Sistem Informasi Akuntansi Implementasi Konsep Sistem Informasi Akuntansi ( Umb)

Oleh Ranny Lestari

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Informasi Akuntansi Implementasi Konsep Sistem Informasi Akuntansi ( Umb)

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
IMPLEMENTASI KONSEP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT.HAUS

RANNY LESTARI
43219110140
Mata Kuliah : Sistem informasi manajemen
Dosen : Yananto Mihadi Putra, SE,M.Si

UNIVERSITAS MERCU BUANA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI AKUNTANSI

ABSTRAK
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi sistem informasi
yang ada pada perusahaan E-Commerce Shopee serta pengembangan sistem yang lebih baik.
Penerapan sistem informasi yang baik serta pengembangan yang tepat akan dapat menjadikan
shopee perusahaan E-Commerce yang berkelanjutan. Maka dari itu, hal ini menjadi latar belakang
penulisan yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem informasi yang sudah
diterapkan dalam perusahaan E-Commerce shoppe serta pengembangannya. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif yang menganalisis dan membandingkan antara teori implementasi
sistem informasi dengan pelaksanaan implementasi sistem informasi pada perusahaan shopee.
Pengumpulan data ini dilakukan dengan metode observasi non-participant yang mana penulis tidak
terlibat langsung didalamnya namun hanya sebagai pengamat saja. Hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa setiap perusahaan memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendii dalam
penerapan sistem informasi. Namun, hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk terus
memperbaiki sistem kearah yang lebih baik. Perbaikan sistem tersebut berguna agar konsumen dapat
menikmati fasilitas atau fitur-fitur yang tersedia pada perusahaan shopee dengan mudah.

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai
pada waktunya.dan Dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan
memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi. Kami berharap
semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, kami
memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan
kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik
lagi.
Penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Yananto Mihadi
Putra, SE, M.Si sebagai dosen mata kuliah sistem informasi managemen. Tugas yang telah di
berikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang di tekuni penulis.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Informasi dari suatu perusahaan, terutama Informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai macam
pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak diluar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor
pajak, dan lain-lain memerlukan Informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka. Di
samping itu, pihak intern yaitu manajemen juga memerlukan Informasi untuk mengetahui,
mengawasi, dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan.
Untuk memenuhi kebutuhan Informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan disusun suatu
sistem akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk menghasilkan Informasi yang berguna bagi pihak
luar maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi yang disusun untuk suatu perusahaan dapat
diproses secara manual (tanpa mesin-mesin pembantu) atau proses dengan menggunakan mesinmesin mulai dari mesin pembukuan yang sederhana sampai denagn computer.
Sistem Informasi akuntansi salah satu sistem Informasi diantara berbagai sistem yang
digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Sistem ini merupakan subsistem
Informasi manajemen yang mengelola data keuangan menjadi Informasi keuangan untuk memenuhi
kebutuhan pemakai intern maupun pemakai ekstern.

1.2.

RUMUSAN MASALAH

1.

Apakah pengertian Sistem Informasi Akuntansi?

2.

Bagaimanakah model Sistem Informasi Akuntansi?

3.

Bagaimana karakteristik Sistem Informasi Akuntansi?

4.

Apakah peranan Sistem Informasi Akuntansi?

5.

Siapa sajakah pemakai Sistem Informasi Akuntansi?

6.

Apakah pengertian dari Pengolahan Data?

7.

Apa saja contoh dari Sistem Informasi Akuntansi?

