Makalah Bab1 - Akuntansi

Oleh Dewi Aryani

39 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Bab1 - Akuntansi

“AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR KEUANGAN”
MATA KULIAH:
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I

OLEH :
DEWI ARYANI
C1C019066

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2020

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum. wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan kaunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah Akuntansi Keuangan Menengah tentang “Akuntansi Keuangan dan
Standar Keuangan”. Makalah ini dibuat atas dasar memenuhi tugas Akuntansi
Keuangan Menengah dari dosen pengampu.
Terima kasih kepada bapak Wirmie Eka Putra S.E, selaku dosen
pengampu mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I .
Terima kasih juga kepada teman-teman yang telah memberi kesempatan
kepada penulis untuk mempresentasikan hasil makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberi motivasi bagi yang membaca. Kami
mengetahui bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna seperti pepatah
mengatakan “ tak ada gading yang tak retak, tak ada sungai yang tak bermuara”.
Apabila memang banyak terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Wassalamu’alaikum. wr.wb

Jambi, 19 September 2020

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengungkapan informasi-informasi keunagan secara penuh merupakan sutau
keharusan. Tanpa pengungkapan penuh, para investor akan tersesat, hal ini bisa
menimbulkan kerugian yang substansial dan menghancurkan pasar modal.
Sebagai contoh, krisis keuangan yang pernah terjadi di Asia, ketika harga
saham di Negara-negara Asia jatuh. Banyak pihak percaya bahwa krisis ini
muncul karena mayoritas bank dan perushaan besar di sana tidak mengungkapkan
kredit serta hutang bermasalah kepada pihak yang terkait. Di A.S, informasi ini
wajib diungkapkan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum.
Serupa dengan krisis keuangan Asia, banyak perusahaan Eropa tidak
mengungkapkan informasi menyangkut kredit yang mereka kucurkan di Asia.
Sebagai akibatnya, banyak investor yang membeli saha di perusahaan Eropa
mengalami kerugian yang signifikan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan sepernagkat standar
berkualitas tinggi yang dapat digunakan di seluruh dunia dan memiliki keandalan
yang memadai. Jika tujuan ini dapat tercapai, maka akan terjadi alokasi sumber
daya yang lebih efisien ke semua pihak.
B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Apa pengertian Akuntansi dan ruang lingkup akuntansi keuangan?
2. Siapa saja organisasi penyusun standar akuntansi keuangan AS?
3. Apa saja standar akuntansi yang berlaku di Indonesia?
4. Apa saja Tantangan laporan keuangan?

C. Tujuan Masalah
Adapun yang yang menjadi tujuan masalah adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian dan ruang lingkup
akuntansi keuangan
2. Untuk mengetahui pihak yang terlibat dalam penyusunan standar
akuntansi keuangan AS.
3. Untuk mengetahui standar akuntansi yanng berlaku di Indonesia.
4. Untuk mengetahui tantangan yang berkaitan dengan laporan
keuangan.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Lingkungan Akuntansi Keuangan
Akuntansi dapat didefinisikan secara tepat dengan menjelaskan tiga
karakteristik penting dari akuntansi:
1. Mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan atau mengkomunikasikan
informasi keuangan.
2. Entitas ekonomi.
3. Pihak yang berkepentingan.
1.1 Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan
Akuntansi keuangan adalah proses yang memuncak dalam penyusunan
laporan keuangan pada perusahaan untuk digunakan oleh kedua pihak internal dan
eksternal. Hal ini berbeda dengan akuntansi manajemen yang merupakan proses
akuntansi untuk menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh
manajemen untuk perencanaan, pengendalian dan pengevaluasian operasi
perusahaan. Hal terpenting dalam akuntansi keuangan adalah adanya standar
akuntansi keuangan yang merupakan aturan yang harus digunakan dalam
pengukuran dan penyajian laporan keuangan.
Sebaliknya Akuntansi manajerial (managerian accounting) adalah proses
pengidentifikasian, pengukuran, penganalisisan, dan pengkomunikasian informasi
keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi
dan mengendalikan operasi sebuah perusahaan.
Terdapat perbedaan antara Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan.
Yang dimaksud dengan Laporan Keuangan ialah sarana pengkomunikasian
informasi keuangan utama kepada pihak-pihak diluar perusahaan. Laporan
keuangan yang sering disajikan, diantaranya: neraca, laporan laba/rugi, laporan
ekuitas pemilik, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Ada beberapa informasi keuangan yang hanya dapat atau lebih baik
disajikan dalam Pelaporan Keuangan (Financial Reporting). Contoh-contohnya

