Makalah " Konsep Dasar Akuntansi Perbankan " Akuntansi Perbankan

Oleh Hindrasenna Wibisono

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah " Konsep Dasar Akuntansi Perbankan " Akuntansi Perbankan

MAKALAH
” KONSEP DASAR AKUNTANSI PERBANKAN ”
Akuntansi Perbankan
Dosen: Bapak Nugroho Wibowo, SE., MM., Ak., CMA., CA.

Disusun oleh : Hindra Wibisono (16310260)
AK – B Reg.Malam (Semester 2)

STIE MAHARDHIKA SURABAYA
Tahun 2017

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan
Puji syukur kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Konsep Dasar Akuntansi
Perbankan” ini tepat waktu.
Makalah ini disusun dan dapat diselesaikan berkat bantuan serta dukungan dari
berbagai pihak yang berkontribusi dalam pembuatan makalah ini, untuk semua itu saya
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Orangtua yang selalu memberikan restu dan doanya serta sumber-sumber rujukan
dari beberapa pihak yang berkompeten dalam penyelesaian makalah ini.
2. Bapak Nugroho Wibowo, SE., MM., Ak., CMA., CA. selaku Dosen mata kuliah
Akuntansi Perbankan “STIE MAHARDHIKA” Surabaya.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
masih terdapat kesalahan penulisan serta penyampaian materi dalam makalah ini, untuk itu
saya mengharapkan saran dan kritik untuk memperbaikinya demi kesempurnaan makalah
selanjutnya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi pembaca, dunia pendidikan khususnya serta masyarakat pada umumnya.

Surabaya, 12 April 2017
Hindra wibisono

[Type text]

Daftar Isi

Kata Pengantar ..................................................................................................................... 1
Daftar Isi .............................................................................................................................. 2
Bab.I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 3
1.2 Tujuan Penulisan .............................................................................................. 3
Bab.II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Akuntansi Perbankan .................................................................... 4
2.2 Definisi Akuntansi ...........................................................................................

5

2.3 Konsep Dasar akuntansi ..................................................................................

6

2.4 Proses Akuntansi .............................................................................................

7

2.5 Dasar-dasar Akuntansi Perbankan ...................................................................

8

2.6 Jenis Laporan Keuangan ..................................................................................

9

2.7 Tujuan Laporan Keuangan Bank .....................................................................

9

2.8

Syarat

Laporan Keuangan ...............................................................................

2.9

Laporan Keuangan Bank (menurut SAK).........................................................

2.10

Elemen Pokok Laporan Keuangan .................................................................

2.11

Sistem Akuntansi Biaya ..................................................................................

10
10
12
13
Bab.III

PENUTUP .............................................................................................................

19
3.1 Kesimpulan .....................................................................................................
19
2

[Type text]

3.2 Kritik dan saran ...............................................................................................
19
Daftar

Pustaka

.....................................................................................................................

20

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam bisnis khususnya dunia perbankan sangat membutuhkan laporan keuangan guna
tetap eksis dan untuk dapat mengembangkan usahanya, maka di butuhkan Akuntansi.
Suatu laporan keuangan dikatakan berkualitas jika memenuhi syarat karakteristik kualitatif
laporan keuangan yang terdiri dari andal, relevan, dapat diperbandingkan (comparability),
dan dapat dipahami (understandability). Untuk mencapai kualitas tersebut, suatu laporan
keuangan harus disusun berdasarkan Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum
(PABU). Pondasi utama dari PABU di Indonesia adalah kerangka dasar (conceptual
framework), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan interpretasinya. Bagi
para pelaksana perbankan diharapkan dalam mencatat transaksi perbankan sesuai dengan
PSAK dan ketentuan perbankan terkini. Sehingga hal ini dapat lebih meningkatkan
kredibilitas dan transparansi dunia perbankan.
Akuntansi dalam bisnis perbankan adalah sebagai alat untuk dapat memberikan
informasi dan pengambilan keputusan. Dalam menjalankan bisnisnya setiap perbankan
menganut konsep dasar dalam akuntansi perbankan, karena hal tersebut adalah wajib dan
tidak dapat di abaikan, adapun konsep dasar dalam akuntasi perbankan adalah sebagai
patokan dasar yang dapat dilakukan dan dijalankan oleh setiap bisnis di dunia perbankan
agar usahanya dapat eksis dan berkembang lebih maju baik itu dalam skala nasional terlebih
lagi dalam persaingan dunia perbankan internasional.