BAB II
Literatur Teori

Sistem informasi akuntansi (SIA) sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak
di bidang apapun karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan
perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut
berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan usaha atau bisnis. SIA akan memudahkan
perusahaan melakukan sebagian besar kegiatan perusahaan. Dengan memberikan informasi yang
tepat dan akurat, biaya produksi dapat ditekan dan menjadi lebih efektif dan efisien.
Sistem keuangan yang menyediakan informasi memiliki beberapa fungsi dalam
keberlangsungan usaha seperti; mengumpulkan semua data kegiatan bisnis perusahaan dan
menyimpan data tersebut secara efektif dan efisien. Selain itu, SIA juga dapat mencatat semua
sumber daya yang berpengaruh terhadap usaha tersebut dan semua pihak yang terkait. Dengan
fungsi ini, tidak akan ada suatu hal dalam perusahaan yang tidak tercatat,mengambil data yang
diperlukan dari berbagai sumber dokumen yang berkaitan dengan aktivitas bisnis. Data yang sudah
tersimpan akan lebih mudah diambil karena setiap detail dari data sudah terekam dengan SIA.
membuat dan mencatat data transaksi dengan benar ke dalam jurnal-jurnal yang diperlukan
dalam proses akuntansi sesuai dengan urutan dan tanggal terjadinya transaksi. Pencatatan ini
bertujuan untuk mempermudah pihak-pihak yang membutuhkan dalam pengecekan semua transaksi
sehingga jika terjadi suatu kesalahan dapat dikoreksi dengan mudah dan dapat diketahui
penyebabnya dengan cepat. mengubah sekumpulan data menjadi informasi keuangan yang
dibutuhkan perusahaan. Informasi ini berbentuk laporan keuangan baik secara manual maupun
secara online yang diperlukan oleh semua pihak. sebagai suatu sistem pengendali keuangan agar
tidak terjadi suatu kecurangan. Dengan sistem ini, keuangan perusahaan dapat dilacak dengan pasti
karena sistem pertanggungjawaban yang detail. Fungsi ini dapat menjaga aset perusahaan dan
mengurangi risiko untuk penggelapan aset oleh semua pihak terkait.

BAB III
PEMBAHASAN
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang
bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan
data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi juga dapat diartikan sebagai kumpulan kegiata- kegiatan dari
organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan Informasi keuangan dan Informasi yang
didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal maupun eksternal perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan
operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi
hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.
Sebagai sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem yang bertugas mengumpulkan
data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta
menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupum di luar perusahaan. Selain itu sistem
informasi akuntansi adalah satu – satunya CBIS yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan
informasi di luar perusahaan.
Informasi akuntansi berhubungan dengan suatu fungsi yang bertanggung jawab terhadap
arus dana kedalam perusahaan, dana diperlukan untuk mendukung kegiatan pemasaran, manufaktur
dan kegiatan lainnya maka dari itu sangat perlu mengontrol semua arus dana agar penggunaannya
bisa efektif.
Banyak pihak berkepentingan terhadap informasi keuangan suatu perusahaan. Jika
dikategorikan ada dua kelompok besar yang sangat berkepentingan yaitu pihak eksternal dan
internal. Keduanya mempunya peranan yang kuat dalam menentukan pertumbuhan perusahaan ,
terutama pihak internal yang terlibat langsung pada pengelolaan keuangan. Informasi yang
dihasilkan oleh pihak internal perusahaan di

gunakan sebagai pendukung dalam kegiatan perusahaan sehari – hari dan pendukung dalam
proses pengambilan keputusan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :

-Informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada
pihak extern.
-Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan
keputusan.

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1.

Analisa Perilaku

Setiap sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya kecuali
seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang- orang yang terlibat dalam sistem
tersebut.
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana
memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi
yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat
didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.
2.

Metode Kuantitatif

Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk
meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.
3.

Komputer

Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin
seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat
terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari SIA :
-Bagaimana mengumpulkan data dan mengkaitkannya dengan aktivitas organisasi/perusahaan.
-Bagaimana caranya menyalurkan data, informasi sehingga berguna bagi pengambilan keputusan
-Bagaiaman caranya menjamin realbilitas, keakuratan dan ketcepatan data dan informasi yang
disajikan.
Perbedaan utama Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Informasi Manajemen terletak
pada ruang lingkup, yaitu sistem Informasi manajemen mencakup semua data yang terdapat dalam
organisasi, semua aktivitas pengolahan di dalam organisasi dan sering Informasi yang digunakan
oleh orang-orang dalam organisasi. Sistem Informasi akuntansi hanya meliputi jenis data dari

Informasi tertentu. Dengan kata lain, sistem Informasi akuntansi merupakan subsistem Informasi
manajemen di dalam suatu organisasi.
Sistem Informasi akuntansi merupakan subsistem Informasi yang paling banyak menembus
dan sering paling besar dalam organisasi perusahaan. Dalam banyak organisasi, sistem Informasi
akuntansi merupakan salah satunya sistem Informasi yang dibentuk secara formal.

