Sistem Informasi Akuntansi

Oleh Dewi Aryani

81 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Informasi Akuntansi

“SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI”
MATA KULIAH:
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I

OLEH :
DEWI ARYANI
C1C019066

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Assalamu’alaikum. wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan kaunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah Akuntansi Keuangan Menengah tentang “Sistrm Informasi Akuntansi & Siklus
Akuntansi”. Makalah ini dibuat atas dasar memenuhi tugas Akuntansi Keuangan
Menengah dari dosen pengampu.
Terima kasih kepada bapak Wirmie Eka Putra S.E, selaku dosen pengampu mata
kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I .
Terima kasih juga kepada teman-teman yang telah memberi kesempatan kepada
penulis untuk mempresentasikan hasil makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberi motivasi bagi yang membaca. Kami
mengetahui bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna seperti pepatah mengatakan “
tak ada gading yang tak retak, tak ada sungai yang tak bermuara”. Apabila memang
banyak terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini, kami sangat mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca.
Wassalamu’alaikum. wr.wb

Sidorukun, 28 September 2020

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
B. Latar Belakang Masalah
Sistem Akuntansi (accounting system) adalah metode dan prosedur untuk
mengumpulkan, mengelompokkan, merangkum, serta melaporkan imformasi keuangan
dan operasi keuangan. Sistem Akuntansi untuk perusahaan besar harus dapat
mengumpulkan, mengakumulasi, dan melaporkan berbagai macam jenis transaksi.
Sistem pengumpulan dan pemrosesan data transaksi serta penyebaran imformasi
keuangan kepada pihal-pihak yang berkepentingan dikenal dengan nama Sistem
Informasi Akuntansi (accounting imformation system).
Sistem Imformasi Akuntansi sangat bervariasi dari satu bisnis ke bisnis lainnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem ini antara lain adalah sistem bisnis dan
transaksi yang berhubngan ukuran perusahaan, volume data yang harus ditangani, dan
kebutuhan akan imformasi dari manajemen serta pihak-pihak lain.
Selanjutnya saya juga akan menerangkan tentang beberapa siklus akuntansi
perusahaan jasa

C. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa saja dasar-dasar sistem informasi bagi perusahaan?
2. Apa saja langkah-langkah dalam sistem akuntansi?

D. Tujuan Masalah
Adapun yang yang menjadi tujuan masalah adalah sebagai berikut:
1. Memahami dasar-dasar sistem informasi bagi perusahaan.
2. Memahami langkah-langkah dalam sistem akuntansi.

BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Sistem Informasi Akuntansi
Suatu perusahaan yang bergerak di berbagai bidang selalu membutuhkan sistem
informasi akuntansi atau SIA. Hal ini dikarenakan SIA mengandung proses yang
berguna untuk laporan kondisi keuangan perusahaan yang benar dan akurat bagi semua
pihak yang membutuhkannya. Proses ini terkait dengan teknologi informasi dalam
rangka memajukan bisnis dan usaha. SIA dapat mempermudah perusahaan untuk
melakukan kegiatan perusahaan. Informasi yang tepat dan akurat dalam sistem
informasi akuntansi akan membuat biaya produksi dapat lebih efektif serta efisien.
Menurut Mulyadi, SIA diartikan sebagai organisasi formulir, catatan, dan laporan
yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang
dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
SIA yang baik dan efektif memampukan manajemen perusahaan dan para pihak
yang yang berkepentingan mendapatkan informasi secara cepat dan akurat mengenai
perusahhan, seperti dalam hal:
a. Besarnya kas yang dimiliki perusahaan.
b. Besar saldo hutang yang harus dimiliki perusahaan.
c. Banyaknya aset yang dimiliki perusahaan.
d. Besarnya laba yang dihasilkan perusahaan.
e. Besarnya deviden yang yang bisa di bagikan kepada perusahaan.
f. Kinerja operasional perusahaan.
Untuk perusahaan yang berskala kecil, SIA dapat berbentuk pencatatan manual atau
semi manual dengan menggunakan program komputer seperti MS Excel. Untuk
oerusahaab besar, implemenasi SIA memerlukan program dan manajemen basis
data(database) khusus yang biasanya memerlukan dukungan dari perusahaan piranti
lunak (softwere) seperti oracle / SAP. Meski demikian, dasar dasar akuntansi yang di
pelajari adalah sama, yaitu berasal dari persamaan dasar akuntansi dan siklus akuntansi.

