Materi Akuntansi

Oleh Evelyn Anggi

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Materi Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi
yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk
membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga
pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan.
Secara garis besar Akuntan dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Akuntan Publik (Public Accountants)
Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalah akuntan independen
yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan
umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik
adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya
sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus
memperoleh izin dari Departemen Keuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan
pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan
jasa penyusunan sistem manajemen.
2. Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan
tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi
atau Direktur Keuangan. Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun
laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada
pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan
pemeriksaan intern.
3. Akuntan Pemerintah (Government Accountants)
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah,
misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas
Keuangan (BPK).
4. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan
penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan
akuntansi di perguruan tinggi.
Seseorang berhak menyandang gelar Akuntan bila telah memenuhi syarat antara lain:
Pendidikan Sarjana jurusan Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi yang telah
diakui menghasilkan gelar Akuntan atau perguruan tinggi swasta yang berafiliasi ke salah
satu perguruan tinggi yang telah berhak memberikan gelar Akuntan. Selain itu juga bisa
mengikuti Ujian Nasional Akuntansi (UNA) yang diselenggarakan oleh konsorsium
Pendidikan Tinggi Ilmu Ekonomi yang didirikan dengan SK Mendikbud RI tahun 1976.
Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika sebagai berikut : (Mulyadi, 2001:
53)
1. Tanggung Jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus
senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang

dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan
peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa
profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama
dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara
kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya
sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan
tradisi profesi.
2. Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada
publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi
akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan
yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia
bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas
akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini
menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik
didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara
keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam
menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham
bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan
etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota
mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan
publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk
mencapai profesionalisme yang tinggi.
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi
tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
3. Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional.
Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan
(benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus
terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan
publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima
kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima
kecurangan atau peniadaan prinsip.
4. Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam
pemenuhan kewajiban profesionalnya.
Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan
anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur
secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan
atau dibawah pengaruh pihak lain.
Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan
obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa
atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan

keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam
kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka
juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan
kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara
obyektivitas.
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi
dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan
ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau
pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.
Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa
profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan
pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.
Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak
menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki.
Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat
pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan
jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi
kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau
menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung
jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan,
pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang
harus dipenuhinya.
6. Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan
jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa
persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk
mengungkapkannya.
Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan
kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban
kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama
melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.
Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien
atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban
kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa
berakhir.
7. Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan
menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi
oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga,
anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
8. Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan
standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati,
anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama

penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.
Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang
dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan
pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan
Ada dua pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi, yaitu pihak intern dan
pihak ekstern.

1. Pihak Intern
Pihak intern adalah pihak yang diberi tanggung jawab melaksanakan kegiatan perusahaan.
Pemakai informasi akuntansi dari pihak intern biasanya adalah pimpinan perusahaan
ataupun manajer perusahaan. Para manajer perusahaan adalah pihak yang sangat
tergantung dan paling banyak berhubungan dengan hasil akhir akuntansi. Manajer
perusahaan menjalankan segala kegiatan dengan jalan mengikuti secara seksama garis-garis
pedoman yang telah ditetapkan oleh pemilik perusahaan. Dengan pedoman ini para
manajer dapat merencanakan dan mengendalikan pekerjaa sehari-hari.
Tiap-tiap manajer dari yang terendah hingga yang tertinggi memerlukan informasi akuntansi
yang cermat dan yang berkaitan dengan bidang pertanggungjawaban mereka masingmasing. Misalnya, untuk menentukan harga pokok suatu produk, seorang manajer bagian
produksi seringkali memerlukan informasi akuntansi yang berhubungan dengan perhitungan
biaya-biaya produksi (Lihat juga SPA: Sistem Pembukuan Berpasangan).

2. Pihak Ekstern
Pihak ekstern adalah pihak di luar perusahaan tetapi mempunyai kepentingan terhadap
perusahaan. Pemakai informasi dari pihak ekstern dapat dirincikan lagi menjadi enam
kelompok, yaitu sebagai berikut:

a. Pemilik Perusahaan
Pemilik perusahaan dan calon pemilik perusahaan perlu mengetahui posisi keuangan dan
prospek perusahaan di masa yang akan datang serta hasil yang dapat dicapai oleh
perusahaan yang bersangkutan.

b. Kreditor
Sebelum memberikan pinjaman, kreditor (misalnya bank) memerlukan informasi keuagan
perusahaan. Tujuannya adalah untuk menilai kemampuan keuangan perusahaan dalam

menanggung risiko yang mungkin terjadi. Kreditor harus dapat menilai apakah perusahaan
yang mengajukan permintaan kredit mampu mengembalikan pinjaman atau tidak. Kreditor
akan menolak usulan kredit dari suatu perusahaan bila informasi akuntansi perusahaan itu
meragukan atau menunjukkan hal yang negatif.

