Ppt Akuntansi Syariah 4 Sejarah Akuntansi

Oleh Hurriyah Hurriyah

902,1 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ppt Akuntansi Syariah 4 Sejarah Akuntansi

AKUNTANSI SYARIAH Pokok pembahasan : 1. perkembangan awal akuntansi 2. sejarah akuntansi 3. perkembangan akuntansi syariah 4. sekilas prosedur dan istilah yang digunakan 5. hubungan antara akuntansi modern dan akuntansi syariah DOSENPENGAMPU : WIRMIE EKA PUTRA, S.E.,M.Si. OLEH : Nama : HURRIYAH Nim : RRC1C017012 Jurusan : Akuntansi Perkembangan Awal Ilmu Akuntansi Perkembangan Awal Akuntansi Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Pada awalnya akuntansi merupakan bagian ilmu pasti, yaitu bagian dari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah hukum alam dan perhitungan yang bersifaf memiliki kebenaran absolut. Perubahan ilmu akuntansi dari bagian ilmu pasti menjadi ilmu social lebih di sebabkab oleh faktor- faktor perubahan dalam masyarakat yang semula dianggap sebagai sesuatu yang konstan , misalnya transaksi usaha yang di pengaruhi oleh budaya dan tradisi serta kebiasaan dalam masyrakat. Mempelajari sejarah akuntansi membedakan antara tiga hal, yaitu: kita harus dapat 1. Sejarah lahirnya akuntansi itu dalam kehidupan manusia 2. Sistem pencatatan akuntansi itu sendiri sebagai pencatatan transaksi dengan sistem pembukuan yang sekarang dikenal dengan sistem pencatatan berpasangan 3. Sejarah perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri, sejak ia merupakan satubidang ilmu akuntansi umum kemudian berkembang menjadi berbagai sub bidang yang sudah dikenal saat ini seperti Akuntansi Manajemen, Akuntansi Keperilakuan, Akuntansi Sumberdaya Manusia dan sebagainya. Sejarah akuntansi Akuntansi merupakan salah satu bentuk profesi tertua. Dari sejak jaman pra sejarah, setiap keluarga memiliki perhitungan tersendiri untuk mencatat makanan dan pakaian yang harus mereka persiapkan dan mereka gunakan pada saat musim dingin. Ketika masyarakat mulai mengenal adanya “perdagangan”, maka pada saat yang sama mereka telah mengenal konsep nilai (value) dan mulai mengenal sistem moneter (monetary system). Bukti tentang pencatatan (book keeping) tersebut dapat ditemukan dari mulai kerajaan Babylonia (4500 SM), Firaun Mesir dan kode-kode Hammurabi (2250 SM), sebagaimana ditemukan adanya kepingan pencatatan akuntansi di Ebla, Syria Utara. Walaupun akuntansi telah dimulai dari zaman prasejarah, saat ini kita hanya mengenal Luca Pacioli sebagai Bapak Akuntansi Modern. Pacioli, seorang ilmuwan dan pengajar di beberapa universitas yang lahir di Tuscany Italia pada tahun 1445, merupakan orang yang dianggap menemukan persamaan akuntansi untuk pertama kali pada tahun 1494 Perkembangan Akuntansi Syari’ah Akuntansi di dapatAkuntansi pertama kali dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960an, sementara akuntansi konvensional yang kita pahami dari berbagai literature menyebutkan bahwa akuntansi pertama kali berkembang di Italia dan dikembangkan oleh Lucas Pacioli (1494). Pemahaman ini sudah mendarah daging pada masyarakat akuntan kita. Olehnya itu, ketika banyak ahli yang mengemukakan pendapat bahwa akuntansi sebenarnya telah berkembang jauh sebelumnya dan di mulai di arab, akan sulit diterima oleh masyarakat akuntan. Alur pembahasan mengenai proses perkembangan akuntansi syariah di Indonesia, kan dari berbagai referensi. Perkembangan akuntansi syariah beberapa tahun terakhir sangat meningkat, ini di tandai dengan seringnya kita menemukan seminar, workshop, diskusi dan berbagai pelatihan yang membahas berbagai kegiatan ekonomi dan akuntansi Islam, mulai dari perbankan, asuransi, pegadaian, sampai pada bidang pendidikan semua berlabel syariah Namun dokumen tertulis yang menyiratkan dan mencerminkan proses perjuangan perkembangan akuntansi syariah masih sangat terbatas jumlahnya. Demikian pula dengan sejarah perkembangan akuntansi syariah di Indonesia. Kekurang tertarikan banyak orang terkait masalah ini, baik sebagai bagian dari kehidupan penelitian maupun sebagai sebuah ilmu pengetahuan menjadikan sejarah akuntansi syariah masih sangat minim di temukan. Munculnya akuntansi Syariah ini didorong oleh berbagai hal seperti (Sofyan Safri Harahap, 2004): 1. Meningkatnya religiousity masyarakat 2. Meningkatnya tuntutan kepada etika dan tanggung jawab sosial yang selama ini tampak diabaikan oleh Akuntansi Konvensional. 3. Semakin lambannya akuntansi konvensional mengantisipasi tuntutan masya- rakat khususnya mengenai penekanan pada keadilan, kebenaran, dan kejujuran. 