Manajemen Akuntansi

Oleh Rshma Rmdni

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Manajemen Akuntansi

MANAJEMEN
KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI

RUSHIMA RUMDINI - 1610313620084
S1 AKUNTANSI (EKSTENSI)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2017/2018

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI............................................................................................................................i
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN....................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................2
1.3 Tujuan............................................................................................................................2
1.4 Manfaat..........................................................................................................................
BAB II........................................................................................................................................
PEMBAHASAN.........................................................................................................................
2.1 Pengertian Kepemimpinan ................................................................................................
2.2 Macam Kepemimpinan.....................................................................................................
2.3 Kerangka Perspektif Kepemimpinan................................................................................
2.4 Teori Kepemimpinan.........................................................................................................
2.5 Pengertian Motivasi.........................................................................................................
2.6 Manfaat Teori Motivasi..................................................................................................
2.7 Pengertian Motivasi dan Motif......................................................................................
2.8 Teori Motivasi.................................................................................................................

2.9 Pola Motivasi..................................................................................................................
2.10 Teori Kebutuhan............................................................................................................
2.11 Teknik Motivasi.........................................................................................................
BAB III
PENUTUP..............................................................................................................................12
A. Kesimpulan .......................................................................................................................12
B. Saran ..................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pada zaman sekarang organisasi-organisasi semakin bermunculan dan berkembang
pesat di Indonesia. Dengan munculnya organisasi-organisasi baru maka banyak organisasi
yang mencari tenaga tenaga kerja atau pegawai baru yang berkompeten, karena pegawai yang
berkompeten merupakan asset penting yang wajib dimiliki dan dijaga bagi suatu organisasi
untuk mencapai tujuan. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan yaitu, meningkatkan kinerja
pegawai, dengan praktek kepemimpinan atau gaya kepemimpinan yang handal dan motivasi
berprestasi yang tinggi dan terarah.
Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin
para pengawainya, perbedaan perilaku para pemimpin disebut dengan gaya kepemimpinan.
Kepemimpinan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan motivasi, karena keberhasilan
seorang pemimpin dalam menggerakkan pegawainya dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, sangat tergantung kepada kewibawaan pemimpinnya, kemampuan pemimpin
dalam menciptakan motivasi terhadap pegawainya, dan menciptakan motivasi terhadap
kolega maupun atasan pemimpin itu sendiri.
Kurang adanya peranan pimpinan dalam menciptakan komunikasi yang harmonis
dan memberikan pembinaan terhadap pegawai, akan menyebabkan tingkat kinerja pegawai
yang rendah. Demikian halnya dengan kurangnya motivasi pegawai untuk masuk kerja dan
sikap malas-malasan pegawai dalam bekerja, yang akan menyebabkan kinerja pegawai
rendah. Tingkat kinerja yang belum optimal disebabkan karena kurangnya motivasi yang

diberikan oleh pemimpin. Motivasi yang jarang diberikan oleh pemimpin menyebabkan
semangat pegawai rendah, dan berakibat menurunkan kinerja pegawai.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian Kepemimpinan dan Motivasi ?
2. Apasaja Macam-Macam Kepemimpinan ?
3. Bagaimana Kerangka Perspektif Kepemimpinan
4. Terbagi Menjadi berapa Teori Kepemimpinan ?
5. Apakah Pengertian Motivasi ?
6.Manfaat Motivasi ?
7. Apakah pengertian Motivasi dan Motif ?
8. Bagaimana Teori Motivasi
9. Bagaimana Pola Motivasi ?
10. Pengertian Teori Kebutuhan Menurut Pakar ?
11. Bagaimana Teknik Motivasi ?
1.3 TUJUAN
1. Untuk Mengetahui Pengertian Kepemimpinan dan Mtivasi
2. Untuk Mengetahui Macam-Macam Kepemimpinan
3.Untuk Mengetahui Kerangka Perspektif Kepemimpinan
4. Untuk Mengetahui Teori Kepemimpinan

5. Untuk Mengetahui Pengertian Motivasi
6. Untuk Mengetahui Manfaat Motivasi
7. Untuk Mengetahui Pengertian Motivasi dan Motif
8. Untuk Mengetahui Teori Motivasi
9. Untuk Mengetahui Pola Motivasi
10. Untuk Mengetahu Teori Kebutuhan Menurut Pakar
11. Untuk Mengetahui Teknik Motivasi
1.4 MANFAAT
Dalam penulisan makalah kepemimpinan dan motivasi bertujuan untuk menambah
wawasan baik untuk penulis sendiri dan pembaca dalam hal kepemimpinan serta mampu
membawah apa yang dipimpinya pada tujuan dengan gaya kepemimpinan yang sesuai
dengan apa yang dipimpinnya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Kepemimpinan
Menurut Yukl (1987),beberapa definisi yang cukup mewakili definisi kepemimpinan
selama seperempat abad adalah sebagai berikut :
a.

Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-

aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama.
b.

Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi

tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi ke arah pencapaian satu atau beberapa
tujuan.
c.

Kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemeliharaan struktur dalam harapan

dan interaksi.
d.

Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sdikit, pada dan berada di

atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin suatu organisasi.
e.

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang

diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
f.

Kepemimpinan adalah sebuah proses memberikan arti terhadap usaha positif dan yang

mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.
g.

Para pemimpin adalah mereka yang secara konsisten memberikan kontribusi yang

efektif terhadap orde sosial, serta yang diharapkan dan dipersepsikan melakukanya.
2.2 Macam Kepemimpinan

Kepemimpinan dibagi menjadi 2 macam dilihat dari pengangkatanya, yakni :
1. Kepemimpinan Formal, yaitu pemimpin yang diangkat oleh atasanya dengan
menggunakan surat pengangkatan resmi.
2. Kepemimpinan Nonformal, yakni pemimpin yang diangkat oleh anggota lainya tanpa
surat pengangkatan yang resmi.
Esensi dari seorang pemimpin adalah ia harus mampu tidak sekedar memberikan contoh,akan
tetapi yang lebih penting lagi ialah menjadi contoh teladan bagi bawahanya.1[7]
Tugas seorang pemimpin pendidikan adalah melaksanakan manajemen pendidikian,
sebagai fungsi maupun sebagai tugas.
2.3 Kerangka Perspektif Kepemimpinan
Seorang pakar manajemen Jago (1982) telah mengembangkan kerangka perspektif
kepemimpinan yang terdiri atas 2 dimensi,yakni:
1. Dimensi fokus yang memandang kepemimpinan sebagai seperangkat sifat-sifat dan
sebagai seperangkat perilaku yang esensinya kepemimpinan yang efektif atau tidak
efektif tergantung sifat-sifat yang dimiliki pemimpin sejak lahir. Atau boleh
dikatakan perspektif pelaku berfokus pada perilaku pemimpin yang dapat diamati.
2. Dimensi pendekatan,yang terdiri atas pendekatan universal dan kontingensi.
Pendekatan universal menganggap hanya ada satu cara terbaik untuk memimpin.
Sedangkan pendekatan kontingensi adalah pendekatan kemungkinan. Artinya, situasi
yang berbeda harus dihadapi dengan perilaku kepemimpinan yang berbeda pula. Oleh karena
itu, beberapa literatur menyamakan istilah kontingensi dengan situasi.
1

2.4. Teori Kepemimpinan
1.

Teori kepemimpinan klasik

Berdasar pada penelitian para ahli di Amerika teori kepemimpinan klasik diantaranya terdiri
dari :
a. Gaya kepemimpinan model Taylor
Seorang ahli teknik mesin sekaligus bapak manajemen menemukan gaya kepemimpinan
perusahaanya adalah dengan :
·

Meningkatkan teknik atau metode kerja.

·

Manusia untuk manajemen, bukan manajemen untuk manusia.

·

Menerapkan dan menetapkan kriteria prestasi untuk mencapai tujuan.

·

Fokus pemimpin adalah pada kebutuhan organisasi.
b.Gaya kepemimpinan model Mayo
Dalam memimpin (1) selain mencari teknik atau metode kerja terbaik, juga harus

memperhatikan perasaan dan hubungan manusiawi yang baik. (2) Pusat-pusat kekuasaan
adalah hubungan pribadi dalam unit-uit kerja, dan (3) fungsi pemimpin adalah memudahkan
pencapaian tujuan anggota secara kooperatif dan mengembangkan kepribadiannya.
c. Studi Lowa
Dalam melakukan eksperimen, ketiga gaya kepemimpinan yaitu otoriter,
demokrasi,dan laize faire (semaunya sendiri) tersebut dimanipulasi sedemikian rupa terhadap
variabel-variabel kepuasan dan prestasi-agresi. Pengendalian dalam eksperimen meliputi
anak laki-laki semua yang mempunyai kecerdasan sosial yang sama, setiap klub mempunyai