1.2 Persamaan Dasar Akuntansi.
Ketika melakukan pencatatan Akuntansi ada istilah yang sering disebut yaitu
debit dan kredit. secara harfiah, ‘debit’ sering disingkat sebagai ‘Dr’ berasal dari kata
‘Debire’ yang berarti sisi kiri. sedangkan ‘kredit’ atau ‘CR’ berasal dari kata ‘credere’
yang berarti sisi kanan.
Debit dan Kredit tidaklah bermakna kenaikan atau penurunan. Istilah didebit
berarti dicatat disebelah kiri, sebaiknya di kredit berarti dicatat disebelah kanan.
Pencatatan menggunakan akun, yaitu klarifikasi umum yang digunakan dalam sistem
akuntansi untuk merujuk pada sifat yang sama. akun-akun tersebut bisa dikelompokkan
menjadi lima bagian besar:


aset



liabilitas



ekuitas



pendapatan



beban.

Selanjutnya sistem pencatatan akuntansi yang digunakan secara umum oleh
perusahaan adalah sistem pembukuan ganda atau ‘double entry system’. yaitu apabila
ada suatu pencatatan yang dibuat perusahaan, maka akan ada dampak ganda, yaitu
minimal suatu pencatatan di sisi debit dan minimal suatu pencatatan di sisi kredit. dalam
sistem pembukuan ganda tidaklah mungkin terdapat pencatatan yang berdampak hanya
pada satu sisi atau (debit saja atau kredit saja).
Pencatatan yang dilakukan pada sisi debit atau kredit ditentukan berdasarkan
kesepakatan bersama dalam dunia akuntansi yaitu sebagai berikut.
Debit (D)

Kredit (K)

Akun Aset

Meningkat (+)

Menurun (-)

Akun Liabilitas

Menurun (-)

Meningkat (+)

Akun Ekuitas

Menurun (-)

Meningkat (+)

Akun Pendapatan

Menurun (-)

Meningkat (+)

Akun Beban

Meningkat (+)

Menurun (-)

Posisi yang dicatat pada saat transaksi yang menunjukkan peningkatan menjadi
indikator saldo normal dari masing-masing akun. dengan demikian, saldo normal akun
aset adalah debit sedangkan akun liabilitas dan ekuitas adalah kredit.
keterkaitan antara akun-akun tersebut dijelaskan dalam persamaan dasar akuntansi
sebagai berikut:
Aset (D)

=

Liabilitas (K) +

Ekuitas (K)

NB: Pendapatan dan Beban masuk dalam ekuitas

1.3 Laporan Keuangan.

Seluruh akun tersebut setelah diklasifikasikan dan diolah dalam sistem akuntansi akan
menjadi informasi yang dilaporkan melalui laporan keuangan menurut PSAK 1,
perusahaan menerbitkan minimal 5 jenis laporan keuangan yaitu:
1. Laporan Keuangan
Atau sering disebut sebagai potret perusahaan merupakan
laporan akuntansi yang menunjukkan posisi asset, liabilitas,
dan ekuitas perusahaan pada akhir suatu periode.
2. Laporan Rugi/Laba Komprehensif
Merupakan laporan akuntansi yang menunjukkan kinerja
operasional perusahaan selama satu periode.
3. Laporan Perubahan Ekuitas
Menunjukkan detai perubahan yang terjadi, seperti setoran
modal atau perolehan laba / rugi neto.

4. Laporan Arus Kas
Memperlihatkan sumber arus kas masuk dan penggunaan
arus kas keluar perusahaan yang terpusat pada aktivitas
utama yaitu operasional, investasi, dan pendanaan.
5. Catatan atas Laporan Keuangan
Merupakan pengungkapan (disclosure) baik yang bersifat
keuangan maupun non keuangan yang terkandung dalam
laporan keuangan.
laporan keuangan ini merupakan informasi bagi para penggunanya,
terutama pemilik, perusahaan, investor, kreditor, dan juga manajemen
untuk mengambil keputusan keputusan terkait perusahaan dimasa
mendatang seperti:
1. kelayakan untuk menambah investasi ke dalam perusahaan atau
sebaliknya penentuan apakah harus melakukan penarikan investasi.
2. kelayakan untuk memberi pinjaman kepada perusahaan
2.Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi merupakan keseluruhan proses yang dilakukan oleh entitas
untuk mengolah data data keuangan sehingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi
pengguna untuk mengambil keputusan.