c. Pemerintah dan Badan-badan Pemerintah
Pemerintah dan badan-badan pemerintah memerlukan informasi akuntansi untuk
keperluan pemungutan pajak dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan peraturan serta
undang-undang yang lain. Perusahaan diharuskan untuk membuat laporan keuangan oleh
pemerintah untuk menetapkan besarnya pajak yag harus dibayar oleh perusahaan.

d. Karyawan dan Serikat Pekerja
Karyawan dan serikat pekerja sangat berkepentingan terhadap informasi keuangan
perusahaan untuk perundingan kontrak kerja, pengajuan kesejahteraan, dan kepentingan
karyawan lainnya. Melalui informasi akuntansi, karyawan perusahaan dapat mengetahui
posisi keuangan dan kemajuan perusahaan. Jika posisi keuangan dan kemajuan perusahaan
menunjukkan hasil yang baik, maka keadaan ini akan menenteramkan karyawan perusahaan
dalam kelangsungan kerjanya.

e. Investor
Investor adalah anggota masyarakat yang mampu atau mempunyai permodalan. Jika
mereka akan menginvestasikan modalnya, maka mereka akan memerlukan data informasi
keuangan perusahaan untuk mengukur tingkat kemampulabaan atau profitabilitas
perusahaan serta prospek perusahaan di masa yang akan datang. Apabila posisi keuangan
perusahaan itu sehat, maka investor mungkin akan menanamkan modalnya pada
perusahaan dengan cara membeli saham atau obligasi.

f. Pelanggan Perusahaan
Pelanggan atau partner bisnis sangat berkepentingan terhadap informasi akuntansi untuk
mengadakan evaluasi terhadap hubungan dagang atau usaha di masa mendatang.

g. Masyarakat
Perusahaan berkaitan erat dengan masyarakat. Perusahaan memberikan sumbagan yang
berarti bagi perekonomian nasional, termasuk penyediaan lapangan kerja dan perlindungan
investor domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan

informasi tentang kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran beserta
rangkaian kegiatan perusahaan.
1. Bidang Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi Keuangan atau atau Akuntansi Umum (General Accounting) menyajikan informasi
berupa laporan keuangan secara berkala untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan.
Informasi tersebut digunakan oleh para pengambil keputusan dari pihak internal atau
eksternal perusahaan. (Baca juga: tujuan dan fungsi akuntansi keuangan )
Jadi, siapa sajakah pengguna informasi tersebut ?
1. Pemilik perusahaan, informasi keuangan tentu digunakan untuk pengambilan
keputusan apakah mereka akan mempertahankan perusahaan atau melepaskan
kepemilikan perusahaan.
2. Kreditor perusaahaan, informasi ini digunakan untuk pengambilan keputusan dalam
menentukan apakah pihaknya akan memperpanjang pemberian kredit pada
perusahaan atau menolaknya.
3. Pemerintah, informasi tersebut diguanakan untuk pengambilan keputusan terkait
kerjasama dengan perusahaan.
2. Bidang Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan laporan keuangan,
kegiatan ini menyangkut kebenaran suatu laporan keuangan atau hasil dan kesimpulannya
yang berguna bagi pihak pihak seperti investor kreditur, pemilik saham dan pemerintah.
Akuntansi pemeriksaan juga merupakan aktivitas pemeriksaaan terhadap catatan hasil
kegiatan dari akuntansi keuangan yang sifatnya pengujian atas kelayakan Laporan Keuangan
secara objektif dan tidak berpihak atau independen (bebas). (Baca juga: jenis-jenis audit dan
auditor )
3. Bidang Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen adalah bidang akuntansi yang hubungannya dengan pimpinan
perusahaan. Akuntansi manajemen sendiri memiliki fungsi sebagai berikut. sumber :
(Akuntansi, Sumarso SR,LPFEUI,1986,P:24).
B. Bidang Manajemen Advisory Service (Administrative Service)
1. Akuntansi biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya
pembuatan serta penjualan produk atau jasa, dengan berbagai cara tertentu, serta
penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.
3 Tujuan pokok akuntansi biaya diantaranya :
1. Perencanaan/penentuan kos produk.

