Persamaan Akuntansi Basis Akuntansi Kebijakan Akuntansi Pemda

Oleh Intan Pratiwi

100 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Persamaan Akuntansi Basis Akuntansi Kebijakan Akuntansi Pemda

Resume BAB 4

PERSAMAAN AKUNTANSI, BASIS AKUNTANSI DAN KEBIJAKAN
AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH
Pendahuluan
Banyak pihak yang menjadi pemangku kepentingan pemda bukanlah orang yang
berlatar belakang pendidikan akuntansi, padahal mereka berkepentingan terhadap
laporan keuangan pemerintah. Namun hal tersebut bukanlah halangan untuk bisa
memahami laporan keuangan pemerintah daerah yang merupakan produk di bidang
akuntansi. Untuk bisa memahami laporan keuangan pemerintah perlu diketahui
proses pelaporan dan logika akuntansi.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan, dinyatakan bahwa terdapat beberapa kelompok utama pengguna
laporan keuangan pemerintah, namun tidak terbatas pada:





Masyarakat;
Para wakil rakyat, lembaga pengawas, dan lembaga pemeriksa;
Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan
pinjaman;
Pemerintah.

Persamaan dasar Akuntansi Pemerintahan
Ditinjau dari tingkat kepentingannya, laporan keuangan pemerintah terdiri dari
LAporan keuangan Primer, Sekunder dan Tersier, terlihat dari table dibawah ini:

Pertanyaan yang sering muncul, mengapa terjadi pemisahan antara Laporan
Neraca, Laporan Operasional dan laporan realisasi Anggaran?
1

Pemisahan ini untuk membedakan antara laporan riil dan nominal.
Laporan riil
: laporan keuangan yang menggambarkan
organisasi yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu.

kondisi

Laporan neraca adalah laporan riil karena melaporkan kondisi sesuai
dengan kenyataannya pada tanggal tertent misalnya 31 des 200x.
Posisi keuangan itu meliputi keadaan asset, ekuitas dana dan utang
Laporan nominal : Aktivitas operasi selama periode tertentu.
.

Laporan operasional dan laporan realisasi anggaran tergolong laporan
nominal yang melaporkan kondisi aktivitas operasi organisasi selama
satu periode atau satu tahun.
Aktivitas operasi tsb meliputi informasi tentang:




pendapatan yang diterima dan belanja yang dikeluarkan selama
1 periode
surplus/deficit yang terjadi
pemanfaatan surplus dan penutupan deficit bila terjadi.

Jadi, analoginya Laporan operasional dan laporan realisasi anggaran adalah laporan
laba/rugi pada organisasi bisnis. Simple kan?
Persamaan dasar akuntansi sebagai landasan dasar penyajian akuntansi dibedakan
untuk persamaan neraca, dengan persamaan operasional dan realisasi anggaran.

Persamaan Akuntansi Neraca
Sebuah neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai
aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.
Aset = Kewajiban + Ekuitas
Neraca dapat ditampilkan dalam format T-account (scontro) atau I-coloum (staffel)
sebagai berikut:

2

Penjelasan:



Aset adalah sumberdaya yang dimiliki suatu entitas.
Kewajiban dan Ekuitas adalah hak atau klaim terhadap sumberdaya
tersebut.

Klaim terhadap aset tersebut dari yang berutang (kreditur) disebut dengan
kewajiban. Klaim dari pemilik disebut sebagai ekuitas.

Persamaan Akuntansi Anggaran (LRA)
Struktur APBD terdiri atas 3 komponen:
1. Pendapatan
2. Belanja
3. Pembiayaan
APabila seluruh pendapatan yang diperoleh selama periode akuntansi lebih besar
dari seluruh belanja yang dikeluarkan maka keuangan pemda akan mengalami
surplus.
Dan sebaliknya disebut defisit anggaran. Surplus atau deficit anggaran bukan hasil
final atau bottom line dari sebuah laporan realisasi anggaran. Berbeda dengan
organisasi bisnis dimana Laba atau rugi adalah tujuan akhirnya.
KOmponen pembiayaan dalam LRA diklasifikasikan menjadi 2:
3

pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran.
Bila terjadi surplus, maka diperhitungkan dalam pembiayaan pengeluaran dan
defisit diperhitungkan dalam perhitungan pembiayaan penerimaan.
Jadi, meskipun deficit, pemda bukanlah mengalami kebangkrutan karena masih
menerima sumber untuk menutup deficit dari pembiayaan penerimaan.