aktivitas yang sama, perangkat visi dan fasilitas yang sama, dan pemimpin diperkirakan
mempunyai gaya yang berbeda.
2. Teori Kepemimipinan Modern
Teori kepemimpinan terdiri dari: (1) sifat-sifat, (2) Perilaku, (3) situasionalKontingensi, dan (4) Pancasila. Teori kepemimpinan ini bersifat umum. Oleh sebab itu dapat
diterapkan dalam berbagai organisasi.
a. Teori Pendekatan sifat-sifat (Traits Aprroach Theory)
Pendekatan ini berdasarkan pada sifat seseorang yang dilakukan dengan cara: (1)
membandingkan sifat yang timbul sebagai pemimpin dan bukan pemimpin, dan (2)
Membandingkan sifat yang efektif dengan pemimpin yang tidak efektif.
b. Pendekatan perilaku (Gaya-Gaya Kepemimpinan)
Pendekatan ini menjelaskan perilaku kepemimpinan yang membuat seseorang
menjadi pemimpin yang efektif ialah pemimpin yang menggunakan gaya (style) yang dapat
mewujudkan sasarannya misalnya dengan mendelegasi tugas, mengadakan komunikasi yang
efektif, memotivasi bawahanya, melaksanakan kontrol, dan seterusnya.
c. Kepemimpinan Situasional-Kontingensi
Pendekatan inin merevisi pendekatan perilaku yang bternyata tidak mampu
menjelaskan kepemimpinan yang ideal. Pendekatan ini menggambarkan bahwa gaya yang
digunakan tergantung dari pemimpinnya sendiri, dukungan pemimpinnya, dan situasi yang
kondusif. Para ahli sepakat bahwa kepemimpinan yang efektif (Ke) ditentukan oleh
pemimpin (P), dan Situasi (s)berfungsi optimal yang dirumuskan Ke = f (P,p,s).
d. Kepemimpinan Pancasila

Dr H. Roeslan Abdulgani dalam “Seminar Konsep Manajemen Indonesia” mengenai
manajemen dalm rangka Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila menjelaskan hal
berikut. Dalam lingkungan ABRI telah dirumukan sebelas asas kepemimpinan di bumi
Indonesia. Sebelas asas yang dimaksud asa kepemimpinan yang telah dikemukakan oleh Ki
Hajar Dewantoro. Yang tersebut dibawah ini.
1. Ing Ngarsa Sung Tulada.
2. Ing Madya Mangun Karsa
3. Tut Wuri Handayani
4. Taqwa kepada Yuhan yang Maha Esa
5. Waspada Purba Wasesa
6. Ambeg Para Ma Arta
7. Prasaja
8. Satya
9. Gemi Nastiti
10. Belaka
11. Legawa
e. Kepemimpinan Pendidikan
Salah satu kunci penentu keberhasilan Univesitas dalam mencapai tujuannya adalah
Rektor. Kebehasilan Rektor dalm mencapai tujuannya secara domminan ditentukan oleh
keandalan manajemen univesitas yang bersangkutan, sedangkan keandalan manajemen
universitas sangat dipengaruhi oleh kapasitas kepemimpinan rektor universitas. Untuk

lingkungan universitas, peranan Rektor dikenal dengan singkatan EMASLIM, yaitu Educator,
Manager, administrator, Supervisor, Leader, Inovator, dan Motivator. Sedangkan Mahasiswa
bertugas sebagai controlling.2
2.5 Pengertian Motivasi
Motivasi dan kepemimpinan merupakan salah satu alat atasan untuk membentuk
kepribadian bawahan agar mau bekerja keras dan bekerja cerdas sesuai dengan apa yang
diharapkan. Seorang manajer dapat memotivasi para pegawainya dengan cara yang berbedabeda sesuai dengan pola masing-masing yang paling menonjol.
Ada 2 macam motivasi yang dikenal yaitu, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang
timbul dari pihak luar, dan kedua adalah motivasi intrinsik yaitu motivasi yang timbul dari
dirinya sendiri.
Jika seseorang berhasil mencapai motivasinya, maka yang bersangkutan akan
cenderung termotivasi. Sebaliknya, jika seseorang seringkali gagal mewujudkan motivasinya
maka yang bersangkutan mungkin harus tetap ulet, berusaha dan berdo’a sampai motivasinya
tercapai atau justru menjadi putus asa.3[1]
Berikut akan disajikan beda motivasi dengan motiv, manfaat teori motivasi dari
beberapa pakar yang pada akhirnya nanti akan ditutup dengan pembahasan tentang
kepemimpinan.
2.6 Manfaat Teori Motivasi
Motivasi sangat penting bagi manajer untuk meningkatkan kinerja (perfomance)
bawahannya, karena kinerja bergantung pada motivasi seseorang, kemampuan dan
lingkungannya. Rumusnya adalah

