Sejarah Perkembangan Akuntansi Dan Sifat Dasar Akuntansi

Oleh Tria N. R.

30 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Sejarah Perkembangan Akuntansi Dan Sifat Dasar Akuntansi

SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI
DAN SIFAT DASAR AKUNTANSI
Makalah
Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Teori Akuntansi

Disusun oleh Kelompok 1 :
Amin Nur Susanti

:

Asip

:

Ella

Safitri

:

Kholilah

:

Rian Usman

:

Tria Ningrum Rohmawati :

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Surya Kencana no. 1 Pamulang

i

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya, kami kelompok 1 sebagai penulis dapat menyelesaikan makalah ini
tepat pada waktunya. Guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Teori Akuntansi, pada
Jurusan Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang. Adapun judul makalah adalah
“Sejarah Perkembangan Akuntansi dan Sifat Dasar Akuntansi.”
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak,
karena itu pada kesempatan ini perkenankan penulis dengan segala rasa hormat
menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1.

Bapak Drs. H. Darsono, selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya.

2.

Bapak Dr. H. Dayat Hidayat, M.M., selaku Rektor Universitas Pamulang.

3.

Bapak Drs. H. Buchori Hasmi Nuriman, MM, selaku Wakil Rektor I Universitas
Pamulang.

4.

Bapak H. Endang Ruchiyat, S.E, M.M, selaku Kaprodi Akuntansi

5.

Ibu Anita Anggraini,SE, Mpd. selaku Dosen Pembimbing dari Mata Kuliah Teori
Akuntansi

6.

Rekan-rekan mahasiswa kelas 05 SAKMA / 335 Reguler B Universitas Pamulang,
terima kasih atas segala dukungan, dan bantuan yang diberikan kepada penulis.
Makalah ini disusun dengan segala kemampuan yang ada pada penulis. Namun

penulis menyadari bahwa pengetahuan yang penulis miliki belum luas. Sehingga makalah ini
masih jauh dari sempurna oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Tangerang, 02 Oktober 2016

Kelompok 1

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………..

i

DAFTAR ISI…………………….……………………………………………

ii

BAB I

PENDAHULUAN………………………………………………

1

1.1

Latar Belakang ……………..……………………….

1

1.2

Rumusan Masalah

………………………………...

2

1.3

Tujuan Makalah …………………………………….

2

1.4

Manfaat Makalah

…………………………………..

2

PEMBAHASAN ……………………………………………….

3

2.1

Sejarah Perkembangan Akuntansi …………………..

3

2.2

Sifat-sifat Akuntansi ...................................................

5

2.3

Siklus Akuntansi .........................................................

10

2.4

Bidang Akuntansi .......................................................

17

2.4

Profesi Akuntansi .......................................................

19

BAB II

BAB III

KESIMPULAN

...................................................

20

Kesimpulan …………………………………………

20

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………

21

3.1

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Teori Akuntansi merupakan salah satu satu kesatuan dalam pokok
pembelajaran materi mengenai Akuntansi. Karena merupakan dasar-dasar untuk
mengenalkan dan mengupas mengenai akuntansi sebelum memasuki bab perhitungan.
Walaupun teori akuntansi itu penting, namun masih banyak orang yang belum paham
betul tentang teori dari akuntansi tersebut. Sehingga banyak dari beberapa kalangan
mahasiswa yang belajar materi akuntansi langsung merasa begitu kesulitan untuk
mengenal istilah istilah yang terdapat dalam akuntansi..
Menurut Sosyan Syafri harahap (2008) menjelaskan bahwa
Sebagaimana diketahui akuntansi adalah ilmu terapan, ilmu yang dipakai dalam praktik bisnis
sehingga nuansa empiris praktisnya lebih dominan. Akan tetapi, jangan lupa bahwa untuk
pengembangan sistem akuntansi ini, perlu pengembangan basis teorinya sehingga sistem
akuntansi itu sendiri bisa dijadikan lebih bermanfaat bagi pemakainya, lebihmudah
mengembangkannya dan lebih gampang memprediksi apa yangakan terjadi di masa yang akan
1
datang yang berkaitan dengan praktik akuntansi itu sendiri.

Oleh karena itu di dalam makalah ini dituliskan beberapa tentang Sejarah
Perkembangan Akuntansi dan Sifat Dasar Akuntansi itu sendiri.
1.2

Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, penulis
berikut :

dapat merumuskan masalah sebagai

1.2.1 Apa saja sifat dasar akuntansi ?
1.2.2 Apakah prinsip yangmendasari akuntansi keuangan?
1.2.3
1.3

Bagaimana sejarah perkembangan akuntansi?

