Penerapan Akuntansi

Oleh Handika Putra

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Penerapan Akuntansi

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN MOTIVASI SEBAGAI
VARIABEL INTERVENING (SURVEI PADA PT TAMAN WISATA
CANDI BOROBUDUR, PRAMBANAN,DAN RATU BOKO)
THE EFFECTOF THE ACCOUNTING RESPONSIBILITY
IMPLEMENTATION TOWARDS MANAGERIAL PERFORMANCE WITH
MOTIVATION AS INTERVENING VARIABLE (SURVEY INPT TAMAN
WISATA CANDI BOROBUDUR, PRAMBANAN, AND RATU BOKO)
Linda Dyah Kinasih
Prodi Akuntansi Universitas negeri Yogyakarta
lindadyah@gmail.com
Mimin Nur Aisyah, M.Sc., Ak.
Staf Pengajar Jurusan P. Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan akuntansi
pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial melalui motivasi. Penelitian ini adalah
penelitian kausal komparatif di mana data yang digunakan diperoleh melalui survei
dengan penyebaran kuesioner.Sampel dalam penelitian ini mencakup manajer pusat
pertanggungjawaban diPT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu
Boko.Teknik analisis data menggunakan metode path analysisyang dibantu komputer
menggunakan software SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian menemukan
adanyapengaruh positif dan signifikan penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap
kinerja manajerial yang ditunjukkan melalui nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,552 dan
nilai t hitung > t tabel pada taraf signifikansi 5% (6.810 > 1,6594). Kemudian pengaruh
positif dan signifikan penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap motivasi
ditunjukkan melalui nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,713 dan nilai t hitung > t tabel
(10,481 > 1,6594). Terakhir, terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan akuntansi
pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial melalui motivasi yang ditunjukkan dari
hasil penjumlahan koefisien sebesar 0,379 yang kemudian diuji menggunakan Sobel Test
dan menghasilkan t hitung > t tabel pada taraf signifikansi 5% (2,699 > 1,6594).
Kata kunci

: Akuntansi Pertanggungjawaban, Kinerja Manajerial, Motivasi

ABSTRACT
This researchis aimed at determining the effect of responsibility accounting
implementation on managerial performance through motivation. This researchused the
data obtained through questionnaire distribution. The sample was the responsibility
center managersin PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan and Ratu Boko.
Path analysis method was used to analyze the data with the help ofSPSS 17.0 for
Windows. The result finda positive and significant effect ofthe implementation of

97

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
responsibility accounting to the managerial performance shown by the coefficient of
correlation(R) of 0.552 and the value of t count> t table(6.810> 1.6594)at significance
level of 5%. Then, a positive and significant effect of responsibility accounting
implementation on motivation is shown by the coefficient of correlation (R) of 0.713 and
the value of t count> t table (10.481> 1.6594). Lastly, a positive and significant effect
ofthe implementation of responsibility accounting on managerial performance through
motivation is shown by the total coefficient of 0.379 which then tested usingSobel test and
produce t count> t table at the 5% significance level (2.699> 1.6594 ).
Keywords: Responsbility Accounting, Managerial Performance, Motivation

A. PENDAHULUAN
Setiap perusahaan memiliki visi-misi yang ingin dicapai sebagai dasar dalam
menjalankan perusahaan. Dalam perjalanan mencapai visi-misi tersebut, pengaruh
lingkungan di mana perusahaan berkembang akan sangat berpengaruh. Pengaruh
lingkungan tersebut bisa saja menghambat perusahaan untuk berkembang.
Agar perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada,maka
tugas manajemen menjadi semakin berat.Untuk mengatasi permasalahan tersebut,
desentralisasi banyak dipilih oleh perusahaan agar dapat meningkatkan efisiensi
secara keseluruhan.Penerapan desentralisasi tersebut menyebabkan pentingnya
penilaian kinerja dalam perusahaan secara individual.
Untuk mengetahui baik tidaknya kinerja manajerial maka perusahaan
melakukan penilaian kinerja untuk setiap individu manajer. Adapun unsur-unsur
dari kinerja yang akan dinilai dalam penilaian kinerja menurut Robert dan John
(2006:378) meliputi kuantitas dari hasil, kualitas dari hasil, ketepatan waktu dari
hasil, kehadiran dan kemampuan bekerja sama. Semua unsur tersebut akan
menjadi dasar untuk mengukur kinerja setiap individu. Menurut Mahoney et.al
(1963) kinerja dari individu tersebut dapat diukur dengan menggunakan indikator
kegiatan-kegiatan manajerial seperti perencanaan, investigasi, pengkoordinasian,
evaluasi,

pengawasan,

staffing

(pengaturan

staf),

negosiasi

dan

perwakilan/represtatif.
Akuntansi pertanggungjawaban perlu diterapkan untuk mempermudah
penilaian kinerja manajerial.Akuntansi pertanggungjawaban merupakan istilah
yang digunakan untuk menjelaskan akuntansi perencanaan dalam penyusunan
anggaran serta mengukur dan mengevaluasi kinerja perusahaan sepanjang garis
pertanggungjawaban (Mulyadi, 1997).

