Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi(makalah)

Oleh Nova Linda

35 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi(makalah)

MAKALAH
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI
MATA KULIAH
AKUNTANSI KEUANGANMENENGAH 1

Disusun oleh:
NOVA LINDA
C1C019096

AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2020/2021

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas kuasa-Nya yang
selalu memberikan kesehatan, kemudahan, dan kesabaran kepada kami sehinnga
makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam kami persembahkan
ke pangkuan Nabi Muhammad SAW, yang telah mebawa umat manusia ke zaman
yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Penulisan
“Akuntansi

Keuangan

dan

Standar Akuntansi”

makalah
ini

yang

berjudul

dimaksudkan

untuk

memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 1. Segala upaya telah
dilakukan untuk menyampaikan penulisan ini. Namun, tidak

mustahil

dalam

penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena
itu, Mohon saran dan komentar yang dapat dijadikan masukan dalam penyempurnaan
makalah ini. Dan harapannya, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.
Rumusan masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bagaimana konsep dari sistem informasi akuntansi ?
Apa tujuan dan manfaat sistem informasi akuntansi ?
Apa saja karakteristik sistem informasi akuntansi ?
Apa saja komponen sistem informasi akuntansi ?
Bagaimana subsistem sistem informasi akuntansi ?
Apa pengertian siklus akuntansi?
Apa saja tahapan dalam siklus akuntansi?

Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Untuk mengetahui konsep dari sistem informasi akuntansi.
Untuk mengetahui tujuan dan manfaat sistem informasi akuntansi.
Untuk mengetahui karakteristik sistem informasi akuntansi.
Untuk mengetahui komponen sistem informasi akuntansi.
Untuk mengetahui subsistem sistem informasi akuntansi.
Untuk mengetahui siklus akuntansi
Untuk mengetahui tahapan dalam siklus akuntansi

BAB II
PEMBAHASAN
A. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi diartikan oleh beberapa ahli dengan definisi yang
berbeda. Namun, pada dasarnya, garis besarnya sama. Berikut adalah pengertian SIA
menurut para ahli :
Menurut Mulyadi, SIA diartikan sebagai organisasi formulir, catatan, dan laporan
yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang
dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
Lain lagi dengan Nugroho Widjajanto yang mengartikan bahwa sistem informasi
akuntansi sebagai susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan
perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang
terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan
menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.
Adapun menurut Romnet dan Steinbart, SIA merupakan sistem yang
mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan juga proses data menjadi informasi yang
berguna dalam membantu proses pengambilan keputusan.
Kesimpulannya, sistem informasi akuntansi memiliki arti sebuah sistem yang
meliputi catatan, formulir, serta laporan dengan susunan tertentu sehingga
menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan.
Sehingga, manajemen dapat lebih mudah mengontrol kerja sistem yang telah
dipakai. Jika dulu catatan akuntansi memakai cara manual. Saat ini, sistem informasi
akuntansi lebih mudah dirancang karena bisa dibuat secara otomatis.
2. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
a. Menyajikan informasi guna mendukung kegiatan operasi seharihari (Transaction Processing System)
Pengguna dari SIA terkait dengan Transaction Processing System:
1. Internal

: Manajer

2 .Eksternal
: Para
Langganan
(Customers), Para
Leveransir
(Supplier), Para Pemegang Saham (Stockholder), Para Pegawai (Employess),
Para Pemberi Pinjaman (Lenders), Instansi Pemerintah (Goverments).

b.

Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan
keputusan oleh pengambil keputusan internal

c.

Menyajikan informasi guna memenuhi kewajiban terkait dengan
pertanggungjawaban kepengurusan perusahaan

3. Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
a.

Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan
aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien

b.

Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan

c.

Meningkatkan efisiensi

d.

Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan

e.

Meningkatkan sharing knowledge

f.

Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

4. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi memberikan manfaat bagi pemakainya, baik pemakai int
ernal maupun pemakai eksternal, apabila memenuhi karakteristik tertentu. Chusing (19
90:2009) mengemukakan lebih lanjut secara ringkas mengenai karakteristik Sistem Info
rmasi akuntansi yang harus memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut:
a.

Usefulness (berguna)

Sistem harus menghasilkan suatu informasi yang berguna, artinya informasi yan
g dihasilkan harus sesuai denga yang dibutuhkan dan tepat waktu sehingga berguna ba
gi pengambilan keputusan.
b.