Tujuan Makalah
Dari masalah diatas, secara garis besar tujuan dari penyusunan makalah ini
adalah untuk menjelaskan mengenai Sejarah Perkembangan Akuntansi dan Sifat
Dasar Akuntansi. Adapun tujuan dari makalah ini adalah agar dapat mengetahui
secara jelas mengenai :

1

1.3.1

Sifat dasar akuntansi.

1.3.2

Dapat mengetahui siklus akuntansi.

Sofyan Syafri Harahap. 2008 “Teori Akuntansi edisi Revisi”. PT. Raja Grafindo Persada Jakarta. hal. 1

1

1.3.3
1.4

Mengetahui perkembangan dan sejarah akuntansi di Indonesia.

Manfaat Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan dapat memberikan kegunaaan atau
manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis, makalah ini
berguna sebagai pengembangan ilmu, sesuai dengan masalah yang dibahas dalam
makalah ini. Secara praktis, makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1.4.1

Penulis, seluruh kegiatan penyusunan dan hasil dari penyusunan makalah ini
diharapkan dapat menambah pengalaman, wawasan dan ilmu dari masalah
yang dibahas dalam makalah ini;

1.4.2

Lembaga, makalah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi,
referensi untuk lembaga (kampus).

1.4.3 Pembaca, makalah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber tambahan
dan sumber informasi dalam menambah wawasan pembaca.

2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Sejarah Perkembangan Akuntansi
Banyak hal yang kita peroleh jika kita mempelajasi sejarah. Paling tidak kita
bisa memahami apa yang terjadi masa lalu serta bagaimana proses perkembangannya
sehingga perkembangan itu sampai seperti saat ini. Kemudian, kita juga memiliki
dasar untuk memprediksi apa yang akan muncul dimasa depan jika situasi berjalan
dengan normal.
2.1.1

Sejarah Perkembangan Akuntansi di Dunia
Sama seperti hal nya kita yang memiliki sejarah hidup, akuntansi telah
melewati waktu yang cukup lama dari awal kemunculannya. Catatan paling
kuno dari transaksi yang telah ditemukan adalah di masa 3600 SM di
Babilonia, Mesir dan Yunani Kuno. Catatan ini tertulis diatas batu , daun, kulit
kayu dan lainnya karena belum adanya kertas.
Semakin ke sini perkembangan ilmu juga mempengaruhi akuntansi.
Dikenalnya angka desimal Arab, memberikan bentuk pencatatan yang lebih
lengkap. Transformasi ini dilakukan di Italia yang pada akhirnya
menghasilkan apa yang dikenal saat ini sebagai sistem pembukuan ganda atau
Double Entry System. Sistem ini dikembangkan oleh para pedagang di
Venesia.
Kemudian pada tahun 1494, Matematikawan Italia Lucas Paciolo
menulis buku Summa de Arithmetica, Geometrica, Proportioni et Scriptorio
yang didalamnya dijelaskan mengenai pembukuan pada bagian Tractus de
Computis et Scriptori. Buku ini pun menyebar dan berkembang di Eropa barat
yang kemudian menghasilkan berbagai sistem sesuai negara tersebut seperti
Sistem Kontinental dari Belanda dan Sistem Anglo-Saxon dari InggrisAmerika.
Nah pada saat perkembangan inilah di Amerika pembukuan lebih
dikenal dengan istilah accounting. Meskipun begitu akuntasi dan pembukuan
adalah istilah yang berbeda. Dalam akuntansi ruang lingkupnya lebih luas
bukan hanya sebatas pembukuan saja.
Di Indonesia sendiri pembukuan yang pertama dikenal adalah sistem
Belanda atau sistem Kontinental. Sistem ini digunakan hingga tahun 1960,
setelahnya berganti dengan akuntansi cara Amerika yaitu sistem Anglo-Saxon
yang masih digunakan hingga saat ini.
2.1.1.2 Definisi Akuntansi
Itu tadi sejarah dari akuntansi, tapi apa sebenarnya definisi
akuntansi itu? Dari segi bahasa akuntansi atau accounting berasal dari
3

kata
to
account
yang
berarti
menghitung
atau
mempertanggungjawabkan. Istilah ini diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia menjadi yaitu akun atau perkiraan.
Dilihat dari rangkaian prosedurnya akuntansi didefinisikan
sebagai suatu teknik atau seni (art) untuk mencatat, menggolongkan
dan menyimpulkan transaksi-transaksi, atau kejadian-kejadian yang
bersifat keuangan, dalam nilai mata uang, serta menganalisis hasil dari
teknik tersebut. Dengan kata lain akuntansi adalah seni pencatatan,
pengelompokan dan pengikhtisaran segala transaksi dan kejadian yang
bersifat keuangan dan kemudian menafsirkan hasilnya.
Sedangkan Menurut Kam(1990) “definisi akuntansi
suatu seni pencatatan dari transaksi-transaksi keuangan.” 2

adalah

Dan berdsarkan KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN RI
(NO. 476 KMK. 01 1991) “Akuntansi adalah suatu proses
pengumpulan,
pencatatan,
penganalisaan,
peringkasan,
pengklasifikasian dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu
kesatuan ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi para
pemakai laporan yang berguna untuk pengambilan keputusan.” 3
2.1.2.2 Akuntansi ( Accounting )
a.

b.

