Seminar Akuntansi

Oleh Prama Egga

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Seminar Akuntansi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini persaingan bisnis
dalam bidang pariwisata mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Bisnis dalam bidang pariwisata dapat memberikan kontribusi besar dalam
peningkatan pendapatan sebuah negara. Hal tersebut akan terwujud jika
pengelolaan pariwisata dan pengelolaan pajak dalam bisnis pariwisata
dilaksanakan dengan baik serta optimal. Di Indonesia sektor pariwisata telah
memainkan peranan penting dalam pembangunan nasional. Untuk dapat
menarik para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing
dibutuhkan peran, dukungan, dan kerja sama dari seluruh elemen yaitu
pemerintah dan seluruh lapisan

masyarakat. Salah satu usaha untuk

meningkatkan pariwisata di Indonesia yaitu dengan mempromosikan objek
– objek wisata Indonesia kepada masyarakat lokal maupun ke dunia
internasional. Selain itu pemerintah juga perlu memperhatikan fasilitas,
infrastruktur, dan akomodasi agar kenyamanan wisatawan terjamin.
Perhotelan merupakan salah satu aspek yang menunjang
pariwisata. Hotel dapat menjadi saran penginapan sementara bagi para

1

wisatawan yang sedang berwisata. Hotel dapat dikatakan sebagai sebuah
bisnis yang kompleks karena didalamnya terdapat paduan antara pelayanan
jasa dan penjualan produk.
Bisnis perhotelan mulai menjadi topik hangat yang dibicarakan
oleh para investor untuk dijadikan objek investasi karena memiliki prospek
yang menjanjikan. Hotel Mitra Inn Kediri sebagai salah satu hotel yang
berdiri di kota Kediri.
Pada hotel Mitra Inn Kediri penjualan kamar dan restoran selalu
meningkat setiap tahunnya maka yang diikuti dengan adanya peningkatan
pendapatan perusahaan. Namun catatan pendapatan yang didapatkan melalui
penjualan kamar dan restoran yang dialami oleh Hotel Mitra Inn tidak setara
dengan banyaknya pelanggan yang menggunakan jasa Hotel Mitra Inn. Hal
ini disebabkan karena lemahnya sistem pengendalian intern yang berakibat
pada kelalaian dalam kecurangan sehingga hotel mengalami kerugian serta
adanya perangkapan jabatan pada setiap fungsi yang semestinya harus
dipisahkan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka
perumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

2

1. Bagaimana pelaksanaan Sistem dan Prosedur Akuntansi Jasa
Penjualan Kamar dan Restoran yang diterapkan di Hotel Mitra
Inn Kediri?
2. Apakah pelaksanaan Sistem dan Prosedur Akuntansi Jasa
Penjualan Kamar dan Restoran yang diterapkan di Hotel Mitra
Inn Kediri sudah mendukung pengendalian intern?
3. Bagaimana Sistem dan Prosedur Akuntansi Jasa Penjualan
Kamar dan Restoran yang diterapkan di Hotel Mitra Inn agar
dapat meningkatkan pengendalian

3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem dan Prosedur Akuntansi
1.

Pengertian Sistem dan Prosedur
Ketika perusahaan sudah semakin berkembang besar, dimana
sebagian tugas dan wewenang pimpinan didelegasikan pada orang
– orang lain, pimpinan perusahaan membutuhkan alat untuk
mengadakan pengawasan dan mengetahui kemajuan yang dicapai.
Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan adanya sistem akuntansi yang
direncanakan dengan baik. Sebelum membahas sistem akuntansi
lebih lanjut, berikut ini adalah definisi sistem dan prosedur menurut
W. Gerald Cole seperti dikutip dari buku Zaki Baridwan(1979:1):
“Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur – prosedur yang
paling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang
menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama
perusahaan. Prosedur adalah suatu urut - urutan pekerjaan kerani,
biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih,
disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap
transaksi - transaksi perusahaan yang sering terjadi.”

2.

Pengertian Sistem Akuntansi
Menurut Howard F. Stettler seperti dikutip dari buku Zaki
Baridwan (1979:1):
“Sistem akuntansi adalah formulir – formulir, buku – buku
catatan, prosedur – prosedur dan alat – alat yang digunakan untuk

4

mengolah data yang berhubungan dengan usaha suatu perusahaan
dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk
laporan – laporan yang diperlukan oleh management untuk
mengawasi usahanya, dan bagi pihak – pihak lain yang
berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga –
lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi perusahaan.”
Dari definisi mengenai sistem akuntansi di atas, dapat
disimpulkan bahwa suatu sistem akuntansi itu akan terdiri dari
beberapa elemen yaitu formulir, buku catatan, prosedur – prosedur,
dan alat – alat .
3.

Tujuan Penyusunan Sistem Akuntansi
Penyusunan

sistem

akuntansi

untuk

suatu

perusahaan

mempunyai beberapa tujuan yang harus dipertimbangkan baik –
baik. Berikut ini merupakan tujuan sistem akuntansi menurut Zaki
(1979:3):
a.

b.

c.

4.

Sistem akuntansi yang disusun itu harus memenuhi prinsip
cepat yaitu bahwa sistem akuntansi harus mampu
menyediakan data yang diperlukan tepat pada waktunya dan
dapat memenuhi kebutuhan.
Sistem akuntansi yang disusun itu harus memenuhi prinsip
aman yang berarti bahwa sistem akuntansi harus dapat
membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan. Untuk
dapat menjaga keamanan harta milik perusahaan maka sistem
akuntansi harus disusun dengan mempertimbangkan prinsip –
prinsip pengawasan intern.
Sistem akuntansi yang disusun itu harus memenuhi prinsip
murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan
sistem akuntansi itu harus dapat ditekan sehingga relatif tidak
mahal.

Unsur-Unsur Sistem Akuntansi
Terdapat beberapa unsur dari sistem akuntansi. Seperti dikutip
dari website http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-

5

sistem-akuntansi-penjualan.html berikut ini merupakan unsurunsur sistem akuntansi:

a.

b.

c.

d.

e.

5.

Bukti
Bukti merupakan unsur pokok dalam sistem akuntansi
dimana suatu transaksi dicatat saat terjadinya, bukti ini dapat
berasal dari perusahaan sendiri maupun dari pihak luar. Bukti
transaksi tersebut berupa formulir, seperti faktur penjualan,
bukti kas masuk, cek, kwitansi dan lainnya.
Catatan
Buku-buku catatan yang dipergunakan untuk melakukan
pencatatan atas transaksi berdasarkan bukiti – bukti yang ada,
yaitu :
1) Jurnal, merupakan catatan pertama yang digunakan
untuk mencatat, menggolongkan dan meringkas bukti
– bukti yang ada.
2) Buku besar, merupakan catatan berupa perkiraanperkiraan yang akan dijurnal yang telah diposting dan
disusun sesuai dengan informasi dan akan disajikan
dalam laporan keuangan.
Prosedur
Sistem akuntansi terdiri atas beberapa prosedur, yang
tergantung pada aktifitas perusahaan, biasanya saling berkaitan
dan berbeda sesuai dengan sifat dan kebutuhan masing-masing.
Alat – alat
Peralatan yang menjadi bagian dari suatu sistem akuntansi
adalah alat-alat yang dipergunakan untuk pencatatan secara
rinci seperti buku pembantu
Laporan
Laporan ini dapat berupa neraca, laporan arus kas, daftar
piutang, laporan biaya pemasaran. Pada dasarnya, laporan ini
berguna sebagai informasi yang akan dipergunakan oleh pihak
intern maupun ekstern perusahaan.

