Sistem Infromasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh Am Furqon

32 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Infromasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

SISTEM INFROMASI AKUNTANSI Dan SIKLUS AKUNTANSI
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah akuntansi keuangan
menengah

Disusun Oleh:
A.M. FURQON

(C1C019126)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2020

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Dalam ilmu ekonomi khusus jurusan akuntansi, kita banyak
mempelajari berbagai jenis akuntansi, salah satunya adalah akuntansi
keuangan. Dalam makalah ini, kami mengutarakan bahasan mengenai
akuntansi perusahaan jasa. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang
kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat
yang memerlukan. Makalah ini menjelaskan beberapa hal yang berkaitan
dengan akuntansi perusahaan jasa, seperti definisi siklus akuntansi, tahaptahap siklus akuntansi, tahapan tambahan siklus akuntansi, dan pengertian
keuangan secara umum.
Tujuan utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi
keuangan yang dipergunakan pihak manajemen suatu perusahaan maupun
pihak-pihak lain di luar perusahaan, seperti pemegang saham dan kreditur
untuk pengambilan keputusan. Bagi manajemen perusahaan, akuntansi
sebenarnya merupakan alat untuk memberikan informasi tentang kejadiankejadian yang bersifat finansial dalam satu periode tertentu. Dengan demikian
manajemen mampu menguasai keadaan perusahaan dan dapat menguasai
jalannya perusahaan.
Majunya dunia usaha juga mengakibatkan pengelolaan data akuntansi
yang semakin kompleks yang tentunya memerlukan pengelolaan data secara
Universitas Sumatera Utara cepat, tepat dan akurat dalam pencapaian tujuan
perusahaan yang efisien dan efektif. Untuk mengatasi hal ini maka
kebanyakkan perusahaan terutama yang berskala besar memanfaatkan dan
mempergunakan perkembagan teknologi yang ada.

RUMUSAN MASALAH
1. Definisi akuntansi itu seperti apa?
2. Definisi sistem informasi akuntansi?
3. Apa-apa saja tahapan dalam siklus akuntansi?
4. Apakah ada tahapan tambahan yang terdapat dalam siklus akuntansi?
5. Apa saja jenis-jenis keuangan secara umum?

TUJUAN MASALAH
1. Mengetahui definisi dari sistem informasi akuntansi dan siklus akuntansi
2. Mengetahui tahapan siklus akuntansi
3. Mengetahui Jenis-Jenis Laporan Keuangan Secara Umum

BAB II
PEMBAHASAN

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI

A. DEFINISI

SISTEM

INFORMASI

AKUNTANSI

DAN

SIKLUS

AKUNTANSI
Informasi berupa laporan keuangan dihasilkan melalui proses
akuntansi yang panjang. Pada proses tersebut terdapat tahap-tahap yang harus
dipenuhi untuk mendapatkan hasil laporan yang baik, valid dan akuntabel.
Tahap-tahap itulah yang kemudian disebut sebagai siklus akuntansi.
Siklus akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan
keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum.
Prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metodemetode serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang
lingkup akuntansi dicatat dalam suatu periode tertentu.
Pada umumnya, siklus akuntansi selalu dimulai dari transaksi sampai
pada pembuatan laporan keuangan perusahaan. Dilanjutkan dengan adanya
saldo yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai pada jurnal pembalik.

