Siklus Akuntansi

Oleh Alif Labib

29 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Siklus Akuntansi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

i

DAFTAR DAFTAR ISI

ii

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A. Definisi Akuntansi

1

B. Siklus Akuntansi

2

C. Persamaan Dasar Akuntansi

3

D. Analisis Transaksi

3

E. Basis Akuntansi

5

AKUN/PERKIRAAN
A.

Pengertian

7

B.

Aturan Pencatatan

7

C.

Saldo Normal

8

D.

Kelompok Akun/Perkiraan

9

E.

Bagan Akun/Perkiraan

10

F.

Pencatatan Transaksi ke Dalam Bukti

11

BAB III JURNAL
A. Pengertian

12

B. Fungsi

12

C. Bentuk

12

D. Contoh

13

BAB IV BUKU BESAR
A. Pengertian

16

B. Bentuk

16

C. Contoh

17

BAB V NERACA SALDO
A. Pengertian

20

B. Fungsi

20

C. Bentuk

20

D. Contoh

21

ii

BAB VI PENCATATAN BEBAN DAN PENDAPATAN
A. Pencatatan Beban Dibayar Dimuka

22

B. Pencatatan Pendapatan Diterima Dimuka

23

BAB VII JURNAL PENYESUAIAN
A.

Pengertian

25

B.

Akun yang Harus Disesuaikan

25

BAB VIII NERACA LAJUR
A. Pengertian

28

B. Bentuk

28

C. Contoh

29

BAB IX LAPORAN KEUANGAN
A. Tujuan

32

B. Laporan Keuangan

32

C. Contoh

33

BAB X JURNAL PENUTUP DAN JURNAL BALIK
A. Pengertian

36

B. Jurnal Penutup

36

C. Contoh

37

D. Jurnal Balik

39

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. DEFINISI AKUNTANSI
Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:
1.

Fungsi dan Kegunaan
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi
kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat
keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

2.

Proses Kegiatan
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan
transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian
bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

Akuntansi dan Tata Buku
Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah

pencatatan

secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang.
Cabang Akuntansi
Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu:
1. Akuntansi keuangan
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi
pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.
2. Akuntansi manajemen
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi
pihak intern organisasi atau manajemen.
3. Akuntansi Pemerintah
Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan
pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk
pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui
lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

1

B. SIKLUS AKUNTANSI

Bukti
Transaksi

Jurnal

Buku
Besar

Neraca
Saldo

Jurnal
Penyesuaian

Laporan
Keuangan

Jurnal
Penutup

Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah
sebagai berikut:
a.

Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.

b.

Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku
harian)

c.

Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari
jurnal ke akun Buku Besar.

d.

Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk
mengecek keseimbangan Buku Besar.

e.

Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca
Saldo.

f.

Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayatayat penutup.

g.

Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan
Perubahan Modal dan Neraca.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

2

C. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
AKTIVA

Aktiva

=

HUTANG

+

MODAL

= harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber
ekonomi. Contoh: kas, piutang, gedung dsb.

Utang

= kewajiban yang menjadi beban perusahaan
Contoh: utang pembelian kredit

Modal

= hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan
Contoh: Setoran modal oleh pemilik

D. ANALISIS TRANSAKSI
1.

Transaksi yang mempengaruhi Aktiva
1. Pembellian aktiva/aset secara tunai
Contoh

= suatu

perusahaan

produsen

minuman

membeli

sebuah
kendaraan seharga Rp 100.000.000,00 secara tunai
Analisis

= transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas
perusahaan berkurang sebesar Rp 100.000.000,00 dan
kendaraan bertambah senilai Rp 100.000.000,00

2. Pembelian aktiva/aset secara kredit
Contoh

= suatu perusahaan jasa foto copy membeli mesin foto

kopi
seharga Rp 50.000.000,00 secara kredit.
Analisis

= transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu
peralatan bertambah senilai Rp 50.000.000,00 dan
hutang berkurang senilai Rp 50.000.000,00

3. Penjualan aktiva/aset secara tunai
Contoh

= suatu perusahaan minuman menjual kendaraan seharga
Rp 80.000.000,00 secara tunai

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

3

Analisis

= transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas
perusahaan bertambah sebesar Rp 80.000.000,00 dan
kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp
80.000.000,00

4.

Penjualan aktiva/aset secara kredit
Contoh

= suatu perusahaan minuman menjual kendaraan seharga
Rp 150.000.000,00 secara kredit

Analisis

= transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu
kendaraan berkurang senilai Rp 150.000.000,00 dan
piutang perusahaan bertambah sebesar Rp
150.000.000,00

2.

Transaksi yang mempengaruhi Utang
1. Pembelian aktiva/aset secara kredit
Contoh

= suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit
seharga Rp 200.000.000,00

Analisis

= transaksi tersebut akan mempengaruhi utang yaitu
utang perusahaan bertambah sebesar Rp
200.000.000,00 dan peralatan bertambah sebesar Rp
200.000.000,00.

2. Pembayaran utang
Contoh

= suatu perusahaan membayar utang sebesar
Rp 50.000.000,00

Analisis

= transaksi tersebut mempengaruhi utang yaitu
Utang perusahaan berkurang sebesar Rp
50.000.000,00 dan kas berkurang sebesar Rp
50.000.000,00.

3.