Langkah – Langkah dalam Penyusunan Sistem Akuntansi
Berikut ini merupakan langkah – langkah dalam penyusunan
sistem akuntansi menurut Zaki (1979:5):
a.

Penelitian Pendahuluan
Penelitian pendahuluan diperlukan untuk mengetahui
skope pekerjaan penyusunan sistem dan memperkirakan
waktu yang dibutuhkan. Dari penelitian ini dapat diketahui
prosedur – prosedur yang sudah digunakan dalam

6

b.

perusahaan sehingga dapat ditentukan prosedur –prosedur
mana yang masih dapat dipergunakan dan yang perlu
diadakan perubahan. Apabila penyusunan sistem ini
dilakukan oleh suatu kantor akuntan, maka hasil penelitian
pendahuluan ini berguna bagi akuntan untuk menentukan
jumlah pembayaran yang akan diminta.
Penelitian Lengkap
Sesudah tercapai persetujuan penyusunan sistem,
maka langkah pertama yang dilakukan adalah mengadakan
penelitian mengenai sistem akuntansi yang berlaku dalam
perusahaan. Data yang harus dicari dari penelitian ini
adalah:
1) Struktur Organisasi
Bagan organisasi perusahaan dapat menunjukkan
pembagian tugas untuk masing – masing bagian
dalam perusahaan. Tugas masing – masing bagian
secara lengkap dapat dilihat dari “Job Description”
yang merupakan lampiran dari bagian organisasi.
Khusus untuk bagian akuntansi, perlu diketahui
jumlah pegawai dalam masing – masing bagian yang
dapat dipakai dasar untuk menentukan beban
pekerjaan masing – masing bagian.
2) Klasifikasi Rekening
Mencari data klasifikasi rekening beserta
kodenya, baik yang ada dalam buku besar maupun
buku pembantu.
3) Jurnal
Mengumpulkan data mengenai buku – buku
jurnal yang digunakan dalam perusahaan termasuk
mengumpulkan informasi mengenai metode –metode
pencatatan dalam buku jurnal.
4) Prosedur
Mencari data mengenai prosedur – prosedur yang
berlaku dalam perusahaan. Apabila dalam perusahaan
sudah ada buku pedoman prosedur, perlu dipastikan
bahwa yang tercantum dalam buku pedoman itu
masih berlaku.
5) Akuntansi Biaya
Mengumpulkan data yang berguna untuk
menyusun sistem akuntansi biaya seperti jumlah
departemen, proses produksi, mesin – mesin yang
digunakan dan instruksi tertulis yang ada.
6) Formulir – Formulir
Mengumpulkan semua contoh formulir yang
digunkan dalam perusahaan baik untuk rekening,
jurnal, laporan, dan bukti – bukti transaksi. Khusus
untuk laporan perlu diperoleh data mengenai kepada

7

c.

d.

6.

siapa laporan itu diserahkan dan kegunaannya bagi
yang menerima laporan.
Merencanakan Sistem dan Prosedur
Setelah selesai mengadakan penelitian dan
mempelajari hasilnya, langkah berikutnya adalah
merencanakan sistem dan prosedur. Pekerjaan menyusun
sistem dan prosedur ini dilakukan dengan langkah –
langkah sebagai berikut:
1) Menyusun klasifikasi rekening.
2) Menyusun buku besar dan buku pembantu.
3) Menyusun buku – buku jurnal (termasuk cara – cara
menjurnal dan posting)
4) Menyusun prosedur – prosedur dari sistem akuntansi
termasuk merencanakan formulir – formulirnya.
Mengetrapkan Sistem dan Prosedur
Setelah sistem dan prosedur yang disusun itu disetujui
oleh perusahaan, maka sistem dan prosedur tersebut
diterapkan dalam perusahaan. Yang dimaksud dengan
mengetrapkan disini adalah mulai menggunakan sistem
dan prosedur yang baru. Selama jangka waktu tertentu,
pihak yang menyusun sistem baru perlu mengawasi
pelaksanaanya agar dapat memperbaiki hal – hal yang
dirasa kurang.

Simbol – Simbol untuk Pembuatan Bagan Alir (Flowchart)
Menurut

Mardi

seperti

dikutip

dari

http://www.accountingmedia.blogspot.co.id/2015/03/pengertianflowchart-atau-bagan-alir.html?m=1

merupakan

kumpulan

dari



notasi

Bagan
diagram

alir

(flowchart)

simbolik

yang

menunjukkan aliran data dan urutan operasi dalam sistem’’. Bagan
alir ini merupakan metode teknik analisis yang dipergunakan untuk
mendeskripsikan sejumlah aspek dari sistem informasi secara jelas,
ringkas, dan logis.

8

Gambar 1 Simbol – Simbol Bagan Alir (Flowchart)

Sumber: https://kakakdikes.wordpress.com/2015/06/10/flow-of-documentflowchart-system-context/

9

B. Sistem Pengendalian Intern
1.

Pengertian Pengendalian Intern
Berikut ini merupakan pengertian pengendalian intern menurut
AICPA dalam buku Zaki (1979:7):
“Pengendalian intern itu meliputi struktur organisasi dan
semua cara-cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang
digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga
keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan
kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam operasi,
dan membantu menjaga dipatuhinya kebijaksanaan managemen
yang telah ditetapkan lebih dahulu”

2.

Tujuan Pengendalian Intern
Tanggung jawab untuk menyusun suatu sistem pengendalian
intern itu terletak pada manajemen, begitu juga halnya dengan
kegiatan

mengawasi

sistem

pengendalian

intern.

Berikut

merupakan tujuan dari pengendalian menurut pendapat Zaki
(1979:7):
a.
b.
c.
d.
3.

Menjaga keamanan harta milik suatu organisasi
Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
Memajukan efisiensi dalam operasi
Membantu menjaga agar tidak ada yang menyimpang dari
kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu

Unsur – Unsur Pengendalian Intern
Menurut Zaki (1979:7-8) suatu sistem pengendalian intern
yang memuaskan harus meliputi :
a.
b.

Suatu struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab –
tanggung jawab fungsional secara tepat
Suatu sistem wewenang dan prosedur pembukuan yang baik,
yang berguna untuk melakukan pengawasan akuntansi yang
cukup terhadap harta milik, hutang – hutang, pendapatan –
pendapat dan biaya – biaya

10

c.
d.

Praktek – praktek yang sehat harus dijalankan di dalam
melakukan tugas –tugas dan fungsi – fungsi setiap bagian
dalam organisasi
Suatu tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan
tanggung jawabnya

C. Tinjauan Mengenai Jasa
1.

Pengertian Jasa
Menurut Kotler seperti dikutip dari jurnal Citra(2014:3) “ Jasa
adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh
satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud
dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produksinya dapat
dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik”

2.

