Siklus Akuntansi

Oleh Lidinia Awalia

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi
Proses Pencatatan Transaksi Keuangan

KELOMPOK 2
Ade Setiawan
Devi Tri I.
Indah Permatasari
Lidinia Awalia
Nyoman Intan C.
Qonita Hifzhiyah N.A.

MP B 2015

1

A. Pengertian Akun (account)
Akun adalah tempat untuk mencatat transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Akun terbagi
dalam dua golongan besar, yaitu akun riil dan akun nominal.
1. Akun Riil
Akun riil adalah akun-akun yang terdapat dalam neraca.
 Bentuk-bentuk akun riil :
a. Aktiva (Aset/Harta)
Aktiva adalah harta yang terdapat dan digunakan dalam kegiatan perusahaan. Aktiva terdiri
dari tiga jenis, yaitu :
* Aktiva Lancar
dalah harta perusahaan yang biasanya habis dipakai kurang dari satu tahun. Akun
dalam aktiva lancar diurutkan berdasarkan dari yang paling lancar (liquid). Aktiva
lancar terdiri dari : Kas, Piutang, Sediaan, dan lain - lain.
* Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah harta perusahaan yang biasanya habis dipakai lebih dari satu
tahun. Aktiva tetap terdiri dari : Peralatan, Mesin, Gedung, Tanah, dan lain - lain.
* Aktiva Lain - lain
Aktiva lain - lain adalah harta perusahaan yang tidak dapat digolongkan ke dalam
aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lain - lain terdiri dari : Mesin dalam proses
perbaikan, Gedung dalam proses pembangunan, dan lain - lain.
b. Hutang
Hutang adalah kewajiban perusahaan yang harus dilunasi pada waktu tertentu. Hutang terdiri
dari :
* Hutang Jangka Pendek
Hutang jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang harus dilunasi dalam jangka
waktu kurang dari satu tahun. Hutang jangka pendek terdiri dari : hutang dagang,
hutang bunga, hutang gaji, dan lain - lain.
* Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban perusahaan yang harus dilunasi dalam
jangka waktu lebih dari satu tahun. Hutang jangka panjang terdiri dari : hutang bank,
hutang obligasi, dan lain - lain.
c. Modal
Modal adalah hak pemilik atas harta perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Modal dapat
juga diartikan sebagai uang, tanah, gedung, dan barang berharga lain yang diserahkan pemilik
kepada perusahaan
2

2. Akun Nominal
Akun nominal adalah akun - akun yang terdapat dalam laporan rugi-laba.
 Bentuk-bentuk akun nominal :
a. Pendapatan
Pendapatan adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan operasional maupun
non operasional. Pendapatan terdiri dari :
* Pendapatan dalam Usaha
Pendapatan dalam usaha adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan melalui
kegiatan operasionalnya. Contohnya : pendapatan usaha.
* Pendapatan diluar Usaha
Pendapatan diluar usaha adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan melalui
kegiatan non operasional. Contohnya : pendapatan sewa.
b. Beban / Biaya
Dalam akuntansi biaya, beban dan biaya adalah dua jenis akun yang berbeda.
Beban terdiri dari :
* Beban dalam usaha
Beban dalam usaha adalah beban yang muncul karena kegiatan operasional
perusahaan. Contohnya : beban gaji, beban iklan, beban listrik, dan lain - lain.
* Beban diluar Usaha
Beban diluar usaha adalah beban yang muncul karena kegiatan non operasional.
Contohnya : beban bunga, beban administrasi bank, dan lain - lain.

B. Double Entry Accounting, Klasifikasi Akun
Double entry accounting adalah akuntansi pencatatan berganda. Akuntansi inni
didasarkan atas sistem pencatatan berganda, artinya setiap transaksi usaha yang dicatat
mempunyai pengaruh setidak-tidaknya terhadap dua akun. Misalnya, investasi yang
dilakukan sebesar Rp 50.000.000 yang dilakukan oleh Nicholas dalam praktek akuntansi
akan menambah akun kas maupun modal dari usaha (owner’s equity)
Akuntansi berpasangan (double entry system) telah diterima secara umum dan telah
lama digunakan untuk pencatatan data akuntansi. Dalam sistem akuntansi berpasangan,
setiap transaksi dicatat dalam suatu cara untuk memastikan keseimbangan atau kesamaan
persamaan akuntansi.
Harta = utang + modal
Untuk menelaah cra kerja akuntansi berpasangan perlu diingat bahwa sisi kiri dalam
setiap perkiraan disebut debit, dan sisi kanan disebut kredit. Kedua istilah ini (debit dan
kredit) keduanya bisa berarti peningkatan atau penurunan dan digunakan secara berulangulang dalam proses pencatatan.
3