1.2 Tujuan Penulisan
3

[Type text]

1) Untuk dapat memahami pengertian konsep dasar dalam akuntansi perbankan.
2) Sebagai tugas UTS dari Bapak Nugroho Wibowo, SE., MM., Ak., CMA., CA.
sebagai Dosen mata pelajaran Akuntansi Perbankan.
3) Memberikan pengetahuan kepada pembaca dan mahasiswa terkait Konsep Dasar
Akuntansi Perbankan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Akuntansi Perbankan
Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaaan, serta penafsiran
data keuangan secara sistematis dari bukti transaksi yang ada menjadi sebuah laporan
keuangan untuk pihak yang berkepentingan.
Jadi akuntansi perbankan adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaan, serta
penafsiran data keuangan perbankan secara sistematis untuk pihak-pihak yang
berkepentingan mengacu pada prinsip-prinsip akuntansi umum.
Sifat dan keterbatasan akuntansi :


Bersifat historis kejadian yang sudah berlalu



Bersifat umum tidak bersifat kebutuhan pihak-pihak tertentu



Akuntansi hanya melaporkan informasi material



Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian



Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah tertentu

Persaingan perbankan dalam memperebutkan pangsa pasar dan agar tetap eksis serta mampu
mengembangkan diri, maka dunia perbankan dituntut untuk dapat bekerja dengan tingkat
efisien tinggi serta dapat mengembangkan produk/jasa sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk
itu perbankan harus memiliki informasi yang tepat pakai dan tepat waktu serta kemampuan

4

[Type text]

manajer bank dalam pengambilan keputusan, alat yang diperlukan dalam mengelola dan
memanfaatkan dengan benar adalah Akuntansi.
Akuntansi Perbankan adalah seni, ilmu, sistem informasi yang menyangkut pencatatan,
menggolongkan/mengklasifikasikan

dan

mengikhtisarkan

transaksi

keuangan

dan

menginterpretasikan hasilnya dalam bentuk laporan keuangan.

2.2 Definisi Akuntansi
“Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing in a significant manner
and in terms of money, transactions and events which are, in part at least of a financial
character, and interpreting the results thereof. (A. I. C. P. A.)
Akuntansi sebagai konsep informasi merupakan kegiatan jasa yg menyediakan informasi
yang bersifat keuangan agar bermanfaat dalam pengambilan keputusan dalam menetapkan
tindakan yang terbaik dari berbagai tindakan alternatif pilihan yang ada.
Sistem pencatatan transaksi keuangan perusahaan termasuk bank menganut sistem tata buku
berpasangan atau double entry system. Secara luas, akuntansi disebut sebagai “bahasa
bisnis” karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada
pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka
semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan.
Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi
atau yang dikenal sebagai laporan keuangan yang bertujuan untuk menyiapkan suatu
laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil
kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau
pemilik.
Persamaan dasar akuntansi perbankan :
Aktiva Bank

Aktiva Bank

= Hutang Bank + Modal Bank

Hutang Bank

5

Modal Bank

[Type text]