Karakteristik Jasa
Jasa memiliki karakteristik yang membedakannya dengan
produk fisik atau barang. Menurut Tjiptono seperti dikutip dari
jurnal karangan Citra (2014:3) ada lima karakteristik yang melekat
pada jasa yaitu:
a.

b.

c.

d.

Intangibility
Tidak seperti halnya produk fisik, jasa tidak dapat dilihat,
dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli.
Konsumen akan menarik kesimpulan akan mutu jasa dari
tempat, orang, peralatan, alat komunikasi, simbol, dan harga
yang mereka lihat.
Inseparability
Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual, lalu
dikonsumsi, sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu,
baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan
tempat yang sama(tidak terpisahkan).
Variability/Heterogenity/Inconsistency
Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan nonstandardized output artinya banyak variasi bentuk, kualitas,
dan jenis, tergantung kepada siapa, kapan, dan dimana jasa
tersebut diproduksi.
Perishability

11

e.

3.

Jasa tidak dapat disimpan. Sifat jasa itu mudah lenyap.
Dalam hal ini tidak menjadi masalah apabila permintaan tetap.
Tetapi jika permintaan berfluktuasi, perusahaan jasa akan
mengalami masalah yang rumit.
Lack of ownership
Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa
dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak
penuh atas penggunaan dan manfaat atas produk yang
dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan atau
menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan
mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk
jangka waktu terbatas.

Klasifikasi Jasa
Menurut

Kotler

seperti

dikutip

dari

website

http://ekonomimanajemen.blogspot.co.id/2006/10/klasifikasi-jasa2.html?m=1 klasifikasi jasa meliputi:
a.

b.

c.

d.

Berdasarkan faktor produksi yang digunakan sebagai berikut:
1) People based service. Jasa yang berdasarkan pada people
based service merupakan jasa yang melibatkan peranan
manusia dalam proses produksinya sehingga sulit untuk
dilakukan standarisasi.
2) Equipment based service. Merupakan jasa yang lebih
mengandalkan penggunaan peralata n dalam memberikan /
menyampaikan jasa.
Berdasarkan atas kebutuhan akan kehadiran konsumen
Tidak semua jasa memerlukan kehadiran konsumen,
sehingga konsumsi dan produksi jasa dapat dilakukan
walaupun konsumen menginginkan jasa tidak hadir dan tidak
terlibat secara langsung, seperti jasa pengiriman barang,
angkutan dan lain- lain.
Berdasarkan pemenuhan kebutuhan
Berdasarkan pemenuhan kebutuhan jasa dapat dibedakan
menjadi dua bagian besar yaitu yang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan pribadi dan jasa yang ditujukan untuk
kebutuhan bisnis.
Berdasarkan tujuan perusahaan
Yaitu dapat dibedakan menjadi profit motif dan non profit
motif.

D. Tinjauan Mengenai Hotel
1.

Pengertian Hotel

12

Menurut Ikhsan at al (2008:2) “Hotel adalah tempat yang
memberikan pelayanan jasa bagi penduduk yang memerlukan
pemondokan sementara dengan memberlakukan imbalan biaya
tertentu yang dihitung per satuan hari.”
2. Struktur Organisasi Hotel
Struktur organisasi pada sebuah hotel menunjukkan bagianbagian yang terdapat pada hotel yang bersangkutan, hubungan
antara bagian satu dengan bagian lainnya, serta hubungan antara
atasan dengan bawahan.
Gambar 2 Struktur Organisasi Hotel

Sumber: Ikhsan at al (2008:13)

Keterangan gambar:
GM
: General Manager
EAM
: Executive Assisten Manager
13

FOM
Asst. FOM
GRO
SP
Bp
EHK
Asst. EHK
Rb
Hm
Gd
L&L
CE
Asst. CE
El
Pl
Au
Sm
Asst. Sm
ES
Rv
F&B M
F&B K
F&B S
Ch
Ch D
Co
Gdm
Co H
Stw
Cp
HRD
Asst.HRD
Sc
Chi Sc
Asst. Chi Sc
CA
Asst. CA
Bk
GC
EDP
IA
AR
AP
CC
Pc
Rc
Sr

: Front Office Manager
: Assist Front Office Manager
: General Resources Department
: Supervisor
: Bell Boy
: Executive House Keeper
: Assist Executive House Keeper
: Room Boy
: House Man
: Gardener
: Linen and Laundry
: Chief Engineer
: Assist Chief Engineer
: Electric
: Plumbing
: Audio
: Sales Manager
: Assist Sales Manager
: Executive Sales
: Reservation
: Food and Beverage Manager
: Food and Beverage Kitchen
: Food and Beverage Service
: Cheff
: Cheff Departy
: Cook
: Gardemangse
: Cook Helper
: Steward
: Captain
: Human Resources Development
: Assist Human Resources Development
: Security
: Chief Security
: Assist Chief Security
: Chief Accounting
: Assist Chief Accounting
: Bookkepper
: General Chasier
: Engineering Department Program
: Income Audit
: Account Receivable
: Account Payble
: Cost Control
: Purchasing
: Receiving
: Store Room

14

E. Sistem Akuntansi Perhotelan
1.

Pengertian Sistem Akuntansi Perhotelan
Menurut Ikhsan dalam jurnal karangan Citra (2014:3) sistem
akuntansi dijelaskan seperti berikut:
“Sistem akuntansi perhotelan adalah kumpulan formulir,
catatan-catatan, dan prosedur-prosedur yang digunakan sedemikian
rupa untuk menyediakan dan mengelola data keuangan yang
berfungsi sebagai media kontrol bagi manajemen hotel untuk
mendukung pengambilan keputusan bisnis”

2.

Sistem Akuntansi dalam Jasa Hotel
Dalam menjalankan kegiatan bisnis yang ada di hotel, maka
sebuah bisnis hotel pada umumnya merancang sistem akuntansi.
Rancangan sistem akuntansi perhotelan menurut Ikhsan at al
(2008:34) terdiri dari:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

3.

Sistem akuntansi utama
Sistem akuntansi penjualan/piutang hotel
Sistem akuntansi pembelian/utang hotel
Sistem akuntansi aktiva tetap hotel
Sistem penggajian dan pengupahan hotel
Sistem kas hotel

Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi
Menurut

Mulyadi

seperti

dikutip

dari

http://www.akuntanesia.com/2010/10/sistem-akuntansi.html?m=1
penugasan akuntansi dapat berbentuk seperti berikut ini:
a.

Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.

15

b.
c.

Perluasan sistem akuntansi yang sekarang dipakai untuk
mencakup kegiatan bisnis yang baru.
Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang
digunakan.

F. Sistem Akuntansi Perhotelan Jasa Penjualan Kamar & Restoran
1.

Pengertian Jasa Penjualan Kamar Hotel dan Restoran
Penjualan sangatlah penting untuk kelangsungan suatu bisnis.
Dalam bisnis perhotelan, kegiatan bisnis yang utama adalah jasa
penjualan kamar dan yang kedua adalah jasa penjualan makanan
dan minuman atau usaha restoran. Menurut pendapat dari Wiyasha
seperti dikutip dari jurnal karangan Citra (2014:3) “Penjualan
kamar memberikan kontribusi atas total penjualan hotel dengan
kisaran 60-70%.” Penjualan kamar adalah kegiatan yang dilakukan
oleh pihak hotel dengan menyediakan jasa kamar untuk disewa
oleh konsumen. Sedangkan restoran pada umumnya merupakan
jasa kedua yang disediakan oleh sebuah hotel. Restoran adalah
sebuah tempat usaha yang komersil, dimana seseorang yang datang
menjadi tamu akan mendapatkan pelayanan untuk menikmati
makanan dan minuman

2.