C. Saldo normal
Saldo normal atau lengkapnya saldo normal akun adalah klasifikasi terhadap suatu kode
perkiraan (akun) yang merupakan salah satu bagian dari prinsip pembukuan berpasangan.
Suatu akun dapat memiliki saldo normal debit (Dr) atau kredit (Kr). Akun dengan saldo
normal debit akan bertambah nilainya jika terjadi transaksi pada sisi debit. Sebaliknya, untuk
meningkatkan nilai akun dengan saldo normal kredit, harus ditambahkan transaksi pada sisi
kredit.
Persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut
Aktiva = Kewajiban + Modal
Pasiva = Beban + Kas
Akun pada sisi pada sisi kiri persamaan memiliki saldo normal debit, sedangkan akun pada
sisi kanan memiliki saldo normal kredit.
Saldo normal untuk akun-akun lain diturunkan dari hubungan dengan ketiga akun utama
tersebut. Contohnya
Laba/rugi = Pendapatan - Beban
Karena laba/rugi merupakan komponen dari modal, maka dapat dianggap bahwa pendapatan
berada di sisi kanan persamaan, sedangkan beban berada di sisi kiri.


Berikut saldo normal untuk beberapa akun umum:

Aktiva: Debit
Kewajiban: Kredit
Modal: Kredit
Pendapatan: Kredit
Beban: Debit
Laba ditahan: Kredit
Dividen: Debit
Saldo Normal dari akun atau rekening sebagaimana disebutkan di atas mulai dari aktiva,
kewajiban, modal, hingga dividen, merupakan suatu ketetapan yang pasti dalam ilmu
akuntansi. Maksud dari ketetapan pasti disini adalah bahwa saldo normal aktiva pasti debet
dan saldo normal kewajiban pasti kredit dan sebagainya. Sehingga Saldo normal akun harus
dipahami dengan baik karena dengan memahami posisi saldo normal akun dengan baik maka
akan mempermudah dalam proses pemahaman ilmu akuntansi, untuk mempermudah dalam
penguasaan saldo normal akun dengan mudah kita dapat menggunakan jemari kita untuk
4

mengingat masing-masing saldo normal akun khususnya saldo normal akun harta, utang,
modal, pendapatan dan saldo normal akun beban. Untuk menggunakan jemari tangan dalam
belajar akuntansi khususnya mengingat saldo normal akun dapat dipelajari lebih detai pada
tips mudah memahami saldo normal akun

