Persamaan Akuntansi

Oleh Satrio Abimanyu (c1b020168)

38 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Persamaan Akuntansi

PERSAMAAN AKUNTANSI

DISUSUN OLEH :
SATRIO ABIMANYU
C10B020168
KELAS R004
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

1

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Puji syukur pada ALLAH SWT atas rahmat dan karuniaNYA sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PERSAMAAN
AKUNTANSI” guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Akuntansi.
Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Wirmie Eka Putra, selaku
dosen mata kuliah Pengantar Akuntansi yang telah memberikan tugas ini
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidan
yang saya tekuni.
Saya menyadari makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata
sempurna, baik materi maupun cara penulisan. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membaca.

Jambi,

2

OKTOBER 2020

DAFTAR ISI
PERSAMAAN AKUNTANSI.....................................................................................................................1
KATA PENGANTAR................................................................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................................4
A. Latar Belakang...........................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah...................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................................4
A. Pengertian Akuntansi.......................................................................................................................4
B. Bidang Spesialisasi Akuntansi...........................................................................................................5
1. Akuntansi Keuangan (Finacial Accounting)......................................................................................5
2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)...................................................................................................5
3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting).........................................................................5
4. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)...................................................................................................5
5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)...........................................................................................6
6. Akuntansi Anggaran (Budgeting)......................................................................................................6
7. Akuntansi Pemerintahan (Government Accounting).......................................................................6
8. Sistem Akuntansi (Accounting System)............................................................................................6
C. Penggunaan Persamaan Dasar Akuntansi........................................................................................6
D. Rumus Persamaan Dasar Akuntansi................................................................................................6
E. Mencatat Transaksi dalam Persamaan Dasar Akuntansi.................................................................7
F. Laporan Rugi Laba.............................................................................................................................7
1. Pendapatan dari Penjualan (Revenue from Expense)......................................................................7
2. Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold) = HPP..........................................................................7
3. Laba Kotor (Gross Profit) = LK...........................................................................................................7
4. Beban Operasi (Operational Expense)..............................................................................................7
5. Laba dari Operasi (Income from Operation)....................................................................................8
6. Pendapatan Lain-lain (Other Income)..............................................................................................8
7. Laba Bersih........................................................................................................................................8
BAB III PENUTUP...................................................................................................................................8
A. Kesimpulan.......................................................................................................................................8
B. Saran.................................................................................................................................................8

3

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin
kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan
melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih profesional. Bertambahnya
pesaing di setiap saat, baik pesaing yang berorientasi lokal maupun pesaing yang
berorientasi internasional, maka setiap perusahaan harus berusaha menampilkan yang
terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan, juga harus ditunjang dengan strategi yang
matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan.
Manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan dan
eksistensi suatu perusahaan serta berpengaruh pula pada setiap individu yang ada
dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, seorang manajer keuangan dituntut untuk
dapat menjalankan manajemen keuangan dengan baik, hal ini dilakukan agar
perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasional perusahaan dengan lebih efektif
dan efisien, sehingga perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan
aktivitas serta keberadaan perusahaan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini
adalah:
1. Apa pengertian akuntansi?
2. Apa saja bidang spesialisasi akuntansi?
3. Apa pengertian dan penggunaan persamaan dasar akuntansi?
4. Bagaimana rumus persamaan dasar akuntansi?
5. Bagaimana mencatat transaksi dalam persamaan dasar akuntansi?
6. Bagaimana laporan keuangan dari hasil persamaan akuntansi?
7. Bagaimana laporan rugi laba?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Akuntansi
Dewasa ini akuntansi sudah digunakan demikian luas sehingga hampir seluruh
aspek kehidupan tidak ada yang terlepas dari kegiatan akuntansi selama aspek tersebut
berkaitan dengan uang. Oleh karena sudah demikian meluas penggunaannya dalam
kehidupan manusia, kondisi tersebut menimbulkan bermacam-macam pengertian
akuntansi yang telah disesuaikan dengan kondisi pihak yang memberikan pengertian
tersebut, misalnya:
1. Akuntansi adalah bahasa dunia usaha (accounting is the language of
business). Dalam hal ini akuntansi dianggap sebagai alat komunikasi karena
akuntansi dapat mengkomunikasikan informasi keuangan pada suatu unit
usaha kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
4

