Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh Az-zhara Shatila

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1
MATERI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI

Oleh:
AZ-ZHARA SHATILA
C1C019054

Dosen Pengampu:
Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si
Widya Sari Wendry S.E., M.Si

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
JAMBI
2020

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan
kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayahNya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Materi Sistem Informasi
Akuntansi dan Siklus Akuntansi tepat waktu.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada Mata Kuliah Akuntansi
Keuangan Menengah 1 di Universitas Jambi. Selain itu, penulis juga berharap agar
makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang Materi Sistem Informasi
Akuntansi dan Siklus Akuntansi.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu selaku
dosen mata kuliah. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan
wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih
pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

Jambi, 24 September 2020
Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG
Informasi dari suatu perusahaan, terutama Informasi keuangan dibutuhkan oleh
berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak diluar perusahaan, seperti
kreditur, calon investor, kantor pajak, dan lain-lain memerlukan Informasi ini dalam
kaitannya dengan kepentingan mereka. Di samping itu, pihak intern yaitu manajemen
juga memerlukan Informasi untuk mengetahui, mengawasi, dan mengambil keputusankeputusan untuk menjalankan perusahaan.
Untuk memenuhi kebutuhan Informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan
disusun suatu sistem akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk menghasilkan Informasi
yang berguna bagi pihak luar maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi yang disusun
untuk suatu perusahaan dapat diproses secara manual (tanpa mesin-mesin pembantu) atau
proses dengan menggunakan mesin-mesin mulai dari mesin pembukuan yang sederhana
sampai denagn computer.
Sistem Informasi akuntansi salah satu sistem Informasi diantara berbagai sistem yang
digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Sistem ini merupakan
subsistem Informasi manajemen yang mengelola data keuangan menjadi Informasi
keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern maupun pemakai ekstern.

1.2.

RUMUSAN MASALAH
1.

Apakah pengertian Sistem Informasi Akuntansi?

2.

Bagaimana karakteristik Sistem Informasi Akuntansi?

3.

Apakah peranan Sistem Informasi Akuntansi?

4.

Apa saja contoh dari Sistem Informasi Akuntansi?

5.

Pengertian siklus akuntansi

6.

Tahapan dalam siklus akuntansi

7.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Secara Umum

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang
bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan
pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di
luar perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi juga dapat diartikan sebagai kumpulan kegiatakegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan Informasi keuangan
dan Informasi yang didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal
maupun eksternal perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi menyiapkan informasi bagi manajemen dengan
melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga
mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.
Sebagai sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem yang bertugas
mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut
menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupum di luar
perusahaan. Selain itu sistem informasi akuntansi adalah satu – satunya CBIS yang
bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan.
Informasi akuntansi berhubungan dengan suatu fungsi yang bertanggung jawab
terhadap arus dana kedalam perusahaan, dana diperlukan untuk mendukung kegiatan
pemasaran, manufaktur dan kegiatan lainnya maka dari itu sangat perlu mengontrol
semua arus dana agar penggunaannya bisa efektif.
Banyak pihak berkepentingan terhadap informasi keuangan suatu perusahaan.
Jika dikategorikan ada dua kelompok besar yang sangat berkepentingan yaitu pihak
eksternal dan internal. Keduanya mempunya peranan yang kuat dalam menentukan
pertumbuhan perusahaan , terutama pihak internal yang terlibat langsung pada
pengelolaan keuangan. Informasi yang dihasilkan oleh pihak internal perusahaan di
gunakan sebagai pendukung dalam kegiatan perusahaan sehari – hari dan pendukung
dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam bentuk yang sederhana hingga canggih, secara umum SIA membantu
manajemen perusahaan untuk mengumpulkan data-data keuangan, mengolahnya menjadi
informasi yang bermanfaat bagi pengguna, dan menghasilkan laporan keuangan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :


Informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan
yang ditujukan kepada pihak extern.



Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen
dalam pengambilan keputusan.

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1. Analisa Perilaku
Setiap sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya
kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang-orang yang terlibat
dalam sistem tersebut.
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana
memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi
yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan
diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para
pengambil keputusan.
2. Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk
meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.
3. Komputer
Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan
rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan
untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses
pengambilan keputusan.
3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan
aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
3. Meningkatkan efisiensi
4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
5. Meningkatkan sharing knowledge
6. Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari SIA :
 Bagaimana