D. AKUNTANSI BERBASIS KAS DAN BERBASIS AKRUAL
AKUNTANSI BERBASIS KAS
Dalam buku Akuntansi Sector Public karangan Indra Bastian, akuntansi barbasis kas dapat
diartikan sebagai sistem akuntansi yang hanya mengakui arus kas masuk dan kas keluar.
Transaksi dicatat/diakui apabila menimbulkan perubahan atau berakibat pada kas, yaitu
menaikkan atau menurunkan kas. Dalam kasus ini, laporan keuangan tidak dapat dihasilkan
karena ketiadaan data tentang aktiva dan kewajiban. Dalam akuntansi berbasis kas,
pendapatan diakui ketika kas/uang telah diterima dan pengeluaran diakui ketika telah
dilakukan pembayaran kas.
Dalam Modul Akuntansi Sektor Publik oleh Nurul Hidayah, SE.AK.MSI. Akuntansi arus
kas dipraktekkan di berbagai organisasi sektor publik dan organisasi non profit, misalnya
rekening penerimaan dan pembayaran yang sederhana. Jenis informasi yang tidak diberikan
dalam laporan arus kas adalah modal dan pendapatan.
Dalam paper akuntansi pemerintahan karya Erichenko, akuntansi basis kas ini dapat
mengukur kinerja keuangan pemerintah yaitu untuk mengetahui perbedaan antara penerimaan
kas dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Basis kas menyediakan informasi mengenai
sumber dana yang dihasilkan selama satu periode, penggunaan dana dan saldo kas pada
tanggal pelaporan. Model pelaporan keuangan dalam basis kas biasanya berbentuk Laporan
Penerimaan dan Pembayaran (Statement of Receipts and Payment) atau Laporan Arus Kas
(Cash Flow Statement).
Pada praktek akuntansi pemerintahan di Indonesia basis kas untuk Laporan Realisasi
Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima oleh Rekening Kas Umum
Negara/Daerah, dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah. Secara rinci pengakuan item-item dalam laporan realisasi anggaran, sesuai
dengan Exposure Draft PSAP Pernyataan No. 2 tentang Laporan Realisasi Anggaran adalah
sebagai berikut:
1. Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau
entitas pelaporan.
2. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah
atau entitas pelaporan. Khusus pengeluaran melalui pemegang kas pengakuannya terjadi pada
saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unityang mempunyai
fungsi perbendaharaan.
3. Dana Cadangan diakui pada saat pembentukan yaitu pada saat dilakukan penyisihan uang
untuk tujuan pencadangan dimaksud. Dana Cadangan berkurang pada saat terjadi pencairan
Dana Cadangan.
5

4. Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum
Negara/Daerah.
5. Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah.

A.
Kelebihan-kelebihan akuntansi berbasis kas antara lain :
a. laporan keuangan berbasis kas memperlihatkan sumber dana ,
b. alokasi dan penggunaan sumber-sumber kas,
c. mudah untuk dimengerti dan dijelaskan,
d. pembuat laporan keuangan tidak membutuhkan pengetahuan yang mendetail
tentang akuntansi, dan tidak memerlukan pertimbangan ketika menentukan jumlah arus kas
dalam suatu periode.
B.
Kekurangan akuntansi berbasis kas yaitu :
a.
. hanya memfokuskan pada arus kas dalam periode pelaporan berjalan,
b . mengabaikan arus sumber daya lain yang mungkin berpengaruh pada kemampuan
pemerintah untuk menyediakan barang-barang dan jasa-jasa saat sekarang dan saat
mendatang,
c. laporan posisi keuangan (neraca) tidak dapat disajikan, karena tidak terdapat
pencatatan secara double entry,
d. tidak dapat menyediakan informasi mengenai biaya pelayanan (cost of service) untuk
penetapan harga (pricing), kebijakan kontrak publik, untuk kontrol dan evaluasi kinerja.

Akuntansi berbasis akrual
Menurut SSAP 2, definisi konsep akuntansi akrual adalah :“ penerimaan dan biaya bertambah
atau dimasukkan tidak sebagai uang yang diterima atau dibayarkan sesuai satu sama lain
dapat dipertahankan atau dianggap benar, dan berkaitan dengan rekening laba rugi selama
periode bersangkutan “International Public Sector Accounting Standards (IPSAS).

Menurut IPSAS, laporan keuangan versi akrual secara umum sekurang-kurangnya terdiri
dari:
1.

Neraca (Statement of Financial Position);

2.

Laporan Kinerja Keuangan (Statement of Financial Performance);