2. Akuntansi adalah alat bagi manajemen (accounting is tools of management),
maksudnya adalah akuntansi merupakan alat bagi pengelola unit usaha untuk
mengumpulkan informasi keuangan sebagai bahan menyusun perencanaan,
evaluasi, dan pengawasan.
Seiring dengan perkembangan teknologi dewasa ini, maka akuntansi dapat pula
diartikan sebagai “teknologi pengolahan data keuangan” baik secara manual maupun
terkomputerisasi untuk menghasilkan informasi keuangan dalam bentuk laporanlaporan yang disesuaikan dengan kepentingan pihak yang membutuhkan.
Dari pengertian-pengertian di atas, maka akuntansi dapat diartikan sebagai
rangkaian proses yang meliputi kegiatan-kegiatan mengidentifikasikan, pencatatan,
pengelompokan, peringkasan, pelaporan, penganalisaan, dan penafsiran tentang
informasi keuangan yang terjadi pada suatu unit usaha sehingga dapat dijadikan dasar
untuk pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

B. Bidang Spesialisasi Akuntansi
Mengingat penggunaan akuntansi sudah demikian luas dalam kehidupan dan
pengelolaan usaha kondisi ini juga mengakibatkan munculnya berbagai macam
spesialisasi di bidang akuntansi. Berdasarkan tujuannya, spesialisasi di bidang
akuntansi dapat dibedakan menjadi:

1. Akuntansi Keuangan (Finacial Accounting)
Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang tujuan utamanya mengolah data
keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan terutama untuk kepentingan pihakpihak di luar perusahaan.

2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya adalah mengolah
informasi biaya untuk menghasilkan laporan harga pokok dan informasi biaya
operasional maupun biaya non-operasional sebagai dasar untuk menetapkan harga
jual, menetapkan nilai persediaan, pengawasan, dan pengendalian biaya terutama
untuk kepentingan pihak intern perusahaan.

3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi manajemen adalah bidang akuntansi yang tujuannya menyediakan dan
mengolah informasi keuangan untuk kebutuhan manajemen perusahaan sebagai dasar
untuk menyusun perencanaan, pengawasan, dan kebijakan lainnya yang segera harus
diambil dalam operasional unit usaha/perusahaan.

4. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Akuntansi pemeriksaan adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk melakukan
verifikasi kembali terhadap keabsahan dokumen dan prosedur serta proses akuntansi
yang telah dilaksanakan oleh pihak manajemen/pengelola perusahaan, sehingga
laporan keuangan/informasi akuntansi yang disajikan oleh pihak manajemen sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, obyektif, dan dapat dipercaya.

5

5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya
menyiapkan laporan keuangan untuk keperluan fiskal/perpajakan dan pengisian SPT.

6. Akuntansi Anggaran (Budgeting)
Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyusun
rencana kerja untuk masa akan datang yang dilengkapi dengan rincian taksiran biaya
operasional dengan titik tolak data akuntansi masa lalu.

7. Akuntansi Pemerintahan (Government Accounting)
Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang dilaksanakan untuk
mengelola anggaran pendapatan dan belanja negara yakni aplikasi konsep-konsep dan
standar-standar akuntansi umum sektor privat pada sektor publik.

8. Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem akuntansi adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk penetapan
prosedur dan pengendalian data akuntansi sehingga proses akuntansi dapat berjalan
lancar, cepat, tepat, efektif, dan efisien.

C. Penggunaan Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan untuk menggambarkan
seluruh nilai harta/aktiva yang dimiliki oleh suatu unit usaha dan asal usul/sumber
harta tersebut. Pada tahap ini persamaannya dinyatakan sebagai berikut:Harta Unit
Usaha = Asal Usulnya/Sumbernya
Asal usul atau sumber harta/aktiva suatu unit usaha adalah dari bukan pemilik
(kreditur) dan dari pemilik (Investor). sehingga persamaan yang semula Harta Unit
Usaha = Asal Usulnya/Sumbernya, menjadi:Harta Unit Usaha = Berasal dari Bukan
Pemilik + Berasal dari Pemilik.
Selanjutnya harta perusahaan yang berasal dari “bukan pemilik/kreditur” disebut
“Hutang”, sedangkan harta perusahaan yang berasal dari “pemilik/investor” disebut
“Modal/Ekuitas”, sehingga akhirnya persamaan menjadi:Harta = Hutang + Modal
Persamaan “Harta = Hutang + Modal” disebut persamaan dasar akuntansi
(accounting equation). Prinsip persamaan ini digunakan dalam penyusunan laporan
keuangan perusahaan terutama untuk menyusun “neraca”.

