukunya, setiap transaksi harus dicatat dua kali pada buku jurnal, yaitu di sisi kredit dan di sisi debit. Seperti damlam pernyataan di bawah ini …tutte le partite che se metteno al lobro a essere dopie: cioe se tu fai uno creditore al si fare uno debitore Contoh pencatatan pada buku Jurnal pada tahun 1994 yang masih sederhana adalah sebagai berikut. Per Ser Zuan d’Antonio da Messina : ACassa contati alui per parte de’spora ditti zuccari second la forma del mercanto……………xxx. (Siswanto, 2000) Meskipun Pacioli bukanlah penemu tata buku berpasangan, Pacioli sangat membantu di dalam menyebarkan gagasan mengenai tata buku berpasangan ke seluruh Eropa. Sistem Pembukuan Glautier (1973) membagi perkembangan sejarah akuntnsi dalam lima tahap, yaitu sebagai berikut. S1 Akuntansi (UNPAM) 11 Modul Teori Akuntansi Akuntansi 1. Periode prakapitalis 2. Kapitalis Nascent, sejalan dengan penemuan double entry bookkeeping sytem yang berlangsung sekitar abad ke-11 Masehi 3. Kapitalis Merkantilis yang ditandai dengan perkembangan ekonomi di Eropa dan wilayah Timur 4. Revolusi Industri 5. Perkembangan yang demikian cepat di bidang akuntansi secara terusmenerus. Perkembangan akuntansi seperti yang dianalisi oleh Belkaoui dipengaruhi perkembangan sistem, kultur, dan kontruksi sosial masyarakat. Merujuk pada perubahan sistem global dunia dari Alvin Toffler, Belkaoui, mengklasifikasikan perkembangan sistem pembukuan menjadi tiga. Tecnonolgy 1st 2nd 3rd Labor Machinary Semi- Wave Physical conductors Information Writing Printing Computer Accounting Single entry Double Entry Triple Entry Source : Robert K. Elliot, “ The Third Breaks on the Shores of Accounting, “ Accounting Horizon (June: 1992) :69. Menurut Yuji Ijiri (1996) dalam sistem single entry transaksi hanya mencatat dalam satu pos atau satu kali yang tidak menimbulkan pengaruh pada pos lain. Metode ini sama seperti pencatatan informasi biasa sehingga tampak seperti laporan. Model ini menggambarkan informasi perusahaan saja (wealth S1 Akuntansi (UNPAM) 12 Modul Teori Akuntansi Akuntansi statement). Beberapa keuntungan dari single entry bookkeeping adalah sebagai berikut. 1. Pencatatan transaksi dan penyimpanan cukup sederhana dan tidak memerlukan keahlian khusus. 2. Biaya untuk menggunakan system ini cukup minimal. 3. Untuk menyusun laporan keuangan yang hanya untuk keperluan perpajakan atau kredit yang sederhana. Sementara itu, kelemahan single entry bookkeeping adalah: 1. terdapat kesulitan di dalam melakukan pengecekan validitas dan akurasi dalam pencatatan dan pembukuan dalam neraca percobaan; 2. adanya kemungkinan data dan informasi yang hilang sewaktu menyusun laporan keuangan; 3. dibutuhkan upaya yang rumit dalam melakukan analisis transaksi dalam menyusun laporan keuangan; 4. tidak dapat memberikan sistem yang baik untuk peningkatan pengawasan intern perusahaan. Belakangan metode single entry berkembang menjadi double entry dan triple entry accounting sytem. 2. Sejarah Akuntansi di Indonesia Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tidak bisa lepas dari perkembarngan akuntansi dinegara asal perkembangannya. Dengan perkataan lain, Negara luarlah yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia kendatipun tidak bisa disangkal bahwa dimasyarakat Indonesia sendiri pasti memiliki system akuntansi atau sistim pencatatan pelaporam tersendiri. Misalnya saja pada zaman keemasan Sriwijaya, Majapahit, Mataram. Zaman tersebut pasti memiliki sistim akuntansi tersendiri. Sayangnya, sejauh ini penelitian mengenai hal ini masih belum dilakukan. Namun, Sukoharsono (1997) menilai akuntansi masuk ke Indonesia melalui pedagang Arab yang melakukan transaksi bisnis di kepulauan Nusantara. S1 Akuntansi (UNPAM) 13 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Periodisasi perkembangan akuntansi di Indonesia dapat dibagi atas : Zaman Kolonial dan Zaman Kemerdekaan. Zaman Kolonial Zaman VOC Sebelum bangsa Eropa: Portugis, Spanyol, dan Belanda masuk ke Indonesia transaksi dagang dilakukan secara barter. Cara ini tidak melakukan pencatatan. Pada waktu orang-orang Belanda datang ke Indonesia kurang lebih akhir abad ke 16, mereka datang dengan tujuan untuk berdagang. Kemudian merek a membentuk perserikatan Maskapai Belanda yang dikenal dengan nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), yang didirikan pada tahun 1602, sebagai peleburan dari 14 maskapai yang beroperasi di Hindia Timur. Selanjutnya VOC membuka cabangnya di Batavia pada tahun 1619 dan di tempat-tempat lain di Indonesia. Kemudian dibentuk jabatan Gubernur Jenderal untuk menangani urusan-urusan VOC. Akhir abad ke – 18 VOC mengalami kemunduran dan akhirnya dibubarkan pada 31 Desember 1799. Dalam kurun waktu itu,VOC memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan secara paksa di Indonesia, dimana jumlah transaksi dagangnya, baik frekuensi maupun nilainya terus bertambah dari waktu kewaktu. Pada tahun itu bias dipastikan Maskapai Belanda telah melakukan pencatatan atas mutasi transaksi keuanganya. Dalam hubungan itu, Ans Saribanon Sapiie (1980), mengemukakan bahwa menurut stible dan stroomberg, bukti autentik mengenai catatan pembukuan di Indonesia paling tidak sudah ada menjelang pertengahan abad ke-17. Hal itu ditunjukan dengan adanya sebuah instruksi gubernur jenderal VOC pada tahun 1642 yang mengharuskan dilakukan pengurusan pembukuan atas penerimaan uang, pinjaman-pinjaman,dan jumlah uang yang diperlakukan untuk pengeluaran (exsploitasi) garnisun-garnisun dan galangan kapal yang ada di Batavia dan Surabaya. S1 Akuntansi (UNPAM) 14 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Zaman Penjajahan Belanda Setelah VOC bubar pada tahun 1799, kekuasaanya diambil alih oleh Kerajaan Belanda, zaman penjajahan belanda dimulai tahun 1800-1942. Pada waktu itu, catatan pembukuanya menekankan pada mekanisme debet dan kredit, yang antara lain dijumpai pada pembukuan Amphioen Socyteit di Batavia. Amphioen Socyteit bergerak dalam usaha peredaran candu atau morfin (amphioen) yang merupakan usaha monopoli di Belanda. Pada abad ke- 19 banyak perusaan Belanda didirikan atau masuk ke Indonesia dengan membuka cabang atau perwakilan, yang antara lain sebagai berikut. a. Deli Maatschaappij (perkebunan) b. Biliton Maatschaappij (timah) c. Bataafche Petroleum Maatschaappij ( minyak) d. Koninklijke paketvaart Maatscheappij (pelayaran nusantara), setelah dinasionalisasikan oleh pemerintah RI menjadi perusahaan pelayaran nasional (PELNI) e. Rotterdamsch Lloyd (Maskapai atau agen pelayaran internasional), setelah dinasionalisasikan menjadi Djakarta Lloyd f. Koninklijke Nederlands Indische Luhtvaart Matschaappij (penerbangan nusantara ), setelah dinasionalisasikan menjadi Garuda Indonesia Airways. g. Stoomvart Maatschaappij Nederlands h. Firma Ruys of de Oost i. NederlandsHandel’s Bank j. Algemene Handel’s Bank Untuk mengangkut hasil produksi perkebunan dan tambang, dibuka jalan kereta api dari daerah asal menuju ke pelabuhan. Kereta api yang utama diadakan pada tahun 1870 yang menghubungkan antara daerah pedalaman jawa tengah dengan semarang, menyusul dari pedalaman Jawa Barat ke pelabuhan Tanjung Priok, dari pedalaman Jawa Timur ke pelabuhan Tanjung Perak dan dari Pedalaman Sumatra Selatan ke Palembang. Disamping jalan kereta api juga S1 Akuntansi (UNPAM) 15 Modul Teori Akuntansi Akuntansi dibangun dan atau ditingkatkan ke jalan darat untuk melancarkan arus produksi perkebunan dan pertambangan ke kota-kota pelabuhan. Catatan pembukuannya merupakan modifikasi system Venesia-Italia, dan tidak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan sistim pencatatan tersebut karena kondisinya sangat menekankan pada praktikpraktik dagang yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda. Sedangkan, segmen bisnis menengah ke bawah dikuasai oleh pedagang keturunannya, yaitu: Cina, India, dan