Teori Akuntansi - Pertemuan 3 Sejarah Perkembangan Akuntansi

Oleh Fika Safitri

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi - Pertemuan 3 Sejarah Perkembangan Akuntansi

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Pertemuan 3:
Sejarah Perkembangan Akuntansi

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu:
1.

Menjelaskan sejarah perkembangan akuntansi dari berbagai publikasi
umum dan khusus.

2.

Memprediksi perkembangan akuntansi di masa mendatang.

B. Uraian Materi
1.

Akuntansi dan “Double Entry”

Untuk mempelajari sejarah akuntansi kita harus dapat membedakan antara
tiga hal , yaitu:
1. Sejarah lahirnya praktik akuntansi itu dalam kehidupan manusia;
2. Sistem pencatatan

akuntansi itu sendiri sebagai pencatatan transaksi

dengan sistem pembukuan yang sekarang dikenal dengan double entry
accounting system.
3. Sejarah perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri, sejak ia merupakan satu
bidang ilmu akuntansi umum kemudian berkembang menjadi berbagai
subbidang yang sudah dikenal saat ini seperti Akuntansi Manajemen,
Akuntansi Internasional, Akuntansi Sumber Daya Manusia, Auditing,
Akuntansi Perpajakan.

Sejarah Metode Pencatatan Double Entry

Kalau kita sependapat bahwa praktik pencatatan transaksi sudah ada sejak
kehidupan manusia memulai kegiatan ekonomi atau pertukaran atau kerja sama,

S1 Akuntansi (UNPAM)
1

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

lain halnya dengan sistem pencatatan akuntansi yaitu double entry. Di mana
sistem ini ditemukan terlebih dahulu?
Dalam berbagai literatur akuntansi konvensional banyak ditulis akuntansi
lahir dari seorang pendeta Italia , yaitu Lucas Pacioli dengan buku Summa de
Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita yang diterbitkan tahun
1949 di Venice.
Pencatatan transaksi tidak hanya mencatat pengaruhnya pada satu
perkiraan, tetapi juga dilakukanpencatatan pada perkiraan lain. Menurut
Ijiri ( 1996 ), Pacioli menjelaskan pencatatan transakasi perdagangan di
Italia, dalam bab yang berjudul De Computis et Scripturis dengan double
entry bookkeeping system. Persamaan akuntansi double entry bookkeeping
adalah sebagai berikut.
Harta = Utang + Modal
Tidak jelas apakah sistem pencatatan yang dikenal pada masa lalu itu
menggunakan sistem single entry atau double entry yang terakhir inilebih praktis
dan menjadi sistem dominant lima abad terakhir ini. Namun, menurut pendapat
Mattessich di atas, sistem double entry sudah ada 5000 tahun yang lalu.
Sementara itu, selama ini kita kenal bahwa penemu sistem double entry ini adalah
Lucas Pacioli, bagaimana kita memahami persoalan ini? Untuk menjawab ini,
dapat dikemukakan sebagai berikut. Sistem double entry accounting telah
disepakati mula-mula “diterbitkan” oleh Lucas Pacioli dalam bukunya yang berisi
36 babyang terbit pada tahun 1494 di Florence, Italia dengan judul Summa d’
Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita.
Mulanya

akuntansi

merupakan

catatan-catatan yang disimpan sebagai bagian
dari sistem feodal pada abad pertengahan.
Tuan-tuan tanah biasanya mengumpulkan
pajak

dari

dipergunakan

penduduk
untuk

dan

dana

ini

kegiatan-kegiatan

negerinya dan untuk kepentingan pribadi.
Laporan tentang pengutipan pajak itu disusun

S1 Akuntansi (UNPAM)
2
Gambar 2.1 Lucas Pacioli dalam Perangko
Sumber : Ernest Stvelik The Accounting
Historical Journal, Vol 13, No. 2, Hall

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

oleh staf-staf tuan tanah tadi sebagai pedoman baginya atau sebagai bahan yang
dapat di periksa oleh penduduk. Catatan seperti ini juga di perlukan oleh para
pedagang yang berniaga ke daerah / negeri lain. Catatan –catatan ini disimpan
untuk satu trip dan setelah tiba kembali dari perdagangan maka dihitunglah laba
rugi dari kegiatan perdagangan itu. Di samping itu, cikal bakal akuntansi ini juga
berasal dari lembaga awal perbankan yang mula-mula timbul pada abad ke-11 dan
12 di Italia. Lembaga ini juga sering memberikan pinjaman pada saudagarsaudagar yang berniaga ke negeri lain. Kegiatan bisnis ini tentu memerlukan
catatan tentang kegiatan tersebut, khususnya catatan tentang laba/rugi sebagai
dasar nantinya dalam pembagian laba rugi di antara para partner.
Pendapat ini sudah banyak dibantah oleh berbagai hasil penelitian lain
yang mengatakan bahwa akuntansi maupun double entry accounting, jauh
sebelum itu sudah beerkembang di tempat lain. Lucas Pacioli sendiri dalam
bukunya menyatakan bahwa apa yang ditulisnya tentang double entry
bookkeeping adalah berdasarkan pada metode yang digunakan di Venice, Italia
yang berkembang sebelumnya. Bahkan ia sendiri mengaku melakukan
penjiplakan dari bahan manuscript asli dari Venice ( Siswanto,2000 ).
Ia mengaku bahwa dirinya hanya menuliskan sebuah metode pencatatan
pembukuan yang dianggapnya telah digunakan ratusan tahun sebelumnya, dan
sudah digunakan secara umum oleh para pedagang pada masa itu dan bukan
dirinyalah yang menemukan sistem pembukuan berganda tersebut ( Adnan, 1997
). Sejalan dengan pendapat tersebut Kam ( 1986:19 ) , salah satu ahli sejarah
akuntansi menyebutkan sebagai berikut.
Dia sendiri ( Pacioli-pen.) menyatakan bahwa tulisannya didasarkan pada
metode yang digunakan di Venice, yang mungkin saja sudah dimulai
paling tidak seratus tahun sebelumnya. Kita dapat mengasumsikan bahwa
penjelasannya ini menggambarkan apa yang terjadi dalam praktik.
Oleh karena itu, keragu-raguan atas pendapat yang menganggap bahwa
Lucas
Pacioli sebagai penemu pertama akutansi modern ( double entry accounting
system ) semakin jelas. Buku beliau terbikan selisih dua tahun dengan pendaratan

S1 Akuntansi (UNPAM)
3

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Sir Columbus dari Inggris di Benua Amerika, sebenarnya bukanlah buku yang
membahas tentang akuntansi, tetapi lebih tepat merupakan buku matematika, di
mana pembahsan pembukuan berpasangan hanya sedikit disinggung pada bab
yang berjudul Particularis de Computis et Scripturis ( Adnan, 1997 ).
Littleton’s Antecedent