Transaksi yang mempengaruhi Modal
1.

Penambahan investasi pemilik
Contoh

= Mr. X melakukan penyetoran sebesar Rp 50.000.000,00
ke kas perusahaan sebagai tambahan modal.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

4

Analisis

= transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu
modal perusahaan bertambah sebesar Rp
50.000.000,00 dan kas perusahaan bertambah
sebsesar Rp 50.000.000,00.

2.

Pengurangan investasi pemilik
Contoh

= Mr. T melakukan penarikan uang perusahaan untuk
keperluan pribadi sebesar Rp 25.000.000,-

Analisis

= transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu
modal perusahaan berkurang sebesar Rp 25.000.000,dan kas berkurang sebesar Rp 25.000.000,-.

Latihan 1
Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:
1. Pembelian aktiva tetap secara tunai senilai Rp 2.000.000,00
2. Penerimaan kas atas piutang perusahaan senilai Rp 200.000,00
3. Pembelian aktiva tetap secara kredit senilai Rp4.000.000,00
4. Pembayaran utang senilai Rp 100.000,00
5. Penambahan investasi oleh pemilik sbesar Rp 3.000.000,00.
6. Pengambilan untuk pribadi sebesar Rp 300.000,00.

E. BASIS AKUNTANSI
Basis akuntansi menyatakan saat pengakuan atas transaksi yang merupakan
dasar pencatatan transaksi tersebut.
Terdapat 2 (dua) basis akuntansi yaitu basis kas dan basis akrual.
Basis Kas
Suatu transaksi yang diakui dan dicatat berdasarkan saat kas diterima dan
dikeluarkan.
Basis Akrual
Suatu transaksi diakui dan dicatat berdasarkan pengaruh transaksi pada saat
kejadian dan dicatat serta dilaporkan pada periode yang bersangkutan.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

5

Latihan 2
Hotel SEPITRUS pada tanggal 2 Agustus 2002 menerima pembayaran dimuka
sewa kamar dari seorang tamu hotel sebesar Rp 1.000.000,- untuk sewa kamar
selama 4 hari.
Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan
basis akrual?
Latihan 3
Pada tanggal 1 Januari 2000 telah dilakukan pembayaran biaya iklan untuk
periode 24 bulan sebesar Rp. 24.000.000,-.
Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan
basis akrual?

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

6

BAB II
AKUN/PERKIRAAN

A. PENGERTIAN
Adalah suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan
pengurangan dari tiap unsur-unsur laporan keuangan.
Bentuk akun/perkiraan yang paling sederhana adalah akun/perkiraan “T”, dimana
sisi kiri adalah Debet dan sisi kanan adalah Kredit. Dasar pencatatan untuk
mendebet dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan
beban dan pendapatan.

Bentuk perkiraan “T” adalah sebagai berikut:

D

K

B. ATURAN PENCATATAN
Untuk menghindari terjadinya salah pengertian yang sering terjadi bahwa debet
diartikan sebagai penambahan dan kredit diartikan sebagai pengurangan perlu
kita uraikan arti dari pendebetan dan pengkreditan.
Pendebetan
yang dimaksud dengan mendebet atau pendebetan adalah memasukkan
sejumlah angka dalam sisi debet. Mendebet tidak selalu berarti menambah.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

7

Pengkreditan
yang dimaksud dengan mengkredit atau pengkreditan adalah memasukkan
sejumlah angka dalam sisi kredit. Mengkredit tidak selalu berarti mengurangi.
C. SALDO NORMAL
Saldo normal tiap-tiap akun/perkiraan adalah sebagai berikut:

Perkiraan

Saldo Normal

Menambah

Mengurangi

Aktiva

Debet

Debet

Kredit

Utang

Kredit

Kredit

Debet

Modal

Kredit

Kredit

Debet

Pendapatan

Kredit

Kredit

Debet

Beban

Debet

Debet

Kredit

Latihan 4

Analisislah, transaksi berikut ini, perkiraan-perkiraan apa saja yang terpengaruh?
1.

Pembelian aktiva tetap dengan tunai sebesar Rp. 500.000,-

2.

Penjualan aktiva tetap dengan cicilan sebesar Rp. 400.000,-

3.

Pelunasan Utang Dagang sebesar Rp. 300.000,-

4.

Pembelian Aktiva secara kredit sebesar Rp. 250.000,-

5.

Penjualan barang dagang secara kredit sebesar Rp. 100.000,-

6.

Pembayaran biaya gaji pegawai sebesar Rp. 200.000,-

7.

Penjualan barang dagangan dengan tunai sebesar Rp. 1.000.000,-

8.

Penambahan investasi modal oleh pemilik sebesar Rp. 250.000,-

9.

Pengambilan kas oleh pemilik sebesar Rp. 50.000,-

Jawab:
1.

2.