Arab. Sejalan dengan itu, ada kebebasan dalam penyelenggaraan pembukuan sehingga praktik pembukuannya menggunakan atau dipengaruhi oleh sistim asal etnis yang bersangkutan. Hadibroto (1992) mengikhtisarkan sistim pembukan asal etnis sebagai berikut. a. Sistim pembukuan Cina, terdiri dari lima kelompok, yaitu - Sistim Hokkian (Amoy) - Sistim Kanton; - Sistim Hokka; - Sistim Tio Tjoe atau Sistim Swatows; - Sistim Gaya Baru (New System). - Sistim pembukuan India atau Sistim Bombay - Sistim pembukuan Arab atau Hadramaut Penjajahan Jepang Pada zaman penjajahan jepang tahun 1942-1945, banyak orang Belanda yang ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel-sel oleh tentara jepang. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja pada jawatan – jawatan Negara termasuk Kementrian Keuangan. Untuk mengatasi hal tersebut, diadakan latihan pegawai dan kursus-kursus pembukuan pola Belanda dengan tenaga pengajarnya antara lain : J.E. de I’duse, Akuntan, Dr. Abutari, Akuntan, J.D. Masie dan R.S. Koesoemaputro. Sejalan dengan itu, kondisi pembukuan pada masa pendudukan Jepang tidak mengalami perubahannya yang berarti, tetap menggunakan pola Belanda. S1 Akuntansi (UNPAM) 16 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Jepang juga mengajarkan pembukuan dengan menggunakan huruf kanji, namun tidak diajarkan pada orang-orang Indonesia. 1. Zaman Kemerdekaan Sistim akuntansi yang berlaku awalnya di Indonesia adalah sistim akuntansi Belanda yang lebih dikenal dengan sistim tata buku. Sistim ini sebetulnya merupakan subsitim dari ilmu akuntansi dalam bidang metode pencatatan, jadi bukan seperti ilmu disiplin ilmu akuntansi yang dikenal di Amerika. Karena perusahaan yang bergerak dibidang Indonesia adalah milik Belanda dan susidiari dari perusahaan yang berpusat di Netherland, wajar tata buku ini yang dipakai sehingga kebutuhan pasar adalah mereka yang menguasai tata buku ini. Tentu pendidikan akuntansinya juga akan melihat pasar, maka tidak heran sistim pencatatan yang diajarkan disekolah-sekolah formal maupun disekolah atau kursus-kursus adalah tehnik pembukuan ini. Pendidikan formal yang mengajarkan tata buku ini adalah SMEP ( Sekolah Menengah Ekonomi Pertama), SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) serta SMA (Sekolah Menengah Atas) jurusan social dan seterusnya di Universitas yang memiliki Fakultas Ekonomi Di samping lembaga pendidikan formal banyak lembaga pendidikan informal yang menyelenggarakan kursus-kursus tata buku. Biasanya peserta kursus ini ingin mengikuti ujian nasional tata buku yang diselenggarakan atas pengakuan pemerintah jenjangnya adalah Bond A, Bond B, dan M.B.A. mereka yang telah lulus ujian nasional ini biasanya sangat laku di masyarakat. Setelah kemerdekaan kebencian kepada Belanda juga memengaruhi eksistensi perusahaan Belanda sehingga pada tahun 1950-an perusahaan milik Belanda dinasionalisasi dan modal asing pun mulai masuk. Modal asing yang masuk ini umumnya berasal dari perusahaan Amerika. Sebagaimana awalnya maka sudah barang tentu perusahaan Amerika juga membawa system akuntansinya sendiri yang harus diikuti perusahaan miliknya di Indonesia. Pada saat yang sama, perusahaan yang ada masih tetap mengikuti system akuntansi S1 Akuntansi (UNPAM) 17 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Belanda yang sudah mapan. Sejak saat ini muncullah dualisme system akuntansi di Indonesia. Masuknya modal asing di Indonesia serentak dengan masuknya bantuan luar negeri khususnya dari Amerika dan sekutunya sehingga pemerintah Amerika juga memberi bantuan berupa system akuntansi di pemerintahan, dosen-dosen tamu mengajar di berbagai universitas di Indonesia, dan memberikan beasiswa kepada dosen di Indonesia untuk belajar di Amerika. Maka muncullah system baru, buku-buku teks akuntansi Amerika dan menjadi bahan pelajaran di Universitas. Ahli-ahli akuntansi pun semakin banyak. Keadaan ini semakin meluas sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan hubungan Internasional dan ekonomi yang semakin erat. System Akuntansi Amerika semakin dominan. Salah seorang dosen akuntansi senior Indonesia Dr.S.Hadibroto telah menulis disertasi tentang dua system ini dengan judul yang sudah diterjemahkan : Studi Perbandingan antara Akuntansi Amerika dan Belanda aan Pengaruhnya terhadap Profesi di Indonesia. Pada kesimpulan disertasinya beliau menyarankan agar Indonesia lebih baik memilih system akuntansi Amerika dibandingkan dengan system akuntansi Belanda. Beliau menyarankan agar guru-guru tata buku dan ujian tata buku harus mencakup teknik dan system tata buku Amerika pada kurikulumnya. Pada tahun 1980 pemerintah Indonesia atas bantuan pinjaman dari World Bank melakukan upaya harmonisasi system akuntansi sehingga diupayakan untuk menghapus dualisme tadi. Upaya yang dilakukan antara lain mendirikan Pusat Perkembangan Akuntansi (PPA) di empat universitas UI, UGM, UNPAD, dan USU. PPA ini di samping memberikan beasiswa kepada dosen-dosen peguruan tinggi juga melakukan penataran akuntansi kepada seluruh guru-guru Tata buku di SMEA maupun di SMA seluruh Indonesia. Dengan selesainya proyek itu, makan di SMEA, SMA dan diikuti kemudian oleh lembaga-lembaga kursus, system akuntansi Amerikalah yang di ajarkan sehingga berakhirnya dualisme system akuntansi dan pendidikan akuntansi di Indonesia. S1 Akuntansi (UNPAM) 18 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Pengaruh Pola Belanda Sebagai daerah bekas jajahan Belanda, kondisi praktik pembukuan dan perkembangan pemikiran akuntansinya adalah bagian sejarah perkembangan profesi akuntansi Belanda yang berpengaruh cukup kuat sampai dengan dasawarsa 1960-an. Profesi akuntansi Belanda memfokuskan pada teori nilai ganti, belum ada usaha konkret untuk merumuskan standar akuntansi yang berlaku umum, sebagaimana dilakukan profesi akuntan Amerika. Kebutuhan prinsip atau standar akuntansi sebagai pedoman dalam praktik pembukuan, didasarkan pada ukuran etika umum yang harus dipegang teguh oleh para saudagar, yaitu adat kebiasaan dagang yang baik ( goed koompman’s gebruik ) . Dunia pendidikan tinggi kurikulum akuntansinya berpola Belanda masih berpengaruh kuat sampai dengan pertengahan dasawarsa tahun 1970-an. Dalam masa itu, untuk memperoleh gelar akuntan harus melalui system panjang dengan lama pendidikan 6 tahun, yaitu 4 tahun untuk studi ekonomi perusahaan ( manajemen) ditambah 2 tahun studi akuntansi dengan buku teks karangan penulis Belanda yang telah diterjemahkan atau disadur kedalam bahasa Indonesia oleh R.Soemita Adikoesoemah, antara lain Tata Buku Amanuli; Tata Buku Lanjutan ( Vooretgezet Boekhouden) oleh Dr.A.J.A. Prange; administrasi Perusahaan Modern (APM); Teori Ilmi Biaya dan Neraca oleh Prof.Dr.Mey Jr; Ilmu Biaya dan Harga Pokok oleh Van Der Scroef; Ilmu Neraca (Bedrijfshuis houndkonde Balansleer) Prof.Dr.O.Bakker; Dasar-dasar Organisasi Administrasi oleh J.Van Nimwegen: Pengantar Kontrol Bagi Akuntan ( Inleiding Tot de Leer van de Accountatscontrole) oleh J.E Spinosa Catella dan L.G . Van Der Hoek Tingkat pendidikan menengah SMEA dan SLTA/SMU, buku pegangannya adalah Tata buku – Amanuli dan Hitungan Dagang saduran Effendi Harahap maupun buku-buku karangan Z.A Moechtar. Pengajaran tata buku harus berlangsung bahkan sampai dengan dasawarsa 1970-an, di tandai dengan terbitnya Tata Buku dalam Masa Pembangunan, dan Hitung Dagang karangan Z.A Moechtar, yang terutama digunakan untuk pendididkan di luar sekolah atau kursus-kursus guna memperoleh ijazah keterampilan bond A (A1 dan A2) bond B S1 Akuntansi (UNPAM) 19 Modul Teori Akuntansi Akuntansi serta APM. Instansi pemerintah dan swasta memperkerjakan tenaga-tenaga yang berpengetahuan pembukuan pola Belanda. Pengaruh Pola Amerika Pada tahun 1905 dengan ditetapkannya kenijaksanaan pintu terbuka ( open door policy ). Beberapa perusahaan asing selain Belanda mulai masuk dan