Strategi Akuntansi

Oleh Gracella Novani

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Strategi Akuntansi

Nama kelompok
Gracella novani

150475

jamha Nafisha
Ela Andreani

150486

Kamaludin

150405

SISTEM AKUNTANSI

Sistem akuntansi merupakan jaringan praktik, dan prosedur pencatatan dan pelaporan
yang terpadu didalam suatu organisasi

Informasi akuntansi bagi managemen harus
meliputi :
1. Jumlah laba dalam periode ini dan yang lalu
2. Aktiva , hutang, dan ekuitas bersih setiap saat jumlah lampiran tetang jumlah penjualan, berupa banyak
konsumen telah membayar , jumlah konsumen yang masih dimiliki , jumlah pembelian , jumlah kreditor
, dan persediaan yang masih ada
3. Informasi yang dibutuhkan managemen , seperti laporan pajak penghasilan pemerintah pusat dan
daerah , laporan pemotongan pajak, laporan pendapatan karyawan , biaya distribusi , dan tarif
pengolahan data public

Fungsi sitem Akuntansi
1. organisasi dan managemen
2. Perencanaan dan Administrasi
3. Keuangan
4. Internal audit
5. Analisis Keuangan dan Laporan
6. Kebijakan dan Prosedur
7. Persediaan
8. Work Accounting
9. Umum
P

Prinsip Sistem Akuntansi Sektor
Publik

1. Sitem akuntansi dirancang untuk memenuhi persyaratan Undang-undang Dasar , undang-undang dan peraturan lainnya.
2. Sistem akuntansi selaras dengan klarifikasi anggaran . Fungsi penganggaran dan akuntasi saling melengkapi teritegrasi
3. Rekening dikaitkan dengan jelas pada objek dan tujuan penerimaan – pengeluaran, serta pejabat penanggung jawab
penyimpangan terjadi
4. Sistem akuntansi membantu proses pemeriksaan dan menyajikan informasi yang akan diperiksa .
5. Sistem akuntansi selaras dengan pengawasan administratif dana, kegiatan, managemen program , pemeriksaan intern dan
penilaian kinerja .
6. Rekening melambangkan kegiatan ekonomi termasuk pengukuran pendapatan, indentifikasi belanja serta penetapan hasil
operasi (surplus atau defisit) pemerintah dan program-programnya atau unit organisasinya.
7. Sistem akuntansi menghasilkan informasi keuangan untuk pengembangan perencanaan program dan penilaian kerja
8. Rekening digunakan sebagai dasar analisis ekonomi dan reklafikasi transaksi pemerintah

Empat sistem akuntansi sektor publik :

– 1 . Akuntansi Anggaran
– 2. Akuntansi Dan
– 3. AKUNTANSI KOMITMEN
4. AKUNTANSI AKRUAL-SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH BERBASIS
ADAPTASI IPSAS

Penerapan Sistem Akuntansi mempunyai
kelemahan antara lain :
1. Pada pemerintah, sebagian besar aktivitasnya dibiayai melalui anggaran yang setiap ditetapkan dengan Undang-undang.
Pencatatan pelaksanaan anggaran berdasarkan sistem tata buku tunggal (single entry)
2. Pengelompokkan perkiraan yang digunakan pemerintah dirancang hanya untuk memantau dan melaporkan realisasi
penerimaan dan pengeluaran anggaran saja
3. Pada akuntansi asset tetap tidak terintregasi keuangannya, dalam perencanaan maupun pelaksanaan anggaran tidak dibedakan
secara tegas antara belanja modal dengan belanja operasional
4. Penyusunan pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan APBN yang dituangkan dalam bentuk Perhitungan Anggaran
Negara (PAN) semula berdasarkan Sumbangan Perhitungan Anggaran/SPA dari seluruh Departemen/Lembaga
5. Tidak ada standar dan prinsip akuntansi pemerintah untuk menjaga kewajaran dan keseragaman perlakuan akuntansi dan
pelaporan keuangan pemerintah
6. Dalam pengelolaan keuangan negara, semakin tahun jumlah APBN yang harus dikelola semakin besar dan masalah yang harus
ditangani pemerintah semakin kompleks dan beragam

Tujuan utama sistem akuntansi pemerintah :

1. Merancang sistem akuntansi pemerintah yang baru
2. Menyusun standard an prinsep akuntansi pemerintah, dan
3. Membentuk pusat akuntansi di Departemen Keuangan

Pengertian Sistem Akuntansi
Pemerintah Pusat
– sistem akuntansi yang mengolah semua transaksi keuangan, asset, kewajiban, dan
ekuitas dan pemerintah pusat, yang menghasilkan informasi keuangan dan laporan
keuangan yang tepat waktu dengan mutu yang dapat diandalkan, baik yang
diperlukan oleh badan-badan di luar pemerintah pusat seperti DPR, maupun oleh
lembaga tingkat manajemen pada pemerintah pusat.

