Makalah " Konsep Dasar Akuntansi Perbankan " Akuntansi Perbankan

Oleh Hindrasenna Wibisono

307 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah " Konsep Dasar Akuntansi Perbankan " Akuntansi Perbankan

MAKALAH ” KONSEP DASAR AKUNTANSI PERBANKAN ” Akuntansi Perbankan Dosen: Bapak Nugroho Wibowo, SE., MM., Ak., CMA., CA. Disusun oleh : Hindra Wibisono (16310260) AK – B Reg.Malam (Semester 2) STIE MAHARDHIKA SURABAYA Tahun 2017 Kata Pengantar Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Puji syukur kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Konsep Dasar Akuntansi Perbankan” ini tepat waktu. Makalah ini disusun dan dapat diselesaikan berkat bantuan serta dukungan dari berbagai pihak yang berkontribusi dalam pembuatan makalah ini, untuk semua itu saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Orangtua yang selalu memberikan restu dan doanya serta sumber-sumber rujukan dari beberapa pihak yang berkompeten dalam penyelesaian makalah ini. 2. Bapak Nugroho Wibowo, SE., MM., Ak., CMA., CA. selaku Dosen mata kuliah Akuntansi Perbankan “STIE MAHARDHIKA” Surabaya. Terlepas dari semua itu, saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, masih terdapat kesalahan penulisan serta penyampaian materi dalam makalah ini, untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik untuk memperbaikinya demi kesempurnaan makalah selanjutnya. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, dunia pendidikan khususnya serta masyarakat pada umumnya. Surabaya, 12 April 2017 Hindra wibisono [Type text] Daftar Isi Kata Pengantar ..................................................................................................................... 1 Daftar Isi .............................................................................................................................. 2 Bab.I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 3 1.2 Tujuan Penulisan .............................................................................................. 3 Bab.II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Akuntansi Perbankan .................................................................... 4 2.2 Definisi Akuntansi ........................................................................................... 5 2.3 Konsep Dasar akuntansi .................................................................................. 6 2.4 Proses Akuntansi ............................................................................................. 7 2.5 Dasar-dasar Akuntansi Perbankan ................................................................... 8 2.6 Jenis Laporan Keuangan .................................................................................. 9 2.7 Tujuan Laporan Keuangan Bank ..................................................................... 9 2.8 Syarat Laporan Keuangan ............................................................................... 2.9 Laporan Keuangan Bank (menurut SAK)......................................................... 2.10 Elemen Pokok Laporan Keuangan ................................................................. 2.11 Sistem Akuntansi Biaya .................................................................................. 10 10 12 13 Bab.III PENUTUP ............................................................................................................. 19 3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 19 2 [Type text] 3.2 Kritik dan saran ............................................................................................... 19 Daftar Pustaka ..................................................................................................................... 