D. Rumus Persamaan Dasar Akuntansi
Rumus dasar tentang akuntansi yang secara matematis dapat dirumuskan sebagai
berikut:Aktiva = Hak KekayaanAktiva = Hutang + ModalAktiva – Hutang = ModalH
= Harta, yaitu semua milik (kekayaan) dari suatu perusahaan.U = Utang, yaitu
kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.
Harta bersaldo normal didebit (bertambah) dan jika di kredit berkurang,
sedangkan pendapatan bersaldo normal dikredit (bertambah) dan jika didebit
berkurang, biaya mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah modal.

6

E. Mencatat Transaksi dalam Persamaan Dasar Akuntansi
Transaksi atau transaksi keuangan adalah suatu peristiwa ekonomi atau kejadian
yang dapat dinilai dengan uang yang mengakibatkan perubahan terhadap posisi harta,
hutang, dan modal suatu unit usaha/perusahaan. Dengan demikian setiap unit
usaha/perusahaan yang akan melaksanakan transaksi keuangan, maka posisi/susunan
keuangannya (harta, hutang, dan modalnya) akan berubah akibat pengaruh transaksi
tersebut. Pengaruh suatu transaksi terhadap harta, hutang, dan modal dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1. Harta (+), Harta (-)
2. Harta (+), Hutang (+)
3. Harta (+), Modal (+)
4. Harta (-), Hutang (-)
5. Harta (-), Modal (-)
6. Harta (-), Hutang (-), Modal (+)
7. Harta (+), Harta (-), Modal (-)
8. Harta (-), Hutang (-), Modal (-)

F. Laporan Rugi Laba
1. Pendapatan dari Penjualan (Revenue from Expense)
Pendapatan dari penjualan adalah seluruh jumlah tagihan kepada langganan baik
atas penjualan tunai maupun atas penjualan kredit. Untuk mendapatkan penjualan
bersih maka retur dan pengurangan harga serta potongan penjualan dikurangi dari
total penjualan: Penjualan bersih = total penjualan – retur penjualan dan pengurangan
harga – potongan penjualan

2. Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold) = HPP
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Persediaan awal = P.Aw
Persediaan akhir = P.Ak
Pembelian = Pemb (pembelian tunai + kredit)
Retur pembelian dan pengurangan harga = RPPH
Potongan pembelian = Pot. Pemb
Beban angkut pembelian=B.Ang.Pemb
HPP = P.Aw + Pemb-P.Ak
Pembelian = Total pembelian-(RPPH + Pot.Pemb) + B.Angk.Pemb

3. Laba Kotor (Gross Profit) = LK
Laba kotor adalah perbedaan antara penjualan dengan harga pokok. Laba kotor =
Penjualan bersih-harga pokok penjualan.

4. Beban Operasi (Operational Expense)
Beban operasi adalah semua beban yang dikeluarkan yang berhubungan langsung
dengan kegiatan utama perusahaan.

7

5. Laba dari Operasi (Income from Operation)
Laba dari operasi adalah selisih antara harga pokok penjualan dengan beban
operasi.

6. Pendapatan Lain-lain (Other Income)
Adalah pendapatan yang diperoleh dari sumber lain di luar kegiatan utama
perusahaan contohnya pendapatan bunga, pendapatan sewa, deviden, dan laba dari
penjualan aktiva tetap.

7. Laba Bersih
Laba bersih adalah hasil yang terakhir yang diperoleh dari penjumlahan antara
laba operasi dengan laba di luar operasi. Laba operasi diperoleh dari harga pokok
dikurangi biaya operasi dan laba di luar operasi (hasil pengurangan antara pendapatan
lain-lain dengan biaya lain-lain).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akuntansi dapat diartikan sebagai rangkaian proses yang meliputi kegiatankegiatan mengidentifikasikan, pencatatan, pengelompokan, peringkasan, pelaporan,
penganalisaan, dan penafsiran tentang informasi keuangan yang terjadi pada suatu unit
usaha sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan oleh pihak-pihak
yang berkepentingan.
Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan untuk menggambarkan
seluruh nilai harta/aktiva yang dimiliki oleh suatu unit usaha dan asal usul/sumber
harta tersebut. Harta bersaldo normal di debet (bertambah) dan jika di kredit
berkurang, sedangkan pendapatan bersaldo normal di kredit (bertambah) dan jika di
debet berkurang, biaya mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah modal.

B. Saran
Setelah mempelajari materi ini secara tuntas, maka siswa diharapkan mampu
melaksanakan kegiatan seperti memahami dasar-dasar akuntansi, mencatat transaksi
ke dalam persamaan dasar akuntansi, dan menyusun laporan keuangan dari persamaan
dasar akuntansi secara baik dan benar.

8

Judul: Persamaan Akuntansi

Oleh: Satrio Abimanyu (c1b020168)


Ikuti kami