98

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
Akuntansi pertanggungjawaban diduga memiliki pengaruh langsung maupun
tidak langsung terhadap kinerja manajerial. Pengaruh langsung tersebut adalah
penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang baik akan membantu manajemen
perusahaan untuk menilai kinerja dari setiap pusat pertanggungjawaban dalam
rangka pengambilan keputusan dan mencapai visi-misi perusahaan secara
menyeluruh dan maksimal.
Selanjutnya, pengaruh tidak langsung tersebut adalah penerapan akuntansi
pertanggungjawaban yang baik dapat membantu mempermudah pekerjaan
manajer yang sulit dalam mengambil keputusan yang harus diambilnya, sehingga
pekerjaannya dapat diselesaikan dengan baik.Pekerjaan sulit yang dapat
diselesaikan dengan baik dapat membuat manajer merasa puas dalam bekerja,
sehingga timbul motivasi dari manajer tersebut untuk terus berusaha bekerja
dengan baik. Ketika motivasi untuk bekerja tinggi maka kinerja pun akan menjadi
baik. Hal ini seperti yang diungkapkan Wardhani dalam Oktaviani (2012) yaitu
sistem akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan secara baik pada setiap
bagian dapat memberikan kemudahan bagi pimpinan dalam pengambilan
keputusan manajemen, sehingga dapat menimbulkan kepuasan kerja manajer
karena berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan.
Menurut Listianto dan Setiaji (2007) apabila pekerjaan yang dibebankan
kepada manajer dapat selesai dengan tepat dan cepat, maka dapat diartikan bahwa
manajer tersebut memiliki semangat kerja yang tinggi.Pekerjaan yang dengan
tepat dan cepat selesai merupakan suatu prestasi kerja yang baik. Prestasi kerja
yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi perusahaan. Oleh sebab
itu manajemen perusahaan harus memiliki sistem yang dapat membantu pekerjaan
manajer agar dapat tepat dan cepat selesai, sehingga dapat menumbuhkan
motivasi bekerja pada manajer untuk berprestasi.Motivasi untuk berprestasi
tersebut dapat berefek pada pencapaian tujuan organisasi.
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko adalah Badan
Usaha Milik Negara yang khusus bergerak dalam usaha pengelolaan objek wisata
Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Ratu Boko. PT Taman Wisata Candi
Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko melakukan pengelolaan, pemanfaatan dan
pemeliharaan ketertiban serta kebersihan kawasan beserta candi yang digunakan

99

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
sebagai objek dan daya tarik wisata berdasarkan petunjuk teknis Direktorat
Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (-,
2013). Taman wisata ini sudah didirikan sejak tahun 1980 dan dapat bertahan
hingga sekarang. Selama beberapa tahun dalam proses bertahan untuk menjaga
eksistensinya pasti sudah banyak sekali perubahan yang terjadi pada taman wisata
ini. Perubahan tersebut pasti dipengaruhi oleh lingkungan luar perusahaan.Untuk
menyesuaikan dari pengaruh lingkungan luar perusahaan tersebut, maka peranan
manajer sangat dominan.Peran manajer tersebut adalah dalam mengambil
keputusan strategik pada setiap keputusan bisnis yang harus diambilnya.Untuk
memudahkan pengambilan keputusan bisnis tersebut, manajer dapat dibantu oleh
informasi

akuntansi

yang

dihasilkan

dari

penerapan

akuntansi

pertanggungjawaban pada perusahaan.
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
akuntansi pertanggungjawaban yang sudah diterapkan oleh PT Taman Wisata
Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sudah cukup baik dan memadai
dilihat dari syarat akuntansi pertanggungjawaban yang telah dipenuhi oleh
perusahaan. Syarat tersebut adalah adanya struktur organisasi yang jelas,
partisipasi penyusunan anggaran oleh setiap tingkatan manajemen, adanya
penggolongan biaya yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan,
adanya pengklasifikasian kode-kode rekening sesuai tingkatan manajemen, dan
laporan pertanggungjawaban mengenai rekapitulasi biaya yang harus dibuat oleh
tiap-tiap pusat biaya. Akan tetapi partisipasi penyusunan anggaran yang menjadi
syarat diterapkannya akuntansi pertanggungjawaban kurang begitu terasa pada
individu manajer. Penyusunan anggaran hanya diambil dari realisasi tahun
sebelumnya yang kemudian dinegoisasikan dengan kantor pusat. Hal tersebut bisa
saja mengakibatkan penerapan akuntansi pertanggungjawaban kurang maksimal,
motivasi bekerja karyawan tidak tinggi, sehingga kinerja masing-masing manajer
menjadi kurang efektif.
Motivasi untuk bekerja juga cukup tinggi dilihat dari rendahnya tingkat
absensi kerja.Lingkungan kerja di perusahaan yang sangat nyaman menjadi salah
satu faktor yang membuat motivasi bekerja cukup tinggi.Akan tetapi lingkungan
kerja yang terlalu nyaman justru bisa menjadikan rendahnyatantangan yang

