Makalah Bab1 - Akuntansi

Oleh Dewi Aryani

305,2 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Bab1 - Akuntansi

“AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR KEUANGAN” MATA KULIAH: AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I OLEH : DEWI ARYANI C1C019066 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI 2020 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum. wr.wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan kaunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Akuntansi Keuangan Menengah tentang “Akuntansi Keuangan dan Standar Keuangan”. Makalah ini dibuat atas dasar memenuhi tugas Akuntansi Keuangan Menengah dari dosen pengampu. Terima kasih kepada bapak Wirmie Eka Putra S.E, selaku dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I . Terima kasih juga kepada teman-teman yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk mempresentasikan hasil makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberi motivasi bagi yang membaca. Kami mengetahui bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna seperti pepatah mengatakan “ tak ada gading yang tak retak, tak ada sungai yang tak bermuara”. Apabila memang banyak terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Wassalamu’alaikum. wr.wb Jambi, 19 September 2020 Penulis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengungkapan informasi-informasi keunagan secara penuh merupakan sutau keharusan. Tanpa pengungkapan penuh, para investor akan tersesat, hal ini bisa menimbulkan kerugian yang substansial dan menghancurkan pasar modal. Sebagai contoh, krisis keuangan yang pernah terjadi di Asia, ketika harga saham di Negara-negara Asia jatuh. Banyak pihak percaya bahwa krisis ini muncul karena mayoritas bank dan perushaan besar di sana tidak mengungkapkan kredit serta hutang bermasalah kepada pihak yang terkait. Di A.S, informasi ini wajib diungkapkan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Serupa dengan krisis keuangan Asia, banyak perusahaan Eropa tidak mengungkapkan informasi menyangkut kredit yang mereka kucurkan di Asia. Sebagai akibatnya, banyak investor yang membeli saha di perusahaan Eropa mengalami kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan sepernagkat standar berkualitas tinggi yang dapat digunakan di seluruh dunia dan memiliki keandalan yang memadai. Jika tujuan ini dapat tercapai, maka akan terjadi alokasi sumber daya yang lebih efisien ke semua pihak. B. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Apa pengertian Akuntansi dan ruang lingkup akuntansi keuangan? 2. Siapa saja organisasi penyusun standar akuntansi keuangan AS? 3. Apa saja standar akuntansi yang berlaku di Indonesia? 4. Apa saja Tantangan laporan keuangan? C. Tujuan Masalah Adapun yang yang menjadi tujuan masalah adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian dan ruang lingkup akuntansi keuangan 2. Untuk mengetahui pihak yang terlibat dalam penyusunan standar akuntansi keuangan AS. 3. Untuk mengetahui standar akuntansi yanng berlaku di Indonesia. 4. Untuk mengetahui tantangan yang berkaitan dengan laporan keuangan. BAB II PEMBAHASAN 1. Lingkungan Akuntansi Keuangan Akuntansi dapat didefinisikan secara tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik penting dari akuntansi: 1. Mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan atau mengkomunikasikan informasi keuangan. 2. Entitas ekonomi. 3. Pihak yang berkepentingan. 1.1 Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan Akuntansi keuangan adalah proses yang memuncak dalam penyusunan laporan keuangan pada perusahaan untuk digunakan oleh kedua pihak internal dan eksternal. Hal ini berbeda dengan akuntansi manajemen yang merupakan proses akuntansi untuk menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk perencanaan, pengendalian dan pengevaluasian operasi perusahaan. Hal terpenting dalam akuntansi keuangan adalah adanya standar akuntansi keuangan yang merupakan aturan yang harus digunakan dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan. Sebaliknya Akuntansi manajerial (managerian