Menurut Littleton, agar double entry muncul ke permukaan maka
persyaratan tertentu harus dipenuhi. Persyaratan itu adalah “materi” dan “bahasa.”
Untuk kelompok materi, dimasukkkannya kekayaan pribadi, modal, perdagangan,
dan kredit. Untuk kelompok bahasa, dimasukkannya tulisan, uang, dan
perhitungan. Menurut pendapat Littleton, persyaratan ini belum dapat dikenal
sebelum pacioli dan kalaupun ada belum memiliki intensitas sempurna pada masa
peradaban kuno, namun setelah hal ini dikenal, inilah yang menyebabkan
munculnya double entry accounting di Italia pada abad ke-13 disebabkan kondisi
tersebut benar-benar ada ( Vernon Kam, 1990 ) dan Khir ( Harahap, 1991 ).
Jika kita lihat sejarah ternyata dengan memakai Litteleton’s Antecedent ini
kita dapat berpendapat lain. Apa benar sebelum tahun 1494 belum ada unsur
“materi”dan “bahasa”? Sepanjang fakta sejarah jauh sebelum masa renaissance di
Eropa, dunia sudah mengenal sivilisasi yang bahkan lebihmaju dari sivilisasi
sekarang, misalnya kebudayaan Romawi, Yunani, Cina, Babilonia, Mesopotamia,
Parsi, India dan Islam ( Arab ). Ini membuktikan bahwa akuntansi sudah ada
sebelum Pacioli.
Dalam salah tulisan Littleton ( 1961 ) disebutkan, “ It is especially
noteworthy thay all characteristics of double entry were develop more than ane
hundred years before paciolo’s book appeared.” Dan ini sejalan dengan pendapat
Inore ( Harahap, 1993,1995) yang menyatakan sebelum Pacioli, Benedetto
Cortrugli sudah menulis masalah double entry pada tahun 1458, 36 tahun sebelum
terbitnya buku Pacioli ( Harahap, 1995: 22 ).

S1 Akuntansi (UNPAM)
4

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Gambar 2.2 Lucas Pacioli (Tengah)
Sumber: Ernest Stevelick, The Accounting Historian Journal,
Vol 13, No. 2,Fall 1986, hlm 18.

Kendatipun demikian, wajar jika kita tetap berterima kasih kepada Pacioli
atas kontribusi yang diberikannya karena telah membahas sistem pencatatan
double entry book keeping ini ke dalam sebuah buku yang dapat mudah dipelajari
oleh masyarakat dan sebagai salah satu referensi pengembangan awal akuntansi
modern.
Versi yang lain pun, seperti Peragallo, menyebutkan bahwa orang yang
pertama menulis tata buku berpasangan dengan Benedetto Cortrugli, dengan
bukunya yang berjudul Della Mercatua e del Mercante Perfetto yang selesai
ditulis pada tahun 1458 dan diterbitkan pada tahun 1573. Sebenarnya bahan-bahan
mengenai sistem pembukuan di Italia. Menurut Kiyoshi Inoue dari Saitama
University. ( The Accounting Historian Journal, Spring 1978 ) menyebutkan
sebagai berikut.
Orang yang pertama-tama “menulis”( bukan menerbitkan seperti pacioli)
tentang double entry adalah Benedetto Cortrugli pada tahun 1458, 36
tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cortrugli
ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku pacioli terbit.
Dengan penjelasan ini pertentangan sebenarnya tidak ada.

S1 Akuntansi (UNPAM)
5

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Dalam bukunya ia menyebutkan bahwa terdapat dua factor yang
memengaruhi pencatatan pada era perkembangan perdagangan pada abad ke -9,
yaitu sebagai berikut:
1. Bahan atau material ( sesuatu yang dibutuhkan untuk berkerja ) yang
terdiri dari :
a. Kekayaan pribadi;
b. Modal;
c. Berdagang;
d. Kredit
2. Bahasa atau Language ( media yang menjelaskan tentang bahan ) yang
terdiri dari:
a. Tulisan, yang berarti pencatatan;
b. Uang, sebagai media pertukaran yang dominant;
c. Arithmetic, yaitu perhitungan atau akuntansi;
Littleton ( 1933 ) dan Mathews & Perra, ( 1996 ) yang dikutip M.Akhyar
Adnan ( 1997 ) melalui pendekatan analitis kesejarahan akuntansi, menyatakan
bahwa buku Cotrugli lebih luas di dalam mengidentifikasikan kelahiran tata buku
berpasangan. Dari pemikiran Cotrugli tersebut di atas, mereka menjabarkan
bahwa faktor- faktor tersebut jika digabungkan secara sinergis dengan beberapa
pendekatan ilmu ekonomi dan sosial akan membentuk sebuah metode, yaitu
sebuah perencanaan yang sistematis yang menyebabkan perubahan dari material
tersebut diatas menjadi sebuah bahasa atau komunikasi bisnis.
Lebih lanjut, Littleton ( 1933 ) dan Mathews & Perra, ( 1996 ) berpendapat
bahwa tidak mungkin sistem pembukuan berpasangan ada tanpa kegiatan hal
tersebut diatas. Ketiga unsur tersebut menjadi prasyrat untuk dapat diciptakan dan
dikembangkan sistem buku berpasangan. Dan mereka juga mengansumsikan
bahwa sistem pembukuan berpasangan sudah ada sebelum terbitnya buku karya
Pacioli ( Adnan, 1997 : 7).
Oleh karena itu, menurut penulis, apa yang telah dijabarkan baik dalam
Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita maupun dalam
Mercatua e del Mercante Perfetto nya Cotrugli adalah sama-sama suatu bagian

S1 Akuntansi (UNPAM)
6

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

dari prosees pengembangan cara pencatatan yang sistematik dari yang sudah ada
dan didasarkan pada kondisi masyarakat waktu itu.

Beberapa Temuan Double Entry Pre-Pacioli

Temuan mengenai pencatatan dengan sistem buku berpasangan yang
merupakan bangunan dasar akuntansi modern tidak terlepas dari berkembangnya
ilmu aritmatika, yaitu yang dikembangkan dari persamaan aljabar (sebuah ilmu
ijtihad pemikir Muslim ternama, yaitu Al-Jabr), aritmatika dan temuan angka nol
oleh Al-Khawarizmi (logaritma) pada abad ke-9 M. Ia menulis tentang Al-Jabr
Wa’l Mughabala atau yang dikenal dengan aljabar atau algebra, yang telah
menjadi dasar kesamaan akuntansi. Dari sisi budaya, bangsa Arab waktu itu pun
sudah memiliki administrasi yang cukup maju praktik pemubukuan telah
menggunakan buku besar umum, jurnal umum, buku kas, laporan periodic, dan
penutupan buku.
Al-Khawarizmilah yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan
matematika modern di Eropa, akuntansi modern, yang dikembangkan dari
persamaan aljabar dengan konsep-konsep dasarnya untuk digunakan memecahkan
persoalan-persoalan pembagian harta warisan secara adil sesuai dengan Syariah
yang ada di Al-Qur’an, perkara hukum (law suit), dan praktik-praktik bisnis
perdagangan.
Majunya peradaban sosial budaya masyarakat Arab waktu itu tidak hanya
pada aspek ekonomi atau perdagangan saja, tetap juga pada proses transformasi
ilmu pengetahuan yang berjalan dengan baik. Selain Al-Jabr, Al-Khawarizmi
(Logaritma) juga telah berkembang ilmu kedokteran dari Ibnu Sina (Ave Cenna),
Kimia karya besar Ibnu Rusyd (Averos), Ilmu Ekonomi (Ibnu Khaldun), dan lainlain. Jadi pada masa itu Islam telah menciptakan ilmu murni atau pure science
(aljabar, ilmu ukur, fisika, kimia) dan juga ilmu terapan atau applied science
(kedokteran, astronomi, dan sebagainya).
Transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi ini menarik bagi sejumlah
kalangan ilmuwan dari Eropa. Di antaranya, Leonardo Fibonacci da Pisa

