Mengenal Akuntansi

Oleh Gerry Kristianto

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Mengenal Akuntansi

MENGENAL AKUNTANSI

PENERBIT ERLANGGA

Investor
Informasi

Karyawan
Pemberi
Pinjaman

menghasilkan
digunakan oleh

Pemasok dan
Kreditor Usaha
Lainnya
Pelanggan

Akuntansi

Pemerintah
Pemakai
Lainnya
jenis pekerjaan
Akuntan /
Auditor

dibagi
berdasarkan

menghadapi

Dilema

cara mengatasi

Berpedoman pada
Etika Profesi
Akuntan

Akuntansi
Keuangan
Spesialisasi

terdiri dari

PENERBIT ERLANGGA

Akuntansi
Pemeriksaan

Akuntansi
Internasional

Akuntansi
Biaya

Akuntansi Lembaga
Nirlaba

Akuntansi
Manajemen

Akuntansi Sektor
Publik

Akuntasi
Pajak

Sistem Akuntansi
Akuntansi
Anggaran

SEJARAH SINGKAT AKUNTANSI
Catatan primitif akuntansi yang palingtua berasal dari Babilonia yang sudah ada tahun 3600SM
yang berupa tablet dari tanah liat , yang berisikan tentang pembayaran upah.
Diikuti dengan penemuan penemuan dinegara lain seperti mesir dan yunani yang menandakan
bahwa akuntansi telah ada .
Akuntansi berupa catatan yang paling awal dikenal dari negara Inggris, yang dibuat dan
dikumpulkan atas perintah Raja Wiliam The Conqueror pada abat ke XI, yang digunakan untuk
mengetahui sumber keuangan negara
Penggunaan akuntansi dalam dunia usaha diperkenalkan oleh seorang ahli matematika, yaitu
Luca Pacioli. Ia memperkenalkan sistem pembukuan berpasangan pada logika matematika.
Sistem ini dipahami di Italia sejak tahun 1494 setelah Luca Pacioli mempublikasikan buku yang
berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Computies et Scriptoris. Pada
buku ini terdapat bab yang membahas masalah keuangan, yaitu bab Tractatus de Computies et
Scriptoris.
Di Indonesia sendiri Akuntansi sudah ada padazaman kolonial Belanda atau VOC th 1642 dan
pengaruhnya sampai dengan pemerintahan Orde Baru Lama, Kemudian mengalami
perkembangan setelah Sistem Akuntansi Amerika yang di kenalkan oleh para Investor.
Proses Pertumbuhan Akuntansi semakin cepat dengan di bentuknya IAI th 1957, pada tahun
1973 IAI merumuskan Prinsip Akuntansi Indonesia ( PAI ) yang digunakan sebagai dasar
pedoman Akuntansi di Indonesia. Pada tahun 1984 Komite PAI melakukan revisi, dan pada
tanggal 1 Oktober 1994 merevisi kembali PAI dan merubah namanya menjadi Standar
Akuntansi Keuangan ( SAK ).
Proses penyempurnaan terus berlangsung pada tgl 1 )ktober 1995, 1 Juni 1999, 1 April 2002,
dan revisi terakhir pada tgl 1 september 2007 SAK berisikan 59 Pernyataan Standar
Akuntansi keuangan ( PSAK ) ditambah 101 sampai dengan 106 untuk akuntansi syariah, 7
Interprestasi
( ISAK )
PENERBIT SAK.
ERLANGGA

DEFINISI AKUNTANSI
American Institute Of Cartifed Public Accountanns ( AICPA )
Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, penggolongan peringkasan yang tepat
dinyatakan dalam bentuk uang, transaksi dan kejadian kejadian yang setidaknya
bersifat keuangan dan penafsiran dari hasil hasilnya
American Accounting Association (AAA) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut:
Akuntansi adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur dan
mengkomunikasikan informasi ekonomi sebagai dasar pertimbangan dan
pengambilan keputusan oleh para pengguna informasi keuangan tersebut.
Berdasarkan informasi tersebut akuntansi dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Bahwa akuntansi adalah suatu proses yang produk akhirnya dalah informasi,
yaitu laporan keuangan.
2. Bahwa informasi yang dihasilkan dari proses tersebut dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan bagi para penggunanya.
PENERBIT ERLANGGA

PROSES AKUNTANSI

Proses akuntansi akan terjadi secara berulang dan berkelanjutan pada
periode-periode akuntansi berikutnya. Proses akuntansi sering disebut
sebagai siklus akuntansi (accounting cycle).