3.
Lap. Perubahan dalam Aset Bersih/Ekuitas (Statement of Changes In Net
Assets/Equity);
4.

Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement); dan
6

5.
Catatan atas Kebijakan Akuntansi dan Catatan atas Laporan Keuangan (Accounting
Policies and Notes to The Financial Statements).
Berdasarkan paper akuntansi pemerintahan karya Erichenko Akuntansi berbasis akrual berarti
suatu basis akuntansi di mana transaksi ekonomi dan peristiwa-peristiwa lain diakui dan
dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode laporan keuangan pada saat
terjadinya transaksi tersebut, bukan pada saat kas atau ekuivalen kas diterima atau
dibayarkan.
Akuntansi akrual dianggap lebih baik daripada akuntansi kas. Akuntansi akrual diyakini
dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih dapat dipercaya, akurat, komprehensif, &
relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, & politik.
Pengaplikasian accrual basis dalam Akuntansi Sektor Publik adalah untuk menentukan cost
ofservices & chargingfor services, yaitu untuk mengetahui besarnya biaya yang dibutuhkan
untuk menghasilkan pelayanan publik serta penentuan harga pelayanan yang dibebankan
kepada publik.
Aplikasi accrual basis sektor swasta digunakan untuk proper matching cost againts revenue.
Perbedaan ini disebabkan karena pada sektor swasta lebih profit oriented, sedangkan sektor
publik pada public service oriented. International Monetary Fund (IMF) sebagai lembaga
kreditur menyusun Government Finance Statistics (GFS) yang di dalamnya menyarankan
kepada negara-negara debiturnya untuk menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam
pembuatan laporan keuangan. Alasan penerapan basis akrual ini karena saat pencatatan
(recording) sesuai dengan saat terjadinya arus sumber daya. Jadi basis akrual ini
menyediakan estimasi yang tepat atas pengaruh kebijakan pemerintah terhadap perekonomian
secara makro. Selain itu basis akrual menyediakan informasi yang paling komprehensif
karena seluruh arus sumber daya dicatat, termasuk transaksi internal, in-kind transaction, dan
arus ekonomi lainnya.
International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) Board (IFAC, 2003: halaman 7)
memberikan kesimpulan tentang beberapa keuntungan dari penerapan basis akrual dalam
akuntansi dan penyusunan laporan keuangan di sektor publik, yaitu:

Basis akrual dapat menunjukkan bagaimana pemerintah membiayai kegiatannya dan
memenuhi kebutuhan kasnya

Basis akrual memungkinkan pembaca laporan keuangan mengevaluasi kemampuan
pemerintah untuk membiayai aktivitas-aktivitasnya dan untuk memenuhi kewajiban dan
komitmen-komitmennya

Akuntansi berbasis akrual menunjukkan posisi keuangan/kekayaan pemerintah dan
perubahan atas posisi keuangan tersebut

Memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menunjukkan keberhasilan
mengelola sumber daya yang dimiliki

Berguna dalam melakukan evaluasi atas kinerja pemerintah melalui service cost,
efisiensi, dan pencapaian kinerja
Beberapa masalah aplikasi basis akrual dalam buku Akuntansi Sector Public karangan Indra
Bastian adalah :

Penentuan pos dan besaran transaksi yang dicatat dilakukan oleh individu yang
mencatat
7


Relevansi akuntansi akrual menjadi terbatas ketika dikaitkan dengan nilai historis dan
inflasi

Dalam perbadingan dengan basis kas,penyesuaian akrual membutuhkan prosedur
administrasi yang lebih rumit.

Peluang manipulasi akuntansi keuangan yang sulit dikendalikan.
Sesuai dengan Exposure Draft Standar Akuntansi Pemerintahan, basis akrual untuk neraca
berarti bahwa aktiva, kewajiban, dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya
transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan
pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
Secara rinci pengakuan atas item-item yang ada dalam neraca dengan penerapan basis akrual
adalah :
1.
Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah
dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Persediaan diakui pada saat
diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.
2.
Investasi, suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai investasi apabila
memenuhi salah satu kriteria:
a. Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa pontensial di masa yang
akan datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah;
b. Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai (reliable).
Pengeluaran untuk perolehan investasi jangka pendek diakui sebagai pengeluaran kas
pemerintah dan tidak dilaporkan sebagai belanja dalam laporan realisasi anggaran, sedangkan
pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka panjang diakui sebagai pengeluaran
pembiayaan.
3. Aktiva tetap, untuk dapat diakui sebagai aset tetap, suatu aset harus berwujud dan
memenuhi kriteria:
a. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan;
b. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
c. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan
d. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan
4. Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), suatu benda berwujud harus diakui sebagai KD jika:
a. besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset
tersebut akan diperoleh;
b. biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal; dan
c. aset tersebut masih dalam proses pengerjaan
KDP dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika kriteria berikut ini terpenuhi:
a.Konstruksi secara substansi telah selesai dikerjakan; dan
b. Dapat memberikan manfaat/jasa sesuai dengan tujuan perolehan.

8

5. Kewajiban, suatu kewajiban yang diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran
sumber daya ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban
yang ada sampai saat ini, dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai
penyelesaian yang dapat diukur dengan andal.
.