4. Kebangkitan umat islam khususnya kaum terpelajar yang merasakan kekurangan yang terdapat dalam kapitalisme Barat. 5. Kebangkitan Islam baru terasa setelah beberapa negara yang penduduknya beragama Islam, merdeka lima puluh tahun yang lalu seperti Mesir, Arab Saudi, India (Pakistan dan Bangladesh), Iran, Irak, Indonesia, Malaysia dan lain sebagainya. Negara ini tentu siap dengan pembangunan SDMnya dan lahirlah penduduk muslim yang terpelajar dan mendapatkan ilmu dari Barat. Dalam akulturasi ilmu ini maka pasti ada beberapa kontradiksi dan disinilah ia bersikap. Dan mulai merasakan perlunya digali keyakinan akan agamanya yang dianggapnya komprehensif. Sehingga dalam akuntansi lahirlah ilmu Akuntansi islam. 6.Perkembangan atau anatomi disiplin akuntansi itu sendiri. 7.Kebutuhan akan sistem akuntansi dalam lembaga bisnis syariah seperti Bank, Asuransi, pasar modal, trading, dan lain-lain 8. Kebutuhan yang semakin besar pada norma perhitungan zakat dengan menggunakan norma akuntansi yang sudah mapan sebagai dasar perhitungan 9.Kebutuhan akan pencatatan, pertanggungjawaban, dan pengawasan harta umat misalnya dalam Baitul Maal atau kekayaan milik umat Islam atau organisasinya. sekilas prosedur dan istilah yang digunakan Ada tujuh hal khusus dalam system akuntansi yang dijalankan oleh Negara islam sebagaimana dijelaskan oleh Al- khawariszmy dan Al-mazendarany (zaid, 1999) yaitu: 1. System akuntansi untuk kebutuhan hidup 2. System akuntansi untuk kontruksi merupakan system akuntansi untuk proyek pembangunan 3. System akuntansi untuk pertanian merupakan system yang berbasis non- moneter 4. System akuntansi gudang merupakan system untuk mencatat pembelian barang Negara yang mencatat sehingga hal ini menunjukan system pengendalian intern (intern control) 5. Sisitem akuntansi mmata uang, system ini telah dilakukan oleh Negara islam sebelum abad ke 14 M. system ini memberikan hak kepada pengelolanya untuk mengubah emas dan perak yang diterima pengelola menjadi koin sekaligus mendistribusikannya. 6. System akuntansi petrnakan merupakan system untuk mencatat seluruh binatang 7. System akuntansi perbendaraan merupakan system untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran harian Negara baik dalam nilai uang atau barang. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengendalian internal (internal control) penerapan prosedur audit (audit procedure) serta akuntansi berbasis pertanggung jawaban (responsibility accounting). Prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut (zaid; 1999) : 1. Transaksi harus dicatat setelah terjadi 2. Transaksi harus dikelompokan 3. Penerimaan akan dicatat di sisi sebelah kanan dan pengeluaran dicatat di sebalah kiri 4. Pembayaran harus dicatat dan diberikan penjelasan yang memadai di sebelah sisi kiri halaman 5. Pencatatan transaksi harus dilakukan dan dijelaskan secra hati-hati 6. Tidak diberikan jarak penulisan di sisi sebelah kiri, dan harus diberi garis penutup 7. Koreksi atas transaksi harus dilakukan dan dijelaskan secara hati-hati 8. Jika kun telah ditutup, maka akan diberi tanda tentang tersebut 9. Seluruh transaksi yang dicatat di buku jurnal (al jaridah) akan dipindahkan pada buku khusus berdasarkan pengelompokan transaksi 10. Orang yang melakukan pencatatan untuk pengelompokan berbeda dengan orang yang melakukan pencatatan harian 11. Saldo diperoleh dari selisig 12. Laporan harus disusun setiap bulan dan tahun 13. Pada setiap akhir tahun, laporan yang disampaikan oleh al kateb 14. Laporan tahunana yang disusun al kateb akan diperiksa dan di bandingkan dengan tahun sebelumnya dan akan di simpan di diwan hubungan antara akuntansi modern dan akuntansi syariah Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk sistem pencatatan pada zaman dinasti Abbasiah (750-1258 M) sudah sedemikian maju, sementara pada kurun waktu yang hampir bersamaan, eropa masih berada dalam periode The Dark Ages. Dari sini, kita dapat melihat hubungan antara Luca Paciolli dan Akuntansi Islam. Luca Paciolli sebagaimana adalah seorang ilmuan sekaligus juga seorang pengajar di beberapa universitas Italia. Untuk itu beliau telah banyak membaca banyak buku termasuk buku yang telah diterjemahkan. Hai ini dibuktikan bahwa sejak taun 1202 M, buku-buku para ilmuan muslim/arab telah banyak diterjemahkan ke negara eropa seperti yang dilakukan oleh Fibonacci of Pisa. Terimas kasih

Judul: Ppt Akuntansi Syariah 4 Sejarah Akuntansi

Oleh: Hurriyah Hurriyah

Ikuti kami