Indentifikasi peristiwa &
pencatatan transaksi

Jurnal

Jurnal Pembalik
Referensi:

J W.

Neraca saldo
setelah Keuangan M
Akuntansi
penutupan
Jurnal penutup

Posting ke Buku Besar

a Frasti.
Neraca Saldo

Laporan Keuangan

Kertas
Kerja

Jurnal Penyesuaian

Siklus akuntansi suatu entitas secara umum dapat diringkas sebagai berikut:
1. pencatatan transaksi melalui jurnal
2. pemindahan ke dalam buku besar
3. penyusunan neraca saldo
4. penyusunan ayat jurnal penyesuaian dan pemindahan ke dalam buku besar
5. penyusunan neraca saldo disesuaikan
6. penyusunan neraca saldo menjadi laporan keuangan
7. penyusunan ayat jurnal penutup
8. penyusunan neraca saldo setelah penutupan
9. penggunaan saldo untuk periode berikutnya
10. (opsional) penyusunan jurnal pembalik
Penjelasan Lebih Rinci:
1. Identifikasi Peristiwa dan Pencatatan Transaksi.
Dari sekian banyak peristiwa tersebut, terdapat peristiwa yang berdampak eksternal
dan internal, dan ada yang menimbulkan konsekuensi keuangan secara langsung.
Peristiwa yang berdampak eksternal dan menimbulkan konsekuensi keuangan dikenal
sebagai transaksi. Jadi transaksi merupakan peristiwa atau kejadian dalam perusahaan
yang memiliki dampak moneter atau konsekuensi keuangan.
2. Jurnal
Pencatatan transaksi harian dilakukan melalui jurnal umum selanjutnya disebut
sebagai jurnal secara kronologis berdasarkan tanggal.
3. Posting
Pemindahbukuan merupakan langkah untuk melakukan klarifikasi akun-akun yang
sesuai di dalam buku besar.

Langkah-langkah melakukan posting adalah sebagai berikut:


Mengidentifikasi nama akun yang terkait dan memindahkan jumlah pada kolom
debit atau kredit ke dalam debit atau kredit pada akun di buku besar



Menuliskan kode nomor akun pada kolom referensi di jurnal dan halaman jurnal
pada kolom referensi akun di buku besar



Setelah proses pemindahan Bukuan selesai saldo akhir masing-masing akun
dalam buku besar ditentukan dan nantinya dipindahkan ke buku besar.

4. Neraca Saldo
Neraca saldo berisi saldo akhir kumpulan akun pada akhir periode. Penyusunan
neraca saldo disusun berdasarkan saldo normal akun debit dan kredit. Dimulai dari akun
aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Neraca saldo tidak dimaksudkan untuk
memastikan bahwa seluruh transaksi dan posting ke buku besar telah dilakukan dengan
benar. Sebaliknya,sesuai dengan namanya saldo debit dan kredit neraca saldo harus
seimbang. Neraca saldo bermanfaat untuk mendeteksi kesalahan dalam proses jurnal
dan posting.

5. Jurnal Penyesuaian
Salah satu konsekuensi

entitas menetapkan prinsip aktual adalah pengakuan

pendapatan dan beban harus dilakukan pada periode. Saat terjadinya pendapatan atau
beban tersebut karenanya entitas harus melakukan proses penyesuaian untuk memenuhi
prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan.
Secara umum ayat jurnal penyesuaian dilakukan terhadap dua kategori akun yaitu
pembayaran dimuka dan aktual.
6. Posting Ayat Jurnal Penyesuaian