Fungsi dan Bagian yang Terkait
Menurut pendapat dari Ikhsan at al (2008:78) fungsi yang
terkait dalam jasa penjualan kamar hotel dan restoran adalah:
a.

b.

Fungsi penjualan
Pada fungsi penjualan bertanggung jawab melayani
kebutuhan para pelanggan. Dalam melaksanakan fungsi
penjualan ada beberapa bagian yang terkait yakni bagian
receptionist, front office, food & beverag, dan operator.
Fungsi general chasier

16

c.

3.

Pada fungsi general chasier merupakan salah satu fungsi
dalam mengumpulkan uang dari kasir untuk dibawa ke bank.
Fungsi akuntansi
Pada fungsi akuntansi bertanggung jawab dalam
pencatatan seluruh penerimaan kas. Fungsi ini terdapat pada
bagian accounting.

Formulir yang Digunakan
Dalam setiap transaksi yang terjadi dalam di dalam hotel, tentunya
tidak pernah terlepas dari penggunaan formulir. Penggunaan
formulir merupakan salah satu faktor pendukung dalam pencatatan
akuntansi penjualan. Menurut Ikhsan at al (2008:77-85) formulir
yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan jasa kamar dan
restoran meliputi:
a.
b.

c.

d.
e.

f.

g.

Reservation card
Formulir reservation card ini dikeluarkan oleh bagian
reservation pada saat tamu akan melakukan pemesanan kamar.
Registration form
Formulir registrasi ini biasanya dibuat oleh bagian
receptionist, formulir ini digunakan untuk meregristrasi atau
mencatat data-data dari tamud dalam pemesanan kamar. Datadata ini juga harus diserahkan ke polisi setiap minggunya.
Guest bill
Formulir ini merupakan bill untuk tamu yang mencatat
jumlah yang harus dibayarkan oleh tamu dari pembelian kasa
dan penggunaan fasilitas hotel.
Cash receipt
Formulir ini merupakan bukti penerimaan kas dari tamu
yang membayar berdasarkan guest billnya.
Captain order
Formulir ini digunakan untuk mencatat daftar tamu yang
dibuat berdasarkan atas slip order yang berisikan tanggal
pemesanan.
Telephone list
Formulir telepon list merupakan formulir yang digunakan
untuk mencatat pemakaian telepon masing-masing kamar hotel
apabila tamu check out.
Store room requestion food & beverages
Formulir ini digunakan untuk mencatat penjualan
makanan dan minuman di restoran

17

4.

Catatan – Catatan yang Digunakan
Dalam upaya mendukung fungsin penjualan kamar dan
restoran yang ada di hotel, diperlukan catatan – catatan yang terkait
dalam sistem akuntansi penjualan tersebut. Menurut Ikhsan at al
(2008:86-92) catatan - catatan yang terkait dalam sistem akuntansi
penjualan meliputi:
a.

b.

c.

d.
e.
f.

5.

Jurnal penjualan
Merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat
transaksi penjualan kredit maupun penjualan tunai. Dari jurnal
ini pihak manajemen akan mendapatkan informasi mengenai
semua jenis transaksi penjualan selama periode tertentu secara
kronologis.
Jurnal umum
Dalam prosedur pencatatan piutang, catatan akuntansi ini
digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi
penghapusan piutang.
Jurnal penerimaan kas
Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat
berkurangnya piutang dari transaksi penerimaan kas dari
debitur.
Bin card
Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang
berisikan rincian mutasi setiap jenis persediaan.
Summary by cash
Catatan akuntansi ini merupakan catatan yang berisikan
rincian transaksi pendapatan selama sati hari kerja.
Rekapitulasi penerimaan kas
Laporan yang dibuat General Cashier berdasarkan
remmitance of fund.

Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem
Ada beberapa jaringan prosedur yang membentuk sistem
akuntansi penjualan di hotel. Menurut Ikhsan at al (2008:92-93)
jaringan prosedur tersebut antara lain meliputi:
a.

Prosedur order penjualan
Dalam prosedur ini, fungsin penjualan menerima order
dari pelanggan dan menambahkan informasi penting pada surat
order pemesanan, di mana dalam hotel terdapat beberapa

18

b.

c.
d.

e.
f.

g.

h.

6.

penjualan diantaranya penjualan kamar, restoran dan telepon.
Kemudian mengirimkan kepada berbagai fungsi yang lain
untuk memungkiinkan fungsi tersebut memberikan kontribusi
dalam melayani order dari pembelian.
Prosedur persetujuan kredit
Dalam prosedur ini, fungsi penjualan meminta persetujuan
penjualan kredit kepada pembeli tertentu,yang biasanya
menggunakan jasa Travel Agent untuk menginap di hotel dari
fungsi
kredit.
Prosedur penagihan
Dalam prosedur ini fungsi penagihan membuat faktur
penjualan dan mengirimkannya kepada pembeli.
Prosedur pencatatan piutang
Dalam prosedur ini, fungsi fungsi akuntansi mencatat
tembusan
kredit.
Prosedur penagihan
Dalam prosedur ini fungsi penagihan membuat faktur
penjualan dan mengirimkannya kepada pembeli.
Prosedur pencatatan piutang
Dalam prosedur ini, fungsi fungsi akuntansi mencatat
tembusan faktur penjualan ke dalam kartu piutang atau
mengarsipkan dokumen tembusan menurut abjad yang
berfungsi sebagai catatan piutang.
Prosedur distribusi penjualan
Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mendistribusikan
data penjualan menurut informasi yang diperlukan oleh
manajemen.
Prosedur pencatatan harga pokok penjualan
Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat secara
periodik total harga pokok produk yang dijual dalam periode
akuntansi tertentu, yang terdiri dari harga pokok penjualan
kamar, restoran, dan telepon

Bagan Alir Dokumen pada Penjualan Kamar dan Restoran
Adapun penjelasan dari fungsi pada masing – masing bagian
akan digambarkan dalam bagan alir dokumen (flowchart) sebagai
berikut:

19

Receptionist

Kantor
Polisi

FO Cashier

Mulai

1

RF

Membuat

2
2
GL

RF&GL
Digunakan
untuk
membuat
GB

GL

RF

1

2
GB

1

2
N

Membuat
CR

4

N

3

1

2
CR

2

1

N

Rp

FOC

Untuk
Tamu

Beserta
uang
dimasukan
ke TE
To GC

To IA

Selesai

Tabel 1 Flowchart Jasa Penjualan Kamar Hotel

Keterangan:

20

CR = Cash Receipt
IA = Income Audit
GB = Guest Bill
TE = Transmital Envelope
GC = General Cashier
RF = Registration Form
GL = Guest List
FOCS = FO Cashier
SummarySumber: Ikhsan at al (2008:98)

21

Tabel 2 Flowchart Jasa Penjualan di Restoran

Waitrees

Kasir

Mulai

1

Membuat
R&B
order

R&B

1

Kitchen

R&B
Order

R&B
Order

Membuat
Captain
Order

2

3

2
1

Untuk
Proses
Lebih
Lanjut

2
CO

1

FO Cashier
4
RCDR

2
CO

2

CO&RCDR
dibandingkan
dan membuat
MB

MB

3
1

Diterima
Uang dari

2

Rp

MB beserta
yang
dimasukkan
ke TE

CO
disobek
Rp

CO

1

To GC

FOC

RCDR
To IA

4
Keterangan:
CO = Captain Order
R&B = Restaurant
MB = Marter Bill
Report

Selesai

IA = Income Audit
TE = Transmital Envelope
RCDR = Restaurant Cashier Daily

Sumber: Ikhsan at al (2008:98)

22

7.

