Teori Akuntansi - Pertemuan 16 Krisis Akuntansi

Oleh Fika Safitri

148,8 KB 8 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi - Pertemuan 16 Krisis Akuntansi

Modul Teori Akuntansi Akuntansi Pertemuan 16: Krisis Akuntansi A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan krisis akuntansi yang terjadi. 2. Menjelaskan solusi untuk mengatasi krisis akuntansi. B. Uraian Materi Akuntansi, Pasar Modal, dan Earning Management Peranan Akuntansi di Pasar Modal sangat penting, bahkan ada yang menilai bahwa akuntansi atau laporan keuangan merupakan urat nadinya pasar modal. Tanpa laporan keuangan, maka kegiatan pasar modal tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Di mana fungsi akuntansi dalam pasar modal ini ?, merupakan topik yang akan kita bahas dalam tulisan ini. Di pasar modal negara yang sudah maju dikenal suatu hukum atau hipotesis yang disebut dengan Pasar yang Efisien atau Efficient Market Hypothesis (EMH) Pasar-pasar di negara yang masih dalam proses pematangan umumnya pasar tidak efisien. Karena perilaku pemain pasar tidak sepenuhnya rasional.Di negara-negara berkembang di mana pasar modalnya masih baru seperti di Indonesia situasinya masih didominasi oleh pasar tidak efisien atau pasar “lemah”. Artinya laporan keuangan yang dikeluarkan oleh emiten tidak serta merta dapat mempengaruhi harga saham atau surat berharga lain di bursa. Memang dalam kondisi tertentu ada juga hasil penelitian yang menunjukan bahwa EMH terjadi bisa pada periode tertentu, jangka waktu tertentu atau sektor industri tertentu. Mengapa hal ini terjadi di Negara kita ?. S1 Akuntansi (UNPAM) 1 Modul Teori Akuntansi Akuntansi Untuk menjawab pertanyaan ini banyak hal yang bisa kita jadikan kemungkinan alasan. Pertama: Situasi ekonomi makro kita belum stabil. Banyak sekali faktor-faktor yang muncul di luar prediksi dan tidak sesuai dengan asumsi yang berlaku di negara maju.Hal ini disebabkan karena struktur dan manajemen ekonomi makro kita belum murni atau belum dominan diatur oleh mekanisme pasar.Hal ini menyebabkan analisis dan prediksi pelaku pasar sering tidak akurat jika menggunakan asumsi yang berlaku di negara yang menggunakan manajemen ekonomi makronya adalah mekanisme pasar. Kedua: Di negara maju, manajemen makronya lebih terarah karena umumnya menggunakan tangan atau mekanisme Bank Sentral. Di negara tersebut faktor “tingkat bunga” dapat dijadikan sebagai alat mengontrol atau mengendalikan ekonomi makro terutama dari aspek moneter.Dengan kebijakan Bank Sentral dalam tingkat bunga saja, Bank Sentral relative sudah dapat mempengaruhi pasar uang termasuk di pasar modal. Ketiga: Porsi atau peranan pasar modal di negara maju sebagai sumber dana investasi sudah sangat besar. Berbeda dengan negara berkembang porsinya sangat kecil, kalah jauh dibandingkan dengan porsi negara atau porsi perbankan.Ini berarti pemilik modal lebih banyak menjadi pelaku pasar modal dan menginvestasikan modalnya lebih banyak di pasar modal bahkan lebih banyak dibandingkan dengan di sector riel.Di USA misalnya 75% rakyat sudah aktif berinvestasi di pasar modal. Keempat: Tingkat kepercayaan masyarakat terhadapnterhadap informasi yang dikeluarkan oleh profesi akuntan belum tinggi. Hal ini disebabkan berbagai faktor internal dan eksternal di profesi akuntan sendiri. (a) Standar akuntansi masih menggunakan standar akuntansi asing yang belum sesuai dengan kondisi dan pemahaman lokal. (b) Quality control di organisasi profesi sendiri di Indonesia yaitu IAPI (Institut Akuntansi Publik Indonesia) belum berjalan dengan baik. (c) Sistem hukum dan Penegakan hukum belum berjalan dengan baik. (d) Tanggung jawab serta keahlian profesi belum seperti yang diharapkan publik. (e) Kualitas S1 Akuntansi (UNPAM) 2 Modul Teori Akuntansi Akuntansi (reliabilitas dan ketepatan waktu) informasi yang disajikan juga belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kelima: Masih belum banyak investor yang memahami laporan keuangan sebagai sumber informasi bisnis. Pelaku pasar modal kita belum banyak menggunakan laporan keuangan sebagai sumber informasi dalam pengambilan keputusan bisnis.Mereka masih lebih banyak menggunakan insting, perasaan, desas-desus, gosip, informasi informal, serta unsure yang bersifat subjektif lainnya. Keenam: Pelaku pasar modal juga belum banyak, biasanya para pemain di pasar modal masih