meliputi surat presiden direktur atau skedul tambahan dalam laporan tahunan
korporasi, prospektus, laporan yang dikeluarkan kepada badan-badan pemerintah,
siaran berita, prakiraan manajemen, dan pernyataan mengenai dampak sosial atau
lingkungan perusahaan. Informasi semacam itu mungkin wajib dikeluarkan
karena adanya keputusan pemerintah, peraturan, atau hukum tak tertulis; atau
karena manajemen ingin mengungkapkan secara sukarela.
1.2 Akuntansi dan Alokasi Modal
Karena sumber daya terbatas, maka manusia berusaha mengalolasikan
sumber daya yang terbatas tersebut seefektif mungkin. Laporan keuangan
memberikan informasi agar pengguna dapat mengalokasikan sumber daya secara
efisien dan efektif.
Proses alokasi sumber daya atau modal ini bekerja sebagai berikut

PELAPORAN KEUANGAN
Informasi yang
membantu pengguna
untuk melakukan
keputusan alokasi
sumber daya

PENGGUNA

Investor, kreditor,
manajemen,
pemasok ,dll

ALOKASI MODAL
Proses untuk
menentukan bagaimana
sumber daya
dialokasikan untuk
memaksimalkan hasil.

Proses alokasi modal ynga efektif sangat penting bagi kesehatan perekonomian,
yang merangsang produktivitas, mendorong inovasi, dan menyediakan pasar
sekuritas serta pasar kredit yang efektif dan liquid.
1.3 TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Menurut SFAC (Statement of Financial Accounting Concepts) tujuan pelaporan
keuangan adalah untuk menyediakan informasi:
1. Yang berguna bagi investor dan kreditur saat ini atau potensial dan para
pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan
serupa secara rasional.

2. Untuk membantu para investor, kreditur saat dan para pemakai lainnya
dalam menilai jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian penerimaan
kas prospektif dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan
atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman.
3. Tentang sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim terhadap
sumber daya tersebut (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber
daya ke entitas lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi
kejadian, serta situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim
pihak lain terhadap sumber daya tersebut.
Singkatnya, tujuan pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan:
1) informasi yang berguna bagi keputusan investasi dan kredit,
2) informasi yang berguna dalam menilai arus kas masa depan
3) informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya
tersebut, dan perubahan didalamnya.
1.4 Kebutuhan untuk Membuat Standar
Seperangkat standard an prosedur umum pelaporan keuangan biasa dinamakan
prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP). Diterima umum disini
berarti bahwa sebuah badan pembuat aturan akuntansi yang berwenang telah
menetapkan prinsip pelaporan dibidang tertentu, atau bahwa dari waktu kewaktu
suatu praktek tertentu telah dipandang tepat karena dapat diterapkan secara
universal.
2.

Ruang Lingkup Standar Akuntansi.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan suatu kerangka dalam

prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian
laporan keuangan. SAK dirumuskan oleh Komite Prinsipil Akuntansi Indonesia
pada tahun 1994 untuk menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.

SAK yang sekarang berlaku di Indonesia juga telah terkonvergensi dengan
IFRS (International Financing Reporting Standards). IFRS merupakan bagian
Akuntansi Internasional yang mengatur dan melaporkan informasi keuangan.
Indonesia sendiri dapat mengadopsi IFRS karena menjadi bagian dari
IFAC (International