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

8

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

Debet

: …………………………………………………………………………

Kredit

: …………………………………………………………………………

D. KELOMPOK AKUN/PERKIRAAN
Terdapat 2 (dua) kelompok akun/perkiraan yaitu akun riil/permanen dan akun
nominal/sementara.
Akun Riil/Permanen
Akun-akun yang terdapat dalam Neraca yaitu Aktiva, Utang dan Modal. Akun ini
menyatakan posisi saldo keuangan pada Neraca.
Akun Nominal/Sementara
Adalah akun-akun yang terdapat dalam peerhitungan Rugi Laba yaitu akun
Pendapatan dan akun Beban. Akun-akun pada akhir periode akuntansi harus
ditutup sehingga saldonya nol pada awal periode akuntansi.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

9

Latihan 5
Berdasarkan data di bawah ini, kelompokkan masing-masing akun/perkiraan ke
dalam kelompok akun riil dan kelompok akun nominal.
1. Penjualan
2. Kas
3. Utang Sewa
4. Beban Iklan
5. Modal
6. Piutang Dagang
7. Beban Bunga
8. Peralatan Mesin
9. Beban Penyusutan
10. Beban Gaji Bagian Administrasi
11. Perlengkapan Kantor
12. Beban Asuransi
13. Beban Pajak
14. Utang Pajak
15. Sewa Dibayar Di Muka
16. Beban Listrik, Air dan Telepon
17. Piutang Bunga
18. Persediaan
19. Beban Sewa Kantor
20. Beban Gaji Pegawai Penjualan
21. Pendapatan Bunga
E. BAGAN AKUN/PERKIRAAN
Merupakan daftar lengkap dari akun-akun yang dipakai oleh suatu perusahaan
dengan penggolongan tertentu menurut unsur laporan keuangan.
Akun Riil/Permanen
a)

Aktiva
(1) Aktiva Lancar
(2) Aktiva Tidak Lancar
(3) Aktiva Tetap

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

10

(4) Aktiva Lain-lain
b)

Utang
(1) Utang Lancar/jangka pendek
(2) Utang Tidak Lancar/jangka panjang

Latihan 6
Berdasarkan soal Latihan 5 di atas kelompokkan akun-akun tersebut sesuai
dengan bagan akun sebagai berikut:
Akun Riil/Neraca
a)

Aktiva
(1). Aktiva Lancar
(2). Aktiva Tidak Lancar

b)

Utang

c).

Modal

Akun Nominal/Sementara
a)

Pendapatan
(1) Pendapatan Operasi
(2) Pendapatan Non Operasi

b)

Beban
(1) Beban Operasi
(2) Beban Non Operasi

F. PENCATATAN TRANSAKSI KE BUKTI TRANSAKSI
Pencatatan transaksi ke dalam bukti/dokumen dilakukan untuk tiap transaksi dan
setiap transaksi dicatat serinci mungkin yang menampung semua informasi yang
perlu. Bukti transaksi sekurang-kurangnya memuat data mengenai jumlah nilai
uang yang tercakup dalam transaksi, tanggal terjadinya transaksi, dan pihak
yang terlibat di dalamnya.
Contoh: faktur penjualan, bukti setoran kas/bank dsb.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

11

BAB III
JURNAL

A. PENGERTIAN
Jurnal adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi
keuangan dengan menyebutkan akun yang akan didebet atau dikredit disertai
jumlahnya masing-masing dan referensinya.
B. FUNGSI
Jurnal bagi suatu perusahaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.

Fungsi Analisis
Yaitu untuk menentukan perkiraan yang di debet dan perkiraan yang dikredit
serta jumlahnya masing-masing.

2.

Fungsi Pencatatan
Yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kredit
serta keterangan yang perlu

3.

Fungsi Historis
Yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.

C. BENTUK
Bentuk jurnal adalah sebagai berikut:
Hal:….
Tanggal

Akun & Keterangan

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

Referensi

Debet

Kredit

12

CONTOH
Berikut ini adalah contoh jurnal dari transaksi-transaksi:
1.

Pada tanggal 1 Januari 2002 Tuan Raka menyetorkan uang ke dalam
perusahaan sebesar Rp. 500.000.000,- sebagai setoran modal.

Tanggal
01-012002

Akun & Keterangan

Ref

Kas

Debet

Kredit

500.000.000

Modal, Tn Raka

-

500.000.000

(setoran modal Tn Raka)

2.

Pada tanggal 5 Januari 2002 perusahaan membeli sebuah mobil seharga
Rp. 150.000.000,- serta tunai.
Tanggal

05-012002

Akun & Keterangan

Ref

Debet

Kredit

150.000.000

Kendaraan

150.000.000

-

Kas
(pembelian kendaraan)

3.

Pada

tanggal

6

Januari

2002

membeli

mesin

fotokopi

seharga

Rp.50.000.000,- secara kredit.
Tanggal
06-012002

Akun & Keterangan

Ref

Debet

Kredit

50.000.000

Peralatan
-

Utang

50.000.000

(pembelian mesin foto kopi)

4.

Pada

tanggal

15

Januari

2002

dibayar

beban

telepon

sebesar

Rp.1.000.000,-.
Tanggal
15-012002

Akun & Keterangan

Ref

Beban telepon
Kas

Debet

Kredit

1.000.000
-

1.000.000

(membayar beban telepon)

5.

Pada tanggal 18 Januari 2002 diterima pendapatan dari jasa foto kopi
sebesar Rp. 8.000.000,-.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

13

Tanggal
18-012002

Akun & Keterangan

Ref

Kas

Debet

Kredit

8.000.000

Pendapatan

-

8.000.000

(penerimaan pendapatan foto kopi)

6.

Pada tanggal 26 Januari 2002 dibayar asuransi sebesar Rp. 750.000,-.
Tanggal

20-012002

Akun & Keterangan

Ref

Beban Asuransi

Debet

Kredit

750.000

Kas

-

750.000

(membayar beban asuransi)

7.

