Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh Annisa Rahmadhani

306 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI MATA KULIAH Akuntansi Keuangan Menengah 1 Disusun oleh : Annisa Rahmadhani NIM C1C019006 Kelas R014 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI 2020 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam sebuah bisnis, segala aktivitas dan transaksi yang dilakukan akan menghasilkan data, yang nantinya data tersebut perlu disimpan dan diolah sehingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Data yang paling penting dalam bisnis adalah data yang berkaitan dengan finansial. Untuk itu perlu kiranya dibuat Sistem Informasi Akuntansi yang berfungsi membantu organisasi untuk mengumpulan dan penyimpanan data tentang aktivitas yang dilakukan, mentrasformasi data kedalam informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian aktivitas, serta mampu menjaga aset organisasi, tarutama yang berkaitan dengan data, sehingga data dapat tersedia ketika dibutuhkan, serta menjadikan data lebih akurat dan dapat dipercaya yang digunakan untuk menyimpan. Pada dasarnya siklus akuntansi itu sama, terlepas dari apakah perusahaan menggunakan sistem manual ataupun melalui sistem berbasis komputer. Tidak hanya itu, siklus akuntansi di berbagai bidang perusahaan juga pada dasarnya sama, baik itu untuk perusahaan jasa, dagang, maupun perusahaan manufaktur. Dengan adanya penerapan siklus akuntansi yang benar, maka hal ini akan membuat aktivitas usaha yang berhubungan dengan keuangan menjadi lebih efektif. Selain itu, pembuatan keputusan juga menjadi lebih tepat karena didasari oleh informasi keuangan yang riil atau nyata, sehingga pengembangan usaha pun menjadi lebih cepat untuk dilakukan B. RUMUSAN MASALAH Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Apa pengertian, fungsi, karakteristik dan peranan Sistem Informasi Akuntansi? 2. Apa saja terminologi dasar diperlukan dalam mengumpulkan data akuntansi? 3. Bagaimana pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi ? 4. Apa saja jenis-jenis laporan akuntansi? 5. Bagaimana tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi? 6. Apa perbedaan akuntansi perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur? C. TUJUAN Berdasarkan rumusan masalah tersebut, adapun yang menjadi tujuan masalah adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui pengertian, fungsi, karakteristik dan peranan Sistem Informasi Akuntansi. 2. Mengetahui terminologi dasar diperlukan dalam mengumpulkan data akuntansi. 3. Mengetahui pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi. 4. Mengetahui jenis-jenis laporan akuntansi. 5. Mengetahui tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi. 6. Mengetahui perbedaan akuntansi perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. BAB II PEMBAHASAN A. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi juga dapat diartikan sebagai kumpulan kegiatakegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan Informasi keuangan dan Informasi yang didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal maupun eksternal perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Informasi akuntansi berhubungan dengan suatu fungsi yang bertanggung jawab terhadap arus dana kedalam perusahaan, dana diperlukan untuk mendukung kegiatan pemasaran, manufaktur dan kegiatan lainnya maka dari itu sangat perlu mengontrol semua arus dana agar penggunaannya bisa efektif. Banyak pihak berkepentingan terhadap informasi keuangan suatu perusahaan. Jika dikategorikan ada dua kelompok besar yang sangat berkepentingan yaitu pihak eksternal dan internal. Keduanya mempunyai peranan yang kuat dalam menentukan pertumbuhan perusahaan , terutama pihak internal yang terlibat langsung pada pengelolaan keuangan. Informasi yang dihasilkan oleh pihak internal perusahaan di gunakan sebagai pendukung dalam kegiatan perusahaan sehari – hari dan pendukung dalam proses pengambilan keputusan. Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu : a. Informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak external. b. Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Perbedaan utama Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Informasi Manajemen terletak pada ruang lingkup, yaitu sistem Informasi manajemen mencakup semua data yang terdapat dalam organisasi, semua aktivitas pengolahan di dalam organisasi dan sering Informasi yang digunakan oleh orang-orang dalam organisasi. Sistem Informasi akuntansi hanya meliputi jenis data dari Informasi tertentu. Dengan kata lain, sistem Informasi akuntansi merupakan subsistem Informasi manajemen di dalam suatu organisasi. 2. Fungsi Sistem Informasi Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : a. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. b. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. c. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi. Sebuah SIA menambah nilai dengan cara: a. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien. b. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan c. Meningkatkan efisiensi d. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan e. Meningkatkan sharing knowledge f. Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan 3. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Di bawah ini merupakan karakteristik Sistem Informasi Akuntansi : 1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan SIA hanya melakukan tugas yang diperlukan oleh pemakai Informasi saja. 2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar SIA bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang mengikuti standar perusahaan. 3. Menangani data terinci Data yang ditangani SIA merupakan data yang sudah jelas dan lengkap. 4. Berfokus histories Data yang ditangani lebih difokuskan pada data yang telah dimiliki perusahaan sebelumnya. 5. Menyediakan informasi pemecahan masalah SIA bertugas menyediakan berbagai macam Informasi dalam pemecahan suatu masalah untuk lebih memudahkan dalam penyelesaianya. 4. Peranan Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi melayani dua tipe pemakai yaitu dari pihak luar perusahaan(eksternal) dan dari pihak dalam perusahaan (internal). Pihak – pihak ekternal antara lain pelanggan, supplier, pemegang saham, pegawai, lembaga keuangan, dan pemerintah, sedangkan pihak internal perusahaan antara lain manajemen, purchasing, dan inventary control management, production management, personal management, dan finansial management. Peranan sistem informasi akuntansi : 1. Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa 2. Memperbaiki efisiensi 3. Memperbaiki pengambilan keputusan 4. Menciptakan keunggulan kompetitif B. TERMINOLOGI DASAR Terminologi dasar diperlukan dalam mengumpulkan data akuntansi, diantaranya: a. Kejadian (event) peristiwa yang berpengaruh b. Transaksi (transaction) kejadian eksternal yang melibatkan transfer atau pertukaran antara dua entitas atau lebih. c. Akun (account) catatan sistematis yang memperlihatkan pengaruh dari transaksi dan kejadian lainnya terhadap unsur tertentu. d. Akun riil dan nominal akun riil (permanen) adalah akun-akun asset, kewajiban, dan ekuitas, yang muncul pada neraca sementara akun nominal (temporer) adalah akun-akun pendapatan, beban, dan dividen yang muncul pada laporan rugi/laba. e. Buku besar (ledger) buku yang mengandung akun-akun. Buku besar umum berisi akun-akun asset, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, dan beban. Buku besar pembantu berisi rincian yang berhubungan dengan akun buku besar tertentu. f. Jurnal buku pencatatan awal dimana transaksi dan kejadian-kejadian lainnya dicatat pertama kali. g. Pemindah bukuan (posting) proses pemindahan fakta-fakta dan angkaangka penting dari jurnal kea kun buku besar. h. Neraca saldo (trial balance) daftar semua akun terbuka dalam buku besar beserta saldonya. Neraca saldo setelah penyesuaian tercipta setelah semua penyesuaian dipindahkan ke buku besar. Neraca saldo setelah penutupan tercipta setelah semua ayat jurnal penutup dipindahkan ke buku besar. i. Ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries) ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memperbaharui semua akun menurut akuntansi akrual. j. Laporan keuangan neraca, laporan rugi/laba, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan. k. Ayat jurnal penutup proses formal yang dipakai untuk mengurangi semua akun nominal menjadi nol dan menentukan serta mentranfer rugi/laba bersih ke akun ekuitas pemilik. C. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI Klasifikasi akun-akun yang terdapat dalam laporan keuangan antara lain: a) Asset b) Liabilitas c) Ekuitas (Pendapatan & Beban) Sistem pecatatan akuntansi yang digunakan secara umum oleh perusahaan adalah sistem pembukuan ganda (double-entry system), yaitu apabila ada suatu pencatatan yang dibuat perusahaan, akan ada dampak ganda yaitu minimal satu pencatatan di sisi debit dan satu pencatatan di sisi kredit. Debit (D) Kredit (K) Akun Aset Meningkat (+) Menurun (-) Akun Liabilitas Menurun (-) Meningkat (+) Akun Ekuitas Menurun (-) Meningkat (+) Akun Pendapatan Menurun (-) Meningkat (+) Akun Beban Meningkat (+) Menurun (-) Keterkaitan antara akun-akun tersebut dijelaskan dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut. Aset (D) = Liabilitas (K) + Ekuitas (K) D. LAPORAN KEUANGAN Menurut PSAK 1, perusahaan menerbitkan minimal lima jenis laporan keuangan, yaitu: 1. Laporan Posisi Keuangan Atau sering disebut sebagai potret perusahaan merupakan laporan akuntansi yang menunjukkan posisi asset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada akhir suatu periode. 2. Laporan Rugi/Laba Komprehensif Merupakan laporan akuntansi yang menunjukkan kinerja operasional perusahaan selama satu periode. 3. Laporan Perubahan Ekuitas Menunjukkan detail perubahan yang terjadi, seperti setoran modal atau perolehan laba / rugi neto. 4. Laporan Arus Kas Memperlihatkan sumber arus kas masuk dan penggunaan arus kas keluar perusahaan yang terpusat pada aktivitas utama yaitu operasional, investasi, dan pendanaan. 5. Catatan atas Laporan Keuangan Merupakan pengungkapan (disclosure) baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan yang terkandung dalam laporan keuangan. E. SIKLUS AKUNTANSI Informasi laporan keuangan dihasilkan melalui proses akuntansi yang panjang, dimana proses ini mencakup beberapa tahapan yang harus dipenuhi guna bisa mendapatkan hasil laporan yang baik, valid, dan akuntabel. Tahapan inilah yang dinamakan sebagai siklus akuntansi. Pengertian siklus akuntansi adalah sebuah proses penyusunan suatu laporan keuangan yang harus bisa dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum. Mulai dari prinsip- prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur, metode, serta teknik yang berada di dalam lingkup akuntansi sepenuhnya dicatat dalam suatu periode tertentu. Pada umumnya, siklus akuntansi selalu dimulai dengan aktivitas transaksi sampai dengan pembuatan laporan keuangan perusahaan. Kemudian proses kembali dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai jurnal pembalik. Berikut tahapan dalam siklus akuntansi : 1. Analisis transaksi Transaksi akuntansi adalah transaksi atau kejadian bisnis yang nilainya dapat dinyatakan dengan satuan