Pengendalian Intern pada Penjualan di Hotel
Terdapat beberapa unsur pengendalian intern yang perlu
diperhatikan oleh pihak manajemen hotel terkait sistem akuntansi
penjualan/piutang di hotel. Menurut Ikhsan at al (2008:93-96)
beberapa unsur diantaranya yakni:
a.

b.

Unsur Organisasi
Unsur pengendalian intern yang perlu diperhatikan dari
sudut pandang organisasi hotel meliputi:
1) Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kredit
Pemisahan dari kedua fungsi ini meksudnya adalah untuk
menciptakan pengecekan intern terhadap transaksi
penjualan secara kredit. Pemisahan ini juga mengurangi
resiko tidak tertagihnya piutang.
2) Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penjualan dan
fungsi kredit.
Pemisahan ketiga fungsi pokok ini, catatan piutang dapat
dijamin ketelitiannya, kebenarannya dan piutang dapat
dijamin keamanannya(piutang dapat ditagih).
3) Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi kas
Pemisahan kedua fungsi ini akan mencegah terjadinya
manipulasi catatan piutang atau kecenderungan –
kecenderungan lain yang sangat memungkinkan
melanggar jika hanya ditangan satu karyawan.
4) Transaksi harus dilakukan oleh lebih dari satu fungsi
Dengan adanya unsur pengendalian intern tersebut, setiap
transaksi akan selalu terkendali dengan baik, karena
kinerja karyawan yang sati dicek ketelitian dan
kendalanya oleh karyawan lain.
Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Unsur pengendalian dengan menggunakan sistem otorisasi
dan prosedur pencatatan yang perlu diperhatikan antara lain:
1) Penerimaan order dari pembelian otorisasi oleh fungsi
penjualan dengan menggunakan formulir surat order
pengiriman. Fungsi penjualan mengisi formulir surat order
pengiriman untuk memungkinkan berbagai pihak (fungsi)
pembelian otorisasi kredit, fungsi penyimpanan barang,
fungsi pengiriman, dan fungsi pencatatan penagihan.
Melaksanakan pemenuhan order yang diterima dari
pembelian, persetujuan dimulainya kegiatan penjualan
diwujudkan dalam bentuk tanda tangan otorisasi dari
fungsi penjualan pada formulir surat order pengiriman.
2) Penetapan harga jual syarat penjualan dan potongan
penjualan berada ditangan Kepala Bagian Marketing,

23

c.

Room, Asisstant Manager dan General Manager.
Pengisian informasi kedalam surat order pengiriman dan
faktur penjualan harus didasarkan pada informasi harga
jual, syarat penjualan, dan potongan penjualan yang
ditetapkan oleh kepala bagian Marketing, Room, Asisstant
Manager, dan General Manager.
3) Terjadinya piutang diotorisai oleh fungsi penagihan
dengan memubuhkan tanda tangan pada faktur penjualan.
Dengan dibubuhkannya tanda tangan otorisai oleh fungsi
penagihan pada faktur penjualan bahwa:
a) Fungsi penagihan telah memeriksa kelengkapan
buku pendukung.
b) Fungsi penagihan telah mencantumkan hanya satu
barang yang dijual berdasarkan harga satuan yang
tercantum dalam surat keputusan Direktur
Pemasaran.
c) Fungsi penagihan telah berdasarkan pencantuman
informasi kuantitas barang yang dikirim dalam
faktur penjualan berdasarkan kualitas barang yang
tercantum dalam copy surat pengiriman barang dan
surat muat.
4) Pencatatan ke dalam catatan akuntansi harus didasarkan
atas dokumen sumber yang dilampiri dengan dokumen
pendukung yang lengkap. Dalam sitem penjualan kredit
pencatatan mutasi piutang harus didasarkan pada dokumen
dan sumber pendukung berikut ini yaitu pencatatan
piutang didasarkan atas faktur penjualan yang didukung
dengan surat order pengiriman dan surat muat.
5) Pencatatan ke dalam catatan akuntansi harus dilakukan
oleh karyawan yang diberi wewenang untuk itu. Dengan
cara ini maka tanggung jawab atas pengubahan catatan
akuntansi dapat dibebankan kapada karyawan tertentu,
sehingga tidak ada satupun data yang dicantumkan dalam
catatan akuntansi yang tidak dicantumkan dalam catatan
akuntansi, yang tidak dipertanggungjawabkan.
Praktik yang sehat
Dalam membuat pengendalian intern yang sehat. Hotel
perlu membuat langkah – langkah sistem yang sehat pula.
Adapun langkah – langkah penggunaan sistem yang sehat
antara lain harus melibatkan:
1) Penggunaan formulir bernomor urut tercetak
Untuk menciptakan praktek yang sehat formulir penting
yang digunakan dalam perusahaan harus bernomor urut
tercetak dan penggunaan nomor urut cetak tersebut harus
dipertanggungjawabkan oleh yang memiliki wewenang
untuk menggunakan formulir tersebut.
2) Secara periodik fungsi akuntansi mengirim pernyataan
piutang

24

d.

Pernyataan laporan Piutang kepada setiap debitur harus
menguji ketelitian catatan piutang yang diselenggarakan
oleh fungsi tersebut. Prakter yang sehat dapat diciptakan
dengan cara pengecekan secara periodik ketelitian catatan
akuntansi yang diselenggarakan oleh pihak luar yang
bebas.
3) Secara periodik diadakan reconsiliasi kartu piutang
dengan rekening kontrol piutang dalam buku besar.
Rekonsiliasi merupakan cara pencocokan dua data yang
dicatat dalam catatan akuntansi yang berbeda namun
berasal dari sumber yang sama. Data dari dokumen
sumber ini dicatat melalui dua jalur:
a) Dicatat dalam jurnal dan kemudian diringkas ke
dalam rekening kontrol piutang dalam buku besar
b) Dicatat dalam kartu piutang secara rincian rekening
kontrol piutang yang tercantum dalam buku besar.
Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab
Dalam merekrut karyawan yang ingin bekerja di hotel,
pihak manajemen hotel penting untuk memperhatikan
beberapa hal berikut:
1) Seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang
dituntut oleh pekerjaannya. Untuk memperoleh karyawan
yang mempunyai kecakapan yang sesuai dengan tuntutan
tanggung jawab yang akan dikumpulkannya., manajemen
harus mengadakan analisis jabatan yang ada dalam
perusahaan dan menentukan syarat – syarat yang dipenuhi
oleh calon karyawan yang akan menduduki jabatan
tersebut. Program yang baik dalam seleksi calon karyawan
akan menjamin diperolehnya karyawan yang memiliki
kompetensi seperti yang dituntut oleh jabatan yang
didudukinya.
2) Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi
karyawan
perusahaan,
sesuai
dengan
tuntutan
perkembangan pekerjaan.

