Ringkasan Akuntansi

Oleh Sri Aulya

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Ringkasan Akuntansi

Ringkasan Akuntansi
POSTED BY ABDUL RAHMAN, S.PD. ⋅ OCTOBER 10, 2015 ⋅ LEAVE A COMMENT
FILED UNDER AKUNTANSI DAGANG, AKUNTANSI SMK, JURNAL KHUSUS AKUNTANSI, KONSEP AKUNTANSI, RINGKASAN
AKUNTANSI, RUMUS AKUNTANSI, RUMUS HPP, RUMUS LABA, TEORI AKUNTANSI

RINGKASAN RUMUS-RUMUS AKUNTANSI

Akuntansi perusahaan jasa
1. Persamaan Dasar Akuntansi: Harta = Utang + Modal
2. Laba Perusahaan Jasa: Laba = Pendapatan – Beban
3. Konsep Modal: Modal Akhir = Modal Awal + Laba – Prive
4. Perubahan Modal = Modal Akhir – Modal Awal
5. Siklus akuntansi jasa: Transaksi – Jurnal Umum – Buku Besar – Neraca Saldo – Jurnal Penyesuaian – Neraca
Lajur – Laporan Keuangan – Jurnal Penutup – Neraca Saldo Penutup – Jurnal Pembalik
Akuntansi perusahaan dagang
1. Laba Perusahaan Dagang:
1. Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
2. Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
3. Laba Bersih = Laba Usaha + Pendapatan Di Luar Usaha – Beban Di Luar Usaha
4. Laba Bersih Setelah Pajak = Laba Bersih – Pajak
2. Penjualan Bersih = Penjualan – Beban Angkut Penjualan – Retur Penjualan – Potongan Penjualan
3. Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
4. Pembelian Bersih = Pembelian + Beban Angkut Pembelian – Retur Pembelian – Potongan Pembelian
5. Syarat/termin dalam jual beli:
1. FOB Shipping Point= barang diserahkan di tempat penjual, ongkos angkut ditanggung pembeli
2. FOB Destination Point= barang diserahkan di tempat pembeli, ongkos angkut ditanggung penjual
3. 2/10,n/30,1% = 2% diskon dalam 10 hari, paling lambar dilunasi 30 hari, lebih dari itu denda 1%
4. EOM = End Of Month = pembayaran dilunasi paling lambar akhir bulan
6. Jurnal pembelian-penjualan (periodik-perpetual)
Penjualan
(D) Kas/Piutang
Pembelian
(D) Pembelian *atau Persediaan jika perpetual

(K)

(K)

(D) Harga pokok penjualan *jurnal tambahan jika perpe

Kas/Utang

(K)
7.

Penjualan

Persediaan

Jurnal retur pembelian-penjualan (periodik-perpetual)
Retur penjualan
(D) Retur penjualan
Retur pembelian
(D) Kas/Utang

(K)

(K)

(D) Persediaan *jurnal tambahan jika perpetual

Retur pembelian *atau Persediaan jika perpetual

(K)

Kas/Piutang

Harga pokok penjualan

8.

Jurnal pembayaran utang – penerimaan piutang
Pembayaran utang pembelian

Penerimaan piutang penjualan

(D) Utang

(D) Kas

(K)

Kas

(D) Potongan penjualan *jika ada

(K)

Potongan pembelian *jika ada

(K)

Piutang

Jurnal penyesuaian
1. Persediaan barang dagang

2.

3.

4.

5.