moneter. Jenis transaksi akuntansi juga ada dua, yaitu transaksi eksternal (penjualan barang dagangan kepada pelanggan dan pembelian barang dagangan kepada pemasok.) dan transaksi internal (dimulainya proses produksi di pabrik dan prosedur jurnal penyesuaian pada akhir periode.). Analisis transaksi adalah proses yang dimaksudkan untuk menentukan akun-akun apa saja yang dipengaruhi oleh suatu transaksi serta debit dan kredit terhadap akun-akun itu. Yang dimaksud debit dalam akuntansi adalah kolom kiri akun. Sebaliknya, kredit berarti kolom kanan akun. Debit atau kredit tidak dengan sendirinya berarti bertambah atau berkurangnya suatu akun. Debit atau kredit berarti bertambah atau berkurang tergantung pada apakah suatu akun memiliki saldo normal debit atau kredit. 2. Pencatatan transaksi melalui jurnal Pencatatan transaksi dalam jurnal didasarkan pada bukti transaksi yang juga disebut dokumen transaksi atau dokumen sumber. Contoh dokumen transaksi adalah faktur pembelian yang diterima dari pemasok dan bukti kas keluar yang sah. Istilah jurnal dalam akuntansi mengacu pada tempat pertama pencatatan transaksi dilakukan dalam siklus akuntansi. Ada dua jenis jurnal akuntansi, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Pengertian jurnal umum. Jurnal umum adalah jurnal akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi non rutin. Pembelian aset tetap, pembiayaan jangka panjang, penerbitan obligasi dan saham adalah contoh-contoh transaksi non rutin yang dicatat dalam jurnal umum. Contoh jurnal umum adalah sebagai berikut: Pengertian jurnal khusus. Jurnal khusus adalah jurnal akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang sering terjadi atau transaksi rutin. Contoh transaksi perusahaan dagang yang bersifat rutin adalah penjualan kredit, pembelian kredit, penerimaan kas (termasuk penerimaan kas dari penjualan tunai), dan pengeluaran kas (termasuk pengeluaran kas untuk pembelian tunai). Berdasarkan kelompok-kelompok transaksi rutin tersebut, perusahaan dagang mungkin akan membuat empat jenis jurnal khusus, yaitu jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas. 3. Pemindahan ke dalam buku besar (general ledger) Siklus akuntansi tahap berikutnya adalah posting atau pemindahbukuan ke buku besar. Buku besar merupakan kumpulan akun (dulu kadang disebut rekening atau perkiraan). Pengertian buku besar. Buku besar adalah catatan akuntansi yang berisi kumpulan akun-akun tiap-tiap aset, liabilitas, dan ekuitas yang disajikan dalam laporan keuangan. Sebagai contoh, buku besar akan terdiri dari akun kas, piutang usaha, persediaan, aset tetap, utang usaha, pinjaman, ekuitas pemilik, pendapatan penjualan, dan berbagai jenis beban. Posting atau pemindahbukuan adalah proses pemindahan data dari jurnal ke akunakun dalam buku besar. Contoh buku besar dan posting adalah sebagai berikut: Langkah-langkah posting dari jurnal ke buku besar mencakup: 1. Pada buku besar, temukan halaman yang memuat akun yang didebit sesuai rujukan dari jurnal. Pada contoh jurnal di atas, akun yang didebit adalah Kas. Masukkan tanggal transaksi (30/12/2017), halaman referensi jurnal umum (J1), serta jumlah debit sesuai yang tertulis dalam jurnal umum (Rp255.000.000). Kolom saldo sama dengan saldo sebelumnya ditambah debit tersebut. 2. Pada kolom referensi jurnal umum, tulis kode akun yang jumlah debitnya sudah dipindahkan. 3. Pada buku besar, temukan halaman yang memuat akun yang dikredit sesuai rujukan dari jurnal. Pada contoh jurnal di atas, akun yang dikredit adalah Pendapatan Penjualan. Masukkan tanggal transaksi (30/12/2017), halaman referensi jurnal umum (J1), serta jumlah debit sesuai yang tertulis dalam jurnal umum (Rp255.000.000). Kolom saldo sama dengan jumlah tersebut karena saldo sebelumnya nol. 4. Pada kolom referensi jurnal umum, tulis kode akun yang jumlah kreditnya sudah dipindahkan. Contoh akun yang digambarkan di atas disebut akun tiga kolom karena memiliki tiga kolom untuk jumlah rupiah (debit, kredit, dan saldo). Kode akun atau nomor akun seperti 111 dan 511 serta nama akun dalam akuntansi ditetapkan dalam bagan akun standar perusahaan. 