Pertemuan 4 Akuntansi Umkm Vs Emkm (seminar Akuntansi)

Oleh Ixpi Ixpi

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Pertemuan 4 Akuntansi Umkm Vs Emkm (seminar Akuntansi)

UMKM
V.S
EMKM
Sophia H. _ 3115011
Paujiah R. _ 3115028
Febrianti R.N _ 3115036

UMKM
UMKM adalah “Perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang
atau dimiliki oleh sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu.” yang saat ini mendapat perhatian dan keistimewaan yang
diamanatkan oleh Undang-undang, antara lain
 Bantuan kredit usaha dengan bunga rendah
 Kemudahan persyaratan izin usaha
 Bantuan pengembangan usaha dari lembaga pemerintah

Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro,
Kecil dan Menengah
Tujuan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bertujuan menumbuhkan dan
mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian
nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yg berkeadilan.

Perkembangan Usaha Besar dan UMKM Tahun 2011 – 2012

Sumber: Kementerian Koperasi dan UMKM, 2014

Kriteria UMKM
pasal 6,

1. Usaha Mikro
Kriteria,
• Aset maksimal 50 juta (tidak dengan tanah dan bangunan tempat usaha)
• Omzet tidak lebih dari 300 juta.
2. Usaha Kecil
Kriteria,
• Aset 50 juta-500 juta (tidak dengan tanah dan bangunan tempat usaha)
• Omzet 300 juta – 2,5 milyar.
3. Usaha Menengah
Kriteria,

Aset 500 juta-10 miliar (tidak dengan tanah dan bangunan tempat usaha)
• Omzet 2,5 milyar–50 milyar.

Contoh Sektor UMKM

1. Perdagangan
• Umum
• Distributor
2. Industri pengolahan
• Jasa industri (semen, obat-obatan, kertas, dan pupuk)
• Pekerjaan perakitan

3. Pertanian (sayuran, buah-buahan, tanaman hias)
4. Perkebunan (Sawit, Karet, Kakao, Jarak Pagar, Tebu, Kapas, Kopi, Cengkeh, Jambu Mete, Lada dan Teh)
5. Peternakan (domba, kambing, babi, kelinci, ayam, itik, lebah madu, dll)
6. Perikanan
7. Jasa (Training, layanan internet, pengiriman barang)

Kelebihan UMKM
01

Wadah untuk penciptaan wirausaha baru.

02

Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

03

Kecepatan Inovasi.

04

Proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

05

Ketergantungan pada komponen impor yang minimal.

SAK EMKM
Kegunaan SAK?








Untuk keseragaman laporan keuangan
Memudahkan penyusun laporan keuangan
karena ada pedoman baku sehingga
meminimalkan bias dari penyusun
Memudahkan auditor
Memudahkan pembaca laporan keuangan
untuk menginterpretasikan dan
membandingkan laporan keuangan entitas
yang berbeda.
Pengguna laporan keuangan banyak pihak
sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan
kepada masing-masing pengguna

5 Pilar Standar Akuntansi yang
Berlaku di Indonesia

Ruang Lingkup SAK EMKM

Latar Belakang SAK EMKM

Pengecualian Ruang Lingkup

Pentingnya Laporan Keuangan &
Pencatatan Keuangan untuk UMKM
Jenis Laporan Keuangan

Fungsi Pencatatan Keuangan











Laporan LR
Laporan perubahan modal
Laporan neraca
Laporan arus kas
Laporan buku besar

Mengetahui Secara Detail Perkembangan Usaha
Mengetahui Kondisi Keuangan Bisnis
Sumber Pengambil Keputusan

Penyebab tidak terselenggarakannya praktik akuntansi secara
optimal dan tidak termanfaatkannya informasi akuntansi pada
UMKM
Persepsi terhadap urgensi keberadaan
informasi akuntansi bagi UMKM
Pengetahuan Akuntansi Pemilik/Staf
UMKM
Pertimbangan Biaya-Manfaat (cost-effectivenes) bagi UMKM
Ukuran UMKM

Beberapa pokok perubahan penting dalam peraturan baru
Pengenaan PPh
Final hanya berlaku
dalam jangka waktu
tertentu, yaitu
paling lama :
• 7 Tahun Pajak bagi
Wajib Pajak orang
pribadi
• 4 Tahun Pajak bagi
Wajib Pajak badan
berbentuk koperasi, persekutuan
koman- diter atau
firma
• 3 Tahun Pajak bagi
Wajib Pajak badan
berbentuk perseroan terbatas
(sebelumya jangka
waktu tidak dibatasi)

Tarif PPh Final 0,5 %
Sebelumnya 1%

Wajib Pajak dapat
memilih untuk
tidak dikenai PPh
Final
tetapi dikenai
Pajak Penghasilan
dengan tarif
umum dalam
UU PPh
(sebelumnya tidak
ada pilihan)

Wajib Pajak badan
berbentuk
persekutuan
Komanditer/firma
yang dibentuk
oleh beberapa
Wajib Pajak orang
pribadi yang
memiliki keahlian
khusus menyerahkan jasa sejenis
dengan jasa
Sehubungan
dengan pekerjaan
bebas tidak dapat
menggunakan
ketentuan baru ini
(sebelumnya tidak
diatur)

Mekanisme
pelunasan PPh Final
dilakukan dengan:
• Disetor sendiri oleh
Wajib Pajak yang
memiliki peredaran
bruto tertentu
• Dipotong atau dipungut oleh Pemotong atau Pemungut Pajak dalam hal
Wajib Pajak bersangkutan melakukan transaksi
dengan pihak yang
ditunjuk sebagai
Pemotong atau
Pemungut Pajak.
(sebelumnya mekanisme pelunasan hanya
disetor sendiri oleh
Wajib Pajak)

Faktor yang membuat UMKM dapat bertahan dalam kondisi ekonomi krisis
1. UMKM menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehingga
pendapatan masyarakat yang menurun ketika krisis tidak akan berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan

2. UMKM umumnya memanfaatkan sumber daya lokal dan tidak mengandalkan barang impor, baik untuk sumber daya manusia, modal, bahan baku, maupun peralatan sehingga menyebabkan UMKM
hanya
sedikit terpengaruh tidak stabilnya nilai tukar rupiah saat kondisi krisis

3. Modal bisnis UMKM tidak berasal dari pinjaman perbankan. Sehubungan dengan itu, di saat sektor
perbankan terpuruk, krisis, atau suku bunga perbankan tinggi, usaha UMKM tidak terlalu terpengaruh.

Penyajian Laporan Keuangan EMKM

Laporan Laba / Rugi (Income Statement)

Laporan Posisi Keuangan
(Statement of Financial
Position)

Catatan Laporan
Keuangan

THANKS

Judul: Pertemuan 4 Akuntansi Umkm Vs Emkm (seminar Akuntansi)

Oleh: Ixpi Ixpi


Ikuti kami