S1 Akuntansi (UNPAM)
7

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

melakukan perjalanan ilmiahnya ke Timur Tengah. Dialah yang mengenalkan
angka Arab dan aljabar atau metode perhitungan ke benua Eropa pada tahun 1202
melalui bukunya yang berjudul Liber Abacci serta memasyarakatkan penggunaan
angka Arab tersebut pada kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan
ekonomi dan transaksi perdagangan. Dari pengenalan angka Arab inilah, teknik
tata buku berpasangan ini berkembang. Akan tetapi, pesatnya perkembangan tata
buku berpasangan ini di Eropa itu sendiri dimulai pada tahun 1135 di Palermo,
Sicily, Italia yang menunjukkan dominasi pengaruh pencatatan pembukuan Arab
(Triyuwono, 1997:9;Siswanto,2000).
Maka jelas sekali selain dari bangsa Eropa yang belajar ke Timur Tengah,
pedagang-pedagang Muslim pun tak kalah andilnya di dalam menyiarkan
(transformasi) ilmu pengetahuan. Hal ini tidak terlepas dari ajaran Al-Qur’an yang
menyeruhkan untuk berdakwah. Mengingat juga kekuasaan Islam yang telah
menyebar hampir separuh daratan Eropa melalui Spanyol dan Africa, dari Jazirah
Arab meluas ke Byzantium, Mesir, suriah, Palestina, Irak (Mesopotamia), Persia,
seluruh Africa Utara berlanjut ke Spanyol dengan penyerbuan pasukan yang
dikomandani Panglima Jabal Thariq (kemudian dikenal dengan selat Gibraltar), ke
Italia, dan daerah-daerah Asia Timur sampai perbatasan China.
Kota-kota yang berada di wiliyah tersebut seperti Kairo, Alexandria,
Damsyik, Baghdad merupakan pusat perdagangan internasional yang cukup pesat
dan ramai. Melalui perdagangan inilah kebudayaan dan teknologi Muslim tersebar
di Eropa Barat. Amalfi, Venice, Pisa, dan Genoa merupakan pelabuhan-pelabuhan
utama terpenting yang menghubungkan perdagangan dari pelabuhan pedagang
Muslim di Afrika Utara dan Laut Tengah bagian Timur, ke kota-kota Kristen
seperti Barcelona, Konstantinopel dan Acre (Triyuwono, 1997:10)
Sejarah

membuktikan

beberapa

system

pencatatan

perdagangan

sebenarnya telah berkembang di Madinah Al Munawarah pada tahun 622 M atau
bertepatan dengan tahun 1 Hijryah (Adnan, 1997). Petugas yang melakukan
pencatatan dan pemeriksaan serta menjaga pencatatan disebut Diwan (yang
mengalami morfologi bahasa menjadi Dewan) Diwan ini telah ada pada zaman
Khalifah Umar Ibnu Khattab pada tahun 634 M dengan Baitul Maalnya. Istilah

S1 Akuntansi (UNPAM)
8

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

awal dalam pembukuan saat itu dikenal dengan Jarridah atau berkembang
menjadi istilah di dalam bahasa Inggris Journal yang secara harfiah berarti berita.
Di Venice, istilah ini dikenal dengan sebutan zornal (Martinelli, 1997 dalam
Adnan, 1997).
Pada tahun 750 M, zaman pemerintahan Abbasiyah, jurnal dikembangkan
lebih semprna menjadi 12 jurnal khusus di antaranya adalah: Al Jaridah
Annafakat (Jurnal Pengeluaran atau Expenditure Journal), Jaridah al-Mal (Jurnal
Penerimaan dana untuk Baitul Mal), Jaridah al Musadarin (Jurnal dana Sitaan
dari harta petinggi negara), Al Awraj yang mencatat akun-akun khusus atau buku
jurnal pembantu, misalnya buku jurnal khusus piutang. Buku harian yang saat ini
lebih dikenal dengan Daily Book atau Jurnal Umum, sudah 15 abad yang lalu
telah dikembangkan, yaitu Daftar Al Yawmi’ah. Daftar Al Yawmi’ah ini
digunakan oleh Dewan dalam setiap pencatatan transaksi dengan pihka ketiga.
Selain itu, juga terdapat Ash Shad atau Voucher. Selain berbagai jurnal juga
dikenal berbagai laporan atau report yang dikenal dengan al khitmah yang bersifat
bulanan, ada pula yang tahunan (Adnan, 1997, Siswanto,2000).
Kalu kita kaji sejarah khusunya sejarah Islam, sebenarnya pada awal
pertumbunhannya mestinya sudah ada sistem akuntansi. Hal ini dapat kita tanya
dari adanya kegiatan kafilah atau pedagang. Menurut sejarahnya, kegiatan
perdagangan ini pun sudah ada pemisahan antara pemilik dengan pedagang
(manajer) seperti kisah Muhammad (sebagai mudharib, pedagang, agen) dengan
Khadijah (sebagai shohibul mal, pemilik). Kemudian, keberadaan ini juga dilihat
dari adanya perintah dalam Al-Qur’an yang terdapat dalam surat AL-Baqarah ayat
282 yang mewajibkan dibuatnya pencatatan transaksi-transaksi yang belum tuntas
seperti adanya utang piutang. Sayangnya literatur belum banyak menganalisis
bagaimana bantuk eksistensi akuntansi pada zaman itu (lebih kurang 570 Masehi).
Dalam literature akuntansi, ternyata yang jadi asal mula akuntansi selalu disebut
di Eropa.
Pada awalnya penerapan akuntansi oleh Muslim waktu itu tidak terlepas
sistem perdagangan yang dikenal dengan konsep mudharabah, perintah syariah
yang termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 282 yang mewajibkan pencatatan

S1 Akuntansi (UNPAM)
9

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

dan pemeriksaan (praktik akuntansi dan audit) dengan baik dan benar, Surat Hud
ayat 85 yang mewajibkan Muslim untuk melakukan proses penakaran atau
timbangan dengan benar, yang pada prinsipnya sesuai dengan prinsip-prinsip
akuntansi, yaitu reliability dan verifiability, dan untuk tujuan perhitungan zakat.
Pada perhitungan zakat, utang diklasifikasikan menjadi tiga berdasarkan
kemampuan bayar, yaitu (Siswanto, 2000) :
1. Arra’ej Menal Mal (collectable debts);
2. Al Munkase Menal Mal (uncollectable debts);
3. Al Muta’adber Wal Mutabayyer (complicated atau doubtful debts).
Perkembangan akuntansi tidak berhenti pada zaman khalifah, tetapi
dikembangkan oleh filsuf Islam antara lain Imam Syafi’i (768-820) dengan
menjelaskan fungsi akuntansi sebagai Review Book atau Auditing. Menurut Imam
Syafi’I, seorang auditor harus memiliki kualifikasi tertentu, yaitu orang yang
hafidz Qur’an (sebagai value judgment), intelektual, dapat dipercaya, bijaksana,
dan kualitas manusia yang baik lainnya.
Itulah sejarah perkembangan praktik akuntansi dengan teknik tata buku
berpasangan yang banyak diduga oleh ahli akuntansi dewasa ini, sebagai hasil
refleksi penelusuran sejarah, lahir peradaban bangsa Arab yang telah memiliki
akidah diennul Islamiyah.
Baru setelah itu banyak sekali teks bahasa Arab yang diterjemahkan ke
dalam bahasa Yunani, Italy, dan Spanyol atau oleh bangsa Eropa lainnya untuk
dikembangkan sesuai dengan perkembangan peradaban masyarakatnya. Seperti
juga akuntansi, setelah Pacioli menerjemahkan Manuscript Arab di Venice, buku
pertama ditulis ke dalam bahasa Belanda dan kemudian diterjemahkan ked ala
bahasa Prancis, Jerman, Inggris, dan menyebar ke seluruh daratan Eropa pada
abad ke-16 dan 17.
Dari sejarah lalu lintas perdagangan dan tranformasi ilmu dan teknologi
ini, Littleton dan Yamey yang disitasi Triyuwono (1997) berpendapat sebagai
berikut.
Teknik tata buku berpasangan ini mestinya berasal dari wilayah Islam
Spanyol, dengan alasan bahwa kebudayaan dan teknologi Muslim abad