mengumpulkan

data

dan

mengkaitkannya

dengan

aktivitas

organisasi/perusahaan.
 Bagaiomana caranya menyalurkan data, informasi sehingga berguna bagi
pengambilan keputusan.
 Bagaiaman caranya menjamin realbilitas, keakuratan dan ketcepatan data dan
informasi yang disajikan.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang baik dan efektif memampukan manajemen
perusahaan dan para pihak yang berkepentingan mendapatkan informasi secara tepat dan
akurat mengenai perusahaan, seperti dalam hal :
a. Besarnya kas yang dimiliki perusahaan
b. Besar saldo utang yang harus dilunasi perusahaan (poin a dan poin b adalah
informasi untuk menjawab aspek lukuiditas perusahaan)
c. Banyaknya asset yang yang dimiliki perusahaan
d. Besarnya laba yang dihasilkan perusahaan (poin c dan poin d adalah adalah
informasi untuk utilisasi dan profitabilitas perusahaan)
e. Besarnya dividen yang bisa dibagikan kepada perusahaan

f. Kinerja operasional perusahaan
Untuk perusahaan berskala kecil, SIA dapat berbentuk pencatatan manual atau
semi manual dengan menggunakan program computer seperti MS Excel. Untuk
perusahaan besar,implementasi SIA memerlukan program dan manajemen basis data
(database) khusus yang biasanya memerlukan dukungan dari perusahaan peranti
lunak (software) seperi Oracle atau SAP. Meski demikian, dasar-dasar akuntansi yang
perlu dipahami adalah sama, yaitu berawal dari persamaan akuntansi dan siklus
akuntansi.
2.2 KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Di bawah ini merupakan karakteristik Sistem Informasi Akuntansi :
1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
SIA hanya melakukan tugas yang diperlukan oleh pemakai Informasi saja.
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
SIA bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang mengikuti standar
perusahaan.
3. Menangani data terinci
Data yang ditangani SIA merupakan data yang sudah jelas dan lengkap.
4. Berfokus histories
Data yang ditangani lebih difokuskan pada data yang telah dimiliki
perusahaan sebelumnya
5. Menyediakan informasi pemecahan masalah
SIA bertugas menyediakan berbagai macam Informasi dalam pemecahan
suatu masalah untuk lebih memudahkan dalam penyelesaianya.
2.3. PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Dalam dunia bisnis yang kompleks, mungkin menggunakan beratus – ratus tenaga
kerja, mulai dari perencanaan pengembangan, direktur pemasaran sampai kepada bagian
kebersihan. Bagaimana perusahaan merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengontrol

semua kegiatannya, bagaimana mensuplai informasi kepada banyak orang dalam
perusahaan, disinilah letak pentingnya peranan sistem informasi akuntansi.
Sistem informasi akuntansi melayani dua tipe pemakai yaitu dari pihak luar
perusahaan(eksternal) dan dari pihak dalam perusahaan (internal). Pihak – pihak ekternal
antara lain pelanggan, supplier, pemegang saham, pegawai, lembaga keuangan,
pemerintah, sedangkan pihak internal perusahaan antara lain manajemen, purchasing, dan
inventary control management, production management, personal management, finansial
management.
Peranan sistem informasi akuntansi :

2.4.

1.

Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa

2.

Memperbaiki efisiensi

3.

Memperbaiki pengambilan keputusan

4.

Menciptakan keunggulan kompetitif

CONTOH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Di bawah ini merupakan beberapa contoh Sistem Informasi Akuntansi :
1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang
mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan
2. Dalam sistem informasi pembayaran (kepada pemasok) maka data input adalah
semua tagihan dari pemasok diproses dengan cara tertentu sehingga memberikan
informasi berupa tanggal jatuh tempo, besarnya pembayaran, cara pembayaran dll.
Sehingga manajemen mampu memutuskan kebijakan pembayaran yang tepat
3. Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru
dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan
analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru
tersebut
4. Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang
berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses
oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian
diberikan ke bagian pemasaran.

Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem
bisnis modern yaitu :
1.

Pentingnya komunikasi antar departemen/subsistem yang mengarah untuk
tercapainya suatu keputusan.

2.

Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu
departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

2.5.

DEFINISI SIKLUS AKUNTANSI
Informasi berupa laporan keuangan dihasilkan melalui proses akuntansi yang

panjang. Pada proses tersebut terdapat tahap-tahap yang harus dipenuhi untuk
mendapatkan hasil laporan yang baik, valid dan akuntabel. Tahap-tahap itulah yang
kemudian disebut sebagai siklus akuntansi.Siklus akuntansi merupakan proses
penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan dan diterima
secara umum. Prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode
serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi
dicatat dalam suatu periode tertentu.
Pada umumnya, siklus akuntansi selalu dimulai dari transaksi sampai
pada pembuatan laporan

keuangan perusahaan. Dilanjutkan dengan adanya saldo yang

ditutup dengan jurnal penutup atau sampai pada jurnal pembalik.
2.6.

TAHAPAN SIKLUS AKUNTANSI
Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam membuat siklus akuntansi secara

umum yaitu:
1. Mengindentifikasi Transaksi
Tahapan ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan, yaitu dengan mencari
tahu transaksi apa saja yang berlangsung selama suatu periode. Dalam tahapan ini kita
memerlukan bukti-bukti transaksi yang ada.

2. Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal
Setelah mengidentifikasi transaksi-transaksi apa saja yang terjadi selama suatu
periode, tahapan selanjutnya adalah mencatat transaksi-transaksi tersebut ke dalam
sebuah jurnal. Jurnal merupakan aktivitas meringkas dan mencatat transaksi
perusahaan berdasarkan dokumen dasar. Tempat untuk mencatat dan meringkas
transaksi tersebut disebut dengan buku jurnal.
3. Memindah bukukan (Posting) Transaksi pada Jurnal ke Buku Besar
Tahapan selanjutnya adalah memindahbukukan atau posting. Posting adalah aktivitas
memindahkan catatan di buku jurnal ke dalam buku besarsesuai dengan jenis
transaksi dan nama perkiraan masing-masing. Buku besar adalah buku utama
pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal
akuntansi dan merupakan penggolongan rekening sejenis. Buku besar merupakan
dasar pembuatanlaporan neraca dan laporan laba/rugi.
4. Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo merupakan pengelompokan saldo akhir di dalam buku besaratau daftar
yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan buku besar. Neraca saldo biasanya
disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja. Untuk menyiapkan
neraca saldo, saldo tiap perkiraan harusditentukan terlebih dahulu. Cara membuat
neraca saldo ini sangatlah mudah, yaitu dengan mengutip atau menyalin saldo semua
akun yang ada dalam buku besar.
5. Membuat Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode akuntansi setelah penyusunan Neraca
Saldo. Jurnal penyesuaian dibuat untuk menyesuaikanangka-angka yang tersebut
dalam neraca saldo agar dapat menggambarkankeadaan yang sebenarnya sesuai

dengan tuntutan dalam penyajian laporankeuangan. Akun-akun yang biasanya
memerlukan jurnal penyesuaian seperti beban yang masih harus dibayar(utang),
pendapatan yang masih harusditerima(piutang), penurunan nilai aktiva (yang bersifat
tetap dan bersifathabis terpakai), beban dibayar di muka, pendapatan diterima di
muka, dan piutang tak tertagih.Setelah membuat jurnal penyesuaian, seperti setelah
membuat jurnalumum, akan harus dilakukan posting kembali isi jurnal penyesuaian
ke dalam buku besar.
6. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Setelah disusun ayat penyesuaian atas akun-akun tertentu, akun-akun yang
bersangkutan tersebut pasti mengalami perubahan nilai atau nominal. Sehingga nilai
saldonya perlu disesuaikan kembali dengan menyusun neraca saldo setelah
penyesuaian. Cara membuatnya tidak jauh beda dengan neraca saldo, yaitu
denganmelihat saldo pada buku besar setelah di posting jurnal penyesuaian ke dalam
buku besar.

7. Menyusun Laporan Keuangan
Setelah membuat neraca saldo disesuaikan, tahap selanjutnya adalah menyusun
laporan keuangan berdasarkan neraca saldo tersebut. Laporan keuangan adalah
catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat
digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan
adalah bagian dari proses pelaporankeuangan. Ada 5 jenis laporan keuangan secara
umum yaitu, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan,
laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Kelima laporan ini akan dibahas
lebih lanjut nanti.

8. Membuat Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup
akun-akun nominal sementara. Akibat penutupan ini, saldo akun-akun tersebut akan
menjadi 0 (nol) pada awal periode akuntansi. Akun yang ditutup adalah akun nominal
dan akun pembantu modal.Agar lebih jelas, akun nominal adalah akun yang pada
akhir periode dilaporkan dalam laporan laba rugi sedangkan akun riil adalah akun
yang pada akhir periode dilaporkan dalam neraca.Yang termasuk akun nominal
adalah pendapatan dan beban, sedangkan akun pembantu modal adalah prive dan
ikhtisar laba/rugi. Setelah jurnal penutup di posting ke setiap akun, maka yang tersisa
adalah perkiraan riil(assets, liabilities, capital/equity). Tujuan jurnal penutup ini
adalah menghindari terjadinya perhitungan ulang pada periode akuntansi berikutnya.
Jadi, yang ditutup meliputi akun-akun pendapatan, beban dan perubahan modal.
Seperti jurnal-jurnal sebelumnya, setelah membuat jurnal penutup, akan harus di
posting kembali isi jurnal penutup ke dalam buku besar.
9. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutup
Tujuan dari neraca ini adalah untuk melihat apakah akun telah seimbang(balance)
untuk selanjutnya memulai kegiatan akuntansi pada periode baru. Cara membuatnya
adalah dengan melihat saldo di buku besar setelahdilakukan posting dari jurnal
penutup ke buku besar.
TAHAPAN TAMBAHAN
1) Jurnal Koreksi
Jurnal koreksi atau jurnal pembetulan adalah jurnal yang dibuat hanya jika seorang
akuntan salah dalam menjurnal sebuah transaksi yang ada dalamsuatu periode.
Jurnal ini memiliki tujuan untuk membenarkan nominal atau akun yang salah dan
telah terlanjur dicatat pada jurnal lainnya

