Materi Pengantar Akuntansi Akuntansi Dasar I

Oleh Imran Muhammad

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Materi Pengantar Akuntansi Akuntansi Dasar I

MATERI PENGANTAR AKUNTANSI
AKUNTANSI DASAR I
Oleh : M i r a, SE.,M.Ak

HIMPUNAN MAHASISWA AKUNTANSI (HIMANSI)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016

PERTEMUAN XIII
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
1. Pengertian Akuntansi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli
barang dagangan dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk dengan
tujuan untuk memperoleh keuntungan (laba). Sedangkan barang dagangan
(merchandise inventory) adalah barang yang dibeli perusahaan untuk dijual
kembali. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan utama
perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan tanpa
merubah barang.
2. Akun yang Muncul Pada Akuntansi Perusahaan Dagang
Dalam perusahaan dagang, akun-akun yang biasanya dijumpai dalam
transaksi antara lain :
a. Akun Pembelian adalah akun yang digunakan untuk membeli barang
dagangan baik secara tunai maupun secara kredit.
b. Akun Penjualan adalah akun yang digunakan untuk menjual barang
dagangan baik secara tunai maupun secara kredit.
c. Akun Retur pembelian dan pengurangan harga adalah akun untuk
mengembalikan sebagian barang yang telah dibeli kepada penjual karena
rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
d. Akun Retur penjualan dan pengurangan harga adalah akun untuk
menerima kembali sebagian barang yang telah dijual dari pembeli karena
rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
e. Akun Utang dagang adalah akun untuk mencatat timbulnya utang dagang
dan pelunasan kewajiban atas pembelian secara kredit.
f. Akun Piutang dagang adalah akun untuk mencatat timbulnya piutang
dagang dan penerimaan pelunasan piutang atas penjualan secara kredit.
g. Akun Potongan pembelian adalah akun untuk mencatat potongan yang
diterima pembeli karena melunasi utang dalam masa potongan.

h. Akun Potongan penjualan adalah akun untuk mencatat potongan yang
diberikan oleh penjual karena menerima pelunasan piutang dalam masa
potongan
i. Akun Beban angkut pembelian adalah akun untuk mencatat timbulnya
beban angkut yang ditanggung pembeli.
j. Akun Beban angkut penjualan adalah akun untuk mencatat beban angkut
untuk mengirim barang yang ditanggung oleh penjual.
3. Syarat Penyerahan dan Pembayaran Pada Akuntansi Perusahaan
dagang
Barang dagangan yang diserahkan kepada pembeli atau konsumen dapat
dilakukan dengan syarat-syarat sebagai berikut :
a. FOB Shipping Point (franco gudang penjual) artinya beban angkut barang
sejak dari gudang penjualan sampai dengan gudang pembelian menjadi
tanggungjawab pembeli.
b. FOB Distinationt Point (franco gudang pembeli) artinya beban angkutan
barang sejak dari gudang sampai dengan gudang pembeli menjadi
tanggungjawab penjual.
Sedangkan syarat pembayaran barang dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Tunai atau kontan artinya pembayaran dilakukan saat terjadi transaksi.
b. n/30 artinya pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah
terjadinya transaksi.
c. n/EOM (End of Month) artinya pembayaran dilakukan paling lambat akhir
bulan.
d. n/10 EOM artinya pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah
akhir bulan.
e. 2/10,n/30 artinya bila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari atau
kurang setelah tanggal transaksi, terdapat potongan 2%, jangka waktu
kredit 30 hari.

4. Metode Pencatatan Pada Akuntansi Perusahaan Dagang
Ada 2 metode Pencatatan Pada Akuntansi Perusahaan Dagang, yaitu:
a. Metode phisik atau periodik, artinya pencatatan yang berkaitan dengan
barang dagangan tidak dilakukan secara kontinve, sehingga persediaan
barang dagangan akhirnya dihitung secara fisik yang ada digudang.