B. TAHAPAN SIKLUS AKUNTANSI
Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam membuat siklus
akuntansi secara umumyaitu :

1. Identifikasi Peristiwa dan Pencatatan Transaksi
Tahapan ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan, yaitu
dengan mencari tahu transaksi apa saja yang berlangsung selama suatu
periode. Dalam tahapan ini kita memerlukan bukti-bukti transaksi yang
ada.
Bukti transaksi sendiri adalah dokumen pendukung yang berisi data
transaksi yang dibuat setelah melakukan transaksi untuk kebutuhan
pencatatan keuangan. Fungsi pokok bukti transaksi adalah sebagai
perekam pertama setiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Biasanya
berupa kwitansi, cek, faktur, dan lain-lain.
2. Jurnal
Setelah mengidentifikasi transaksi-transaksi apa saja yang terjadi
selama suatu periode, tahapan selanjutnya adalah mencatat transaksitransaksi tersebut ke dalam sebuah jurnal.
Jurnal merupakan aktivitas meringkas dan mencatat transaksi
perusahaan berdasarkan dokumen dasar. Tempat untuk mencatat dan
meringkas transaksi tersebut disebut dengan buku jurnal.
3. Posting
Tahapan selanjutnya adalah memindahbukukan atau posting.Posting
adalah aktivitas memindahkan catatan di buku jurnal ke dalam buku besar
sesuai dengan jenis transaksi dan nama perkiraan masing-masing.
Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang
mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi dan merupakan

penggolongan rekening sejenis. Buku besar merupakan dasar pembuatan
laporan neraca dan laporan laba/rugi.
4. Neraca Saldo
Neraca saldo merupakan pengelompokan saldo akhir di dalam buku
besar atau daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan buku
besar. Neraca saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga
disiapkan kapan saja. Untuk menyiapkan neraca saldo, saldo tiap perkiraan
harus ditentukan terlebih dahulu.Cara membuat neraca saldo ini sangatlah
mudah, yaitu dengan mengutip atau menyalin saldo semua akun yang ada
dalam buku besar.
5. Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode akuntansi setelah
penyusunan Neraca Saldo. Jurnal penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan
angka-angka yang tersebut dalam neraca saldo agar dapat menggambarkan
keadaan yang sebenarnya sesuai dengan tuntutan dalam penyajian laporan
keuangan. Akun-akun yang biasanya memerlukan jurnal penyesuaian
seperti beban yang masih harus dibayar(utang), pendapatan yang masih
harus diterima(piutang), penurunan nilai aktiva (yang bersifat tetap dan
bersifat habis terpakai), beban dibayar di muka, pendapatan diterima di
muka, dan piutang tak tertagih.
Setelah membuat jurnal penyesuaian, seperti setelah membuat jurnal
umum, akan harus dilakukan posting kembali isi jurnal penyesuaian ke
dalam buku besar.

6. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Setelah disusun ayat penyesuaian atas akun-akun tertentu, akun-akun
yang bersangkutan tersebut pasti mengalami perubahan nilai atau nominal.
Sehingga nilai saldonya perlu disesuaikan kembali dengan menyusun
neraca saldo setelah penyesuaian.
Cara membuatnya tidak jauh beda dengan neraca saldo, yaitu dengan
melihat saldo pada buku besar setelah diposting jurnal penyesuaian ke
dalam buku besar.
7. Laporan Keuangan
Setelah membuat neraca saldo disesuaikan, tahap selanjutnya adalah
menyusun laporan keuangan berdasarkan neraca saldo tersebut. Laporan
keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu
periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja
perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses
pelaporan keuangan.
Ada 5 jenis laporan keuangan secara umum yaitu, laporan laba rugi,
laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan, laporan arus kas, dan
catatan atas laporan keuangan. Kelima laporan ini akan dibahas lebih
lanjut nanti.

8. Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi
untuk menutup akun-akun nominal sementara. Akibat penutupan ini, saldo
akun-akun tersebut akan menjadi 0 (nol) pada awal periode akuntansi.
Akun yang ditutup adalah akun nominal dan akun pembantu modal.
Agar lebih jelas, akun nominal adalah akun yang pada akhir periode
dilaporkan dalam laporan laba rugi sedangkanakun riil adalah akun yang
pada akhir periode dilaporkan dalam neraca.

