Persamaan Akuntansi

Oleh Izulhaq Saputra

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Persamaan Akuntansi

MAKALAH PERSAMAAN AKUNTANSI

DISUSUN OLEH :
DHIYA ULHAQ SAPUTRA
NIM. C1B017132

MATA KULIAH :
PENGANTAR AKUNTANSI

DOSEN PENGAMPU :
WIRMIE EKA PUTRA, SE., M.Si.

PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2020

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran, dan komunikasi dari informasiinformasi ekonomi untuk menghasilkan pertimbangan dan keputusan-keputusan dari pemakai
informasi

tersebut.Dari

pengertian

akuntansi

tersebut

dapat

disimpulkan

bahwa

kegiatanakuntansi meliputi:
a) Pencatatan (recording)
b) Penggolongan (classifiying)
c) Peringkasan (summarizing)
d) Pelaporan (reporting)
Akuntansi merupakan suatu ilmu yang di dalamnya berisi bagaimana manusia berfikir
sehingga menghasilkan suatu kerangka pemikiran konseptual tentang prinsip, standar,
asumsi, teknik, serta prosedur yang ada dijadikan landasan dalam pelaporan keuangan.
Pelaporan keuangan tersebut harus berisi informasi-informasi yang berguna dalam memantu
pengambilan keputusan bagi para pemakainya.
Persamaan Akuntansi atau accounting equation merupakan suatu persamaan yang
menggambarkan bahwa jumlah harta yang tercatat pada sebelah kiri itu sama dengan jumlah
sumber pembelanjaan atau kekayaan yang terdapat pada sebelah kanan. Pada umumnya harta
yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dikatakan sebagai aktiva atau aset. Jika aktiva ini
bernilai Rp 1.000.000 maka sumber pembelanjaan juga harus berjumlah Rp 1.000.000. Maka
aktiva ini akan menunjukkan sebagai bentuk kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan
merupakan sumber daya pada perusahaan yang melakukan usaha.
Dengan demikian sumber kekayaan atau sumber pembelanjaan ini menggambarkan
siapa yang membelanjai kekayaan tersebut saat itu. Oleh karena itu, aktiva harus sama

dengan sumber harta belanja. Sumber belanja ini terbagi menjadi atas dua yaitu berasal dari
pemilik dan dari kreditor (pemakai pinjaman). Sumber belanja yang berasal dari pemilik
disebut sebagai modal sedangkan sumber belanja yang berasal dari kreditor dikatakan sebagai
kewajiban atau hutang.
1.2 Rumusan Masalah
1.

Apa pengertian dan kegunaan Persamaan Dasar Akuntansi?

2.

Apakah unsur-unsur dalam Persamaan Dasar Akuntansi?

3.

Bagaimana bentuk Persamaan Dasar Akuntansi?

4.

Bagaimana Pengaruh transaksi dalam pencatatan Persamaan Dasar Akuntansi?

1.3 Tujuan Penulisan
1.

Menjelaskan pengertian dan kegunaan Persamaan Dasar Akuntansi.

2.

Menjelaskan unsur-unsur Persamaan Dasar Akuntansi.

3.

Menjelaskan bentuk Persamaan Dasar Akuntansi

4.

Menjelaskan pengaruh transaksi dalam pencatatan Persamaan Dasar Akuntansi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan Dasar Akuntansi adalah persamaan yang secara global dan terpadu
menggambarkan perubahan posisi aktiva, hutang dan ekuitas sebagai akibat terjadinya
transaksi dalam perusahaan. Persamaan dasar akuntansi digunakan sebagai dasar pencatatan
sistem akuntansi, artinya setiap transaksi yang terjadi harus dicatat dalam dua aspek.
Transaksi yang merubah aktiva diimbangi perusahaan pada kewajiban. Jadi persamaan dasar
akuntansi adalah keseimbangan antara sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva), perubahan
yang timbul akibat adanya transaksi keuangan keseimbangan akan selalu dipertahankan.
Persamaan Dasar Akuntansi digunakan untuk menjelaskan secara logis bahwa setiap
terjadi transaksi akan selalu berpengaruh terhadap aktiva, kewajiban dan ekuitas. Persamaan
dasar akuntansi berguna untuk mengetahui perubahan kekayaan dalam perusahaan setiap
terjadi transaksi. Dan mengetahui berapa yang telah digunakan dan dibelanjakan dalam satu
periode akuntansi.
2.2 Unsur-Unsur Persamaan Dasar Akuntansi
1.