Federation

of

Accountants) yang

harus

mematuhi

SMO (Statement membership Obligation) yang menjadikan IFRS sebagai standar
akuntansi Internasional.
Dengan kata lain IFRS adalah bentuk dari Standar Akuntasi Keuangan yang
berlaku secara Internasional; digunakan serta dipahami oleh Akuntan di seluruh
dunia. IFRS juga telah digunakan oleh 200 negara dan lembaga berbadan hukum
lainnya dengan beberapa penyesuaian yang dilakukan menurut kondisi di masingmasing negara.
2.1 Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Penetapan Standar
Terdapat empat organisasi yang berperan besar dalam pengembangan
standar akuntansi keuangan (GAAP) di A.S. adalah sebagai berikut:
1.1. Securities and Exchange Commision (SEC)
Dibentuknya Securities and Exchange Commision (SEC) untuk membantu
mengembangkan dan menstandardisasi informasi keuangan yang disajikan kepada
pemegang saham. SEC menjalankan Securities Exchange Act tahun 1934 dan
beberapa undang-undang lainnya. SEC memiliki kekuasaan yang luas unutuk
menentukan, dengan tingkat rincian yang diinginkannya, praktek dan standar
akuntansi yang harus dipakai oleh perusahaan yang berada dibawah yuridiksinya.
SEC mewajibkan perusahaan yang menyampaikan laporan registrasi untuk
mematuhi GAAP.
1.2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)

American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) yaitu
organisasi profesi nasional dari Certified Public Accountant (CPA), memiliki
peran penting dalam pengembangan GAAP. Berbagai komite dan dewan yang
dibentuk sejak berdirinya AICPA telah memberi kontribusi terhadap upaya ini
antara lain: Committee on Accounting Procedure, Accounting Principles Board
dengan tujuan utamanya yaitu:
1. Mengajukan rekomendasi prinsip akuntansi secara tertulis,
2. Menentukan praktek akuntansi yang tepat,
3. Mempersempit area perbedaan serta ketidakkonsistenan dalam praktek.
1.3. Financial Accounting Standards Board (FASB)
Misi organisasi ini adalah membentuk dan memperbaiki standar-standar
akuntansi serta pelaporan keuangan dalam rangka membimbing dan mendidik
publik, yang meliputi emiten, auditor, serta pemakai informasi keuangan.
Beberapa perbedaan signifikan antara FASB sendiri dengan pendahulunya, APB:
1. Ukuran yang lebih kecil
2. Keanggotaan Penuh-Waktu, Bergaji
3. Otonomi yang lebih besar,
4. Independensi yang Lebih Tinggi,
5. Representasi yang Lebih Luas.
FASB menggunakan standar akuntansi keuangan (finansial accounting
standards) dalam ketetapannya. Jenis-jenis ketetapan utama yang dikeluarkan
FASB adalah:
1. Standar, Interpretasi.

Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB dipandang
sebagai

prinsip-prinsip

akuntansi

yang

diterima

umum.

Interprestasi

(interpretation) yang dikeluarkan oleh FASB merupakan modifikasi atau
perluasan dari standar-standar yang ada. Terakhir FASB menerbitkan posisi staf,
yang memberikan pedoman interpretif dan juga perubahan kecil terhadap standar
dan interpretasi.
2. Konsep Akuntansi Keuangan
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menyingkir dari
pendekatan masalah permasalah, FASB pada bulan November 1978 menerbitkan
serangkaian Statement of Financial Accounting Concepts sebagai bagian dari
proyek kerangka kerja konseptualnya. SFAC menetapkan tujuan dan konsep
fundamental yang akan digunakan FASB dalam mengembangkan standar
akuntansi dan pelaporan keuangan di masa depan.
3. Pernyataan EITF (Emerging Issues Task Force Statements)
Adapun tujuan dari gugus tugas ini adalah untuk menciptakan konsensus
tentang bagaimana memperlakukan transaksi keuangan baru dan tidak biasa yang
berpotensi menimbulkan praktek-praktek pelaporan keuangan yang berbeda.
1.4. Government Accounting Standards Board (GASB)
Laporan keuangan yang dibuat oleh pemerintah lokal dan negara bagian
tidak dapat diperbandingkan dengan laporan keuanganyang dibuat oleh organisasi
bisnis biasa. Kurangnya komparabilitas ini mencuat pada tahun 1979-an ketika
sejumlah kota besar Amerika seperti New York dan Cleveland hampir bangkrut.
Akibatnya Government Accounting Standards Board (GASB) didirikan.

Pendirian Government Accounting Standards Board (GASB) diwarnai
kontroversi. Banyak pihak percaya bahwa hanya boleh ada satu badan pembuat
standar; FASB. Diharapkan pemisahan pembuatan standar antara GASB, yang
berurusan dengan pelaporan pemerintah lokal dan negara bagian, dan FASB, yang
menangani pelaporan dari semua entitas lain, tidak akan memunculkan konflik.
Struktur organisasi formal dari proses pengembangan standar pelaporan keuangan
dewasa ini disajikan dalam ilustrasi ini.