accounting) adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, penganalisisan, dan pengkomunikasian informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan mengendalikan operasi sebuah perusahaan. Terdapat perbedaan antara Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan. Yang dimaksud dengan Laporan Keuangan ialah sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak diluar perusahaan. Laporan keuangan yang sering disajikan, diantaranya: neraca, laporan laba/rugi, laporan ekuitas pemilik, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Ada beberapa informasi keuangan yang hanya dapat atau lebih baik disajikan dalam Pelaporan Keuangan (Financial Reporting). Contoh-contohnya meliputi surat presiden direktur atau skedul tambahan dalam laporan tahunan korporasi, prospektus, laporan yang dikeluarkan kepada badan-badan pemerintah, siaran berita, prakiraan manajemen, dan pernyataan mengenai dampak sosial atau lingkungan perusahaan. Informasi semacam itu mungkin wajib dikeluarkan karena adanya keputusan pemerintah, peraturan, atau hukum tak tertulis; atau karena manajemen ingin mengungkapkan secara sukarela. 1.2 Akuntansi dan Alokasi Modal Karena sumber daya terbatas, maka manusia berusaha mengalolasikan sumber daya yang terbatas tersebut seefektif mungkin. Laporan keuangan memberikan informasi agar pengguna dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien dan efektif. Proses alokasi sumber daya atau modal ini bekerja sebagai berikut PELAPORAN KEUANGAN Informasi yang membantu pengguna untuk melakukan keputusan alokasi sumber daya PENGGUNA Investor, kreditor, manajemen, pemasok ,dll ALOKASI MODAL Proses untuk menentukan bagaimana sumber daya dialokasikan untuk memaksimalkan hasil. Proses alokasi modal ynga efektif sangat penting bagi kesehatan perekonomian, yang merangsang produktivitas, mendorong inovasi, dan menyediakan pasar sekuritas serta pasar kredit yang efektif dan liquid. 1.3 TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Menurut SFAC (Statement of Financial Accounting Concepts) tujuan pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi: 1. Yang berguna bagi investor dan kreditur saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan serupa secara rasional. 2. Untuk membantu para investor, kreditur saat dan para pemakai lainnya dalam menilai jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman. 3. Tentang sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ke entitas lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi kejadian, serta situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain terhadap sumber daya tersebut. Singkatnya, tujuan pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan: 1) informasi yang berguna bagi keputusan investasi dan kredit, 2) informasi yang berguna dalam menilai arus kas masa depan 3) informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahan didalamnya. 1.4 Kebutuhan untuk Membuat Standar Seperangkat standard an prosedur umum pelaporan keuangan biasa dinamakan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP). Diterima umum disini berarti bahwa sebuah badan pembuat aturan akuntansi yang berwenang telah menetapkan prinsip pelaporan dibidang tertentu, atau bahwa dari waktu kewaktu suatu praktek tertentu telah dipandang tepat karena dapat diterapkan secara universal. 2. Ruang Lingkup Standar Akuntansi. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. SAK dirumuskan oleh Komite Prinsipil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 untuk menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984. SAK yang sekarang berlaku di Indonesia juga telah terkonvergensi dengan IFRS (International Financing Reporting Standards). IFRS merupakan bagian Akuntansi Internasional yang mengatur dan melaporkan informasi keuangan. Indonesia sendiri dapat mengadopsi IFRS karena menjadi bagian dari IFAC (International Federation of Accountants) yang harus mematuhi SMO (Statement membership Obligation) yang menjadikan IFRS sebagai standar akuntansi Internasional. Dengan kata lain IFRS adalah bentuk dari Standar Akuntasi Keuangan yang berlaku secara Internasional; digunakan serta dipahami oleh Akuntan di seluruh dunia. IFRS juga telah digunakan oleh 200 negara dan lembaga berbadan hukum lainnya dengan beberapa penyesuaian yang dilakukan menurut kondisi di masingmasing negara. 