Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh Muhammad Syahratul Ikhsan

500,2 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

TUGAS MAKALAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI Dosen pengampuh: Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si. Widya Sari Wendry, S.E., M.Si Di susun oleh: MUHAMMAD SYAHRATUL IKHSAN (C1C019138) FAKULTAS EKONOMI DAN BISNI UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2020 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Informasi dari suatu perusahaan, terutama Informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak diluar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak, dan lain-lain memerlukan Informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka. Di samping itu, pihak intern yaitu manajemen juga memerlukan Informasi untuk mengetahui, mengawasi, dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan Informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan disusun suatu sistem akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk menghasilkan Informasi yang berguna bagi pihak luar maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi yang disusun untuk suatu perusahaan dapat diproses secara manual atau proses dengan menggunakan mesin-mesin mulai dari mesin pembukuan yang sederhana sampai denagn computer. Sistem Informasi akuntansi salah satu sistem Informasi diantara berbagai sistem yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Sistem ini merupakan subsistem Informasi manajemen yang mengelola data keuangan menjadi Informasi keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai internal maupun pemakai eksternal B. Rumusan Masalah Dari latar belakang permasalahan diatas, maka dapat diambil rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Apa itu sistem informasi akuntansi 2. Bagaimana Siklus akuntansi ? C. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu sebagai berikut : 1. Untuk memaparkan pengertian dari Sistemn informasi akuntansi dan siklus akuntansi 2. Untuk memaparkan tentang poin-poin Sistem informasi akuntansi dan sikllus akuntansi sesuai dengan rumusan masalah diatas. 3. Sebagai salah satu bentuk penyelesaian tugas selaku Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jambi BAB II Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi (accounting information system) adalah sistem pengumpulan data serta memroses data transaksi juga melakuakan penyebaran informasi keuangan perusahaan kepada pihak-pihak dinilai perusahaan mempunyai kepentingan atas hal informasi keuangan tersebut. Faktor-faktor yang turut memengaruhi adanya perbedaan sistem akuntansi dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain antara lain seperti sifat bisnis transaksi-transaksi yang terkait dengan perusahaan, ukuran dari perusahaan, jumlah data yang harus ditangani oleh perusahaan, dan juga kebutuhan informasi dari manajemen perusahaan juga pihak lain yang terkait dengan perusahaan. Terminologi Dasar Terminologi dasar akuntansi dari beberapa hal berikut:  Kejadian (Event) Kejadian adalah sesuatu yang dapat mengubah satu, dua, atau bahkan tiga sisi, yaitu asset, liabilities, dan equity.  Transaksi (Transaction) Transaksi ini merupakan suatu pertukaran antara satu perusahaan atau lebih.  Akun (Account) Akun merupakan suatu catatan yang sistematis yang kemudian dapat menunjukkan pengaruh transaksi yang terjadi serta kejadian lainnya pada unsur-unsur tertentu, seperti aktiva, kewajiban, ataupun ekuitas pemilik.  