Economy (ekonomi)

Seluruh komponen dari sistem harus bersifat ekonomis, artinya sistem harus ma
mpu memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran yang dik
eluarkan untuk pengadaan sistem tersebu

c.

Reliability (andal)

Produk dari suatu sistem harus bias diandalkan dan informasi yang dihasil
kan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi,
sehingga
keputusan
yang
dihasilkan benar-benar
keputusan yang tepat sesuai dengan apa yang dihasikan sistem.
d.

Customers Service (pelayanan konsumen)

Sistem harus mampu memberikan pelayanan yang baik dan efisien kepada
pelanggan sehingga mampu memberikan kepuasan akan meningkatkan nilai perusaha
an dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan laba.
e.

Capacity (kapasitas)

Kapasitas suatu sistem harus memadai untuk menghadapi operasi pada kapasit
as penuh (full capacity) seperti halnya pada saat operasi berjalan normal.
f.

Simplicity (sederhana)

Sistem harus sederhana sehingga semua struktur dan operasinya dapat dimeng
erti, serta semua prosedurnya dapat diikuti dengan mudah dan tidak akan membingung
kan pemiliknya.
g.

Flexibility (luwes)

Sistem harus bersifat fleksibel atau luwes dalam menampung dan menghadapi s
emua perubahan yang terjadi didalam maupun diluar organisasi sehingga menghasi
lkan informasi perencanaan dan pengendalian
5. Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Leitch dan Davis (1992, p8-10), komponen sistem informasi akuntansi terdiri
dari:
a.

Business Operations

Dalam suatu organisasi terdapat beberapa aktivitas seperti perekrutan karyawan,
pembelian barang persediaan dan penerimaan kas dari pelanggan. Input sistem
informasi akuntansi disiapkan oleh bagian operasional dan outputnya digunakan untuk
mengatur kegiatan operasional
b.

Transaction Processing

Transaksi yang dilakukan perusahaan lazimnya ialah penjualan, produksi (bila
perusahaan industri) dan pembelian. Para penyusun sistem informasi harus paham apa
dan bagaimana transaksi-transaksi itu diproses.
c.

Management Decision Making

Pada umumnya informasi digunakan untuk bahan pengambilan keputusan
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pihak manajemen, oleh karena itu informasi
menentukan proses pengambilan keputusan.
d.

Reporting

Dalam menyusun laporan berdasarkan sistem informasi, penyusun sistem harus
mengetahui output apa yang dibutuhkan/diinginkan.
e.

System Development and Operation

Sistem informasi harus dirancang, diimplementasikan dan dioperasikan secara
efektif. Idealnya user terlibat penuh dalam implementasinya.
f.

Database

Untuk memperoleh database yang baik, perlu dipahami sungguh-sungguh
proses pengumpulan dan penyimpanan data, dan jenisdatabase software.
g.

Technology

Kemampuan dalam perencanaan dan pengelolaan operasi bisnis tergantung dari
pengetahuan teknologi untuk melengkapi pengetahuan mengeai sistem informasi
akuntansi. Pada waktu ini dukungan teknologi komputerisasi dan komunikasi sudah
pada tingkat yang sedemikian rupa sehingga prosedur operasional yang lazim dikenal
secara tradisional sudah berubah secara total, misalnya mengenai otorisasi, pembagian
tugas, hubungan antar organisasi secara elektronis (e-business), dan aspek-aspek
keamanan (karena dengan menggunakan internet berarti kita makin terbuka terhadap
akses publik).
h.

Controls

Dalam menyusun sistem pengendalian intern harus dipertimbangkan tingkat
kompleksitas sistem informasi serta perkembangan teknologi.
i.

Interpersonal/Communication Skill

Untuk mempresentasikan hasil kerja secara efektif, system designer harus
memiliki kemampuan komunikasi yang baik secara lisan maupun tulisan.

j.

Accounting and Auditing Principles

Untuk menyusun dan mengoperasikan sistem informasi akuntansi, seorang
akuntan harus mengetahui prosedur akuntansi dan memahami audit terhadap sistem
informasi.
6. Subsistem Sistem Informasi Akuntansi
Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitua. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumbersumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun
jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
b. Sistem Pendapatan (revenue system)
Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
c.

