Teori Akuntansi - Pertemuan 18 Akuntansi Islam

Oleh Fika Safitri

34 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi - Pertemuan 18 Akuntansi Islam

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

Pertemuan 18:
Akuntansi Islam

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu:
1.

Menjelaskan perkembangan akuntansi islam.

2.

Menjelaskan penerapan akuntansoi islam di Indonesia.

B. Uraian Materi
Akuntansi dalam Islam

Penelitian dan penulisan yang mengkaji akuntansi dalam islam sudah mulai
merebak, baik di Barat maupun di tanah air sendiri. Literatur yang membahas
topik ini di tanah air dapat dilihat dalam buku Akuntansi Pengawasan dan
Manajemen dalam Perspektif Islam (Harahap, 1992), Akuntansi Islam (Harahap,
1999), Organisasi dan akuntansi Syariah (Triwiyono, 2000) dan sebagainya.
Pembahasan akuntansi dalam Islam ini tidak mengada-ada dan tidak bersifat
apologia, tetapi benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan sumber
referensinya yang sah. Akuntansi dalam islam dapat kita lihat melalui pedoman
suci umat Islam, Al-Quran adalah sebagai berikut.
Hai orang – orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara
tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah seorang penulis di antara
kamu

menulisnya

dengan

benar.

Dan

janganlah

penulis

enggan

menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah
ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakkan apa yang
ditulis itu, dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan

S1 Akuntansi (UNPAM)
1

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada utangnya. Jika yang berutang
itu orang yang lemah akal atau lemah keadaanya atau dia sendiri tidak
mampu mengimlakkan, maka hendaklah wakilnya mengimlakkan dengan
jujur dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang laki-laki
diantara kamu. Jika tidak ada dua orang laki-laki maka bolehlah seorang
laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi yang kamu ridhoi, supaya jika
seorang lupa seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi itu enggan
memberi keterangan apabila mereka dipanggil, dan janganlah kamu jemu
menuliskan utang itu, baik kecil maupun besar sampai waktu membayarnya.
Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan
persaksian dan lebih dekat kepada tidak menimbulkan keraguan. (Tulislah
muamalahmu itu) kecuali jika muamalahmu itu perdagangan tunai yang
kamu jalankan diantara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu
tidak menuliskannya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjualbeli, dan
janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan yang
demikian itu maka sesungguhnya hal itu adalah kefasikan pada dirimu. Dan
bertakwalah kepada Allah. Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. (lihatAl-Qur‟an dan terjemahannya, YPPA, PT Bumi Restu)

Dalam islam selalu ditekankan jangan melakukan kecurangan dan
menimbulkan kerugian kepada pihak lain. Ketentuan ini harus ditegakkan dengan
cara apa pun. Harus ada sistem yang dapat menjaga agar semua hak-hak
stakeholders termasuk hak social, dan lingkungan dan pemerintah dijaga dan
jangan sampai ada y6ang dirugikan dalam kontrak kerja sama apakah dalam
bidang jual beli, mudharabah, atau musyarakah.
Prof. Dr. Hamka dalam tafsir Al-Azhar juz 3 tentang surat Al-Baqarah ayat
282 ini mengemukakan beberapa hal yang relevan dengan akuntansi sebagai
berikut.
Perhatikanlah tujuan ayat! Yaitu kepada kalian orang yang beriman kepada
Allah supaya utang piutang itu ditulis, itulah dia yang berbuat sesuatu
pekerjaan karena Allah, karena perintah Allah dilaksanakan. Sebab itu,