2
3

K=Fm.k.l

K= kinerja
Fm= fungsi motivasi
K= kemampuan
L= lingkungan
2.7 Pengertian Motivasi dan Motif
Motivasi ialah keinginan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah
kebutuhan(need),

keinginan(wish), dorongan(desire), atau impuls. Motivasi merupakan

bentuk keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan
tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku.
Motivasi pada diri seseorang ditentukan oleh intensitas motifnya.
Sedangkan motif adalah sesuatu yang cenderung menurun kekuatanya apabila sudah
terpenuhi atau terhambat pemenuhanya. Pemuasan terhadap suatu kebutuhan mungkin
terhambat dan kemudian orang itu kemudian menjadi putus asa. Akan tetapi, ada pula yang
ulet untuk mengatasi hambatan itu dan akhirnya berhasil. Hubungan antara motif, perilaku,
dan kegiatan digambarkan sebagai berikut.4[2]

Aktivitas yangdiarahkan
pada tujuan untuk mencari

4

Motiv (uang)

PERILAKU

Aktivitas
tujuan(bekerja)

Tujuan (mencari
pekerjaan)

2.8 Teori Motivasi
Teori isi memusatkan perhatianya pada pertanyaan “apa penyebab perilaku terjadi
dan berhenti.” jawabanya terpusat pada :
1) kebutuhan, keinginan, atau dorongan yang memacu untuk melakukan kegiatan.
2) hubungan karyawan dengan faktor-faktor eksternal dan internal yang menyebabkan
mereka melakukan kegiatan.
Sedangkan teori proses memusatkan perhatian pada bagaimana perilaku dimulai dan
dilaksanakan.
Dapat dikatakan pula bahwa proses motivasi diawali dengan adanya kebutuhan.
Kebutuhan tersebut diawali dengan insentif/gaji dari organisasi tempat kita bekerja yang
dapat menimbulkan berbagai macam persepsi.
Sebagai contoh, jika organisasi semakin maju maka diharapkan upah/gaji yang
diterima para pekerja juga semakin meningkat. Untuk maksud tersebut, munculah usaha-

usaha motivasi. Usaha-usaha motivasi dan kemampuan memengaruhi tingkat kinerja. Tingkat
kinerja memengaruhi ganjaran (hadiah) dan produktivitas.
Sedangkan produktivitas dapat mempengaruhi insentif organisasi dan ganjaran
mempengaruhi kepuasan. Apabila kepuasan telah terpenuhi maka akan muncul kebutuhankebutuhan baru dan begitu seterusnya.
2.9 Pola Motivasi
Pola motivasi
Prestasi

Keterangan
Dorongan untuk mengatasi tantangan,untuk maju,untuk
berkembang,untuk mendapatkan yang terbaik,menuju pada
kesempurnaan.

Afiliasi

Dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif atas dasar
sosial, dorongan ingin memiliki sahabat sebanyak-banyaknya.

Kompetensi

Dorongan untuk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi,dorongan
untuk mencapai keunggulan kerja,keterampilan memecahkan masalah,
dan berusaha keras untuk berinovasi. Tidak mau kalah dengan hasil kerja
orang lain.

Kekuasaan

Dorongan untuk mempengaruhi orang lain dan situasi.