Istilah yang meliputi banyak disiplin ilmu termasuk auditing,
perpajakan, analisis laporan keuangan dan akuntansi
manajerial. Akuntansi berkaitan dengan fungsi yang termasuk
pada akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi yang tidak
mencari laba dan perencanaan keuangan.
Proses pencatatan, pengukuran, interpretasi dan komunikasi
data keuangan. Akuntan menyiapkan laporan keuangan untuk
mencerminkan keadaan leuangan dan kinerja operasi. Juga,
praktisi akuntansi memberikan pelayanan akuntansi pribadi
kepada klien seperti mempersiapkan laporan keuangan pribadi
dan rencana perpajakan.

2.1.2.3 Perubahan Akuntansi ( Accounting Change )
Perubahan dalam hal ini meliputi :
a. Prinsip-prinsip akuntansi ( seperti metode penyusutan yang
baru )
b. Perkiraan akuntansi ( seperti perbaikan koreksi pada piutang
dagang ragu-ragu atau tak tertagih)
c. Penyatuan Laporan ( seperti merger perusahaan )

2
3

Muhammad Gade. 2005”Teori Akuntansi”Almahira Jakarta Timur. Hal 2
Ibid

4

2.1.2

Sejarah Perkembangan Akuntansi di Indonesia
Sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia dapat ditelusuri sampai
permulan abad ke VIII yaitu sewaktu pembangunan candi Borobudur, candi
Mendut, dan candi Prambanan dan lain-lain pada sekitar tahun 750 Masehi.
Pro. Soemardjo Tjitrosidojo menerangkan sekitar 5 tahun sebelum 1942 ketika
Indonesia masih merupakan jajahan Belanda, sebelum 1942 sebenernya masih
juga dibagi dalam 2 masa yaitu :
a.

b.

Masa sebelum 10 Mei 1940 dan antara 1940 dan 1942.
Perbedaan terletak pada fakta bahwa sebelum 10 Mei 1940 negeri
Belanda Menjajah Indonesia pada waktu itu masih merupakan negara
yang bebas, belum diduduki oleh Jerman.
Masa sesudah 10 Mei 1940 tentara Jerman masuk negeri Belanda dan
mendudukinya. Pemerintah Belanda yaitu ratu dan tokoh-tokoh
pemerintahannya lari ke Inggris. Perbedaannya nampak dalam sikap
pemerintah Hindia Belanda terhadap masyarakat Indonesia sejak saat
itu.

Hal-hal yang tadinya dilarang keras seperti pemakaian nama Indonesia
oleh pemerintah Hindia Belanda mengalami pelunakan karena pemerintah
Hindia Belanda merasa memerlukan dukungan masyarakat Indonesia. Dan
Indonesia sudah resmi boleh memakai nama Indonesia. Namun tak lama
kemudian sekitar tanggal 28 Februari 1942 Indonesia diserbu tentara Jepang
lalu mereka menguasai Indonesia. Yang semenjak seminggu pendudukan
Jepang membuat kegiatan di bidang ekonomi berhenti. Dan Belanda pelanpelan mundur. Kemudian lambat laun pemerintah Jepang berusaha
menormalkan kembali kehidupan masyarakat Indonesia.

2.2

Sifat –Sifat Akuntansi
2.1.1

Pengertian Akuntansi
Akuntansi merupakan bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi
tentang kondisi ekonomi suatu bisnis dan hasil usahanya pada waktu periode
tertentu. Komite istilah American Institute of Certified Public Accountant
(AICPA) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akuntansi adalah seni
pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam
ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat
keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Definisi tersebut menunjukkan bahwa akuntansi pada dasarnya bukan
merupakan ilmu pengetahuan murni (science). Hal ini disebabkan penerapan
prosedur akuntansi dalam menghasilkan laporan keuangan, sangat tergantung
pada lingkungannya dan dipengaruhi berbagai faktor pertimbangan tertentu.
American Accounting Association (AAA), mendefinisikan akuntansi sebagai
berikut: Proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi
ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai
alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya.
5

Definisi tersebut menunjukkan bahwa akuntansi merupakan media/
alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pemakai
yang berkepentingan dengan masalah pengelolaan perusahaan. Accounting
Principle Board (APB) Statement No. 4 mendefinisikan akuntansi sebagai
berikut: Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah memberikan
informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenal suatu badan
ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan
ekonomi sebagai dasar dalam memilih di antara beberapa alternatif.
Berikut ini adalah beberapa pengertian akuntansi menurut para ahli:
a.

b.

c.

d.

e.

f.