Akun Riil dan Akun Nominal Akun riil adalah akun-akun yang tidak ditutup dan saldo yang ada akan berlanjut ke peridode berikutnya, akun-akun ini akan tertera di neraca. Berbeda dengan akun nominal (temporer), yaitu merupakan akun-akun pendapatan, beban serta dividen, akunakun ini tertera didalam laporan laba-rugi dan akun-akun ini ditutup secara periodic’  Buku Besar (Ledger) Buku besar umum isinya berupa seluruh akun aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, dan beban. Buku besar pembantu yaitu berisi catatan yang merupakan penjelasan yang tidak tercantum pada buku besar umum.  Jurnal Jurnal adalah pencatatan paling awal yang merupakan catatan atas transaksi maupun kejadian yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Jumlah yang tercatat pada jurnal selanjutnya akan diposting ke buku besar.  Pemindahbukuan (Posting) Posting adalah suatu proses memindahkan angka-angka yang tercatat dalam jurnal dan memisahkannye berdasarkan akunnya masing-masing.  Neraca Saldo (Trial Balance) Neraca saldo merupakan ringkasan dari buku besar. Neraca saldo ini ada setelah adanya penyesuaian dimasukkan ke buku besar yang disebut neraca saldo yang disesuaikan. Neraca saldo ada setelah semua jurnal penutup dimasukkan ke buku besar disebut neraca saldo pasca-penutupan.  Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries) Ayat jurnal ini digunakan untuk menyesuaikan akun-akun agar jumlah yang ada sesuai dengan yang sebenarnya.  Laporan Keuangan Laporan ini merupakan suatu catatan yang mencerminkan pengumpulan, tabulasi, dan ikhtisar akhir dari data keuangan perusahaan. Terdapat empat laporan keuangan yang umum yang dibuat oleh perusahaan, antara lain: (a) neraca, yang menampilkan kondisi keuangan perusahaan di akhir periode akuntansi, (b) laporan labarugi, yang menghitung besarnya hasil operasi dari perusahaan selama satu periode akuntansi, (c) laporan arus kas, yang melaporkan arus kas perusahaan selama satu periode, dan (d) laporan laba ditahan, yang merekonsiliasi saldo akun laba di tahan dari awal periode sampai dengan akhir periode akutansi perusahaan.  Ayat Jurnal Penutup Ayat jurnal ini digunakan untuk menutup semua akun Terporer Perusahaan. Debet dan Kredit Kata debet dan kredit masing-masing berarti kanan dan kiri. Kedua kata itu bukan berarti peningkatan maupun suatu penurunan, tetapi digunakan sebagai suatu lambang pada proses pencatatan dengan tujuan dapat menunjukkan di mana ayat jurnal tersebut dibuat. Sebagai contoh, tindakan mencatat suatu jumlah pada sisi kiri akun disebut mendebet, dan membuat ayat jurnal pada sisi kanan disebut mengkredit akun. Apabila total dari kedua sisi dibandingkan, maka sebuah akun dikatakan memiliki saldo debet jika jumlah debet melampaui jumlah kredit. Sebaliknya sebuah akun dikatakan memiliki saldo kredit jika jumlah saldo kredit melebihi jumlah saldo debitnya. Persamaan Dasar Akuntansi Untuk menggunakan persamaan dasar akuntansi, Anda perlu beregang dengan prinsip keseimbangan antara harta dengan kewajiban. Oleh karena itu, segala transaksi yang terjadi akan dianalisa dalam persamaan dasar akuntansi. Dalam akuntansi mengenal debit dan kredit di setiap transaksi yang terjadi. Maka pengenalan akan hal ini perlu dikuasai agar prinsip keseimbangan dapat terealisasikan. Kekayaan atau aktiva adalah assets atau bisa disebut juga dengan harta yang dimiliki perusahaan, dan hak atas harta tersebut disebut hak atas kekayaan (equality). Hubungan antara harta dengan hak atas kekayaan dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut: Harta (assets) = Hak atas kekayaan (equality) Secara teori, hak atas kekayaan terbagi menjadi dua berdasarkan asal usulnya yaitu hak yang berasal dari kreditur dan hak yang berasal dari pemilik perusahaan. Hak dari kreditur atas kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan merupakan hutang perusahaan, sedangkan hak dari pemilik perusahaan itu sendiri disebut sebagai modal. Persamaan akuntansi dapat dituliskan sebagai berikut: Harta = Utang + Modal atau Modal = Harta – Utang Contoh: Perusahaan Merah Putih