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk Metode Fisik
sebagai berikut :
Transaksi
Jurnal Umum
Debet/Kredit
Pembelian barang dagangan
Pembelian
Rp. xxx
Kas / Utang dagang
Rp. xxx
Pengiriman kembali barang dagangan Kas / Utang dagang
Rp. xxx
yang telah dibeli (retur pembelian)
Retur pembelian dan PH
Rp. xxx
Penjualan barang dagangan
Kas / Piutang dagang
Rp. xxx
Penjualan
Rp. xxx
Penerimaan kembali barang yang telah Retur penjualan dan PH
Rp. xxx
dijual (retur penjualan)
Kas / Piutang dagang
Rp. xxx
Pembayaran biaya angkut barang yang Beban angkut pembelian
Rp. xxx
dibeli
Kas
Rp. xxx
Pembayaran beban angkut barang yang Beban angkut penjualan
Rp. xxx
dijual
Kas
Rp. xxx
Pembayaran utang dagang tanpa adanya Utang dagang
Rp. xxx
potongan
Kas
Rp. xxx
Pembayaran utang dagang dengan Utang dagang
Rp. xxx
adanya potongan
Kas Potongan
Rp. xxx
Penerimaan pelunasan piutang tanpa Kas
Rp. xxx
potongan
Piutang dagang
Rp. xxx
Penerimaan pelunasan piutang dengan Kas
Rp. xxx
potongan
Potongan penjualan
Rp. xxx
Piutang dagang
Rp. xxx
b. Metode perpetual atau permanen terus-menerus, artinya pencatatan
yang berkaitan dengan barang dagangan dilakukan secara kontinve,
sehingga bila terjadi pembelian akan menambah persediaan barang
dagangan dan bila terjadi penjualan akan mengurangi persediaan
barang dagangan.

Pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk Metode Perpectual
sebagai berikut :
No
Transaksi
Jurnal Umum
1. Pembelian barang dagangan
Persediaan barang dagangan Rp. xxx
Kas / Utang dagang
2. Pengiriman
kembali
barang Kas / Utang dagang
Rp. xxx
dagangan yang telah dibeli (retur Persediaan barang dagangan
pembelian)
3. Penjualan barang dagangan
Kas / Piutang dagang
Rp. xxx
Penjualan
Harga pokok penjualan
Rp. xxx
Persediaan barang dagangan
4. Penerimaan kembali barang yang Retur penjualan dan PH
Rp. xxx
telah dijual (retur penjualan)
Kas / Piutang dagang
Persediaan barang dagangan Rp. xxx
Harga pokok penjualan
5. Pembayaran biaya angkut barang Persediaan barang dagangan Rp. xxx
yang dibeli
Kas
6. Pembayaran beban angkut barang Beban angkut penjualan
Rp. xxx
yang dijual
Kas
7. Pembayaran hutang dagang tanpa Utang dagang
Rp. xxx
adanya potongan
Kas
8. Pembayaran utang dagang dengan Utang dagang
Rp. xxx
adanya potongan
Kas
Persediaan brg dagangan
9. Penerimaan pelunasan piutang Kas
Rp. xxx
tanpa potongan
Piutang dagang
10. Penerimaan pelunasan piutang Kas
Rp. xxx
dengan potongan
Potongan penjualan
Rp. xxx
Piutang dagang

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Contoh
Transaksi
Misalkan penjualan dengan menggunakan kartu
kredit bukan bank Rp 5.000.000 dan
dilaporkan
kepada
perusahaan
pengelolah kartu kredit pada tanggal 10
Januari. Pada Tanggal 15 Januari
perusahaan pengelolah kartu kredit
memotong ongkos sebesar Rp 125.000
dan mengirim uang sebesar Rp
4.875.000

Misalnya diterima pengembalian barang karena
rusak dari salah seorang pelanggan senilai Rp
250.000 yang berasal dari transaksi penjualan
kredit. maka pencatatn yang dilakukan untuk
pengembalian barang tersebut adalah :