E. SIKLUS ATAU PROSES PENCATATAN AKUNTANSI
Siklus Akuntansi adalah kegiatan bertahap yang harus di lalui dalam proses akuntansi
yang berjalan terus menerus dan berulang.
TRANSAKSI merupakan kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan
perusahaan, atau yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara
kekayaan dan sumber pembelanjaan.
JURNAL DAN BUKU BESAR Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana
transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum
dimasukkan ke dalam buku besar 1. Jurnal Umum2. Jurnal khususa. Jurnal penjualan (Sales
Journal) b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal) c. Jurnal pengeluaran kas (Cash
Payments Journal) d. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
BUKU BESAR Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening
(kumpulan rekening) yang adadalam laporan keuangan.Buku ini mencatat perubahanperubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak
saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal akan
diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
NERACA SALDO Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh
rekening/perkiraan Buku Besar.

Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan
sajauntuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo
tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.
JURNAL PENYESUAIAN Setelah transaksi dicatat seluruhnya ke dalam jurnal dan buku
besar, kemudian dibuat neraca percobaan (trial balance) yang angka-angkanya diambil dari
saldo buku besar. Neraca percobaan ini harus menunjukkan jumlah yang sama antara jumlah
sisi debit dan sisikredit. Neraca percobaan berguna untuk menguji ketepatan pencatatan
transaksi ke dalam buku jurnal dan buku besar.Penyesuaian ini diperlukan karena sering kali
perusahaan mengalami situasi dimana pendapatan yang diterima dengan biaya yang
dikorbankan tidak jatuh bersamaan. Dengandilakukannya penyesuaian terhadap beberapa
perkiraan, seluruh transaksi yang dipengaruhi laba periodik dan posisi keuangan telah dicatat
dan dilaporkan dalam laporan keuangan.
9

NERACA LAJUR Neraca lajur merupakan kertas berkolom (berlajur) yang digunakan
sebagai kertas kerja untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan perusahaan secara
sistematis. Pemakaian neracalajur sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam penyusunan
laporan keuangan. Manfaat pemakaian neraca lajur antara lain: dapat digunakan untuk
memeriksa data (rekening dan jumlahsaldo) yang akan disajikan dalam laporan keuangan,
dapat menunjukkan bahwa prosedur- prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan
keuangan telah dilaksanakan, dan dapatmempermudah menentukan kesalahan yang mungkin
dilakukan.

JURNAL PENUTUP Siklus akuntansi belum berakhir dengan selesainya penyusunan laporan
keuangan. Pada akhir periode setelah laporan keuangan tersusun, suatu perusahaan masih
harus membuat jurnal yaitu jurnal penutup. Jurnal penutup digunakan untuk menutup
rekening-rekening nominal yaitu pendapatan dan biaya.

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Adapun tujuan penyusunan laporan keuangan
secara singkat adalah untuk memberikan informasiyang relevan pada pihak-pihak di luar
perusahaan.

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN a) Setiap perkiraan yang belum sesuai pada
akhir periode akuntansi dilakukan penyesuaian, halini dipandang perlu karena : ada suatu
transaksi yang terjadi tetapi belum dilakukan pencatatan pada perkiraan yang tertentu. b)
melakukan pemeriksaan dari saldo perkiraan agar menunjukkan saldo yang
sebenarnya.Perkiraan-perkiraan yang menyebabkan keuntungan atau kerugian suatu
perusahaan akan ditutupdengan ayat penutup dengan tujuan agar perkiraan itu menjadi nol,
karena semuanya diperhitungkan dengan perkiraan modal melalui perkiraan ikhtisar laba
rugi.

