Pendididkan Akuntansi

Oleh Reka Putra Pandega

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Pendididkan Akuntansi

PENDIDIDKAN AKUNTANSI
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
pandegareka01@yahoo.com
1. Metode Ceramah
Metode caramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa
bagus bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung oleh alat dan media
serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap
guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh pertimbangan tertentu, juga adanya factor
kebiasaan baik dari guru ataupun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam
proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga siswa, mereka
akan belajar manakala guru memberikan materi pelajaran melalui caramah, sehingga ada guru
yang ceramah ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak belajar. Metode ceramah
merupakan cara mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.
2.

Metode Demonstrasi
Demonstrasi merupakan metode yang paling efektif, sebab membantu siswa untuk

mencari jawaban secara sendiri berdasarkan fakgta atau data yang benar. Metode demonstrasi
merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada
siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau sekedar tiruan.
Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepasdari penjelasan secara lisan oleh guru.
Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan, akan tetapi
demonstrasi akan dapat menyajikan pelajaran secara konkrit. Dalam strategi pembelajaran,
demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan pembeljaran ekspositori dan
inkuiri.
3.

Metode Diskusi
Metode diskusi merupakan metode yang menghadapkan siswa pada permasalahan.

Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab
pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu
keputusan (Killen, 1998). Karena itu diskusi, bukan merupakan debat yang bersifat mengadu

argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan
tertentu secara bersama-sama. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk
menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran.
4. Metode Simulasi
Simulasi berasal dari kata “stimulate” yang artinya berpura-pura atu seakan-akan.
Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan
menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan
tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai mengajar dengan asumsi tidak semua proses
pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya.
5.

Metode Tugas dan Resitasi
Metode tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari

itu. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau
kelompok. Tugas dan resitasi bisa dilakukan di rumah, di sekolah, di perpustakaan dan tempat
lainnya.
6.

Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya

komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog
antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab, siswa bertanya guru menjawab. Dalam
komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antar guru.
7.

Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian

bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri atau
dibagi atas kelompok-kelompok kecil.
8.

Metode Problem Solving
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode

mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat
menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai dengan menarik
kesimpulan.

9.

Metode Sistem Regu (team teaching)
Team teaching pada dasarnya adalah metode mengajar dua orang guru atau lebih

bekerja sama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. System
regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi
dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.
10. Metode Latihan (Drill)
Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau
keterampilan dari apa yang dipelajari. Mengingat latihan ini kurang mengembangkan
bakat/inisiatif siswa untuk berpikir, maka guru/pengajar memperhatikan tingkat kewajaran
dari metode drill.
11. Metode Karyawisata (Field-Trip)
Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti tersendiri, berbeda dengan
karyawisata dalam arti umum. Karyawisata di sini berarti kunjungan ke luar kelas dalam
rangka belajar. Contoh: Mengajak siswa ke gedung pengadilan untuk mengetahui system
peradilan dan proses pengadilan, selama satu jam pelajaran. Jadi, karya wisatadi atas tidak
mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
Karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.

Daftar Pustaka

Dimyati,dkk.2009.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta
Kunandar.2009.Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Jakarta:Rajawali Pers.

Judul: Pendididkan Akuntansi

Oleh: Reka Putra Pandega


Ikuti kami