Penempatan Dana

Dana Masyarakat

Modal Saham

Penyaluran Dana

Dana Pinjaman

Premium Saham

Dana Lainnya

Laba ditahan

dalam Kredit
Penanaman Dana
dalam Aktiva
Tetap
Penanaman Lain

Laba/Rugi Tahun
berjalan

2.3 Konsep Dasar akuntansi
1. Kesatuan usaha artinya data dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
harus jelas menyebukan unit atau perusahaan yang dilaporkan.
2. Harga perolehan artinya nilai inilah yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
3. Obyektif artinya data dan informasi keuangan harus disajikan dengan tidak
memandang dan mempertimbangkan satu atau pihak tertentu lainnya.
4. Kesinambungan perusahaan artinya akuntansi diperlukan oleh pihak yang
berkepentingan karena didasarkan pada asumsi kesinambungan usaha.
5. Unit pengukuran artinya informasi akuntansi yang disajikan haurs memiliki
keseragamana bahasa, yakni uang.
6. Periode akuntansi artinya adanya batasan waktu pelaporan informasi keuangan
kepada manajemen yang dapat dipergunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
7. Penetapan pendapatan dan biaya artinya pelaporan pendapatan dan biaya harus jelas
menunjukan peiode dimana harus dilaporankan dan kaitannya dengan aktiva dan
hutang yang bersangkutan.
8. Konsisten artinya Penerapan akan pronsip akuntansi harus dilakukakan secara
konsisten dari satu periode ke periode lainnya.
9. Materialitas artinya data dan informasi keungan yang timbul dari transaksi yang
jumlahnya relatif kecil dan tidak berarti terhadap laporan keuangan dapat diabaikan.
10. Konservatisme artinya penyajian informasi keuangan dihadapkan pada prinsip
keberhati-hatian, yakni terhadap pencatatan pendapaan dan biaya.
11. Realisasi artinya data informasi keuangan yang disajikan harus jelas menyajikan
dasar pengakuan pendapatan yangtelah dicerminkan dalam ikhtisar laba rugi.
6

[Type text]

2.4 Proses Akuntansi
Dokumen Dasar
Akuntansi
pencatatan

Buku-buku
Pembantu

Buku Jurnal

penggolongan

Buku Besar

Keputusan

penjabaran

Neraca

Penafsiran

Analisa Keadaan
Keuangan

Ikhtisar L/R

7

[Type text]

LPPK

Proses Akuntansi Bank
Transaksi hari

Lap.Keu.

Pengambilan

Transaksi

bersangkutan

hari

keputusan

hari berikut

bersangkutan

2.5 Dasar-dasar Akuntansi Perbankan
1)

accrual basis di dalam pencatatan biaya

2)

cash basis di dalam pencatatan pendapatan

3)

dasar rancang bangun akuntansi perbankan


harus adanya perincian dari asetnya sehingga dapat menggambarkan jumlah
dana yang diinvestasikan pada masing-masing aset tersebut.



harus adanya perincian dari hutang-hutangnya yang disusun menurut jatuh
waktunya dan tingkat kekekalannya.



dapat menggambarkan Laba/rugi yang diperoleh dari hasil kegiatannya
dengan jelas.



harus dapat menyediakan informasi secara periodik mengenai efisiensi dari
hasil kegiatan usahanya.

4)



harus ada sistem internal control yang ketat.



harus dapat menyediakan data untuk penguasa moneter.

dasar-dasar penyusunan rekening stelsel bank


sebaiknya rekening assets disusun atas dasar tingkat likwiditasnya.



sebaiknya rekening hutang bank disusun atas dasar urutan pemakaiannya
atau urutan jatuh waktunya.



sebaiknya rekening modal disusun berurutan atas dasar urutan kekekalannya.



sebaiknya rekening income/expense bank disusun berurutan atas dasar urutan
ranking yang paling besar atau berurutan dari tingkat prioritas kegiatan utama
dari bank yang bersangkutan.

8

[Type text]

Sasaran Sistem Akuntansi Perbankan :


sebagai sistem akuntansi manajemen



sebagai sistem costing



sebagai sistem pengawasan



sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter

2.6 Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas 4 (empat) jenis laporan, yaitu :
1. Laporan Posisi Keuangan adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi
mengenai aset, hutang, dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut
sebagai daftar yang sistematis, karena laporan disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam
neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan
membayar kewajiban, serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari
pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan
kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
2. Laporan Laba Rugi Komprehensif adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu
perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi
yang dialami.
3. Laporan Perubahan Ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk
periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal
dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
4. Laporan Arus Kas adalah dengan adanya laporan ini, pemakai laporan keuangan dapat
mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas
dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa
mendatang.

9

[Type text]

Catatan atas laporan keuangan, merupakan daftar rincian secara jelas yang ada di dalam
laporan keuangan yang berfungsi sebagai penjelasan mengenai rincian sebuah akun dalam
laporan keuangan secara detil.
2.7 Tujuan Laporan Keuangan Bank


menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan
posisi keuangan bank yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan
keputusan ekonomi



menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggung
jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

2.8 Syarat Laporan Keuangan


Jelas dan dapat dipahami/dimengerti artinya informasi keuangan yang disajikan dalam
laporan keuangan harus ditampilkan dengan cara sedemikian rupa hingga jelas dapat
dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca laporan keuangan.



