Pembahasan Makalah Akuntansi

Oleh Idelia Idzni

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Pembahasan Makalah Akuntansi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi untuk menyediakan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan mengenai kesatuan usaha ekonomi yang
diharapkan akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan oleh pemakai. Penggunaan
informasi keuangan yang tepat memerlukan suatu pengetahuan mengenai karakteristik dan
keterbatasan informasi akuntansi keuangan. Informasi akuntansi keuangan dihasilkan untuk
tujuan tertentu, dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip yang konvensional. Penggunaan
informasi akuntansi keuangan tanpa suatu pengetahuan umum mengenai karakteristik dan
keterbatasan informasi akuntansi keuangan dapat mengakibatkan kesalahankesalahan dan
salah tafsir. Alat yang dapat digunakan untuk memproses informasi dalam akuntansi
keuangan adalah laporan keuangan yang secara berkala dikomunikasikan kepada pihak
ekstern perusahaan. Buruknya keadaan ekonomi Indonesia akan berpengaruh terhadap
kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini dapat dilihat masih kacaunya
kegiatan usaha di dalam negeri dan rendahnya kepercayaan investor asing untuk
menanam modalnya di Indonesia. Kondisi ini membuat kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba akan jauh dari harapan atau dapat dikatakan laba
semakin kecil sehingga akan mengarah pada kinerja perusahaan yang menurun
juga (Hanafi dan Halim, 2005: 34).

1

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian akuntansi?
2. Bagaimana sejarah perkembangan akuntansi?
3. Bagaimana perkembangan akuntansi di Indonesia?
4. Apa itu lingkungan perusahaan?
5. Apa saja peran akuntansi dalam perusahaan?
6. Apa saja spesialisasi bidang akuntansi?
7. Bagaimana etika profesi akuntan?
8. Apa saja manfaat akuntansi dalam perusahaan?
1.3 Tujuan
1. Memahami makna akuntansi.
2. Mengetahui sejarah perkembangan akuntansi.
3. Mengetahui perkembangan akuntansi di Indonesia.
4. Memahami akuntansi dalam lingkungan perusahaan.
5. Memahami peran akuntansi dalam perusahaan.
6. Mengetahui berbagai macam spesialisasi bidang akuntansi.
7. Mengetahui etika profesi akuntan.
8. Mengetahui manfaat akuntansi dalam perusahaan.
1.4 Metode Penulisan
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis memperoleh data dengan menggunakan
studi pustaka yang berarti penulis mengambil informasi dari berbagai sumber tertulis.

2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Akuntansi
Pengertian akuntansi menurut American Accounting Association adalah suatu
proses

mengidentifikasi,

mengukur,

dan

melaporkan

informasi

ekonomi

untuk

memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas bagi pihak yang
menggunakan informasi tersebut.
Menurut Suwarjono (2002), akuntansi dapat pula didefinisikan sebagai seni 1
pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan laporan transaksi yang bersifat keuangan yang
terjadi dalam suatu perusahaan.
Akuntansi didefinisikan pula sebagai seperangkat pengetahuan yang mempelajari
perekayasaan dalam penyediaan jasa, yang berupa informasi keuangan kuantitatif dari suatu
unit organisasi dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang
berkepentingan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi.
Ditinjau dari beberapa definisi tersebut, akuntansi dipandang sebagai suatu proses,
seni, dan seperangkat pengetahuan yang pada dasarnya mengarah pada suatu aktivitas atau
kegiatan dalam akuntansi itu sendiri.

2.2 Sejarah Perkembangan Akuntansi
1

Pengertian seni dalam definisi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa akuntansi bukan merupakan ilmu

pengetahuan eksakta, karena dalam proses penalaran dan perancangan akuntansi banyak terlibat unsur pertimbangan
(judgement).