100

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
dirasakan dalam bekerja sehingga motivasi bekerja pun berkurang dan pada
akhirnya membuat kinerja kurang maksimal.
Motivasi bekerja yang cukup tinggi sedikit banyak akan berpengaruh pada
kinerja karyawan dalam perusahaan. Kinerja karyawan pada PT Taman Wisata
Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko cukup baik.Hal ini dapat dilihat dari
kenaikan laba yang diperoleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan
dan Ratu Boko pada tahun 2010-2012. Pada tahun 2010 laba yang dicapai
perusahaan sebesar Rp 12 Milyar, tahun 2011 laba yang diperoleh sebesar Rp 13
Milyar atau mengalami kenaikan sebesar Rp 1 Milyar. Pada tahun 2012 laba yang
dicapai sebesar Rp 29 Milyar atau mengalami kenaikan sebesar Rp 16 Milyar dari
tahun 2011.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban
terhadap Kinerja Manajerial dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening
(Survei pada PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko)”.
B. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kausal komparatif yang mencoba untuk
menentukan alasan atau penyebab untuk kondisi yang ada.
2. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada PT Taman Wisata Candi Borobudur,
Prambanan dan Ratu Boko yang beralamat di Jalan Raya Jogya-Solo Km
16 Prambanan, Sleman, Yogyakarta 55571. Penelitian ini dilaksanakan
pada bulan April - Mei tahun 2013.
3. Target/Subjek Penelitian
Pada penelitian ini, populasi yang diambil adalah manajer pada PT Taman
Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.Pemilihan sampel
dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu
manajer pusat pertanggungjawaban pada PT Taman Wisata Candi
Borobudur, Prambanan dan Ratu Bokosehingga apabila dijumlahkan

101

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
keseluruhan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 108
responden.
4. Prosedur
Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui survei.Penulis
memberikan kuesioner pada PT Taman Wisata Candi Borobudur,
Prambanan dan Ratu Boko. Kuesioner yang menjadi instrumen dalam
teknik pengumpulan data diberikan beserta dengan surat permohonan dan
penjelasan mengenai tujuan penelitian yang dilakukan. Kuesioner ini
dititipkan pada sekretariat PT Taman Wisata Candi Borobudur,
Prambanan dan Ratu Boko.

5. Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan
a). Data
Data merupakan instrumen yang penting dalam penelitian.Jenis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.Untuk variabel
independen yaitu penerapan akuntansi pertanggungjawaban, menggunakan
teori yang dikembangkan Hansen-Mowen dan Mulyadi yang diadopsi dari
instrumen yang digunakan Diana Putri (2005) dan Al-Bawab (2012).Untuk
variabel dependen yaitu kinerja manajerial diukur dengan menggunakan
instrumen self rating yang dikembangkan oleh Mahoney, dkk.(1963) yang
diadopsi oleh Laberto (2001).Untuk variabel intervening yaitu motivasi,
diukur dengan menggunakan teori Maslow dengan mengadopsi instrumen
yang digunakan oleh Risanti (2012).
b). Teknik Analisis Data
Berikut ini beberapa uji yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:
1) Uji Instrumen
(a)

Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid

tidaknya suatu kuesioner.Uji signifikansi dilakukan dengan
membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of
freedom (df) = n-2. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai r
positif maka pertanyaan tersebut dikatakan valid (Imam Ghozali,
102

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
2011).Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan

menggunakan

metode

korelasi

product

moment

pearsondari Karl Pearson.
(b)

Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner

yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.Untuk
menguji reliabilitas ini digunakan uji statistik Cronbach Alpha
(α).Suatu

konstruk

atau

variabel

dikatakan

reliable

jika

memberikan nilai Cronbch Alpha > 0.70 (Nunnaly, 1994 dalam
Imam Ghozali, 2011).
2)

Uji Asumsi Klasik
(a)

Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi variabel residual atau pengganggu memiliki
distribusi normal.Pengujian normalitas dalam penelitian ini
menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov.
(b)

