Pendididkan Akuntansi

Oleh Reka Putra Pandega

120,6 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Pendididkan Akuntansi

PENDIDIDKAN AKUNTANSI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS pandegareka01@yahoo.com 1. Metode Ceramah Metode caramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa bagus bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung oleh alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya. Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh pertimbangan tertentu, juga adanya factor kebiasaan baik dari guru ataupun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga siswa, mereka akan belajar manakala guru memberikan materi pelajaran melalui caramah, sehingga ada guru yang ceramah ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak belajar. Metode ceramah merupakan cara mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori. 2. Metode Demonstrasi Demonstrasi merupakan metode yang paling efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban secara sendiri berdasarkan fakgta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau sekedar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepasdari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan, akan tetapi demonstrasi akan dapat menyajikan pelajaran secara konkrit. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan pembeljaran ekspositori dan inkuiri. 3. Metode Diskusi Metode diskusi merupakan metode yang menghadapkan siswa pada permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998). Karena itu diskusi, bukan merupakan debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. 4. Metode Simulasi Simulasi berasal dari kata “stimulate” yang artinya berpura-pura atu seakan-akan. Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya. 5. Metode Tugas dan Resitasi Metode tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau kelompok. Tugas dan resitasi bisa dilakukan di rumah, di sekolah, di perpustakaan dan tempat lainnya. 6. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab, siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antar guru. 7. Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil. 8. Metode Problem Solving Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai dengan menarik kesimpulan. 9. Metode Sistem Regu (team teaching) Team teaching pada dasarnya adalah metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerja sama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. System regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. 10. Metode Latihan (Drill) Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang dipelajari. Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat/inisiatif siswa untuk berpikir, maka guru/pengajar memperhatikan tingkat kewajaran dari metode drill. 11. Metode Karyawisata (Field-Trip) Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti tersendiri, berbeda dengan karyawisata dalam arti umum. Karyawisata di sini berarti kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Contoh: Mengajak siswa ke gedung pengadilan untuk mengetahui system peradilan dan proses pengadilan, selama satu jam pelajaran. Jadi, karya wisatadi atas tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour. Daftar Pustaka Dimyati,dkk.2009.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta Kunandar.2009.Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:Rajawali Pers.

Judul: Pendididkan Akuntansi

Oleh: Reka Putra Pandega

Ikuti kami