Relevan artinya data yang diolah dan disajikan dalam laporan keuangan hanyalah dana
yang ada kaitanya dengan transaksi yang bersangkutan.



Dapat sebagai bahan perbandingan artinya laporan keuangan yang disajikan harus dapat
diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya sebagai dasar untuk mengikuti
perkembangan arah dari harta, hutang, modal, pendapatan, serta biaya.



Netral artinya laporan keuangan haruslah disajikan untuk dapat dipergunakan oleh
semua pihak.



Mempunyai bukti nyata artinya data dan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan harus dapat ditelusuri kapada bukti asalnya, baik dalam bentuk dokumen
dasar, formulir barharga, maupun fisik aktiva yang bersangkutan.



Tepat waktu artinya laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan, sehingga jelas
batas pelaporan dari posisi harta, hutang, modal, pendapatan, dan biaya dari perusahaan
yang akan dilaporkan.



Lengkap dan akurat artinya data yang disajikan dalam informasi akuntansi, baik neraca,
ikhtisar laba rugi, maupun ikhtisar posisi keuangan, haruslah lengkap sehingga tidak
memberikan informasi yang menyesatkan bagi para pemakai laporan keuangan.
10

[Type text]

2.9 Laporan Keuangan Bank (menurut SAK)


Neraca bank : gambaran posisi keuangan suatu bank pada suatu saat tertentu.



Ikhtisar laba rugi : hasil kegiatan atau operasional suatu bank selama suatu periode
tertentu.



Ikhtisar perubahan posisi keuangan : memperlihatkan dari mana sumber pendanaan bank
dan kemana saja dana yang telah diserapnya disslurkan.



Laporan Komitmen dan Kontijensi : memperlihatkan komitmen bank dan kontinjensi
bank dimasa yang akan datang.

Hubungan diantara laporan keuangan

Penyaluran Dana :



Jasa yang
ditawarkan




Sumber Dana :


Uang tunai
Penempatan dana
pada bank lain
Kredit
Investasi




Pendapatan :

Dari pihak ketiga
bukan bank
Dari bank lain
Dari pemegang
saham

Biaya :

 Pendapatan Bunga
 Pendapatan
Komisi
 Pendapatan Lain

 Biaya Bunga
 Biaya Admin
 Biaya Umum
11

Kegiatan

[Type text]

2.10 Elemen Pokok Laporan Keuangan
Terdiri dari :
1. Aktiva adalah manfaat ekonomi yang dinyatakan untuk sumber-sumber ekonomi
yang dimiliki perusahaan, yang meliputi barang dan hak-hak yang memberikan
manfaat di masa yang akan datang dan didapat dari transaksi-transaksi atau peristiwa
yang terjadi di masa lalu.
2. Hutang atau kewajiban adalah pengorbanan sumber ekonomis yang mungkin dimasa
datang timbul dari kewajiban entitas tertentu pada saat ini, untuk menyerahkan
aktiva atau memberikan jasa kepada entitas yang lain dimasa mendatang sebagai
akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lampau.
3. Modal adalah jumlah uang yang dinyatakan untuk sisa hak atas aktiva perusahaan
setelah dikurangi seluruh kewajibannya. Modal merupakan hak atas aktiva
perusahaan yang melekat pada pemiliknya.
4. Pendapatan adalah jumlah kotor dari kenaikan aktiva atau penurunan kewajiban atau
kombinasi keduanya. Pendapatan timbul dari aktivitas penjualan barang atau jasa,
penyerahan jasa dan aktivitas lainnya yang mengakibatkan diperolehnya pendapatan
atau laba bagi perusahaan.

12

[Type text]

5. Biaya adalah jumlah kotor dari penurunan aktiva atau kenaikan kewajiban. Biaya ini
timbul dari kegiatan-kegiatan pembuatan atau pengadaan barang dan jasa, dan lainlain, kegiatan usaha memperoleh pendapatan dalam suatu periode.
6. Laba adalah selisih lebih antara pendapatan di atas biaya dalam suatu periode, dan
disebut rugi apabila terjadi sebaliknya.
Standar akuntansi keuangan perbankan di indonesia


PSAK bertujuan untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan
laporan keuangan bank.