Uji Linearitas
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel

independen dan variabel dependen mempunyai hubungan linear
atau tidak.Perhitungan statistik dalam pengujian ini menggunakan
Uji Lagrange Multiplier.Nilai c2 hitung didapatkan dari perkalian
R2 dan n (jumlah responden).Apabila c2 hitung < c2 tabel (pada
taraf signifikansi 5%), maka dapat disimpulkan bahwa model
linear diterima.
(c)

Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah

model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas
(independen). Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas di
dalam model regresi maka akan digunakan penilaian Variance
Inflation Factor (VIF)

atauTolerance Value. Model regresi

dikatakan mengalami multikolinearitas apabila nilai tolerance
0,10 dengan nilai VIF  10.
103

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
(d)

Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu
pengamatan ke pengamatan lainnya.Dalam penelitian ini untuk
mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji
Glejser.
3) Uji Hipotesis
(a)

Uji Hipotesis 1 dan Hipotesis 2
Hipotesis 1 dan Hipotesis 2 diuji dengan menggunakan

analisis

regresi

linear

sederhana.Pengambilan

kesimpulan

dilakukan dengan t hitung dengan t tabel dengan taraf signifikansi
5%.Apabila nilai t hitung lebih tinggi dibandingkan nilai t tabel,
maka variabel memiliki pengaruh yang signifikan.
(b)

Uji Hipotesis 3
Hipotesis 3 diuji dengan menggunakan path analysis.

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
a. Statistik Deskripsif
Tabel 1. Statistik Deskriptif
Variabel

Kisaran
Teoritis

Kisaran
Sesungguhnya

Rata-rata

Standar
Deviasi

Penerapan
Akuntansi
Pertanggungjawaban
(Xa)

23-92

60-92

78,58

6,042

Motivasi (Xb)

15-60

44-59

51,25

3,491

Kinerja Manajerial (Y)

9-54

33-51

41,79

4,154

b. Uji Instrumen
1) Uji Validitas
Pada penelitian ini nilai r tabel (N-2) untuk responden sebanyak 108 orang
adalah 0,1591 (Imam Ghozali, 2011: 438). Metode pearson correlation
menyatakan butir pertanyaan dikatakan valid apabila signifikansi butir pertanyaan
(1-tailed) ≤ 0,05 dan atau ≥ 0,01.

104

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
Tabel 2. Hasil Uji Validitas

2) Uji Reliabilitas
Suatu variabel atau konstruk dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach Alpha
masing-masing variabel > 0,70 (Nunnaly, 1994 dalam Imam Ghozali, 2011).
Dalam tabel berikut ini disajikan hasil uji reliabilitas.
Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel

Cronbach’s Alpha

Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban

0,876

Motivasi

0,744

Kinerja Manajerial

0,852

Tabel diatas menunjukkan nilai cronbach’salpha instrumen variabel
penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebesar 0,876, instrumen variabel
motivasi sebesar 0,744 dan instrumen variabel kinerjamanajerial sebesar 0,852.
Hal

tersebut

berarti

instrumen

variabel

penerapan

akuntansi

pertanggungjawaban, motivasi dan instrumen variabel kinerja manajerial adalah
handal atau reliabel untuk digunakan dalam pengolahan data.
c. Uji Asumsi Klasik
1) Uji Normalitas
Tabel 4. Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov
Unstandard
ized Residual
N
Normal
Parametersa,,b
Most Extreme
Differences

Berdasarkan hasil

Mean
Std. Deviation
Absolute
Positive
Negative

Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated
from data.
uji
normalitas
di atas,

108
.0000000
3.34194981
.100
.100
-.070
1.035
.234

karena nilai Asymp. Sig. di atas 0,05

maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

105

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
2) Uji Linearitas
Tabel 5. Hasil Uji Linearitas
R2

N

0,000

108

C2
hitung
0

Keterangan

C2
tabel
124,342

Linear

Berdasarkan hasil uji linearitas pada tabel 16. menunjukkan bahwa c2 hitung
(0) lebih kecil dari c2 tabel(124,342) yang menunjukkan bahwa hubungan
tersebut adalah linear.
3) Uji Multikolinieritas
Tabel 6. Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Collinearity
Statistics
Tolera
nce

Model
1

VIF

(Constant)
Penerapan
Akuntansi
Pertanggungjawaban

.491

2.036

Motivasi
.491
a. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

2.036

Karena nilai Tolerance di atas 0,1 dan VIF < 10 maka dapat disimpulkan
bahwa tidak ada multikolonieritas dalam model regresi.

4) Uji Heteroskedastisitas
Tabel 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Unstandardized
Standardiz
Coefficients
ed Coefficients
Model
1

Std.
Error

B

(Constant)

1.32
1

2.625

Penerapan
Akuntansi
Pertanggungjawaban

.042

.041

.071

Motivasi

.035
a. Dependent Variable: abskmpapmt

Beta

T

Sig.