Ciri-ciri SAPP (Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat)
1. Sistem Terpadu, sistem penyusunan menggunakan pendekatan bahwa keseluruhan Pemerintah Pusat merupakan kesatuan
akuntansi dan ekonomi tunggal dengan Presiden sebagai pengelola utama serta DPR sebagai badan yang bertugasmenelaah
dan mengevaluasi pelaksanaannya
2. Akuntansi Anggaran dan Akuntansi Desa, UU-APBN digunakan sebagai landasanoperasional keuangan tahunan dari Pemerintah
Pusat dan dengan disahkannya UU-PBN, maka pelaksanaan anggaran telah dapat dilaksanakan dan untuk itu diperlukan
akuntansi yang membukukan anggarannya
3. Sistem Tata Buku Berpasangan, sistem ini menggunakan sistem tata buku berpasangan (double entry accounting) untuk
mengatasi sistem tata buku tunggal
4. Basis Kas untuk Pendapatan dan Belanja Negara
5. Standard an Prinsip Akuntansi
6. Desentralisasi Pelaksanaan Akuntansi, digunakan sebagai pedoman penyusunan unit-unit akuntansi baik ditingkat wilayah
maupun di tingkat pusat
7. Perkiraan Standar yang Seragam

Penerapan SAPP adalah untuk unit-unit organisasi pemerintah pusat
yang keuangannya dikelola langsung oleh pemerintah pusat, seperti
lembaga tertinggi negara (MPR), lembaga tinggi negara
(DPR,DDPA,MA), departemen/lembaga non departemen. Sedangkan
SAPP tidak diterapkan untuk pemerintah daerah, BUMN/BUMD, bank
pemerintah, dan lembaga keuangan milik pemerintah

Pengertian Sistem Akuntansi
Anggaran
– sistem akuntansi yang menggunakan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (UU-APBN) sebagai landasan operasional keeuangan tahunan
pemerintah pusa

sistem akuntansi anggaran adalah :
a. Allotment dan estimasi pendapatan yang dialokasi
b. Realisasi belanja dan pendapatan
c. Asset lancar, investasi permanen, asset tetap, dan asset lain-lain
d. Utang jangka pendek, utang jangka panjang luar negeri, dan dalam negeri
e. Ekuitas dana lancar dan ekuitas dana yang diinvestasi

Jenis laporan yang dihasilkan adalah
sebagai berikut :
a. Laporan Realisasi Belanja
b. Laporan Realisasi Pendapatan
c. Laporan Saldo Allotment dan Estimasi Pendapatan
d. Laporan Posisi Kas
e. Laporan Neraca Percobaan
f. Neraca
g. Laporan Perbandingan 5 Tahunan

pelaksanaan implementasinya sistem akuntansi pemerintahan
pusat ( SAPP) dan sistem akuntansi pengendalian ( SAPA)
menghadapi permasalahan –permasalahan sebagai berikut

1.SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT

– Agar dapat menghasilkan laporan yang handal dan tepat waktu maka
pemrosesan dokumen sumber transaksi keuangan pemerintah dilaksanakan
secara sentralisasi di BAKUN .

KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
– .tidak konsistensinya dalam pemberian kode-kode rekening dan akuntansi
– .klasifikasi dan kodifikasi yang belum sesuai dengan sistem akuntansi
– .perlu dalam menyempurnakan sub-sub sistem yang menghasilkan infut data
dalam sistem akuntansi pemerintah
– masalah langkanya kemampuan sumber daya manusia yang menguasai
akuntansi dan comput
– .beberapa instansi masih belum welecom dengan adanya sistem akuntansi
pemerintah.

2.SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH
DAERAH

KENDALA yang dihadapi
– .sistem akuntansi dan pengendalian anggaran ( SAPA) yang disusun oleh rezim
lama untuk pemerintah daerah,tidak applicable.
– .masalah kemampuan sumber manusia khususnya dibidang pengelolahan dan
bertanggungjawab keuangan daerah yang tidak memadai
– .dalam rangka pemberdayaan legilatif dan menikmati euphoria kebebasan
ototnomi daerah , terjadi imflasi –imflasi negative dalam rangka check and
banker antara eksekutif dan legislative yang berakibat diabaikannya masalahmasalah akuntansi dan pertanggungjawabannya

kelemahan mendasar dari SAPA DAN
SAPA yaitu :
– 1.tidak bisa mengatasi komflik pelaporan keuangan internal versus ekssternal
Pembedaan kepentingan manajemen pemerintah dan kepentingan
masyarakat belum dilakukan
– 2. keseragaman
Pengaturan SAPP dan SAPA yang amat tersentalisir merupakan penyebab
kegagalan itu
– 3. tak adanya standar akuntansi keuangan sector public
Pelaporan keuangan dihasilkan haruslah diterima oleh khalayak umum.

Judul: Strategi Akuntansi

Oleh: Gracella Novani


Ikuti kami