Soal-soal Tugas 3

Oleh Riswandi Wandi

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Soal-soal Tugas 3

Tugas 3
Tuton Mata Kuliah Bahasa Indonesia/PBIN4110

Soal-soal Tugas 3
1. Susunlah sebuah wacana yang terdiri atas 5-8 paragraf (200-250 kata) dengan
tema TNI untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jenis paragraf deskripsi
atau persuasi.
2. Bacalah dengan cermat wacana di bawah ini, kemudian tentukan judul yang tepat
bagi wacana tersebut dan buat ringkasan/ikhtisarnya.
Bacaan
Tampaknya warga sekolah harus benar-benar siap dengan berbagai tantangan.
Tantangan-tantangan yang dimaksud adalah bukti nyata kalau seluruh warga sekolah
berkompetisi. Misalnya guru, berkompetisi dengan guru lain dalam hal kerja-kerja positif.
Menghindari pergunjingan dan pikiran-pikiran negatif pada guru lain, sebab itu justru yang
menghambat energi positif. Peserta didik bersaing sehat dengan peserta didik lain dalam hal
kejujuran, disiplin, loyal terhadap aturan, dan lain sebagainya yang menjadi tuntutan dirinya
sebagai peserta didik. Pegawai tata usaha pun demikian, memunculkan kerja-kerja positif untuk
penataan berbagai administrasi sekolah.
Sekolah meramu seluruh aktivitas positif itu menjadi suatu prestasi, peningkatan
kinerja, perbaikan mutu, dan menjadi kebanggaan di masyarakat. Sebab masyarakat adalah
orang yang pertama menilai sekolah. Di lain pandangan, aktivitas warga sekolah merupakan
cerminan kelakuan yang kelak dinilai oleh siapa pun. Penilaian itu bakal menjurus pada hal
positif atau negatif. Maka dari itu, warga sekolah pandai merapikan perilaku-perilakunya,
hingga menjadi perilaku ilmiah, sehat, dan menarik.
2017.2

Satu hal kemenarikan sekolah dan menjadi tantangan sekolah adalah mewujudkan kelas
unggulan. Di sini warga sekolah diuji untuk menampilkan kesiapannya. Gurulah yang paling
dituntut untuk siap. Pelaksanaan pembelajaran dengan berbagai strategi seyogianya berbeda
dengan penerapan pembelajaran pada kelas-kelas non unggulan. Dikatakan demikian agar hasil
pembelajaran benar-benar tampak berbeda antara kelas unggulan dan non unggulan.
Kesiapan berikut tentunya adalah peserta didik. Peserta didik yang dikelompokkan
dalam kelas unggulan adalah peserta didik yang sudah diuji kemampuannya. Pemetaan
kompetensi peserta didik tidak saja pada mata pelajaran ujian nasional, tetapi seluruh mata
pelajaran. Sebab harus diakui bahwa seluruh mata pelajaran menjadi penting bagi peserta didik.
Oleh sebab itu, sangat baik jika kelas unggulan diawali dari kelas awal.
Pemetaan kompetensi peserta didik di kelas awal menjadi pemetaan kompetensi murni,
karena peserta didik belum mengikuti pembelajaran pada sekolah yang dituju. Sejujurnya 20
peserta didik dalam satu kelas unggulan sudah sangat baik. Patokan itu bukan bermaksud
menerapkan ketidakadilan dalam dunia pendidikan, justru lebih mengedepankan rasionalitas
pembelajaran dan menghindari efek kegagalan kelas unggulan. Bukti nyata selama ini
menunjukkan bahwa jumlah peserta didik yang banyak dalam satu kelas memberikan dampak
ketidakefektifan pembelajaran. Melihat hal itu, kelas unggulan harus meminimalkan jumlah
peserta didik yang berlebihan. Dengan kata lain, pemetaan kompetensi bertujuan untuk
menyaring peserta didik yang memiliki kemampuan lebih dalam hal pengetahuan dan
keterampilan. Selebihnya akan diseleksi lagi mengenai sikap saat pembelajaran berlangsung.
Bisa jadi tolok ukurnya dalam durasi waktu satu semester.
Mengenai fasilitas pembelajaran yang memadai dapat disusul setelah kelas unggulan
berjalan. Ruang belajar yang nyaman, TIK memadai, dan media elektronik dapat dilakukan
secara berangsur-angsur sesuai dengan jumlah anggaran yang tersedia. Terpenting dari semua
itu adalah kesiapan guru dan peserta didik. Dengan kata lain, tidak ada alasan tanpa kelas
unggulan jika guru benar-benar sudah siap. Kesiapan guru bukan saja mengenai perangkat
pembelajaran beserta materinya, tetapi seluruh guru mata pelajaran adalah guru yang memiliki
disiplin ilmu sama dengan pelajaran yang diampunya.
Barangkali penghambat terwujudnya kelas unggulan adalah jumlah guru yang tidak
memadai. Artinya, ada mata pelajaran yang diajarkan oleh guru bukan berasal dari disiplin
2017.2

ilmunya. Kebanyakan penghambat itu dialami oleh sekolah-sekolah terpencil. Alasan
penghambat sebagaimana telah disebutkan dapat diterima, sebab harus diakui bahwa
terwujudnya kelas unggulan secara mendasar dipengaruhi oleh guru yang memadai. Namun
bukan berarti berlaku pada sekolah-sekolah yang gurunya memadai. Sangatlah malu jika suatu
sekolah dengan jumlah guru yang cukup, memiliki banyak peserta didik, fasilitas memadai, dan
anggaran pendidikan besar namun tidak memiliki kelas unggulan.
Keuntungan kelas unggulan mempermudah penelusuran minat dan bakat peserta didik.
Kompetisi dalam berbagai ajang lomba dapat diajukan dengan mengambil peserta dari kelas
unggulan. Jika seluruh sekolah dengan jumlah guru yang memadai menerapkan konsep kelas
unggulan tentu akan tersaring dengan baik putra-putri terbaik bangsa ini.

Selamat Bekerja.
Tutor Tuton: Ahman Sarman

2017.2

Judul: Soal-soal Tugas 3

Oleh: Riswandi Wandi


Ikuti kami