Surplus atau deficit dalam APBD ditutup oleh Pos pembiayaan.
4

Jika terjadi Surplus (pendapatan > belanja) dialokasikan k epos pembiayaan berupa
pengeluaran daerah.
Jika terjadi Defisit (pendapatan < belanja) ditutup oleh pembiayaan berupa
penerimaan daerah.
Sedangkan SiLPA (sisa lebih pembiayaan anggaran), merupakan selisih lebih
dari total penerimaan daerah dikurangi dengan total pengeluaran daerah yang sudah
memperhitungkan unsur penerimaan dan pengeluaran dari pos pembiayaan.
SiKPA (Sisa kurang pembiayaan anggaran) yaitu total pengeluaran daerah lebih
besar dari total penerimaan daerah.
SiLPA merupakan surplus/deficit ditambah dengan pembiayaan neto, yang
selanjutnya akan dimasukkan ke rekening neraca yang akan menambah ekuitas
dana lancar.
Persamaan Akuntansi dalam Laporan Operasional (LO)
Ada kemiripan antara laporan operasional dengan laporan realisasi anggaran.
bedanya pada laporan operasional hanya beban operasional yang dilaporkan
sedangkan dalam laporan realisasi anggaran, dilaporkan baik beban operasional
maupun belanja modal.
Laporan operasional dan laporan realisasi anggaran juga memberikan informasi
surplus dan deficit. Bedanya, surplus/deficit pada laporan operasional adalah
penjumlahan selisish lebih/kurang antara surplus/deficit kegiatan operasional, non
operasional dan kejadian luar biasa.
Saldo surplus/ Defisit LO pada akhir periode pelaporan dipindahkan ke laporan
perubahan ekuitas.
Persamaan dasar akuntansi LO :
PENDAPATAN LO – BEBAN OPERASIONAL = SURPLUS/DEFISIT LO
Format dasar laporan operasional sbb:

5

6

7

8

Rekonsiliasi Neraca dan Laporan Operasional (LO)
Pada akhir periode akuntansi akan terdapat pertemuan antara laporan rekening Real
(neraca dan laporan operasional) dan rekening nominal.
Rekonsiliasi antara laporan neraca dengan laporan operasional terkait dengan
perhitungan surplus/deficit LO dari laporan operasional ke dalam ekuitas di neraca.
Surplus/Defisit LO diperoleh setelah mengurangkan pendapatan dengan beban
operasional selama satu periode.
Setiap pendapatan yang diperoleh oleh PEMDA pada dasarnya akan menambah
ekuitas, sebaliknya setiap beban operasional yang dikeluarkan akan mengurangi

9

ekuitas. Surplus LO akan menambah ekuitas. DEFISIT LO akan mengurangi
ekuitas.
Secara matematis:
ASET = UTANG + EKUITAS

pada awal periode

ASET = UTANG + EKUITAS + SURPLUS/DEFISIT LO
ASET AKHIR PERIODE = UTANG + EKUITAS + (PENDAPATAN LO – BEBAN)
EKUITAS AKHIR = EKUITAS AWAL + SURPLUS/DEFISIT LO
Pengaruh laporan operasional terhadap neraca akhir digambarkan sbb:

Sistem Pembukuan Akuntansi
Terdapat dua system pembukuan akuntansi yaitu:
1. Sistem pembukuan tunggal (single entry)
Setiap transaksi akuntansi dicatat hanya sekali saja. sistem ini memiliki
kelemahan, antara lain kurang lengkap unuk pelaporan karena hanya dapat
melaporkan saldo kas, dan tidak dapat melaporkan utang, piutang, dan
ekuitas. Juga sulit untuk melakukan kontrol transaksi, PEMDA tidak dapat
melaporkan kekayaan dalam bentuk neraca secara komprehensif.
2. System pembukuan berpasangan (double entry)
10

Setiap transaksi akuntansi dicatat dua kali. Jika setiap transaksi dicatat
dengan jumlah debit dan kredit yang sama, maka jumlah seluruh debit pada
akun harus sama dengan jumlah seluruh kreditnya. Sistem ini menjadi satu
cara untuk membuktikan keakuratan jumlah yang dicatat.
Contoh 1 : pembelian aset
Tanggal 10 Jan 20xx terjadi transaksi pembelian mobil dinas PEMDA sebanyak 10
unit dengan harga per unit Rp 150.000.000 secara tunai.
single entry:
Buku Kas Umum