Yang termasuk akun nominal adalah pendapatan dan beban,
sedangkan akun pembantu modal adalah prive dan ikhtisar laba/rugi.
Setelah jurnal penutup diposting ke setiap akun, maka yang tersisa adalah
perkiraan riil(assets, liabilities, capital/equity).
Tujuan jurnal penutup ini adalah menghindari terjadinya perhitungan
ulang pada periode akuntansi berikutnya. Jadi, yang ditutup meliputi akunakun pendapatan, beban dan perubahan modal.
Seperti jurnal-jurnal sebelumnya, setelah membuat jurnal penutup,
akan harus diposting kembali isi jurnal penutup ke dalam buku besar.
9. Neraca Saldo Setelah Penutup
Tujuan dari neraca ini adalah untuk melihat apakah akun telah
seimbang (balance) untuk selanjutnya memulai kegiatan akuntansi pada
periode baru. Cara membuatnya adalah dengan melihat saldo di buku besar
setelah dilakukan posting dari jurnal penutup ke buku besar.
C. TAHAPAN TAMBAHAN
1) Jurnal Koreksi
Jurnal koreksi atau jurnal pembetulan adalah jurnal yang dibuat hanya
jika seorang akuntan salah dalam menjurnal sebuah transaksi yang ada
dalam suatu periode. Jurnal ini memiliki tujuan untuk membenarkan
nominal atau akun yang salah dan telah terlanjur dicatat pada jurnal
lainnya.
2) Jurnal Pembalik
Jurnal Pembalik adalah jurnal yang dibuat sebelum awal periode
akuntansi yang baru dimulai dengan tujuan untuk memudahkan proses
pencatatan akuntansi pada periode selanjutnya.

D. JENIS-JENIS LAPORAN KEUANGAN SECARA UMUM
a) Laporan Laba/Rugi
Laporan laba/rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu
perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang
menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga
menghasilkan suatu laba atau rugi bersih.
b) Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas merupakan salah satu dari laporan
keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan yang menggambarkan
peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode
yang bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut.
c) Laporan Posisi Keuangan
Laporan Posisi Keuangan atau Neraca adalah laporan yang
menggambarkan posisi Aset, Liabilitas dan Aset Bersih pada tanggal
tertentu. Laporan Posisi Keuangan atau Neraca adalah laporan yang
menggambarkan posisi Aset, Liabilitas dan Aset Bersih pada tanggal
tertentu.
d) Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu
perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang
menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
e) Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan adalah catatan tambahan dan
informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan
tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Siklus akuntansi merupakan serangkaian langkah-langkah yang terjadi
selama periode waktu yang telah ditentukan, sehingga menghasilkan laporan
keuangan yang berguna bagi para pemakai laporan keuangan, baik itu pihak
internal maupun pihak eksternal. Dan dimulai dengan terjadinya transaksitransaksi yang dicatat dan dikumpulkan secara sistematis. Pada akhir tahun
dari daftar kertas kerja yang memuat semua perkiraan dalam buku besar.
Kertas kerja ini sekaligus dipakai untuk menyusun perhitungan laba-rugi dan
neraca setelah diadakan pembenttulan dan pemindahan pos tertentu yang
disebut dengan penyesuaian.

DAFTAR PUSTAKA
Dwi Martini, Sylvia Veronica Siregar, Ratna Wardhani, Aria Farahmita, Edward
tanujaya. 2018. Akuntansi Keuangan Menengah. Edisi 5. Jakarta. Salemba Empat.
Rudianto. Pengantar Akuntasi: Konsep dan Teknik Penyusunan Laporan
Keuangan. Jakarta: Erlangga. 2009
Anindya Mika. 13 Oktober 2014. Memahami dengan Mudah Siklus Akuntansi
Perusahaan Dagang. Zahiraaccounting.com
Carl S. Warren, James M. Reeve, Jonathan E. Duchac. 2014. Pengantar Akuntansi
Adaptasi Indonesia. Edisi 25. Jakarta. Salemba Empat.

Judul: Sistem Infromasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh: Am Furqon


Ikuti kami