S1 Akuntansi (UNPAM)
2

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

tidaklah layak berbaik hati kepada kedua belah pihak lalu berkata tidak perlu
dituliskan karena kita sudah percaya memercayai. Padahal umur kedua belah
pihak sama-sama ditangan Allah. Si Anu mati dalam berutang, tempat
berutang menagih pada warisnya yang tinggal. Si waris bias mengingkari
utang itu karena tidak ada surat perjanjian.
Beliau mengungkapkan secara jelas betapa wajibnya memelihara tulisan. Dan
perintah inilah yang selalu diabaikan umat Islam sekarang ini. Bahkan yang lebih
parah sudah sampai pada suatu situasi seolah-olah menuliskan transaksi seperti ini
menunjukan kekurangpercayaan satu sama lain, padahal ini merupakan perintah
Allah Swt. Kepada umatnya yang tentunya harus dipatuhi.
Buya Hamka melanjutkan lagi :
…. Dan apabila dibelakang hari perlu dipersaksikan lagi sudah ada hitam
diatas putih tempat berpegang dan keragu-raguan hilang, sebab sampai
sekecil-kecilnyapun dituliskan.
Mengomentari tentang transaksi kontan Buya Hamka menulis sebagai berikut
:
… di zaman kemajuan sebagai sekarang, orang berniaga sudah lebih teratur
sehingga membeli kontan pun dituliskan orang juga, sehingga si pembeli
dapat mencatat berapa uangnya keluar pada hari itu dan si penjual pada
menghitung penjualan beberapa barang yang laku dapat pula menjumlahkan
dengan sempurna. Tetapi yang semacam ini terpuji pada syara, „Kalau
dikatakan tidak mengapa (dalam Al-Qur‟an. Pen) tandanya ditulis lebih baik.
Pendapat Buya Hamka ini menunjukan bahwa sebenarnya syara‟ pun
menganjurkan pencatatan baik yang tunai maupun yang masih accrual
sebagaimana yang sekarang diterapkan dalam akuntansi.
Dari ayat ini dapat kita catat bahwa dalam Islam, sejak munculnya peradaban
Islam sejak Nabi Muhammad Saw. Telah ada perintah untuk melakukan system
pencatatan yang tekanannya adalah tujuan kebenaran, kepastian, keterbukaan,
keadilan antara dua pihak yang mempunyai hubungan muamalah tadi. (lihat
sejarah akuntansi Bab2). Dengan perkataan lain, dapat kita sebutkan bahwa Islam
mengharuskan pencatatan untuk tujuan keadilan dan kebenaran. Sementara itu,

S1 Akuntansi (UNPAM)
3

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

pencatatan untuk tujuan lain seperti data untuk pengambilan keputusan tidak
diharuskan.

Akan

tetapi,

menurut

Buya

Hamka

justru

karena

sesuai

syara‟,mungkin ketidakwajiban ini disebabkan hal ini sudah merupakan urusan
yang sifatnya tidak perlu diatur oleh suatu kitab suci. Dan mengenai hal ini
Rasulullah mengatakan, “Kamu lebih tahu urusan duniamu.”Urusan dunia (dalam
tanda kutip) yang diserahkan bulat-bulat kepada manusia merupakan bukti
kebebasan berpikir sekaligus membuktikan “kedinamisan” Islam, dan menjaga
agar Al-Qur‟an tetap up to date dan tidak pernah ketinggalan karena perubahan
dan kemajuan cara berpikir manusia. Tekanan Islam dalam kewajiban melakukan
pencatatan sebagai berikut.
1.

Menjadi bukti dilakukannya transaksi (muamalah) yang menjadi dasar
nantinya dalam menyelesaikan persoalan selanjutnya.

2.

Menjaga agar tidak terjadi manipulasi atau penipuan, baik dalam
transaksi maupun hasil dari transaksi itu (laba). Bagaimana menurut
akuntansi? Dalam akuntansi tujuan pencatatan adalah:
a.

Pertanggung jawaban (accountability) atau sebagai bukti transaksi;

b.

Penentuan pendapatan (income determination);

c.

Informasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, dan

lain-lain.
Akuntansi juga merupakan upaya untuk menjaga terciptanya keadilan dalam
masyarakat dan dalam entitas atau organisasi dengan semua stakeholdernya,
karena akuntansi memelihara catatan sebagai accountability dan menjamin
akurasinya. Pentingnya keadilan ini dapat dilihat dari Al-Qur‟an surat Al-Hadid
ayat 24 sebagai berikut.
Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti
yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan Neraca
(keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.
Dalam Al-Qur‟an surat Al- Syuraa‟ ayat 182-183 berbunyi sebagai berikut.
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang – orang yang
merugikan. Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah

S1 Akuntansi (UNPAM)
4

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela
dimuka bumi dengan membuat kerusakan.
Penggunaan sistem akuntansi jelas merupakan manifestasi dari pelaksanaan
perintah itu karena system akuntansi dapat menjaga agar asset yang dikelola
terjaga accountability-nya sehingga tidak ada pihak terafiliasi yang dirugikan,
jujur, adil, dan kepada yang berhak akan diberikan sesuai haknya. Upaya untuk
mencapai keadilan, baik dalam pelaksanaan utang-piutang maupun dalam
hubungan kerja sama berbagai pihak seperti dalam persekutuan, musyarakah,
mudharabah memerlukan sarana pencatatan yang menjaga agar satu sama lain
saling yakin dan tidak dirugikan sebagaimana spirit ayat diatas. Dari usul fiqih
disebutkan untuk mencapai sesuatu yang diwajibkan, sarana untuk mencapainya
pun menjadi wajib. “mala yummitul wajibu ila bihi fahua wajibun.” Jika untuk
melaksanakan sesuatu yang hukumnya wajib harus dengan dia, dia pun menjadi
wajib. Oleh karena itu, dapat disebutkan memelihara pencatatan baik sebagai
informasi, untuk penyaksian, untuk pertanggungjawaban, untuk pemeliharaan
hak, atau untuk keadilan, hukumnya termasuk menjadi wajib.

Benar dan Wajar

Akuntansi Islam harus bisa menjamin bahwa informasi yang disusun dan
disajikan harus benar dan bebas dari unsure penipuan dan ketidak adilan, bebas
dari pemihakan kepada kepentingan tertentu. Informasi yang diberikan harus
transparan, teruji, dan dapat dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Setelah
skandal Enron ada kecenderungan akan kembali ke konsep benar. Hal ini dapat
dilihat bunyi pernyataan akuntan sebagai berikut.
Sesuai standar Profesional Akuntan Publik, laporan auditor bentuk baku yang
meliputi satu periode akuntansi disajikan sebagai berikut :
Laporan Auditor Independen
[ pihak yang dituju oleh auditor ]
Kami telah mengaudit neraca perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X5 serta
laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab

S1 Akuntansi (UNPAM)
5

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat
atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut
Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar tersebut mengharuskan kami
merencanakan danmelaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan
memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit
meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlahjumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian
atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang disebut oleh
manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara
keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk
menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan
secara wajar, dalam semua halyang material, posisi keuangan perusahaan KXT
tanggal 31 Desember 20X5 dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia.
[tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, no izin kantor akuntan
publik]
[tanggal]
Dari laporan standar ini ditemukan kalimat “Laporan keuangan bebas dari salah
saji, material. „Ini menunjukan bahwa laporan keuangan disajikan secara benar
atau minimal mendekati benar.
Islam dan Persepsi Masyarakat

Islam dapat dijelaskan dalam berbagai sudut pandang. Ia sebagai agama,
system nilai, ilmu, tata cara ritual, dan system kehidupan (way of life). Dalam
konteks ini kita akan menggunakan istilah islam sebagai tata cara kehidupan.
Dalam pengertian kami, Islam bukan hanya tata cara ritual ibadah khusus, bukan
hanya persiapan mati, tetapi ia menyatu dalam kehidupan yang terintegrasi dan
holistic tanpa ada garis demarkasi antara persoalan dunia dan akhirat dan tanpa
ada dikotomi antara keduanya. Artinya, masalah ekonomi, manajemen, dan

S1 Akuntansi (UNPAM)
6

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

akuntansi pun ada dalam Islam. Pengertian ini sejalan dengan pendapat Syed
Muhammad Naquib Al-Attas (1989) tentang Islam sebagai berikut:
Pengertian agama dalam Islam sama dengan istilah “din” yang berarti bukan
saja semata suatu konsep, tetapi sesuatu yang harus dijabarkan kedalam
realitas kehidupan secara mendalam dan kental dalam pengalaman hidup
manusia.
Dari sisi lain, islam disifati juga sebagai rahmatan lil‟Alamin, rahmat untuk
sekalian alam. Kalau sebelumnya agama, kitab-kitab kepercayaan yang dibawa
para nabi dan tokoh agama lainnya bersifat local, bangsa-bangsa atau primordial.
Misalnya Nabi Daud as., Luth as., Ibrahim as., Musa as., Isa (Yesus) as.
Semuanya hanya untuk kaumnya Islam mengayomi semua makhluk itu. Kalau
kapitalisme memiliki kaum pemilik modal dan komunis memayungi kaum buruh,
Islam memayungi keduanya bahkan semuanya termasuk segala makhluk yang ada
dibumi ini dan non-Muslim.
Konsep Akutansi Islam