Pada tanggal 21 Januari 2002 perusahaan telah menyelesaikan jasa foto
kopi sebesar Rp.5.000.000,- tetapi uangnya belum diterima
Tanggal

21-012002

Akun & Keterangan

Ref

Kredit

5.000.000

Piutang
Pendapatan

Debet

-

5.000.000

(penerimaan pendapatan foto kopi)

Latihan 7
Buatlah jurnal untuk transaksi-transaksi berikut ini:
1.

Tanggal 5 Maret 2002 Tuan Rangga menyetorkan uang ke perusahaan
sebesar Rp. 50.000.0000,- sebagai setoran modal.

2.

Tanggal 7 Maret 2002 dibeli perlengkapan sebesar Rp. 2.000.000,- secara
tunai.

3.

Tanggal 15 Maret 2002 dibeli sebuah mobil seharga Rp. 90.000.000,- secara
kredit dengan uang muka sebesar Rp. 10.000.000,-.

4.

Tanggal 17 Maret 2002 dibeli mesin fotokopi seharga Rp. 30.000.000,- tunai.

5.

Tanggal 20 Maret 2002 diterima pendapatan sebesar Rp. 15.000.000,-

6.

Tanggal 22 Maret 2002 dibayar beban telepon sebesar Rp. 500.000,-

7.

Tanggal 25 Maret 2002 dibayar angsuran pembelian mobil sebesar
Rp.3.000.000,-

8.

Tanggal 26 Maret 2002 diterima pendapatan sebesar Rp. 10.000.000,-

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

14

9.

Tanggal

27

Maret

2002

dijual

sebuah

mesin

fotokopi

seharga

Rp.25.000.000,- secara kredit.
10. Tanggal 30 Maret 2002 dibayar gaji pegawai sebesar Rp.2.000.000,-

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

15

BAB IV
BUKU BESAR

A. PENGERTIAN
Buku Besar adalah buku yang berisi semua akun-akun (kumpulan akun) yang
ada dalam laporan keuangan.
Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing akun
dan pada akhir periode akan tampak saldo dari akun-akun tersebut. Setiap
transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke
Buku Besar secara berkala.
B. BENTUK
Bentuk Buku Besar yang sederhana adalah bentuk T, sebagai berikut:

Buku Besar ………..

Debet

Kredit

Buku Besar ………….

Debet

Kredit

Bentuk Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:

Nama Akun

No. ………

Debet
Kredit

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

16

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

Bagian Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal
pada saat transaksi dicatat.
Proses posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila
dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam
perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.

C. CONTOH
Berdasar contoh jurnal pada BAB III dapat dilakukan posting ke Buku Besar
sebagai berikut:

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

17

D
1-Jan
18-Jan

saldo

Kas
500,000,000 5-Jan
8,000,000 15-Jan
20-Jan
508,000,000
356,000,000

D
5-Jan

Kendaraan
150,000,000

saldo

150,000,000

D
6-Jan

Peralatan
50,000,000

saldo

50,000,000

D

Piutang
5,000,000

saldo

5,000,000

D

Modal
1-Jan

saldo

K

K

D
15-Jan

Beban T elepon
1,000,000

saldo

1,000,000

D

Pendapatan
18-Jan
21-Jan

Saldo

Hutang

D
21-Jan

K
150,000,000
1,000,000
750,000
151,750,000

6-Jan

K
50,000,000

D
20-Jan

saldo

50,000,000

saldo

Beban Asurans i
750,000

K
500,000,000

500,000,000

K

K
8,000,000
5,000,000

13,000,000

K

750,000

K

Setelah seluruhnya diposting, masing-masing perkiraan dapat dihitung saldonya
dengan cara seperti contoh di atas.
Latihan 8
Berdasarkan soal Latihan 7 pada BAB III postinglah ke Buku Besar sebagai
berikut:

Jawab:

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

18

D

Kas

K

D

Hutang

K

D

Piutang

K

D

Modal

K

D

Perlengkapan

K

D

Pendapatan

K

D

Kendaraan

K

D

Beban Telepon

K

D

Peralatan

K

D

Beban Gaji

K

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

19

BAB V
NERACA SALDO

A. PENGERTIAN
Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh akun/perkiraan Buku
Besar.
Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan
kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan
Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.
B. FUNGSI
Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis
adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama
dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan
akuntansi benar-benar akurat.

C. BENTUK

NERACA SALDO
Nama Akun

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

No. Akun

Debet

Kredit

20

Saldo setiap akun disusun berurutan dari akun Neraca dan akun Rugi Laba
sebagai berikut:
a)

Aktiva Lancar

b)

Aktiva Tetap

c)

Aktiva Lain-lain

d)

Utang Lancar

e)

Hutanng Tidak Lancar

f)

Ekuitas

g)

Pendapatan Operasi

h)

Pendapatan Non Operasi

i)

Beban Operasi

j)

Beban Non Operasi

D. CONTOH
Berdasar contoh Buku Besar pada BAB IV dapat disusun Neraca Saldonya
sebagai berikut:
NERACA SALDO
Nama Akun
Kas
Piutang
Kendaraan
Peralatan