Aset / Aktiva/Harta (Asset)
Harta adalah kekayaan perusahaan berwujud maupun tidak berwujud yang dapat

dinilai dengan uang. Harta adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat
dari peristiwa masa lalu, dan di masa depan manfaat ekonomi dari sumber diharapkan akan
diperoleh perusahaan. Aset dikelompokkan:
a.

Aset lancar (Current Assets)
Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika aset tersebut diperkirakan akan

direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu satu siklus operasi
normal perusahaan, atau kurang dari 12 (dua belas) bulan atau satu siklus operasi normal

perusahaan. Dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan
akan direalisasi dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dari tanggal neraca. Aset lancar
dapat diklasifikasikan antara lain sebagai berikut :
Ø

Kas (Cash), merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk

membiayai kegiatan umum perusahaan.
Ø Investasi jangka pendek (Short Term Investment), merupakan bentuk investasi yang
segera dapat direalisasi dan dimaksudkan untuk dimilki dalan jangka waktu satu tahun atau
kurang.
Ø Piutang Usaha (Account Receivable), merupakan piutang atas penjualan yang timbul
dalam hubungannya dengan kegaiatan normal perusahaan, baik yang berasal dari pihak ketiga
maupun yang berasal dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Ø Persediaan (inventory) adalah aset yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan normal
usaha, dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan atau dalam bentuk bahan atau
perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.
Ø Biaya dibayar dimuka, merupakan biaya yang telah dibayar namun pembebanannya baru
akan dilakukan pada periode yang akan dating, seperti premi asuransi dibayar di muka, sewa
dibayar dimuka iklan dibayar di muka.
b.

Aset Tetap (Fixed Assets)
Aset Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, baik

melalui pembelian atau dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam kegaiata usaha
perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan
dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Aset-aset ini antara lain:
Ø Tanah (Land), sebagai tempat menjalankan usaha, atau diatasnya didirikan bangunan
perusahaan.

Ø Gedung atau Bangunan (Building), berupa bangunan pabrik, bangunan toko dan bangunan
kantor atau gudang.
Ø Mesin-mesin (Machinery) yang digunakan untuk menjalankan proses produksi dalam
perusahaan manufaktur.
Ø Kendaraan untuk pengangkutan (Delivery Equipment) berupa kendaraan-kendaraan yang
dipergunakan dalam kegiatan usaha perusahaan.
Ø Peralatan kantor (Office Equipment) adalah semua peralatan yang ada di kantor dan
dipergunakan untuk kegiatan usaha perusahaan.
c.

Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
Aktiva tak berwujud adalah aktiva non moneter dan tidak memiliki wujud fisik, yang

dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau pemasokan barang/jasa untuk disewakan
kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administrative lainnya. Yang termasuk aktiva tetap
tak berwujud antara lain: Hak Paten, Hak Cipta, Merk Dagang, dan Goodwill.
d.

Investasi jangka panjang (Long Term Investment)
Pos ini merupakan investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki oleh perusahaan dalam

jangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan, seperti investasi dalam efek hutang dan efek
ekuitas, investasi dalam properti dan investasi lainnya.
e.

Aset lancar lain-lain (Other Assets)
Pos ini mencakup aktiva lancer yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam no1

samapai dengan 4 di atas, termasuk pembayaran di muka untuk memperoleh barang atau jasa
yang akan digunakan dalam waktu 12 (dua belas) bulan atau satu siklus operasi normal
perusahaan.

2.

Liabilitas / hutang / Kewajiban (Liabilities)
Liabilitas merupakan tanggung jawab perusahaan pada saat ini yang timbul dari

peristiwa masa lalu yang akan dibayar dimasa yang akan datang dan penyelesaiannya
diperkirakan akan membutuhkan sumber daya perusahaan. Liabilitas diklasifikasikan:
a.