Sistem Produksi (production system)

Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk
suatu sumber ekonomi.
d. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen
pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

dan

e. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial
accounting)
Berhubungan dengan transaksi keuangan dan ayat jurnal penyesuaian yang
terjadi dalam siklus akuntasi.
7. Fungsi Sistem Informasi Akuntansi dalam Bisnis
Dalam keberlangsungan usaha, sistem informasi akuntansi mempunyai beberapa
fungsi. Rinciannya dapat Anda simak di bawah ini:
1. SIA merupakan sistem pengendali keuangan yang bertujuan supaya tidak terjadi
kecurangan oleh pihak-pihak tertentu. Dengan menggunakan sistem ini, maka
pelacakan keuangan perusahaan dapat dilakukan dengan mudah. Pasalnya,
terdapat sistem pertanggungjawaban secara detail. Sehingga, sistem informasi

2.

3.

4.
5.

akuntansi bisa menjaga aset perusahaan serta mengurangi risiko penggelapan
aset yang dilakukan oleh semua pihak.
SIA juga berfungsi untuk mengubah kumpulan data dalam bentuk informasi
keuangan yang diperlukan perusahaan. Informasi tersebut merupakan laporan
keuangan manual atau online yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang menjadi
bagian dari perusahaan.
Membuat serta mencatat data transaksi secara tepat dalam jurnal. Sehingga,
proses akuntansi lebih runut sesuai dengan tanggal dan urutan terjadinya
transaksi. Proses pencatatan memiliki tujuan agar pihak yang membutuhkan
lebih mudah mengecek transaksi. Apabila ada kesalahan, maka bisa dikoreksi
dengan mudah serta bisa diketahui apa penyebabnya secara cepat.
Mengambil data yang dibutuhkan yang berasal dari beragam sumber dokumen.
Terlebih yang ada kaitannya dengan kegiatan bisnis. Data yang telah disimpan
akan mudah diambil. Sebab, setiap detail data telah terekam pada SIA.
Mengumpulkan segala macam data mengenai aktivitas bisnis perusahaan serta
menyimpannya secara efektif serta efisien. SIA juga bisa mencatat sumber daya
yang memiliki pengaruh pada usaha serta semua pihak terkait. Fungsi terakhir ini
akan mengoptimalkan catatan perusahaan sehingga tidak ada informasi yang
luput.

Jika menilik lima fungsi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
akuntansi bisa membantu perusahaan untuk mengelola keuangan secara lebih efektif
dan efisien. Tak hanya itu, SIA juga bisa lebih menghemat waktu serta biaya dan akan
memberi dampak pada kinerja bisnis yang selanjutnya. Pun, perusahaan bisa
mengambil keputusan dengan tepat.
8. Prinsip Dasar untuk Keandalan Sistem Informasi Akuntansi
Ada lima prinsip dasar yang memiliki urgensi pada keandalan sistem SIA. Lima
prinsip ini dirumuskan oleh AICPA atau American Institute of CPA. Berikut ulasan
lengkapnya:
1. Keamanan dimana akses dalam sistem serta datanya dikontrol dan juga dibatasi
untuk yang berwenang saja.
2. Kerahasiaan yakni adanya perlindungan informasi yang sensitif dari ungkapan
yang tidak sah.
3. Privasi yang mana pengumpulan, pengungkapan, seta penggunaan informasi
pribadi mengenai pelanggan dilakukan menggunakan cara yang lebih privat dan
tepat.
4. Memproses integritas dimana pemrosesan data dilakukan secara lengkap,
akurat, tepat waktu, dan juga dilakukan dengan otorisasi secara tepat.
5. Ketersediaan dimana sistem informasi akuntansi tersedia untuk terpenuhinya
kewajiban operasional yang sesuai dengan kontrak.

9. Informasi Yang Dihasilkan Sistem Informasi Akuntansi

a. Aktiva (assets) adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan.
b. Kewajiban/utang (liabilities/pasiva) adalah kewajiban membayar kepada pihak lain
yang disebabkan oleh tindakan/transaksi sebelumnya. Berdasarkan jangka waktu
pelunasannya, kewajiban diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu kewajiban
lancar, kewajiban jangka panjang dan kewajiban lain-lain.
c. Ekuitas/modal (equity) adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan
kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik
dan sisa laba yang ditahan (retained earnings).
d. Pendapatan adalah penambahan jumlah aktiva sebagai hasil operasi perusahaan
secara bruto. Pendapatan diperoleh karena adanya penyerahan/penjualan barang/jasa
atau aktivitas lainnya dalam satu periode.
e. Beban atau biaya adalah pengorbanan yang terjadi dalam rangka memperoleh
pendapatan.

Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Informasi Akuntansi Keuangan: informasi berbentuk laporan keuangan yang
ditujukan kepada pihak extern.
b. Informasi Akuntansi Manajemen: informasi yang berguna bagi manajemen
dalam pengambilan keputusan.

Sedangkan informasi-informasi yang dihasilkan oleh SIA antara lain:
a. Laporan posisi (neraca) keuangan
1. Menyajikan informasi mengenai aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemegang
saham.
2. Merupakan dasar untuk menghitung tingkat pengembalian dan mengevaluasi
struktur modal perusahaan.
3. Dapat digunakan untuk menilai resiko perusahaan dan arus kas masa depan
4. Dimanfaatkan untuk menganalisis likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas
keuangan perusahaan.
b.

Laporan laba-rugi

Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktivitas
operasional perusahaan dengan menghitung pendapatan dan beban-beban selama
satu periode yang kemudian dapat ditentukan laporan laba-ruginya. Terdapat tiga akun
penting dalam laporan laba-rugi, yaitu:
1.

Pendapatan

Pendapatan diartikan sebagai penghasilan yang timbul dari pelaksanaan
aktivitas perusahaan yang biasa (reguler) dan dikenal dengan sebutan yang
berbeda-beda, seperti: penjualan, penghasilan, jasa, bunga dan beban
perlengkapan.
2.

Laba atau rugi

Laba terjadi bila pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi,
sebaliknya rugi terjadi bila pendapatan lebih kecil dari pada beban-beban yang
terjadi.
Laba (profit) = penghasilan (revenue) > biaya (expenses)
Rugi (loses) = penghasilan (revenue) < biaya (expenses)
3.

Laba operasi
a. Laba operasi: selisih antara pendapatan dan beban operasi.
b.
Pendapatan lain-lain: pendapatan di luar pendapatan pokok
perusahaan, seperti pendapatan bunga.
c. Beban lain-lain: beban yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasi
pokok perusahaan, seprti rugi penjualan aset tetap dan beban bunga.
d. Laba bersih sebelum pajak: hasil pengurangan laba operasi dengan
pendapatan dan beban lain-lain di luar operasi.
e. Laba bersih setelah pajak: pendapatan bersih perusahaan baik yang
berasal dari kegiatan operasional perusahaan maupun nonoperasional
setelah dikurangi pajak penghasilan.

c.

Laporan perubahan ekuitas

Yaitu laporan keuangan yang menunjukkan perubahan ekuitas selama satu
periode yang terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo (setelah disesuaikan)
ditambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive
(pengambilan suatu harta perusahaan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan untuk
keperluan pribadinya).
d. Laporan arus kas
Laporan arus kas menunjukkan sumber dan penggunaan kas selama satu
periode sehingga saldo kas nampak seperti pada neraca keuangan. Laporan arus kas
membutuhkan data/informasi dari neraca periode sebelumnya dan periode yang
bersangkutan dan laporan laba-rugi pada periode yang bersangkutan.

10. Hambatan pada Sistem Informasi Akuntansi

Menjalankan suatu sistem tidak selalu mulus, akan ada hambatan yang dilalui.
Dalam menjalankan sistem informasi akuntansi, ada beberapa hambatan umum yang
kerap terjadi, meliputi:






Perusahaan membutuhkan software akuntansi serta perangkat komputer yang
dapat menunjang aktivitas keamanan serta kerahasiaan pada data keuangan
seratus persen.
Adanya sumber daya manusia yang belum siap dalam menerapkan sistem serta
standarisasi keuangan baru. Sehingga butuh waktu yang lebih dalam pelatihan
serta penerapannya.
Kurang lengkapnya data keuangan serta informasi yang dihasilkan. Sehingga,
masih harus ada proses verifikasi. Waktu yang dibutuhkan pun menjadi lebih
lama dari yang seharusnya.