2) Jurnal Pembalik
Jurnal Pembalik adalah jurnal yang dibuat sebelum awal periode akuntansi yang
baru dimulai dengan tujuan untuk memudahkan proses pencatatan akuntansi pada
periode selanjutnya.
2.7
a)

JENIS-JENIS LAPORAN KEUANGAN SECARA UMUM
Laporan Laba/Rugi
Laporan laba/rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaanyang
dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur
pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi
bersih.

b)

Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas merupakan salah satu dari laporan keuanganyang
harus dibuat oleh perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan
aktiva bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan berdasarkan
prinsip pengukuran tertentu yang dianut.

c)

Laporan Posisi Keuangan
Laporan Posisi Keuangan atau Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi
Aset, Liabilitas dan Aset Bersih pada tanggal tertentu. Laporan Posisi Keuangan
atau Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi Aset, Liabilitas dan Aset
Bersih pada tanggal tertentu.

d)

Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaanyang
dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masukdan
keluar uang (kas) perusahaan.

e)

Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan adalah catatan tambahan dan informas yang
ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi
kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan
data dari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi Informasi
serta menyediakan Informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan.
Cara kerja SIA adalah semua sumber data baik yang berasal dari dalam maupun
dari luar perusahaan dikumpulkan menjadi satu dan diubah ke dalam bentuk database.
Setelah itu semua data yang telah berbentuk database, diubah dengan menggunakan
perangkat lunak menjadi sebuah Informasi yang lebih bermanfaat bagi semua pemakai
Informasi. Kemudian data yang telah diubah menjadi Informasi disampaikan ke semua
pemakai yang membutuhkan, seperti manajemen dan pemakai intern maupun pemakai
ekstern perusahaan.
Karakteristik SIA meliputi :SIA melakasanakan tugas yang diperlukan, berpegang
pada prosedur yang relatif standar, menangani data terinci, berfokus histories,
menyediakan informasi pemecahan masalah
Peranan

sistem

informasi

akuntansi

adalah

memperbaiki

kualitas

&

mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa, memperbaiki efisiensi, memperbaiki
pengambilan keputusan, menciptakan keunggulan kompetitif. Golongan SIA terbagi
menjadi 2 yaitu golongan pemakai intern dan pemakai ekstern. Pengolahan data dalam
SIA yaitu :Pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, penyiapan dokumen.
Salah satu contoh SIA adalah sistem distribusi barang.
Siklus akuntansi merupakan serangkaian langkah-langkah yang terjadi selama
periode waktu yang telah ditentukan, sehingga menghasilkan laporan keuangan yang
berguna bagi para pemakai laporan keuangan, baik itu pihak internal maupun pihak
eksternal. Dan dimulai dengan terjadinya transaksi-transaksi yang dicatat dan
dikumpulkan secara sistematis. Pada akhir tahun daridaftar kertas kerja yang memuat
semua perkiraan dalam buku besar. Kertas kerjaini sekaligus dipakai untuk menyusun
perhitungan laba-rugi dan neraca setelah diadakan pembenttulan dan pemindahan pos
tertentu yang disebut dengan penyesuaian.

DAFTAR PUSTAKA

Mukhtar, Ali Masjono, S.E. MBIT.1999.Audit Sistem Informasi,PT.Rineka Cipta:Jakarta
Tunggal, Amin Widjaja, Drs.1993.Sistem Informasi Akuntansi.PT.Rineka Cipta:Jakarta
Hariningsih S.P.2006.Sistem Informasi Akuntansi. Ardana Media:Yogyakarta
www.google.com
Rudianto. Pengantar Akuntasi: Konsep dan Teknik Penyusunan Laporan Keuangan.
Jakarta: Erlangga. 2009
Anindya Mika. 13Oktober 2014.Memahami dengan Mudah Siklus Akuntansi Perusahaan
Dagang. Zahiraaccounting.com
Admin. 13 Februari 2017. Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Beserta Penjelasannya.
Dosenakuntansi.com
Warsidi CA. 2017. Siklus akuntansi: tahap-tahap proses akuntansi. Warsidi.com
Admin. 21 September 2017. Definisi Siklus Akuntansi .Finansialku.com
Carl

S.

Warren,

James

M.

Reeve,

Jonathan

E.

Duchac.

2014.Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia. Edisi 25. Jakarta. Salemba Empat.
Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK. Edisi 2. Jakarta Selatan. Salemba 4

Judul: Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh: Az-zhara Shatila


Ikuti kami