Menurut Charles T. Horngren dan Walter T.Harrison: akuntansi adalah
sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memroses data menjadi
laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil
keputusan.
Menurut Soemarso S.R: Akuntansi adalah suatu displin yang
menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya
pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efesien.
Menurut Rudianto: adalah sebagai berikut Akuntansi adalah sistem
informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu bahan
usaha.
Menurut Littleton: tujuan utama dari akuntansi adalah untuk
melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil
(prestasi). Konsep ini merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan
ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.
Menurut Amin W (1997): Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa
(mengidentifikasikan,
mengukur,
mengkalsifikasikan
dan
mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan
informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan
dalam pengambilan keputusan.
Menurut Abubakar. A & Wibowo (2004): Akuntansi adalah proses
identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari
suatu entitas/ perusahaan.

Dari pengertian-pengertian akuntansi di atas, maka akuntansi terdiri
dari tiga aktivitas atau kegiatan utama yaitu:
1.
2.

3.

Aktivitas identifikasi yaitu mengidentifikasikan transaksi-transaksi yang
terjadi dalam perusahaan.
Aktivitas pencatatan yaitu aktivitas yang dilakukan untuk mencatat
transaksi-transaksi yang telah diidentifikasi secara kronologis dan
sistematis.
Aktivitas komunikasi yaitu aktivitas untuk mengkomunikasikan
informasi akuntansi dalam bentuk laporan keuangan kepada para
pemakai laporan keuangan/ pihak yang berkepentingan baik pihak
internal maupun eksternal.

Untuk Menggambarkan berbagai sisi akuntansi, Belkaoui (1986) dan penulis
lain disebutkan beberapa image yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi
sebagai berikut. :
6

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Akuntansi sebagai suatu ideologi
Bahwa akuntansi sebagai alat untuk melegitimasi keadaan dan struktur
sosial, ekonomi dan politik kapitalis. Akuntansi dianggap sebagai mitos,
simbol, dan ritus yang berperan menciptakan aturan simbolis tempat
masyarakat berintegrasi.
Akuntansi sebagai bahasa
Akuntansi merupakan bahasa perusahaan yang dapat berbicara
(berkomunikasi) sendiri tentang suatu entitas/ organisasi yang
dilaporkannya.
Akuntansi sebagai catatan historis
Akuntansi dianggap sebagai wahana untuk memberikan gambaran
sejarah organisasi dan transaksi yang dilakukan dengan lingkungannya
pada masa lalu. Catatan ini merupakan gambaran bagaimana manajemen
mengelola kekayaan pemilik. Transaksi yang lalu itu dicatat, dibukukan
dan dilaporkan melalui laporan keuangan.
Akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini
Akuntansi dianggap dapat memberikan gambaran realitas ekonomi
perusahaan pada saat ini. Sehingga laporan akuntansi dianggap
menggambarkan situasi ekonomi perusahaan pada saat sekarang
sehingga sistem akuntansi harus menggunakan harga saat ini (current
value).
Akuntansi sebagai sistem informasi
Akuntansi merupakan teknik yang menggambarkan proses yang
menghubung-kan sumber data melalui channel komunikasi dengan para
penerima informasi.
Akuntansi sebagai komoditi
Akuntansi harus mampu merespons kebutuhan para pemakai agar tetap
menjadi komoditi yang laku di pasaran. Jika akuntan hanya mampu
mengetahui proses pembukuan, maka akuntansi tidak akan bernilai
komoditi. Sehingga saat ini akuntansi sebagai komoditi mendapat ujian
dengan adanya perkembangan ilmu komputer yang kini telah membantu
dalam proses pembuatan laporan keuangan.
Akuntansi sebagai sistem pertanggung jawaban.
Akuntansi sebagai media untuk mempertanggung jawabakan
pengelolaan suatu perusahaan atau lembaga kepada principal. Dengan
adanya akuntansi, sumber- sumber kekayaan yang dikelola dapat
ditelusuri, dapat diketahui arus masuk dan keluarnya, serta hasil yang
diperoleh dari transaksi yang terjadi beserta posisi masing-masing
kekayaan pada suatu tanggal tertentu dan hasil usahanya pada suatu
periode. Gambaran ini mencakup dalam laporan keuangan yang
berfungsi baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.
Akuntansi sebagai teknologi
Menurut Bambang Sudibyo (1987), akuntansi adalah teknologi
perangkat lunak. Akuntansi tidak ditujukan untuk menerangkan dan
meramalkan perilaku variabel-variabel, sosial/ ekonomi tertentu,
melainkan untuk mengendalikan variabel. Guna memperbaiki status
ekonomi karenanya status sosial dari perilakunya. Wujud yang lebih
konkrit dari akuntansi sebagai perangkat lunak adalah bahwa akuntansi
merupakan disiplin rekayasa informasi dan pengendalian (kontrol)
keuangan.
7