PENERBIT ERLANGGA

KEGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI BAGI PARA PEMAKAI
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dalam buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK
2002: hal. 2-3), pihak yang membutuhkan informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Investor. Investor membutuhkannya untuk menentukan apakah membeli,
menahan, atau menjual saham mereka dalam perusahaan.
2. Karyawan. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa,
manfaat pensiun (pension benefit), dan kesempatan kerja.
3. Pemberi Pinjaman. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan
pokok pinjaman dan bunganya pada saat jatuh tempo.
4. Pemasok dan Kreditor Usaha Lainnya. Untuk menilai kemampuan perusaahaan
utnuk membayar jumlah utang teapat pada waktunya saat jatuh tempo.
5. Pelanggan. Untuk meniali kelangsungan usaha perusahaan.
6. Pemerintah. Untuk mengatur aktivitas perusahaan, kebijakan pajak, dan sebagai
dasar penyusunan statistik pendapatan nasional.
7. Pemakai Lainnya. Misalnya BPS (Badan Pusat Statistik), lembaga penelitian, dan
masyarakat pada umunya, termasuk pelanggan melalui berita-berita keuangan
dalam surat kabar dan majalah.
PENERBIT ERLANGGA

AKUTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI
• Tiap kegiatan usaha membutuhkan jasa akuntansi untuk mencatat
berbagai jenis transaksi berkaitan dengan operasi usahanya.
• Pada akhir periode akuntansi, catatan-catan ini akan diikhtisarkan
sehingga menghasilkan laporan keuangan, antara lain laporan laba rugi,
laporan perubahan modal. Neraca, laporan arus kas, dan catatan atas
laporan keuangan.
• Informasi akuntansi, mulai dari pencatatan hingga pelaporan, dapat
digunakan oleh pihak-pihak pemilik kepentingan (stakeholders) terhadap
organisasi atau perusahaan sebagai sumber informasi utama dalam
menilai dan mengambil keputusan berkaitan dengan perusahaan.

PENERBIT ERLANGGA

Peraga di atas menunjukkan bagaimana kita dapat membuat informasi akuntansi bermanfaat
bagi pihak-pihak pemilik kepentingan.Peraga tersebut juga menunjukkan akuntansi sebagai
suatu proses dengan tujuan untuk menghasilkan informasi. Inilah mengapa akuntansi sering
disebut sebagai sistem informasi. Pihak-pihak pemilik kepentingan terdiri dari pihak internal
(pemilik, managemen, karyawan) dan pihak eksternal (pelanggan, pemasok bahan baku, kreditor,
PENERBIT
ERLANGGA
badan
pemerintah,
serta masyarakat secara umum).

Ilustrasi pemanfaatan laporan keuangan oleh beberapa pihak pemilik
kepentingan terhadap PT Dirgantara Indonesia (produsen pesawat
terbang CN-250)
1. Pelanggan akan membaca laporan keuangan untuk memastikan
bahwa PT Dirgantara Indonesia memang memiliki kemampuan
permodalan untuk membuat pesawat yang akan dipesan oleh
pelanggan.
2. Kreditor akan menggunakan informasi laporan keuangan untuk
memastikan kesanggupan PT Dirgantara dalam membayar hutang.
Selain itu, informasi laporan keuangan dapat pula digunakan untuk
menilai apakah perusahaan memang pantas untuk diberikan kredit
tambahan.
3. Pemerintah akan menggunakan informasi laporan keuangan terkait
dengan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sebagai contoh,
pemerintah membutuhkan informasi laporan keuangan untuk
menghitung besar pajak yang harus ditanggung oleh PT Dirgantara
Indonesia.
PENERBIT ERLANGGA

4.

5.

6.

Pemilik atau pemegang saham akan menggunakan informasi laporan
keuangan untuk memantau kinerja, prospek perusahaan, dan
kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividen.
Manager akan menggunakan informasi laporan keuangan untuk
memastikan bahwa perusahaan telah mencapai sasaran yang ditetapkan
sebelum masa operasi.
Karyawan akan menggunakan informasi laporan keuangan untuk
memantau kinerja individu ataupun kelompok divisi serta kontribusinya
terhadap hasil yang didapat oleh perusahaan.