Liabilitas Jangka Pendek (Short Term Liability)
Suatu liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika diperkirakan

akan diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari 12 bulan atau satu siklus operasi normal
perusahaan. Liabilitas jangka pendek antara lain:.
Ø Wesel Bayar (Notes Payable), merupakan hutang yang didukung janji tertulis untuk
membayar dlam jangka waktu kurang dari 12 bulan atau satu siklus operasi normal
perusahaan.
Ø

Liabilitas Usaha (Account Payable) merupakan liabilitas yang timbul dalam rangka

kegiatan normal perusahaan, baik kewajiban kepada pihak ketiga maupun kepada pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.
Ø Liabilitas Pajak (Tax Payable) meliputi liabilitas pajak perusahaan dan pajak lainnya yang
belum dibayar.
Ø Beban masih harus dibayar (Accruals Payable), merupakan kumpulan dari beberapa jenis
beban yang telah menjadi kewajiban perusahaan, namun belum jatuh tempo.
Ø

Hutang jangka pendek lain-lain (Other Short Term Liability), mencakup seluruh

kewajiban jangka pendek, yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam hutang jangka pendek
di atas.
b.

Liabilitas jangka panjang (Long Term Liability)
Liabilitas jangka panjang adalah kewajiban yang diperkirakan penyelesaiannya tidak

akan dilakukan dalam jangka waktu lebihdari satu siklus operasi normal perusahaan atau

jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari 12 bulan sejak tanggal neraca. Yang termasuk
kelompok hutang jangka panjang yaitu:
Ø Obligasi (Bond Payable), yaitu hutang kepada pemegang obligasi yang dikeluarkan oleh
perusahan.
Ø

Hutang Hipotik (Mortgage Notes Payable), yaitu liabilitas perusahaan yang dijamin

dengan benda-benda tidak bergerak, seperti tanah, bangunan gedung dan sebagainya.
3.

Ekuitas (Equity)
Pos ini merupakan hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aset dan

liabilitas yang ada. Biasanya kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan disebut aset, sedangkan
hak atas kekayaan tersebut disebut equitas. Hak atas kekayaan terdiri atas: hak dari kreditur
(utang) dan hak dari pemilik (ekuitas). Yang termasuk ke dalam golongan modal ini antara
lain adalah pendapatan, beban, dan prive. Hal ini dikarenakan akun/ rekening ini berpengaruh
besar terhadap pertambahan dan pengurangan modal suatu perusahaan.
a.

Pendapatan
Pendapatan merupakan perolehan aktiva atau sumber ekonomi dari pihak lain sebagai

imbalan atas penyerahan barang atau jasa perusahaan. Terdiri dari pendapatan usaha dan
pendapatan nonusaha (pendapatan bunga, dll). Pendapatan dalam penyusunan laporan
keuangan akan menambah modal perusahaan.
b.

Beban
Beban adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka

memperoleh laba. Beban dapat dikategorikan menjadi beban usaha dan beban di luar usaha.
Beban usaha berhubungan langsung dengan jalannya operasi perusahaan seperti beban gaji,
beban iklan, beban sewa, beban perlengkapan, dan lain- lain. Beban nonusaha merupakan
beban yang berasal dari luar operasi perusahaan seperti beban bunga. Beban dalam
penyusunan laporan keuangan akan mengurangi modal

c.

Prive
Prive merupakan pengambilan sejumlah harta perusahaan untuk kepentingan pribadi

pemilik
2.3 Bentuk Persamaan Dasar Akuntansi
1.

Keseimbangan Antara Harta dan Modal
Harta merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan sumber

pembelanjaan untuk melakukan kegiatan usaha tersebut. Oleh karena itu, harta harus sama
atau seimbang dengan sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan yang diperoleh dari
pemilik disebut ekuitas/modal.
HARTA = MODAL
Keseimbangan atau kesamaan biasanya dinyatakan dalam suatu persamaan yaitu
persamaan akuntansi. Hubungan kedua hal di atas dapat dinyatakan sebagai keseimbangan
antara harta dan modal, sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:

2.