20 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam bisnis khususnya dunia perbankan sangat membutuhkan laporan keuangan guna tetap eksis dan untuk dapat mengembangkan usahanya, maka di butuhkan Akuntansi. Suatu laporan keuangan dikatakan berkualitas jika memenuhi syarat karakteristik kualitatif laporan keuangan yang terdiri dari andal, relevan, dapat diperbandingkan (comparability), dan dapat dipahami (understandability). Untuk mencapai kualitas tersebut, suatu laporan keuangan harus disusun berdasarkan Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU). Pondasi utama dari PABU di Indonesia adalah kerangka dasar (conceptual framework), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan interpretasinya. Bagi para pelaksana perbankan diharapkan dalam mencatat transaksi perbankan sesuai dengan PSAK dan ketentuan perbankan terkini. Sehingga hal ini dapat lebih meningkatkan kredibilitas dan transparansi dunia perbankan. Akuntansi dalam bisnis perbankan adalah sebagai alat untuk dapat memberikan informasi dan pengambilan keputusan. Dalam menjalankan bisnisnya setiap perbankan menganut konsep dasar dalam akuntansi perbankan, karena hal tersebut adalah wajib dan tidak dapat di abaikan, adapun konsep dasar dalam akuntasi perbankan adalah sebagai patokan dasar yang dapat dilakukan dan dijalankan oleh setiap bisnis di dunia perbankan agar usahanya dapat eksis dan berkembang lebih maju baik itu dalam skala nasional terlebih lagi dalam persaingan dunia perbankan internasional. 1.2 Tujuan Penulisan 3 [Type text] 1) Untuk dapat memahami pengertian konsep dasar dalam akuntansi perbankan. 2) Sebagai tugas UTS dari Bapak Nugroho Wibowo, SE., MM., Ak., CMA., CA. sebagai Dosen mata pelajaran Akuntansi Perbankan. 3) Memberikan pengetahuan kepada pembaca dan mahasiswa terkait Konsep Dasar Akuntansi Perbankan. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Akuntansi Perbankan Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaaan, serta penafsiran data keuangan secara sistematis dari bukti transaksi yang ada menjadi sebuah laporan keuangan untuk pihak yang berkepentingan. Jadi akuntansi perbankan adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, penganalisaan, serta penafsiran data keuangan perbankan secara sistematis untuk pihak-pihak yang berkepentingan mengacu pada prinsip-prinsip akuntansi umum. Sifat dan keterbatasan akuntansi :  Bersifat historis kejadian yang sudah berlalu  Bersifat umum tidak bersifat kebutuhan pihak-pihak tertentu  Akuntansi hanya melaporkan informasi material  Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian  Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah tertentu Persaingan perbankan dalam memperebutkan pangsa pasar dan agar tetap eksis serta mampu mengembangkan diri, maka dunia perbankan dituntut untuk dapat bekerja dengan tingkat efisien tinggi serta dapat mengembangkan produk/jasa sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk itu perbankan harus memiliki informasi yang tepat pakai dan tepat waktu serta kemampuan 4 [Type text] manajer bank dalam pengambilan keputusan, alat yang diperlukan dalam mengelola dan memanfaatkan dengan benar adalah Akuntansi. Akuntansi Perbankan adalah seni, ilmu, sistem informasi yang menyangkut pencatatan, menggolongkan/mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan transaksi keuangan dan menginterpretasikan hasilnya dalam bentuk laporan keuangan. 2.2 Definisi Akuntansi “Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing in a significant manner and in terms of money, transactions and events which are, in part at least of a financial character, and interpreting the results thereof. (A. I. C. P. A.) Akuntansi sebagai konsep informasi merupakan kegiatan jasa yg menyediakan informasi yang bersifat keuangan agar bermanfaat dalam pengambilan keputusan dalam menetapkan tindakan yang terbaik dari berbagai tindakan alternatif pilihan yang ada. Sistem pencatatan transaksi keuangan perusahaan termasuk bank menganut sistem tata buku berpasangan atau double entry system. Secara luas, akuntansi disebut sebagai “bahasa bisnis” karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan yang bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Persamaan dasar akuntansi perbankan : Aktiva Bank Aktiva Bank = Hutang Bank + Modal Bank Hutang Bank 5 Modal Bank [Type text] Penempatan Dana Dana Masyarakat Modal Saham Penyaluran Dana Dana Pinjaman Premium Saham Dana Lainnya Laba ditahan dalam Kredit Penanaman Dana dalam Aktiva Tetap Penanaman Lain Laba/Rugi Tahun berjalan 2.3 Konsep Dasar akuntansi 1. Kesatuan usaha artinya data dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus jelas menyebukan unit atau perusahaan yang dilaporkan. 