S1 Akuntansi (UNPAM)
10

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

pertengahan lebih unggul dan canggih dibanding dengan Eropa Barat dan
Spanyol (pada waktu itu) adalah saluran utama di mana kebudayaan dan
teknologi Muslim dibawa ke Eropa.
Sementara itu, Lieber (1968:203) dari buku yang sama mengatakan
sebagai berikut.
Pedagang-pedagang Italia; dan Negara-negara Eropa lainnya memperoleh
pendidikan pertamanya dalam menggunakan metode bisnis yang canggih
dari rekan bisnis mereka dari daerah sekitar laut Tengah; kebanyakan
mereka adalah Muslim, walaupun terdapat juga segelintir Yahudi dan
Nasrani.
Jadi benar dan sejalan apa yang diungkapkan oleh Pacioli bahwa system
pencatatan telah ada dan digunakan di Venice lebih dari 20 tahun sebelumnya
dengan mengadopsi angka Arab dan akuntansi yang telah dikembangkan
masyarakat Arab (Islam). Dalam bukunya, setiap transaksi harus dicatat dua kali
pada buku jurnal, yaitu di sisi kredit dan di sisi debit. Seperti damlam pernyataan
di bawah ini
…tutte le partite che se metteno al lobro a essere dopie: cioe se tu fai uno
creditore al si fare uno debitore
Contoh pencatatan pada buku Jurnal pada tahun 1994 yang masih
sederhana adalah sebagai berikut.
Per Ser Zuan d’Antonio da Messina : ACassa contati alui per parte
de’spora ditti zuccari second la forma del mercanto……………xxx.
(Siswanto, 2000)
Meskipun Pacioli bukanlah penemu tata buku berpasangan, Pacioli sangat
membantu di dalam menyebarkan gagasan mengenai tata buku berpasangan ke
seluruh Eropa.

Sistem Pembukuan

Glautier (1973) membagi perkembangan sejarah akuntnsi dalam lima
tahap, yaitu sebagai berikut.

S1 Akuntansi (UNPAM)
11

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

1. Periode prakapitalis
2. Kapitalis Nascent, sejalan dengan penemuan double entry bookkeeping
sytem yang berlangsung sekitar abad ke-11 Masehi
3. Kapitalis Merkantilis yang ditandai dengan perkembangan ekonomi di
Eropa dan wilayah Timur
4. Revolusi Industri
5. Perkembangan yang demikian cepat di bidang akuntansi secara terusmenerus.
Perkembangan akuntansi seperti yang dianalisi oleh Belkaoui dipengaruhi
perkembangan sistem, kultur, dan kontruksi sosial masyarakat. Merujuk pada
perubahan sistem global dunia dari Alvin Toffler, Belkaoui, mengklasifikasikan
perkembangan sistem pembukuan menjadi tiga.

Tecnonolgy

1st

2nd

3rd

Labor

Machinary

Semi-

Wave
Physical
conductors
Information

Writing

Printing

Computer
Accounting

Single entry

Double Entry

Triple

Entry
Source : Robert K. Elliot, “ The Third Breaks on the Shores of Accounting, “
Accounting Horizon (June: 1992) :69.

Menurut Yuji Ijiri (1996) dalam sistem single entry transaksi hanya
mencatat dalam satu pos atau satu kali yang tidak menimbulkan pengaruh pada
pos lain. Metode ini sama seperti pencatatan informasi biasa sehingga tampak
seperti laporan. Model ini menggambarkan informasi perusahaan saja (wealth

S1 Akuntansi (UNPAM)
12

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

statement). Beberapa keuntungan dari single entry bookkeeping adalah sebagai
berikut.
1. Pencatatan transaksi dan penyimpanan cukup sederhana dan tidak
memerlukan keahlian khusus.
2. Biaya untuk menggunakan system ini cukup minimal.
3. Untuk menyusun laporan keuangan yang hanya untuk keperluan
perpajakan atau kredit yang sederhana.
Sementara itu, kelemahan single entry bookkeeping adalah:
1. terdapat kesulitan di dalam melakukan pengecekan validitas dan akurasi
dalam pencatatan dan pembukuan dalam neraca percobaan;
2. adanya kemungkinan data dan informasi yang hilang sewaktu menyusun
laporan keuangan;
3. dibutuhkan upaya yang rumit dalam melakukan analisis transaksi dalam
menyusun laporan keuangan;
4. tidak dapat memberikan sistem yang baik untuk peningkatan pengawasan
intern perusahaan.
Belakangan metode single entry berkembang menjadi double entry dan
triple entry accounting sytem.

2.

Sejarah Akuntansi di Indonesia

Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tidak bisa lepas dari perkembarngan
akuntansi dinegara asal perkembangannya. Dengan perkataan lain, Negara luarlah
yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia kendatipun tidak bisa disangkal
bahwa dimasyarakat Indonesia sendiri pasti memiliki system akuntansi atau sistim
pencatatan pelaporam tersendiri. Misalnya saja pada zaman keemasan Sriwijaya,
Majapahit, Mataram. Zaman tersebut pasti memiliki sistim akuntansi tersendiri.
Sayangnya, sejauh ini penelitian mengenai hal ini masih belum dilakukan.
Namun, Sukoharsono (1997) menilai akuntansi masuk ke Indonesia melalui
pedagang Arab yang melakukan transaksi bisnis di kepulauan Nusantara.

S1 Akuntansi (UNPAM)
13

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Periodisasi perkembangan akuntansi di Indonesia dapat dibagi atas :
Zaman Kolonial dan Zaman Kemerdekaan.
Zaman Kolonial

Zaman VOC
Sebelum bangsa Eropa: Portugis, Spanyol, dan Belanda masuk ke
Indonesia transaksi dagang dilakukan secara barter. Cara ini tidak melakukan
pencatatan. Pada waktu orang-orang Belanda datang ke Indonesia kurang lebih
akhir abad ke 16, mereka datang dengan tujuan untuk berdagang. Kemudian
merek a membentuk perserikatan Maskapai Belanda yang dikenal dengan nama
Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), yang didirikan pada tahun 1602,
sebagai peleburan dari 14 maskapai yang beroperasi di Hindia Timur. Selanjutnya
VOC membuka cabangnya di Batavia pada tahun 1619 dan di tempat-tempat lain
di Indonesia. Kemudian dibentuk jabatan Gubernur Jenderal untuk menangani
urusan-urusan VOC. Akhir abad ke – 18 VOC mengalami kemunduran dan
akhirnya dibubarkan pada 31 Desember 1799.
Dalam kurun waktu itu,VOC memperoleh hak monopoli perdagangan
rempah-rempah yang dilakukan secara paksa di Indonesia, dimana jumlah
transaksi dagangnya, baik frekuensi maupun nilainya terus bertambah dari waktu
kewaktu. Pada tahun itu bias dipastikan Maskapai Belanda telah melakukan
pencatatan atas mutasi transaksi keuanganya.
Dalam hubungan itu, Ans Saribanon Sapiie (1980), mengemukakan bahwa
menurut stible dan stroomberg, bukti autentik mengenai catatan pembukuan di
Indonesia paling tidak sudah ada menjelang pertengahan abad ke-17.
Hal itu ditunjukan dengan adanya sebuah instruksi gubernur jenderal VOC
pada tahun 1642 yang mengharuskan dilakukan pengurusan pembukuan atas
penerimaan uang, pinjaman-pinjaman,dan jumlah uang yang diperlakukan untuk
pengeluaran (exsploitasi) garnisun-garnisun dan galangan kapal yang ada di
Batavia dan Surabaya.

