Prinsip Akuntansi

Oleh Irvan Ferianto

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Prinsip Akuntansi

Prinsip Akuntansi
Untuk memudahkan dalam pemahaman suatu konsep dasar akuntansi yang baik maka
disusunlah prinsip akuntansi yang menjadi patokan dalam mempelajari ilmu ini. Prinsip
akuntansi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan akuntansi secara
keseluruhan baik itu metode, prosedur, serta ketentuan yang mengandung teori atau pun
secara praktis. Penggunaan prinsip akuntansi sangat penting agar terdapat keseragaman
dalam hal, cara, metode, prosedur tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan dan
mudah dipahami oleh semua orang.
Prinsip-prinsip akuntansi tersebut antara lain:
1. Prinsip Harga Perolehan
Prinsip harga perolehan merupakan prinsip akuntansi yang menekankan pada aspek
utang, aktiva, modal, dan penghasilan serta biaya dibukukan sebagai harga perolehan yang
disepakati oleh pihak pihak yang bertransaksi.
2. Prinsip Realisasi Penghasilan
Prinsip akuntansi realisasi penghasilan merupakan prinsip yang mempelajari
pengukuran, pengertian, dan pengakuan terhadap penghasilan. Penghasilan dalam akuntansi
adalah penurunan hutang dan kenaikan pendapatan dari penjualan atau jasa selama periode
tertentu. Metode yang digunakan berkaitan dengan pengakuan penghasilan. Pertama, pada
saat penjualan barang dan jasa. Kedua, sebelum penjualan (sudah ada kontrak/perjanjian
tertentu dengan pihak lain yang sudah ada kepastian mengenai jumlah dan harganya). Ketiga,
pengakuan penghasilan pada saat penerimaan kas (untuk transaksi yang beresiko terjadinya
piutang yang tidak tertagih).
3. Prinsip Objektif
Prinsip ini bermaksud untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan harus
berdasarkan pada data akuntansi yang didukung oleh bukti transaksi yang bersifat real dan
objektif.
4. Prinsip Pengungkapan Penuh (Disclosure)
Prinsip ini bermaksud untuk memastikan laporan keuangan yang disusun hendaknya
dapat menghasilkan dan memberikan semua informasi, baik yang bersifat kualitatif maupun
kuantitatif yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan bagi pihak pihak yang
berkepentingan.
5. Prinsip Konsistensi
Prinsip ini menghendaki laporan keuangan harus mempunyai daya banding. Daya
banding akan ditentukan oleh konsistensi penggunaan teori, metode, dasar, pedoman, dan
praktik akuntansi yang sama dengan yang diterapkan tahun sebelumnya.
.

Konsep Dasar Akuntansi
Konsep akuntansi adalah berbagai konsep yang telah dijadikan rujukan dan dijadikan
sebagai standarisasi dalam menyampaikan sebuah konsep keuangan yang rapi dan mudah
dipahami.
1. Konsep Entitas
Konsep akuntansi yang paling penting adalah konsep entitas, konsep entitas bertujuan
agar transaksi perusahaan tidak boleh digabung dengan transaksi pribadi atau transaksi
lainnya. Contoh konsep entitas ini adalah pendapatan suatu perusahaan tidak boleh digabung
dengan pendapat pribadi atau pendapatan anak usahanya.
2. Konsep Beban Historis
Konsep akuntansi ini lebih populer dikenal sebagai historical cost principle. Pada
konsep ini penilaian detil keuangan didasarkan pada beban yang telah terjadi dan tercatat
dalam sistem pencatatan keuangan tersebut.
3. Periode Akuntansi
Diperlukan konsep periode ini adalah untuk mengetahui atau gambaran yang tepat
mengenai kinerja perusahaan yang diperoleh saat perusahaan tersebut mencairkan hartanya
menjadi kas. Alasan pertama adalah agar para pihak yang mengambil keputusan dapat
mengevaluasi kinerja perusahaan dan melihat kondisi serta kebijakan yang akan diambil.
Alasan kedua untuk menerapkan konsep periode akuntansi ini adalah untuk
kepentingan perencanaan perusahaan. Setiap periode diperlukan laporan keuangan yang tepat
dan benar serta pencatatan transaksi yang detil untuk perencanaan budget, atau strategi
kedepannya.
4. Konsep Kesinambungan
Konsep kesinambungan dalam ilmu akuntansi menyatakan bahwa suatu entitas akan
terus melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat diramalkan di masa yang akan datang.
Untuk itu diperlukan laporan keuangan secara periodik untuk mengukur tingkat keuangan
dan kemajuan usaha tersebut.
5. Konsep Satuan Moneter Stabil
Konsep ini bertujuan sebagai dasar untuk mengabaikan adanya efek dari inflasi di
dalam laporan akuntansi. Sehingga kita dapat menambahkan atau melihat lebih detil nilai
rupiah tersebut sehingga memiliki daya beli yang sama.

Judul: Prinsip Akuntansi

Oleh: Irvan Ferianto


Ikuti kami