.503

.616

.142

1.029

.306

-.069

-.501

.618

Dari hasil uji Glejser di atas menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel
independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen nilai
absolut Ut (Abs_ut).Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas

106

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
5%.Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya
heteroskedastisitas.
d. Uji Hipotesis
1) Hipotesis 1
Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Hipotesis 1
Unstandardized
Coefficients
Variabel

Kinerja
Manajerial (Y)
Penerapan
Akuntansi
Pertanggungjawa
ban (Xa)

t

Sig.

R

0.552

B

Standard
Error

11.985

4.389

2.730

0.007

0.379

0.056

6.810

0.000

R2

0.304

Dari tabel dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 11.985 + 0.379Xa
Konstanta sebesar 11,985 menunjukkan bahwa jika variabel independen
dianggap nol, maka nilai Kinerja Manajerial adalah 11,985. Koefisien regresi
Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban (Xa) sebesar 0,379 menyatakan bahwa
setiap kenaikan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban sebesar 1 satuan akan
menaikkan Kinerja Manajerial sebesar 0,379 satuan. Hal ini berarti arah model
tersebut adalah positif.Arah positif tersebut juga dapat dilihat dari nilai korelasi
regresi (R) yang bernilai positif antara Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban
dan Kinerja Manajerial sebesar 0,552.Dari tabel juga dapat dilihat bahwa R
Square sebesar 0,304.Hal ini berarti peranan variabel independen dalam mengukur
variabel dependen sebesar 30,4% sedangkan 69,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor
lainnya yang tidak diteliti dalam model regresi
Nilai t hitung sebesar 6,810 (di atas nilai t tabel yaitu 1,6594)
mengindikasikan bahwa variabel Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban
berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Manajerial. Hal ini juga
didukung dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari level of
signifikansi (sig < 5%) berarti terdapat pengaruh signifikan antara variabel
independen terhadap variabel dependen secara individual.Hasil uji regresi ini
mendukung hipotesis

1

yang menyatakan bahwa penerapan

akuntansi

pertanggungjawaban mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja manajerial.

107

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
2) Hipotesis 2
Tabel 9. Ringkasan Hasil Uji Hipotesis 2
Unstandardized
Coefficients
Variabel

T

Sig.

R

0.713

B

Standard
Error

Motivasi (Y)

18.856

3.100

6.803

0.000

Penerapan
Akuntansi
Pertanggungjawa
ban (Xa)

0.412

0.039

10.481

0.000

R2

0.509

Dari tabel dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 18.856 + 0.412Xa
Konstanta sebesar 18,856menunjukkan bahwa jika variabel independen
dianggap nol, maka nilaiMotivasi adalah sebesar 18,856. Koefisien regresi
Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban (Xa) sebesar 0,412 menyatakan bahwa
setiap kenaikan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban sebesar 1 satuan akan
menaikkan Motivasi sebesar 0,412 satuan. Hal ini berarti arah model tersebut
adalah positif.Arah positif tersebut juga dapat dilihat dari nilai korelasi regresi (R)
yang bernilai positif antara Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dan
Motivasi sebesar 0,713.Dari tabel dapat dilihat bahwa R Square sebesar 0,509.
Hal tersebut berarti peranan variabel independen dalam mengukur variabel
dependen sebesar 50,9% sedangkan 49,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya
yang tidak diteliti dalam model regresi.
Nilai t hitung sebesar 10,481 (di atas nilai t tabel yaitu 1,6594)
mengindikasikan bahwa variabel Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban
berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Motivasi. Hal ini juga didukung
dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari level of signifikansi (sig <
5%) berarti terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap
variabel dependen secara individual.Hasil uji regresi ini mendukung hipotesis
2yang menyatakan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban mempunyai
pengaruh positif terhadap motivasi.

108

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
3) Hipotesis 3
Tabel 10. Ringkasan Hasil Uji Hipotesis 3
Unstandardized
Coefficients
Variabel

Kinerja
Manajerial (Y)
Penerapan
Akuntansi
Pertanggungjaw
aban (Xa)

t

Sig.

R

4.941

1.001

0.391

0.594

0.225

0.077

2.926

0.004

0.373

0.133

2.800

0.006

B

Standard
Error

4.946

R2

0.353

Motivasi (Xb)

e1

= 0.701

Motivasi

= 0.804
0.412

0.373

Penerapan Akuntansi
Pertanggungjawaban

Kinerja Manajerial

e2

0.225

Gambar 1. Hasil Perhitungan Model Analisis Jalur (Path Analysis)
Anak panah e1 ke Motivasi menunjukkan jumlah variance variabel Motivasi
yang yang tidak dijelaskan oleh Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban. Besar
nilai e1= 0,701. Sedangkan anak panah dari e2 menuju Kinerja Manajerial
menunjukkan bahwa Kinerja Manajerial yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel
Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dengan Motivasi dan besarnya e2=
0,804.
Untuk melihat pengaruh mediasi maka dilihat dari perkalian koefisien (p2xp3)
signifikan atau tidak, diuji dengan Sobel Test (Imam Ghozali, 2011: 255). Berikut
ini adalah cara perhitungannya.
a) Menghitung pengaruh langsung dan tidak langsung
Pengaruh Langsung
(PAP ke KM)
Pengaruh Tdk Langsung
(PAP ke KM melalui MT)
Pengaruh Total