No. Akun

Debet

Kredit

356.250.000

-

5.000.000

-

150.000.000

-

50.000.000

Utang

-

50.000.000

Modal

-

500.000.000

Pendapatan

-

13.000.000

Beban Telepon

1.000.000

-

Beban Asuransi

750.000

-

Saldo

563.000.000

563.000.000

Latihan 9
Berdasarkan soal latihan 8 pada BAB IV susunlah Neraca Saldonya.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

21

BAB VI
PENCATATAN BEBAN DAN PENDAPATAN
A. PENCATATAN PEMBAYARAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA
Perusahaan kadangkala membayar suatu biaya yang belum terjadi yang
lazim disebut “biaya dibayar dimuka”. Misalnya pada tanggal 1 Oktober
2002, perusahaan membayar sewa ruangan untuk masa satu tahun ke
depan sebesar Rp 1.200.000,00. Pada saat dibayar, belum seluruh manfaat
pembayaran tersebut dirasakan oleh perusahaan. Terdapat dua pendekatan
untuk mencatat pembayaran itu yaitu ”pendekatan harta” dan ”pendekatan
beban”.
Dengan adanya pembayaran tersebut, uang perusahaan berkurang oleh
karena itu menurut kedua pendekatan tersebut, akun ”Kas” dikredit sebesar
Rp 1.200.000,00. Perbedaannya terletak pada akun yang didebet.
1. Pendekatan Harta
Akun harta yaitu ”Sewa dibayar di Muka” didebet.
Tanggal

Akun & Keterangan

Ref

Debet

-

1.200.000

Kredit

2002
Oktober 1

Sewa Dibayar di Muka

1.200.000

Kas

Selanjutnya

sampai

dengan

31

Desember

2002,

perusahaan

baru

menggunakan ruangan selama 3 bulan, sehingga sewa untuk 3 bulan (Rp
300.000,00) harus dicatat di akun ”Biaya Sewa” untuk dilaporkan dalam
Laporan Laba Rugi. Untuk itu dibuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Tanggal

Akun & Keterangan

Ref

Debet

-

300.000

Kredit

2002
Des

31

Biaya Sewa
Sewa Dibayar di Muka

300.000

2. Pendekatan Beban
Akun beban/biaya yaitu ”Beban/Biaya Sewa” didebet.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

22

Tanggal

Akun & Keterangan

Ref

Debet

-

1.200.000

Kredit

2002
Oktober 1

Beban Sewa
Kas

Selanjutnya

sampai

1.200.000

dengan

31

Desember

2002,

perusahaan

baru

menggunakan ruangan selama 3 bulan, sehingga sewa untuk 3 bulan (Rp
300.000,00) harus dicatat di akun ”Biaya Sewa” untuk dilaporkan dalam
Laporan Laba Rugi. Untuk itu dibuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Tanggal

Akun & Keterangan

Ref

Debet

-

900.000

Kredit

2002
Des

31

Sewa Dibayar di Muka
Beban Sewa

900.000

B. PENCATATAN PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Perusahaan jasa seperti maskapai penerbangan dapat saja suatu saat
menerima uang harga tiket pesawat yang pada saat itu penumpangnya
belum diberankatkan. Jumlah uang yang diterima tersebut nantinya akan
menjadi pendapatan setelah penumpang tersebut diberangkatkan ke tujuan
sesuai perjanjian. Dalam akuntansi, penerimaan uang yang jasanya belum
diberikan kepada pihak pembayar disebut ”Pendapatan Diterima Dimuka”.
Terdapat 2 cara pencatatan atas ”Pendapatan Diterima Dimuka”, yaitu:
Pendekatan

Utang

dan

Pendekatan

Pendapatan.

Misalkan

untuk

pembahasan berikut, Maskapai Penerbangan SA pada tanggal 1 Desember
2002 menjual tiket pesawat dengan total harga Rp 15.000.000,00. Sampai
dengan 31 Desember

2002 harga tiket atas penumpang yang sudah

diberangkatkan berjumlah Rp 9.000.000,00.
1. Pendekatan Utang
Jurnal yang dibuat adalah mendebet akun Kas dan mengkredit akun
Pendapatan Diterima Dimuka. Jurnal yang dibuat untuk mencatat penjualan
tiket pada tanggal 1 Desember 2002 adalah:

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

23

Tanggal

Akun & Keterangan

Ref

Debet

Kredit

-

15.000.000

2002
Des

1

Kas
Pendapatan Tiket

15.000.000

Diterima Dimuka

Selanjutnya pada tanggal 31 Desember, karena maskapai penerbangan
tersebut telah menerbangkan penumpang dengan nilai Rp 9.000.000,00 maka
perusahaan

tersebut

akan

mengakui

pendapatan

tiket

sebesar

9.000.000,00. Jumlah ini akan dilaporkan dalam Laporan

Rp

Laba Rugi.