Barang awal dikreditkan:

Barang akhir didebitkan:

(D) Ikhtisar laba rugi/HPP

(D) Persediaan barang dagang ………………Rp..akhir

(K)

(K)

Persediaan barang dagang …………….Rp..awal

Ikhtisar laba rugi/HPP

Penyusutan/pemakaian aset
Peralatan/aktiva tidak habis pakai:

Perlengkapan/aktiva habis pakai:

(D) Beban penyusutan …………………………..metode %

(D) Beban perlengkapan ……………………Rp..terpaka

(K)

(K)

Akumulasi penyusutan

Perlengkapan

Dibayar dimuka (Transaksi Beban Deferal)
Dicatat sebagai “dibayar dimuka” penyesuaiannya:

Dicatat sebagai “beban” penyesuaiannya (pe
jurnal balik):

(D) Beban apa …………………………………Rp..terpakai

(D) Apa dibayar dimuka ……………………Rp..belum

(K)

(K)

Apa dibayar dimuka

Beban apa

Diterima dimuka (Transaksi Pendapatan Deferal)
Dicatat sebagai “diterima dimuka” penyesuaiannya:

Dicatat “pendapatan” penyesuaiannya (perlu
balik):

(D) Apa diterima dimuka ……………………Rp..sudah jadi hak

(D) Pendapatan apa ………………………..Rp..belum j

(K)

(K)

Pendapatan apa

Apa diterima dimuka

Masih harus dibayar atau Masih harus diterima (Transaksi Beban/Pendapatan Akrual yang belum
dicatat jurnal umum)
Masih harus dibayar/utang beban

Masih harus diterima/piutang pendapatan:

(D) Beban apa …………………………………Rp..belum bayar

(D) Apa masih harus diterima …………….Rp..belum te

(K)

(K)

Apa masih harus dibayar

TEORI AKUNTANSI

Pendapatan apa

1.
2.

3.
4.
5.

6.

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.

Sebelum ada akuntansi, sistem pencatatan transaksi menggunakan “TATA BUKU” yang hanya satu sisi (bukan
debit-kredit).
Akuntansi, sistem pencatatan/pembukuan berpasangan (debit-kredit) yang dicetuskan oleh LUCA
PACIOLI dalam bukunya “Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Propotionalita” dalam
bab “Tractatus de Computies et Scriptoris”.
Akuntansi di Indonesia menerapkan “Sistem Anglo Saxon” dari Amerika Serikat.
Akuntansi berasal dari kata “to account” yang berarti “memperhitungkan”. Sedangkan “account” berarti
“perkiraan/akun”.
Akuntansi menurut AAA (American Accounting Association) = proses mengidentifikasi, mengukur, dan
melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi
pihak pemakai informasi.
Akuntansi menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountants) = proses pencatatan,
penggolongan, peringkasan transaksi kejadian yang tepat dalam bentuk satuan uang dan penafsiran hasil proses
tersebut.
Akuntansi menurut Niswonger, Fess, dan Warren = proses mengenali, mengukur, dan mengomunikasikan
informasi ekonomi untuk memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat oleh pemakai yang bersangkutan.
Proses akuntansi = pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penutupan.
Proses pencatatan = bukti transaksi dan jurnal umum/khusus (pembelian, penjualan, penerimaan kas,
pengeluaran kas).
Proses penggolongan = buku besar umum dan buku besar pembantu (piutang, persediaan, dan utang).
Proses peringkasan = neraca saldo dan neraca lajur (kertas kerja berkolom-kolom untuk mengikhtisarkan laba
rugi).
Proses pelaporan = laporan keuangan: laba rugi, perubahan modal/laba ditahan, neraca/posisi keuangan, arus
kas, dan catatan.
Proses penutupan = jurnal penutup dan neraca saldo penutup, untuk awal periode berikutnya yaitu jurnal
pembalik jika perlu.
Bidang akuntansi = keuangan, manajemen, biaya, anggaran, pemeriksaan, pemerintahan, sistem informasi
akuntansi.
Profesi akuntansi = akuntan publik (auditor), akuntan internal (karyawan), akuntan pemerintah, dan akuntan
pendidik.
Pemakai informasi akuntansi = manajemen, pemilik perusahaan, investor/pemodal, karyawan, kreditur,
pemerintah, masyarakat.
Konsep kesatuan usaha = perusahaan merupakan kesatuan ekonomi yang terpisah dari kepentingan pemilik
perusahaan.
Konsep harga perolehan = Setiap transaksi pembelian satu barang harus dicatat sebesar harga perolehan
tersebut.
Konsep kesinambungan = kegiatan usaha perusahaan secara berkesinambungan atau terus-menerus.
Konsep pengukuran dengan uang = seluruh informasi utama dalam laporan keuangan itu diukur dengan
satuan ukur uang.
Konsep periode = Kegiatan perusahaan dipisahkan dalam periode-periode, bulanan, triwulan, semester, dan
tahunan.
Transaksi = kegiatan ekonomi yang mempengaruhi posisi keuangan dalam suatu usaha.
Kewajiban suatu perusahaan melaksanakan pembukuan/akuntansi di Indonesia diatur dalam Kitab UndangUndang Hukum Dagang Pasal 6, UU No. 6 Tahun 1983 Pasal 28 dan UU Pajak Tahun 2000 Pasal 28 Ayat 1–12.
GAAP = General Accepted Accounting Principle
IAS = International Accounting Standards
IFRS = International Financial Reporting Standards
IFAC = International Financial of Accountants
IASB = International Accounting Standards Board
PABU = Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum
SAK = Standar Akuntansi Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia ada 4 = PSAK-IFRS, SAK ETAP, SAK Syariah, dan
SAP.
PSAK = Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
SAK ETAP = Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
SAP = Standar Akuntansi Pemerintahan