S1 Akuntansi (UNPAM)
14

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Zaman Penjajahan Belanda

Setelah VOC bubar pada tahun 1799, kekuasaanya diambil alih oleh
Kerajaan Belanda, zaman penjajahan belanda dimulai tahun 1800-1942. Pada
waktu itu, catatan pembukuanya menekankan pada mekanisme debet dan kredit,
yang antara lain dijumpai pada pembukuan Amphioen Socyteit di Batavia.
Amphioen Socyteit bergerak dalam usaha peredaran candu atau morfin
(amphioen) yang merupakan usaha monopoli di Belanda.
Pada abad ke- 19 banyak perusaan Belanda didirikan atau masuk ke
Indonesia dengan membuka cabang atau perwakilan, yang antara lain sebagai
berikut.
a. Deli Maatschaappij (perkebunan)
b.

Biliton Maatschaappij (timah)

c. Bataafche Petroleum Maatschaappij ( minyak)
d. Koninklijke paketvaart Maatscheappij

(pelayaran nusantara), setelah

dinasionalisasikan oleh pemerintah RI menjadi perusahaan pelayaran
nasional (PELNI)
e. Rotterdamsch Lloyd (Maskapai atau agen pelayaran internasional), setelah
dinasionalisasikan menjadi Djakarta Lloyd
f. Koninklijke Nederlands Indische Luhtvaart Matschaappij (penerbangan
nusantara ), setelah dinasionalisasikan menjadi Garuda Indonesia Airways.
g. Stoomvart Maatschaappij Nederlands
h. Firma Ruys of de Oost
i. NederlandsHandel’s Bank
j. Algemene Handel’s Bank
Untuk mengangkut hasil produksi perkebunan dan tambang, dibuka jalan
kereta api dari daerah asal menuju ke pelabuhan. Kereta api yang utama diadakan
pada tahun 1870 yang menghubungkan antara daerah pedalaman jawa tengah
dengan semarang, menyusul dari pedalaman Jawa Barat ke pelabuhan Tanjung
Priok, dari pedalaman Jawa Timur ke pelabuhan Tanjung Perak dan dari
Pedalaman Sumatra Selatan ke Palembang. Disamping jalan kereta api juga

S1 Akuntansi (UNPAM)
15

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

dibangun dan atau ditingkatkan ke jalan darat untuk melancarkan arus produksi
perkebunan dan pertambangan ke kota-kota pelabuhan.
Catatan pembukuannya merupakan modifikasi system Venesia-Italia, dan
tidak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan
sistim pencatatan tersebut karena kondisinya sangat menekankan pada praktikpraktik dagang yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda.
Sedangkan, segmen bisnis menengah ke bawah

dikuasai oleh pedagang

keturunannya, yaitu: Cina, India, dan Arab. Sejalan dengan itu, ada kebebasan
dalam

penyelenggaraan

pembukuan

sehingga

praktik

pembukuannya

menggunakan atau dipengaruhi oleh sistim asal etnis yang bersangkutan.
Hadibroto (1992) mengikhtisarkan sistim pembukan asal etnis sebagai
berikut.
a. Sistim pembukuan Cina, terdiri dari lima kelompok, yaitu
-

Sistim Hokkian (Amoy)

-

Sistim Kanton;

-

Sistim Hokka;

-

Sistim Tio Tjoe atau Sistim Swatows;

-

Sistim Gaya Baru (New System).

-

Sistim pembukuan India atau Sistim Bombay

-

Sistim pembukuan Arab atau Hadramaut

Penjajahan Jepang

Pada zaman penjajahan jepang tahun 1942-1945, banyak orang Belanda
yang ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel-sel oleh tentara jepang. Hal ini
menyebabkan kekurangan tenaga kerja pada jawatan – jawatan Negara termasuk
Kementrian Keuangan.
Untuk mengatasi hal tersebut, diadakan latihan pegawai dan kursus-kursus
pembukuan pola Belanda dengan tenaga pengajarnya antara lain : J.E. de I’duse,
Akuntan, Dr. Abutari, Akuntan, J.D. Masie dan R.S. Koesoemaputro.
Sejalan dengan itu, kondisi pembukuan pada masa pendudukan Jepang
tidak mengalami perubahannya yang berarti, tetap menggunakan pola Belanda.

S1 Akuntansi (UNPAM)
16

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Jepang juga mengajarkan pembukuan dengan menggunakan huruf kanji, namun
tidak diajarkan pada orang-orang Indonesia.

1. Zaman Kemerdekaan
Sistim akuntansi yang berlaku awalnya di Indonesia adalah sistim
akuntansi Belanda yang lebih dikenal dengan sistim tata buku. Sistim ini
sebetulnya merupakan

subsitim dari ilmu akuntansi dalam bidang metode

pencatatan, jadi bukan seperti ilmu disiplin ilmu akuntansi yang dikenal di
Amerika. Karena perusahaan yang bergerak dibidang Indonesia adalah milik
Belanda dan susidiari dari perusahaan yang berpusat di Netherland, wajar tata
buku ini yang dipakai sehingga kebutuhan pasar adalah mereka yang menguasai
tata buku ini. Tentu pendidikan akuntansinya juga akan melihat pasar, maka tidak
heran sistim pencatatan yang diajarkan disekolah-sekolah formal maupun
disekolah atau kursus-kursus adalah tehnik pembukuan ini. Pendidikan formal
yang mengajarkan tata buku ini adalah SMEP ( Sekolah Menengah Ekonomi
Pertama), SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) serta SMA (Sekolah
Menengah Atas) jurusan social dan seterusnya di Universitas yang memiliki
Fakultas Ekonomi
Di samping lembaga pendidikan formal banyak lembaga pendidikan
informal yang menyelenggarakan kursus-kursus tata buku. Biasanya peserta
kursus ini ingin mengikuti ujian nasional tata buku yang diselenggarakan atas
pengakuan pemerintah jenjangnya adalah Bond A, Bond B, dan M.B.A. mereka
yang telah lulus ujian nasional ini biasanya sangat laku di masyarakat.
Setelah kemerdekaan kebencian kepada Belanda juga memengaruhi
eksistensi perusahaan Belanda sehingga pada tahun 1950-an perusahaan milik
Belanda dinasionalisasi dan modal asing pun mulai masuk. Modal asing yang
masuk ini umumnya berasal dari perusahaan Amerika. Sebagaimana awalnya
maka sudah barang tentu perusahaan Amerika juga membawa system
akuntansinya sendiri yang harus diikuti perusahaan miliknya di Indonesia. Pada
saat yang sama, perusahaan yang ada masih tetap mengikuti system akuntansi

S1 Akuntansi (UNPAM)
17

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Belanda yang sudah mapan. Sejak saat ini muncullah dualisme system akuntansi
di Indonesia.
Masuknya modal asing di Indonesia serentak dengan masuknya bantuan
luar negeri khususnya dari Amerika dan sekutunya sehingga pemerintah Amerika
juga memberi bantuan berupa system akuntansi di pemerintahan, dosen-dosen
tamu mengajar di berbagai universitas di Indonesia, dan memberikan beasiswa
kepada dosen di Indonesia untuk belajar di Amerika. Maka muncullah system
baru, buku-buku teks akuntansi Amerika dan menjadi bahan pelajaran di
Universitas. Ahli-ahli akuntansi pun semakin banyak. Keadaan ini semakin
meluas sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan hubungan
Internasional dan ekonomi yang semakin erat. System Akuntansi Amerika
semakin

dominan.