1.5. Perubahan Peranan AICPA
AICPA membentuk Accounting Standards Executive Committee (AcSEC)
sebagai komite yang berwenang berbicara atas nama AICPA dibidang akuntansi
serta pelaporan keuangan. AcSEC melakukan hal ini melalui sejumlah metode
komunikasi tertulis:


Audit and Accounting Guidelines mengikhtisarkan praktek-praktek akuntansi
dari industri tertentu dan menyediakan tuntutan khusus menyangkut masalahmasalah yang tidak ditangani FASB. Contohnya adalah akuntansi untuk
kasino, maskapai penerbangan, sekolah dan universitas, bank, perusahaan,
asuransi, dan banyak lainnya.



Statements of Position (SOP)

menyediakan tuntutan atas topik-topik

pelaporan keuangan sampai FASB menetapkan standar untuk topik-topik
tersebut. SOP bisa memperbaharui, merevisi, atau mengklarifikasi pedomanpedoman audit dan akuntansi atau menyediakan pedoman independen.


Practice Bulletins mengindikasikan pandangan AcSEC menyangkut masalah
pelaporan keuangan yang lebih sempit, yang tidak ditangani oleh FASB.

2.

Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum
FASB sedang menyusun sebuah standar, “Hierarki Prinsip-prinsip

Akuntansi yang Diterima Umum,” yang mendefinisikan arti dari prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima umum. Standar ini menentukan sumber prinsip-prinsip
akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang akan digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan. Standar ini mengelompokkan sumber utama dari
GAAP sebagai berikut: Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf FASB, APB
Opinions, dan Accounting Research Bulletins AICPA.

.

3. Standar Akuntasi yang berlaku di Indonesia
1. PSAK-IFRS
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah standar praktik
akuntansi yang digunakan di Indonesia, yang disusun dan diterbitkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
Standar ini adalah aturan baku yang mengatur pencatatan, penyusunan, perlakuan,
dan penyajian laporan keuangan dan digunakan untuk entitas atau perusahaan
yang memiliki akuntabilitas publik yaitu entitas terdaftar atau dalam proses
pendaftaran di pasar modal atau entitas fidusia contohnya seperti perusahaan
publik, asuransi, perbankan, BUMN.
Pada tahun 2015 PSAK resmi mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan
Internasional (IFRS) yang merupakah kelanjutan dari International Accounting
Standars yang banyak dipakai sebagai standar akuntansi negara lain.
2. SAK-ETAP
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
(SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan;
dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial
statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik
yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga
pemeringkat kredit.
SAK

ETAP

bertujuan

penerapannya dan diharap

untuk

menciptakan

fleksibilitas

dalam

kan memberi kemudahan akses ETAP kepada

pendanaan dari perbankan. SAK ETAP merupakan SAK yang berdiri sendiri dan
tidak

mengacu

pada

SAK

Umum,

sebagian

besar siklus

akuntansinya menggunakan konsep biaya historis; mengatur transaksi yang

dilakukan oleh ETAP; bentuk pengaturan yang lebih sederhana dalam hal
perlakuan akuntansi dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun.
3. Standar Akuntansi Syariah (SAS)
Standar Akuntansi Syariah (SAS) adalah Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) Syariah yang ditujukan untuk entitas yang melakukan
transaksi syariah baik entitas lembaga syariah maupun lembaga non syariah.
Pengembangan SAS dilakukan dengan mengikuti model SAK umum namun
berbasis syariah dengan mengacu kepada fatwa MUI. SAS ini mencakup kerangka
konseptual;

penyajian

laporan

keuangan

syariah;

akuntansi

murabahah;

musyarakah; mudharabah; salam; istishna.
4. SAK EMKM
Exposure Draft Standar Akuntabilitas Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan
Menengah atau ED SAK EMKM disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan
keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Undang-Undang No 20 Tahun 2008
tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dapat digunakan sebagai acuan dalam
mendefinisikan dan memberikan rentang kuantitatif EMKM.
ED SAK ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak atau belum
mampu memenuhi persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP. Entitas
yang laporan keuangannya telah menggunakan SAK EMKM sebagai pedoman,
maka entitas membuat secara eksplisit dan tanpa terkecuali tentang kepatuhan
terhadap SAK EMKM dalam catatan atas laporan keuangan. Namun, tentunya
kepatuhan ini dapat dilihat jika entitas benar-benar telah patuh terhadap seluruh
persyaratan dalam SAK EMKM ini secara konsisten untuk transaksi, peristiwa
dan kondisi lain yang serupa.
5. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
Standar Akuntansi Pemerintah atau SAP adalah aturan baku yang dibuat
oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan atau KSAP. Aturan ini adalah
prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan

Laporan Keuangan Pemerintah yang terdiri atas Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Permerintah Daerah (LKPD).
Laporan keuangan pokok menurut Standar Akuntansi Pemerintah adalah Laporan
Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan
Keuangan.
3.Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum
FASB sedang menyusun sebuah standar, “Hierarki Prinsip-prinsip
Akuntansi yang Diterima Umum,” yang mendefinisikan arti dari prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima umum. Standar ini menentukan sumber prinsip-prinsip
akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang akan digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan. Standar ini mengelompokkan sumber utama dari
GAAP sebagai berikut: Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf FASB, APB
Opinions, dan Accounting Research Bulletins AICPA.
Tantangan Pelaporan Keuangan
1. Kesenjangan Ekspektasi
Terkait dengan apa yang menurut masyarakat/public harus dilakukan dan apa
yang menurut akuntan bisa dilakukan.
2. Masalah Pelaporan Keuangan yang Signifikan
Terkait dengan pengukuran non-keuangan, wawasan mengenai infromasi ke
depannya, asset-aset sejenis, dan aktualitas/ketepatan waktu.
3. Etika dalam Lingkungan Akuntansi Keuangan
Dalam bidang akuntansi seringkali terjadi dilema etika, adanya tekanan untuk
membelokkan peraturan membuat para akuntan harus mampu menjaga etika
bekerjanya.
4. Penetapan Standar dalam Lingkungan Politik

Standar akuntansi yang ada merupakan sebuah produk dari adanya tindakan
politik, sehingga penerapan standar akuntansi tidak bisa dilepaskan dari masalah
politik.
5. Standar Akuntansi Internasional
Saat ini, IFRS telah digunakan oleh kurang lebih 90 negara di dunia sebagai
standar akuntansinya. Hal ini tentunya diperlukan penyesuaian dengan kondisi di
masing-masing Negara. Hingga nantinya, standar akuntansi yang digunakan oleh
semua perusahaan di semua Negara bisa disamakan guna memudahkan pengguna
laporan keuangan itu sendiri.

BAB III
KESIMPULAN

Akuntansi keuangan merupakan sebuah proses yang berakhir pada proses
pembuatan laporan keuangan menyangkut suatu perusahaan, yang dapat
digunakan untuk pihak eksternal maupun pihak internal. Akuntansi keuangan
ialah proses yang menghasilkan laporan keuangan. Laporan keuangan memiliki
fungsi yang sangat vital untuk segala macam bentuk perusahaan maupun instansti
lainnya. Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi
keuangan yang dibutuhkan oleh pihak eksternal dan pihak internal. Dalam
membuat laporan keuangan memerlukan yang namanya standarisasi. Saat ini ada
dua standar yang diterima untuk digunakan secara internasional, GAAP A.S. dan
Internasional Financial Report Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh
International Accounting Standards Boards (IASB) Indonesia menerapkan laporan
keuangan yang mengacu pada sistem IFRS ( International Financial Reporting
Standard). IFRS ini dibentuk atas kesepakatan global anatara negara-negara besar
di dunia serta badan-badan internasional. Tujuan dari IFRS adalah untuk
memastikan bahwa laporan keuangan intern perusahaan untuk periode-periode
yang dimasukkan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi
berkualitas tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Kieso, E Donald. Weygandt, J Terry dan Warfield, D Terry. 2002. Akuntansi
Intermediate. Edisi kesepuluh. Jilid 1. Erlangga, Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2008. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.
Jakarta.
https://baracellona.wordpress.com/organisasi-pembuat-standar-akuntansi-danaudit-internasional/
https://anggih91.wordpress.com/2012/01/05/akuntansi-keuangan-dan-standarakuntansi/

Judul: Makalah Bab1 - Akuntansi

Oleh: Dewi Aryani


Ikuti kami