25

BAB III

PEMBAHASAN

A. Formulir dan Catatan Akuntansi
1. Dokumen dan catatan akuntansi yang dipakai dalam penjualan
kamar dan restoran.
1) GC (Guest card)
2) Cash Receipt Form
3) BV (Breakfast Voucher)
4) Res. Form (Reservation Form)
5) Reg. Form (Registration Form)
6) GI (Guest Invoice)
7) Miscellaneous Charge
8) CO (Captain Order)
9) F&B Sales Report
10) F&B Bill
11) Remittance of Found
12) Night Audit Worksheet
13) Daily Journal Summary for Income Audit

26

2. Berikut tambahan formulir dan catatan akuntansi yang
dianjurkan :
1) Food Checker
2) City Ledger Form
3) Jurnal Penerimaan Kas
4) Jurnal Penjualan
5) Rekapitulasi Penerimaan Kas

B. Fungsi-fungsi yang terkait
1. Front office mempunyai beberapa bagian yang terdiri dari
receptionist, reservasi, operator, night audit, dan kasir. Dari
bagian yang terdapat pada Hotel Mitra Inn saat ini masih
dilakukan perangkapan jabatan. Perangkapan jabatan tersebut
bisa menimbulkan kecurangan saat melakukan pekerjaan.
2. Bellman yang dimiliki oleh Hotel Mitra Inn sudah sangat
mencukupi.
3. Housekeeping yang dimiliki oleh Hotel Mitra Inn sudah
sangat mendukung pengendalian intern
4. Waiter/waitters yang dipekerjakan oleh Hotel Mitra Inn
sudah mendukung pengendalian intern.
5. Cook yang terdapat dalam Hotel Mitra Inn belum efisien.
6. F&B Cashier yang dimiliki oleh Hotel Mitra Inn sudah
mendukung pengendalian Intern.

27

7. Accounting

ini

terdiri

dari

3

orang

pegawai

yang

dipekerjakan oleh Hotel Mitra In. Dalam fungsinya bagian
ini sudah mendukung pengendalian intern.

C. Analisis dan Interpretasi Data
1. Prosedur Bagi Tamu yang Melakukan Reservasi
(pemesanan)
a. Tamu yang melakukan pemesanan kamar, dapat
melakukan pemesanan melalui via telepon, website
dan email. Ketika tamu sudah melakukan reservasi
atau pemesanan, maka bagian reservasi/operator akan
meminta konfirmasi nama pemesan serta kamar yang
ingin dipesan.
b. Ketika terjadi kesepakatan, bagian reservasi/operator
akan melakukan pencatatan di reservation form dan
diarsipkan secara sementara pada front office.
Kemudian kamar yang dipesan oleh tamu akan
dikategorikan sebagai status room.

28

Front office-Reservasi-Operator

Mulai

Pencatatan pemesan
pada Reservation
Form

Reservation Form
N

Penandaan kamar di
status room

Selesai

Tabel 3 Bagan Alir Check-In dengan cara Reservasi/Pemesanan.

Sumber : Hotel Mitra Inn Kediri (data diolah)

29

2. Prosedur Penjualan Kamar Saat Check-in dan
Pembayaran Langsung
a. Tamu datang ke hotel disambut oleh bellman lalu
diantarkan ke bagian front office.
b. Di

bagian

front

office,

tamu

disambut

oleh

receptionist lalu menawarkan beberapa jenis. Selain
itu receptionist menanyakan nama pemesan, untuk
memastikan apabila sudah melakukan reservasi.
c. Setelah tamu sudah memilih kamar, receptionist akan
meminta ID Card tamu untuk dilakukan fotokopi
serta mengisikan data dalam regristration form.
d. Tamu akan diarahkan oleh receptionist ke kasir untuk
melakukan deposit.
e. Deposit yang diberikan oleh tamu minimal untuk satu
malam, deposit bisa melalui card atau tunai. Apabila
tamu memakai card atau tunai, maka receptionist
akan meminta kartu atm untuk digesekkan di mesin
EDC. Struk debet memo diprint sebanyak 2 rangkap.
Jika tamu membayar dengan uang tunai, maka
receptionist akan membuatkan cash receipt form.
f. Ketika tamu sudah melakukan deposit, bagian
receptionist akan mengecek dokumen transaksinya,
kemudian akan diberikan guest card sebagai tanda
pengenal dan diberikan juga voucher breakfast.

30

g. Receptionist melakukan input data yang dimulai dari
regristration form terhadap guest list dan guest bill
lalu diarsipkan.
h. Lalu kunci diterima oleh bellman dan bellman
mengantarkan tamu menuju kamar.

31

Bellman

Front

Office

Reservation

Receptionist

1

2

Tidak

Menawarkan kamar dan PL

Tidak

Menginap

datang ke

1

Bellman
menyambut
dan
mengantarkan
tamu ke front

Selesai

Di Front office
tamu
ditanyakan
oleh

Ya
Meminta ID Card
Terms

Foto Kopi ID
2

Reservasi

Ya
ID Card Copy

Mengecek di
Res. Form
Mencatat di Reg. Form
Res. Form
Reg. Form

1

Meminta Deposit
1

32

2

Receptionist

Front Office cashier
1

Bellman

3

Tamu melakukan
pembayaran ke
Front Office
Cashier

5

Front Office Cashier
melayani tamu untuk
membayar

Tidak

Deposit

3

Bellman menerima
kunci dari pihak
Receptionist

Mengantarkan tamu
ke kamar

Dilunasi saat
checkout
Tunai

4

KC / DC

Menyerahkan kunci
kepada tamu

Uang
KC / DC

Menyerahkan VB dan
GC

Debet Memo 2

VB

Debet Memo 1

GC

Selesai

Tamu

Tamu
cash
Receipt
dibuat

Mencatat pada GL
dan GB

N

GB
GL

3
N

2
Cash Receipt 1

Meminta tanda
tangan tamu
pada memo
print ke 2

Menyerahkan Kunci
ke Bellman
Tamu
5

Accounting

N
4

33

3.

Prosedur Check-out
a. Ketika tamu check out, kunci kamar diserahkan ke
front office dan housekeeping akan melakukan
pemeriksaan ke kamar, untuk pengecekan kembali
kamar dan perabotan.
b. Receptionist

melakukan

pemeriksaan

terhadap

pembayaran yang dilakukan tamu pada saat check in
pada guest bill. Apabila saat pemeriksaan kamar
telah ditemukan barang yang hilang dan rusak, maka
receptionist

akan

memasukkan

tagihan

pada

miscellaneous charge form.
c. Receptionist akan memproses tagihan tamu pada
invoice.
d. Tamu menerima Guest Invoice untuk ditandatangani
sebagai tanda bukti semua tagihan yang dicantumkan
pada Guest Invoice.
e. Tamu diarahkan oleh receptionist ke front office
cashier untuk membayar tagihan yang sesuai pada
invoice secara tunai atau menggunakan EDC.
Apabila tamu pada saat pembayarannya akan
ditanggung oleh pihak perusahaan atau instansi dari
tempat tamu bekerja, maka front office cashier akan
membuatkan city ledger form.