2.2

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terdiri dari masyarakat, prosedur dan teknologi
informasi. SIA memiliki 3 fungsi penting dalam suatu organisasi :
1.
SIA mengumpulkan dan menyimpan data mengenai aktivitas dan transaksi sehingga
organisasi dapat merview apa saja yang telah terjadi.
2.
SIA memproses data menjadi informasi yang berguna untuk mengambil keputusan yang
sesuai dengan manajemen untuk aktivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
3.
SIA menyediakan pengawasan yang memadai untuk menyelamatkan asset organisasi
termasuk data-datanya. Pengawasan ini memastikan bahwa data tersedia pada saat dibutukan,
akurat dan dapat dipercaya.

2.3

Sistem Informasi Akuntansi dalam menguraikan bisnis organisasi

Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait
untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi
meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang
masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari
superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di
dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
Jenis-jenis Proses Bisnis :
1.
Siklus pengeluaran terdiri dari aktivitas yang berkaitan dalam pembelian dan pembayaran
untuk barang atau jasa yang digunakan oleh organisasi.
2.
Siklus produksi dari aktivitas yang berkaitan dalam mengubah bahan mentah dan tenaga
kerja menjadi barang jadi. (note: hanya perusahaan manufacturing yang memiliki siklus produksi,
organisasi eceran seperti S&S, dengan mudah membeli barang jadi untuk dijual kembali kepada
orang lain).
3.
Siklus sumber daya manusia/penggajian terdiri dari aktivitas yang berkaitan dalam
memperkerjakan dan membayar gaji pegawai.

4.
Siklus pendapatan terdiri dari aktivitas yang berkaitan dalam penjualan barang atau jasa
dan mengumpulkan pembayaran untuk penjualan tersebut.
5.
Siklus pendanaan terdiri dari aktivitas yang berkaitan dalam memperoleh dana yang
dibutuhkan untuk menjalankan organisasi dan membayar kembeli kepada kreditor dan
mendistribusikan laba investor.
2.4

Peranan Sistem Informasi Akuntansi

Dalam dunia bisnis yang kompleks, mungkin menggunakan beratus – ratus tenaga kerja,
mulai dari perencanaan pengembangan, direktur pemasaran sampai kepada bagian kebersihan.
Bagaimana perusahaan merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengontrol semua kegiatannya,
bagaimana mensuplai informasi kepada banyak orang dalam perusahaan, disinilah letak
pentingnya peranan sistem informasi akuntansi.
Sistem informasi akuntansi melayani dua tipe pemakai yaitu dari pihak luar
perusahaan(eksternal) dan dari pihak dalam perusahaan (internal). Pihak – pihak ekternal antara lain
pelanggan, supplier, pemegang saham, pegawai, lembaga keuangan, pemerintah, sedangkan pihak
internal perusahaan antara lain manajemen, purchasing, dan inventary control management,
production management, personal management, finansial management.
Peranan sistem informasi akuntansi


Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa



Memperbaiki efisiensi



Memperbaiki pengambilan keputusan



Menciptakan keunggulan kompetitif

2.5

Sistem Informasi Akuntansi dalam menambah nilai organisasi

SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan yang mendukung penampilan dari
aktivitas lain value chain organisasi. Sebagai contoh, bagi siklus pengeluaran dan proses informasi
tentang pembelian. Siklus Sumber Daya Manusia dan siklus Produksi mendukung SDM dan
operasi bagian dari value chain. Bagian siklus pendapatan dan proses informasi tentang, penjualan,
pemasaran dan aktivitas jasa. Siklus keuangan mendukung aktivitas penting dari perusahaan
manufaktur kepada organisasi.
Nilai SIA adalah menyediakan akurasi dan informasi tepat waktu untuk menyajikan banyak
aktivitas value chain. Perancang yang baik dari SIA dapat memperbaiki lebih lanjut efisiensi dan
efektivitas dari aktivitas berikut adalah :
1.

Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk atau jasa

Sebagai contoh, SIA dapat mengawasi mesin sehingga operator dapat mengenali secara
cepat kapan proses batas kualitas. Hal ini secara simultan menolong perbaikan kualitas produk dan
mengurangi sejumlah material yang tidak terpakai.
2.

Peningkatan efisiensi

SIA yang dirancang secara baik dapat membantu peningkatan efisiensi operasi dengan
menyediakan informasi tepat waktu. Sebagai contoh, pendekatan manufaktur Just-In-Time sebagai
persyaratan akurasi informasi terkini tentang persediaan bahan baku dan lokasinya.
3.