4. Penyusunan neraca saldo Tahap siklus akuntansi keempat adalah pembuatan neraca saldo. Neraca saldo adalah daftar akun berikut saldo-saldonya pada waktu tertentu. Neraca saldo memuat seluruh saldo akun dengan saldo debit di kolom kiri dan saldo kredit di kolom kanan. Jumlah kolom debit dan kolom kredit neraca saldo harus sama. Fungsi neraca saldo adalah untuk membuktikan kesamaan debit dan kredit setelah posting dari jurnal ke buku besar tuntas. Neraca saldo membantu menemukan kesalahan dalam jurnal akuntansi dan posting (pemindahbukuan). Neraca saldo juga menjadi data dasar dalam menyusun laporan keuangan. Contoh neraca saldo disajikan sebagai berikut: Cara membuat neraca saldo: 1. Salin semua nama akun dan saldo-saldonya ke kolom yang sesuai. Pada contoh neraca saldo di atas, nama akun yang dimaksud adalah kas, piutang usaha, barang habis pakai (juga biasa disebut perlengkapan), peralatan, utang usaha, uang muka klien (pendapatan diterima di muka), saham biasa, saldo laba (biasa juga disebut laba ditahan), dividen, pendapatan jasa, beban gaji dan upah, dan beban kantor. Saldo- saldo akun aset, dividen, dan beban ditempatkan di kolom debit, sedangkan saldosaldo akun liabilitas, ekuitas pemilik, dan pendapatan ditempatkan di kolom kredit. 2. Jumlahkan masing-masing kolom debit dan kolom kredit. 3. Cek apakah jumlah kolom debit sama dengan jumlah kolom kredit. Pada contoh neraca saldo di atas, jumlah kolom debit adalah Rp155.810.000 sama dengan jumlah kolom kredit. 5. Penyusunan dan pemindahan jurnal penyesuaian Siklus akuntansi pada tahap ini dimaksudkan untuk mengakui pendapatan pada periode akuntansi ketika pendapatan itu menjadi hak perusahaan. Pada umumnya, pendapatan menjadi hak perusahaan pada saat penyerahan barang atau penyelenggaraan jasa, terlepas dari apakah perusahaan sudah menerima kas atau belum dari pelanggan. Jurnal penyesuaian juga dimaksudkan untuk mencatat beban dalam periode terjadinya. Dengan kata lain, jurnal penyesuaian dimaksudkan untuk memastikan bahwa siklus akuntansi menerapkan akuntansi berbasis akrual. Jurnal penyesuaian adalah prosedur akhir periode dalam siklus akuntansi sebelum penyusunan laporan keuangan. Jenis-jenis jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut: a. Beban dibayar di muka, yaitu beban yang sudah dibayar tunai tetapi belum digunakan atau dimanfaatkan. Contoh beban dibayar di muka di antaranya adalah beban sewa, beban asuransi, dan beban iklan, yang pada umumnya perusahaan membayar tunai di muka untuk periode tertentu. Manfaat dari beban-beban itu akan digunakan perusahaan seiring dengan berlalunya waktu. b. Beban yang masih harus dibayar, adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar tunai atau belum dicatat. Contoh beban yang masih harus dibayar adalah beban bunga terkait pinjaman yang belum dibayar karena tanggal pembayaran bunga/cicilan berbeda dengan tanggal laporan keuangan. c. Pendapatan diterima di muka, adalah kebalikan dari beban dibayar di muka, yaitu ditinjau dari sudut pandang perusahaan yang menyediakan barang atau jasa terkait. Sebagai contoh, iklan yang telah dibayar oleh pengguna jasa iklan akan menjadi pendapatan diterima di muka bagi perusahaan jasa iklan. d. Pendapatan yang masih akan diterima, adalah kebalikan dari beban yang masih harus dibayar. Contoh pendapatan yang masih akan diterima adalah pendapatan bunga yang sudah menjadi hak bank