Apabila perusahaan mengaplikasikan SIA secara baik, maka semua laporan bisa
disajikan secara on time. Sehingga, semua pihak baik internal ataupun eksternal bisa
mengambil keputusan yang tepat untuk perkembangan perusahaan. SIA sangat efektif
dalam membantu perkembangan perusahaan pada jangka waktu panjang.
SIA yang baik akan mendukung sebuah usaha, terlebih jika sistem pelaporan
maupun pencatatan sesuai dengan prosedur. Dengan sistem informasi akuntansi, maka
laporan keuangan pada akhir periode bisa lebih mudah untuk dilakukan. Pun,
pembuatan laporan akan lebih efektif. Kinerja perusahaan akan semakin maksimal,
efektif, dan efisien.

B. SIKLUS AKUNTANSI
11. Pengertian Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan
untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai
penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode.Adapun menurut KBBI, siklus
merupakan rangkaian atau kejadian berulang secara kontinu dan teratur. Siklus
akuntansi merujuk kepada kegiatan pencatatan keuangan perusahaan yang berulang
secara periodik dari pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan. Karena bersifat
periodik, jika proses telah selesai, akan kembali ke awal dan berproses kembali hingga
akhir selama perusahaan masih melakukan bisnis.

12. Tahapan Siklus Akuntansi

Proses tahapan siklus akuntansi tergolong mudah namun membutuhkan ketelitian
yang tinggi karena terdapat tahapan wajib yang harus dilalui dengan benar. Meskipun
demikian, tak menjadi masalah jika seorang Akuntan dalam perusahaan handal dan
mampu melakukan hal tersebut.
Tahapan dalam siklus akuntansi sebagai berikut:
1) Identifikasi
Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah untuk mengidentifikasi
transaksi. Akuntan harus mampu mengidentifikasi transaksi sehingga dapat
didaftarkan dengan baik. Semua transaksi keuangan yang dicatat adalah transaksi
yang berdampak pada keuangan perusahaan
Dalam transaksi suatu perusahaan, diperlukan bukti valid atas hal tersebut.
Bukti transaksi biasanya dalam bentuk faktur, bukti transfer, invoice, dan lainnya.
Bukti sebuah transaksi keuangan dapat berasal dari 2 sumber, yaitu:
1. Internal. Transaksi yang dilakukan secara internal berasal dalam perusahaan,
baik antar divisi dan antar karyawan.
2. Eksternal. Bukti transaksi eksternal berasal dari luar perusahaan. Pihak luar
perusahaan tersebut adalah distributor, penjual, dan sebagainya.
2) Analisis
Setelah mengidentifikasi transaksi, tahap selanjutnya adalah analisis. Sebuah
pencatatan menggunakan sistem double-entry, dimana transaksi dicatat akan
memiliki efek pada posisi keuangan akan dikreditkan dan didebet jumlah yang sama
sampai transaksi saling mempengaruhi.
3) Pencatatan Transaksi
Setelah informasi transaksi dianalisis dan dicatat, tahapan selanjutnya adalah
pencatatan transaksi. Kegiatan ini dilakukan kedalam jurnal secara kronologis dalam
suatu periode. Ada dua jenis pencatatan transaksi kedalam jurnal, yaitu:
1. Jurnal Umum

Jurnal umum biasanya merekam transaksi yang dimasukkan ke akun yang didebit
dan akun yang dikreditkan.
2. Jurnal Khusus
Jurnal khusus dibuat untuk meningkatkan efisiensi transaksi berulang. Misalnya
jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan sebagainya.
4) Posting Buku Besar
Langkah selanjutnya adalah posting di buku besar yang merupakan kumpulan
Buku ini adalah kumpulan dari akun akuntansi yang digunakan untuk mencatat
informasi dan aset perusahaan. Dari tiap akun tersebut biasanya diberi nomor kode
agar lebih mudah mengidentifikasi dan cross-reference dengan pencatatan transaksi
di jurnal.