Pada tanggal 20 Januari perusahaan Amazon
menjual barang dagangan kepada
seorang pembeli seharga Rp 10.000.000
secara kredit, dengan syarat 2/10,n/30.
Jurnal untuk mencatat
transaksi
penjualan ini adalah :
Syarat penjualan diatas mempunyai arti bahwa

Jurnal
10 Januari
Piutang Dagang
Penjualan

debet

Kredit

Rp 5.000.000
-

Rp 5.000.000

Rp 4.875.000
Rp 125.000
-

Rp 5.000.000

Rp 250.000
-

Rp 250.000

Rp 10.000.000
-

Rp 10.000.000

Rp 9.800.000

-

(Penjualan dgn menggunakan American
Express)
15 Janauri
Kas
Beban Penagihan KK
Piutang dagang
(Penerimaan kas dari American Express
untuk
penjualan
yang
dilaporkan tanggal 10 Januari)
Retur dan Pot. penjualan
Piutang Dagang
(Jika uang tunai yang dikembalikan
karena
barang
yang
dikembalikan ataupun karena
potongan harga, maka retur
dan
potongan
penjualan
didebet dank Kas dikredit)
10 Januari
Piutang Dagang
Penjualan
Pencatatan penjualan barang dagangan
dengan syarat 2/10,n/30
30 Janauri

perusahaan Amazon akan memberikan
potongan 2% ( 2% x 10.000.000 =
200.000) jika pembeli melakukan
pembayaran tidak melewati tanggal 30
Januari atau jika melewati tanggal 30
Januari tapi tidak lebih dari tanggal 19
Februari pembeli harus membayar
penuh
yaitu
10.000.000.
Jurnal
pencatatan transaksi tanggal 30 Januari
adalah
Apabila sebelum pemabayaran utang terjadi retur
(pengembalian barang) maka piutang
harus dikurangi sebesar jumlah barang
yang dikembalikan. Misalnya ada
barang yang diretur Rp 2.000.000 Maka
Piutang Menjadi Rp 8.000.0000
( 10.000.000 – 2.000.000) dan
perhitungan potongannya menjadi Rp
160.000 ( Rp 8.000.000 x 2%)

Kas
Potongan Penjualan
Piutang dagang

Retur dan Pot. penjualan
Piutang Dagang
(untuk mencatat Retur Barang)
Jurnal Perlunasan
Kas
Potongan Penjualan
Piutang dagang

Rp 200.000
-

Rp 10.000.000

Rp 2.000.000
-

Rp 2.000.000

Rp 7.840.000
Rp 160.000
-

Rp 8.000.000

PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2002 (dalam ribuan rupiah)
Rekening
Kas
Piutang dagang
Persediaan barang dagangan
Asurasni Dibayar dimuka
Gedung
Akumulasi Depresiasi Gedung
Utang Dagang
Modal, Mutiara
Prive, Mutiara
Penjualan
Retur dan Potongan penjualan
Potongan tunai penjualan
Pembelian
Retur dan potongan pembelian
Potongan tunai pembelian
Biaya angkut pembelian
Biaya angkut penjualan
Biaya iklan
Biaya sewa
Biaya gaji
Biaya rupa-rupa
Total

Saldo
Debet
Rp 9.500
16.100
36.000
3.800
80.000

Kredit

Rp 16.000
20.400
83.000
15.000
480.000
12.000
8.000
325.000
10.400
6.800
12.200
7.000
16.000
19.000
40.000
17.000
616.600

616.600

Prosedur-prosedur akhir periode pada perusahaan dagang dengan Metode Pisik
1. Pembuatan jurnal penyesuaian
2. Penyusunan Neraca Lajur
3. Penyusunan Laporan Keuangan
4. Pembuatan jurnal penutup pada akhir periode
PENYESUAIAN
Penyesuaian diperlukan pada akhir periode didalam suatu perusahaan
dagang, pada umumnya tidak berbeda dengan penyesuaian-penyesuaian dengan
perusahaan jasa. Perusaah yang menggunakan metode periodik sangat sederhana,