tetapi belum dibayar tunai oleh nasabah pada akhir periode akuntansi. Contoh jurnal penyesuaian 6. Penyusunan neraca saldo disesuaikan Neraca saldo disesuaikan adalah neraca saldo yang dibuat setelah posting (pemindahbukuan) semua jurnal penyesuaian ke buku besar tuntas dilakukan. Seperti neraca saldo sebelumnya, manfaat neraca saldo setelah penyesuaian adalah untuk mengecek kesamaan jumlah saldo debit dengan jumlah saldo kredit. Karena akun-akun di dalamnya telah mencakup semua data yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan, neraca saldo setelah penyesuaian adalah dasar utama untuk menyusun laporan keuangan. Format neraca saldo setelah penyesuaian sama dengan neraca saldo sebelumnya, tetapi sebagian saldo sudah berubah sesuai dengan standar akuntansi berbasis akrual. 7. Pemilahan neraca saldo menjadi laporan keuangan Tahap siklus akuntansi terpenting sebenarnya adalah penyusunan laporan keuangan. Akuntansi adalah sistem informasi dengan output utama berupa laporan keuangan yang terdiri dari: 1. Laporan posisi keuangan (seringkali disebut neraca). 2. Laporan laba-rugi (laporan keuangan perusahaan terbuka menggunakan istilah laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain). 3. Laporan perubahan ekuitas (disebut juga laporan perubahan modal). 4. Laporan arus kas. 5. Catatan atas laporan keuangan (penjelasan dan rincian pos-pos pada empat laporan di atas). Secara teknis, perusahaan menyusun laporan keuangan, terutama neraca dan laporan laba-rugi, berdasarkan saldo-saldo akun yang ada di dalam neraca saldo setelah penyesuaian. Dalam rangka penyusunan laporan keuangan, kita membedakan dua jenis akun, yaitu akun real dan akun nominal. Akun real, atau kadang-kadang dieja akun riil, atau akun permanen mencakup semua akun aset, liabilitas, modal saham (atau modal pemilik dalam perusahaan perseorangan dan firma), dan saldo laba (biasa juga disebut laba ditahan). Akun ini dikatakan permanen karena tidak ditutup pada akhir periode akuntansi. Saldo-saldo akun real diteruskan ke periode akuntansi berikutnya. Akun nominal atau akun sementara atau akun temporer adalah akun-akun yang ditutup dan saldonya dipindahkan ke saldo laba/laba ditahan (atau modal pemilik dalam perusahaan perseorangan dan firma). Akun nominal mencakup pendapatan (atau penghasilan), beban, dan dividen. Pendapatan dan beban merupakan komponen laporan labarugi, sedangkan dividen atau prive disajikan dalam laporan perubahan modal yang berdampak mengurangi saldo laba/laba ditahan (modal pemilik). Langkah-langkah membuat laporan keuangan adalah sebagai berikut: 1. Semua saldo pendapatan dan beban disajikan dalam laporan laba-rugi. Pos-pos pendapatan disajikan pada bagian atas, diikuti pos-pos beban. Laba atau rugi bersih adalah selisih antara jumlah pos pendapatan dengan beban. 2. Laba (rugi) bersih yang diperoleh dari perhitungan laba-rugi pada tahap pertama disajikan dalam laporan perubahan ekuitas (atau laporan perubahan modal pemilik) dengan cara ditambahkan (dikurangkan) terhadap saldo laba/laba ditahan (atau modal pemilik) awal periode. 3. Dividen atau prive disajikan langsung dalam laporan perubahan ekuitas (atau laporan perubahan modal) dengan cara dikurangkan terhadap saldo laba/laba ditahan (atau modal pemilik) awal periode. Saldo laba/laba ditahan (atau modal pemilik) awal periode ditambah laba bersih (dikurangi rugi bersih) dikurangi dividen akan menghasilkan saldo laba/laba ditahan (atau modal pemilik) akhir periode yang disajikan di laporan posisi keuangan (neraca). 4. Laporan posisi keuangan (neraca) disusun dengan menyajikan pos-pos aset dan kewajiban terlebih dahulu, diikuti dengan pos-pos ekuitas (setelah mencerminkan saldo akhir saldo laba/laba ditahan/modal pemilik). Jumlah aset yang disajikan dalam neraca harus sama dengan jumlah liabilitas dan ekuitas. 