34

f. Apabila tamu melakukan pembayaran dengan uang
cash, maka ketika uang tersebut telah diterima oleh
receptionist, akan dimasukkan ke dalam cash drawer
beserta invoice. Apabila tamu melakukan transaksi
pembayaran dengan menggunakan EDC maka debet
memo akan dicetak tiga rangkap.

35

Tabel 5.1 Prosedur Check-out
Sumber : Hotel Mitra Inn Kediri (data diolah).
Receptionist
Mulai
Mengecek GL tamu
yang akan Check
Out

Tidak

CO

Ya
Tetap Menginap

Menyerahkan kunci
ke FO
Menugaskan house
keeping untuk
memeriksa kamar

Tidak

Fasilitas
Rusak

Mencatat pada GB,
dan memproses guest
invoice

Ya
Mencatat pada
miscellaneous

Miscellaneous 1

2

Guest Invoice 1

Tamu

N

Penandatanganan Guest
Invoice & Miscellaneous
1

36

2

Front Office cashier
1

Tidak

Membayar

Front Office cashier
membuat CL

Ya

KC/DC

Tunai

CL

1

2

3
Accounting

Meminta
KC/DC

Menerima
uang

Diberikan
ke instansi

N

Kotak
Penyimpanan
Uang

Uang

2
Guest Invoice 1
Tamu
Menggesek ke
mesin EDC dan
meminta pin

Debet Memo 1

32

3

Tamu

N

Selesai

37

Tabel 5.2 Prosedur Check Out
Sumber : Hotel Mitra Inn Kediri (data diolah).

4. Prosedur Jasa Penjualan Restoran
a. Tamu

disambut

mempersilahkan

oleh
duduk

waiter/waitters,
ditempat

yang

lalu
sudah

disiapkan dan meminta breakfast voucher.
b. Setelah tamu memilih menu, maka waiter/waitters
akan menulisnya ke dalam captain order yang terdiri
dari tiga (3) rangkap.
c. Waiter/waittres langsung memberikan captain order
yang ke 2 ke bagian kitchen/dapur untuk segera
memproses pesanan tamu.
d. Pada

saat

menunggu

pesanan

tamu

jadi,

waiter/waittres akan mempersiapkan peralatan saat
makan di meja saji. Selain itu waiter/waittres akan
memberikan tanda di meja saji tamu dengan
menggunakan food checker.

38

e. Setelah pesanan tamu sudah jadi, bagian kitchen akan
memberitahukan
mengambilnya

waiter/waittres
dan

disajikan.

untuk
Selain

itu

waiter/waittres akan memberikan tanda check list (v)
di food checker.
f. Waiter/waittres akan memberikan captain order
rangkap satu (1) ke bagian kasir, dan membuat f&b
bill tamu sebanyak dua (2) rangkap.
g. Apabila tamu adalah penghuni kamar hotel dan tamu
mempunyai tagihan, maka tamu akan membayar
ketika check out. Tagihan tamu yang terdapat dalam
f&b bill pada rangkap ke satu (1) akan didistribusikan
oleh kasir ke bagian front office.

39

Tabel 6 Bagan alir dokumen pada prosedur Penjualan di restoran.

Waiter/Waitters

Cook
2

Mulai

Capt.Ord 2

Menawarkan menu
dan menanyakan
Voucher pada tamu

Dicatat di Capt.Ord

Capt.Ord

2

1

N

Membuat
makanan yang
dipesan/order
3

3

Kasir Food & Beverages
1

2

N

1

Capt.Ord
Memberikan food
checker pada meja
serta menyiapkan
peralatan makan

1

Tidak

Pembayaran
Langsung
F&B Bill 1

Ya
3
F&B Bill 1

N

2
N

Mengantar
makanan yang
dipesan/order

Tamu
Selesai

Selesai

Sumber : Hotel Mitra Inn Kediri (data diolah)

40

5. Prosedur Pelaporan Uang dan Dokumen Dari Kasir
Restoran ke Front Office Cashier lalu Dikirim ke Bagian
Akuntansi.
a. Bagian front office yang masuk pada shift ke tiga
akan membuat catatan transaksi selama satu hari
kerja, selanjutnya melakukan pencatatan night audit
worksheet yang terdiri dari tiga (3) rangkap yang
berdasarkan f&b bill, city ledger, dan guest invoice.
b. Perhitungan pada night audit worksheet rangkap ke
satu (1) akan diberikan ke kasir front office sebagai
dasar dalam pembuatan remittance of fund dan
menyiapkan uang untuk diserahkan ke general
chasier.
c. Bagian income audit membuat jurnal penjualan dan
daily journal summary yang sesuai dengan dokumen
transaksi. Night audit worksheet rangkap ke dua (2)
akan dicocokkan dengan daily journal summary.
Setelah semuanya sudah sesuai, daily journal
summary diarsipkan dan night audit worksheet akan
disalurkan ke general cashier.
d. Saat night audit worksheet sudah berada di general
cashier, maka akan membuatkan catatan rekapitulasi
penerimaan kas yang harus sesuai dengan audit night
worksheet yang selanjutnya akan diberikan ke bagian

41

accounting. Uang yang diterima selanjutnya akan
disetorkan ke bank dan bukti setoran dari bank pada
rangkap ke dua (2) akan diberikan ke bagian
accounting.
e. Ketika bukti setoran dari bank dan rekapitulasi sudah
berada pada bagian accounting, selanjutnya membuat
jurnal penerimaan kas dan diarsipkan.

42

Night Auditor

Front Office – Kasir
1

Mulai

Membuat catatan
transaksi
F&B Bill 1
Guest Invoice

NA
1
Worksheet
Kasir

Membuat ROF dan
menyiapkan uang serta
dokumen transaksi

City Ledger
Membuat
laporan NA
Worksheet

Guest Invoice
F&B Bill
City Ledger
2

NA
1
Worksheet

2

3
ROF

Income
Audit

Uang

1
Selesai
3

Tabel 7.1 Bagan alir dokumen pada prosedur pelaporan uang dan dokumen
dari kasir restoran ke front office cashier lalu dikirim ke bagian akuntansi
Sumber : Hotel Mitra Inn Kediri (data diolah)
Income Audit

General Cashier

43

2

3

F&B Bill
Guest Invoice
City Ledger

ROF
Uang

NA
2
Worksheet

NA
2
Worksheet
General
Cashier

N
Membuat Jurnal
Penjualan dan DJS

Pembuatan
rekapitulasi
penerimaan kas
Rekapitulasi
Penerimaan
Kas

Jurnal
Penjualan

Accounting
DJS

Mengisi bukti
setoran dari bank

N
Selesai

BSB

1

Uang

Disetor ke
bank

2

3

Accounting

N

Selesai

44

Tabel 7.2 Bagan alir dokumen pada prosedur pelaporan uang dan
dokumen dari kasir restoran ke front office cashier lalu dikirim ke
bagian akuntansi.
Sumber : Hotel Mitra Inn Kediri (data diolah)
Accounting
RPK

2

BSB

Membuat jurnal
penerimaan kas

Jurnal Penerimaan
kas

Selesai

Tabel 7.3 Bagan alir dokumen pada prosedur pelaporan uang dan
dokumen dari kasir restoran ke front office cashier lalu dikirim ke
bagian akuntansi
Sumber : Hotel Mitra Inn Kediri (data diolah)

6. Analisis Pengendalian Intern
a. Struktur Organisasi

45

Struktur yang dimiliki oleh Hotel Mitra Inn
punya

beberapa

ditambahkan

bagian

didalam

yang

struktur

harus

organisasi

tersebut. Penambahan bagian tersebut yaitu
bagian

wakil

manajer

yang

bertugas

membantu general manajer apabila manajer
memiliki

kegiatan

diluar.