Sementara itu harga tiket sebesar Rp 6.000.000,00 belum diterbangkan
sehingga masih berstatus ”Pendapatan Diterima Dimuka” dan jumlah ini akan
dilaporkan dalam neraca. Untuk itu jurnal yang dibuat adalah:
Tanggal

Akun & Keterangan

Ref

Debet

-

9.000.000

Kredit

2002
Des

1

Pendapatan Tiket Diterima

9.000.000

Dimuka
Pendapatan Tiket

2. Pendekatan Pendapatan
Dengan pendekatan ini, pada tanggal 1 Desember 2002 dan 31 Desember
2002 adalah:
Tanggal

Akun & Keterangan

Ref

Debet

-

15.000.000

Kredit

2002
Des

1

Kas
Pendapatan Tiket
Pendapatan tiket
Pendapatan Tiket Diterima

15.000.000
-

6.000.000
6.000.000

Dimuka

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

24

BAB VII
JURNAL PENYESUAIAN

A. PENGERTIAN
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo akunakun ke saldo yang sebenarnya sampai dengan periode akuntansi, atau untuk
memisahkan antara pendapatan dan beban dari suatu periode dengan periode
yang lain.
B. AKUN YANG HARUS DISESUAIKAN
Saldo akun yang perlu disesuaikan adalah :
1.

Penyusutan/depresiasi aset tetap
Seluruh aset

tetap

kecuali tanah yang dimiliki perusahaan harus

disusutkan/didepresiasi. Terdapat beberapa metode untuk menyusutkan
aset tetap, salah satunya adalah metode garis lurus.

Contoh :
Sebuah mobil seharga Rp 90.000.000,- diperkirakan umur ekonomisnya
adalah 10 tahun, apabila disusutkan menggunakan metode garis lurus maka
beban depresiasinya per tahun adalah:

90.000.000 = Rp 9.000.000; per tahun
10
Jurnal untuk mencatat beban depresiasi tersebut adalah:

Tanggal
31-12-02

Akun & Keterangan
Beban depresiasi
Akumulasi depresiasi

Ref

Debet

Kredit

9.000.000
9.000.000

kendaraan
(mencatat depresiasi kendaraan)

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

25

2.

Beban dibayar di muka
Contoh :
Perusahaan membayar asuransi sebesar Rp 750.000 untuk masa 3 tahun
yaitu tahun 2002 s/d 2004. Asumsi pecatatan awal dengan pendekatan
beban.

Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:

Tanggal
31-122002

3.

Akun & Keterangan

Ref

Debet

Asuransi Dibayar di muka

Kredit

500.000

Beban Asuransi

-

500.000

Beban yang masih harus dibayar
Contoh :
Suatu perusahaan membayar gaji karyawan setiap awal bulan sebesar Rp
2.000.000; (gaji dibayar di muka)

Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:

Tanggal
31-122002

4.

Akun & Keterangan

Ref

Debet

Beban Gaji
Utang Gaji

Kredit

2.000.000
-

2.000.000

Pendapatan diterima di muka
Contoh :
Tanggal 31 Desember 2002 sebuah hotel menerima pembayaran dari tamu
hotel sebesar Rp 750.000 untuk 5 hari.

Jurnal penyesuainnya adalah sebagai berikut:

Tanggal
31-122002

Akun & Keterangan

Ref

Pendapatan
Pendapatan diterima dimuka

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

Debet

Kredit

600.000
-

600.000

26

5.

Piutang Pendapatan
Contoh :
Tanggal 31 Desember 2002 sebuah hotel belum menerima pembayaran
sewa kamar sebesar Rp 500.000; karena pembayaran baru dilakukan pada
saat check out.

Jurnal penyesuainnya adalah sebagai berikut:
Tanggal
31-12-

Akun & Keterangan

Ref

Piutang Pendapatan

2002

Pendapatan

Debet

Kredit

500.000
-

500.000

Latihan 10

Buatlah jurnal penyesuaian berdasarkan data-data sebagai berikut:
1.

Perlengkapan yang digunakan pada tahun ini adalah sebesar Rp.500.000;

2.

Gaji karyawan yang masih harus dibayar oleh perusahaan sebesar
Rp.1.000.000;

3.

Perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan jasa foto copy sebesar
Rp.750.000; tetapi belum diterima pembayarannya.

4.

Tanggal 2 Januari 2002 perusahaan membayar sewa gedung kantor untuk 2
tahun sebesar Rp 10.000.000. (Asumsi: pencatatan awal menggunkan
pendekatan beban).

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

27

BAB VIII
NERACA LAJUR
A. PENGERTIAN
Neraca Lajur adalah kertas kerja berkolom-kolom untuk memudahkan dalam
membuat penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan.
Neraca Lajur disusun dengan memindahkan data-data Neraca Saldo dan Jurnal
Penyesuaian..
B. BENTUK
Berikut ini adalah bentuk Neraca Lajur 10 (sepuluh) kolom.
NERACA LAJUR
Perkiraan

Neraca

Penyesuain

Saldo

Neraca

Rugi-Laba

Neraca

Saldo
setelah
Penyesuain

D

K

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

D

K

D

K

D

K

D

K

28

C. CONTOH

Berdasarkan contoh Neraca Saldo pada BAB V dan contoh jurnal penyesuaian
pada BAB VI dapat disusun Neraca Lajur sebagai berikut:
NERACA LAJUR
(Dalam Ribuan)
Perkiraan