2. Pengendalian biaya.
3. Pengambilan keputusan khusus.
(Mulyadi, Akuntansi Biaya Ed.5, UPP STIM YPKN, 2009,p7 dan sumber lainnya)
2. Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System)
System informasi akuntansi adalah suatu cabang dari akuntansi yang hubungannya dengan
perencanaan serta pelaksanaan prosedur pengumpulan dan pelaporan data keuangan.
3. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan penentuan obyek
pajak yang menjadi tanggungan perusahaan serta perhitungan dan penyusunan surat
pemberitahuan pajak (SPT). Kegiatan akuntansi perpajakan sangat membantu dalam
menentukan berbagai pilihan transaksi yang akan dilakukan dengan untuk pertimbangan
perpajakan
pada
manajemen
perusahaan. (sumber:
Akuntansi,
Sumarso
SR,LPFEUI,1986,P:24 dan beberapa sumber lainnya)
4. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Bidang kegiatan akuntansi anggaran adalah berhubungan dengan pengumpulan dan
pengelolaan data operasi keuangan yang sudah terjadi serta taksiran kemungkinan yang
akan terjadi. Fungsi akuntansi anggaran adalah untuk kepentingan penetapan rencana
operasi keuangan perusahaan yaitu anggaran dalam suatu periode tertentu.
5. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting).
Bidang akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan
tentang kegiatan pemeriksaan keuangan negara. Bidang ini pada umumnya lazim disebut
dengan Administrasi Keuangan Negara.
C. Pekerjaan Akuntansi
1. Akuntan Publik (Publik Accountant / External Accountant)
Akuntan Publik adalah profesi akuntan yang memberikan jasanya sebagai professional yang
telah diberi dan memiliki izin oleh negara untuk melakukan praktek sebagai akuntan swasta
yang bekerja secara independen.
Apa saja tugas akuntan publik ? Tugasnya meliputi analisis laporan keuangan, audit laporan
keuangan, audit pajak dsb.
2. Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja pada suatu perusahaan atau organisasi
tertentu. Umumnya pada bagian keuangan(akuntansi) tersendiri dengan jabatan Chief
Accountant. Namun, terkadang ada yang menjabat sebagai income auditor yang
bertanggung jawab sebagai controller dari chief accountan atau pada Presiden Direktur.

3. Akuntan Pemerintah (Government Accountant)
Akuntan Pemerintah adalah Akuntan yang berkerja di badan usaha negara, contohnya BPK,
Departemen Keuangan, Kantor Pemerintahan, Lembaga negaran lainnya.
4. Akuntan Pendidik
Akuntan Pendidik adalah Akuntan yang kegiatannya sebagai pengajar contohnya dosen,
guru atau instruktur pelatihan akuntansi dengan memberikan sifatnya keilmuan kepada
anak didiknya ataupun melakukan penelitian di bidang akuntansi. (Akuntansi, Sumarso
SR,LPFEUI,1986,P:24)
5. Akuntansi Perilaku
Akuntansi Perilaku adalah bidang yang berhubungan dengan akuntan dan pihak manajemen
dalam mensikapi hasil laporan keuangan kepada perusahaan yang sedang menanganinya.
6. Akuntansi Forensik
Akuntansi Forensik adalah bidang keahlian yang mumpuni atau menuntut kemampuan
dalam bidang akuntansi, audit serta investigasi dari pengelolaan dana. Bidang ini dikatakan
karir favorit di bidang akuntansi yang akan datang. Kegiatannya meliputi penelusuran money
laundering (pencucian uang) dan termasuk kegiatan yang mencurigakan lainnya seperti
penggelapan pajak, harta wasit dan insurance fraud.
1 . Transaksi internal
Transaksi internal merupakan sebuah transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Yakni
transakasi yang hanya melibatkan personalia yang terdapat di dalam sebuah perusahaan
saja. Transaksi internal lebih menekankan perubahan posisi keuangan yang terjadi dibagian
dalam perusahaan. Misalnya, memo dari pimpinan kepada seseorang pegawai, perubahan
nilai keuangan karena kemunduran perusahaan, pengunaan perlengkapan kantor. Transaksi
keuangan dibuat dan juga dikeluarkan oleh perusahaan itu sendiri.
Transaksi internal juga bisa diartikan sebagai bukti pencatatan atas kegiatan-kegiatan yang
terjadi di dalam perusahaan itu sendiri yang berhubungan dengan posisi keuangan
perusahaan tersebut. Contohnya seperti : penghapusan tangungan hutang sebuah sektor
usaha suatu perusahaan dan lainlain.
2. Transaksi eksternal
Transaksi eksternal merupakan sebuah transaksi yang melibatakan pihak luar perusahaan.
Yakni transaksi yang melibatkan orang luar atau organisasi luar. Transaksi eksternal juga bisa
diartikan sebagai bukti pencatatan atas kegiatan-kegiatan yang terjadi pada perusahaan
yang berhubungan dengan pihak luar dari perusahaan tersebut. Seperti misalnya: transaksi
penjualan, pembelian, pembayaran hutang piutang dan lain-lain.
Bukti Transaksi
Adapun yang dimaksud demgan bukti transaksi ialah sebuah bukti yang tertulis atas setiap
kegiatan transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan atau sebuah bisnis. Manfaat dari