namun metode ini tidak dapat menyediakan informasi mengenai dua hal yang
sangat diperlukan dalam laporan keuangan, yaitu informasi tentang :
1. Persediaan yang ada pada setiap saat diperlukan
2. Harga pokok barang yang sudah dijual ( harga pokok penjualan)
Hal ini disebabkan karena dalam metode persedian periodik rekening
persediaan barang dagangan tidak digunakan untuk mencatat pertambahan
persediaan karena adanya transaksian pembelian dan sebaliknya juga tidak
mencatat pengurangan persediaan karena adanya transakssi penjualan
sehingga dalam buku besar rekening persediaan hanya menunjukkan saldo
persediaan barang dagangan pada awal periode. Rekening ini tidak dapat
memberi informasi mengenai jumlah persediaan yang ada pada saat-saat
tertentu. Pada akhir periode perusahaan melakukan perhitungan atas jumlah
fisik persediaan yang ada digudang (belum terjual) pada akhir periode.
Informasi tentang persediaan akhir yang diperoleh melalui perhitungan fisik
ini harus dimasukkan dalam pembukuan perusahaan, agar pembukuan dapat
memberikan informasi sesuai dengan keadaan keadaan yang sebenarnya pada
akhir periode akuntansi. Proses untuk memasukkan data persediaan akhir ini
kedalam

pembukuan

perusahaan

dilakukan

dengan

membuat

jurnal

penyesuaian.
HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
Sesuai dengan rumus diatas maka jurnal penyesuaian untuk mecatat harga
pokok peenjualan dan persediaan akhir pada perusahaan yang menggunakan
persediaan periodic adalah :
Harga Pokok Penjualan
Rp xxxx
Persediaan Barang Dagangan
Rp xxxx
Harga Pokok Penjualan
Rp xxxx
Pembelian
Rp xxxx
Persediaan
Rp xxxx
Harga Pokok Penjualan
Rp xxxx

Apabila dalam buku besar terdapat rekening-rekening yang
berpengaruh atas pembelian, seperti rekening biaya angkut pembelian,

Retur dan Potongan Pembelian, dan Potongan Tunai Pembelian, maka
saldo rekening-rekening tersebut harus dipindahkan juga kerekening
Harga Pokok Penjualan.
Harga Pokok Penjualan

Rp xxxx
Biaya Angkut Pembelian
Retur dan Potongan Pembelian
Rp xxxx
Harga Pokok Penjualan

Rp xxxx
Rp xxxx

Apabila jurnal-jurnal penyesuaian tersebut diatas dibukukan ke buku
besar, maka saldo rekening Persediaan Barang Dagangan akan menunjukkan
jumlah persediaan yang ada pada akhir periode dari rekening Harga Pokok
Penjualan untuk periode yang bersangkutan.
Untuk memperjelas, dibawah ini data-data untuk penyesuaian pembukuan
Perusahaan Dagang MUTIARA pada akhir bulan Desember 2002 (dalam
ribuan ):
1. Persediaan barang dagangan per 31 Desember 2002 Rp 40.000
2. Asuransi Dibayar Dimuka Rp 1.800
3. Depresiasi Gedung 10% pertahun
4. Gaji Pegawai yang masih harus dibayar Rp 5.000
5. Sewa yang masih harus dibayar Rp 4.000
Berdasarkan data diatas, jurnal penyesuaian yang harus dibuat Perusahaan
Dagang MUTIARA pada tanggal 31 Desember 2002 adalah (dalam ribuan ) :

