Pengantar Akuntansi "penyelesaian Siklus Akuntansi"

Oleh Retno Puspita Sari

87 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Pengantar Akuntansi "penyelesaian Siklus Akuntansi"

MAKALAH

PENGANTAR AKUNTANSI

Tentang :

“Penyelesaian Siklus Akuntansi”
Disusun oleh :

Nama : Retno Puspita Sari (C1B020174)
Kelas : R-004
Dosen Pengampu :

Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si.
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Jl. Lintas Sumatera Jl. Jambi - Muara Bulian No.Km. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten
Muaro Jambi, Jambi 36122

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
hidayahNya penyusun dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Akuntansi
Dalam penyusunan tugas ini penyusun banyak menemukan hambatan, namun berkat bantuan
dan bimbingan dari semua pihak, serta masukan dari teman-teman maka penyusun dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik. Oleh karena itu tidak lupa penyusun mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan tugas

ini tentunya masih jauh dari

kesempurnaan, dan akhirnya kami berharap tugas yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kami
khususnya dan bagi para pembaca umumnya.
.

Sungai Bahar, November 2020

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
A. Siklus Akuntansi
B. Penggunaan Neraca Lajur
C. Menyiapkan Ayat Jurnal Penutup
D. Menyiapkan Neraca Saldo Setelah Penutupan
E. Ayat Jurnal Pembalik
BAB III PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Daftar pustaka

BAB I
PENDAHULAN

Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis serta menjurnal transaksi dan
diakhiri dengan mengikhtisarkan dan melaporkan transaksi tersebut disebut siklus
akuntansi (accounting cycle). Hasil terpenting dari siklus akuntansi ialah laporan
keuangan.
Seorang akuntan seringkali menggunakan neraca lajur/kertas kerja (working
paper/worksheet) untuk mengumpulkan dan mengikhtisarkan data yang diperlukan
dalam menyiapkan berbagai analisis dan laporan.
Terdapat 7 langkah dalam penyusunan sebuah siklus akuntansi (accounting cycle) :
1.

Transaksi dianalisis dan dicatat pada buku jurnal

2.

Transaksi diposting ke buku besar

3.

Neraca saldo disiapkan, data penyesuaian dikumpulkan, neraca lajur disesuaikan

4.

Laporan keuangan disiapkan

5.

Ayat jurnal penyesuaian dibuat dan diposting ke buku besar

6.

Ayat jurnal penutup dibuat dan diposting ke buku besar

7.

Neraca saldo setelah penutupan disiapkan
Neraca lajur (worksheet) adalah kertas kerja yang bisa digunakan akuntan
untuk mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk penyusunan
laporan keuangan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sikus Akuntansi
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa seluruh transaksi bisnis yang terjadidalam
perusahaan mula-mula akan dianalisis ( dalam rangka mengidentifikasi akun ) dan dicatat kedalam
jurnal. Seluruh data transaaksi ini yang telah tercatat dalam jurnal lalu akan dipindah-bukukan
( diposting ) kedalam buku besar sesuai dengan klasifikasi masing-masing akun terkait. Langkah
selanjutnya adalah mneyiapkan neraca saldo, menganalisis data penyesuaian, menyiapkan ayat
jurnal penyesuaian, dan menyiapkan laporan keuangan. Proses akuntansi yang diawali dengan
menganalisis dan menjurnal transaksi, dan yang diakhiri dengan membuat laporan dinamakan
siklus akuntansi (accounting cycle ). Produk akhir dari siklus akuntansi ini adalah laporan keuangan.
Pada modul ini akan dibahas secara lengkap mengenai tahapan-tahapan dalam proses
penyesuaian siklus akuntansi, yang belum di jelaskan sepenuhnya pada bagian sebelumnya. Secara
lebih rinci, tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi dapat diurutkan sebagai berikut:
1.

Mula-mula dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasi yang terkandung dalam
dokumen tersebut di catat dalam jurnal.

2.
3.

Lalu data akuntansi yang ada dalam jurnal di posting kedalam buku besar.
Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar akun “didaftar”
( dipindahkan ) ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara keseluruhan nilai akun yang
bersaldo normal debet dengan keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal kredit.