beroperasi di Indonesia, antara lain Shell ( Inggris ), Caltex dan Stanvak ( Amerika Serikat ), maka nuasa baru praktik pembukuan mulai timbul di Indonesia, namun masih terbatas sekali pengaruhnya. Perjalanan sejarah menunjukan bahwa sejak diputuskannya hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Belanda pada tahun 1957 karena konfrontasi Irian Barat, antara lain berdampak pada dunia pendidikan. Dampak yang ditimbulkan, yaitu para pengajar Belanda dikembalikan ke negerinya, publikasi dan literature-literatur terhenti pengirimannya, dan para pelajar yang memperoleh beasiswa dari pemerintahan atau yayasan di beri kesempatan studi ke Amerika atau Negara lain selain Belanda. Para mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas belajarnya antara lain S.Hadibroto tahun 1958, Oskar Surjaatmadja, Soemantri Soedirono, Rasidi, dan Arifin Wirakusumah, mendapat gelar MASc dari Universitas Illinois dan California sekitar 1963. 3. Sejarah IAI dan Standar Akuntansi Indonesia Sejarah IAI Pada waktu Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr.Ambutari, sedangan Prof. Soemardjo lulusan pendidikan akuntan di negeri Belanda pada tahun 1956. akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan dalam negeeri adalah Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem, mereka lulusan pertengahan tahun 1957. ke empat akuntan ini bersama dengan Prof. Soemardjo mengambil prakasa mendirikan perkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja. Alasanya, mereka tidak mungkin menjadi anggota NIVA ( Nederlands Institute Van Accountants ) atau VAGA (Vereniging Academisch Govormde Accountants). Mereka menyadari keindonesiaannya dan S1 Akuntansi (UNPAM) 20 Modul Teori Akuntansi Akuntansi berpendapat tidak mungkin kedua lembaga itu akan memikirkan perkembangan dan pembinaan akuntan Indonesia. (www.iai.co.id) Hari Kamis, 17 Oktober 1957, kelima akuntan tadi mengadakan pertemuan di aula Universitas Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikan perkumpulan akuntan Indonesia. Karena pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh semua akuntan yang ada maka diputuskan membentuk Panitia Persiapan Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia. Panitia diminta menghubungi akuntan lainnya untuk menanyakan pendapat mereka. Dalam Panitia itu Prof. Soemardjo duduk sebagai ketua, Go Tie Siem sebagai penulis, Basuki Siddharta sebagai bendahara, sedangkan Hendra Darmawan dan Tan Tong Djoe sebagai komisaris. Surat yang dikirimkan Panitia kepada enam akuntan lainnya memperoleh jawaban setuju. Perkumpulan yang akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akhirnya berdiri pada 23 Desember 1957, yaitu pada pertemuan ketiga yang diadakan di aula UI pada pukul 19.30. Susunan pengurus pertama terdiri dari: Ketua Prof. Dr. Soemardjo Tjitrosidojo Panitera Drs. Mr. Go Tie Siem Bendahara Drs. Sie Bing Tat (Basuki Siddharta) Komisaris Dr. Tan Tong Djoe Drs. Oey Kwie Tek (Hendra Darmawan) Keenam akuntan lainnya sebagi pendiri IAI adalah 1. Prof. Dr. Abutari 2. Tio Po Tjiang 3. Tan Eng Oen 4. Tang Siu Tjhan S1 Akuntansi (UNPAM) 21 Modul Teori Akuntansi Akuntansi 5. Liem Kwie Liang 6. The Tik Him Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11 Februari 1959. Namun demikian, tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember 1957. Ketika itu, tujuan IAI adalah: a. Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan akuntan. b. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan. Sejak pendiriannya 49 tahun lalu, kini IAI telah mengalami perkembangan yang sangat luas. Hal ini merupakan perkembangan yang wajar karena profesi akuntansi tidak dapat dipisahkan dari dunia usaha yang mengalami perkembangan pesat. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah meluasnya orientasi kegiatan profesi, tidak lagi semata-mata di bidang pendidikan akuntansi dan mutu pekerjaan akuntan, tetapi juga upaya-upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan peran dalam perumusan kebijakan publik. Sejarah SAK Setidaknya, terdapat tiga tonggak sejarah dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia. Pertama: menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973. Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu buku”Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).” Kedua: terjadi pada tahun 1984. Pada masa itu, komite PAI melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan kemudian mengkondifikasikannya dalam buku “Prinsip Akuntansi Indonesia 1984” dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan perkembangan dunia usaha. Ketiga: pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan melakukan kodifikasi dalam buku “Standar Akuntansi Keuangan” (SAK) per 1 Oktober 1994. S1 Akuntansi (UNPAM) 22 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Sejak tahun 1994, IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan standarnya. Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perubahan dari harmonisasi ke adaptasi, kemudian menjadi adopsi dalam rangka konvergensi dengan International Financial Reporting Standards (IFRS). Program adopsi penuh dalam rangka mencapai konvergensi dengan IFRS direncanakan dapat terlaksana dalam beberapa tahun ke depan. Dalam perkembangannya, standar akuntansi keuangan terus direvisi secara berkesinambungan, baik berupa penyempurnaan maupun penambahan standar baru sejak tahun 1994. Proses revisi telah dilakukan enam kali, yaitu 1 Oktober 1995, 1 Juni 1996, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1Oktober 2004, dan 1 September 2007. Buku “Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007” ini didalmnya sudah bertambah dibandingkan revisi sebelumnya yaitu tambahan KDPPLK Syariah, 6 PSAK baru, dan 5 PSAK revisi. Secara garis besar, sekarang ini terdapat 2 KDPPLK, 62 PSAK, dan 7 ISAK. Untuk dapat menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baik maka badan penyusunannya terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Awalnya, cikal bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk pada tahun 1973. Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan laporan personel yang terus diperbarui. Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK). Kemudian, pada Kongres VIII IAI 23-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. Selain itu, juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) Dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK). Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi S1 Akuntansi (UNPAM) 23 Modul Teori Akuntansi Akuntansi syariah yang dilakukan oleh DSAK. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi akuntan dan luar profesi akuntan, yang mewakili para pengguna, merupakan mitra DSAK dalam merumuskan arah da pengembangan SAK di Indonesia. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), sebagai wadah organisasi profesi akuntansi Indonesia, berdiri di Jakarta pada 23 Desember 1957. IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada tahun 1973, dengan maksud antara lain: menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di Indonesia dan sebagai prasarana bagi terbentuknya pasar uang dan modal d Indonesia pada waktu itu, laporan keuangan dari perusahaan yang akan go pulic, harus disusun atas dasar prinsip-prinsip akuntansi tersebut. Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1973 adalah hasil kerja panitia Penghimpun Bahan-bahan dan Strukur daripada Generally Accepted Accounting Principles and Generally Accepted Auditing Standars yang terdiri dari Dewan Penasihat Panitia Kerja, antara lain telah berhasil menghimpun dan mengkodifikasikan prinsip akuntansi. Hasilnya kemudian disahkan pada Kongres III 2 Desember 1973, yaitu menjelang diaktifkannya kembali Pasar Uang dan Modal. PAI ini merupakan salah satu prasarana mutlak bagi terbentuknya pasar uang dan modal pada waktu itu, di mana laporan keuangan perusahaan yang akan mengeluarkan surat-surat berharga kepada masyarakat harus disusun berdasarkan prinsip akuntansi tesebut. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk menghimpu Prinsip Akuntansi 1973 adalah sebagai berikut. a. Buku Prinsip-prinsip Accounting yang diterbitkan oleh Direktorat Akuntan Negara, Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN), Departemen Keuangan RI sekarang bernama Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP). b. Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Business Enterprise, oleh Paul Grady, diterbitkan oleh AICPA. c. Opinions of Accounting Principles Board, diterbitkan oleh ICPA. d. Kumpulan dari Accounting Research Bulletins (ARBs), diterbitkan oleh AICPA. S1 Akuntansi (UNPAM) 24 Modul Teori Akuntansi e. Akuntansi A Statement of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh Accounting and Auditing Research Committee dari Accountancy Research Foundation. f. Wet op de Jaarekening van Ondernemingen, diterbitka NIVRA. g. Beberapa literature lainnya. PAI 1973 ini setelah berjalan selama satu dasawarsa kemudian disempurnakan lagi dengan Prinsip Akuntansi Indonesia 1984. Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 adalah sebagai ganti Prinsip Akuntansi Indonesia 1973. Sama halnya dengan PAI 1973, perumusan prinsip, prosedur, metode, dan teknik-teknik dalam Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 ini, dibatasi pada hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi keuangan yang diungkapkan secara garis besar atau bersifat umum, tidak mencakup praktik akuntansi untuk industri tertentu. Oleh karena itu, prinsip-prinsip yang memerlukan penjabaran lebih lanjut diatur dengan “pernyataan” tersendiri. Sehubungan dengan itu, Komite PAI-IAI mulai tahun 1986 menerbitkan serangkaian Pernyataan PAI dan Interprestasi PAI untuk mengembangkan, menambah, mengubah serta menjelaskan standar akuntansi keuangan yang berlaku, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PAI 1984. Setelah berlangsung selama sepuluh tahun PAI 1984 diganti dengan Standar Akuntansi 1994. Standar Akuntansi Keuangan 1994 mengadopsi pernyataan resmi (pronouncements) International ACCOUNTING Standards Committee (IASC). IAI mengadopsi statemen atau pernyataan IASC sebagai dasar acuan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kemudian dasar acuan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kemudian menerbitkan dua buah buku, yaitu Standar Akuntansi Keuangan – Oktober 1994, buku satu dan dua yang berisi (1) Kerangka Dasar. S1 Akuntansi (UNPAM) 25 Modul Teori Akuntansi 4. Akuntansi Pendidikan Akuntansi Sebelum dikeluarkannya UU no. 34/1954 tentang gelar akuntan, semua orang dapat menyatakan dirinya selaku akuntan dan memakai gelar akuntan. Dengan dikeluarkannya ini, maka pemerintah mereka yang berhak memakai gelar akuntan hanyalah mereka yang lulus dari Fakultas Ekonomi Neheri Jurusan Akuntansi dan Swasta yang disamakan, diatur oleh panitia persamaan ijasah akuntan. Dengan semakin banyaknya fakultas ekonomi swasta maka pemerintah bersama IAI mngatur pelaksanaan Ujian Negara Akuntan. Pelaksanaan ujian ini terus dibenahi samapi pada akhirnya lulusan negeri dan swasta akhirnya diwajibkan harus mengikuti ujian yang sama jika ingin mendapat gelar akuntan. Sejarah perkembangan dunia pendidikan tinggi akuntansi waktu itu mengalami kemajuan menarik, yaitu Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dalam dasawarsan 1960-an membuka jurusan akuntansi dengan muatan kurikulum dan sistemnya berpola amerika. Arah perkembangannya makin mantap sejak Konsorsium Ilmu Ekonomi (KIE) Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdiri pada tahun 1975, menetapkan syarat-syarat minimal kurikulum jurusan akuntansi berpola amerika, untuk seluruh Fakultas Ekonomi Negeri. Sejalan dengan itu Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) sebagai lembaga di