F. Pengertian Jurnal
Dalam akuntansi dan pembukuan, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha
atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di
dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan
waktu transaksi berjalan . Proses pencatatan ini disebut penjurnalan. Jurnal dikenal juga
sebagai buku pemasukan utama books of original entry karena menjadi tempat terjadinya
pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan adjusting entries
Jurnal dibagi menjadi 2 bagian,yaitu:

10




Transaksi belum dibayar ( prepayments ),terdiri dari beban belum dibayar (prepaid
expenses) dan pendapatan (unearned revenues)
Transaksi dibayar ( accruals ),terdiri dari beban dibayar dan pendapatan (accrued
revenues)

Setiap entitas memiliki cara sendiri untuk mencatat setiap transaksi yang sedang berjalan,
tetapi secara umum dibagi menjadi 2 jenis:
1. Jurnal umum
2. Jurnal khusus, dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik
berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering
dipergunakan adalah:
o

Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)

o

Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)

o

Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)

o

Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)

Jurnal umum. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam
jurnal khusus, misalnya pencatatan depresiasi aset tetap
Fungsi jurnal meliputi :



Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan
secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya
semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.



Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang
harus di Debet maaupun yang di Kredit.



Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik
yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.



Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara
jelas.

G. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal
Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal Umum - Jurnal (jurnal) merupakan dokumen
pencatatan yang pertama dari proses akuntansi keuangan. Oleh karena itu, jurnal disebut
juga sebagai buku catatan pertama (books of original entry

11

Jendela Ekonomi
Jurmal sering disebut sebagai buku catatan pertama
Haryono Jusup, 2001.

Created By : Kelompok 2

Pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan sedemikian rupa sehingga memudahkan
peringkasan transaksi tersebut dalam akun buku besar. Pencatatan transaksi dalam jurnal
dilakukan secara kronologis sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi yang tercantum dalam
bukti transaksi. Pencatatan transaksi dalam jurnal dilakukan berdasarkan data yang terdapat
dalam bukti transaksi.
Ada dua macam jurnal, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum dapat
digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan dalam
periode akuntansi. Adapun jurnal khusus hanya digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi
tertentu. Pembahasan mengenai jurnal khusus disajikan pada siklus akuntansi perusahaan
dagang. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal biasanya menggunakan bentuk yang telah
ditetapkan dalam standar akuntansi Indonesia. Bentuk standar jurnal umum adalah sebagai
berikut.

Perusahaan "XXXXXXXX"
Jurnal Umum
TANGGAL

KETERANGAN

REFERENSI

DEBIT

Halaman 1
KREDIT

Created By : Kelompok 2

Keterangan :
1.Nomor halaman, diisi dengan nomor halaman jurnal.
2. Kolom tanggal, digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, tahun, terjadinya transaksi.
3. Kolom keterangan, diisi dengan nama akun dan penjelasan singkat tentang transaksi
yang dicatat, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Akun yang dicatat di sisi debit ditulis terlebih dahulu
12

b. Akun yang dicatat pada sisi kredit ditulis pada baris berikutnya dengan penulisan
agak menjorok ke kanan.
c. Di bawah baris akun kredit dituliskan penjelasan singkat tentang transaksi
4. Kolom referensi digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan
ke buku besar. Sebelum posting dilakukan biarkan kolom referensi kosong.
5. Kolom debit dan kredit, digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
Pencatatan satu transaksi dengan transaksi berikutnya dalam jurnal harus dipisahkan.
Pemisahan ini dapat dilakukan dengan memberi jarak satu baris kosong. Contoh
pencatatan transaksi dalam jurnal disajikan sebagai berikut.
Transaksi:
3 Maret 2006 Tn. Adi memulai usahanya dengan menyerahkan uang pribadinya sebagai
modal awal perusahaan bengkel “XX” sebesar Rp15.000.000,00.
5 Maret 2006 Dibayar sewa gedung sebesar Rp5.000.000,00.

Perusahaan "XXXXXXXX"
Jurnal Umum
TANGGAL
2006
3
Maret
Maret

KETERANGAN

Halaman 1
KREDIT

DEBIT

Kas

3

Modal
(Setoran Awal Pemilik)

Rp 15.000.000.00
-

Rp 15.000.000.00

Beban Sewa
Kas
(Pembayaran Sewa Gedung)

Rp 5.000.000.00
-

Rp 5.000.000.00
Created By : Kelompok 2

Analisis transaksi
TGL

REFERENSI

Kelompok
Aktiva
Modal
Beban
Aktiva

Akun
Kas
Modal
Beban Sewa
Kas

Pengaruh
(Bertambah / Berkurang)
Bertambah
Bertambah
Bertambah
Berkurang

Debit/ Kredit
D
K
D
K

RP 15.000.000.00
RP 15.000.000.00
Rp 5.000.000.00
Rp 5.000.000.00
Created By : Kelompok 2