4.

Menganalisis data penyesuaian dan membuat ayat jurnal penyesuaian.

5.

Memposting data jurnal penyesuaian ke masing-masing buku besar akun yang terkait.

6.

Dengan menggunakan pilihan bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (wrocksheet) , neraca
saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance)dan laporan keuangan disiapkan

7.

Membuat ayat jurnal penutup

8.

Memposting data jurnal penutup kemasing-masing buku besar terkait.

9.

Menyiapkan neraca saldo penutupan (post-closing trial balance).

Untuk perusahaan yang telah memiliki sistem komputerisasi akuntansi yaitu sebuah
perangkat lunak (software) yang memuat program pemrosesan data dan pelaporan akuntansi,
akan secara otomatis memposting jurnal ke buku besar, hingga menghasilkan laporan keuangan
dan berbagai laporan lainnya yang dibutuhkan perusahaan. Dalam kondisi ini, kertas kerja tetntu
saja tidak lagi dibutuhkan.

B. Penggunaan Neraca Lajur
Akuntan seringkali menggunakan kertas kerja (worksheet) berupa neraca lajur untuk
mengumpulkan dan meringkas data yang mereka butuhkan dalam rangka menyiapkan laporan
keuangan. Kertas kerja ini berbentuk multikolom, yang memuat kolom neraca saldo sebelum
penyesuaian, kolom penyesuaian, kolom neraca saldo setelah penyesuaian, kolom laba rugi, dan
kolom neraca.
Fungsi kertas kerja ini hanya sebagai alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan
keuangan yang telah dilakukan secara manual. Kertas kerja juga sesungguhnya berguna sebagai
alat bantu untuk memahami alur data akuntansi, mulai dari neraca saldo sebelum penyesuaian
hingga menghasilkan laporan keuangan sebagai produk akhir dari siklus akuntansi. Sebagai alat
bantu (pilihan), kertas kerja ini merupakan catatan akuntansi yang sifatnya tidak permanen oleh
semodul itu tidak permanen oleh semodul itu tidak termasuk sebagai bagian dari catatan
akuntansi formal lainnya, seperti jurnal dan buku besar yang memang dibutuhkan sebagai bagian
dari siklus akuntansi.
Adapun urutan tahapan dalam meyiapkan kertas kerja adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan neraca saldo sebelum penyesuaian (un-adjusted trial balance)kedalam kertas
kerja. Hal ini dilakukan dengan cara memindahkan (to list) seluruh saldo akhir terdapat
pada masing-masing buku kerja akun (saldo akhir sebelum penyesuaian) kedalam kolom
neraca saldo sebelum penyesuaian yang ada dalam kertas kerja.
2. Memasukkan data jurnal penyesuaian ke kolom penyesuaian yang ada dalam kertas kerja.
Hal ini dilakuakn dengan cara memindahkan besarnya tiap-tiap nilai penyesuaian akun
yang ada dalam ayat jurnal penyesuaian sesuai dengan posisi nilai debet dan kredit masingmasing akum. Jika nama akun yang digunakan dalam ayat jurnal penyesuaian ternyata