8. Penyusunan ayat jurnal penutup Tahap siklus akuntansi selanjutnya adalah pencatatan jurnal penutup dan pemindahbukuan (posting) jurnal penutup ke buku besar. Jurnal penutup adalah jurnal terakhir yang dibuat dalam satu siklus akuntansi. Fungsi jurnal penutup adalah menjadikan saldo-saldo akun nominal (pendapatan, beban, dan dividen/prive) menjadi nol. Pada periode berikutnya, akun-akun nominal dibuka kembali dengan saldo awal nol. Langkah-langkah membuat jurnal penutup adalah: 1. Debit akun pendapatan dan penghasilan lainnya sebesar saldo akhir akun-akun tersebut, kredit akun Ikhtisar Laba-Rugi dengan jumlah yang sama. Karena pendapatan dan penghasilan lainnya memiliki saldo normal kredit, debit sejumlah saldo akhir akan menjadikan akun-akun itu bersaldo nol. Jurnal penutup ini juga akan mengakibatkan sisi kredit akun Ikhtisar Laba-Rugi menampung total pendapatan dan penghasilan. 2. Kredit semua akun beban sebesar saldo akhir akun-akun tersebut, debit akun Ikhtisar Laba-Rugi dengan jumlah yang sama. Karena beban memiliki saldo normal debit, kredit sejumlah saldo akhir akan menjadikan akun-akun itu bersaldo nol. Jurnal penutup kedua ini juga akan mengakibatkan sisi debit akun Ikhtisar Laba-Rugi menampung total beban. Saldo akhir Ikhtisar Laba-Rugi setelah dua jurnal penutup diposting ke buku besar akan sama dengan laba (rugi) bersih yang dilaporkan di laporan laba-rugi. Jika perusahaan mengalami laba bersih, akun Ikhtisar Laba-Rugi memiliki saldo akhir kredit. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami rugi bersih, akun Ikhtisar Laba-Rugi memiliki saldo akhir debit. 3. Jika akun Ikhtisar Laba-Rugi memiliki saldo akhir kredit (laba bersih), debit akun Ikhtisar Laba-Rugi sebesar jumlah laba bersih, kredit akun saldo laba (atau modal pemilik) dengan jumlah yang sama. Jurnal penutup ini akan mengakibatkan akun Ikhtisar Laba-Rugi memiliki saldo nol, dan laba bersih dipindahkan/ditambahkan ke akun saldo laba (atau modal pemilik). Hal yang sebaliknya berlaku jika akun Ikhtisar Laba-Rugi memiliki saldo akhir debit (rugi bersih). 4. Kredit akun dividen/prive sebesar saldo akhir akun tersebut, debit akun saldo laba dengan jumlah yang sama. Jurnal penutup ini akan mengakibatkan akun dividen/prive bersaldo nol dan jumlahnya dipindahkan/dikurangkan ke akun saldo laba (atau modal pemilik). Contoh jurnal penutup perusahaan dagang disajikan sebagai berikut: 9. Neraca saldo setelah penutupan Neraca saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang dibuat setelah semua jurnal penutup di-posting (dipindahkan) ke buku besar. Karena semua akun nominal telah ditutup, neraca saldo setelah penutupan hanya mencakup akun-akun real. Dalam sistem akuntansi manual, neraca saldo setelah penutupan berfungsi sebagai sarana terakhir untuk membuktikan kesamaan jumlah debit dan jumlah kredit saldo-saldo akun real yang akan digunakan untuk periode akuntansi berikutnya. Tahap siklus akuntansi ini tidak perlu dilakukan, terutama jika siklus akuntansi dijalankan melalui sistem informasi akuntansi berbasis komputer. 10. (Opsional) Penyusunan jurnal pembalik Jurnal pembalik merupakan tahap opsional siklus akuntansi. Yang dibalik adalah sebagian jurnal penyesuaian yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. Jurnal penyesuaian yang bisa dibalik di antaranya adalah: • Pendapatan yang masih harus diterima dan beban yang masih harus dibayar. • Pendapatan diterima di muka jika pada saat kas diterima dicatat sebagai pendapatan (bukan liabilitas). • Beban dibayar di muka jika pada saat kas dibayarkan dicatat sebagai beban (bukan aset). Beban penyusutan dan beban piutang tak tertagih tidak termasuk jurnal penyesuaian yang dibalik. Jurnal