bawah Konsorsium Ilmu Ekonomi, yang berkedudukan di Fakultas Ekonomi Negeri setempat, yang mulai beroperasi pada tahun 1979, Bertugas antara lain: a. Mengintegrasikan satu pola pendidikan akuntansi, yaitu pola amerika; b. Sebagai pelaksana Ujian Nasional Akuntansi (UNA) bagi peserta yang berasal dari lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi dari universitas swasta maupun negeri yang belum memenuhi persyaratan memakai gelar akuntan. Setelah menempuh dan lulus ujian UNA dalam dua tahap, yaitu UNA Dasar dan UNA Profesi, yang bersangkutan berhak memakai gelar Akuntan sesuai dengan UU No. 34 Tahun 1954, Tentang Pemakaian Gelar Akuntan. S1 Akuntansi (UNPAM) 26 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Pendidikan menegah pun diintegrasikan dengan pola amerika, guru-guru SMEA ditatar akuntansi oleh PPA setempat. Demikian pula, pendidikan diluar sekolah/kampus diajarkan dan diselenggarakan ujian akuntansi berjenjang, yaitu: a. Tingkat dasar; b. Terampil; c. Mahir; Sebagai pengganti ujian tata buku (bond A dan B) pola belanda. Dalam rangka meningkatkan penguasaan akuntansi terhadap pengetahuan dan kompetensi teknis dan kompentensi teknis di bidang akuntansi, dan untuk menyongsong keterbukaan dalam era pedagangan bebas, maka IAI dengan dukungan Departemen Keuangan RI menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP), dengan tujuan untuk menguji kemampuan akuntan untuk berpraktik sebagai akuntan publik. Adapun mata kuliah yang diajukan adalah sebagai berikut. a. Teori dan Praktik Akuntansi Keuangan b. Auditing dan Jasa Profesional Akuntan Publik Lainnya c. Akuntansi Manajemen dan Manajemen Keuangan d. Sistem Informasi Akuntansi e. Perpajakan dan Hukum Komersial Peserta USAP hanya dapat diikuti oleh mereka yang memiliki gelar akuntan. Ujian USAP diselenggarakan pertama kali pada september 1997 dan akan dilaksanakan dua kali dalam setiap periode atau setiap tahun. Adapun kesempatan dan batas waktunya adalah sebagai berikut. a. Peserta yang mengikuti ujian pertama kali harus menempuh seluruh mata ujian. b. Ujian ulangan hanya dapat ditempuh umtuk mata ujian yang belum ;u;us dalam uian-uian sebelumnya c. Kesempatan untuk menyelesaikan seluruh mata kuliah adalah empat kali ujian atau dia tahu sejak ujian pertama kali ditempuh d. Apabila dalam periode waktu tersebut masih belum lulus seluruh mata ujian, maka yang bersangkutan dinyatakan gagal untuk seluruh mata ujian. S1 Akuntansi (UNPAM) 27 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Dalam hal ini, perserta yang bersangkutan dapatmendaftar kembali sebagai peserta USAP dan dinyatakan sebagai peserta baru. Akuntan peserta USAP yang dinyatakan lulus untuk seluruh mata ujian berhal memperoleh sebutan Bersertifikas Akuntan Publik (BAP) yang dikeluarkan IAI. Bersertifikat Akuntan Publik tersebut adalah salah satu syarat utama untuk mendapatkan izin praktik sebagai Akuntan Publik dari Departemen Keuangan RI. Disamping itu, IAI sebagai organisasi profesi telah memfasilitasi anggotanya untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan kompetensi profesionalnya, yang terdiri dari tiga unsur, yaitu: (1) Keterampilan Profesional (2) Pengetahuan Profesional (3) Etika Profesi. Untuk Itu, IAI menyelenggarakan Program Pendidikan Berkelanjutan (PPL), yang meliputi ketiga unsur tersebut. Program ini dirancang untuk memudahkan para anggota IAI dalam memenuhi kewajibannya di bidang pendidikan dan latihan. Sedangkan publikasi berkala IAI adalah News Letter untuk kalangan profesi, dan majalah bulanan Media Akuntansi. C. Latihan Soal/Tugas 1. Jelaskan sejarah perkembangan akuntansi dari berbagai publikasi umum dan khusus! 2. Jelaskan prediksi perkembangan akuntansi di masa mendatang! D. Daftar Pustaka Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta : BPFE S1 Akuntansi (UNPAM) 28

Judul: Teori Akuntansi - Pertemuan 3 Sejarah Perkembangan Akuntansi

Oleh: Fika Safitri

Ikuti kami