Neraca Saldo

Penyesuain

Neraca Saldo

Rugi-Laba

Neraca

setelah
Penyesuain
D

K

D

K

D

K

D

K

D

K

356.250

356.250

356.250

5.000

5.000

5.000

Kendaraan

150.000

150.000

150.000

Peralatan

50.000

50.000

50.000

Kas
Piutang dagang

Utang dagang
Modal

Beban asuransi

50.000

50.000

500.000

500.000

500.000

13.000

Pendapatan
Beban telepon

50.000

600

500

1.000
500

750
563.000

12.900

12.900

1.000

1.000

250

250

9.000

9.000

563.000

Beban depresiasi

9.000
9.000

Ak. Depr.
Asuransi dibyr dimk
Beban gaji

9.000

500

500

2.000

2.000

Utang gaji
Pendptan diterima

9.000
500
2.000

2.000

2.000

2.000

600

600

600

dimk
Piutang pendapatan

500
12.250

500
12.250

574.500

500
574.500

12.250

12.900

650

650

Laba

12.900

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

12.900

562.250

29

562.250

Latihan 11
Buatlah jurnal penyesuaian untuk transaksi-transaksi berikut ini:
1. Perusahaan telah membayar sewa gedung kantor untuk 3 tahun ini
sebesar Rp 12.000.000;
2. Perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan perbaikan mobil senilai Rp
10.000.000; tetapi uangnya belum diterima.
3. Asuransi yang telah jatuh tempo sebesar Rp 1.000.000; dari Rp
2.000.000;
4. Perusahaan masih harus membayar gaji pegawai sebesar Rp 750.000;
5. Sisa perlengkapan yang ada sebesar Rp 500.000;
6. Beban depresiasi kendaraan sebesar Rp 1.000.000;

Jawab :
JURNAL PENYESUAIAN
Tanggal

Akun

Ref

Debet

Kredit

Berdasarkan data neraca saldo berikut ini dan jurnal penyesuaian di atas buatlah
neraca lajurnya!

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

30

NERACA LAJUR
(Dalam Ribuan)
Perkiraan

Neraca Saldo

Penyesuain

Neraca

Rugi-

Saldo

Laba

Neraca

setelah
Penyesuain
D
Kas
Piutang
Perlengkapan

K

D

K

D

K

D

K

50.000
1.000
75.000

Kendaraan

80.000

Utang

80.000

Modal

200.000
41.000

Pendapatan
Beban telepon

500

Beban gaji

500

Beban sewa

K

100.000

Peralatan

Beban Asuransi

D

2.000
12.000
321.000

321.000

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

31

BAB IX
LAPORAN KEUANGAN

A. TUJUAN
Berdasar Neraca Lajur dapat disusun laporan keuangan perusahaan. Tujuan dari
disusunnya laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan pemakaiannya.
Laporan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau
pertanggungjawaban

manajemen

atas

sumber daya

yang

dipercayakan

kepadanya.
B. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :

1.

Laporan Laba Rugi
yaitu laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu
perusahaan dalam suatu periode tertentu.

2.

Laporan Perubahan Modal
yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan
pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.

3.

Neraca
yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan
yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

32

C. CONTOH
Berdasarkan contoh Neraca Lajur pada BAB VIII dapat disusun laporan
keuangan sebagai berikut:

TUAN RAKA
LAPORAN LABA RUGI
untuk periode yang berakhir 31 Desember 2002
Pendapatan

Rp 12.900.000

Beban-beban:
- Beban telepon
- Beban asuransi
- Beban depresiasi
- Beban gaji

Rp 1.000.000
Rp 250.000
Rp 9.000.000
Rp 2.000.000 (+)
Rp 12.250.000 (-)

Laba

Rp

650.000

TUAN RAKA
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Per 31 Desember 2002
Modal 1 Januari 2002
Laba

Rp 500.000.000
Rp
650.000 (+)

Modal, 31 Desember 2002

Rp 500.650.000

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

33

TUAN RAKA
NERACA
Per 31 Desember 2002
AKTIVA

HUTANG

Aktiva Lancar:
Kas

Rp 356.250.000

Piutang dagang

5.000.000

Asuransi di bayar dimuka

500.000

Piutang Pendapatan

500.000

Aktiva Tetap:
Kendaraan
Ak. depr. Kendr

Rp 50.000.000

Utang Dagang
Utang gaji

2.000.000

Pendapatan ditrm dimuka

600.000

MODAL
150.000.000

Modal Tn. Raka

500.650.000

9.000.000
Rp 141.000.000

Peralatan

50.000.000
Rp 553.250.000

Rp 553.250.000

Latihan 12
Berdasarkan data di bawah ini, susunlah Laporan Rugi Laba untuk PT TAKSAKA
periode 1 Januari 2002 sampai dengan 31 Desember 2002.

1.

Beban Perlengkapan kantor …………………………….

Rp.

75.000,-

2.

Beban iklan ………………………………………………

Rp.

350.000,-

3.

Beban gaji pegawai ……………………………………

Rp. 4.000.000,-

4.

Beban sewa kantor ………………………………………

Rp.

500.000,-

5.

Beban asuransi …………………………………………

Rp.

200.000,-

6.

Pendapatan………………………………………………

Rp. 7.500.000,-

7.

Beban telepon……………………………………………

Rp.

125.000,-

8.

Beban listrik dan air ……………………………………

Rp.

100.000,-

9.

Beban penyusutan mesin………………………………

Rp.

300.000,-

10. Beban penyusutan mobil ………………………………

Rp.

200.000,-

11. Pendapatan bunga ………………………………………

Rp.

250.000,-

12. Beban bunga ……………………………………………

Rp.