3

Semenjak ditemukannya system pencatatan berpasangan oleh Paciolo, akuntansi
terus berkembang sejalan dengan perkembangan ekonomi. Timbulnya Revolusi Industri
pada tahun 1776 menimbulkan dampak positif terhadap perkembangan akuntansi :
Perusahaan dibentuk oleh sekumpulan orang yang bekerja bersama-sama dalam satu badan.
Keadaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan, baik sebagai informasi maupun
sebagai pertanggungjawaban.
Pada tahun 1845 dikeluarkanlah undang-undang perusahaan pertama di Inggris,
untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang itu diatur
tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, dan membayar
utang.
Perkembangan ekonomi di Inggris ini juga menular ke Amerika Serikat, sehingga
ilmu akuntansi juga mulai berkembang di sana. Pada tahun 1930, Amerika Serikat
membentuk Security Exchange Commission sebagai salah satu lembaga yang banyak
mendorong tercapainya suatu prinsip akuntansi yang baku. Pada perkembangan
selanjutnya, dibuatlah standar akuntansi yang disebut dengan Generally Accepted
Accounting Principles (GAAP).
Kemudian, pada tahun 1972 dilakukan kongres profesi akuntan sedunia di Sidney.
Pada kongres inilah muncul inspirasi untuk membentuk International Accounting Standard
Committee (IASC), sehingga pada tahun 1973 terbentuklah IASC dengan International
Accounting Standard (IAS) sebagai produknya.

2.3 Perkembangan Akuntansi di Indonesia
Seperti yang diketahui, bangsa Indonesia dijajah selama lebih dari tiga setengah
abad oleh Belanda, sehingga sistem akuntansi yang berlaku awalnya adalah system Belanda
yang lebih dikenal dengan sistem tata buku. Sistem ini kemudian terus diajarkan di sekolahsekolah formal maupun kursus-kursus di Indonesia.

4

Setelah kemerdekaan, ketidaksukaan kepada Belanda juga mempengaruhi eksistensi
perusahaan Belanda. Pada tahun 1950-an, perusahaan milik Belanda dinasionalisasi diikuti
dengan masuknya modal asing. Modal asing yang masuk ini umumnya berasal dari
perusahaan Amerika, sehingga sudah barang tentu perusahaan Amerika juga membawa
sistem akuntansinya sendiri yang harus diikuti dalam perusahaan miliknya di Indonesia.
Sejak saat itu, muncullah dualisme sistem akuntansi di Indonesia yaitu sistem Belanda
dengan sistem tata buku (single entry) dan sistem Amerika yang dikenal dengan sistem
berpasangan (double entry).
Amerika terus memberikan bantuan kepada Indonesia, antara lain berupa sistem
akuntansi, dosen-dosen tamu yang mengajar di berbagai universitas di Indonesia, dan
beasiswa kepada dosen Indonesia untuk belajar di Amerika. Ahli-ahli akuntansi pun
semakin banyak. Keadaan ini semakin meluas, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang
cepat. Hubungan internasional dan ekonomi erat serta sistem akuntansi Amerika semakin
dominan.
2.4 Lingkungan Perusahaan
Di sekitar kita terdapat begitu banyak perusahaan dengan berbagai karakteristik
yang berbeda. Apapun karakteristik perusahaannya, untuk bisa hidup dan tetap bertahan
dalam jangka panjang setiap perusahaan harus memiliki produk yang dibutuhkan
masyarakat. Produk adalah sesuatu yang dihasilkan oleh perusahaan untuk dijual kepada
masyarakat sebagai sumber pendapatan bagi perusahaan tersebut. Demi menghasilkan
produk tertentu, setiap perusahaan harus memiliki berbagai sumber daya yang dibutuhkan
untuk menghasilkan produk tersebut yang mencakup tanah, mesin, tenaga kerja, modal,
bahan baku, dan sebagainya. Tanpa memiliki sumber daya dan produk, suatu organisasi
tidak dapat disebut perusahaan. Karena perusahaan adalah organisasi di mana sumber daya
seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang atau jasa bagi
pelanggan.