Salah

seorang

dosen

akuntansi

senior

Indonesia

Dr.S.Hadibroto telah menulis disertasi tentang dua system ini dengan judul yang
sudah diterjemahkan : Studi Perbandingan antara Akuntansi Amerika dan
Belanda aan Pengaruhnya terhadap Profesi di Indonesia. Pada kesimpulan
disertasinya beliau menyarankan agar Indonesia lebih baik memilih system
akuntansi Amerika dibandingkan dengan system akuntansi Belanda. Beliau
menyarankan agar guru-guru tata buku dan ujian tata buku harus mencakup teknik
dan system tata buku Amerika pada kurikulumnya.
Pada tahun 1980 pemerintah Indonesia atas bantuan pinjaman dari World
Bank melakukan upaya harmonisasi system akuntansi sehingga diupayakan untuk
menghapus dualisme tadi. Upaya yang dilakukan antara lain mendirikan Pusat
Perkembangan Akuntansi (PPA) di empat universitas UI, UGM, UNPAD, dan
USU. PPA ini di samping memberikan beasiswa kepada dosen-dosen peguruan
tinggi juga melakukan penataran akuntansi kepada seluruh guru-guru Tata buku di
SMEA maupun di SMA seluruh Indonesia. Dengan selesainya proyek itu, makan
di SMEA, SMA dan diikuti kemudian oleh lembaga-lembaga kursus, system
akuntansi Amerikalah yang di ajarkan sehingga berakhirnya dualisme system
akuntansi dan pendidikan akuntansi di Indonesia.

S1 Akuntansi (UNPAM)
18

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Pengaruh Pola Belanda

Sebagai daerah bekas jajahan Belanda, kondisi praktik pembukuan dan
perkembangan pemikiran akuntansinya adalah bagian sejarah perkembangan
profesi akuntansi Belanda yang berpengaruh cukup kuat sampai dengan
dasawarsa 1960-an.
Profesi akuntansi Belanda memfokuskan pada teori nilai ganti, belum ada usaha
konkret untuk merumuskan standar akuntansi yang berlaku umum, sebagaimana
dilakukan profesi akuntan Amerika. Kebutuhan prinsip atau standar akuntansi
sebagai pedoman dalam praktik pembukuan, didasarkan pada ukuran etika umum
yang harus dipegang teguh oleh para saudagar, yaitu adat kebiasaan dagang yang
baik ( goed koompman’s gebruik ) .
Dunia pendidikan tinggi kurikulum akuntansinya berpola Belanda masih
berpengaruh kuat sampai dengan pertengahan dasawarsa tahun 1970-an. Dalam
masa itu, untuk memperoleh gelar akuntan harus melalui system panjang dengan
lama pendidikan 6 tahun, yaitu 4 tahun untuk studi ekonomi perusahaan (
manajemen) ditambah 2 tahun studi akuntansi dengan buku teks karangan penulis
Belanda yang telah diterjemahkan atau disadur kedalam bahasa Indonesia oleh
R.Soemita Adikoesoemah, antara lain Tata Buku Amanuli; Tata Buku Lanjutan (
Vooretgezet Boekhouden) oleh Dr.A.J.A. Prange; administrasi Perusahaan
Modern (APM); Teori Ilmi Biaya dan Neraca oleh Prof.Dr.Mey Jr; Ilmu Biaya
dan Harga Pokok oleh Van Der Scroef; Ilmu Neraca (Bedrijfshuis houndkonde
Balansleer) Prof.Dr.O.Bakker; Dasar-dasar Organisasi Administrasi oleh J.Van
Nimwegen: Pengantar Kontrol Bagi Akuntan ( Inleiding Tot de Leer van de
Accountatscontrole) oleh J.E Spinosa Catella dan L.G . Van Der Hoek
Tingkat

pendidikan

menengah

SMEA

dan

SLTA/SMU,

buku

pegangannya adalah Tata buku – Amanuli dan Hitungan Dagang saduran Effendi
Harahap maupun buku-buku karangan Z.A Moechtar. Pengajaran tata buku harus
berlangsung bahkan sampai dengan dasawarsa 1970-an, di tandai dengan terbitnya
Tata Buku dalam Masa Pembangunan, dan Hitung Dagang karangan Z.A
Moechtar, yang terutama digunakan untuk pendididkan di luar sekolah atau
kursus-kursus guna memperoleh ijazah keterampilan bond A (A1 dan A2) bond B

S1 Akuntansi (UNPAM)
19

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

serta APM. Instansi pemerintah dan swasta memperkerjakan tenaga-tenaga yang
berpengetahuan pembukuan pola Belanda.

Pengaruh Pola Amerika

Pada tahun 1905 dengan ditetapkannya kenijaksanaan pintu terbuka ( open
door policy ). Beberapa perusahaan asing selain Belanda mulai masuk dan
beroperasi di Indonesia, antara lain Shell ( Inggris ), Caltex dan Stanvak (
Amerika Serikat ), maka nuasa baru praktik pembukuan mulai timbul di
Indonesia, namun masih terbatas sekali pengaruhnya.
Perjalanan sejarah menunjukan bahwa sejak diputuskannya hubungan
diplomasi antara Indonesia dengan Belanda pada tahun 1957 karena konfrontasi
Irian Barat, antara lain berdampak pada dunia pendidikan. Dampak yang
ditimbulkan, yaitu para pengajar Belanda dikembalikan ke negerinya, publikasi
dan literature-literatur terhenti pengirimannya, dan para pelajar yang memperoleh
beasiswa dari pemerintahan atau yayasan di beri kesempatan studi ke Amerika
atau Negara lain selain Belanda. Para mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas
belajarnya antara lain S.Hadibroto tahun 1958, Oskar Surjaatmadja, Soemantri
Soedirono, Rasidi, dan Arifin Wirakusumah, mendapat gelar MASc dari
Universitas Illinois dan California sekitar 1963.

3.

Sejarah IAI dan Standar Akuntansi Indonesia

Sejarah IAI

Pada waktu Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi,
yaitu Prof. Dr.Ambutari, sedangan Prof. Soemardjo lulusan pendidikan akuntan di
negeri Belanda pada tahun 1956. akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan
dalam negeeri adalah Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan
Go Tie Siem, mereka lulusan pertengahan tahun 1957. ke empat

akuntan ini

bersama dengan Prof. Soemardjo mengambil prakasa mendirikan perkumpulan
akuntan untuk bangsa Indonesia saja. Alasanya, mereka tidak mungkin menjadi
anggota NIVA ( Nederlands Institute Van Accountants ) atau VAGA (Vereniging
Academisch Govormde Accountants). Mereka menyadari keindonesiaannya dan
S1 Akuntansi (UNPAM)
20

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

berpendapat tidak mungkin kedua lembaga itu akan memikirkan perkembangan
dan pembinaan akuntan Indonesia. (www.iai.co.id)
Hari Kamis, 17 Oktober 1957, kelima akuntan tadi mengadakan
pertemuan di aula Universitas Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikan
perkumpulan akuntan Indonesia. Karena pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh
semua akuntan yang ada maka diputuskan membentuk Panitia Persiapan
Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia. Panitia diminta menghubungi akuntan
lainnya untuk menanyakan pendapat mereka. Dalam Panitia itu Prof. Soemardjo
duduk sebagai ketua, Go Tie Siem sebagai penulis, Basuki Siddharta sebagai
bendahara, sedangkan Hendra Darmawan dan Tan Tong Djoe sebagai komisaris.
Surat yang dikirimkan Panitia kepada enam akuntan lainnya memperoleh jawaban
setuju.
Perkumpulan yang akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
akhirnya berdiri pada 23 Desember 1957, yaitu pada pertemuan ketiga yang
diadakan di aula UI pada pukul 19.30.