2.1.2

Sifat Dasar Akuntansi
Sifat dasar atau prinsip yang mendasari akuntansi keuangan merupakan
konsep yang harus diyakini kebenarannya sebagai dasar dari ilmu akuntansi
itu dibangun. Prinsip Dasar akuntansi ini bisa menjadi keterbatasan atau
sekaligus kekuatan informasi yang nanti akan dibahas lebih lanjut. Banyak
kajian yang telah menawarkan dan menjelaskan prinsip atau sifat dasar
akuntansi itu.
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2008:11) dalam bukunya
menerangkan yaitu Dalam APB (Accounting Principle Board) statement No.4
dijelaskan beberapa sifat dasar dari akuntansi yaitu sebagai berikut.
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Accounting Entity
Dalam menyusun informasi akuntansi, yang menjadi fokus pencatatan
akuntansi adalah entity atau lembaga, unit organisasi tertentu yang
harus jelas sebagai suatu entity yang terpisah dari badan atau entity
yang lain.
Going Concern
Dalam menyusun laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan
(entity) yang dilaporkan akan terus beroperasi dimasa yang akan
datang.
Measurement
Akuntansi adalah sebagai alat pengukuran sumber-sumber ekonomi
(economic Resources) dan kewajiban (liability) beserta perubahannya
yang terjadi akibat operasi perusahaan. Akuntansi mengukur nilai suatu
aset, kewajiban, modal, hasil, dan biaya.
Time period
Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu tertentu,
tanggal tertentu atau periode tertentu. Neraca menggambarkan nilai
kekayaan, utang, dan modal pada saat atau pada tanggal tertentu.
Laporan laba rugi menggam-barkan informasi hasil (pendapatan dan
biaya) usaha pada periode tertentu. Sementara itu, laporan Arus Kas
menggambarkan informasi arus kas masuk dan keluar pada periode
tertentu, dari satu tanggal ke tanggal lain.
Monetery unit
Pengukuran yang dipakai dalam akuntansi adalah dalam bentuk ukuran
moneter atau uang.
Accrual
Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban
ditetapkan tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan atau
tidak.
Exchange price
Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada
harga pertukaran yang diperoleh dari harga pasar sebagai pertemuan
bargaining antara pembeli (demand) dan penjual (supply).
Approximation
Adanya penafsiran penafsiran, baik nilai, harga, umur, jumlah
penyisihan piutang, kerugian dan sebagainya.

8

9.

10.

11.

12.

13.

Judgment
Dalam menyusun suatu laporan keuangan, banyak diperlukan
pertimbangan-pertimbangan akuntan atau manajemen berdasarkan
keahlian atau pengalaman yang dimilikinya.
General purpose
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan
akuntansi keuangan ditujukan untuk pemakai secara umum, bukan
pemakai khusus.
Interrelated statement
Neraca, Daftar Laba Rugi, Laporan sumber dan penggunaan dana
mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan satu sama lain.
Ini merupakan salah satu alat kontrol akuntansi sehingga tidak mudah
melakukan reka-asa laporan begitu saja tanpa memperhatikan
hubungan satu pos dengan pos lainnya.
Substance over form
Akuntansi memberikan informasi yang dipercaya bagi pengambil
keputusan, akuntansi lebih menekankan penggunaan informasi yang
berasal dari kenya-taan ekonomis suatu kejadian daripada bukti
legalnya. Misalnya, dalam akta notaris modal disetor penuh, tetapi
kenyataan setoran (transaksi) belum ada.
Materiality
Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting dan
dalam setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat
signifikannya.4

Sedangkan prinsip akuntansi merupakan pendekatan umum yang digunakan dalam pengakuan (recognition) dan pengukuran (measurement)
kejadian-kejadian akuntansi. Prinsip dasar akuntansi menurut FASB meliputi:
a)

Prinsip harga perolehan (historical cost principle) yaitu: aktiva, utang
dan modal dicatat sebesar kos historisnya pada tanggal transaksi, yang
kemudian biasanya disesuaikan dengan adanya amortisasi atau alokasi
yang lain.

b)

Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)
Kriteria pengakuan pendapatan ada 2, yaitu:
1.

Telah terealisasi/ dapat direalisasi (realized/realizable)
Pendapatan telah terealisasi (realized) ketika barang/jasa dijual
atau dipertukarkan dengan kas ataupun klaim terhadap kas.

2.