5

Secara umum, tujuan perusahaan didirkan adalah untuk melipatgandakan kekayaan
pemiliknya. Untuk dapat menciptakan kekayaan sebagai tujuan pendiriannya, perusahaan
harus melaksanakan tiga kegiatan utama, yaitu :
a) Mendesain produk (barang atau jasa) yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
b) Membuat produk secara efektif biaya.
c) Memasarkan produk secara efektif kepada konsumen.
2.5 Peran Akuntansi Dalam Perusahaan
1. Kreditor
Yaitu orang atau perusahaan yang memberikan pinjaman dana kepada perusahaan
untuk berbagai keperluan usaha. Sebagai pihak yang memberikan pinjaman dana kepada
perusahaan, kreditor membutuhkan informasi untuk menjamin bahwa uang yang
dipinjamkannya akan dibayar beserta bunganya. Oleh karena itu, informasi yang diperlukan
mencakup :
a) Besarnya kekayaan perusahaan
b) Kemampuan menghasilkan laba usaha
c) Perbandingan utang dan total kekayaan perusahaan
2. Pemerintah
Yaitu lembaga yang memiliki kewenangan untuk membuat peraturan usaha dan halhal yang terkait dengannya. Sebagai pihak yang akan memungut pajak penghasilan kepada
perusahaan, informasi utama yang diperlukan pemerintah mencakup :
a) Laba usaha yang diperoleh
b) Beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan
3. Calon Investor
Yaitu orang-orang atau lembaga yang akan menanamkan uangnya dalam suatu
perusahaan di masa mendatang. Sebagai pihak yang akan menanamkan uangnya dalam
perusahaan, calon investor harus memiliki keyakinan bahwa perusahaan tersebut dapat

6

memberikan pengembalian yang memadai dalam jangka panjang. Oleh karena itu,
informasi yang diperlukan investor mencakup :
a) Laba usaha yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir
b) Pertumbuhan kekayaan perusahaan
4. Pemasok
Yaitu orang atau perusahaan yang menjual berbagai barang kepada perusahaan,
mulai dari peralatan kantor, mesin, kendaraan, hingga bahan baku usaha. Sebagai pihak
penjual barang secara kredit kepada perusahaan, pemasok harus memiliki keyakinan bahwa
kredit yang diberikannya kepada perusahaan akan dapat dibayar sesuai kesepakatan. Oleh
karena itu, informasi yang diperlukan mencakup :
a) Besarnya kekayaan perusahaan
b) Kemampuan menghasilkan laba usaha
c) Perbandingan utang dan total kekayaan perusahaan
5. Pemilik/Pemegang Saham
Yaitu orang atau lembaga yang telah menanamkan uang atau kekayaannya pada
perusahaan. Sebagai pihak yang telah menanamkan uangnya dalam perusahaan, pemilik
perusahaan harus memperoleh imbalan atas sebagian atau seluruh laba usaha yang telah
diperoleh perusahaan. Oleh karena itu, informasi utama yang diperlukan adalah :
a) Laba usaha yang diperoleh
b) Perubahan kekayaan perusahaan dalam beberapa tahun
2.6 Spesialisasi Bidang Akuntansi
Pengelompokan profesi akuntansi ke dalam beberapa kelompok profesi seperti telah
dibahas sebelumnya didasarkan pada lembaga dimana mereka bekerja. Pengelompokan
tersebut merupakan pemilahan secara kelembagaan yang bersifat umum. Pada masingmasing lembaga tersebut masih dapat dipilah lagi ke dalam beberapa jenis bidang akuntansi
yang lebih khusus, yaitu :