Akutansi

sebenarnya

merupakan

domain

muamalah

dalam

kajian

Islam.Artinya diserahkan pada kemampuan akal pikiran manusia untuk
pengembangkannya.Namun karna pentingnya permasalahan ini maka Allah swt.
Bahkan memberikan tempat dalam kitab suci Al-Quran surat Al Baqarah ayat
282. Penempatan ayat ini juga unik dan revalan dengan sifat akutansi itu.Ia
ditempatkan dalam surat Sapi Betina sebagai lambang komoditi ekonomi. Ia
ditempatkan dalam surat ke 2 yang dapat dianalogikan dengan double entry,
ditempatkan dalam ayat 282 yang menggambarkan angka keseimbangan ( angka
di tenggarai angka 2 ) atau Neraca. Bahkan juga bisa dikaji relevansi ayat berikut
dalam konteks double entry atau sifat berpasangan.

Pengakuan Barat terhadap Peran Akutansi Islam

Seorang guru besar Akutansi berkembangsaan Amerika menulis sebagai
berikut :“… the introduction of Arabic numerical greatly facilitated the growth of
accounting” ( lihat Hendrickson, 1992 ) dalam bukunya Accounting Theory ,
penulis sengaja mengutip ucapan seorang penulis barat dalam membahas topic

S1 Akuntansi (UNPAM)
7

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

bab ini. Hal ini dilakukan karna mengingat suatu anggapan bahwa penulis timur
khususnya yang beragama islam hanya mencocok cocokan kemajuan teknologi
yang dicapai sekarang dengan konsep islam itu sendiri. Kutipan ini menandai
bahwa anggapan tadi dapat kita catat bahwa penggunaan angka arab ( 1,2,3 dan
seterusnya ) mempunyai andil besar dalam perkembangan ilmu akutansi .
Dalam bab ini terdapat 2 kata “akutansi” dan “islam” Yang kita maksudkan
dengan akutansi dalam tulisan ini adalah comprehensive accounting yang
hakikatnya adalah system informasi, penentuan laba, pencatatan transaksi yang
sekaligus pertanggungjawaban (accountability ) . Sementara itu, islam dalam
konteks ini dihubungkan dengan sifat sifat keadilan, kejujuran, dan kesejahteraan
yang dibawanya yang sesuai dengan ketentuan ilahi. Antara akutansi dan nilai
islam terdapat hubungan dan kaitan yang erat dan mempunyai tujuan dan arah
yang saling mendukung atau komplementer.
Akutansi kapitalitas adalah alat ideology kapitalitas untuk mencapai
tujuannya khususnya mencapai kesejahteraan material yang diinginkan.Akutansi
kapitalitas lahir dari masyarakat kapitalitas dengan system ekonomi kapitalitas
dan ideology sekitar sekuler rasional yang dianutnya. Jika awalnya system
ekonomi kapitalisme merupakan system ekonomi apa saja , namun pada saat ini
system ini sudah merambah ruang politik, kenegaraan dan bahkan ideology atau
tata cara kehidupan. Akutansi kapitalitas sejalan dengan ide kapitalisme untuk
mengakumulasi kekayaan dan memaksimalkan kekayaan untuk kepentingan
modal. Dengan pandangan hidup ini, kapitalisme pasti memiliki perbedaan yang
mencolok dengan system ideology lainnya misalnya yang berbasis agama
sehingga dapat dipastikan bahwa kapitalisme tidak sesuai dengan system ekonomi
agama mana pun.

S1 Akuntansi (UNPAM)
8

Modul Teori Akuntansi

Akuntansi

C. Latihan Soal/Tugas
1. Jelaskan hubungan antara konsep akuntansi dengan system nilai Islam!
2. Jelaskan hubungan antara akuntansi Islam dengan akuntansi social!
3. Berikan pendapat Anda terhadap kalimat ini : Akuntansi wajib dipraktikan oleh
penganut Islam. Jelaskan alasan-alasan dan kegunaannya!

D. Daftar Pustaka
Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Yogyakarta : BPFE
Sofyan Syafri Harahap, 2007, Teori Akuntansi. Jakarta : Raja Grafindo
Belkoui, dan Riahi, Ahmed. 2001. Teori Akuntansi Edisi 5. Jakarta: Salemba
Empat

S1 Akuntansi (UNPAM)
9

Judul: Teori Akuntansi - Pertemuan 18 Akuntansi Islam

Oleh: Fika Safitri


Ikuti kami