Peningkatan pembuatan keputusan

SIA dapat meningkatkan pembuatan keputusan dengan menyediakan informasi akurat dan
tepat waktu untuk apresasi karyawan. Contohnya, Frito Lay mengumpulkan data tetang persediaan
pelanggan kepada basis sehari- hari sehingga manager-manager dapat menganalisa lebih baik trend
penjualan.
4.

Membagi Pengetahuan

Design SIA yang baik dapat membantu pembagian pengetahuan dan keprofesionalan,
meningkatkan operasi dan bahkan menyediakan keuntungan- keuntungan yang bersaing. Contoh :
Firma akuntan publik menggunakan kerjasama intranet untuk membagi praktik-praktik yang terbaik
dan untuk mendukung komunikasi antara orang-orang yang berlokasi pada kantor-kantor yang
berbeda.
2.6

Strategi Korporasi

Strategi perusahaan atau organisasi merupakan suatu wilayah kajian yang selalu menarik
untuk dicermati. Begitu banyak pendekatan yang dilakukan, mulai dari sangat kuantitatif sampai
pada belajar dari pengalaman sukses seseorang atau suatu perusahaan (best practices).
Setidaknya, terdapat dua aliran besar yang dijadikan landasan pembahasan strategi
perusahaan, yaitu kajian tentang strategi-strategi utama (grand strategies) dan strategi-strategi
generik (generic strategies). Strategi utama merupakan seperangkat alternatif strategi perusahaan
yang secara umum dijadikan ‘patokan’ dalam menentukan strategi yang akan diambil oleh suatu
perusahaan. Sedangkan strategi generik ada dua, yaitu: Porter’s generic strategies dan Glueck’s
generic strategies, nama penulis yang mengintrodusir masing-masing.
Generic strategies Menurut Michael Porter berisikan 3 strategi yang berbeda, yaitu:
1.

Cost Leadership Strategy

adalah upaya mendapatkan keunggulan kompetitif dengan meningkatkan penjualan melalui
persaingan harga terendah. Strategi biaya terendah adalah upaya meminimalkan biaya untuk
mendapatkan produk atau jasa dengan harga terendah. Strategi ini lebih efektif apabila diterapkan
pada konsumen yang sensitif harga, konsumen akan memilih harga yang lebih murah, meskipun
kualitas sedikit lebih buruk.

Strategi ini dapat diterapkan dengan cara:
-

Meminimalkan biaya produksi untuk mencapai efisiensi biaya

-

Perusahaan menetapkan biaya termurah untuk meraih laba yang lebih tinggi

-

Meraih pangsa pasar yang luas, dari harga yang lebih rendah

Contoh Perusahaan yang menerapkan strategi ini adalah Walmart, Walmart adalah
perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan department store. Walmart menerapkan strategi
Every Day Low Price dan bekerja sama dengan suplier untuk memastikan harga tetap stabil dan
terjaga pada level minimum.
2.

Differentiation Strategy

Diferensiasi melibatkan upaya memproduksi produk atau jasa yang berbeda dan lebih
unggul dari para pesaing. Strategi ini sangat tergantung kepada kondisi alami industri, produk atau
jasa itu sendiri, tetapi biasanya melibatkan fitur, fungsi, daya tahan, dukungan, dan juga citra
merek yang dihargai oleh pelanggan.
Untuk membuat sebuah strategi diferensiasi, organisasi perlu:
-

Memiliki riset, pengembangan, dan inovasi yang baik

-

Mampu menyerahkan produk atau jasa berkualitas tinggi

Memiliki penjualan dan pemasaran yang efektif sehingga pasar memahami manfaat-manfaat
berbeda yang ditawarkan.
Strategi ini fokus pada pengembangan produk yang menawarkan nilai lebih dan keunikan
produk yang tidak dimiliki kompetitor. Penambahan nilai produk ini membuat perusahaan
menetapkan harga premium untuk produknya. Keunggulan nilai ini dilihat dari fungsi, durability,
penjualan, kualitas, dan fitur tambahan. Contoh Perusahaan yang menerapkan strategi ini adalah
McDonalds. McDonalds adalah restaurant cepat saji di Amerika yang memiliki cabang di berbagai
belahan dunia. McDonalds menyediakan makanan untuk konsumen di semua usia dan memiliki
paket produk yang berbeda untuk tiap segmen. Perusahaan memanfaatkan peluang dari kebiasaan
masyarakat modern dengan mobilitas tinggi.
3.