7

1. Akuntansi Manajemen, yaitu bidang akuntansi yang berfungsi menyediakan data
dan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen menyangkut operasi harian
dan perencanaan operasi di masa depan. Sebagai contoh, menyediakan data biaya
guna penentuan harga jual produk tertentu dan pertimbangan terkait.
2. Akuntansi Biaya, yaitu bidang akuntansi yang fungsi utamanya adalah sebagai
aktivitas dan proses pengendalian biaya selama proses produksi yang dilakukan
perusahaan. Kegiatan utama bidang ini adalah menyediakan data biaya actual dan
biaya yang direncanakan oleh perusahaan.
3. Akuntansi Keuangan, yaitu bidang akuntansi yang bertugas menjalankan
keseluruhan proses akuntansi sehingga dapat menghasilkan informasi keuangan
bagi pihak eksternal, seperti laporan laba rugi, laporan perubahan laba ditahan,
laporan posisi keuangan, dan laporan arus kas. Secara umum, bidang akuntansi
keuangan berfungsi mencatat dan melaporkan keseluruhan transaksi serta keadaan
keuangan suatu badan usaha bagi kepentingan pihak-pihak luar perusahaan.
4. Auditing, yaitu bidang akuntansi yang fungsi utamanya adalah melakukan
pemeriksaan (audit) atas laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Jika
pemeriksaan dilakukan oleh staf perusahaan itu sendiri, maka disebut sebagai
internal auditor. Hasil pemeriksaan tersebut digunakan untuk kepentingan internal
perusahaan itu sendiri. Jika pemeriksaan laporan keuangan dilakukan oleh pihak di
luar perusahaan, maka disebut sebagai auditor indenpenden atau akuntan publik.
5. Akuntansi Pajak, yaitu bidang akuntansi yang fungsi utamanya adalah
mempersiapkan data tentang segala sesuatu yang terkait dengan kewajiban dan hak
perpajakan atas setiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Lingkup kerja di
bidang ini mencakup aktivitas perhitungan pajak yang harus dibayar dari setiap
transaksi yang dilakukan perusahaan, hingga perhitungan pengembalian pajak
(restitusi pajak) yang menjadi hak perusahaan tersebut.
6. Sistem Akuntansi, yaitu bidang akuntansi yang berfokus pada aktivitas mendesain
dan mengimplementasikan prosedur serta pengamanan data keuangan perusahaan.
Tujuan utama dari setiap aktivitas bidang ini adalah mengamankan harta yang
dimiliki perusahaan.

8

7. Akuntansi Anggaran, yaitu bidang akuntansi yang berfokus pada pembuatan
rencana kerja perusahaan di masa depan, dengan menggunakan data aktual masa
lalu. Di samping menyusun rencana kerja, bidang ini juga bertugas mengendalikan
rencana kerja tersebut, yaitu seluruh upaya untuk menjamin agar aktivitas operasi
harian perusahaan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
8. Akuntansi Internasional, yaitu bidang akuntansi yang berfokus pada persoalanpersoalan akuntansi yang terkait dengan transaksi internasional (transaksi yang
melintasi batas negara) yang dilakukan oleh perusahaan multinasional. Hal-hal yang
tercakup dalam bidang ini adalah seluruh upaya untuk memahami hukum dan aturan
perpajakan setiap negara di mana perusahaan multinasional beroperasi.
9. Akuntansi Sektor Publik, yaitu bidang akuntansi yang berfokus pada pencatatan dan
pelaporan transaksi organisasi pemerintahan dan organisasi nirlaba lainnya. Hal ini
diperlukan karena organisasi nirlaba adalah organisasi yang didirikan dengan tujuan
bukan menghasilkan laba usaha, sebagaimana perusahaan komersial lainnya.
Contohnya mencakup pemerintahan, rumah sakit, yayasan social, panti jompo, dan
sebagainya.
2.7 Etika Profesi Akuntan
Kode etik akuntan Indonesia berisi berbagai pernyataan spesifik tentang etika
profesi akuntan. Beberapa hal penting yang tercantum dalam kode etik profesi akuntan
tersebut antara lain :
a) Setiap akuntan harus selalu mempertahankan nama baik profesi dan menjunjung
tinggi aturan dan etika profesi serta hukum negara di mana ia melaksanakan
pekerjaannya.
b) Setiap akuntan harus mempertahankan integritas dan objektivitas dalam
melaksanakan tugasnya.
c) Setiap akuntan harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar teknis dan
professional yang relevan.
d) Setiap akuntan harus meningkatkan kecakapan profesionalnya agar mampu
memberikan manfaat optimal dalam melaksanakan tugasnya.
9