Susunan pengurus pertama terdiri dari:
Ketua

Prof. Dr. Soemardjo Tjitrosidojo

Panitera

Drs. Mr. Go Tie Siem

Bendahara

Drs. Sie Bing Tat (Basuki Siddharta)

Komisaris

Dr. Tan Tong Djoe
Drs. Oey Kwie Tek (Hendra Darmawan)

Keenam akuntan lainnya sebagi pendiri IAI adalah
1. Prof. Dr. Abutari
2. Tio Po Tjiang
3. Tan Eng Oen
4. Tang Siu Tjhan

S1 Akuntansi (UNPAM)
21

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

5. Liem Kwie Liang
6. The Tik Him
Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958
dan naskah finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman
mengesahkannya pada 11 Februari 1959. Namun demikian, tanggal pendirian IAI
ditetapkan pada 23 Desember 1957. Ketika itu, tujuan IAI adalah:
a. Membimbing

perkembangan

akuntansi

serta

mempertinggi

mutu

pendidikan akuntan.
b. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.
Sejak pendiriannya 49 tahun lalu, kini IAI telah mengalami perkembangan
yang sangat luas. Hal ini merupakan perkembangan yang wajar karena profesi
akuntansi tidak dapat dipisahkan dari dunia usaha yang mengalami perkembangan
pesat. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah meluasnya orientasi
kegiatan profesi, tidak lagi semata-mata di bidang pendidikan akuntansi dan mutu
pekerjaan akuntan, tetapi juga upaya-upaya untuk meningkatkan kepercayaan
masyarakat dan peran dalam perumusan kebijakan publik.

Sejarah SAK

Setidaknya, terdapat tiga tonggak sejarah dalam pengembangan standar
akuntansi keuangan di Indonesia.
Pertama: menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973.
Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi prinsip dan
standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu buku”Prinsip Akuntansi
Indonesia (PAI).”
Kedua: terjadi pada tahun 1984. Pada masa itu, komite PAI melakukan revisi
secara mendasar PAI 1973 dan kemudian mengkondifikasikannya dalam buku
“Prinsip Akuntansi Indonesia 1984” dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan
akuntansi dengan perkembangan dunia usaha.
Ketiga: pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984
dan melakukan kodifikasi dalam buku “Standar Akuntansi Keuangan” (SAK) per
1 Oktober 1994.

S1 Akuntansi (UNPAM)
22

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Sejak tahun 1994, IAI juga telah memutuskan untuk melakukan
harmonisasi dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan
standarnya. Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perubahan dari harmonisasi
ke adaptasi, kemudian menjadi adopsi dalam rangka konvergensi dengan
International Financial Reporting Standards (IFRS). Program adopsi penuh
dalam rangka mencapai konvergensi dengan IFRS direncanakan dapat terlaksana
dalam beberapa tahun ke depan. Dalam perkembangannya, standar akuntansi
keuangan terus direvisi secara berkesinambungan, baik berupa penyempurnaan
maupun penambahan standar baru sejak tahun 1994. Proses revisi telah dilakukan
enam kali, yaitu 1 Oktober 1995, 1 Juni 1996, 1 Juni 1999, 1 April 2002,
1Oktober 2004, dan 1 September 2007. Buku “Standar Akuntansi Keuangan per 1
September 2007” ini didalmnya sudah bertambah dibandingkan revisi sebelumnya
yaitu tambahan KDPPLK Syariah, 6 PSAK baru, dan 5 PSAK revisi. Secara garis
besar, sekarang ini terdapat 2 KDPPLK, 62 PSAK, dan 7 ISAK.
Untuk dapat menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baik maka
badan penyusunannya terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan
kebutuhan. Awalnya, cikal bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia
Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk
pada tahun 1973. Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia
(PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan.
Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun
1974 hingga 1994 dengan susunan laporan personel yang terus diperbarui.
Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI
diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK).
Kemudian, pada Kongres VIII IAI 23-24 September 1998 di Jakarta,
Komite SAK diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK) dengan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan
ISAK. Selain itu, juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) Dan
Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK). Komite Akuntansi
Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran
kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi

S1 Akuntansi (UNPAM)
23

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

syariah yang dilakukan oleh DSAK. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri
atas profesi akuntan dan luar profesi akuntan, yang mewakili para pengguna,
merupakan mitra DSAK dalam merumuskan arah da pengembangan SAK di
Indonesia.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), sebagai wadah organisasi profesi
akuntansi Indonesia, berdiri di Jakarta pada 23 Desember 1957. IAI berhasil
menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada tahun 1973,
dengan maksud antara lain: menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di
Indonesia dan sebagai prasarana bagi terbentuknya pasar uang dan

modal d

Indonesia pada waktu itu, laporan keuangan dari perusahaan yang akan go pulic,
harus disusun atas dasar prinsip-prinsip akuntansi tersebut.
Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1973 adalah hasil kerja panitia
Penghimpun Bahan-bahan dan Strukur daripada Generally Accepted Accounting
Principles and Generally Accepted Auditing Standars yang terdiri dari Dewan
Penasihat

Panitia

Kerja,

antara

lain

telah

berhasil

menghimpun

dan

mengkodifikasikan prinsip akuntansi. Hasilnya kemudian disahkan pada Kongres
III 2 Desember 1973, yaitu menjelang diaktifkannya kembali Pasar Uang dan
Modal. PAI ini merupakan salah satu prasarana mutlak bagi terbentuknya pasar
uang dan modal pada waktu itu, di mana laporan keuangan perusahaan yang akan
mengeluarkan surat-surat berharga kepada masyarakat harus disusun berdasarkan
prinsip akuntansi tesebut. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk
menghimpu Prinsip Akuntansi 1973 adalah sebagai berikut.
a.

Buku Prinsip-prinsip Accounting yang diterbitkan oleh Direktorat
Akuntan Negara, Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara
(DJPKN),

Departemen

Keuangan

RI

sekarang

bernama

Badan

Pengawasan dan Pembangunan (BPKP).
b.

Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Business
Enterprise, oleh Paul Grady, diterbitkan oleh AICPA.

c.

Opinions of Accounting Principles Board, diterbitkan oleh ICPA.

d.

Kumpulan dari Accounting Research Bulletins (ARBs), diterbitkan oleh
AICPA.

S1 Akuntansi (UNPAM)
24

Modul Teori Akuntansi

e.

Akuntansi

A Statement of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh
Accounting and Auditing Research Committee dari Accountancy Research
Foundation.

f.

Wet op de Jaarekening van Ondernemingen, diterbitka NIVRA.

g.