Fokus Strategy

Fokus strategy atau bisa juga disebut strategi segmentasi adalah suatu strategi yang
meningkatkan keunggulan kompetitif dengan menerapkan kedua strategi sebelumnya bukan pada
pasar secara umum, namun untuk segmen pasar yang lebih kecil dan spesifik.
Strategi Generik Menurut Glueck
Glueck berpendapat bahwa pada prinsipnya terdapat empat macam strategi generik.
Keempatnya dikenal sebagai strategi stabilitas (Stability strategy), strategi ekspansi (Expansion
strategy),strategi penciutan (retrenchment strategy) dan combinasi (Combination).

Strategi stabilitas
1.

Tidak ada pertambahan pada produk,pasar dan fungsi-fungsi perusahaan.

2.

Peningkatan efisiensi.

3.

Resikonya kecil

Alasan menggunakan strategi ini :
a.

Perusahaan telah berhasil dan menguntungkan pada saat ini.

b.

Mudah menerapkan.

c.

Takut ada pemborosan.

Strategi ekspansi
1.

Menitik beratkan pada pertambahan pada produk,pasar dan fungsi-fungsi perusahaan.

2.

Meningkatkan aktivitas perusahaan.

3.

Resiko tinggi.

Alasan menggunakan strategi ini :
a.

Masyarakat akan diuntungkan dengan adanya perluasan usaha.

b.

Adanya tekanan dari pihak luar

Strategi penciutan
1.

Pengurangan atas produk,pasar dan fungsi-fungsi perusahaan.

2.

Penekanan pada pengurangan bisnis.

3.

Kondisi bisnis menurun

4.

Karena unit-unit tertentu memerlukan penambahan untuk mengatasi masalah yang timbul.
Alasan menggunakan strategi ini :

a.

Adanya kesempatan yang lebih baik dibidang lain.

b.

Kekuatan yang tidak mampu menghadapi persaingan

c.

Unit bisnis merugi terus.

d.

Unit bisnis todak dapat memenuhi target yang telah ditentukan
Strategi combinasi

Adalah Gabungan strategi diats pada situsi dan kondisi yang berbeda. Alasan menggunakan
strategi ini :
a.

Terjadinya perubahan yang cepat.

b.

Adanya tahap-tahap kehidupan yang berbeda dari sebuah produk

Value Chain (Rantai Nilai)
Tujuan yang paling utama dari bisnis adalah untuk menyediakan nilai ke pelanggan bisnis
akan menguntungkan jika nilai itu mengkreasikan yang terbaik dari biaya memproduksi atau jasa
mereka. Value Chain (rantai nilai) organisasi terdiri dari sembilan aktivitas yang terkait yang
masing-masing mendeskripsikan sembilan aktivitas pada value chain dapat dibagi menjadi dua
kategori aktivitas utama dan aktivitas pendukung 5 aktivitas utama pada value chain terdiri dari
aktivitas-aktivitas yang ditampilkan untuk menciptakan, pasar dan mengantarkan produk dan jasa
kepada pelanggan dan juga untuk menyediakan jasa post-sales dan pendukungnya :
1.Inbound logistic terdiri dari penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian material yaitu input
yang digunakan oleh organisasi untuk menciptakan jasa dan produk yang akan dijual. Sebagai
contoh, aktivitas penerimaan menangani dan menyimpan baja, kaca, dan karet membuat aktivitas
inbound logistics untuk automobile manufaktur.
2.Aktivitas Operasi (Operations) mentransformasika input menjadi produk atau jasa akhir. Sebagai
contoh assembly line pada perusahaan automobile merubah bahan baku menjadi bahan jadi.
3.Outbound logistics adalah aktivitas termasuk pada mendistribusikan produk dan jasa akhir
kepada pelanggan. Sebagai contoh, mengirimkan automobile ke dealer mobil adalah aktivitas
outbound logistics.
4.Marketing and Sales (Pemasaran dan Penjualan), menunjukan aktivitas termasuk dalam menolong
pelanggan untuk membeli produk atau jasa organisasi. Iklan adalah contoh dari aktivitas pemasaran
dan penjualan.
5.Aktivitas jasa, menyediakan post-sales (setelah penjualan) perbaikan dan fungsi pemeliharaan
kepada pelanggan.

Empat aktivitas pendukung di Value Chain membuat hal tersebut mungkin untuk aktivitas utama
untuk disajikan secara efisien dan efektif:
1.Firm Infra Structure (Infrastruktur perusahaan) termasuk akuntansi, keuangan, pendukung
legal, dan aktivitas administrasi umum yang penting untuk setiap fungsi organisasi. SIA adalah
bagian dari infrastruktur perusahaan. SIA merupakan kunci pada value chain dengan menyediakan
banyak informasi yang dibutuhkan untuk menyajikan 5 aktivitas utama.