2. Harga perolehan artinya nilai inilah yang akan disajikan dalam laporan keuangan. 3. Obyektif artinya data dan informasi keuangan harus disajikan dengan tidak memandang dan mempertimbangkan satu atau pihak tertentu lainnya. 4. Kesinambungan perusahaan artinya akuntansi diperlukan oleh pihak yang berkepentingan karena didasarkan pada asumsi kesinambungan usaha. 5. Unit pengukuran artinya informasi akuntansi yang disajikan haurs memiliki keseragamana bahasa, yakni uang. 6. Periode akuntansi artinya adanya batasan waktu pelaporan informasi keuangan kepada manajemen yang dapat dipergunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. 7. Penetapan pendapatan dan biaya artinya pelaporan pendapatan dan biaya harus jelas menunjukan peiode dimana harus dilaporankan dan kaitannya dengan aktiva dan hutang yang bersangkutan. 8. Konsisten artinya Penerapan akan pronsip akuntansi harus dilakukakan secara konsisten dari satu periode ke periode lainnya. 9. Materialitas artinya data dan informasi keungan yang timbul dari transaksi yang jumlahnya relatif kecil dan tidak berarti terhadap laporan keuangan dapat diabaikan. 10. Konservatisme artinya penyajian informasi keuangan dihadapkan pada prinsip keberhati-hatian, yakni terhadap pencatatan pendapaan dan biaya. 11. Realisasi artinya data informasi keuangan yang disajikan harus jelas menyajikan dasar pengakuan pendapatan yangtelah dicerminkan dalam ikhtisar laba rugi. 6 [Type text] 2.4 Proses Akuntansi Dokumen Dasar Akuntansi pencatatan Buku-buku Pembantu Buku Jurnal penggolongan Buku Besar Keputusan penjabaran Neraca Penafsiran Analisa Keadaan Keuangan Ikhtisar L/R 7 [Type text] LPPK Proses Akuntansi Bank Transaksi hari Lap.Keu. Pengambilan Transaksi bersangkutan hari keputusan hari berikut bersangkutan 2.5 Dasar-dasar Akuntansi Perbankan 1) accrual basis di dalam pencatatan biaya 2) cash basis di dalam pencatatan pendapatan 3) dasar rancang bangun akuntansi perbankan  harus adanya perincian dari asetnya sehingga dapat menggambarkan jumlah dana yang diinvestasikan pada masing-masing aset tersebut.  harus adanya perincian dari hutang-hutangnya yang disusun menurut jatuh waktunya dan tingkat kekekalannya.  dapat menggambarkan Laba/rugi yang diperoleh dari hasil kegiatannya dengan jelas.  harus dapat menyediakan informasi secara periodik mengenai efisiensi dari hasil kegiatan usahanya. 4)  harus ada sistem internal control yang ketat.  harus dapat menyediakan data untuk penguasa moneter. dasar-dasar penyusunan rekening stelsel bank  sebaiknya rekening assets disusun atas dasar tingkat likwiditasnya.  sebaiknya rekening hutang bank disusun atas dasar urutan pemakaiannya atau urutan jatuh waktunya.  sebaiknya rekening modal disusun berurutan atas dasar urutan kekekalannya.  sebaiknya rekening income/expense bank disusun berurutan atas dasar urutan ranking yang paling besar atau berurutan dari tingkat prioritas kegiatan utama dari bank yang bersangkutan. 8 [Type text] Sasaran Sistem Akuntansi Perbankan :  sebagai sistem akuntansi manajemen  sebagai sistem costing  sebagai sistem pengawasan  sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter 2.6 Jenis Laporan Keuangan Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas 4 (empat) jenis laporan, yaitu : 1. Laporan Posisi Keuangan adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aset, hutang, dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena laporan disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban, serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut. 2. Laporan Laba Rugi Komprehensif adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami. 3. Laporan Perubahan Ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu. 4. Laporan Arus Kas adalah dengan adanya laporan ini, pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang. 9 [Type text] Catatan atas laporan keuangan, merupakan daftar rincian secara jelas yang ada di dalam laporan keuangan yang berfungsi sebagai penjelasan mengenai rincian sebuah akun dalam laporan keuangan secara detil. 