=>

0.225

=>
=>

0.154 <= 0.412 X 0.373
0.379

b) Menghitung dengan Sobel Test

109

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
𝑺𝒑𝟐𝒑𝟑 = 𝒑𝟑𝟐𝑺𝒑𝟐𝟐 + 𝒑𝟐𝟐 𝑺𝒑𝟑𝟐 + 𝑺𝒑𝟐𝟐 𝑺𝒑𝟑𝟐
= (𝟎. 𝟑𝟕𝟑)𝟐(𝟎. 𝟎𝟑𝟗)𝟐 + (𝟎. 𝟒𝟏𝟐)𝟐(𝟎. 𝟏𝟑𝟑)𝟐 + (𝟎. 𝟎𝟑𝟗)𝟐 (𝟎. 𝟏𝟑𝟑)𝟐
= 𝟎. 𝟎𝟎𝟒 = 𝟎. 𝟎𝟓𝟕

c) Menghitung nilai t statistik pengaruh mediasi

(

)(

)

Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa pengaruh mediasi adalah
signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan perkalian koefisien sebesar 0,154. Hasil
perkalian itu kemudian diuji dengan menggunakan Sobel Testdan menghasilkan t
hitung 2,699 lebih besar dari t tabel dengan tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar
1,6594. Hal ini mendukung diterimanya hipotesis 3 yang menyatakan bahwa
penerapan akuntansi pertanggungjawaban mempunyai pengaruh positif terhadap
kinerja manajerial melalui motivasi.
2. Pembahasan
a. Pengaruh Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban terhadap
Kinerja Manajerial
Pengujian terhadap hipotesis 1 yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh
antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial
terbukti. Hal ini bisa dilihat dari hasil output SPSS 17.0 dengan analisis regresi
masing-masing variabel yang menunjukkan koefisien korelasi (R) yang positif
(0,552) dan nilai t hitung > t tabel sesuai pada taraf signifikansi 5% (6,810 >
1,6594).
Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan
antara

penerapan

akuntansi

pertanggungjawaban

terhadap

kinerja

manajerial.Semakin baik penerapan akuntansi pertanggungjawaban maka semakin
baik kinerja manajer dalam menyelesaikan tugasnya.Dalam hal ini, penerapan
akuntansi pertanggungjawaban memberikan peran dan tanggung jawab manajer
yang jelas dalam anggaran, sehingga melalui ini akan dapat mempermudah dalam
pengukuran kinerja manajer.

110

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013

b. Pengaruh Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban terhadap
Motivasi
Pengujian terhadap hipotesis 2 yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh
antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap motivasi terbukti. Hal
ini bisa dilihat dari hasiloutput SPSS 17.0 dengan analisis regresi masing-masing
variabel yang menunjukkan koefisienkorelasi (R) yang positif (0,713) dan nilai t
hitung > t tabelsesuai pada taraf signifikansi 5% (10,481 > 1,6594).
Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan
antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap motivasi. Semakin baik
penerapan akuntansi pertanggungjawaban di perusahaan akan meningkatkan
motivasi

manajer

untuk

bekerja

semakin

baik.

Penerapan

akuntansi

pertanggungjawaban yang baik dapat mempermudah manajer dalam memantau
pekerjaan yang dianggap kurang sesuai dengan tujuan perusahaan.Dalam hal ini
pengontrolan

anggaran

dari

masing-masing

unit

dapat

terlihat

secara

jelas.Sebaliknya, dari sini dapat diketahui sejauh mana kinerja manajer dalam
menjalankan tugasnya. Dengan demikian akan tampak kinerja manajer yang
sesungguhnya

dan

perusahaan

dapat

menerapkan

struktur

penghargaan

berdasarkan penilaian kinerja tersebut yang akan membawa dampak pada
motivasi kerja karyawan.

c. Pengaruh Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban terhadap
Kinerja Manajerial Melalui Motivasi
Pengujian terhadap hipotesis 3yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh
penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial melalui
motivasi terbukti. Hal ini bisa dilihat dari hasilperhitungan menunjukkan hasil
penjumlahan koefisien yang positif (0,379) dan dari hasil perhitungan t yang
menunjukkan nilai sebesar 2,699 lebih besar nilai dari t tabel (1,6594) sesuai
dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil tersebut menunjukkan hipotesis 3 diterima, yang berarti bahwa
penerapan

akuntansi

manajerial

melalui

pertanggungjawaban
motivasi.