e) Setiap akuntan harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam
tugasnya.
f) Setiap akuntan harus bisa mempertanggungjawabkan mutu pekerjaan atau
pelaksanaan tugasnya.
2.8 Manfaat Akuntansi Dalam Perusahaan
1. Mengetahui Jumlah Laba atau Rugi
Tujuan utama dari kegiatan usaha sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba
atau keuntungan. Namun tidak selamanya perusahaan selalu mendapatkan laba. Ada
kalanya perusahaan mengalami kerugian. Karena sebuah usaha apapun pasti ada naikturunnya. Karena itulah untuk memastikan apakah dalam suatu periode tertentu perusahaan
mengalami laba atau rugi, diperlukan adanya catatan transaksi keuangan perusahaan secara
menyeluruh, detail dan up to date (waktu terbaru) menggunakan proses akuntansi. Dari
proses tersebut akhirnya akan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang dapat
memperlihatkan dengan jelas dan pasti tentang laba-rugi perusahaan pada periode waktu
tertentu.
2. Memberikan Informasi bagi Operasional Perusahaan
Manajemen sebagai pihak pengambil keputusan memiliki tugas merencanakan,
mengatur, mengawasi, dan mengendalikan kondisi perusahaan. Agar perusahaan dapat
berjalan dengan terstruktur, baik dan terarah. Dalam kegiatan untuk melaksanakan tugas
tersebut, manajemen membutuhkan informasi yang berkaitan dengan perusahaan.
Akuntansi sebagai penyedia informasi berupa laporan keuangan dapat memenuhi
kebutuhan manajemen tersebut. Karena dalam lapooran keuangan terdapat berbagai
informasi keuangan seperti berapa jumlah uang kas maupun non kas perusahaan saat ini,
berapa tingkat penjualan apakah telah mencapai terget perusahaan, berapa jumlah
persediaan bahan baku apakah masih mencukupi untuk kegiatan produksi selanjutnya,
berapa biaya operasional perusahaan apakah mengalami pemborosan, dan sebagainya.

10

Semua informasi tersebut dapat terjawab melalui laporan keuangan yang merupakan
output atau produk dari akuntansi. Sehingga akuntansi menjadi sangat penting
keberadaannya dalam manajemen perusahaan guna memberikan informasi-informasi terkait
perusahaan. Yang pada akhirnya informasi tersebut juga berguna dalam proses
pengambilan keputusan manajemen.

3. Informasi Keuangan Perusahaan
Pihak internal perusahaan meliputi direktur, para manajer, dan pemegang saham.
Mereka berkepentingan untuk melihat informasi keuangan guna memenuhi tugasnya dalam
menganalisa kondisi keuangan perusahaan apakah dalam kondisi yang sehat atau tidak
sehat.
Selain itu juga untuk mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan jalannya
perusahaan. Sedangkan pihak eksternal meliputi investor, rekan bisnis, kreditur dan
pemerintah. Para eksternal seperti investor berhak melihat kondisi keuangan perusahaan
apakah dalam kondisi stabil dan menguntungkan.
Sehingga ketika investor tersebut berinvestasi pada perusahaan bisa memberikan
imbal balik berupa dividen yang tinggi bagi dirinya. Hak rekan bisnis tidak jauh berbeda
dari investor yaitu untuk tujuan memperoleh keuntungan dari hubungan kerja sama bisnis.
Kreditur berhak dalam kepentingan melihat kesehatan keuangan perusahaan apakah mampu
memenuhi kewajiban lancarnya guna pertimbangan pinjaman. Sedangkan pemerintah
memiliki hak mengetahui informasi keuangan perusahaan terkait masalah perpajakan yang
wajib dipenuhi oleh perusahaan.
4. Alokasi Sumber Daya Ekonomi
Demi kelancaran usahanya, sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan
meliputi modal, tenaga kerja, bangunan, peralatan dan mesin-mesin, perlu di alokasi sebaik
mungkin agar tidak terjadi kekurangan atau pun pemborosan. Karena itu diperlukan
informasi keuangan yang tersaji dalam laporan keuangan untuk menentukan aktifitas

