Makalah Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah Akuntansi Syariah

Oleh Uci R O M A Y A N T I Panggabean

30 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah Akuntansi Syariah

MAKALAH
AKUNTANSI SYARIAH
( SEJARAH DAN PEMIKIRAN AKUNTANSI SYARIAH )

OLEH :
Uci RomaYanti Panggabean (C1F018027)

DOSEN PENGAMPU :
Wirmie Eka Putra, S.E.,M.Si

PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2021

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat
rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Makalah yang berjudul “SEJARAH DAN PEMIKIRAN AKUNTANSI SYARIAH”
dibuat guna memenuhi Tugas mata kuliah Akuntansi Syariah.
Makalah ini tidak hanya ditujukan kepada kalangan akademisi tetapi juga ditujukan
masyarakat luas khususnya di dalam dunia kerja. Dalam kesempatan ini Penulis juga ingin
mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Syariah
Yang Terhormat.
Apabila dalam pembuatan Makalah ini belum lengkap, mohon dimaafkan. Karena
Penulis adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Semoga makalah ini mampu
menambahkan pengetahuan, khususnya bagi Penulis sebagai penyusun dan umumnya bagi
pembaca.

Jambi, 5 Maret 2021

Penulis
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1

1.2

Perumusan Masalah

1

1.3

Tujuan

2

BAB II PEMBAHASAN
2.1

Perkembangan Awal Akuntansi

3

2.2

Sejarah Akuntansi

3

2.3

Perkembangan Akuntansi Syariah

4

2.3.1

Zaman Awal Perkembangan Islam

4

2.3.2

Zaman Empat Khalifah

4

2.4

Sekilas Prosedur dan Istilah yang Digunakan

5

2.5

Hubungan Akuntansi Modern dan Akuntansi Islam

7

BAB III PENUTUP
3.1

Kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

8
9

iii

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Benarkah ilmu akuntansi ada dalam Islam? Sebagaimana dipahami banyak
kalangan, hanyalah kumpulan norma yang lebih menekankan pada persoalan moralitas.
Dan karenanya prinsip-prinsip kehidupan praktis yang mengatur tata kehidupan modern
dalam bertransaksi yang diatur dalam akuntansi, tidak masuk dalam cakupan agama.
Anggapan terhadap akuntansi Islam (akuntansi yang berdasarkan syariah Islam)
wajar saja dipertanyakan orang. Sama halnya pada masa lalu orang meragukan dan
mempetanyakan seperti apakah ekonomi islam jika kita mengkaji lebih jauh dan
mendalam terhadap sumber dari ajaran Islam Al-Qur’an maka akan menemukan ayat-ayat
maupun hadits-hadits yang membuktikan bahwa Islam juga membahas ilmu akuntansi.
Singkatnya, informasi akuntansi yang kapitalistik akan membentuk jaringan kuasa
yang kapitalistik juga. Jaringan inilah yang akhirnya mengikat manusia dalam sengsara
kapitalisme dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat Islam dan barat terdapat
perbedaan yang sangat besar. Dalam masyarakat Islam terdapat sistem nilai yang
melandasi setiap aktivitas masyarakat. Hal ini tidak ditemukan dalam kehidupan
masyarakat barat. Perbedaan dalam budaya dan sistem nilai ini menghasilkan bentuk
masyarakat, praktik, serta pola hubungan yang berbeda pula . Tujuan akuntansi syariah
adalah terciptanya peradaban bisnis dengan wawasan humanis, emansipatoris,
transendental, dan teologis. Dengan akuntansi syariah, realitas sosial yang dibangun
mengandung nilai tauhid dan ketundukan kepada ketentuan Allah swt.
1.2 Rumusan Masalah
a) Bagaimana Perkembangan Awal Akuntansi?
b) Bagaimana Sejarah Akuntansi?
c) Bagaimana Perkembangan Akuntansi Syariah?
d) Bagaimana Prosedur dan Istilah yang Digunakan?
e) Bagaimana Hubungan Akuntansi Modern dan Akuntansi Islam?
1.3 Tujuan
a) Untuk Mengetahui Perkembangan Awal Akuntansi
b) Untuk Mengetahui Sejarah Akuntansi
c) Untuk Mengetahui Perkembangan Akuntansi Syariah
d) Untuk Mengetahui Prosedur dan Istilah yang Digunakan
e) Untuk Mengetahui Hubungan Akuntansi Modern dan Akuntansi Islam
1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Perkembangan Awal Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai

informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain
untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga
pemerintah. Pada awalnya akuntansi merupakan bagian ilmu pasti, yaitu bagian dari
pengetahuan yang berhubungan dengan masalah hukum alam dan perhitungan yang bersifat
memiliki kebenaran absolut. Sebagi bagian dari ilmu pasti yang perkembangannya bersifat
akumulatif, maka setiap penemuan metode baru dalam akuntansi akan menambah dan
memperkaya ilmu akuntansi tersebut. Perubahan ilmu akuntansi dari bagian ilmu pasti
menjadi ilmu sosial lebih di sebabkan oleh faktor-faktor perubahan dalam masyarakat yang
semula dianggap sebagai sesuatu yang konstan, misalnya transaksi usaha yang di pengaruhi
oleh budaya dan tradisi serta kebiasaan dalam masyarakat. Oleh sebab itu akuntansi masih
berada ditengah-tengah pembagian ilmu pengetahuan tersebut hingga kini. Bahkan pemikiran
mayoritas akutansi masih menitikberatkan pada pemikiran positif melalui penggunaan data
empiris dengan pengolahan yang bersifat matematis.
Akuntansi yang kita kenal sekarang di klaim berkembang dari peradaban barat (sejak
Luca Paciolli), padahal apabila di lihat secara mendalam dari proses lahir dan
perkembangannya, terlihat jelas pengaruh keadaan masyarakat atau peradaban sebelumnya
baik Yunani maupun Arab Islam.
Pekembangan akuntansi, dengan domain “arithmatic quality” nya, sangat ditopang
oleh ilmu lain khususnya arithmatic, algebra, mathematics, alghorithm pada abad ke-9
Masehi. Ilmu ini lebih dahulu berkembang sebelum perkembangan bahasa. Ilmu penting ini
ternyata dikembangkan oleh filosof islam yang terkenal yaitu Abu Yusuf Ya’kub Bin Ishaq
Al kindi yang lahir tahun 801 M. juga Al Karti (1020) dan Al Hawarizmy yang merupakan
asal kata dari algorithm, Al gebra juga berasal dari kata arab yaitu Al Jaber.
Ibnu Haldun (lahir tahun 1332) adalah seorang filosof islam yang juga telah bicara
tentang politik sosiologi ekonomi bisnis dan perdagangan. Bahkan ada dugaan bahwa
pemikiran mereka itulah sebenarnya yang dikemukakan oleh para filosof barat belakangan
yang muncul pada abad ke-18 M.
Sebenarnya, sudah banyak pula ahli akuntan yang mengetahui keberadaan akuntansi
islam itu, misalnya RE Gambling, William Roget, Baydoun, Hayashi dari jepang, dan lainlain. Seperti Paciolli dalam memperkenalkan system double entry melalui ilmu matematika.
2

System akuntansi dibangun dari dasar kesamaan akuntansi Aset = Utang + Modal (A = U +
M).
2.2

Sejarah Akuntansi
Akuntansi merupakan salah satu profesi tertua di dunia. Dari sejak jaman prasejarah,

keluarga memiliki perhitungan tersendiri untuk mencatat makanan dan pakaian yang harus
mereka persiapakan dan mereka gunakan pada saat musim dingin. Walaupun akuntansi sudah
ada sejak zaman prasejarah, saat ini kita hanya mengenal Luca Paciolli sebagai Bapak
Akuntansi modern. Paciolli, seorang ilmuan dan pengajar di beberapa Universitas yang lahir
di Tuscany - Italia pada tahun 1445, merupakan orang yang di anggap menemukan
persamaan akutansi untuk pertama kali pada tahun 1494 dengan bukunya : Summa de
arithmetica geometria et proportionalita (A Review of arithmetica, geometry and
proportions), dalam buku tersebut, beliau menerangkan mengenai double entry book keeping
sebagai dasar perhitungan akuntansi modern, bahkan juga hampir seluruh kegiatan rutin
akuntansi yang kita kenal saat ini seperti penggunaan jurnal, buku besar (ledger) dan
memorandum.
Sebenarnya, Luca Paciolli bukanlah orang yang menemukan double entry book keeping
system, mengingat sistem tersebut telah dilakukan sejak adanya perdagangan antara fenice
dan genoa pada awal abat ke-13 M setelah terbukanya jalur perdagangan antara timur tengah
dan kawasan mediterania. Bahkan, pada tahun 1340 bendahara kota massri telah melakukan
pencatatan dalam bentuk double entry.
2.3