2.7 Tujuan Laporan Keuangan Bank  menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan bank yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi  menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. 2.8 Syarat Laporan Keuangan  Jelas dan dapat dipahami/dimengerti artinya informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan harus ditampilkan dengan cara sedemikian rupa hingga jelas dapat dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca laporan keuangan.  Relevan artinya data yang diolah dan disajikan dalam laporan keuangan hanyalah dana yang ada kaitanya dengan transaksi yang bersangkutan.  Dapat sebagai bahan perbandingan artinya laporan keuangan yang disajikan harus dapat diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya sebagai dasar untuk mengikuti perkembangan arah dari harta, hutang, modal, pendapatan, serta biaya.  Netral artinya laporan keuangan haruslah disajikan untuk dapat dipergunakan oleh semua pihak.  Mempunyai bukti nyata artinya data dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat ditelusuri kapada bukti asalnya, baik dalam bentuk dokumen dasar, formulir barharga, maupun fisik aktiva yang bersangkutan.  Tepat waktu artinya laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan, sehingga jelas batas pelaporan dari posisi harta, hutang, modal, pendapatan, dan biaya dari perusahaan yang akan dilaporkan.  Lengkap dan akurat artinya data yang disajikan dalam informasi akuntansi, baik neraca, ikhtisar laba rugi, maupun ikhtisar posisi keuangan, haruslah lengkap sehingga tidak memberikan informasi yang menyesatkan bagi para pemakai laporan keuangan. 10 [Type text] 2.9 Laporan Keuangan Bank (menurut SAK)  Neraca bank : gambaran posisi keuangan suatu bank pada suatu saat tertentu.  Ikhtisar laba rugi : hasil kegiatan atau operasional suatu bank selama suatu periode tertentu.  Ikhtisar perubahan posisi keuangan : memperlihatkan dari mana sumber pendanaan bank dan kemana saja dana yang telah diserapnya disslurkan.  Laporan Komitmen dan Kontijensi : memperlihatkan komitmen bank dan kontinjensi bank dimasa yang akan datang. Hubungan diantara laporan keuangan Penyaluran Dana :   Jasa yang ditawarkan   Sumber Dana :  Uang tunai Penempatan dana pada bank lain Kredit Investasi   Pendapatan : Dari pihak ketiga bukan bank Dari bank lain Dari pemegang saham Biaya :  Pendapatan Bunga  Pendapatan Komisi  Pendapatan Lain  Biaya Bunga  Biaya Admin  Biaya Umum 11 Kegiatan [Type text] 2.10 Elemen Pokok Laporan Keuangan Terdiri dari : 1. Aktiva adalah manfaat ekonomi yang dinyatakan untuk sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan, yang meliputi barang dan hak-hak yang memberikan manfaat di masa yang akan datang dan didapat dari transaksi-transaksi atau peristiwa yang terjadi di masa lalu. 2. Hutang atau kewajiban adalah pengorbanan sumber ekonomis yang mungkin dimasa datang timbul dari kewajiban entitas tertentu pada saat ini, untuk menyerahkan aktiva atau memberikan jasa kepada entitas yang lain dimasa mendatang sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa di masa lampau. 3. Modal adalah jumlah uang yang dinyatakan untuk sisa hak atas aktiva perusahaan setelah dikurangi seluruh kewajibannya. Modal merupakan hak atas aktiva perusahaan yang melekat pada pemiliknya. 4. Pendapatan adalah jumlah kotor dari kenaikan aktiva atau penurunan kewajiban atau kombinasi keduanya. Pendapatan timbul dari aktivitas penjualan barang atau jasa, penyerahan jasa dan aktivitas lainnya yang mengakibatkan diperolehnya pendapatan atau laba bagi perusahaan. 12 [Type text] 5. Biaya adalah jumlah kotor dari penurunan aktiva atau kenaikan kewajiban. Biaya ini timbul dari kegiatan-kegiatan pembuatan atau pengadaan barang dan jasa, dan lainlain, kegiatan usaha memperoleh pendapatan dalam suatu periode. 