Laporan keuangan untuk kebutuhan internal memiliki keakuratan yang lebih
tinggi daripada laporan keuangan pihak eksternal. Hal ini disebabkan oleh
karena beberapa alasan sebagai berikut:
1. Terdapat informasi-informasi penting yang terkait dengan kemampuan
bersaing perusahaan yang tidak bisa diedarkan kepada masyarakat umum.
2. Terlalu banyak informasi laporan keuangan yang akan disajikan jika data
internal pun harus diedarkan kepada pihak eksternal.
PENERBIT ERLANGGA

MACAM-MACAM BIDANG SPESIALISASI AKUNTANSI
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting). Akuntansi keuangan adalah
cabang akuntansi berfokus pada pencatatan transaksi perusahaan dan
secara periodik menyajikan dalam laporan keuangan.
2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing). Pemeriksaan (auditing) adalah cabang
akuntansi yang menguji dan memeriksa secara bebas kebenaran dan
kewajaran atas pernyataan penyusun laporan, yang mana merupakan
tanggung jawab dari penyusun laporan.
3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting). Akuntansi biaya merupakan cabang
khusus dari akuntansi yang menitikberatkan kegiatannya pada pencatatan
dan penyajian informasi biaya operasional.
4. Akuntansi Manajemen (Management Accounting). Akuntansi manajemen
merupakan cabang dari akuntansi yang mengkhususkan diri pada
pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu
manajemen dalam menjalankan perusahaan.
PENERBIT ERLANGGA

5.

6.

7.

Akuntansi Pajak (Tax Accounting). Tugas akuntan dalam
akuntansi perpajakan, antara lain bertugas dalam melaksanakan
peraturan perpajakan, perencanaan pajak (tax planning),
pelaksanaan administrasi perpajakan, atau mewakili perusahaan
sebagai wajib pajak di hadapan kantor pajak.
Akuntansi Internasional (International Accounting). Akuntansi
internasional merupakan bidang akuntansi untuk diterapkan
pada perusahaan dengan lingkup aktivitas mencakup lebih dari
satu negara (multinational business organizations).
Akuntansi Lembaga Nirlaba (Non-Profit Accounting). Akuntansi
lembaga nirlaba merupakan bidang akuntansi yang secara
khusus diterapkan pada organisasi-organisasi yang mana
aktivitasnya bertujuan untuk tidak mencari keuntungan, seperti
yayasan sosial dan lembaga pendidikan.

PENERBIT ERLANGGA

8.

Akuntansi Sektor Publik atau Akuntansi Pemerintahan
(Government Accounting). Akuntansi pemerintahan adalah
bidang akuntansi yang secara khusus diterapkan pada instansiinstansi pemerintah.
9. Sistem Akuntansi (Accounting System). Sistem akuntansi
merupakan bidang akuntansi yang menitikberatkan
kegiatannya pada pembuatan sistem akuntansi. Sistem
akuntansi tersebut dirancang untuk mengendalikan praktik
akuntansi perusahaan secara intern, menciptakan suatu arus
laporan keuangan yang efisien, dan menyajikan informasi yang
berguna bagi para pemakai informasi akuntansi secara andal.
10. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting). Akuntansi
anggaran adalah bidang akuntansi yang menitikberatkan
kegiatannya pada perencanaan kegiatan perusahaan. Hasil
perencanaan tersebut menjadi bahan perbandingan antara
anggaran yang direncanakan dan hasil kerja yang dicapai.

PENERBIT ERLANGGA

TAHAPAN PROSES AKUNTANSI
Sebagai suatu sistem akuntansi terdiri atas serangkaian tahapan
yang sistematis dan saling berhubungan satu sama lain.
Secara umum sistem akuntansi terdiri atas 3 yaitu ;
Jurna Umum / General Journal

Tahap Pencatatan

Buku Besar / General Ledger
Neraca Saldo / Trial Balance

Tahap
Pengiktisaran

Jurnal Peyesuaian / Adjusting
entries

Kertas Kerja / Work Sheet
Laba Rugi / Profit Or Loss

Tahap Pelaporan

PENERBIT ERLANGGA

Laporan
Keuangan
/
Financial
Statemen

Perubahan Modal / Statement
Of Owner`s Equity
Neraca / Balance Sheet
Arus Kas / Cash Flow
Statement

ETIKA PROFESI AKUNTAN
• Para akuntan dan auditor seringkali menghadapi masalah dilema
etika.
• Ketika membuat laporan keuangan untuk meminjam uang ke bank,
akuntan diminta untuk membuat laporan keuangan agar sesuai
dengan pesanan perusahaan. Laporan keuangan ini menggambarkan
kondisi keuangan perusahaan seolah-olah sehat, supaya pinjaman
oleh perusahaan tersebut dikabulkan oleh bank.
• Di satu sisi akuntan harus menjunjung tinggi etika profesi akuntan,
namun di sisi lain akuntan merupakan bagian/karyawandari suatu
perusahaan.
• Kepercayaan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha atas
laporan-laporan akuntan guna pengambilan keputusan tidak hanya
ditentukan oleh keahliannya, tetapi juga oleh independensinya,
serta integritas moral para akuntan.
• Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh akuntan seharusnya
didasarkan pada standar yang berlaku.
PENERBIT ERLANGGA

Judul: Mengenal Akuntansi

Oleh: Gerry Kristianto


Ikuti kami