2.1 Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Penetapan Standar Terdapat empat organisasi yang berperan besar dalam pengembangan standar akuntansi keuangan (GAAP) di A.S. adalah sebagai berikut: 1.1. Securities and Exchange Commision (SEC) Dibentuknya Securities and Exchange Commision (SEC) untuk membantu mengembangkan dan menstandardisasi informasi keuangan yang disajikan kepada pemegang saham. SEC menjalankan Securities Exchange Act tahun 1934 dan beberapa undang-undang lainnya. SEC memiliki kekuasaan yang luas unutuk menentukan, dengan tingkat rincian yang diinginkannya, praktek dan standar akuntansi yang harus dipakai oleh perusahaan yang berada dibawah yuridiksinya. SEC mewajibkan perusahaan yang menyampaikan laporan registrasi untuk mematuhi GAAP. 1.2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) yaitu organisasi profesi nasional dari Certified Public Accountant (CPA), memiliki peran penting dalam pengembangan GAAP. Berbagai komite dan dewan yang dibentuk sejak berdirinya AICPA telah memberi kontribusi terhadap upaya ini antara lain: Committee on Accounting Procedure, Accounting Principles Board dengan tujuan utamanya yaitu: 1. Mengajukan rekomendasi prinsip akuntansi secara tertulis, 2. Menentukan praktek akuntansi yang tepat, 3. Mempersempit area perbedaan serta ketidakkonsistenan dalam praktek. 1.3. Financial Accounting Standards Board (FASB) Misi organisasi ini adalah membentuk dan memperbaiki standar-standar akuntansi serta pelaporan keuangan dalam rangka membimbing dan mendidik publik, yang meliputi emiten, auditor, serta pemakai informasi keuangan. Beberapa perbedaan signifikan antara FASB sendiri dengan pendahulunya, APB: 1. Ukuran yang lebih kecil 2. Keanggotaan Penuh-Waktu, Bergaji 3. Otonomi yang lebih besar, 4. Independensi yang Lebih Tinggi, 5. Representasi yang Lebih Luas. FASB menggunakan standar akuntansi keuangan (finansial accounting standards) dalam ketetapannya. Jenis-jenis ketetapan utama yang dikeluarkan FASB adalah: 1. Standar, Interpretasi. Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB dipandang sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Interprestasi (interpretation) yang dikeluarkan oleh FASB merupakan modifikasi atau perluasan dari standar-standar yang ada. Terakhir FASB menerbitkan posisi staf, yang memberikan pedoman interpretif dan juga perubahan kecil terhadap standar dan interpretasi. 2. Konsep Akuntansi Keuangan Sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menyingkir dari pendekatan masalah permasalah, FASB pada bulan November 1978 menerbitkan serangkaian Statement of Financial Accounting Concepts sebagai bagian dari proyek kerangka kerja konseptualnya. SFAC menetapkan tujuan dan konsep fundamental yang akan digunakan FASB dalam mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan di masa depan. 3. Pernyataan EITF (Emerging Issues Task Force Statements) Adapun tujuan dari gugus tugas ini adalah untuk menciptakan konsensus tentang bagaimana memperlakukan transaksi keuangan baru dan tidak biasa yang berpotensi menimbulkan praktek-praktek pelaporan keuangan yang berbeda. 1.4. Government Accounting Standards Board (GASB) Laporan keuangan yang dibuat oleh pemerintah lokal dan negara bagian tidak dapat diperbandingkan dengan laporan keuanganyang dibuat oleh organisasi bisnis biasa. Kurangnya komparabilitas ini mencuat pada tahun 1979-an ketika sejumlah kota besar Amerika seperti New York dan Cleveland hampir bangkrut. Akibatnya Government Accounting Standards Board (GASB) didirikan. Pendirian Government Accounting Standards Board (GASB) diwarnai kontroversi. Banyak pihak percaya bahwa hanya boleh ada satu badan pembuat standar; FASB. Diharapkan pemisahan pembuatan standar antara GASB, yang berurusan dengan pelaporan pemerintah lokal dan negara bagian, dan FASB, yang menangani