Tanggal

Halaman

JURNAL PENYESUAIAN
Keterangan

Jumlah
K

D
02
Des

31

31

31

31

Harga Pokok Penjualan
Persediaan Barang Dagangan
Harga Pokok Penjualan
Pembelian

Rp 36.000
36.000
325.000
325.000

Harga Pokok Penjualan
Biaya Angkut Pembelian

12.200

Retur dan Potongan Pembelian
Harga Pokok Penjualan

10.400

12.200

10.400

31

31

31

31

31

31

Potongan tunai pembelian
Harga Pokok Penjualan

6.800

Persediaan barang dagangan
Harga Pokok Penjualan

40.000

6.800

40.000

Biaya Asuransi
Asuransi dibayar dimuka

2.000

Biaya Depresiasi Gedung
Akum. penyusutan gedung

8.000

Biaya Gaji
Hutang gaji

5.000

Biaya sewa
Hutang sewa

4.000

2.000

8.000

5.000

4.000

PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA
NERACA LAJUR
PERIODE BERKAHIR 31 DESEMBER 2002
Rekening
Kas
Piutang dagang
Persediaan barang
Asr. Dibayar dimuka
Gedung
Akum Dep. Gedung
Utang Dagang
Modal, Mutiara
Prive, Mutiara
Penjualan
Retur & Pot. penjualan
Pot. tunai penjualan
Pembelian
Retur & pot. pembelian
Pot. tunai pembelian
Bi. angkut pembelian
Bi. angkut penjualan
Biaya iklan
Biaya sewa
Biaya gaji
Biaya rupa-rupa
Total
Harga Pokok Penjualan

Neraca Saldo
Debet
9.500
16.100
36.000
3.800
80.000

Kredit

Penyesuaian
Debet

40.000

16.000
20.400
83.000

Kredit

36.000
2.000
8.000

15.000
480.000
12.000
8.000
325.000

Laba Rugi
Debet

12.000
8.000

12.200

4.000
5.000
616.600
36.000
325.000

10.400
6.800

Debet
9.500
16.100
40.000
1.800
80.000

15.000
480.000

10.400
6.800
7.000
16.000
23.000
45.000
17.000

Kredit

Neraca
Kredit

24.000
20.400
83.000

325.000
10.400
6.800

12.200
7.000
16.000
19.000
40.000
17.000
616.600

Neraca saldo setelah
penyesuaian
Debet
Kredit
9.500
16.100
40.000
1.800
80.000
24.000
20.400
83.000
15.000
480.000
12.000
8.000

7.000
16.000
23.000
45.000
17.000

Biaya Asuransi
Biaya Dep. gedung
Hutang gaji
Hutang sewa
Saldo Laba

12.200
2.000
8.000

449.400

40.000

5.000
4.000
449.400

316.000
2.000
8.000

616.400

316.000
2.000
8.000
5.000
4.000
616.400

454.000
26.000
480.000

480.000
480.000

162.400
162.400

5.000
4.000
136.400
26.000
162.400

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Dengan telah selesainya disusun pembuatan Neraca lajur, maka
penyususnan lapran keuangan dapat dilakukan dengan mudah karena data yang
diperlukan dalam pembuatan laporn keuangan telah tersedia di nerac lajur.
Namun demikian dalam menyusun laporan keuangan harus dilakukan dengan
memperhatikan cara-cara penyajian yang lazim. Berikut ini adalah laporan
keuangan Perusahaan Daganga MUTIARA :
PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA
LAPORAN LABA RUGI
Periode 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2002

(DALAM RIBUAN RUPIAH)
Penjualan
Kurangi :
Retur dan potongan penjualan
Potongan tunai penjualan

Rp 480.000
Rp 12.000
Rp 8.000
Rp

Penjualanbersih

20.000

Rp

Harga Pokok Penjualan :
Persediaan 1 Jan 2002
Rp 36.000
Pembelian
Rp 325.000
Retur dan pot. Pembelian Rp 10.400
Potongan pembelian
Rp 6.800
Rp 17.200
Pembelian bersih
Rp 307.800
Biaya angkut pembelian
Rp 12.200
Harga pokok Barang Tersedia untuk dijual
Rp 356.000
Persediaan 31 Desember 2002
Rp 40.000
Harga Pokok Penjualan
Laba Kotor Penjualan
Biaya-biaya Operasi :
Biaya Angkut penjualan
Rp 7.000
Biaya Iklan
Rp 16.000
Biaya sewa
Rp 23.000
Biaya gaji
Rp 45.000
Biaya Asuransi
Rp 2.000
Biaya Depresiasi Gedung
Rp 8.000
Biaya Rupa-rupa
Rp 17.000
Jumlah biaya operasional
Laba Bersih