bukti transaksi yaitu sebagai bukti tertulis atas transaksi yang telah dilakukan untuk
menghindari kemungkinan terjadinya sengketa atau permasalahan di kemudian hari.
Adapun pembagian bukti transakasi itu terdiri dari 2 jenis, yakni:
1. Bukti transaksi internal
Bukti transaksi internal merupakan bukti pencatatan setiap transaksi yang terjadi di dalam
perusahaan tersebut. Bukti trasaksi internal biasanya berupa memo dari pimpinan ataupun
orang tertentu.
2. Bukti transaksi eksternal
Bukti transaksi eksternal merupakan bukti pencatatan setiap transaksi yang terjadi antara
perusahaan dengan pihak luar perusahaan. Adapun bukti-bukti dari transaksi eksternal
adalah sebagai berikut:
a. Faktur
Faktur merupakan sebuah bukti transaksi tentang perhitungan penjualan barang yang
dilakukan secara kredit dan dibuat oleh pihak penjual untuk disampaikan kepada pihak
pembeli. Faktur biasanya dibuat rangkap dua. Yakni, yang asli dan copyan. Faktur yang asli
diberikan kepada pembeli yakni sebagai bukti pencatatan pembelian secara kredit.
Sedangkan kopiannya dibawa oleh penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara
kredit.
b. Kwitansi (official receipt)
Kwitansi merupakan sebuah bukti transaksi tentang penerimaan uang atas pembayaran
suatu barang ataupun yang lainnya. Kwitansi dibuat dan ditanda tangani oleh kedua pihak
baik pihak yang menerima uang atapun juga pihak yang telah melakukan pembayaran.
Biasanya kwitansi terdiri dari dua bagian, yakni bagian pertama dan kedua. Bagian pertama
diberikan kapada pihak yang membayar. Tujuannya sebagi bukti pencatatan pengeluaran
uang. Dan bagian yang kedua (Sub atau bonggol kuitansi) di pengan oleh penjual. Tujuannya
agar dapat dijadikan sebagai bukti pencatatan penerimaan uang.
c. Nota debet (debit memo)
Nota debet merupakan bukti transaksi tentang perhitungan atau pemberitahuan yang
dikirim oleh sebuah perusahaan atau suatu badan usaha kepada konsumennya. Nota debet
membaeritahukan kepada konsumen bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu.
Penerina nota debet tersebut akan mencatat pada akun pihak pengirim nota yang terdapat
pada sisi kredit.
d. Nota kredit
Nota kredit merupakan bukti transaksi tentang pemberitahuan atau perhitungan yang
dikirim oleh sebuah perusahaan atau badan usaha kepada pelanggannya. Nota kredit di
berikan kepada konsumen agar komsumen tersebut tahu bahwa akunnya telah dikredit
dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit tersebut akan mencatat pada akun pihak
pengirim nota yang terdapat pada sisi debet.
e. Cek (cheque)

Cek merupakan bukti transaksi yang berbentuk surat perintah yang tidak bersyarat kepada
suatu bank untuk membayar sejumlah uang dari seorang nasabah. Cek ditandatangani oleh
pihak yang menjadi nasabah. Dan nasabah tersebut mempunyai simpanan pada bank
tersebut dalam bentuk giro. Lembaran cek terdiri dari dua bagian, yakni bagian utama dan
bagian bonggol. Lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran.
struk/bonggol cek digunakan sebagai bukti tambahan transaksi yang disatukan dengan
kuitansi bukti dari pembayaran.
f. Bilyet giro
Bilyet giro merupakan bukti transaksi yang berbentuk surat perintah dari nasabah kepada
pihak bank agar memindah bukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima.
Pemilik tabungan telah menyebutkan nama penerima dalam bilyet giro pada bank yang
sama ataupun pada bank yang lain. Penerima bilyet giro tak bisa menukarkannya dengan
uang tunai kepada bank yang bersangkutan, Akan tetapi penerima tersebut dapat
menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.
g. Rekening Koran
Rekening koran merupakan suatu bukti transakasi tentang mutasi kas pada bank yang
disusun oleh pihak bank untuk para nasabahnya. Rekening koran digunakan sebagai dasar
penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan, dan juga saldo kas menurut
bank.
h. Bukti setoran bank
Bukti setoran bank merupakan bukti transaksi setiap nasabah saat melakukan setoran bank.
Nasabah harus mengisi slip setoran yang telah disediakan oleh bank terlebih dahulu.
Tujuannya sebagai bukti bahwa nasabah tersebut benar-benar menyetorkan uang pada
bank tersebut.
i. Bukti memorandum
Bukti memorandum merupakan suatu bukti transaksi yang dikeluarkan oleh pimpinan
perusahaan ataupun pihak tertentu yang memiliki wewenang. Bukti memorandum
digunakan untuk kejadian-kejadian yang berlangsung didalam internal perusahaan
tersebut. Bukti memorandum biasanay terjadi pada akhir periode seperti memo untuk
mencatat gaji para pegawai yang masih dibayar.
j. Bukti kas masuk dan bukti kas keluar
Bukti kas masuk merupakan bukti transaksi atas penerimaan uang yang masuk yang
dilengkapi dengan bukti tertulis. Seperti contohnya: kuitansi dan nota. Sedangkan bukti kas
keluar merupakan suatu bukti transaksi atas pengeluaran uang kas. Seperti contohnya:
kuitansi dari kreditur dan nota kontan asli.
Terdapat 3 (tiga) jenis-jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba, yaitu
perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa. Setiap jenis perusahaan
memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan Manufaktur
Perusahaan ini mengubah input dasar menjadi produk jadi yang akan dijual kepada masingmasing pelanggan. Contoh perusahaan yang tergolong dalam perusahaan manufaktur,
seperti PT Gudang Garam dengan produk utamanya adalah rokok, PT Unilever yang
menghasilkan barang-barang konsumsi, seperti pasata gigi, sabun mandi, dan sebagainya.