belum terdapat dalam neraca saldo (yang telah disiapkan pada tahapan pertama di atas),
maka tambahan akun baru tersebut akan disisipkan tepat di bawah total jumlah neraca
saldo.
3. Memasukkan saldo yang telah di sesuaikan kedalam kolom neraca saldo setelah
penyesuaian (adjusted trial balance) yang ada dalam kertas kerja. Kolom neraca saldo
setelah penyesuaian ini merupakan hasil gabungan antara data yang terdapat dalam kolom
neraca saldo sebelum penyesuaian sesuai dengan data yang ada dalam kolom
penyesuaian.
4. Memindahkan tiap saldo masing-masing akun yang ada dalam kolom neraca saldo setelah
penyesuaian kedalam kolom laporan keuangan. Hal ini dilakukan dengan cara memilahmilah secara tepat, akun mana yang akan ditransfer kedalam kolom laba rugi dan juga akun
mana yang akan ditransfer kedalam kolom neraca. Sebagai contoh, saldo akun kas yang
ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom neraca
dengan saldo debet, saldo akun hutang usaha yang ada dalam kolom neraca saldo setelah
penyesuaian akan ditransfer kekolom neraca dengan saldo kredit.
5. Untuk masing-masing kolom (baik kolom laba rugi maupun kolom neraca), hitunglah total
saldo debet dan total saldo kreditnya dengan cara menjumlahkan seluruh saldo akun dari
atas sampai ke bawah sesuai dengan saldo akun yang ada pada masing-masing kolom.
Besarnya selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom laba rugi
harus sama dengan besarnya selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit
untuk kolom neraca, hanya saja posisi untuk masing-masing selisih tersebut akan saling
berlawanan antara kolom laba rugi dengan kolom neraca. Artinya, jika posisi selisih antara
total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom laba rugi berada disebelah debet,
maka posisi selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom neraca
akan berada disebelah kredit, dengan besarnya sama.Besarnya laba bersih (net income)
atau rugi bersih (net loss) ditentukan dengan cara membandingkan antara total saldo
debet dengan total saldo kredit yang ada pada kolom laba rugi. Jika total saldo kredit untuk
kolom laba rugi melebihi total saldo debet untuk kolom laba rugi, maka akan menghasilkan

laba bersih, dan sebaliknya jika total saldo debet untuk kolom laba rugi melebihi total saldo
kredit untuk kolom laba rugi, maka akan menghasilkan rugi bersih.

C. Menyiapkan Ayat Jurnal Penutup
Ingat kembali bahwa pendapatan memiliki sifat menambah modal, sedangkan beban memiliki sifat
mengurangi modal. Pendapatan dan modal sama-sama memiliki saldo normal di sebelah kredit,
sedangkan beban memiliki saldo normal yang berlawanan dengan saldo normal untuk pendapatan
dan modal. Jika pendapatan lebih besar dari beban, maka akan diperoleh laba bersih (beban lebih
besar dari pendapatan) maka sefatnya akan mengurangi modal. Prive memiliki sifat mengurangi
modal.
Jurnal penutup dilakukan dengan cara: (1) mentransfer akun pendapatan yang memiliki
saldo normal kredit kesebelah debet dan kemudian mengkredit akun ikhtisar laba rugi (income
summary); (2) mentransfer akun beban yang memiliki saldo normalderbit kesebelah kredit dan
kemudian mendebuit akun ikhtisar laba rugi; (3) mentransfer jumlah laba bersih/rugi bersih ke
akun modal, dengan ketentuan bahwa jika laba bersih maka akun modal akan di kredit (debetnya
adalah akun ikhtisar laba rugi) dan sebaliknya juka rugi bersih maka akun modal akan di debet
(kreditnya adalah akun ikhtisar laba rugi); (4) mentransfer akun prive yang memiliki saldo normal
debet kesebelah kredit dan kemudian mendebet akun modal.
Sebagai kesimpulan, bahwa pada setiap akhir periode akuntansi setelah laporan keuangan disusun,
bagian akuntansi perusahaan perlu menyiapkan ayat jurnal penutup (closing entries). Hal ini
dilakukan dengan cara mentransfer seluruh akun yang sifatnya sementara (temporary/nominal
accounts) ke akun yang sifatnya permanen (permanent/real accounts), yaitu akun modal.

D. Menyiapkan Neraca Saldo Setelah Penutupan
Prosedur akuntansi yang terakhir, setelah ayat jurnal penutup dibuat dan diposting ke
masing-masing buku besar akun terkait, adalah menyiapkan neraca saldo setelah penutupan (postclosing trial balance). Sesuai dengan namanya, laporan inilah hanyalah berisi saldo akhir dari
masing-masing akun neraca (kas, piutang usaha, perlengkapan, hutang usaha, dan seterusnya)
yang akan dibawa sebagai saldo awal untuk periode akuntani berikutnya. Jadi, dalam neraca saldo

setelah penutupan ini sudah tidak lagi saldo akun prive dan saldo akun-akun laporan laba rugi,
karena memang telah ditutup lewat ayat jurnal penutup sehingga bersaldo nol.
Neraca saldo setelah penutupan ini sesungguhnya dapat digunakan sebagai alat untuk
membuktikan bahwa proses penjurnalan dan pemostingan ayat jurnal penutup telah dilakukan
secara tepat dan lengkap. Neraca saldo setelah penutupan ini juga dibuat untuk membuktikan
bahwa keseimbangan dalam persamaan akuntansi telah dipenuhi pada akhir periode akuntansi
setelah melewati berbagai tahapan siklus akuntansi.