Modal, Mutiara 1 Januari 2002
Laba 31 Desember 2002
Prive, Mutiara

Rp 316.000
Rp 144.000

Rp 118.000
Rp 26.000

PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA
LABA RUGI
31 DESEMBER 2002
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
Rp 83.000
Rp 26.000
( Rp 15.000 )

460.000

Modal, Mutiara 31 Desember 2002

Rp 94.000

PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA
NERACA
31 DESEMBER 2002
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
PASSIVA

AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas
PiutangDagang
Persediaan Barang dagangan
Asuransi Dibayar Dimuka
Jumlah Aktiva Lancar

Rp 9.500
16.100
40.000
1.800
67.400

Aktiva Tak Lancar
Gedung
80.000
Akum. Dep Gedung ( 24.000)
Jumlah Aktiva Tak Lancar
Jumlah Aktiva

Kewajiban Lancar :
Utang Dagang
Utang Gaji
Utang Sewa
Jumlah Kewajiban Lancar

Rp 20.400
5.000
4.000
29.400

MODAL :
Modal Mutiara

94.000

56.000
123.400 Jumlah Passiva

123.400

PERTEMUAN X
JURNAL KHUSUS
1. Pengertian Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat
transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang-ulang, dengan
tujuan agara dapat bekerja secara efektif dan efisien.
Jurnal khusus (Special Journal) yang biasa digunakan dalam akutansi
perusahaan dagang ada 4 macam:
a. Jurnal Penerimaan Kas (JKM), untuk mencatat transaksi penerimaan
kas.
b. Jurnal Pengeluaran Kas (JKK), untuk mencatat transaksi pengeluaran
kas.
c. Jurnal Pembelian (JB), untuk mencatat transaksi pembelian barang
dagangan dan aktiva lain secara kredit.
d. Jurnal penjualan (JP), untuk mencatat transaksi penjualan barang
dagangan secara kredit.
Disamping keempat jurnal khusus tersebut, perusahaan dagang harus tetap
mempuyai Jurnal Umum untuk mencatat transaksi yang tidak dapat
ditampung dalam jurnal khusus yang tersedia.
Pencatatan transaksi ke dalam jurnal khusus dapat dilakukan sebagai
berikut :
Jurnal Khusus
Jurnal penerimaan kas
Jurnal pengeluaran kas
Jurnal pembelian
Jurnal penjualan
Jurnal umum / memorial

Pencatatan
Akun didebit
Kas dan Potongan Penjualan

Akun dikredit
Penjualan, Piutang dagang, Serbaserbi / rekening lain (Pendapatan, Retur
pembelian, utang bank dan sebagainya)
Pembelian, Utang dagang, Serba-serbi / Kas dan Potongan Pembelian
rekening lain (Beban, Perlengkapan,
Peralatan, retur penjualan dsb)
Pembelian, Serba-serbi / rekening lain Utang dagang
(Perlengkapan, Peralatan dan aktiva
lainnya)
Piutang dagang
Penjualan
Utang dagang, Retur penjualan, dan Piutang dagang, Retur pembelian dan
Akun lain yang perlu didebit
Akun lain yang perlu dikredit

Contoh Kasus:
Selama bulan januari PD Tommy terjadi transaksi-transaksi sbb.

c. Dibeli barang dagangan dari PT Indofood sebesar Rp 10.000.000,00 dengan
nomor faktur 120, syarat 3/15, n/30.
d. Dibeli barang dagangan dari PD Hijau sebesar Rp 1.500.000,00 tunai
e. Dijual barang dagangan kepada PD Michu sebesar 2.500.000,00 dengan
nomor faktur 221 syarat 2/10, n/30.
f. Diterima pengembalian barang dagangan dari PD Michu sebesar Rp
500.000,00 karena barang tidak sesuai dengan pesanan
g. Dijual barang dagangan kepada PD Sukma Rp 1.000.000,00 tunai
h. Dijual barang dagang kepada PD Melati sebesar Rp 2.000.000,00 dengan
syarat EOM nomor faktur 225
i.