Semakin

111

berpengaruh
baik

terhadap

penerapan

kinerja
akuntansi

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
pertanggungjawaban

di

perusahaan

akan

dapat

meningkatkan

motivasi

manajernya untuk bekerja dan pada akhirnya akan membuat kinerja manajerialnya
semakin baik. Dalam hal ini penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang baik
dilakukan supaya masing-masing individu dapat secara jelas mengetahui tugas
dan tanggungjawab pada daerah yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga dapat
memudahkan manajer dalam bekerja.Selain itu, peran penerapan akuntansi
pertanggungjawaban sebagai dasar dalam penilaian kinerja setiap individu
manajer dan menjadi dasar dalam struktur penghargaan perusahaan memberikan
motivasi kepada manajer dalam bekerja.Motivasi tersebut muncul sebagai akibat
adanya penilaian kinerja berdasarkan informasi akuntansi pertanggungjawaban.
Melalui ini pula penilaian kinerja akan memacu peningkatan kinerja manajer,
sehingga tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

3. Keterbatasan
a. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan kuesioner. Oleh
karena itu, data yang terkumpul hanya menggambarkan persepsi para responden
pada saat menerjemahkan pernyataan-pernyataan yang ada sesuai persepsi para
responden. Karena itu, kemungkinan terjadinya bias sangat memungkinkan, hal
ini disebabkan perbedaan persepsi antara peneliti dan para responden terhadap
pernyataan-pernyataan yang diajukan dan diterima.
b. Temuan hasil penelitian membuktikan bahwa selain penerapan akuntansi
pertanggungjawaban dan motivasiterdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi
baik

tidaknya

kinerja

seseorang

yang

dibukti

kan

dengan

akuntansi

pertanggungjawaban dan motivasi hanya memberikan sumbangan sebesar 37,9%
terhadap kinerja manajerial, sedangkan 62,1% dijelaskan faktor lain yang tidak
diteliti dalam penelitian ini.
c. Pada penelitian ini hanya menggunakan satu subjek penelitian, maka hasil
penelitian masih kurang dapat digeneralisasi apalagi untuk perusahaan pada
bidang yang lain.

112

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
D. PENUTUP
1. Simpulan
a. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan
signifikan antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap
kinerja manajerial yang ditunjukkan melalui nilai koefisien regresi yang
bernilai positif (0,379), nilai koefisien korelasi (R) bernilai positif
(0,552), nilai t hitung > t tabel pada taraf signifikansi 5%
(6,810>1,6594), koefisien determinasi (R2) sebesar 0,304. Hal ini
berarti semakin baik penererapan akuntansi pertanggungjawaban maka
semakin tinggi pula kinerja manajerialnya. Hipotesis pertama (H1) yang
menyatakan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap
kinerja manajerial diterima.
b. Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara penerapan
akuntansi pertanggungjawaban terhadap motivasiditunjukkan melalui
nilai koefisien regresi yang bernilai positif (0,412), nilai koefisien
korelasi (R) bernilai positif (0,713), nilai t hitung > t tabel pada taraf
signifikansi 5% (10,481> 1,6594), serta koefisien determinasi (R2)
sebesar 0,509. Hal ini berarti semakin baik penererapan akuntansi
pertanggungjawaban maka semakin tinggi pula motivasinya. Hipotesis
kedua

(H2)

yang

menyatakan

bahwa

penerapan

akuntansi

pertanggungjawaban terhadap motivasiditerima.
c. Hasil pengujian yang dilakukan juga menunjukkan adanya pengaruh
yang

positif

dan

signifikan

antara

penerapan

akuntansi

pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial melalui motivasi yang
ditunjukkan dengan hasil penjumlahan koefisien yang positif (0,379)
perhitungan menggunakan Sobel Test yang menghasilkan t hitung > t
tabel pada taraf signifikansi 5% (2,699 > 1,6594). Hal ini berarti
semakin baik penerapan akuntansi pertanggungjawaban di perusahaan
akan meningkatkan motivasi manajernya untuk bekerja dan pada
akhirnya akan membuat kinerja manajerialnya juga semakin baik.
Dengan demikian hipotesis 3 yang menyatakan penerapan akuntansi

113

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
pertanggungjawaban mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja
manajerial melalui motivasi didukung olehpenelitian ini.
2. Saran
a. Bagi pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan
Ratu Boko
1) Perusahaan telah menerapkan sistem akuntansi pertanggungjawaban
yang cukup memadai dengan memiliki struktur organisasi yang telah
memuat garis wewenang dan tanggung jawab secara jelas untuk setiap
tingkatan

manajemen.