Tanggal
Keterangan
1-Jan
saldo awal kas
10-Jan Pembelian mobil dinas 10 unit

Pemasukan

Pengeluaran
1,500,000,000.00

Saldo
2,000,000,000.00
500,000,000.00

double entry:
Buku Jurnal

Tanggal Kode Rekening
10-Jan

Nama rekening
Aset tetap - kendaraan dinas
Kas

Debit
Kredit
1,500,000,000.00
1,500,000,000.00

Contoh 2:
Tanggal 20 maret PEMDA memperoleh pinjaman dari pemerintah pusat sebesar Rp
10.000.000.000. Dana tersebut bersifat jk panjang yang diperuntukkan untuk
membiayai proyek perbaikan gedung sekolah. Jk waktu pengembalian adalah 2
tahun.
single entry:
BUKU KAS UMUM

Tanggal
Keterangan
1-Jan
saldo awal kas
10-Jan Pembelian mobil dinas 10 unit
20-Mar
Penerimaan Pinjaman

Pemasukan

Pengeluaran
1,500,000,000.00

10,000,000,000.00

Saldo
2,000,000,000.00
500,000,000.00
10,500,000,000.00

double entry:
Buku Jurnal

11

Tanggal Kode Rekening
10-Jan
20-Mar

Nama rekening
Aset tetap - kendaraan dinas
Kas
Kas
Utang jk panjang
Jumlah

Debit
Kredit
1,500,000,000.00
1,500,000,000.00
10,000,000,000.00
10,000,000,000.00
11,500,000,000.00
11,500,000,000.00

Manfaat Pengunaan system pembukuan berpasangan:





Laporan keuangan yang dihasilkan lebih mudah untuk dilakukan audit
(auditable)
Pelacakan anatara bukti transaksi, catatan, dan keberadaan kekayaan, utang
dan ekuitas organisasi lebih mudah dilakukan (traceable).
Pengukuran kinerja dapat dilakukan secara lebih komprehensif
Keadaan asset dan utang piutang dapat diketahui lebih akurat.

Basis pencatatan Akuntansi
Basis Akuntansi merupakan dasar akuntansi yang menetapkan kapan suatu
transaksi diakui atau dicatat. Jika suatu transaksi belum diakui berarti tidak dicatat
dalam system akuntansi maka transaksi itu tidak muncul dalam laporan keuangan.
Begitupun sebaliknya.
Terdapat 4 basis pencatatan akuntansi, dimana perbedaannya terletak pada waktu
pengakuan dan pengukuran suatu transaksi. Keempatnya merupakan pendekatan
yang bersifat continuum dari basis kas sampai basis akrual. Pemilihan basis
akuntansi bergantung pada tujuan pelaporan yang akan dipenuhi. Masing-masing
basis akuntansi memiliki kelebihan dan kekurangan, basis akrual dianggap lebih baik
dari basis akuntansi yang lain. :


Akuntansi basis kas
Cash basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi
dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas. Pada
cash basis, pendapatan dicatat pada saat menerima kas, sedangkan biaya
dicatat pada saat mengeluarkan kas. Sebagai contoh, pada metode cash
basis ini, pendapatan belum dicatat meskipun barang atau jasa sudah
diberikan kepada customer atau pelanggan. Pendapatan baru akan dicatat
pada saat pembeli atau pelanggan membayar sejumlah uang atau kas
kepada pembeli. Kelemahan mendasar, basis kas menghasilkan laporan
keuangan yang kurang komprehensif utnuk pengambilan keputusan, serta
tidak menggambarkan organisasi secara baik.



Akuntansi basis kas modifikasi
Basis akuntansi ini pada dasarnya sama dengan akuntansi berbasis kas,
perbedaanya dalam basis ini pembukuan untuk periode tahun berjalan masih
ditambah dengan waktu atau periode tertentu (specific period) misalnya 1
atau 2 bulan setelah periode berjalan (“leaves the books open”). Penerimaan
12



dan pengeluaran kas yang terjadi selama periode tertentu tetapi diakibatkan
oleh periode pelaporan sebelumnya akan diakui sebagai penerimaan dan
pengeluaran atas periode pelaporan yang lalu (periode sebelumnya). Arus
kas pada awal periode pelaporan yang diperhitungkan dalam periode
pelaporan tahun lalu dikurangkan dari periode pelaporan berjalan.
Akuntansi basis akrual modifikasi
Basis akuntansi yang mencatat transaksi dengan menggunkan basis kas
untuk transaksi-transaksi tertentu dan menggunakan basis akrual untuk
sebagian besar transaksi. Pembatasan penggunaan dasar akrual dilandasi
oleh pertimbangan kepraktisan.