pelaporan dari semua entitas lain, tidak akan memunculkan konflik. Struktur organisasi formal dari proses pengembangan standar pelaporan keuangan dewasa ini disajikan dalam ilustrasi ini. 1.5. Perubahan Peranan AICPA AICPA membentuk Accounting Standards Executive Committee (AcSEC) sebagai komite yang berwenang berbicara atas nama AICPA dibidang akuntansi serta pelaporan keuangan. AcSEC melakukan hal ini melalui sejumlah metode komunikasi tertulis:  Audit and Accounting Guidelines mengikhtisarkan praktek-praktek akuntansi dari industri tertentu dan menyediakan tuntutan khusus menyangkut masalahmasalah yang tidak ditangani FASB. Contohnya adalah akuntansi untuk kasino, maskapai penerbangan, sekolah dan universitas, bank, perusahaan, asuransi, dan banyak lainnya.  Statements of Position (SOP) menyediakan tuntutan atas topik-topik pelaporan keuangan sampai FASB menetapkan standar untuk topik-topik tersebut. SOP bisa memperbaharui, merevisi, atau mengklarifikasi pedomanpedoman audit dan akuntansi atau menyediakan pedoman independen.  Practice Bulletins mengindikasikan pandangan AcSEC menyangkut masalah pelaporan keuangan yang lebih sempit, yang tidak ditangani oleh FASB. 2. Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum FASB sedang menyusun sebuah standar, “Hierarki Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum,” yang mendefinisikan arti dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Standar ini menentukan sumber prinsip-prinsip akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Standar ini mengelompokkan sumber utama dari GAAP sebagai berikut: Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf FASB, APB Opinions, dan Accounting Research Bulletins AICPA. . 3. Standar Akuntasi yang berlaku di Indonesia 1. PSAK-IFRS Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah standar praktik akuntansi yang digunakan di Indonesia, yang disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar ini adalah aturan baku yang mengatur pencatatan, penyusunan, perlakuan, dan penyajian laporan keuangan dan digunakan untuk entitas atau perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik yaitu entitas terdaftar atau dalam proses pendaftaran di pasar modal atau entitas fidusia contohnya seperti perusahaan publik, asuransi, perbankan, BUMN. Pada tahun 2015 PSAK resmi mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) yang merupakah kelanjutan dari International Accounting Standars yang banyak dipakai sebagai standar akuntansi negara lain. 2. SAK-ETAP Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit. SAK ETAP bertujuan penerapannya dan diharap untuk menciptakan fleksibilitas dalam kan memberi kemudahan akses ETAP kepada pendanaan dari perbankan. SAK ETAP merupakan SAK yang berdiri sendiri dan tidak mengacu pada SAK Umum, sebagian besar siklus akuntansinya menggunakan konsep biaya historis; mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP; bentuk pengaturan yang lebih sederhana dalam hal perlakuan akuntansi dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun. 3. Standar Akuntansi Syariah (SAS) Standar Akuntansi Syariah (SAS) adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah yang ditujukan untuk entitas yang melakukan transaksi syariah baik entitas lembaga syariah maupun lembaga non syariah. Pengembangan SAS dilakukan dengan mengikuti model SAK umum namun berbasis syariah dengan mengacu kepada fatwa MUI. SAS ini mencakup kerangka konseptual; penyajian laporan keuangan syariah; akuntansi murabahah; musyarakah; mudharabah; salam; istishna. 4. SAK EMKM Exposure Draft Standar Akuntabilitas Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah atau ED SAK EMKM disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dapat digunakan sebagai acuan dalam mendefinisikan dan memberikan rentang kuantitatif EMKM. ED SAK ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak atau belum mampu memenuhi persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP. Entitas yang laporan keuangannya telah menggunakan SAK EMKM sebagai pedoman, maka entitas membuat secara eksplisit dan tanpa terkecuali tentang kepatuhan terhadap SAK EMKM dalam catatan atas laporan keuangan. Namun, tentunya kepatuhan ini dapat dilihat jika entitas benar-benar telah patuh terhadap seluruh persyaratan dalam SAK EMKM ini secara konsisten untuk transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang serupa. 5. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) Standar Akuntansi Pemerintah atau SAP adalah aturan baku yang dibuat oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan atau KSAP. Aturan ini adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah yang terdiri atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Permerintah Daerah (LKPD). Laporan keuangan pokok menurut Standar Akuntansi Pemerintah adalah Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. 3.Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum FASB sedang menyusun sebuah standar, “Hierarki Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum,” yang mendefinisikan arti dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Standar ini menentukan sumber prinsip-prinsip akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Standar ini mengelompokkan sumber utama dari GAAP sebagai berikut: Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf FASB, APB Opinions, dan Accounting Research Bulletins AICPA. Tantangan Pelaporan Keuangan 1. Kesenjangan Ekspektasi Terkait dengan apa yang menurut masyarakat/public harus dilakukan dan apa yang menurut akuntan bisa dilakukan. 2. Masalah Pelaporan Keuangan yang Signifikan Terkait dengan pengukuran non-keuangan, wawasan mengenai infromasi ke depannya, asset-aset sejenis, dan aktualitas/ketepatan waktu. 3. Etika dalam Lingkungan Akuntansi Keuangan Dalam bidang akuntansi seringkali terjadi dilema etika, adanya tekanan untuk membelokkan peraturan membuat para akuntan harus mampu menjaga etika bekerjanya. 4. Penetapan Standar dalam Lingkungan Politik Standar akuntansi yang ada merupakan sebuah produk dari adanya tindakan politik, sehingga penerapan standar akuntansi tidak bisa dilepaskan dari masalah politik. 5. Standar Akuntansi Internasional Saat ini, IFRS telah digunakan oleh kurang lebih 90 negara di dunia sebagai standar akuntansinya. Hal ini tentunya diperlukan penyesuaian dengan kondisi di masing-masing Negara. Hingga nantinya, standar akuntansi yang digunakan oleh semua perusahaan di semua Negara bisa disamakan guna memudahkan pengguna laporan keuangan itu sendiri. BAB III KESIMPULAN Akuntansi keuangan merupakan sebuah proses yang berakhir pada proses pembuatan laporan keuangan menyangkut suatu perusahaan, yang dapat digunakan untuk pihak eksternal maupun pihak internal. Akuntansi keuangan ialah proses yang menghasilkan laporan keuangan. Laporan keuangan memiliki fungsi yang sangat vital untuk segala macam bentuk perusahaan maupun instansti lainnya. Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak eksternal dan pihak internal. Dalam membuat laporan keuangan memerlukan yang namanya standarisasi. Saat ini ada dua standar yang diterima untuk digunakan secara internasional, GAAP A.S. dan Internasional Financial Report Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Boards (IASB) Indonesia menerapkan laporan keuangan yang mengacu pada sistem IFRS ( International Financial Reporting Standard). IFRS ini dibentuk atas kesepakatan global anatara negara-negara besar di dunia serta badan-badan internasional. Tujuan dari IFRS adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan intern perusahaan untuk periode-periode yang dimasukkan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi. DAFTAR PUSTAKA Kieso, E Donald. Weygandt, J Terry dan Warfield, D Terry. 2002. Akuntansi Intermediate. Edisi kesepuluh. Jilid 1. Erlangga, Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia. 2008. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. Jakarta. https://baracellona.wordpress.com/organisasi-pembuat-standar-akuntansi-danaudit-internasional/ https://anggih91.wordpress.com/2012/01/05/akuntansi-keuangan-dan-standarakuntansi/

Judul: Makalah Bab1 - Akuntansi

Oleh: Dewi Aryani

Ikuti kami