E. Ayat Jurnal Pembalik
Dalam akuntansi, pembuatan ayat jurnal pembalik (reversing entries) adalah sifatnya
pilihan (optional). Ayat jurnal pembalik ini biasanya akan dibuat pada setiap awal periode
akuntansi dengan cara membalik ayat jurnal penyesuaian yang telah dibuat pada akhir periode
akuntansi sebelumnya. Ada 4 hal (item) yang perlu dibuatkan ayat jurnal pembalik, yaitu:
1. Ayat jurnal penyesuaian atas beban yang masih harus dibayar/beban akural/hutang akural, seperti
beban upah yang masih harus dibayar (hutang upah) dan beban bunga yang masih harus dibayar
(hutnag bunga)
2.

ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan yang masih harus diterima/pendapatan akural/piutang
akural, seperti pendapatan bunga yang masih harus diterima (piutang bunga).

3. ayat jurnal penyesuaian atas biaya dibayar di muka yang mula-mula dicatat langsung sebagai
beban bukan sebagai aktiva/prepaid, seperti biaya sewa dibayar di muka (prepaid rent) yang mula
dicatat sebagai beban sewa (rent expense), biaya iklan dibayar dimuka (prepaid advertising) yang
mula-mula dicatat sebagai beban iklan (advertising expense), dan biaya asuransi dibayar dimuka
(prepaid insurance) yang mula-mula dicatat sebagai beban asuransi (insurance expense).
4.

Ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan diterima dimuka yang mula-mula dicatat langsung
sebagai pendapatan bukan sebagai hutang, seperti pendapatan sewa diterima dimuka (unearned
rent revenue) yang mula-mula dicatat sebagai pendapatan sewa (rent revenue), dan lain-lain. Ingat
kembali bahwa unearned rent revenue merupakan komponen dari neraca yaitu sebagai hutang,
sedangkan pendapatan lain-lain (other income).

BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka penulis dapat menyimpulakan Secara lebih rinci, tahapantahapan dalam siklus akuntansi dapat diurutkan sebagai berikut:
1.

Mula-mula dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasi yang terkandung dalam
dokumen tersebut di catat dalam jurnal.

2.
3.

Lalu data akuntansi yang ada dalam jurnal di posting kedalam buku besar.
Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar akun “didaftar”
( dipindahkan ) ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara keseluruhan nilai akun yang
bersaldo normal debet dengan keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal kredit.

4.

Menganalisis data penyesuaian dan membuat ayat jurnal penyesuaian.

5.

Memposting data jurnal penyesuaian ke masing-masing buku besar akun yang terkait.

6.

Dengan menggunakan pilihan bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (wrocksheet) , neraca
saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance)dan laporan keuangan disiapkan

7.

Membuat ayat jurnal penutup

8.

Memposting data jurnal penutup kemasing-masing buku besar terkait.

9.

Menyiapkan neraca saldo penutupan (post-closing trial balance).
Bahwa pada setiap akhir periode akuntansi setelah laporan keuangan disusun, bagian
akuntansi perusahaan perlu menyiapkan ayat jurnal penutup (closing entries). Hal ini dilakukan
dengan cara mentransfer seluruh akun yang sifatnya sementara (temporary/nominal accounts) ke
akun yang sifatnya permanen (permanent/real accounts), yaitu akun modal.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.fajarnugrahawahyu.com/2011/10/penyelesaian-siklus-akuntansi.html
https://hanifsky.blogspot.com/2011/10/penyelesaian-siklus-akuntansi.html
http://ibnu-soim.blogspot.com/2012/11/siklus-penyelesaian-akuntansi.html

Judul: Pengantar Akuntansi "penyelesaian Siklus Akuntansi"

Oleh: Retno Puspita Sari


Ikuti kami