2. Perusahaan Dagang
Perusahaan ini juga menjual produk ke pelanggan, tetapi perusahaan ini tidak memproduksi
sendiri barang yang akan dijual. Perusahaan membeli dari perusahaan lain barang yang akan
dijualnya. Contoh perusahaan dagang adalah Alfamart, Alfa, Hero, dan sebagainya.

3. Perusahaan Jasa
Perusahaan ini menghasilkan jasa, bukan barang atau produk yang kasat mata. Contoh
perusahaan ini adalah Hotel Santika, Biro Perjalanan Shafira, dan sebagainya.

Jenis-jenis Organisasi Perusahaan
Hampir semua organisasi memerlukan akuntansi. Dalam hal tertentu, prosedur akuntansi
dapat tergantung pada bentuk organisasi.
Umumnya terdapat 3 (tiga) bentuk perusahaan yang berbeda, yaitu perusahaan
perorangan, perusahaan persekutuan, dan perusahaan perseroan. Masing-masing bentuk
perusahaan ini memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Jenis-jenis perusahaan
meliputi :

1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan dimiliki oleh individu, pemilik tunggal. Bentuk ini mudah
pengelolaannya, biayanya juga tidak terlalu mahal. Kelemahan utama bentuk perusahaan ini
adalah sumberdaya keuangan yang terbatas pada harta milik pribadi.

2. Perusahaan Persekutuan
Perusahaan persekutuan dimiliki oleh dua atau lebih individu, masing-masing pemilik
menyetorkan modalnya ke perusahaan untuk bekerja secara bersama-sama. Sumber daya

keuangan tidak hanya berasal pada satu orang saja, tetapi berasal dari beberapa pemilik
perusahaan.

3. Perusahaan Perseroan
Perusahaan perseroan Sering disebut juga korporasi. Perusahaan ini dibentuk berdasarkan
peraturan pemerintah sebagai suatu badan hukum. Biasanya modalnya terdiri dari sahamsaham, yang diterbitkan oleh korporasi tersebut dan dijual kepada masyarakat yang
berminat. Keunggulan utama bentuk perusahaan korporasi adalah kemampuan untuk
mendapat sejumlah sumberdaya keuangan dengan cara menerbitkan saham tersebut.
Sehingga pemegang saham perusahaan ini bisa perorangan, atau individu yang membeli
saham perusahaan ini.
Difinisi Aset, Liabilitas, Ekuitas, Pendapatan dan Beban
1. Aset
Sebelumnya aset dikatakan sebagai aktiva, yang bisa diartikan sebagai keseluruhan hak
(kekayaan dan sumber daya ekonomi) yang dipunyai oleh perusahaan dan dapat digunakan
untuk keperluan operasional perusahaan dengan harapan dapat berguna dimasa
mendatang.
Adapun Aset dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Aset Lancar (Current Assets)
1) Kas (Cash)
Kas adalah Uang tunai yang berada di kantor atau bank yang seluruhnya dimiliki oleh
perusahaan yang dapat dipergunakan setiap saat.
2) Deposito Bank
Deposito Bank adalah Bentuk investasi yang dimiliki oleh perusahaan, dimana perusahaan
menyimpan sejumlah uang kepada bank tertentu dan dalam jangka tertentu. Deposito tidak
seperti kas yang bisa digunakaan setiap saat, deposito dapat digunakan diwaktu tertentu
sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
3) Surat Berharga
Surat Berharga merupakan surat berharga atas kepemilikan saham atau obligasi atas
perusahaan lain yang didapat dari pembelian di Bursa Efek dan dapat dijual kembali di bursa
efek dengan harga yang baru.
4) Piutang Usaha
Piutang usaha adalah hak yang dimiliki perusahaan yang disebabkan adanya transaksi secara
kredit kepada pihak lain dan perusahaan memiliki hal untuk menagih atas piutang tersebut.
5) Piutang Wesel