11

alokasi tersebut. Agar alokasi sesuai dengan keuangan yang dimiliki serta sesuai pos-pos
yang membutuhkan.
5. Mengatur, Mengawasi dan Mengendalikan
Mengatur, mengawasi dan mengendalikan semua aktifitas yang terjadi di
perusahaan dalam kegiatan memperoleh keuntungan, diharapkan perusahaan dapat berjalan
dengan lancar sesuai dengan rencana dan kebijakan operasional maupun produksi yang
telah dirancang oleh para manajer. Guna kepentingan tersebut, segala hal yang berkaitan
dengan aktivitas di perusahaan perlu diatur, diawasi dan dilakukan pengendalian.
6. Sebagai Tolak Ukur
Perusahaan dikatakan maju dan tumbuh dengan baik ketika bisa menyajikan
informasi keuangan yang rapi, valid, akurat serta mudah dipahami. Di mana penyajian
informasi tersebut dapat diperoleh melalui proses akuntansi yang benar. Akuntansi yang
benar yaitu mencatat, mengelompokkan, mengidentifikasi transaksi-transaksi keuangan
perusahaan dengan rapi, baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti transaksi yang ada. Dari
sanalah tersaji laporan keuangan yang kemudian dapat digunakan untuk melihat serta
mengukur tingkat pertumbuhan dan kemajuan sebuah perusahaan.

12

BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Akuntansi memiliki peran penting bagi perusahaan. Akuntansi merupakan aktivitas
jasa yang berfungsi untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat
keuangan mengenai kesatuan usaha ekonomi yang diharapkan akan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan oleh pemakai. Jadi, ditinjau dari beberapa definisi, akuntansi
dipandang sebagai suatu proses, seni, dan seperangkat pengetahuan yang pada dasarnya
mengarah pada suatu aktivitas atau kegiatan dalam akuntansi itu sendiri.

13

DAFTAR PUSTAKA

Sartuni Rasyid, E. Zaenal Arifin, dan Ruth Hutagalung. 2015. Implementasi Bahasa
Akademik. Tanggerang: Pustaka Mandiri.

Utorodewo Felicia N. dkk. 2008. Bahasa Indonesia Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah.
Depok: Universitas Indonesia.

Tim Redaksi BIP. 2018. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Pembentukan
Istilah. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Dunia Firdaus A. 2005. Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi. Jakarta: Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.

Pura Rahman. 2013. Pengantar Akuntansi I. Jakarta: Erlangga.

Rudianto. 2012. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Erlangga.

14

Idelia Idzni Sartika (1802000001)
Cristin Kurniawati (1802000023)
Bahasa Indonesia
D3 Keuangan dan Perbankan

Topik : Peran akuntansi bagi perusahaan.
Tujuan : Menjelaskan peran akuntansi di dalam sebuah perusahaan.
Tesis : Akuntansi berperan penting dalam sebuah perusahaan karena kemajuan
perusahaan tersebut bisa dinilai dari proses akuntansi yang diterapkan.

15

Idelia Idzni Sartika (1802000001)
Cristin Kurniawati (1802000023)
Bahasa Indonesia

Kerangka Karangan
1. Mengenai Akuntansi
1.1 Pengertian akuntansi
1.2 Sejarah perkembangan akuntansi
1.3 Perkembangan akuntansi di Indonesia
2. Lingkungan perusahaan
3. Peran akuntansi dalam perusahaan
3.1 Kreditor
3.2 Pemerintah
3.3 Calon investor
3.4 Pemasok
3.5 Pemilik/Pemegang saham
4. Spesialisasi bidang akuntansi

16

5. Etika profesi akuntan
6. Manfaat akuntansi dalam perusahaan

Surat Pernyataan
Kami yang bertanda tangan dibawah ini
1. NIM
Nama
2. NIM
Nama

: 1802000001
: Idelia Idzni Sartika
: 1802000023
: Cristin Kurniawati

Menyatakan bahwa karya kami ini merupakan hasil karya kami sendiri. Jika dalam karya
ilmiah ini terdapat kesalahan, kekeliruan secara akademis, kami (penulis) bersedia di beri
sanksi akademik.

17

Jakarta, 11 Desember 2018

Idelia dan Cristin

18

Judul: Pembahasan Makalah Akuntansi

Oleh: Idelia Idzni


Ikuti kami