Cash Toward Accrual (Kas Menuju Akrual)
Cash toward Accrual atau disebut juga semi akrual, dimana laporan
keuangan menerapkan basis kas untuk pos-pos Laporan Realisasi Anggaran
dan Basis Akrual untuk pos-pos Neraca. Secara sederhana Basis kas dapat
diartikan
pencatatan
transaksi
ketika
kas/uang
benar-benar
diterima/dikeluarkan oleh suatu entitas, sedangkan basis akrual adalah
pencatatan transaksi ketika transaksi itu terjadi walaupun kas/uang belum
diterima/dikeluarkan secara nyata.



Akuntansi basis akrual
Accrual basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi
dicatat pada saat terjadi walaupun kas belum diterima atau dikeluarkan. Pada
Accrual basis , pendapatan akan dicatat pada saat terjadi penjualan meskipun
kas belum diterima. Sama halnya dengan biaya, akan tetap dicatat pada saat
biaya tersebut dipakai atau digunakan walaupun belum mengeluarkan kas.
Organisasi akan mengakui utang, piutang dan asset.
Pengaplikasian akrual basis pada sector public berbeda dengan bisnis:









Pada sector public, basis akrual untuk menentukan cost of service dan
charging of service, yaitu mengetahui besarnya biaya yang dibutuhkan untuk
pelayanan public.
Basis akrual pada sector public dimaksudkan untk mengungkap informasi
mengenai biaya operasi dan biaya pemulihan atas penyediaan suatu
pelayanan dan sejauh mana pelayanan tersebut dapat ditutup oleh
pendapatan dalam periode tertentu.
Tujuan penetapan harga/tariff sector public tidak sama dengan bisnis. jika di
sector bisnis harga untuk menentukan profit (pendapatan), namun disektor
public penetuan tariff pelayanan public lebih banyak ditujukan untuk sekedar
pemulihan biaya (cost recovery) agar pemerintah dapat memberikan
pelayanan public secara berkesinambungan.
Aplikasi basis akrual dalam bisnis, digunakan untk membandingkan besar
biaya terhadap pendapatan. perbedaan ini karena pada sector swasta lebih
berfokus pada profit oriented, sedangkan sector publok berfokus pada public
service oriented.
13

Kebijakan akuntansi Pemerintah Daerah
Sistem akuntansi PEMDA harus sejalan dengan Sistem Akuntansi Pemerintahan
yang ditetapkan. Pemda juga harus menetapkan kebijakan akuntansi yang dibuat
berdasarkan keputusan kepala daerah.
Kebijakan akuntansi tersebut terkait dengan dengan kebijakan PEMDA dalam
pemilihan metode akuntansi tertentu, misalnya pemilihan metode depresiasi asset,
metode pentuan nilai persediaan, metode akuntansi investasi, luas pengungkapan,
dan teknik akuntansi lain yang digunakan.
kebijakan akuntansi tersebut terkait dengan kebijakan PEMDA dalam perlakuan
akuntansi atas transaksi tertentu, misalnya penghapusan utang piutang,
penghapusan asset, tukar guling asset, dsb.
Kebijakan akuntansi akan menjadi pedomanbagi bagian akuntansi dalam melakukan
pembukuan serta pihak pembaca laporan keuangan dalam memahami dan
mengevaluasi laporan.
Oleh karena itu, kebijakan akuntansi yang diambil PEMDA diinformasikan pada
pihak lain melalaui CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (CALK) atau dalam
catatan kaki dan laporan tambahan (suplemen).

14

PERSAMAAN AKUNTANSI, BASIS AKUNTANSI DAN KEBIJAKAN
AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH

Dosen : Dr. Rudi Zulfikar, S.E., MM, M.Si., AK., CA

Disusun Oleh :
Intan Pratiwi / 7774170001
Triyanto /

15

MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2018

16

Judul: Persamaan Akuntansi Basis Akuntansi Kebijakan Akuntansi Pemda

Oleh: Intan Pratiwi


Ikuti kami