200.000,-

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

34

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS/MODAL

Latihan 13
Dengan menggunakan data Laporan Rugi Laba di atas susun Laporan
Perubahan Modal PT TAKSAKA per 31 Desember 2002 dengan asumsi Modal 1
Januari 2002 sebesar Rp. 1.200.000,- dan pengambilan oleh pemilik sebesar Rp.
300.000,-.
Latihan 14
Berdasarkan data di bawah ini dan data Laporan Perubahan Modal dalam
Latihan 13, susunlah Neraca untuk PT TAKSAKA per tanggal 31 Desember
2002.

Kas ……………………………………………………………

Rp.

400.000,-

Utang lancar ………………………………………………

Rp.

350.000,-

Utang pajak …………………………………………………

Rp.

50.000,-

Asuransi dibayar di muka……………………………………

Rp.

130.000,-

Peralatan ………………………………………………………

Rp. 1.500.000,-

Kendaraan ……………………………………………………

Rp. 1.200.000,-

Akumulasi penyusutan peralatan …………………………

Rp.

300.000,-

Piutang …………………………………………………………

Rp.

460.000,-

Akumulasi penyusutan kendaraan ………………………….. Rp.

200.000,-

Sewa yang masih harus dibayar ……………………………

Rp.

200.000,-

Perlengkapan kantor …………………………………………

Rp.

160.000,-

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

35

BAB X
JURNAL PENUTUP DAN JURNAL BALIK

A. PENGERTIAN
Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi
untuk menutup akun-akun nominal/sementara.
Akibat penutupan ini maka akun–akun ini pada awal periode akuntansi saldonya
nol.
B. JURNAL PENUTUP
Terdapat 4 (empat) jurnal penutup yang harus dibuat yaitu:
1.

Menutup akun Pendapatan
Akun
Pendapatan

Debet
xxx

Ikhtisar Rugi/Laba

2.

xxx

Menutup akun Beban
Akun
Ikhtisar Rugi/Laba

Debet

xxx

Menutup akun Ikhtisar Rugi/Laba
Akun
Ikhtisar Rugi/Laba

Debet

Kredit

xxx

Modal

4.

Kredit

xxx

Beban

3.

Kredit

xxx

Menutup akun Prive
Akun
Modal
Prive

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

Debet

Kredit

xxx
xxx

36

C. CONTOH

Berikut adalah data laporan Rugi laba suatu perusahaan:

Pendapatan…………………………………………………….

Rp. 12.900.000,-

Beban pendapatan……………………………………………

Rp. 1.000.000,-

Beban asuransi……………………………………………

Rp.

Beban depresiasi……………………………………………

Rp. 9.000.000,-

Beban gaji..……………………………………………………

Rp. 2.000.000,-

250.000,-

Jurnal penutup yang harus dibuat pada akhir periode akuntansi adalah sebagai
berikut:
JURNAL PENUTUP

Akun

Debet

Kredit

Menutup Pendapatan:

Pendapatan

12.900.000

Ikhtisar Rugi/Laba

12.900.000

Menutup Beban:
Ikhtisar Rugi/Laba

12.250.000

Beban telepon

1.000.000

Beban asuransi

250.000

Beban depresiasi

9.000.000

Beban gaji

2.000.000

Menutup Ikhtisar Rugi/Laba:

Ikhtisar Rugi/Laba
Modal

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

650.000
650.000

37

Latihan 15
Buatlah jurnal penutup berdasarkan data-data sebagai berikut:

Pendapatan ………………………………………………….

Rp. 20.000.000,-

Beban telepon ………………………………………………

Rp. 1.500.000,-

Beban asuransi………………………………………………

Rp. 1.000.000,-

Beban depresiasi………………………………………………

Rp. 10.000.000,-

Beban gaji …….………………………………………………

Rp. 4.000.000,-

Beban perlengkapan…………………………………………

Rp. 2.000.000,-

Prive…..……………………………………………………….

Rp. 5.000.000,-

Jawab:
JURNAL PENUTUP

Akun

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

Debet

Kredit

38

E. REVERSING ENTRIES (JURNAL BALIK)
Jurnal balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari
sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat
opsional namun jika dilakukan memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal
penyesuaian dilakukan reversing entries. Jurnal penyesuian yang dibalik adalah:
1. Utang biaya
2. Piutang Pendapatan
3. Pendapatan Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan
4. Biaya Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya)
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan ikhtisarnya saja sebagai
berikut:
No.
1.

Jenis AJP
Utang Biaya

Ayat Jurnal Penyesuian
Biaya gaji

xxx

Utang gaji
2.

Piutang Bunga

Jurnal Balik
Utang Gaji
xxx

Piutang bunga

xxx

Pendapatan

xxx

Biaya Gaji

xxx

Pendapatan bunga
xxx

xxx

Piutang bunga

xxx

bunga
3.

Pendapatan
diterima dimuka

Pendapatan tiket

xxx

Pendapatan tiket

Pendapatan tiket DD
xxx

xxx

Pendapatan tiket

xxx

DD
4.

Biaya dibayar

Sewa

dimuka

dimuka

dibayar

Beban sewa

MODUL SIKLUS AKUNTANSI

xxx

Beban Sewa
xxx

Sewa

xxx
dibayar

xxx

dimuka

39

Judul: Siklus Akuntansi

Oleh: Alif Labib


Ikuti kami