2.Aktivitas Sumber Daya Manusia termasuk recruitment, memperkerjakan, melatih dan
menyediakan keuntungan-keuntungan karyawan dan kompensasi.
3.Technology activities (aktivitas teknologi) meningkatkan produk atau jasa. Contohnya termasuk
penelitian dan pengembangan teknologi informasi, dan merancang produk.
4.Purchasing (Pembelian) termasuk semua aktivitas termasuk mendapatkan bahan baku, pasokan,
mesin, dan bangunan-bangunan yang digunakan untuk menjalankan aktivitas utama.

2.7 CONTOH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Di bawah ini merupakan beberapa contoh Sistem Informasi Akuntansi :
1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang
mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan
2. Dalam sistem informasi pembayaran (kepada pemasok) maka data input adalah semua tagihan
dari pemasok diproses dengan cara tertentu sehingga memberikan informasi berupa tanggal jatuh
tempo, besarnya pembayaran, cara pembayaran dll. Sehingga manajemen mampu memutuskan
kebijakan pembayaran yang tepat
3. Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran
produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang
dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
4. Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan
dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses
hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1.Pentingnya komunikasi antar departemen/subsistem yang mengarah untuk tercapainya suatu
keputusan.
2.Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk
mengambil keputusan.

BAB IV
KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat yaitu Bisnis elektronik global adalah suatu bisnis yang
dijalankan dengan menggunakan teknologi digital dan internet untuk mewadahi seluruh kegiatan
yang mendukung pengembangan dan kemajuan disuatu perusahaan. Bisnis elektronik,
atau
disebut dengan e-business juga termasuk perdagangan elektronik, atau e-commerce. Kolaborasi
merupakan sebuah kerjasama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama secara
eksplisit. Kolaborasi fokus terhadap penyelesaian tugas atau misi yang biasanya terjadi di dalam
sebuah bisnis atau organisasi dan di antara pelaku bisnis. Dan kita sebagai generasi berikutnya
harus tetap terus meningkatkan bisnis elektronik global dunia dan ikut berkontribusi dan
berkolaborasi didalamnya agar bisa tercapai seluruh rencana dan tujuan dari suatu perusahaan
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data dari
kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi Informasi serta menyediakan
Informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan. Cara kerja SIA adalah semua sumber
data baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan dikumpulkan menjadi satu dan
diubah ke dalam bentuk database. Setelah itu semua data yang telah berbentuk database, diubah
dengan menggunakan perangkat lunak menjadi sebuah Informasi yang lebih bermanfaat bagi semua
pemakai Informasi. Kemudian data yang telah diubah menjadi Informasi disampaikan ke semua
pemakai yang membutuhkan, seperti manajemen dan pemakai intern maupun pemakai ekstern
perusahaan.
Karakteristik SIA meliputi :SIA melakasanakan tugas yang diperlukan, berpegang pada
prosedur yang relatif standar, menangani data terinci, berfokus histories, menyediakan informasi
pemecahan masalah. Peranan sistem informasi akuntansi adalah memperbaiki kualitas &
mengurangi
biaya dalam menghasilkan barang/jasa, memperbaiki efisiensi, memperbaiki
pengambilan keputusan, menciptakan keunggulan kompetitif
Golongan SIA terbagi menjadi 2 yaitu golongan pemakai intern dan pemakai ekstern.
Pengolahan data dalam SIA yaitu :Pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data,
penyiapan dokumen. Salah satu contoh SIA adalah sistem distribusi barang

DAFTAR PUSTAKA

"Putra, Y. M., (2018). Konsep Sistem Informasi Akuntansi. Modul Kuliah Sistem Informasi
Akuntansi. Jakarta: FEB-Universitas Mercu Buana ".

https://1fitriani.blogspot.com/2016/09/makalah-sistem-informasi-akuntansi.html
https://www.researchgate.net/publication/
336543983_Makalah_Sistem_Informasi_dan_Sistem_Informasi_Akuntansi_Kelompok_1

Judul: Sistem Informasi Akuntansi Implementasi Konsep Sistem Informasi Akuntansi ( Umb)

Oleh: Ranny Lestari


Ikuti kami