H. Posting
Pemindahan (posting) jurnal ke buku besar - Setelah transaksi dicatat dalam jurnal,
tiba saatnya dilakukan posting ke buku besar. Jadi, apakah posting itu? Posting atau
pemindahbukuan adalah memindahkan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal ke
dalam setiap akun buku besar yang sesuai. Buku besar ini merupakan kumpulan akunakun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan. Karena itu, buku besar
hampir sama dengan akun. Perbedaannya hanyalah pada penyebutannya.

13

Lalu, bagaimana cara memposting ke buku besar? Cara memposting ke buku besar
melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.
1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebit atau dikredit ke dalam
akunyang sesuai;
2. mengisi kolom “Referensi: dalam akun nomor halaman jurnal;
3. mengisi kolom “Referensi” dalam jurnal dengan akun yang bersangkutan.
Pada buku besar, bentuk-bentuk akun yang biasa digunakan, yaitu akun bentuk T, akun
2 kolom, akun 3 kolom, dan akun 4 kolom. Penyebutan istilah “dua kolom” mengacu
pada jumlah kolom yang digunakan untuk mencatat nilai uang. Berikut disajikan
bentuk-bentuk buku besar tersebut.

Keterangan:
1. Nama akun, diisi nama akun yang bersangkutan
2. Kode akun, diisi nomor akun yang bersangkutan
3. Tanggal, untuk mencatat tanggal, bulan, tahun, terjadinya transaksi
4. Keterangan, digunakan untuk mencatat penjelasan singkat transaksi
5. Ref, atau referensi; digunakan untuk mencatat nomor halaman dokumen yang
menjadi sumber pencatatan.
6. Debit dan kredit, untuk mencatat nilai transaksi
7. Saldo, untuk mencatat saldo akhir suatu akun setelah suatu transaksi dicatat dalam
akun tersebut.

14

Perhatikan cara memposting dari jurnal ke dalam buku besar bentuk tiga kolom dibawah
ini!

Setelah mempelajari berbagai bentuk akun buku besar, akan lebih jelas lagi jika
mempelajari cara pencatatan transaksi dalam jurnal dan melakukan posting ke dalam
buku besar yang disajikan berikut ini.
Transaksi selama bulan Oktober pada Eva Salon
1 Oktober 2005, Ny Eva memulai usaha salon yang diberi nama “Eva Salon”
a. Uang tunai senilai Rp5.000.000,00
b. Piutang jasa Rp300.000,00
c. Perlengkapan salon Rp7.000.000,00
d. Peralatan salon Rp10.000.000,00
Dibayar sewa gedung untuk salon Rp1.200.000,00 untuk masa sewa satu tahun.
Pembelian peralatan salon sebesar Rp3.000.000,00 secara kredit.
Dikeluarkan uang tunai sebesar Rp50.000,00 untuk membayar beban iklan di koran.
Dikeluarkan uang per kas sebesar Rp500.000,00 untuk membayar angsuran utang
kepada Toko Sinar.
Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
Diterima pendapatan setengah bulan pertama Rp4.000.000,00.
Dibayar rekening telepon dan listrik bulan ini Rp150.000,00.
Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
Pelayanan salon yang pembayarannya tidak diterima langsung berjumlah
Rp1.450.000,00.
Pengambilan prive oleh pemilik sebesar Rp200.000,00.
Diminta :
1. Buatlah jurnal umumnya!
2. Dari jurnal postinglah ke buku besar!

15

Apabila akun dalam jurnal umum diposting ke buku besar maka keseluruhan transaksi
EVA Salon akan terlihat sebagai berikut.

16

17

18

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Saldo_normal
https://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal_%28akuntansi%29
http://akuntansi4fun.blogspot.com/2012/02/siklus-akuntansi.html
http://irfansiyakusa.blogspot.com/2013/02/perbedaan-akuntansi-berbasis-kasdengan.html
http://akuntansis.blogspot.co.id/2014/07/posting-jurnal-ke-buku-besar.html

19

Judul: Siklus Akuntansi

Oleh: Lidinia Awalia


Ikuti kami