35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.

LKPP = Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
LKPD = Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
IAI = Ikatan Akuntan Indonesia
Perusahaan jasa = perusahaan yang usahanya/operasionalnya memberikan pelayanan jasa/ menjual produk
jasa.
Perusahaan dagang = perusahaan yang usahanya membeli barang dan menjual kembali tanpa mengubah
bentuk barang.
Perusahaan manufaktur/pabrik/industri = perusahaan yang membuat/memproduksi barang untuk dijual.
Koperasi = usaha yang pengelolaan/manajemennya menerapkan azaz kekeluargaan, bidang usahanya
bermacam-macam.
Perseoran terbatas (PT) = perusahaan yang sumber dana/modal diperoleh dari saham/investor.
Perusahaan perorangan = perusahaan yang sumber dana/modal diperoleh dari satu orang sebagai pemilik
usaha.
Firma/CV = perusahaan yang sumber dana/modal diperoleh dari beberapa orang pemilik (patungan/sekutu).
Jurnal khusus = Jurnal Pembelian, Jurnal Penjualan, Jurnal Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran Kas, Jurnal
Kas Kecil.
Buku besar pembantu = kartu piutang, kartu persediaan, dan kartu utang.
Sistem periodik/fisik = pencatatan persediaan dilakukan pada akhir periode, tidak memerlukan kartu
persediaan.
Sistem perpetual = pencatatan persediaan dilakukan setiap terjadi pembelian dan penjualan, dibuat dalam
kartu persediaan.
Harta = kekayaan yang dimiliki perusahaan, berwujud dan tidak berwujud, dinilai dengan uang, digunakan
operasional usaha.
Harta/aset/aktiva lancar = harta yang diharapkan dapat diuangkan (likuidtias) kurang dari 1 tahun/periode
akuntansi.
Harta tetap = harta yang umur ekonomisnya lebih 1 tahun, memiliki nilai sisa, digunakan untuk operasional,
tidak dijual kembali.
Harta tetap tidak berwujud = harta tetap yang tidak berupa benda namun memiliki nilai dan umur
ekonomisnya dapat diperpanjang, contohnya: goodwill, hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang.
Utang = kewajiban/keharusan membayar kepada pihak lain (kreditur) yang disebabkan pembelian kredit atau
pinjaman uang.
Utang lancar = kewajiban membayar dalam jangka pendek/kurang dari 1 tahun.
Utang jangka panjang = kewajiban membayar lebih dari 1 tahun dan bernilai lebih besar, contoh: Utang
Hipotek/Bank, Obligasi.
Modal = hak kepemilikan atas harta perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (harta setelah dikurangi
utang).

https://abdrah.wordpress.com/2015/10/10/ringkasan-akuntansi/

Judul: Ringkasan Akuntansi

Oleh: Sri Aulya


Ikuti kami