menerima kas sebesar $ 4,000 atas jasa yang telah diberikan HARTA + 4,000 Dari gambar diatas yaitu,harta dan equality = UTANG + MODAL + 4,000 dapat disimpulkan bahwa penerimaan kas mempengaruhi 2 sisi Siklus Akuntansi Mengidentifikasi dan Mencatat Transaksi serta Kejadian Lainnya Langkah pertama yang harus dilakukan dalam siklus akuntansi adalah melakukan analisis transaksi dan kejadian-kejadian tertentu lainnya. FASB menggunakan ―transaksi serta kejadian lainnya dan fase situasi yang memengaruhi perusahaan bisnis‖ digunakan dalam melakukan penjelasan penyebab dari adanya perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas dari sebuah perusahaan. Kejadian terdiri dari dua tipe, yaitu: (a) kejadian eksternal, yang berinteraksi antara suatu perusahaan dengan lingkungan perusahaan tersebut, contohnya transaksi dengan perusahaan lain, berubahnya harga barang atau jasa yang dibeli dan dijual entitas, banjir atau gempa bumi, atau kemajuan teknologi pesaing; (2) kejadian internal yang terjadi dalam entitas, seperti pemakaian bangunan dan mesin dalam operasi atau transfer atau pengguna bahan baku dalam proses produksi. Transaksi, yang merupakan salah satu tipe dari kejadian eksternal, dapat berupa pertukaran di mana kedua entitas saling menerima dan menyerahkan sesuatu yang memiliki nilai, seperti pembelian dan penjualan barang atau jasa. Transaksi juga dapat berupa transfer satu arah di mana sebuah perusahaan menerima kewajiban tetapi perusahaan tidak secara langsung menerima sesuatu yang bernilai sebagai gantinya, seperti sumbangan amal. Contoh lain adalah investasi oleh pemilik, distribusi kepada pemilik, pembayaran pajak, dan lain- lain. Pembuatan Jurnal Berbagai transaksi dan kejadian yang memengaruhi unsur-unsur bisnis dasar dikategorikan dan dikumpulkan dalam akun (accounts). Akun T digunakan dalam ilustrasi pengaruh dari transaksi yang terjadi dalam periode tersebut terhadap pos-pos aktiva, ekuitas, kewajiban, beban-beban, dan juga pendapatan yang diperoleh perusahaan. Tabel Saldo Normal Akun Nama Akun Debit Kredit Saldo Normal Aset (harta/aktiva) + – Debit Utang (kewajiban) – + Kredit Modal – + Kredit Pendapatan – + Kredit Beban + – Debit Contoh: Pada tanggal 1 September pemegang saham menginvestasikan uang tunai $15,000 dalam perusahaan dengan imbalan saham biasa. Pemindahbukuan(Posting) Ilustrasi pemostingan jurnal ke buku besar Neraca Saldo Neraca saldo merupakan daftar akun denagn jumlah saldonya pada waktu tertentu. Tujuan utama dari adanya neraca saldo ini yaitu sebagai bukti adanya kesamaan matematis dari jumlah debet dan jumlah kredit setelah terjadinya pemostingan. Neraca saldo ini juga berfungsi untuk sebagai pendeteksi adanya kesalahan-kesalahan dalam membuat jurnal dan posting, di samping bermanfaat untuk menysun suatu laporan keuangan. Berikut merupakan prosedur dalam membuat neraca saldo: 1. Dibuat daftar judul akun serta jumlah saldonya 2. Dijumlahkannya kolom debet dan kredit 3. Dibuktikan kesamaan antara kedua kolom tersebut Ayat Jurnal Penyesuaian Jurnal Penyesuaian(adjustment journal) adalah penyesuaian tentang catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode. Jurnal Penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian akhir periode. Tujuan dari penyusunan jurnal penyesuaaian antara lain sebagai berikut:  Agar setiap perkiraan rill, khusunya perkiraan harta dan utang pada akhir periode menunjjukkan jumlah sebenarnya  Agar Setiap perikaraan nominal,yaitu perkiraan pendapatan dan beban pada akhir periode menunjukkan besarnya pendapat dan beban yang harus diakui Pada dasarnya pencatatan jurnal penyesuaian bersumber dari neraca saldo serta keterangan-keterangan pada akhir periode. Saldo-Saldo didalam neraca saldo yang memerlukan jurnal penyesuaian anatara lain dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Pemakaian Perlengkapan Pemakaian Perlengkapan yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi atau dipakai selama periode akuntansi. Jumlah yang diseusiakn sebsar jumlah yang terpakai. Jurnal Penyesuaiannya adalah: Biaya Perlengakapan Rp.xxxx Perlengkapan Rp.xxx 2. Piutang Pendapatan Pituang pendapatan atau pendapatan yang harus diterima artinya pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat atau belum diterima. Jumlah yang disesuaikan sebsar jumlah yang sudah menjadi pendapatan yang belum diterima. Jurnal Penyesuaiannya adalah: Piutang ……… Rp.xxxx Pendapatan….. Rp.xxx 3. Utang Biaya atau Biaya yang Masih Harus Dibayar Utang Biaya artinya biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat atau belum dibayar. Jumlah yang disesuiakan sebesar jumlah yang sudah menjadi beban yang belum dibayar. Jurnal Penyesuaiannya adalah: Biaya ……….. Rp.xxxx Utang……… Rp.xxx 4. Utang Pendapatan atau Pendapatan Diterima di Muka Utang pendapatan artinya pendapatan yang sudah diterima, tetapi sebenarnya pendapatan tersebut merupakan pendapatan di masa yang akan datang. Berikut ini metode penyusunan jurnal penyesuaiannya:  Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai kewajiban atau utang. Jumlah yang disesuaikan sebesar jumlah yang sudah terlampaui atau sudah kadaluarsa Jurnal Penyesuaiaannya adalah: ..….diterima di muka Rp.xxxx Pendapatan……. Rp.xxx  Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapata. Jumlah yang disesuaikan sebesar jumlah yang belum terlampaui atau belum kadaluarsa. Jurnal Penyesuaiannya adalah: Pendapatan……….. Rp.xxxx ….diterima di muka Rp.xxx 5. Persekot Biaya atau Biaya Dibayar di Muka Beban dibayar dimuka artinya beban yang sdah dibayar, tetapi beban tersebut merupakan beban untuk masa yang akan datang. Penyusunan jurnal penyesuaian untuk beban dibayar di muka dapat dilakukan melalui 2 metode:  Beban dibayar di muka yang dicatat sebagai harta atau aktiva . Jumlah yang disesuaikan sebesar jumlah yang sudah terlampaui atau sudah kadaluarsa/sudah menjadi beban. Jurnal Penyesuaiannya adalah: Biaya…… Rp.xxxx …… diterima di muka Rp.xxx  Beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban. Jumlah yang disesuaikan sebesar jumlah yang belum terlampaui atau belum kadaluarsa/belum menjadi beban. Jurnal Penyesuaiannya adalah: …..dibayar di muka Biaya….. 6. Kerugian Piutang Rp.xxxx Rp.xxx Kerugian pituang artinya taksiran kerugian yang timbul karena adanya seluruh atau sebagian dari jumlah piutang yang tidak dapat ditagih. Jurnal Penyesuaiannya adalah: Biaya kerugian piutang Rp.xxxx Cadangan kerugian Piutang Rp.xxx 7. Penyusutan(Depresiasi) Penyusutan artinya penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada setiap akhir periode atau akhir tahun. Jurnal Penyesuaiannya adalah: Biaya Penyusutan……… Akumulasi Penyusutan……. Rp.xxxx Rp.xxx Neraca Saldo Telah disesuaikan Setelah ayat jurnal penyeseuaian dibuat dan diposting, neraca saldo berikutnya lalu dibuat dari adanya akun-akun di buku besar. Neraca saldo ini disebut neraca saldo yang disesuaikan (adjustment trial balance). Neraca saldo ini selanjutnya memperlihatkan jumlah saldo dari semua akun, termasuk akun- akun yang telah mendapat penyesuaian di akhir periode tersebut. Tujuan adanya neraca saldo yang telah disesuaikan ini yaitu untuk menampilkan pengaruh dari semua jenis kejadian keuangan yang telah terjadi selama satu periode akuntansi perusahaan. Penyusunan Laporan Keuangan Setelah membuat neraca saldo yang telah disesuaikan, perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan mengambil data akun-akun dan jumlah saldo yang terdapat di neraca saldo setelah penyesuaian. Umumnya laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca. Penutupan Proses Dasar Prosedur