Tabel diatas merupakan pola motivasi menurut Newstrom dan Davis (1997) yang
menjelaskan bahwa pola motivasi dengan asumsi bahwa setiap manusia cenderung
mengembangkan pola motivasi tertentu sebagai hasil dari lingkungan budaya tenpat manusia
hidup. Pola ini sebagai sikap yang mempengaruhi cara-cara orang memandang pekerjaan dan
menjalani kehidupan mereka.
2.10 Teori Kebutuhan

Seperti yang sudah dijelaskan pada point sebelumnya bahwa motivasi merupakan
suatu hal yang sangat erat hubungannya dengan kebutuhan. Dapat dikatakan bahwa motivasi
dan kebutuhan adalah hal yang saling mempengaruhi dan mempunyai hubungan kausalitas
atau hubungan timbal balik.
Dibawah ini disajikan beberapa hierarki kebutuhan menurut beberapa pakar manajemen:


Hierarki kebutuhan Murray

Teori kebutuhan menurut Murray (1972) berasumsi bahwa manusia mempunyai sejumlah
kebutuhan yang memotivasinya untuk berbuat.
Kebutuhan-kebutuhan manusia tersebut menurut Murray adalah 1) Pencapaian hasil kerja 2)
afiliasi,3) agresi,4) otonomi,5) pamer,6) kata hati,7) memelihara hubungan baik,8)
memerintah (berkuasa),9) kekuatan,10) dan pengertian.


Teori dua faktor dari Herzberg
Penelitian Herzberg dalam teori kebutuhan memusatkan perhatianya terhadap subjek

penelitian tentang waktu ia merasa paling puas terhadap pekerjaanya. Hingga kemudian
mencari sebab-sebab mengapa mereka merasa puas.5[4]
Penelitian Herzberg dapat disimpulkan dalam tabel dibawah ini:

Faktor Motivasi (Intrinsik)

Faktor kesehatan (Ekstrinsik)

1.prestasi (achievement)

1.Supervisi

2.Penghargaan (recognition)

2.kondisi kerja

3.Pekerjaan itu sendiri

3.Hubungan interpersonal

4.Tanggung jawab

4.Bayaran dan keamanan

5.Pertumbuhan dan Perkenbangan

5.Kebijakan Perusahaan

3.Teori Ekspektasi dari Lewin dan Vroom
5

Dari berbagai macam asumsi tentang teori kebutuhan Vroom mengembangkan suatu
teori motivasi, yaitu intensitas motif seseorang untuk melakukan sesuatu adalah fungsi nilai
atau kegunaan dari setiap hasil yang mungkin dapat dicapai dengan persepsi kegunaan suatu
tindakan dalam upaya mencapai hasil tersebut.
Vroom merumuskan motivasi adalah sebagai berikut,
Motivasi= Valensi x harapan x instrumentasi

Ket.
Valensi = kekuatan prefensi seseorang untuk memperoleh imbalan.
Harapan= kadar kekuatan keyakinan bahwa usaha kerja akan menghasilkan
penyelesaian tugas.
Instrumentasi = keyakinan seseorang bahwa ia akan memperoleh imbalan atas pekerjaan
yang telah diselesaikanya.
2.11 Teknik Memotivasi
1. Berpikiran positif,yaitu memberikan dorongan positif ketika memberikan kritik
terhadap seseorang tentang pekerjaan yang ia lakukan.
2. Menciptakan perubahan yang kuat. Ialah adanya kemauan yang kuat untuk mengubah
situasi oleh dirinya sendiri.
3. Membangun harga diri.Banyak kelebihan kita sendiri dan orang lain yang tidak kita
hargai padahal penghargaan merupakan salah satu bentuk memotivasi.
4. Memantapkan pelaksanaan.
5. Membangkitkan orang yang lemah menjadi kuat.Yaitu membina keberanian, kerja
keras,dan bersedia belajar dari orang lain.

6. Membasmi sikap suka menunda-nunda.
 TEKNIK MOTIVATE :
Selain teknik diatas ada juga teknik yang disebut sebagai teknik MOTIVATE, yakni:
M

= Manifest artinya membangkitkan percaya diri.

0

= Open artinya Terbuka terhadap semua masukan

T

= Tolerence artinya mau toleransi terhadap kegagalan.

I

= involve artinya meningkatkan rasa diterima dan komitmen.

V

=Value artinya nilai yang diharapkan dan diakui dalam kinerja yang baik.

A

= Align artinya menyeimbangkan sasaran pekerjaan (proyek) dengan sasaran
Individu.

T

= Trust artinya kejujuran setiap anggota tim.