Harta Sama Dengan Utang Ditambah Modal

HARTA = UTANG +MODAL
Harta perusahaan yang digunakan sebagai sumber pembelanjaan dalam kegiatan
diperoleh melalui dua sumber, yaitu dari pemilik dan kreditur. Sumber pembelanjaan dari
pemilik disebut ekuitas. Sedangkan sumber pembelanjaan yang diperoleh dari kreditur bagi
pemilik akan menjadi suatu kewajiban untuk mengembalikan , hal ini disebut sebagai
kewajiban/utang. Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:
Dalam operasi usaha dimungkinkan adanya pendapatan dan beban. Pendapatan adalah
kenaikan harta yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa. Sedangkan beban adalah
penurunan harta, karena merupakan pengorbanan untuk memperoleh pendapatan.

Pendapatan mempunyai sifat menambah modal, sedangkan beban mempunyai sifat
mengurangi modal. Dengan demikian pendapatan dan beban akan mempengaruhi keadaan
modal dalam perasamaan dasar akuntansi, dicatat dalam komponen modal. Namun, untuk
pengembangan akuntansi pencatatan pendapatan dan beban dapat dipisahkan dari modal.
Sehingga bentuk persamaan dapat dinyatakan sebagai berikut :
HARTA= UTANG + MODAL = PENDAPATAN - BEBAN
2.4 Pengaruh Transaksi Terhadap Pencatatan Persamaan Dasar Akuntansi
Setiap transaksi yang terjadi akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan.
Pengaruh transaksi tersebut dapat menambah atau mengurangi komponen keungan
perusahaan yaitu, hartam utang, dan modal. Perubahan komponen posisi keuangan pada
persamaan dasar akuntansi dapat dikelompokan sebagai berikut:
1.

Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta, yang terjadi akibat perubahan harta yang

diikuti dengan perubahan harta yang lain dalam jumlah yang sama.
2.

Setaip transaksi dapat mempengaruhi harta dan utang dalam jumlah yang sama.

3.

Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan modal dalam jumlah yang sama.

4.

Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dengan perubahan utang dan modal dalam

jumlah yang sama.
Berikut tabel pengaruh transaksi-transaksi tertentu dalam Persamaan Dasar Akuntansi :
No

Jenis Transaksi

1

Investasi pemilik dalam perusahaan

2

Pengambilan pemilik dari perusahaan untuk
keperluan pribadi (prive)

3

Membayar beban usaha

4

Menerima pendapatan

5

Membayar liabilitas (utang)

6

Menerima piutang

Pengaruh Terhadap
Aset bertambah
Ekuitas bertambah
Aset (sesuai jenis aset) berkurang
Ekuitas berkurang
Aset berkurang
Ekuitas berkurang
Aset bertambah
Ekuitas bertambah
Aset berkurang
Liabilitas/utang berkurang
Aset bertambah (kas)
Aset berkurang (piutang)

7

Pembelian Kredit

8

Pembelian tunai

Aset bertambah
Ekuitas bertambah
Aset bertambah
Aset berkurang

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :


Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan untuk menggambarkan nilai
kekayaan suatu perusahaan pada satu sisi, dan menggambarkan sumber/asal usul dari
kekakayaan tersebut pada sisi lain.



Unsur-unsur persamaan dasar akuntansi meliputi aktiva/harta, Utang/Liabilities dan
Ekuitas/Modal.



Harta adalah kekayaan perusahaan berwujud maupun tidak berwujud yang dapat
dinilai dengan uang.



Utang adalah kewjiban untuk mebayar sejumlah uang di masa yang akan datang



Modal/Ekuitas adalah hak milik dari pemilik atas kekayaan perusahaan yang
jumlahnya sebesar selisih antara jumlah seluruh nilai harta perusahaan dikurangi
jumlah seluruh nilaui hutang hutang perusahaan.



Persamaan dasar akuntansi dirumuskan dengan : Harta = Hutang + Modal.



Setiap transaksi yang terjadi akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan,
setidaknya mempengaruhi dua unsur/akun dalam Persamaan Dasar Akuntansi.

3.2 Saran
Setelah mempelajari materi ini secara tuntas, maka siswa diharapkan mampu
melaksanakan kegiatan : Memahami Persamaan Dasar Akuntansi serta Mencatat Transaksi ke
dalam Persamaan Dasar Akuntansi.

Judul: Persamaan Akuntansi

Oleh: Izulhaq Saputra


Ikuti kami