pembalik dibuat pada awal periode, setelah neraca saldo setelah penutupan dibuat. F. PERBEDAAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA, DAGANG DAN MANUFAKTUR Perbedaan utama perusahaan jasa dengan perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur adalah perusahaan jasa tidak mengenal akun persediaan (inventory), atau biasa juga disebut Harga Pokok Penjualan (HPP). Berikut perbedaan siklus akuntansi pada perusahaan jasa dan dagang: Perusahaan Jasa Perusahaan Dagang 1. Pembuatan bukti transaksi 2. Membuat jurnal/buku harian atas transaksi yang terjadi sesuai berdasarkan tanggal transaksi 3. Pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar (pembuatan buku besar) 4. Membuat ayat jurnal penyesuaian 5. Pembuatan kertas kerja 6. Menyusun laporan keungan 7. Membuat jurnal penutup 8. Penutupan buku besar 9. Neraca sisa/saldo setelah penutupan 10. Membuat jurnal pembalik 1. Tahap Pencatatan 1.1 Transaksi/Bukti transaksi 1.2 Mencatat transaksi ke dalam: - Jurnal Umum - Jurnal Khusus 1. Jurnal penerimaan kas 2. Jurnal pengeluaran kas 3. Jurnal pembelian 4. Jurnal Penjualan - Buku Besar Pembantu 1. Piutang usaha 2. Hutang usaha 3. Persediaan 1.3 Pemindahbukuan ke Buku Besar 2. Tahap Pengiktisaran 2.1 Membuat Neraca Sisa 2.2 Membuat Jurnal Penyesuaian 2.3 Membuat Kertas Kerja 3. Tahap Pelaporan 3.1 Perhitungan rugi laba 3.2 Perubahan ekuitas 3.3 Neraca 2.4 Jurnal penutup 2.4 Menutup buku besar 2.6 Neraca saldo setelah penutupan 2.7 Jurnal Pembalik Perbedaan utama perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur terletak dari jenis persediaannya seperti berikut. Perusahaan Dagang Perusahaan Dagang hanya mengenal satu jenis persedian, yaitu persediaan barang dagang. Perusahaan Manufaktur Perusahaan Manufaktur mengenal 3 jenis persediaan, yaitu:  Persedian Bahan Baku (raw material).  Persediaan Barang Setengah Jadi (work in process).  Persedian Barang Jadi (finished goods). BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data dari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi Informasi serta menyediakan Informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan. Dibutuhkan informasi-informasi yang akurat dan jelas untuk bisa membuat laporan keuangan berdasarkan tahap-tahapnya. Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan secara sistematis. Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil yang catatan-catatan selanjutnya. Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraanperkiraan. Disamping Buku Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar. Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain. Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja (Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian (adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan. Perbedaan utama perusahaan jasa dengan perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur adalah perusahaan jasa tidak mengenal akun persediaan (inventory). Perbedaan utama perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur terletak dari jenis persediaannya. Perusahaan dagang hanya mengenal satu jenis persediaan, sedangkan perusahaan manufaktur mengenal 3 jenis persediaan. DAFTAR PUSTAKA Dwi martani, dkk., 2018. Akuntansi Keuangan Menengah, Penerbit Salemba Empat:Jakarta http://ando-jefri.blogspot.com/2011/10/siklus-akuntansi-siklus-pendapatan.html http://sella10p.wordpress.com/2014/01/22/siklus-aplikasi-sistem-informasi-akuntansi/ SISTEM-INFORMASI-AKUNTANSI.pdf?origin=publication_detail http://ibnumubarokululum.blogspot.com/2014/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html https://www.warsidi.com/2017/05/siklus-akuntansi.html

Judul: Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh: Annisa Rahmadhani

Ikuti kami