E

= Empower artinya berdayakan setiap anggota tim sewajarnya saja.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kepemimpinan dan motivasi merupakan dua hal yang berbeda, meski memiliki tautan
dalam konteks kerja dan interaksi antar-manusia organisasional. Keith Davis mengemukakan
bahwa tanpa kepemimpinan, organisasi hanya merupakan kelompok manusia yang kacau,
tidak teratur, dan tidak akan dapat melahirkan perilaku bertujuan. Kepemimpinan adalah

faktor manusiawi yang mengikat suatu kelompok bersama dan memberinya motivasi menuju
tujuan-tujuan tertentu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ini berarti antara
kepemimpinan dengan motivasi memiliki ikatan yang kuat.
3.2 Saran
Dari rumusan tadi, keterkaitan antara kepemimpinan dengan motivasi dapat dianalisis sebagai
berikut:
1. Tanpa kepemimpinan, organisasi tidak lain adalah sekelompok manusia yang kacau.
Manusia organisasional, baik dalam kapasitas masing-masing dan terutama sebagai anggota
kelompok, dituntut dapat memacu upaya pencapaian tujuan organisasi yang sekaligus bagian
dari tujuan dirinya. Kehadiran pemimpin memungkinkan manusia organisasional dimotivasi
untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien. Kelompok dengan sistem yang kurang padu
dapat menurunkan produktifitas organisasi. Atas dasar itu, manusia organisasi perlu
diarahkan dan dimotivasi oleh pemimpinnya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien,
dengan akuntabilitas tertentu.
2. Kepemimpinan berkaitan dengan kepengikutan.
Kepengikutan (followership) adalah bagian yang paling dalam usaha melahirkan
perilaku organisasi yang sesungguhnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pada
hakikatnya kepemimpinan adalah kepengikutan (leadership is follower). Istilah ini
adakalanya diberi makna luas, bahwa pemimpin yang baik dihasilkan dari pengikut yang
baik. Manusia pengikut di sini tidak dapat dipersepsi sebagai robot, Melainkan mereka adalah
manusia biasa yang memiliki perasaan, kebutuhan, harapan, dan aspek manusiawi lainnya.
Tanpa pemahaman terhadap aspek-aspek manusiawi yang dipimpin, kepemimpinan akan
gagal.

3. Kepemimpinan mengandung arti kemampuan memotivasi.
Kompetensi bawahan antara lain tercermin dari motivasi kerjanya. Dia bekerja
disebabkan oleh dua kemungkinan, yaitu benar-benar terpanggil untuk berbuat atau karena
diharuskan untuk melakukan tugas-tugas itu. Banyak faktor yang mempengaruhi motivasi
manusia dalam bekerja, antara lain bahwa manusia mempunyai seperangkat kebutuhan, mulai
dari kebutuhan yang paling dasar (biologis) sampai kepada taraf kebutuhan paling tinggi,
aktualisasi diri. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang adalah gaya
kepemimpinan. Dengan demikian, kepemimpinan dapat pula berarti kemampuan memberi
motivasi kepada bawahan.
Motivasi adalah perpaduan antara keinginan dan energi untuk mencapai tujuan tertentu.
Memengaruhi motivasi seseorang berarti membuat orang tersebut melakukan apa yang kita
inginkan. Karena fungsi utama dari kepemimpinan adalah untuk memimpin, maka
kemampuan untuk memengaruhi orang adalah hal yang penting.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari
kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati
sealalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain. Pemimpin
bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh
dan berkembang dari dalam diri sesorang. Kepemimpinan lahir dari sesorang. Kepemimpinan
lahir dari proses internal.

DAFTAR PUSTAKA
Handoko, T.. 2003. Manajemen. Edisi 2. Yogyakarta: BPFE
Handoko, T.H. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFE-UGM
Manullang, M. 1983. Organisasi dan Managemen. Edisi kedua. Yogyakarta: Liberty
Stoner, J.A.F & Freeman, R.E. 1999. Management. London: prentice-Hall Internasional
editions
Sukardjono. 1995. Profil Belajar dan Motivasi Berprestasi Mahasiswa Penyetaraan DIII.Jurnal Kependidikan. Nomor 2, Tahun XXV: hlm.63
Sutarto.2001. Dasar-dasar Kepemimpinan Administrasi. Gajah Mada University Press

Usman, Husaini.2006. Manajemen.Jakarta: PT.Bumi Aksara
http://suciyani.blogspot.co.id/2011/02/manajemen-motivasi-n-kepemimpinan.html

Judul: Manajemen Akuntansi

Oleh: Rshma Rmdni


Ikuti kami