yang umumnya diikuti dengan tujuan sebagai pengurang saldo akun nominal agar menjadi nol dalam rangka persiapan akun- akun tersebut untuk periode selanjutnya mentransfer semua saldo akun pendapatan dan beban kea kun kliring atau akun temporer yag disebut Ikhtisar Laba-Rugi. Akun tersebut mencerminkan laba atau rugi bersih dalam satu periode akuntansi, yang selanjutnya akan ditransfer kea kun ekuitas pemilik. Ayat Jurnal Penutup Beberapa hal yang seharusnya perusahaan perhatikan dalam pembuatan ayat jurnal penutup yaitu sebagai berikut: (a) Menghindari adanya penggandaan yang tidak disengaja atas saldo pendapatan dan beban, atau malah menghapusnya. (b) Jangan menutup Dividen melalui akun Ikhtisar Laba Rugi karena dividen bukan merupakan beban dan tidak menentukan jumlah laba bersih. Memposting Ayat Jurnal Penutup Setelah perusahaan melakukan posing terhadap ayat jurnal penutup, maka semua akun temporer akan menjadi nol. Saldo yang terdapat pada akun laba yang ditahan akan menjadi akumulasi laba yang tidak didistribusikan. Setelah posting tersebut, akun-akun beban, pendapatan, dan dividen akan menjadi nol dan siap digunakan di periode selanjutya. Neraca Saldo Penutupan Neraca saldo setelah penutupan atau yang sering disebut sebagai neraca saldo pascapenutupan ini pembuatannya setelah adanya jurnal penutup, isinya hanya berupa akun-akun riil seperti aktiva, ekuitas pemilik, dan kewajiban yang tidak ditutup oleh jurnal penutup. Ayat Jurnal Pembalik Setelah selesainya laporan keuanga dan penutupan pembukuan, perusahaan biasanya akan melakukan pembalikan sebagian dari ayat jurnal penyesuaian sebelum mencatat transaksi regular pada periode berikutnya, ayat jurnal ini biasa disebut dengan ayat jurnal pembalik (reversing entries). Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Laporan Laba-Rugi Laporan laba-rugi yang digunakan oleh perusahaan dagang salah satunya merupakan self-explanatory. Laporan laba-rugi ini menklasifikasikan jumlah ke dalam kategori seperti laba kotor atas penjualan, laba operasi, laba sebelum pajak, dan laba bersih. Laporan Laba Ditahan Ketika perusahaan memiliki laba dari hasil penjualan, maka perusahaan tersebut dapat memilih dua pilihan, yaitu mendistribusikan laba tersebut ke pemegang saham dalam bentuk deviden, atau menahannya dalam bentuk laba yang ditahan. Neraca Laporan posisi keuangan atau neraca dapat disajikan berklasifikasi, artinya yaitu mengkategorikan setiap akun ke dalam suatu klasifikasi tertentu. Tanah, mesin, dan peralatan dapat diklasifikasikan ke dalam aktiva tetap. Sedangkan piutang, kas, dan perlengkapan dapat diklasifikasikan ke dalam aktiva lancar. BAB III PENUTUP Sistem informasi akuntansi (accounting information system) adalah sistem pengumpulan data serta memroses data transaksi juga melakuakan penyebaran informasi keuangan perusahaan kepada pihak-pihak dinilai perusahaan mempunyai kepentingan atas hal informasi keuangan tersebut. Faktor-faktor yang turut memengaruhi adanya perbedaan sistem akuntansi dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain antara lain seperti sifat bisnis transaksi-transaksi yang terkait dengan perusahaan, ukuran dari perusahaan, jumlah data yang harus ditangani oleh perusahaan, dan juga kebutuhan informasi dari manajemen perusahaan juga pihak lain yang terkait dengan perusahaan. Siklus akuntansi terdiri dari penjurnalan> posting>Neraca Saldo>Neraca Saldo Disesuaikan>Laporan keuangan>Jurnal Penutupan>Jurnal Pembalik Penutup>Neraca Saldo Setelah DAFTAR PUSTAKA https://www.harmony.co.id/blog/persamaan-dasar-akuntansi-penjelasan-dan-contohnya Buku Akuntansi Keuangan Karangan Hessy Erlisa Frasti Buku Ekonomi Kelas XI SMA karangan ismawanto

Judul: Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh: Muhammad Syahratul Ikhsan

Ikuti kami