Elemen-elemen laporan keuangan yang diwajibkan untuk diterbitkan menurut PSAK ini
terdiri dari : neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal pemilik, dan laporan
arus kas serta catatan laporan keuangan.

2.11 Sistem Akuntansi Biaya :
1)

Fungsi Akuntansi Biaya Bank


untuk mengetahui besarnya biaya dana yang dikumpulkan



untuk mengetahui besarnya masing-masing profit dan loss atas masingmasing jasa yang diberikan

2)



sebagai alat perhitungan customer profitability



sebagai dasar pricing bank services

Pendekatan Akuntansi biaya untuk bank


Full costing/full absorption costing



Variabel costing/direct costing



Incremental costing-differential costing



Estimated cost

3)

Informasi biaya sebagai alat pengambil keputusan

4)

Penetapan tarif jasa perbankan


cost plus pricing



marginal pricing



non cost pricing
13

[Type text]



skimming pricing



penetration pricing

Kliring
Tata cara perhitungan hutang-piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat
berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya dengan maksud agar penyelesaiannya dapat
terselenggara dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalu
lintas pembayaran giral.
Jenis Kliring :


kliring umum



kliring lokal



kliring antar cabang

Pembukuan transaksi kliring :
Bank A :
Kliring ........................................................

Rp. xxx

Giro-Rekening Tn. B............................................

Rp. Xxx

setelah diketahui hasilnya :
Bank Indonesia-Giro...................................

Rp. xxx

Kliring..................................................................

Rp. xxx

Bank B:
Giro-Rekening Tn. A...................................

Rp. xxx

Bank Indonesia-Giro.............................................
atau :
Bank B:

14

Rp. xxx

[Type text]

Giro-Rekening Tn. B ...................................

Rp. xxx

Bank Indonesia-Giro ...............................................

Rp. xxx

Bank A:
Bank Indonesia-Giro ....................................

Rp. xxx

Giro-Rekening Tn. A

Rp. xxx

Neraca Kliring Bank B:
NERACA KLIRING
Kalah kliring

Keseimbangan

Rp. Xxx

Rp. Xxx

Warkat Debet Masuk

Rp. Xxx

Warkat Kredit Keluar

Rp. Xxx

Keseimbangan

Rp. xxx

Neraca Kliring Bank Indonesia :
NERACA KLIRING Tgl.
Bank B

Jumlah Debet

Rp. xxx

Rp. xxx

Bank A

Rp. Xxx

Bank A

Rp. Xxx

Jumlah kredit

Rp. Xxx

Giro
Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat
dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindah
bukuan.
Transaksi Pembukaan :
Kas..............................................................

Rp. Xxx

15

[Type text]

Giro-rekening Tn. A.............................

Rp. xxx

Barang cetakan-buku cek......................

Rp. xxx

Penyetoran Kliring :
Bank Indonesia-Giro..................................

Rp. Xxx

Warkat Kliring......................................

Rp. xxx

Apabila kliring berhasil :
Kliring........................................................

Rp. xxx

Giro-Rekening A..................................

Rp. Xxx

Penyetoran melalui transfer :
Bank B-Giro...............................................

Rp. Xxx

Giro-Rekening Tn. A.............................

Rp. Xxx

Penarikan giro :
Giro-Rekening Tn. A...................................

Rp. Xxx

Kas Rupiah.............................................

Rp. xxx

Penarikan secara kliring :
Giro-Rekening Tn. A....................................

Rp. Xxx

Bank Indonesia-Giro...............................

Rp. Xxx

Penarikan dengan amanat :
Giro-Rekening Giro......................................

Rp. Xxx

Hubungan antar kantor-Cab. Surabaya...

Rp. Xxx

Pembukuan Jasa Giro :

16

[Type text]

Bunga Giro..................................................

Rp. Xxx

Giro-Rekening Tn. A..............................

Rp. xxx

Tabungan :
Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu
dikehendaki.
Pembukaan :
Kas.............................................................

Rp. Xxx

Tabungan-rekening Tn. A.....................

Rp. Xxx

Penyetoran dengan cek :
Giro-rekening Tn.A....................................

Rp. Xxx

RAK-Cabang Surabaya..............................

Rp. xxx

Tabungan-Rekening Tn. B....................