Telah terbentuk (earned)
Yaitu ketika perusahaan telah melakukan kegiatan yang harus
dilakukan untuk memperoleh pendapatan

4

Sofyan Syafri Harahap. 2008 “Teori Akuntansi edisi Revisi”. PT. Raja Grafindo Persada Jakarta. hal. 11

9

2.1.3

c)

Prinsip penandingan antara pendapatan dan biaya (matching principle)
yaitu menandingkan antara pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan
untuk memperoleh pendapatan tersebut dalam periode yang sama.

d)

Prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle) artinya penyajian
informasi keuangan harus disertai dengan penjelasan yang cukup untuk
pengambilan keputusan

Siklus Akuntansi
Dalam akuntansi terdapat siklus akuntansi yang terdiri dari kegiatankegiatan yang berhubungan dengan suatu proses pengidentifikasian,
pengukuran, pelaporan informasi ekonomi.
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2008:18) dalam bukunya Teori
Akuntansi Proses “akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadinya
transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar
terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini, maka diinput
keproses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi
laporan keuangan.”5
Dapat disimpulkan bahwa siklus akuntansi merupakan suatu proses
pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti
transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan. Siklus
akuntansi atau disebut juga proses akuntansi konvensional digambarkan oleh
Smith dan Skousen seperti terlihat di bawah ini.

5

Ibid

10

Secara sederhana dapat diartikan sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

f.
g.

Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/ bukti transaksi.
Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi ke dalam jurnal
(buku harian)
Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit
dari jurnal ke akun Buku Besar.
Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk
mengecek keseimbangan Buku Besar.
Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada
Neraca Saldo. Neraca Saldo dan jurnal penyesuaian disatukan dalam
neraca lajur.
Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayatayat penutup.
Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporan
Perubahan Modal dan Neraca.

Keterangan:
1.

Transaksi/Bukti
Transaksi adalah setiap kejadian yang mengubah posisi keuangan
(kekayaan, utang, dan modal) dan hasil usaha perusahaan/lembaga.
Setiap transaksi harus mempunyai bukti (evidence). Bukti yang
mendukung laporan keuangan dapat digolongkan dalam berbagai jenis.
Bukti dapat dibagi menjadi sebagai berikut :
a.

b.

Corro evidence
Adalah seluruh dokumen yang sah termasuk dokumen seperti cek,
faktur, kontrak, hasil rapat, konfirmasi, pernyataan, hasil tanggung
jawab, laporan pengamatan, dan hasil inspeksi.
Underlying Accounting Data
Adalah seluruh catatan dalam bentuk buku-buku, jurnal, neraca
lajur, laporan keuangan, dan lain-lain yang dijadikan sebagai tempat
mencatat transaksi sampai penyajian laporan keuangan.

Contoh bukti transaksi :

11

2.

Buku Harian Jurnal.
Transaksi dicatat pertama kali yang disebut Buku Harian (Jurnal). Jurnal
adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas. Proses pencatatan
mengikuti lima langkah berikut ini:

3.

a.

Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya

b.

Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi
tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva,
kewajiban atau modal).

c.

Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami
penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu.

d.

Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan.

e.

Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal.

Buku Besar ( Ledger )
Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang
mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar
merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/ rugi.
Klarifikasi Buku Besar yang dipergunakan dalam perusahaan adalah:
a.

Buku Besar Umum (buku besar induk): semua perkiraan yang ada
dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan
utang usaha dan modal. Contoh Buku Besar Umum

12

b.

Buku Besar Pembantu( buku besar tambahan): sekelompok rekening
yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang
berfungsi memberi informasi yang lebih mendetail. Contoh buku
besar pembantu.:

13

4.

Neraca Saldo
Neraca saldo adalah kumpulan dari saldo-saldo yang ada pada setiap
perkiraan di buku besar. Pada Kasus ini jumlah dari kolom debit dan
kolom kredit harus sama. Jika tidak, maka telah terjadi kesalahan
pencatatan, mungkin dari jurnal umum atau dari buku besar. Hal itu
berarti kita harus menelusuri ulang kebelakang sampai ditemukan
kesalahan nya. Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan
pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena
masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari
satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca
saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
Contohnya :

5.

Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk
menyesuaikan saldo-saldo perkiraan (akun) agar menunjukkan keadaan
sebe-narnya sebelum penyusunan laporan keuangan. Tujuan dari
pembuatan jurnal penyesuaian adalah agar pada akhir periode akun riil
yaitu harta, kewajiban dan modal menunjukkan keadaan yang
sebenarnya dan agar akun-akun nominal, yaitu akun pendapatan dan
beban dapat diakui dalam suatu periode dan menunjukkan keadaan yang
sebenarnya. Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara
lain ialah:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Biaya-biaya yang masih harus dibayar
Pendapatan yang masih harus diterirna
Biaya-biaya yang dibayar dimuka
Pendapatan yang diterima dimuka
Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
14

h.