itu-itu juga. Hal ini disebabkan pendapatan masyarakat belum memungkinkan dia untuk bermain di pasar modal.Sehingga jumlah pelaku pasar modal sebagian besar berasal dari lembaga. Ketujuh: Tingkat profitabilitas di pasar modal belum menjanjikan bahkan karena ketidakstabilan ekonomi nasionalnya sering pelakunya mengalami kerugian, khususnya pemain kecil. Beberapa faktor yang disebutkan di atas bisa saja saling terkait dan saling mendukung yang akhirnya menimbulkan mekanisme pasar modal sebagaimana yang terjadi di negara maju tidak berjalan sempurna di negara berkembang seperti Indonesia. Akhirnya teori EMH di mana fungsi laporan keuangan sangat penting di sana, justru di sini tidak begitu penting atau digolongkan sebagai pasar “lemah”. Dari aspek akuntansi maka dengan berlakunya pasar modal yang efisien akan menguntungkan profesi akuntan. Profesi akuntan semakin kuat dan berwibawa.Karena jasa profesinya semakin dibutuhkan.Namun, situasi ini tidak datang dengan sendirinya.Hal ini disertai dengan perlunya tanggung jawab profesi, kualitas jasa, dan iklim organisasi yang baik pula.Profesi akuntan harus melirik perkembangan profesi internasional dan profesi akuntan di negara maju, meningkatkan profesi, dan rasa tanggung jawab yang kuat kepada pelayanan publik dan kepuasan public.Hal ini diukur oleh sejauh mana kepercayaan publik kepada jasa yang diberikannya.Profesi akuntan adalah profesi kepercayaan. Kehilangan kepercayaan ini akan menimbulkan kehilangan ruh profesi ini di hati publik. Keakuratan informasi sangat penting diciptakan profesi ini, S1 Akuntansi (UNPAM) 3 Modul Teori Akuntansi Akuntansi independensinya sebagai kepercayaan masyarakat harus tetap dijaga.Ketepatan waktu penyampaian informasi juga harus diciptakan.Tanpa kualitas ini maka profesi akuntan hanya sebagai prasyarat yang diperlukan karena keterpaksaan. Untuk mengatasi keterbatasan ini tentu kita harus sabar menunggu berjalannya waktu sambil pemerintah dapat terus-menerus menciptakan pasar modal yang efisien di mana unsur-unsur keefisienannya bisa ditegakkan.Tingkat keefisienan pasar modal sangat penting dicapai agar pelaku pasar modal dapat bermain lebih objektif, pasar bisa lebih diprediksi, risiko bisa diminimalisir dan tingkat profitabilitas dapat dicapai sesuai harapan investor. Pemilihan ketua Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) dan perusahaan penyelenggaraan pasar modal (seperti Bursa Efek Indonesia di Jakarta) yang tepat diharapkan dapat mempercepat proses ini. Ketua Bapepam harus orang profesional dan memahami permasalahan ini.Dia harus bisa menciptakan iklim yang kondusif untuk tercapainya pasar modal yang berjalan secara jujur, objektif, dan bertanggung jawab.Dia harus memiliki keberanian dan ketegasan untuk menciptakan itu.Di luar itu semua dia harus bersikap independen dan berada di atas semua golongan dan selalu menjaga kepercayaan publik yaitu terjaminnya mekanisme pasar modal yang efisien, jujur, transparan, akurat, dan profitable. Laporan keuangan yang merupakan output atau produk akhir dari akuntansi merupakan komoditas yang sangat bernilai dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, keuangan dan bisnis khususnya di pasar modal yang dikategorikan efisien. Pasar yang efisien bermakna jika kebijakan yang ditempuh oleh masyarakat pasar modal didasarkan pada informasi yang semua dianggap tersedia bagi public, sehingga harga pasar saham misalnya ditentukan oleh adanya berita yang tersedia. Jika ada berita bagus tentang emiten maka akan menimbulkan harga surat berharga meningkat, sebaliknya jika ada berita buruk maka akan menimbulkan harga surat berharga menurun. Dalam industri pasar modal harga saham ini sudah menjadi trademark dari kinerja manajemen, atau kinerja perusahaan. Kalaupun laporan keuangan menyanjikan nilai buku sesuai dengan sifat dan prinsip laporan keuangan, namun nilai buku hanya dianggap sebagai data dasar yang akan diolah dalam menghitung S1 Akuntansi (UNPAM) 4 Modul Teori Akuntansi Akuntansi berbagai rasio dan indicator kinerja keuangan perusahaan. Harga saham selalu dianggap lebih objektif dalam mengukur nilai perusahaan atau “value of the firm”. Oleh karena itu, manajemen perusahaan akan selalu berupaya agar harga sahamnya di bursa meningkat. Tetapi apakah untuk meningkatkan harga saham dapat di dongkrak dengan memberikan informasi yang bagus ? Atau dengan kata lain apakah pasar modal di Indonesia dinilai efisien ?. . Earning Management Mengatur laba Earning Management dalam kamus akuntansi dikenal dalam berbagai istilah: ada yang menyebut “window dressing” atau “lipstick accounting” untuk menciptakan laporan keuangan lebih cantik. Ada istilah cooked book atau income smoothing untuk mengatur laba dengan menu yang diinginkan sponsor. Semua istilah ini berkonotasi negatif karena ingin menciptakan angka laba yang disortif inflatif tidak sesuai dengan kenyataan.Akhirnya akuntansi dituduh tidak memberikan informasi yang akurat dan reliable lagi bahkan dinilai menjadi “fuzzy numbers” atau angka yang membingungkan. Upaya mengatur laba ini kadang bisa didukung oleh standar akuntansi yang dipakai.Artinya dengan menerapkan standar akuntansi yang diterima umum pun saat ini kita bisa memanajemen laba supaya sesuai dengan keinginan sponsor.Sifat akuntansi yang banyak mengandung taksiran (estimasi), pertimbangan (judgment) dan sifat accrual membuka peluang untuk bisa mengatur laba. Taksiran penyusutan, bad debts, nilai persediaan, pemilihan standar penilaian persediaan misalnya FIFO, LIFO, standar penyusutan misalnya straight line, double declining, dan sebagainya bisa mengubah angka laba. System akrual bisa mempengaruhi alokasi waktu dari hasil dan biaya yang menimbulkan perubahan laba periodik.Ini semua bisa menjadikan laba menyesuaikan diri dengan keinginan penyaji (cooked book) apalagi KAP nya tidak independen dan memiliki kepentingan serta moral hazard maka lengkaplah penipuan di bidang profesi akuntan itu yang belakangan ini banyak kita dengar.Sejauh ini profesi S1 Akuntansi (UNPAM) 5 Modul Teori Akuntansi Akuntansi akuntan tidak bisa melakukan apa-apa kecuali hanya dalam tataran imbauan dan penerapan kode etik yang longgar paling tidak di Indonesia.Prakik-praktik earning management di BEI menurut beberapa penelitian menunjukkan eksistensinya.Jika hal ini terjadi maka profesi akuntan yang modalnya adalah kepercayaan masyarakat berada dalam situasi bahaya.Karena kontrak sosialnya bisa putus karena dia melupakan tanggung jawab sosialnya. Makanya tidak heran jika di Amerika saat ini sangat ketat pengawasan manajemen perusahaan atau corporate governance.Dengan adanya UndangUndang Peningkatan, tanggung jawab manajemen perusahaan yang lebih dikenal dengan namaSarbanes Oxley Act maka regulator semakin kuat cengkeramannya dalam membatasi ruang gerak manjemen dan akuntan dalam “memasak” bukunya untuk melaporkan laba. Tetapi sayangnya di Indonesia kita belum melihat dampaknya dan regulasi yang mencoba untuk mengikat para pelaku untuk tidak melakukan earning management yang merugikan publik ini. Di kalangan akademis sendiri sebenarnya ada upaya untuk keluar dari konvensi standar akuntansi yang ada sekarang.Tom Lee misalnya mengajurkan “cash flow accounting” atau akuntansi berbasis kas yang tidak menggunakan basis akrual untuk menghindari earning management melalui system akrual. Dengan system ini, diharapakan laba akuntansi lebih riel kendati pun sebenarnya hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Belakangan ini ada upaya dari beberapa perusahaan untuk mengubah standar akuntansi yang dapat memberikan peluang untuk mendistorsi laba seperti pencatatan bonus plan atau pension plan dan sebagainya. Bahkan yang lebih radikal lagi beberapa perusahaan seperti Verizon Communication Incorporation mencoba membuat standar akuntansi sendiri dan ternyata menghasilkan laporan laba yang lebih kecil dari laba menurut standar akuntansi yang berlaku. Kita di Indonesia sudah selayaknya memikirkan hal ini sebelum kasus ENRON, WorldCom, Adelphia Com, Merck, Lippo, Kimia Farma merambah dan menambah banyak kasus skandal akuntansi di Tanah Air. S1 Akuntansi (UNPAM) 6 Modul Teori Akuntansi Akuntansi C. Latihan Soal/Tugas 1. Jelaskan penyebab-penyebab terjadinya krisis akuntansi! Dan apa sajakah dampak-dampaknya? 2. Bagaimana solusi yang tepat utuk mengatasi krisis akuntansi? D. Daftar Pustaka Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta : BPFE Sofyan Syafri Harahap, 2007, Teori Akuntansi. Jakarta : Raja Grafindo Belkoui, dan Riahi, Ahmed. 2001. Teori Akuntansi Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat S1 Akuntansi (UNPAM) 7

Judul: Teori Akuntansi - Pertemuan 16 Krisis Akuntansi

Oleh: Fika Safitri


Ikuti kami