Seluruh ayat jurnal penyesuaian yang dibuat harus dipindahkan kedalam buku
besar masing-masing akun. Setelah proses posting selesai dan saldo akun baru telah
ditetapkan, barulah tahap siklus akuntansi berikutnya dimasuki, yaitu penyusunan
neraca saldo disesuaikan.
7. Laporan Keuangan
Neraca saldo disesuaikan yang telah disusun segera dipindahkan agar dapat disusun
menjadi laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan saldo laba, dan laporan
posisi keuangan. Dengan demikian terdapat 2 dari 5 jenis laporan keuangan yang harus
dibuat entitas yang bisa dihasilkan dari neraca saldo disesuaikan.
8. Kertas Kerja
Untuk mempermudah sekaligus meningkatkan akurasi penyusunan laporan
keuangan, terutama dalam penyusunan secara manual, maka pembuatan neraca saldo,
jurnal penyesuaian, neraca saldo disesuaikan hingga pemilihan menjadi laporan posisi
keuangan, laporan perubahan saldo laba, dan laporan laba rugi komprehensif dapat
dilakukan di dalam satu lembar dokumen yang dikenal sebagai kertas kerja atau
worksheet.
9. Jurnal Penutup
Akun akun yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif disebut sebagai
akun temporer karena akun tersebut hanya untuk menampung jumlah dalam satu
periode dan tidak dipindahkan ke periode selanjutnya. Dengan kata lain, akun-akun
tersebut harus ditutup. Penutup akun ini dilakukan dengan memindahkan ke dalam
jumlah ke akun saldo laba melalui satu akun perantara yang dikenal sebagai ikhtisar
keuangan. Nantinya akun ikhtisar keuangan ditutup ke akun saldo laba.
10. Neraca Saldo Setalah Penutupan.
Setelah seluruh akun temporer ditutup, akun yang masih bersaldo adalah akun riil
yang biasanya muncul di laporan laba rugi komprehensif. Seluruh akun riil ini

kemudian disusun menjadi neraca saldo setelah penutupan. Seluruh daftar saldo yang
ada ini nantinya dapat digunakan pada periode selanjutnya.
11. Jurnal Pembalik
Untuk mengurangi risiko kesalahan di buatlah jurnal pembalik, Jurnal pembali ini
dibuat padaawal periode selanjutnya dan secara khusus ditetapkan untuk dua jenis ayat
jurnal penyesuaian, yaitu beban yang harus dibayar dan pendapatan yang masih
diterima.

Perbedaan utama perusahaan jasa dengan perusahaan dagang dan perusahaan
manufaktur adalah perusahaan jasa tidak mengenal akun persediaan.
Perbedaan utama perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur terletak pada jenis
persediaan sebagai berikut:
a. Perusahaan dagang hanya mengenal satu jenis persediaan, yaitu persediaan
barang dagang
b. perusahaan manufaktur mengenai tiga jenis persediaan yaitu :
persediaan bahan baku
persediaan barang setengah jadi
persediaan barang jadi

BAB III
KESIMPULAN
SIA diartikan sebagai organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi
sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh
manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. SIA yang baik dan efektif
memampukan manajemen perusahaan dan para pihak yang yang berkepentingan
mendapatkan informasi secara cepat dan akurat mengenai perusahhan, seperti dalam
hal: Besarnya kas yang dimiliki perusahaan, Besar saldo hutang yang harus dimiliki
perusahaan, Banyaknya aset yang dimiliki perusahaan, Besarnya laba yang dihasilkan
perusahaan, Besarnya deviden yang yang bisa di bagikan kepada perusahaan, Kinerja
operasional perusahaan.
sistem pencatatan akuntansi yang digunakan secara umum oleh perusahaan adalah
sistem pembukuan ganda atau ‘double entry system’. yaitu apabila ada suatu pencatatan
yang dibuat perusahaan, maka akan ada dampak ganda, yaitu minimal suatu pencatatan
di sisi debit dan minimal suatu pencatatan di sisi kredit. dalam sistem pembukuan ganda
tidaklah mungkin terdapat pencatatan yang berdampak hanya pada satu sisi atau (debit
saja atau kredit saja).
Seluruh akun tersebut setelah diklasifikasikan dan diolah dalam sistem akuntansi
akan menjadi informasi yang dilaporkan melalui laporan keuangan menurut PSAK 1,
perusahaan menerbitkan minimal 5 jenis laporan keuangan yaitu: laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas,
dan catatan atas laporan keuangan.
Siklus akuntansi suatu entitas secara umum dapat diringkas sebagai berikut: pencatatan
transaksi melalui jurnal, pemindahan ke dalam buku besar, penyusunan neraca saldo,
penyusunan ayat jurnal penyesuaian dan pemindahan ke dalam buku besar, penyusunan
neraca saldo disesuaikan, penyusunan neraca saldo menjadi laporan keuangan,
penyusunan ayat jurnal penutup, penyusunan neraca saldo setelah penutupan,
penggunaan saldo untuk periode berikutnya , dan (opsional) penyusunan jurnal
pembalik.

DAFTAR PUSTAKA

Kieso, E Donald. Weygandt, J Terry dan Warfield, D Terry. 2002. Akuntansi
Intermediate. Edisi kesepuluh. Jilid 1. Erlangga, Jakarta.

Judul: Sistem Informasi Akuntansi

Oleh: Dewi Aryani


Ikuti kami