6.

Persediaan Barang dagangan

Neraca Lajur
Neraca lajur adalah Kumpulan dari perkiraan mulai dari neraca saldo,
jurnal penyesuaian, seraca saldo setelah penyesuaian, Harga Pokok
Produksi (pada perusahaan industri), Perkiraan Rugi/ laba dan Neraca.
Neraca Lajur sebe-narnya hanya untuk memudahkan dalam pembuatan
laporan keuangan.

15

7.

Jurnal Penutup
Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode
akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/ sementara. Akibat
penu-tupan ini maka rekeningrekening ini pada awal periode akuntansi
saldonya nol.

8.

Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan
pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk
menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah
bagian dari proses pela-poran keuangan. Berdasarkan PSAK (Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan) terdapat lima jenis laporan keuangan,
yaitu:
a.

b.

c.

d.

e.

Laporan Laba/ Rugi: digunakan untuk mengetahui apakah
perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian dalam periode
tertentu
Laporan perubahan modal: digunakan untuk mengetahui apakah
modal perusahaan bertambah atau berkurang dalam satu periode
tertentu.
Neraca: digunakan untuk menunjukkan posisi keuangan entitas
tersebut pada akhir periode tersebut (mengetahui jumlah harta,
utang dan modal perusahaan dalam satu periode tertentu).
Laporan Arus Kas: digunakan untuk mengetahui berapa
pertambahan ataupun pengurangan kas perusahaan dalam satu
periode tertentu.
Catatan atas Laporan Keuangan: digunakan untuk menjelaskan
secara rinci atau detail mengenai keadaan perusahaan.

16

Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan.
Neraca saldo setelah penutupan adalah pengujian terakhir mengenai
ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat jurnal penyesuaian dan
penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal
pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar
seluruh perkiraan dengan nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untuk
meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi yang seimbang untuk
memulai periode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan
diberi tanggal per-akhir periode akuntansi dimana laporan tersebut
dibuat. Isi perkiraan Neraca saldo setealah penutupan adalah nilai sisa
akhir dari daftar permanen yaitu perkiraan neraca: aktiva, kewajiban dan
modal. Di dalamnya tidak termasuk perkiraan sementara, seperti
perkiraan pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karena nilai sisa
perkiraan tersebut telah ditutup.

2.1.4

Bidang Akuntansi
Dalam akuntansi terdapat berbagai pembagian bidang tertentu. Setiap
bagian ini menangani hal-hal khusus yang berkaitan dengan akuntansi sama
seperti kedokteran yang dibagi menjadi berbabagi bidang seperti kedokteran
hewaan, saraf dan lain sebaginya. Nah berikut ini adalah beberapa bidang
spesialis yang ada dalam akuntansi :
1.

Akuntansi keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan merupakan aplikasi akuntansi secara keseluruhan
untuk suatu unit ekonomi. Fungsi pokoknya adalah memelihara catatan
atas transaksi-transaksi usaha dan menyiapkan laporan-laporan berkala
atas usaha tersebut serta teknik dan prinsip akuntansi yang diterapkan
dalam melaksanakan tugas ini.

2.

Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Bagian ini menyiapkan data historis maupun taksiran (estimated) untuk
membantu pekerjaan manajemen sehari-hari dan merencanakan operasi
perusahaan seperrti misalnya financial planning untuk melakukan
marketing dan lain sebagainya.

3.

Akuntansi Biaya ( Cost Accounting)
Bidang ini berhubungan dengan penentuan serta pengawasan biaya
dalam suatu perusahaan, terutama untuk perusahaan industri
(manufactured). Dalam perusahaan industri umumnya diperlukan
perhitungan biaya produksi, distribusi biaya-biaya, penyusunan laporan
biaya, penentuan biaya berdasarkan departemen, fungsi, aktivitas
produksi, dan lain-lain.

17

Tugas akuntan di bidang ini antara lain menganalisis data mengenai
biaya, baik yang aktual maupun yang direncanakan, untuk tujuan
pengawasan serta perencanaan di masa yang akan datang.
4.

Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Contoh akuntansi pemeriksaan adalah proses pemeriksaan keuangan
pejabat oleh KPK. Auditing ini meliputi pemeriksaan independen atas
pekerjaan-pekerjaan akuntansi secara menyeluruh. Bidang ini meliputi
pemberian pendapat atas kelayakan dari laporan keuangan yang
disusun.

5.

Akuntansi Perpajakan (Taxation)
Tugas Akuntansi Perpajakan meliputi persiapan untuk pelaporan,
pembayaran pajak ataupun pemgembalian pajak, serta pemenuhan
prosedur-prosedur perpajakan. Akuntan yang bergerak di bidang ini
harus memahami semua peraturan perpajakan yang berlaku di negara
yang bersangkutan. Salah satu contoh dapat dilihat dalam film
Sawshank Redemption dimana tokoh utamanya yang merupakan
akuntan bank yang ahli.