6) Persedian Barang Dagang
Persedian barang dagang (merchandise inventory) merupakan sejumlah barang tertentu
yang dimilliki oleh perusahaan, dimana barang tersebut telah siap untuk dijual.
7) Perlengkapan kantor (office supplies)
Perlangkapan kantor merupakan perlengkapan yang dimiliki oleh perusahaan yang
digunankan untuk administrasi perkantoran, biasa dalam jangka pendek atau cepat habis.
Seperti kertas HVS, pena, disket, dan lain sebagainya.
8) Beban dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka (prepaid expenses) merupakan pengeluaran perusahaan atas beban
tertentu, tetapi perusahaan belum berkewajiban untuk membayar atau perusahaan belum
menggunakan hal tersebut, seperti sewa dibayar dimuka, dan asuransi dibayar dimuka.
9) Pendapatan yang masih harus diterima
Pendapatan yang masih harus diterima atau piutang pendapatan merupakan hak yang
dimiliki perusahaan atas pendapatan yang telah diperhitungkang sebelumnya akan tatapi
perusahaan belum mendapatkan hak tersebut, seperti bunga yang akan diterima , dan
piutang sewa.
b. Investasi Jangka Panjang
Menurut KKBI investasi merupakan penanaman uang atau modal dl suatu perusahaan atau
proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sedangkan jangka panjang diartikan waktu
berinvestasi dalam waktu yang lama. Jadi investasi jangka penjang merupakan merupakan
penanaman uang atau modal dl suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh
keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Investasi juga bertujuan untuk mengontrol
atau mengendalikan perusahaan tersebut.
c. Aset Tetap
Aset tetap (fixed assets) merupakan aset yang dimiliki perusahaan yang digunakan dalam
waktu jangka panjang yaitu lebih dari satu tahun atau satu priode akuntansi, dimana aset ini
digunakan setiap hari pada perusahaan. Seperti tanah, gedung, mesin, peralatan dan
kendaraan.
d. Aset tetap tidak berwujud
Aset tetap tidak berwujud (intagible fixed assets) merupakan hak istimewa yang dimiliki
perusahaan dan mempunyai nilai, akan tetapi tidak memili wujud. Seperti goog will, hak
paten, hak cipta, merek dagang, hak sewa (leasing) dan frenchise.
e. Aset lain-lain
Aset lain-lain (other assets) merupakan semua aset yang tidak terdapat dalam ke empat
intrumen aset diatas. Seperti biaya pendirian, aktiva tetap yang tak terpakai dan lain
sebagainya.

2. Liabilitas
Liabilitas merupakan kewajiban perusahaan terhadapat kreditor (pihak lain) untuk
membayar atas transaksi yang dilakukan secara kredit. Istilah lama dari liabilitas adalah
kewajiban (utang). Utang merupakan kata yang lebih sering didengar ketimbang liabilitas.
Berdasarkan jangka waktu pelunasannya, liabilitas dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu
liabilitas lancar, liabilitas jangka panjang, dan kewajiban lain-lain.
a. Liabilitas Lancar
Liabilitas lancar atau utang lancar merupakan kewajiban untuk melunasi seluruh utang
dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun (12 bulan) atau satu siklus akuntansi, seperti
utang usaha, utang wesel, utang beban, dan pendapatan diterima dimuka.
b. Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang atau utang jangka panjang merupakan kebalikan dari liabilitas
lancar, liabilitas jangka panjang waktu untuk pelunasannya lebih dari satu tahun (+12bulan),
seperti utang hipotek, utang obligasi, dan kredit investasi.
c. Liabilitas Lain-lain
Liabilitas lain-lain merupakan kewajiban yang tidak dapat dikelompakkan kedalam liabitas
lancar dan liabilitas jangka panjang, seperti utang jaminan yang diterima dari pelanggan.
3. Ekuitas
Ekuitas disebut juga modal (equity) merupakan hak atau klaim para pemilik atas aktiva
perusahaan atas kekayaan bersih (aset dikurang kewajiban). Setoran pemilik dan sisa laba
bersih yang ditahan merupakan ekuitas.
4. Pendapatan
Pendapatan merupakan hasil operasi perusahaan yang mengakibatkan penambahan jumlah
aktiva secara bruto. Pendapatan biasa disebut dengan omzet. Pendapatan didapat dari
penyerahan/penjualan barang/jasa/aktiva lainnya dalam satu periode. Pendapatan dapat
dikelompokkan menjadi pendapatan operasional dan pendapatan nonoperasional.
a. Pendapatan Operasional
Pendapatan operasional merupakan kegiatan utama yang membuat perusahaan
memperoleh pendapatan. Misalnya pendapatan jasa bagi perusahaan yang memberikan
jasa dan penjualan barang untuk perusahaan dagang.
b. Pendapatan Nonoperasional
Pendapatan nonoperasional merupakan pendapatan yang didapat diluar dari usaha utama
yang bersifat tidak tetap, seperti pendapatan bunga dan pendapatan komisi bagi
perusahaan dagang.
5. Beban