Perkembangan Akutansi Syariah
2.3.1

Zaman Awal Perkembangan Islam
Pendeklarasian Negara Islam di Madinah (tahun 622 M atau bertepatan

dengan tahun 1 H) didasari oleh konsep bahwa seluruh muslim adalah bersaudara
tanpa memandang ras, warna kulit dan golongan, sehingga seluruh kegiatan
kenegaraan dilaksanakan secara bersama dan gotong royong di kalangan para muslim.
Hal ini di mungkinkan karena yang baru saja berdiri tersebut hampir tidak memiliki
pemasukan atau pengeluaran. Rasullulah Muhammad SAW bertindak sebagai seorang
kepala negara yang juga merangkap sebagai Ketua Mahkamah Agung, dan Panglima
Perang Tertinggi juga penanggung jawab administrasi negara. Telah menjadi tradisi,
bahwa bangsa Arab melakukan 2 kali perjalanan khalifah perdagangan, yaitu musim
dingin dengan tujuan perdagangan ke Yaman dan musim panas dengan tujuan ke AsSyam (sekarang Syria, Lebanon, Jordania, Palestina dan Israel).

3

Dalam perkembangan selanjutnya, ketika ada kewajiban zakat dan ‘ushr
(pajak pertanian dari muslim), dan perluasan wilayah sehingga dikenal adanya jizyah
(pajak perlindungan dari nonmuslim) dan kharaj ( pajak hasil pertanian dari non
muslim), maka Rasullulah mendirikan baitul Maal pada awal abad ke-7.
2.3.2 Zaman Empat Khalifah
a. Abu Bakar As-shidiq
Pada masa pemerintahan Abu Bakar, pengelolaan Baitul Maal masih
sangat sederhana, dimana pemerintahan dan pengeluaran dilakukan secara
seimbang, sehingga hampir tidak pernah ada sisa.
b. Umar bin Khattab
Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sudah dikenalkan dengan
istilah “Diwan” yaitu tempat dimana pelaksana duduk, bekerja dan dimana
akuntansi dicatat dan disimpan yang berfungsi untuk mengurusi pembayaran
gaji. Khalifah Umar menunjukkan bahwa akuntansi berkembang dari suatu
lokasi ke lokasi lain sebagai akibat dari hubungan antar masyarakat. Selain itu
Baitul Maal sudah diputuskan di daerah-daerah taklukan Islam.
c. Utsman bin Affan
Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman, memperkenalkan tentang
istilah khittabat al-Rasull wa sirr yaitu berarti memelihara pencatatan rahasia.
Dalam hal pengawasan pelaksanaan agama dan moral lebih difokuskan kepada
muhtasib yaitu orang-orang yang bertanggung jawab atas lembaga al hisbah,
misalnya mengenai timbangan, kecurangan dalam penjualan, orang yang tidak
banyak hutang dan juga termasuk ke dalam perhitungan ibadah bahkan
termasuk memeriksa iman, dan juga masih banyak yang lain yang termasuk
perhitungan atau sesuatu ketidak adilan didunia ini untuk semua mahluk.
d. Ali Bin Abi Thalib
Pada masa pemerintahan Ali yaitu adanya sistem administrasi Baitul
Maal difokuskan pada pusat dan lokal yang berjalan baik seperti, surplus pada
Baitul Maal dibagikan secara professional sesuai dengan ketentuan rasulallah
Saw. Adanya surplus ini menunjukkan bahwa proses pencatatan dan pelaporan
berlangsung dengan baik.
Khalifah Ali memilki konsep tentang pemerintahan, administrasi
umum dan masalah-masalah yang berkaitan dengannya secara jelas. Konsep
tersebut lebih dijelaskan dalam surat yang ditunjukan kepada Malik Ashter
4

Bin Harith. Surat itu menggambarkan kebijakan terhadap konsep-konsepnya
yang ditiru secara luas dalam administrasi publik.
2.4