6. Laba adalah selisih lebih antara pendapatan di atas biaya dalam suatu periode, dan disebut rugi apabila terjadi sebaliknya. Standar akuntansi keuangan perbankan di indonesia  PSAK bertujuan untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan laporan keuangan bank.  Elemen-elemen laporan keuangan yang diwajibkan untuk diterbitkan menurut PSAK ini terdiri dari : neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal pemilik, dan laporan arus kas serta catatan laporan keuangan. 2.11 Sistem Akuntansi Biaya : 1) Fungsi Akuntansi Biaya Bank  untuk mengetahui besarnya biaya dana yang dikumpulkan  untuk mengetahui besarnya masing-masing profit dan loss atas masingmasing jasa yang diberikan 2)  sebagai alat perhitungan customer profitability  sebagai dasar pricing bank services Pendekatan Akuntansi biaya untuk bank  Full costing/full absorption costing  Variabel costing/direct costing  Incremental costing-differential costing  Estimated cost 3) Informasi biaya sebagai alat pengambil keputusan 4) Penetapan tarif jasa perbankan  cost plus pricing  marginal pricing  non cost pricing 13 [Type text]  skimming pricing  penetration pricing Kliring Tata cara perhitungan hutang-piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya dengan maksud agar penyelesaiannya dapat terselenggara dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Jenis Kliring :  kliring umum  kliring lokal  kliring antar cabang Pembukuan transaksi kliring : Bank A : Kliring ........................................................ Rp. xxx Giro-Rekening Tn. B............................................ Rp. Xxx setelah diketahui hasilnya : Bank Indonesia-Giro................................... Rp. xxx Kliring.................................................................. Rp. xxx Bank B: Giro-Rekening Tn. A................................... Rp. xxx Bank Indonesia-Giro............................................. atau : Bank B: 14 Rp. xxx [Type text] Giro-Rekening Tn. B ................................... Rp. xxx Bank Indonesia-Giro ............................................... Rp. xxx Bank A: Bank Indonesia-Giro .................................... Rp. xxx Giro-Rekening Tn. A Rp. xxx Neraca Kliring Bank B: NERACA KLIRING Kalah kliring Keseimbangan Rp. Xxx Rp. Xxx Warkat Debet Masuk Rp. Xxx Warkat Kredit Keluar Rp. Xxx Keseimbangan Rp. xxx Neraca Kliring Bank Indonesia : NERACA KLIRING Tgl. Bank B Jumlah Debet Rp. xxx Rp. xxx Bank A Rp. Xxx Bank A Rp. Xxx Jumlah kredit Rp. Xxx Giro Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan. Transaksi Pembukaan : Kas.............................................................. Rp. Xxx 15 [Type text] Giro-rekening Tn. A............................. Rp. xxx Barang cetakan-buku cek...................... Rp. xxx Penyetoran Kliring : Bank Indonesia-Giro.................................. Rp. Xxx Warkat Kliring...................................... Rp. xxx Apabila kliring berhasil : Kliring........................................................ Rp. xxx Giro-Rekening A.................................. Rp. Xxx Penyetoran melalui transfer : Bank B-Giro............................................... Rp. Xxx Giro-Rekening Tn. A............................. Rp. Xxx Penarikan giro : Giro-Rekening Tn. A................................... Rp. Xxx Kas Rupiah............................................. Rp. xxx Penarikan secara kliring : Giro-Rekening Tn. A.................................... Rp. Xxx Bank Indonesia-Giro............................... Rp. Xxx Penarikan dengan amanat : Giro-Rekening Giro...................................... Rp. Xxx Hubungan antar kantor-Cab. Surabaya... Rp. Xxx Pembukuan Jasa Giro : 16 [Type text] Bunga Giro.................................................. Rp. Xxx Giro-Rekening Tn. A.............................. Rp. xxx Tabungan : Simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki. Pembukaan : Kas............................................................. Rp. Xxx Tabungan-rekening Tn. A..................... Rp. Xxx Penyetoran dengan cek : Giro-rekening Tn.A.................................... Rp. Xxx RAK-Cabang Surabaya.............................. Rp. xxx Tabungan-Rekening Tn. B.................... Rp. xxx Penyetoran antar cabang : Rekening Antar Kantor-Cab. Surabaya...... Rp. Xxx Tabungan-Rekening Tn. A.................... Rp. xxx Penarikan : Cabang lain : Rekening Antar Kantor-Jakarta.................. Rp. xxx Kas........................................................ Rp. Xxx Cabang Penerbit : Tabungan-Rekening Tn. A......................... Rp. xxx 17 [Type text] Rekening Antar Kantor-Bandung.......... Rp. Xxx Pembebanan Bunga : Biaya Bunga-Tabungan............................... Rp. Xxx Tabungan-Rekening Tn. A..................... Rp. Xxx Penutupan Rekening : Tabungan-Rekening Tn. A......................... Rp. Xxx Kas........................................................ Rp. xxx Transaksi intern dan ekstern dalam bank  Transaksi Intern adalah transaksi yang mempengaruhi pos-pos dalam bank saja dan tidak melibatkan pihak ketiga.  Transaksi Ekstern adalah transaksi yang dilakukan karena melibatkan pihak ketiga dan bank yang menyebabkan berubahnya hutang atau piutang bank. Proses akuntansi bank pada dasarnya sama dengan akuntansi umum tetapi banyak diperlukan buku pembantu untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang terjadi pada bank. Jadi kegiatan akuntansi mencakup pencatatan seluruh transaksi usaha atau bisnis ke dalam buku – buku pembantu dan buku besar, menggolongkannya kedalam aktiva, hutang, modal, pendapatan atau biaya, kemudian dijabarkan dalam bentuk laporan keuangan bagi kepentingan manajemen. Seluruh transaksi yang telah terjadi dalam bank, baik transaksi intern maupun ekstern volume transaksi yang banyak ini harus diproses pada hari yang sama untuk disajikan dan dijabarkan dalam bentuk laporan keuangan harian, neraca dan laba rugi kepada manajemen. Jelas terlihat bahwa kecermatan pencatatan data akuntansi merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan informasi yang relevan yang berguna untuk pengambilan keputusan. 18 [Type text] BAB III PENUTUPAN 3.1 Kesimpulan Dalam suatu bisnis terutama dunia perbankan tentunya dibutuhkan analisa dan laporan keuangan yang akurat sehingga dalam pengambilan keputusan lebih tepat sasaran dan berdampak pada kemajuan perusahaan. Dalam hal ini seorang akuntan perbankan ataupun manager berperan dan berkontribusi sangat besar dalam ikut mengembangkan perusahaan. Dunia perbankan dituntut untuk dapat mencari inovasi, peluang usaha dengan programprogramnya untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat baik itu dalam tingkat nasional maupun internasional. Sebagai badan usaha yang memiliki tanggung jawab publik, perbankan dituntut untuk menyajikan laporan keuangan yang berkualitas tinggi sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan komprehensif bagi seluruh pihak yang berkepentingan dan mencerminkan kinerja bank. Untuk mencapai tujuan tersebut, standar dan pedoman akuntansi yang berlaku perlu terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan transaksi dan produk keuangan dewasa ini serta harmonisasi dengan standar akuntansi internasional. Pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap informasi19 [Type text] informasi yang disampaikan oleh bank-bank pada gilirannya dapat menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional secara keseluruhan. 3.2 Kritik dan saran Sebagai penulis, saya menyadari masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dalam makalah ini, untuk itu kritik dan saran pembaca akan saya terima dengan terbuka demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata sebagai penutup makalah ini, saya mengucapkan Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan, dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sumber rujukan serta pihak-pihak yang telah membantu pembuatan makalah ini. Daftar Pustaka http://sri_sapto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17669/Konsep+Dasar https://www.slideshare.net/AndyRyuki/akuntansi-perbankan-pertemuan-2 http://www.academia.edu/30649160/konsep_dasar_akuntansi_perbankan 20

Judul: Makalah " Konsep Dasar Akuntansi Perbankan " Akuntansi Perbankan

Oleh: Hindrasenna Wibisono

Ikuti kami