Beban atau biaya (expenses) merupakan pengorbanan yang diambil untuk mendapatkan
sesuai yang lain atau mendapatkan pendapatan. Beban dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
Beban operasional dan beban non operasioal.
Beban operasional merupakan beban yang terjadi untuk mendapatkan pendapatan operasi,
seperti beban perlengkapan, beban gaji, dan beban sewa.
Beban nonoperasional merupakan baban yang terjadi bukan untuk mendapatkan
pendapatan opersi atau bukan kegiatan utama, serta tidak berkaitan langsung dengan
kegiatan utama perusahaan, seperti beban bunga dan kerugian piutang.
Pengertian Rekonsiliasi Bank
Jika dilihat dari definisi sederhananya, rekonsiliasi bank yaitu proses penyesuaian informasi
catatan kas menurut sebuah perusahaan dan juga menurut bank. Bank diharuskan
mengirimkan laporan rekening koran yang berisikan informasi mengenai seluruh transaksi
baik pengambilan dari ATM atau tunai ataupun penyetoran uang dengan berapapun
jumlahnya oleh nasabah ataupun perusahaan yang melakukannya selama waktu atau
periode tertentu. Hal ini harus dilakukan bersamaan dengan bukti cek untuk melengkapi
buktinya.
Lewat kedua bukti tersebut sebuah bank bisa menunjukan hasil laporannya dan perusahaan
dapat mengetahui apabila jika diwaktu selanjutnya terjadi kesalahan yang menyebabkan
perbedaan catatan menurut bank ataupun perusahaan. Sehingga bukti ini bisa membantu
sebuah laporan yang menyebabkan perbedaan atau kesalahpahaman bisa diselesaikan
dengan baik dan benar.
Rekonsiliasi bank secara garis besar yaitu aktivitas rekonsiliasi atau memiliki arti merinci
adanya perbedaan terhadap catatan transaksi milik bank sebagai pengelola transaksi serta
catatan yang dimiliki oleh perusahaan dengan pihak bank berupa rekening koran atau biasa
disebut bank statement.
Dalam rekonsiliasi ini bank akan memperlihatkan seluruh transaksi yang telah anda lakukan
dimanapun banknya atau kapanpun waktunya selama dalam periode yang ditentukan. Jika
ada perbedaan maka akuntan akan melakukan jurnal penyesuaian dengan menggunakan
bukti yang dianggap sah dan juga valid.
Tujuan Rekonsiliasi Bank
Adapun tujuan yang dimiliki oleh rekonsiliasi bank yaitu mencocokan antara catatan
transaksi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan catatan yang dilakukan oleh bank
dalam rekening koran yang dimiliki bank. Selain untuk membandingkan antara saldo bank
pada akhir bulan, rekonsiliasi bank memiliki kegunaan untuk mendeteksi adanya kecurangan
akuntansi sejak dini.
Bentuk kecurangan akuntansi ini misalnya seperti transaksi fiktif atau yang tidak pernah
dilakukan, pencatatan yang tidak sesuai ataupun keperluan perusahaan lainnya. Tujuan
rekonsiliasi bank juga mencocokan antara hasil kerja akuntan dan juga bank yang dibantu
oleh mesin. Bilamana mesin memang seringkali membuat kesalahan dan manusiapun sering

melakukan “human error” rekonsiliasi ini dianggap memastikan kinerja baik dari perusahaan
maupun dari bank dalam waktu atau periode tertentu.
Istilah Rekonsiliasi Bank
Adapun beberapa istilah dalam rekonsiliasi bank yang harus anda mengerti adalah :


Outstanding Check
Outstanding check memiliki pengertian cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan
terhadap pihak ketiga sebagai contohnya adalah vendor. Namun belum dikeluarkan oleh
bank dan belum dimasukan kedalam catatan. Hal ini disebabkan oleh pihak vendor belum
mencairkan cek tersebut sehingga tidak tercatat oleh bank, kecuali dana atau cek telah
dicairkan maka catatan baru bisa masuk ke dalam bank.