Sekilas Prosedur Dan Istilah Yang Digunakan
1. Dari uraian diatas diketahui bahwa pelaksanaan akuntansi pada negara islam terjadi
terutama adanya dorongan kewajiban zakat, yang harus dikelola dengan baik melalui
baitul maal. Dokumentasi yang pertama kali dilakukan oleh AL-Mazenderany (1363
M) mengenai praktik akuntansi pemerintahan yang dilakukan selama Dinasti Khan II
pada buku Risalah Falakiyah Kitabus Siyakat. Namun, dokumentasi yang baik
mengenai sistem akuntansi negara islam tersebut pertama kali dilakukan oleh AlKhawarizmy pada tahun 976 M.
2. Ada tujuh hal khusus dalam sistem akuntansi yang dijalankan oleh negara Islam
sebagaimana dijelaskan oleh Al-Khawarizmy dan Al-Mazendary (Zaid,1999), yaitu :
a) Sistem akuntansi untuk kebutuhan hidup, sistem ini dibawah koordinasi
seorang manajer
b) Sistem akuntansi untuk sistem konstruksi
c) Sistem akuntansi untuk pertanian merupakan sistem yang berbasis nonmoneter.
d) Sistem akuntansi gudang merupakan sistem untuk mencatat pembelian barang
Negara.
e) Sistem akuntansi mata uang, sistem ini telah dilakukan oleh negara islam
sebelum abad ke 14 M
f) Sistem akuntansi peternakan merupakan sistem untuk mencatat seluruh
binatang ternak.
g) Sistem akuntansi perbendaharaan merupakan sistem untuk mencatat
penerimaan dan pengeluaran harian negara baik dalam nilai atau barang
3. Pencatatan dalam negara islam telah memiliki prosedur yang wajib diikuti, serta pihak
yang bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan atas aktivitas dan menemukan
surplus dan defisit atas pencatatan yang tidak seimbang. Jika ditemukan kesalahan
maka orang yang bertanggung jawab harus menggantinya. Hal ini merupakan salah
satu bentuk pengendalaian internal, penerapan prosedur audit serta akuntansi berbasis
pertanggungjawaban sendiri dimana Allah mengetahui seluruh pikiran dan perbuatan
semua makhluk-Nya. Prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Transaksi harus dicatat setelah terjadi
b) Transaksi harus dikelompokkan berdasarkan jenisnya (nature)
5

c) Penerimaan akan dicatat di sisi sebelah kanan dan pengeluaran akan dicatat di
sebelah iri
d) Pembayaran harus dicatat dan diberikan penjelasan yang memadai di sisi kiri
halaman
e) Pencatatan transaksi harus dilakukan dan dijelaskan secara hati-hati
f) Tidak diberikan jarak penulisan di sisi sebelah kiri, da harus diberi garis
penutup
g) Koreksi atas transaksi yang telah dicatat tidak boleh dengan cara menghapus
atau menulis ulang
h) Jika akun telah ditutup, maka kana diberi tanda tentang hal tersebut
i) Seluruh transaksi yang dicatat di buku jurnal akan dipindahkan pada buku
khusus berdasarkan pengelompokan transaksi
j) Orang yang melakukan pencatatan untuk pengelompokan berbeda dengan
orang yang melakukan pencatatan harian
k) Saldo diperoleh dari selisih
l) Laporan harus disusun setiap bulan dan setiap tahun
m) Pada setiap akhir tahun, laporan yang disampaikan oleh Al Katebharus
menjelaskan seluruh informasi secara detail barang dan dana yang berada
dibawah wewenangya
n) Laporan tahunan yang disusun AL Kateb akan diperiksa dan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dan akan disimpan di Diwan Pusat
4. Dihubungkan dengan prosedur tersebut, terdapat beberapa istilah sebagai berikut:
a) Al-Jaridah merupakan buku untuk mencatat transaksi yang dalam bahasa arab
berarti koran atau jurnal
b) Daftar Al Yaumiyah (Buku Harian/dalam bahsa Persia dikenal dengan nama :
Ruznamah)
c) Al-Ruznamadj atau

buku

harian

yaitu

melakukan

pencatatan

untuk

pembayaran penerimaan setiap hari
d) Al-Khatma merupakan laporan pendapatan dan pengeluaran perbulan
e) Al-Khatma Al-Djami`a merupakan laporan tahunan
f) Al-Taridj merupakan tambahan catatan untuk menunjukkan kategori secara
keseluruhan
g) Al-Arida merupakan 3 kolom jurnal yang totalnya terdapat di kolom ketiga
h) Al-Bara`a merupakan penerimaan pembayaran dari pembayar pajak
6

i) Al-Muwafaka wal-djama`a merupakan akuntansi yang kompherensif disajikan
oleh amil
2.5