Rp. xxx

Penyetoran antar cabang :
Rekening Antar Kantor-Cab. Surabaya......

Rp. Xxx

Tabungan-Rekening Tn. A....................

Rp. xxx

Penarikan :
Cabang lain :
Rekening Antar Kantor-Jakarta..................

Rp. xxx

Kas........................................................

Rp. Xxx

Cabang Penerbit :
Tabungan-Rekening Tn. A.........................

Rp. xxx

17

[Type text]

Rekening Antar Kantor-Bandung..........

Rp. Xxx

Pembebanan Bunga :
Biaya Bunga-Tabungan...............................

Rp. Xxx

Tabungan-Rekening Tn. A.....................

Rp. Xxx

Penutupan Rekening :
Tabungan-Rekening Tn. A.........................

Rp. Xxx

Kas........................................................

Rp. xxx

Transaksi intern dan ekstern dalam bank
 Transaksi Intern adalah transaksi yang mempengaruhi pos-pos dalam bank saja dan
tidak melibatkan pihak ketiga.
 Transaksi Ekstern adalah transaksi yang dilakukan karena melibatkan pihak ketiga
dan bank yang menyebabkan berubahnya hutang atau piutang bank.
Proses akuntansi bank pada dasarnya sama dengan akuntansi umum tetapi banyak
diperlukan buku pembantu untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh
transaksi yang terjadi pada bank. Jadi kegiatan akuntansi mencakup pencatatan seluruh
transaksi usaha atau bisnis ke dalam buku – buku pembantu dan buku besar,
menggolongkannya kedalam aktiva, hutang, modal, pendapatan atau biaya, kemudian
dijabarkan dalam bentuk laporan keuangan bagi kepentingan manajemen. Seluruh transaksi
yang telah terjadi dalam bank, baik transaksi intern maupun ekstern volume transaksi yang
banyak ini harus diproses pada hari yang sama untuk disajikan dan dijabarkan dalam bentuk
laporan keuangan harian, neraca dan laba rugi kepada manajemen. Jelas terlihat bahwa
kecermatan pencatatan data akuntansi merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan
informasi yang relevan yang berguna untuk pengambilan keputusan.

18

[Type text]

BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Dalam suatu bisnis terutama dunia perbankan tentunya dibutuhkan analisa dan laporan
keuangan yang akurat sehingga dalam pengambilan keputusan lebih tepat sasaran dan
berdampak pada kemajuan perusahaan. Dalam hal ini seorang akuntan perbankan ataupun
manager berperan dan berkontribusi sangat besar dalam ikut mengembangkan perusahaan.
Dunia perbankan dituntut untuk dapat mencari inovasi, peluang usaha dengan programprogramnya untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat baik itu dalam
tingkat nasional maupun internasional. Sebagai badan usaha yang memiliki tanggung jawab
publik, perbankan dituntut untuk menyajikan laporan keuangan yang berkualitas tinggi
sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan komprehensif bagi seluruh pihak
yang berkepentingan dan mencerminkan kinerja bank. Untuk mencapai tujuan tersebut,
standar dan pedoman akuntansi yang berlaku perlu terus disempurnakan sejalan dengan
perkembangan transaksi dan produk keuangan dewasa ini serta harmonisasi dengan standar
akuntansi internasional. Pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap informasi19

[Type text]

informasi yang disampaikan oleh bank-bank pada gilirannya dapat menumbuhkan dan
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional secara
keseluruhan.
3.2 Kritik dan saran
Sebagai penulis, saya menyadari masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dalam
makalah ini, untuk itu kritik dan saran pembaca akan saya terima dengan terbuka demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata sebagai penutup makalah ini, saya mengucapkan Puji syukur kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan, dan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sumber rujukan serta pihak-pihak yang telah
membantu pembuatan makalah ini.

Daftar Pustaka

http://sri_sapto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17669/Konsep+Dasar
https://www.slideshare.net/AndyRyuki/akuntansi-perbankan-pertemuan-2
http://www.academia.edu/30649160/konsep_dasar_akuntansi_perbankan

20

Judul: Makalah " Konsep Dasar Akuntansi Perbankan " Akuntansi Perbankan

Oleh: Hindrasenna Wibisono


Ikuti kami