6.

Akuntansi Pemerintahan ( Governmental Accounting)
Bagian ini merupakan bidang khusus dalam mencatat dan melaporkan
transaksi-transaksi yang dilakukan pemerintah serta lembaga-lembaga
pemerintahan. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan informasi
akuntansi dalam administrasi negara dan mengawasi keuangan
pemerintah sesuai mata anggaran masing-masing.

7.

Akuntansi Anggaran (Budgeting)
Akuntansi Anggaran menyajikan rencana keuangan untuk suatu
periode melalui perkiraan dan menyiapkan perbandingan antara operasi
yang sebenarnya dan rencana operasi yang akan datang merupakan
tugas Akuntansi Anggaran. Bidang ini seringkali sudah tercakup dalam
akuntansi manajemen.

8.

Sistem Akuntansi (Accounting System)
Accounting System merupakan bidang yang berkaitan dengan
penerapan/aplikasi dari suatu sistem (sistem pencatatan serta pelaporan
dan analisis data keuangan perusahaan). Sistem ini dimaksudkan untuk
menghasilkan cara pengamanan atas harta perusahaan.

9.

Akuntansi Sosial (Social Accounting)
merupakan bidang yang bertujuan melakukan pengukuran atas
keuntungan dan kerugian masyarakat atas adanya suatu
usaha/perusahaan di lingkungan masyarakat tersebut.

18

2.1.5

Profesi Akuntan
Dari tulisan diatas banyak bidang tentu memerlukan pelaksananya
yaitu akuntan. Akuntan merupakan suatu profesi yang setara dengan profesi
dokter, pengacara, atau insinyur. Masyarakat memberikan penghargaan khusus
pada profesi-profesi tersebut karena kewenangan teknisnya itu tidak lazim
dimiliki oleh orang biasa. Profesi akuntan dapat digolongkan menjadi:
1.

Akuntan Publik
yaitu akuntan yang berprofesi sebagai pemeriksa bebas (independen)
terhadap laporan keuangan perusahaan. Hasil pemeriksaan mereka
dinyatakan dalam laporan akuntan yang berisi pendapat mereka tentang
kewajaran atau kelayakan laporan keuangan yang diperiksanya.
Akuntan Publik terikat pada kode etik profesi dan melakukan
pemeriksaan sesuai norma-norma pemeriksaan akuntan. Pada profesi
ini termasuk akuntan bank dan penyedia jasa akuntan.

2.

Akuntan Manajemen
yaitu akuntan yang bekerja sebagai akuntan internal suatu perusahaan.
Mereka menduduki salah satu jabatan dalam perusahaan dan
bertanggung jawab atas fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi
manajemen.

3.

Akuntan Pemerintah
yaitu akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintah. Tugas
mereka bervariasi, mulai dari mengawasi keuangan dan kekayaan
negara sampai mengelola kekayaan dan keuangan negara.

4.

Akuntan Pendidik
yaitu akuntan-akuntan yang menjadi tenaga pengajar entah itu dosen,
trainer ataupun kursus. Akuntan-akuntan ini bekerja untuk pendidikan
dan pengembangan akuntansi.

19

BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan makalah ini, kita dapat mengambil suatu kesimpulan, bahwa teori
akuntansi merupakan penalaran logis dalam bentuk prinsip luas yang memberikan kerangka
dan acuan umum yang dapat digunakan untuk menilai praktek akuntansi. Praktik akuntansi
dalam suatu negara harus selalu berkembang untuk memenuhi tuntutan perkembangan dunia
bisnis. Lebih dari itu, pratik akuntansi juga harus dikembangkan secara sengaja untuk
mencapai tujuan sosial tertentu. Untuk itu, belajar praktik dan teknik akuntansi saja tidak
cukup karena prektik yang sehat harus dilandasi oleh teori yang sehat. Teori akuntansi
membahas berbagai masalah konseptual dan ideal yang ada di balik praktik akuntansi serta
prinsip - prinsipnya. Teori akuntansi mempunyai peran penting dalam pengembangan
akuntansi yang sehat. Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada kesepakatan tentang
pengertian akuntansi sebagai seni, sains atau teknologi.

20

DAFTAR PUSTAKA

Harahap Syafri, Sofyan., 2008, Teori Akuntans edisi Revisi, PT. Raja Grafindo Persada.
Jakarta
Gade, Muhammad, 2005, Teori Akuntansi Cetakan I, Penerbit almahira, Jakarta

21

Judul: Sejarah Perkembangan Akuntansi Dan Sifat Dasar Akuntansi

Oleh: Tria N. R.


Ikuti kami