Hubungan Akuntansi Modern dan Akuntansi Islam
Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk sistem pencatatan yang sudah
masuk pada zaman daulah abbasyiah, sementara dalam kurun waktu yang sama eropa
berada dalam periode The Dark Ages. Dari sini, kita dapat melihat hubungan antara
Luca Paciolli dan akuntansi syariah.
Pada tahun 1429 angka arab dilarang untuk digunakan oleh pemerintah italia
sedangkan pada tahun 1484 M paciolli pergi untuk bertemu dengan temannya Onforio
Dini Florence yaitu seorang pedagang yang suka berpergian ke afrika utara. Sehingga
diduga paciollli mendapatkan ide Doubel Entry tersebut dari temannya. Hal ini
didukung oleh perkataan Luca Paciolli “Bahwa setiap transaksi harus dicatat dua
kali disisi sebelah kanan (kredit) dan sebelah kiri(debit) dengan kata lain bahwa
pencatat harus diawali dengan menulis kredit kemudian debit”.
Hubunggan antara akuntansi modern dan akuntansi syariah, dilihat dari
pedagang itali dan pedagang muslim bahwa akutansi modern di peroleh dari Luca
Paciolli hubungannya yaitu berupa hubungan dengan pedagang muslim. Selain itu,
daulah abasyiah juga mengembangkan sistem akuntansi yang cukup maju dan dapat
dijadikan bahwa kaum muslim turut dalam pengembangan akuntansi modern.

7

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lahirnya sebuah paradigma dapat dipahami sebagai bagian dari siklus hukum
Tuhan (Sunatullah). Paradigma pra modern digantikan oleh paradigma modern yang
positivistik. Demikian juga paradigma modern pada akhirnya nanti akan digantikan oleh
paradigma lainnya, misalnya posmodern (Syariah). Gejala pergantian paradigma ini
sebetulnya sudah tampak. Deskripsi-deskripsi diatas merupakan gejala yang konkret
kemungkinan bergesernya paradigma lama. Akuntansi modern mulai dipertanyakan dan
diragukan kesahihannya. Dimasa yang akan datang akuntansi modern tidak menutup
kemungkinan akan digantiakan oleh akuntansi alternatif, yaitu akuntansi syariah yang
sudah nampak sebagai bayi yang baru lahir.
Akuntansi syariah memiliki tujuan normatif yang ideal, yaitu menciptakan realitas
tauhid. Realitas ini adalah realitas sosial yang mengandung jaringan kuasa ilahi yang
mengikat kehidupan manusia dalam ketundukan pada tuhan. Untuk sampai pada tujuan
ini diperluakn instrrumen untuk membangun dan membentuk akuntansi syariah, yaitu
dengan cara menggunakan metodologi syariah.
3.2 Saran
Dalam kenyataan akuntansi syariah yang baru lahir ini membelah menjadi dua,
yaitu akuntansi filosofis teoritis dan akuntansi syariah praktis. Yang pertama mencoba
untuk mencari dasar-dasar filosofis yang transendental dalam rangka membangun
akuntansi syariah. Sedangkan yang kedua lebih bersifat pragmatis untuk memenuhi
kebutuhan praktis yang ada saat ini. Kedua model akuntansi syariah ini dapat berjalan
seiring sejalan yang secara positif dapat kita pandang sebagai proses pengayaan pada
perbendaharaan akuntansi syariah.

8

DAFTAR PUSTAKA
Muhammad.2005.” Pengantar Akuntansi Syariah ”.Jakarta:salemba empat
Nurhayati,sri- Wasilah.2009.”Akuntansi Syariah di Indonesia“.Jakarta:salemba empat.
Triyuwono,iwan.2006.”perspektif,

metodologi,

dan

teori

akuntansi

syariah”

.malang:rajawali pers
http://syariahmuamalah.blog.com/2012/03/21/sejarah-perkembangan-akuntansi-syariah/
http://sanoesi.wordpress.com/2013/01/12/sejarah-ilmu-akuntansi-syariah/

9

Judul: Makalah Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah Akuntansi Syariah

Oleh: Uci R O M A Y A N T I Panggabean


Ikuti kami