Nor Sufficiet Fund
IStilah ini sering disingkat sebagai NSF Check, dimana cek ini telah dikeluarkan perusahaan
namun tidak diakui oleh bank. Hal ini disebabkan karena dana yang ada di rekening bank
perusahaan tidak mencukupi, demikianlah NSF cek ini harus dikoreksi pada catatan
perusahaan.



Interest Income
Interest income yakni bunga bank atas sado rekening perusahaan anda yang mengendap
dan sering dikenal dengan sebutan jasa giro, namun jasa giro ini adalah yang belum dicatat
dalam jurnal atau pembukuan perusahaan anda.



Bank Service Charges
Bank service charges memiliki arti sesuai namanya yakni biaya jasa bank yang dikenakan dan
belum dicatat dalam jurnal maupun pembukuan perusahaan.



Deposit in Transit
Sesuai namanya, DIT memiliki arti cek yang sudah diterima oleh perusahaan namun belum
didepositokan atau dicatat oleh pihak bank. Karena Deposit in transit ini dilakukan pada
akhir bulan, baik dikarenakan deposit datang terlambat ke bank dan dilakukan saat cut off di
bank ataupun karena perusahaan itu sendiri yang belum menyerahkan deposit ke bank
terkait. Maka Deposit in transit ini memiliki peranan lebih kepada perusahaan sebagai
nasabah dan pelaku utama.
Proses Rekonsiliasi Bank
Sebagian orang terutama yang baru membuka perusahaan mereka tidak mengerti
bagaimana rekonsiliasi bank berjalan. Padahal prosesnya cukup sederhana, berikut ini
tahapannya:










Pertama buat jurnal penyesuaian untuk setiap transaksi yang umumnya dicatat oleh bank
pada akhir bulan. Transaksi yang telah dibukukan oleh bank pada akhir atau di tanggal ujung
bulan antara lain pendapatan bunga, pajak bunga serta biaya administrasi bank.
Setelah itu lakukan identifikasi adanya transasi layaknya beberapa cek seperti NSF,
outstanding serta deposit in transit kemudian buat jurnal penyesuaiannya.
Ekstrak semua jurnal transaksi bank pada semua sistem kemudian format kedalam file excel
ataupun csv sesuai standar laporan.
Ekstrak transaksi bank dalam sebuah rekening koran kedalam format excel lalu jadikan satu
workbook dengan jurnal transaksi bank pada point nomor 2. Cek serta bandingkan total
transaksi antara jurnal bank maupun rekening koran. Agar mempercepat proses ini, anda
bisa menggunakan formula MATCH dalam ms. Excel. Karena teknologi cukup membantu, hal
ini tidak terlalu menguras pikiran dan tenaga anda.
Pastikan saldo akhir saat pengecekan bank dan juga untuk laporan keuangan atau neraca
sama dengan saldo akhir bank pada rekening koran.
Jika sudah anda bisa melihat apakah perbandingan anda menghasilkan angka yang sama
dengan bank atau tidak. Jika tidak, baiknya lakukan jurnal penyesuaian dan lihat dibagian
mana catatan keuangan anda berbeda dengan pihak bank. Mengerjakan rekonsiliasi
membutuhkan kehati-hatian dan juga ketelitian. (Baca: Metode Pencatatan Persediaan
Barang Dagang
Untuk bisa membuat rekonsiliasi laporan bank maka kesalahan yang ada haruslah di cek
kembali serta dibenahi. Rekonsiliasi bank bisa dibuat dalam 2 macam cara yang memang
berbeda, dimana ada 2 bentuk diantaranya di akhir dan juga diawal. Untuk di akhir, ada 2
bentuk laporan yaitu :




Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukan mana saldo yang memang
benar
Laporan rekonsiliasi saldo bank kedapa saldo kas
Sedangkan untuk rekonsiliasi saldo awal, penerimaan dan juga saldo akhir yang bisa dibuat
dalam 2 bentuk diantaranya :




Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas yang dibuat dalam 4 kolom
Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukan adanya saldo yang
memang dinyatakan benar atau berisikan 8 kolom.
Setiap perusahaan baik kecil maupun besar sekarang banyak pemilik perusahaan dan owner
memutuskan untuk menggunakan rekonsiliasi agar bisa berjalan dengan aman dan lancar
setiap transaksinya. Hal ini juga menunjukan bahwa sebagai bank yang menjadi lembaga
kepercayaan untuk mengelola keuangan dan anda sebagai nasabah dan juga pengguna
memang melakukan transaksi secara transparan dan juga jujur serta benar. Maka
rekonsiliasi merupakan hal yang dianggap plus yang dilakukan oleh bank dan perusahaan
yang memang mau dan juga bekerja dengan sangat baik.

Judul: Materi Akuntansi

Oleh: Evelyn Anggi


Ikuti kami