Akan

tetapi,

sistem

akuntansi

pertanggungjawaban yang telah dipraktikkan perusahaan kurang dapat
memisahkan biaya dan pendapatan yang dapat dikendalikan dan tidak
dapat dikendalikan oleh manajer. Hal ini dapat menyebabkan
penerapan akuntansi pertanggungjawaban kurang maksimal, yang
akan berdampak pada motivasi dalam bekerja menjadi rendah. Oleh
karena itu perusahaan diharapkan dapat mendesain dan menerapkan
sistem akuntansi pertanggungjawaban yang baik, sehingga kinerja
manajernya akan menjadi baik.
2) Perusahaan

memberikan

kesempatan

bagi

manajernya

untuk

mengaktualisasikan diri dengan memberikan saran dan kritik agar
manajernya maju, sehingga manajer akan selalu berusaha sebaikbaiknya dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun harus lembur.
Sebaliknya, manajer terkadang masih merasakan gaji yang mereka
terima belum sesuai dengan kebutuhan mereka dan juga perusahaan
belum adil dalam memberikan promosi jabatan kepada para
manajernya. Dengan demikian perusahaan diharapkan dapat meninjau
kembali prosedur promosi jabatan dan gaji yang diberikan apakah
sudah bisa memenuhi kebutuhan para manajernya atau belum.
3) Manajer memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengevaluasi
kinerja bawahan mereka, akantetapi kemampuan mereka dalam
perencanaan masih dirasa kurang. Untuk itu diharapkan perusahaan
lebih mengembangkan kemampuan para manajernya dalam menyusun

114

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
perencanaan seperti menentukan tujuan, kebijakan dan tindakan
pelaksanaan untuk mencapai visi-misi perusahaan.
b. Bagi peneliti selanjutnya:
1)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi pertanggungjawaban
dan motivasi hanya memberikan sumbangan sebesar 37,9%terhadap
kinerja manajerial, sedangkan 62,1% dijelaskan faktor lain yang
tidak diteliti dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, peneliti selanjutnya
dapat menambahkan variabel yang menjadi faktor lain dalam kinerja
manajerial.

2)

Penelitian

selanjutnya

diharapkan

untuk

menambah

subjek

penelitian, yaitu menggunakan beberapa perusahaan agar data
penelitian lebih variatif dan kemampuan generalisasi lebih baik.

E. DAFTAR PUSTAKA
Anonim.(2013).

“Tentang

Perusahaan”.

Diambil

dari:

(www.bumn.go.id/borobudur/tentang-kami/tentang-perusahaan/),
pada tanggal 16/02/2013, 21:00 WIB)
Atef Aqeel Al-Bawab. (2012). Impact of Decentralization and Responsibility
Accounting in Performance Evaluation for The Decentralized Entities
at the Yemenian Banks (An Empirical study). Interdisciplinary
Journal of Contemporary Research In Business. Assistant professor
Accounting Department Jerash University. Vol 3, No 11 halaman 611626.
Diana Putri. (2005). Hubungan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban
dengan Kinerja Manajer Pusat Investasi (Studi pada bengkel di
Bandung).Skripsi.Mahasiswa

Jurusan

Akuntansi

Universitas

Widyatama.
Eddy Laberto. (2001). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap
Kinerja

Manajerial

dengan

Motivasi

Sebagai

Variabel

Intervening.Tesis.Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Magister
Manajemen Universitas Diponegoro.

115

JURNAL NOMINAL / VOLUME II NOMOR II / TAHUN 2013
Eka Dya Ayu Oktaviani. (2012). Hubungan Penerapan Akuntansi
Pertanggungjawaban Dengan Kinerja Manajer Pada PT. Garam
(Persero) Di Surabaya.Skripsi.

Mahasiswa

Jurusan Akuntansi

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.
Imam Ghozali. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS,
Edisi kelima. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Kunti Aprilia Risanti. (2012). Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum
Kota Makassar.Skripsi. Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas
Hasanuddin.
Mulyadi. (1997). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa,
Edisi kedua. Yogyakarta:YKPN.
Robert L. Mathis dan John H. Jackson.(2006). Human Resource
Management, Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Sepuluh.
(Alih Bahasa: Diana Angelica). Jakarta: Salemba Empat.
Tony Listianto dan Bambang Setiaji.(2007). Pengaruh Motivasi, Kepuasan,
dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus di
Lingkungan

Pegawai

Kantor

PDAM

Kota

Surakarta).Jurnal

Manajemen. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
T. A. Mahoney, T. H. Jerdee, & Carroll Jr. S. J. (1963). Development of
Managerial Performance: A research approach. Cincinnati: SouthWestern.

116

Judul: Penerapan Akuntansi

Oleh: Handika Putra


Ikuti kami