Diterima pelunasan dari PD Melati sebesar Rp 1.000.000,00

j.

Dibayar beban listrik dan telepon bulan ini sebesar Rp 250.000,00

k. Dibayar semua hutang kepada PT Indofood
l. Diterima sisa piutang dari PD Melati
m. Diterima pendapatan bunga dari Bank ABC sebesar Rp 150.000,00
n.

Dijual barang dagangan kepada PD Bara sebesar Rp 2.500.000,00 dengan
syarat 2/10, n/30 nomor faktur 229

o. Dijual peralatan kantor bekas sebesar Rp 500.000,00 kepada PD Michu
p. Dibeli barang dagangan dari PT Batin sebesar Rp 5.000.000,00 dengan syarat
3/15, n/30 nomor faktur 121
q. Dijual barang dagangn kepada PD Sukma sebesar Rp 500.000,00 dengan
nomor faktur 230 dengan syarat EOM
Dit: Catat transaksi PD Tommy tersebut ke dalam jurnal khusus!

Jawaban
Jurnal pembelian (dalam ribuan rupiah)

Tgl

No
Faktur

Jan
‘09

2
15

120
121

Keterangan

Ref.

Termin

Pembelian (D)
Utang Dagang (K)




3/15, n/30
3/15, n/30

10.000
5.000

PT Indofood
PT Batin

Jurnal pengeluaran kas (dalam ribuan rupiah)
Tgl

No.
cek

Jan
‘09

3
9
1
0

Keterangan

Ref

Pembelian
tunai
Beban listrik
dan tlp
PT Indofood



Utang
dgg
(D)

Pembelian (D)

Serba-serbi (D)
Akun

Ref

Pot
pemb
(K)

Jml

1.500

1.500



Beban listrik
dan tlp



Kas
(K)

250

250

10.000

300

9.700

Jurnal penjualan (dalam ribuan rupiah)
Tgl
Jan
‘09

No
Faktur
4
7
13
16

221
225
229
230

Keterangan

Ref.

Termin

Piutang dagang (D)
Penjualan (K)






2/10, n/30
EOM
2/10, n/30
EOM

2.500
2.000
2.500
500

PD Michu
PD Melati
PD Bara
PD Sukma

Jurnal penerimaan kas (dalam ribuan rupiah)
Tgl

Jan
‘09

Keterangan

Ref

Kas
(D)

6

Penjulan tunai



1.000

8

PD Melati



1.000

1.000

11

PD Melati



1.000

1.000

12

Pendapatan
bunga
Penj.
Peral
kantor



150



500

14

Potongan
Penjln(D)

Penjualan
(K)

Piutang
Dgg (K)

Serba-serbi (K)
Akun

Ref

Jml

Pendapatan
bunga
Penjualan
peral
kantor



150



500

1.000

Jurnal umum (dalam ribuan rupiah)
Tgl
Ja
n
‘0
9

Keterangan
5

Retur penjualan dan potongan harga
Piutang dagang (PD Michu)

Ref

Debit



500

Kredit
500

DAFTAR PUSTAKA
Al Haryono Jusuf , Dasar-dasar akuntansi, ed 4, jilid 1992
Albertus Indrit, Prinsip-prinsip dasar Akuntansi untuk pemula dan orang awam.
2013
Jerry J. Weygant, Paul, D, Kimmel, Donal E Kieso, Accounting Prinsiple.2012
Rochmad
Judianto,
2009.
Modul
https://feelfreeflow.wordpress.com
Tata Sutabri. Sistim Informasi Akuntansi. 2013

dasar

Akuntansi.

Judul: Materi Pengantar Akuntansi Akuntansi Dasar I

Oleh: Imran Muhammad


Ikuti kami