Penambahan

selanjutnya yaitu dengan adanya bagian night
auditor dan F&B Cashier, karena bagian
tersebut adalah bagian yang seharusnya ada
didalam struktur organisasi. Sehingga dalam
penyusunan struktur organisasi yang dimiliki
oleh

Hotel

Mitra

Inn

masih

perlu

disempurnakan.
b. Sistem Otoritas dan Prosedur Pencatatan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada
Hotel Mitra Inn Kediri, dalam pengendalian
sistem otoritas dan prosedur pencatatan
dinyatakan sudah mendukung. Hal ini dapat
dilihat dari :
a) Dokumen yang berhubungan dengan
penjualan

kamar,

restoran

dan

penerimaan kas akan diserahkan pada
bagian-bagian yang sudah ditetapkan.

46

b) Dokumen transaksi dan penerimaan
kas yang dibuat oleh cashier front
office kemudian diserahkan ke bagian
accounting.
c) Serta beberapa formulir yang perlu
untuk ditambahkan.
c. Praktik yang Sehat
Terkait

praktik

yang

sehat

dalam

melaksanakan tugas dan fungsi pada setiap
unit, peneliti dapat menjelaskan sebagai
berikut :
a) Formulir yang berhubungan dengan
penjualan

kamar,

restoran

dan

penerimaan kas sudah sesuai dengan
nomor urut yang sudah tercetak.
b) Rooling penempatan jabatan yang
diterapkan Hotel Mitra Inn Kediri
sudah dilakukan dengan baik.
c) Terdapat bagian yang memiliki tugas
untuk mengawasi dan
keefektivitasan

pada

mengecek
sistem

pengendalian intern.

47

d. Karyawan Hotel Mitra Inn Kediri sudah
memiliki Mutu yang sesuai dengan Tanggung
Jawabnya.

48

BAB IV

KESIMPULAN & SARAN
A. Kesimpulan
Hasil analisis penelitian pada hotel Mitra Inn Kediri yaitu untuk
mengetahui proses sistem dan prosedur penjualan kamar, restoran
dan penerimaan kas serta untuk mengetahui efektivitas dari sistem
dan prosedur penjualan kamar, restoran dan penerimaan kas pada
Hotel Mitra Inn Kediri dalam mendukung tujuan pengendalian intern
itu sendiri pada Hotel Mitra Inn Kediri. Selanjutnya dapat
disimpulkan bahwa pada pelakasanaan sistem dan prosedur yang
diterapkan masih terdapat beberapa kelemahan yang harus
diperbaiki.
Kelemahan yang ditemukan yaitu ada dalam segi internal control
yang menimbulkan penyelewengan serta dapat berdampak pada
pendapatan laba yang tidak seimbang sehingga dapat mempengaruhi
pada berkurangnya efektivitas pengendalian intern perusahaan.
Pengendalian yang kurang efektif akan membuka celah bagi pihak –
pihak yang ingin mengambil keuntungan dan tidak bertanggung
jawab dalam menggunakan harta perusahaan.

49

B. Saran
1. Sebaiknya dilakukan pembagian fungsi yang jelas dari setiap
bagian agar pegawai dapat fokus dalam bekerja sesuai
dengan fungsi kerjanya masing – masing.
2. Dalam hal pencatatan akuntansi mengenai sistem dan
prosedur penjualan kamar, restoran dan penerimaan kas yang
dipakai oleh Hotel Mitra Inn perlu ditambahkan guna
meningkatkan pengendalian intern.
3. Struktur organisasi yang dipakai oleh Hotel Mitra Inn perlu
ditambahkan bagian wakil manajer yang memiliki fungsi
dalam membantu general manajer. Serta penambahan bagian
night auditor dalam struktur organisasi dan

bagian F&B

Cashier, sehingga dengan adanya penambahan didalam
struktur

organisasi

tersebut

dapat

meningkatkan

pengendalian intern.

50

DAFTAR PUSTAKA

Buku
Abdurrahmat, Fathoni. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Jakarta:PT. Rineka Cipta.
Baridwan, Zaki. 1979. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode
Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE Universitas Gajah Mada.
Ikhsan, Arfan dan Prianthara, Ida Bagus Teddy. 2008. Sistem Akuntansi
Perhotelan Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Jusup, Al.Haryono. 2005. Dasar – Dasar Akuntansi. Yogyakarta: STIE
YKPN.
Jurnal
Anggraeni, Citra V. 2014. Analisis Sistem dan Prosedur Akuntansi Jasa
Penjualan Kamar dan Jasa Restoran Hotel dalam Upaya Peningkatan
Pengendalian Intern (studi pada UB Hotel Kota Malang). Jurnal
Administrasi Bisnis. Vol. 12 No. 1
Kurniawan, Rizki. 2015. Analisis Sistem dan Prosedur Akuntansi Jasa
Penjualan Kamar dan Jasa Restoran Hotel dalam Upaya Peningkatan
Pengendalian Intern (studi pada Hotel Mitra Inn Kediri). Jurnal
Administrasi Bisnis. Vol. 23 No. 2

Internet
Sumargo, Arif. 2015. “Pengertian Sistem Akuntansi Penjualan”, diakses
pada
tanggal
28
Februari
2016
dari
http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-sistem-akuntansipenjualan
Dzulham. 2015. “Pengertian Flowchart atau Bagan Alir”, diakses pada
tanggal
28
Februari
2016
dari
http://www.accountingmedia.blogspot.co.id/2015/03/pengertianflowchart-atau-bagan-alir.html?m=1
Prasetiyo, Agus. 2015. “Flow of Document Flowchart-System-Context”,
diakses
pada
tanggal
29
Februari
2016
dari
https://kakakdikes.wordpress.com/2015/06/10/flow-of-documentflowchart-system-context/
Arifin, Zaenal. 2006. “Klasifikasi Jasa 2”, diakses pada tanggal 29 Februari
2016
dari
http://ekonomimanajemen.blogspot.co.id/2006/10/klasifikasi-jasa2.html?m=1

51

Iwan. 2010. “ Sistem Akuntansi”, diakses pada tanggal 29 Februari 2016
dari
http://www.akuntanesia.com/2010/10/sistem-akuntansi.html?
m=1

52

Judul: Seminar Akuntansi

Oleh: Prama Egga


Ikuti kami