5) Persiapan Neraca Saldo
Neraca saldo adalah daftar saldo rekening buku besar untuk jangka waktu
tertentu. Akuntan hanya memindahkan saldo dari buku besar ke neraca saldo. Saldo
kredit pada neraca saldo harus sama dengan jumlah saldo debit. Bila jumlah tidak
seimbang, maka dapat dipastikan terjadi kesalahan perhitungan atau pencatatan dan
harus dilakukan perhitungan ulang. Semua kegiatan perhitungan dan pencatatan
harus dilakukan hingga menemukan titik keseimbangan antara kredit dan debit.
6) Mempersiapkan Jurnal Penyesuaian
Ketika pada akhir periode akuntansi, ada transaksi yang tidak terdaftar,
transaksi yang salah, atau harus disesuaikan. Semua transaksi tersebut dicatat
dalam jurnal penyesuaiannya. Akuntan akan membuat jurnal penyesuaian kemudian
dibukukan dalam buku besar. Setelahnya saldo yang ada di buku besar dapat
dijadikan laporan keuangan.

7) Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Saldo

Pada tahap ini, Akuntan harus mengatur saldo penyesuaian yang tercatat
dalam buku besar dalam neraca saldo. Saldo rekening buku besar dikelompokkan ke
dalam kelompok aktif dan pasif. Dalam tahap ini jumlah saldo kelompok aktif dan
pasif juga harus seimbang dan sama jumlahnya.
8) Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan.
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari laporan laba rugi, perubahan modal,
neraca dan arus kas. Laporan keuangan juga sangat penting bagi berbagai pihak
yang terkait dengan perusahaan, baik eksternal berupa investor maupun internal
berupa dewan direksi.
9) Jurnal Penutup
Setelah laporan keuangan, seorang Akuntan akan membuat jurnal penutup
yang dibuat pada akhir periode akuntansi. Cara melakukan jurnal penutup adalah
dengan membuat rekening terkait menjadi nol. Hal ini disengaja untuk periode
berikutnya agar dapat digunakan kembali untuk mengukur transaksi baru di periode
mendatang.
10) Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan
Pada langkah ini, seorang akuntan akan menyiapkan neraca saldo setelah
penutupan. penyusunan neraca saldo setelah penutupan bersifat tidak wajib. Neraca
saldo setelah penutupan hanya memuat saldo rekening yang bersifat permanen.
Tujuan dari penyusunan neraca saldo pasca penutupan adalah meyakinkan bahwa
saldo sudah seimbang akurat.
11)Jurnal Pembalik
Tujuan jurnal pembalik adalah menyederhanakan prosedur entri transaksi yang
terjadi pada periode berikutnya. Pembuatan jurnal pembalik juga bersifat opsional
atau tidak wajib. Seperti namanya, jurnal pembalik secara harfiah “membalik” saldo
pada jurnal penyesuaian. Yaitu yang awalnya adalah debit menjadi kredit, begitu pula
sebaliknya.

Semua tahapan rutin di atas berperan penting dalam pemantauan keuangan
perusahaan. Perusahaan akan menganalisa sehat atau tidaknya kondisi keuangan
yang dialami dalam satu periode. Kejelian dan ketelitian sangat diperlukan dalam
proses siklus akuntansi. Jika luput satu perhitungan dan pencatatan, maka siklus
akuntansi tidak akan berjalan lancar. Dengan menjalankan tiap tahapan pada siklus
akuntansi dengan benar, maka perusahaan dapat melakukan keputusan bisnis lebih
tepat dan cepat berlandaskan informasi valid mengenai keuangan. Sekian
pembahasan mengenai siklus akuntansi

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan
data dari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi
Informasi serta menyediakan Informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar
perusahaan. Informasi

akuntansi

berhubungan

dengan

suatu

fungsi

yang

bertanggung jawab terhadap arus dana kedalam perusahaan, dan diperlukan untuk
mendukung kegiatan pemasaran, manufaktur dan kegiatan lainnya maka dari itu
sangat perlu mengontrol semua arus dana agar penggunaannya bisa efektif.
iklus akuntansi adalah sebuah proses penyusunan suatu laporan keuangan yang
harus bisa dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum. siklus akuntansi
selalu dimulai dengan aktivitas transaksi sampai dengan pembuatan laporan
keuangan perusahaan. Kemudian proses kembali dilanjutkan dengan adanya saldo
yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai jurnal pembalik.

DAFTAR PUSTAKA

https://accurate.id/akuntansi/sistem-informasi-akuntansi/
http://sumartikasari.blogspot.com/2017/10/konsep-sistem-informasi-akuntansidan.html
https://www.linovhr.com/siklus-akuntansi/

Judul: Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi(makalah)

Oleh: Nova Linda


Ikuti kami