Beberapa literature lainnya.
PAI 1973 ini setelah berjalan selama satu dasawarsa kemudian

disempurnakan lagi dengan Prinsip Akuntansi Indonesia 1984.
Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 adalah sebagai ganti Prinsip Akuntansi
Indonesia 1973. Sama halnya dengan PAI 1973, perumusan prinsip, prosedur,
metode, dan teknik-teknik dalam Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 ini, dibatasi
pada hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi keuangan yang diungkapkan
secara garis besar atau bersifat umum, tidak mencakup praktik akuntansi untuk
industri tertentu. Oleh karena itu, prinsip-prinsip yang memerlukan penjabaran
lebih lanjut diatur dengan “pernyataan” tersendiri.
Sehubungan dengan itu, Komite PAI-IAI mulai tahun 1986 menerbitkan
serangkaian Pernyataan PAI dan Interprestasi PAI untuk mengembangkan,
menambah, mengubah serta menjelaskan standar akuntansi keuangan yang
berlaku, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PAI 1984. Setelah
berlangsung selama sepuluh tahun PAI 1984 diganti dengan Standar Akuntansi
1994. Standar Akuntansi Keuangan 1994 mengadopsi pernyataan resmi
(pronouncements) International ACCOUNTING Standards Committee (IASC).
IAI mengadopsi statemen atau pernyataan IASC sebagai dasar acuan standar
akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kemudian dasar acuan standar
akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kemudian menerbitkan dua buah
buku, yaitu Standar Akuntansi Keuangan – Oktober 1994, buku satu dan dua yang
berisi (1) Kerangka Dasar.

S1 Akuntansi (UNPAM)
25

Modul Teori Akuntansi

4.

Akuntansi

Pendidikan Akuntansi

Sebelum dikeluarkannya UU no. 34/1954 tentang gelar akuntan, semua
orang dapat menyatakan dirinya selaku akuntan dan memakai gelar akuntan.
Dengan dikeluarkannya ini, maka pemerintah mereka yang berhak memakai gelar
akuntan hanyalah mereka yang lulus dari Fakultas Ekonomi Neheri Jurusan
Akuntansi dan Swasta yang disamakan, diatur oleh panitia persamaan ijasah
akuntan. Dengan semakin banyaknya fakultas ekonomi swasta maka pemerintah
bersama IAI mngatur pelaksanaan Ujian Negara Akuntan. Pelaksanaan ujian ini
terus dibenahi samapi pada akhirnya lulusan negeri dan swasta akhirnya
diwajibkan harus mengikuti ujian yang sama jika ingin mendapat gelar akuntan.
Sejarah perkembangan dunia pendidikan tinggi akuntansi waktu itu
mengalami kemajuan menarik, yaitu Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
dalam dasawarsan 1960-an

membuka jurusan akuntansi dengan muatan

kurikulum dan sistemnya berpola amerika.
Arah perkembangannya makin mantap sejak Konsorsium Ilmu Ekonomi
(KIE) Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan berdiri pada tahun 1975, menetapkan syarat-syarat minimal
kurikulum jurusan akuntansi berpola amerika, untuk seluruh Fakultas Ekonomi
Negeri.
Sejalan dengan itu Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) sebagai
lembaga di bawah Konsorsium Ilmu Ekonomi, yang berkedudukan di Fakultas
Ekonomi Negeri setempat, yang mulai beroperasi pada tahun 1979, Bertugas
antara lain:
a. Mengintegrasikan satu pola pendidikan akuntansi, yaitu pola amerika;
b. Sebagai pelaksana Ujian Nasional Akuntansi (UNA) bagi peserta yang
berasal dari lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi dari
universitas swasta maupun negeri yang belum memenuhi persyaratan
memakai gelar akuntan.
Setelah menempuh dan lulus ujian UNA dalam dua tahap, yaitu UNA
Dasar dan UNA Profesi, yang bersangkutan berhak memakai gelar Akuntan
sesuai dengan UU No. 34 Tahun 1954, Tentang Pemakaian Gelar Akuntan.

S1 Akuntansi (UNPAM)
26

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Pendidikan menegah pun diintegrasikan dengan pola amerika, guru-guru SMEA
ditatar akuntansi oleh PPA setempat. Demikian pula, pendidikan diluar
sekolah/kampus diajarkan dan diselenggarakan ujian akuntansi berjenjang, yaitu:
a. Tingkat dasar;
b. Terampil;
c. Mahir;
Sebagai pengganti ujian tata buku (bond A dan B) pola belanda.
Dalam rangka meningkatkan penguasaan akuntansi terhadap pengetahuan
dan kompetensi teknis dan kompentensi teknis di bidang akuntansi, dan untuk
menyongsong keterbukaan dalam era pedagangan bebas, maka IAI dengan
dukungan Departemen Keuangan RI menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Akuntan
Publik (USAP), dengan tujuan untuk menguji kemampuan akuntan untuk
berpraktik sebagai akuntan publik. Adapun mata kuliah yang diajukan adalah
sebagai berikut.
a. Teori dan Praktik Akuntansi Keuangan
b. Auditing dan Jasa Profesional Akuntan Publik Lainnya
c. Akuntansi Manajemen dan Manajemen Keuangan
d. Sistem Informasi Akuntansi
e. Perpajakan dan Hukum Komersial
Peserta USAP hanya dapat diikuti oleh mereka yang memiliki gelar akuntan.
Ujian USAP diselenggarakan pertama kali pada september 1997 dan akan
dilaksanakan dua kali dalam setiap periode atau setiap tahun.
Adapun kesempatan dan batas waktunya adalah sebagai berikut.
a. Peserta yang mengikuti ujian pertama kali harus menempuh seluruh mata
ujian.
b. Ujian ulangan hanya dapat ditempuh umtuk mata ujian yang belum ;u;us
dalam uian-uian sebelumnya
c. Kesempatan untuk menyelesaikan seluruh mata kuliah adalah empat kali
ujian atau dia tahu sejak ujian pertama kali ditempuh
d. Apabila dalam periode waktu tersebut masih belum lulus seluruh mata
ujian, maka yang bersangkutan dinyatakan gagal untuk seluruh mata ujian.

S1 Akuntansi (UNPAM)
27

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Dalam hal ini, perserta yang bersangkutan dapatmendaftar kembali
sebagai peserta USAP dan dinyatakan sebagai peserta baru.
Akuntan peserta USAP yang dinyatakan lulus untuk seluruh mata ujian berhal
memperoleh sebutan Bersertifikas Akuntan Publik (BAP) yang dikeluarkan IAI.
Bersertifikat Akuntan Publik tersebut adalah salah satu syarat utama untuk
mendapatkan izin praktik sebagai Akuntan Publik dari Departemen Keuangan RI.
Disamping itu, IAI sebagai organisasi profesi telah memfasilitasi anggotanya
untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan kompetensi profesionalnya,
yang terdiri dari tiga unsur, yaitu: (1) Keterampilan Profesional (2)
Pengetahuan Profesional (3) Etika Profesi. Untuk Itu, IAI menyelenggarakan
Program Pendidikan Berkelanjutan (PPL), yang meliputi ketiga unsur tersebut.
Program ini dirancang untuk memudahkan para anggota IAI dalam memenuhi
kewajibannya di bidang pendidikan dan latihan. Sedangkan publikasi berkala
IAI adalah News Letter untuk kalangan profesi, dan majalah bulanan Media
Akuntansi.

C. Latihan Soal/Tugas
1. Jelaskan sejarah perkembangan akuntansi dari berbagai publikasi umum
dan khusus!
2. Jelaskan prediksi perkembangan akuntansi di masa mendatang!

D. Daftar Pustaka
Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta :
BPFE

S1 Akuntansi (UNPAM)
28

Judul: Teori Akuntansi - Pertemuan 3 Sejarah Perkembangan Akuntansi

Oleh: Fika Safitri


Ikuti kami