Makalah Akuntansi Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Oleh Irfan Nurhakim C1b020129

42 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

MAKALAH AKUNTANSI
JUDUL: SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

DOSEN PEMBIMBING: WIRMIE PUTRA SE.M.si
DISUSUN OLEH: IRFAN NURHAKIM
NIM: C1B020129

UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI MANAJEMEN
TAHUN 2020/2021

Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang proses kerja (bisnisnya) adalah membeli
barang dari pemasok lalu menjual lagi ke konsumen tanpa mengubah wujud barang dagangnya.
Mudahnya, bisa kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti toko kelontong,
supermarket, minimarket dan yang lainnya. Jenis usaha tersebut membeli stok barang
kebutuhan sehari hari dari supplier atau pemasok kemudian menjualkannya lagi ke konsumen.
Dalam menjalankan usahanya, sebuah perusahaan jasa, tentu memerlukan laporan keuangan
yang bertujuan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, siklus akuntansi
sangat berguna di dalam proses kerja perusahaan jasa ini. Sebenarnya, siklus akuntansi pada
perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan siklus akuntansi pada perusahaan jasa. Namun,
artikel ini tidak akan membahas keduanya, yang akan dibahas hanyalah siklus akuntansi dari
perusahaan dagang.

Perusahaan Dagang dan Siklus Akuntansi
Baik perusahaan dagang maupun perusahaan jasa, seluruh transaksi yang dilakukan harus
dicatat kedalam jurnal lalu dibukukan atau dikelompokkan kedalam rekening akun di buku
besar secara periodik. Lalu pada akhir periode akuntansi, seluruh saldo dari semua rekening
akun dihitung dan dimasukkan ke dalam neraca lajur yang digunakan sebagai alat bantu
menyusun laporan keuangan. Jurnal penyesuaian dan jurnal penutup juga dilakukan dalam
perusahaan dagang, begitupun dengan pembuatan neraca saldo setelah tutup buku perlu
dilaksanakan sebagai tahap terakhir dalam siklus akuntansi.

Tahap Siklus Akuntansi pada Perusahaan Dagang beserta
Contohnya
Pada dasarnya, tidak ada yang jauh berbeda dari siklus akuntansi perusahaan jasa maupun
dagang. Kegiatannya sama mulai dari pencatatan semua transaksi kedalam jurnal lalu di
bukukan kedalam buku besar dengan kelompok akun yang sejenis. Pada akhir periode, setiap
saldo dari semua rekening dihitung dan dicantumkan kedalam neraca lajur yang kemudian
memudahkan proses pembuatan laporan keuangan.

1. Identifikasi Transaksi Jurnal Umum
Tahap siklus akuntansi yang pertama adalah mengidentifikasi transaksi yang terjadi pada
perusahaan yang melibatkan semua akun. Terdapat dua cara membuatnya, yakni metode
periodik (fisik) dan perpetual (terus-menerus). Berikut ini akan ditampilkan contoh jurnal
umum dari kedua metode yang digunakan agar kamu semakin paham tentang bagaimana
menyusun jurnal umum.
Jurnal Umum Periodik
Metode Periodik atau Fisik biasanya digunakan pada perusahaan yang menjual barang
dagangan dengan harga yang relatif murah, tetapi sering terjadi. Dalam metode Periodik atau
Fisik, perpindahan barang dagangan baik yang masuk maupun keluar tidak akan dicatat. Selain
itu, akun persediaan barang dagangan tidak bisa dicatat didebit untuk transaksi pembelian
barang dagangan dan tidak bisa dicatat dikredit untuk transaksi penjualan barang dagangan.
Dalam metode Periodik atau Fisik, akun pembelian bisa dicatat didebit untuk transaksi
pembelian barang dagangan, sedangkan akun penjualan bisa dicatat dikredit untuk transaksi
penjualan barang dagangan. Pencatatan traksaksi dengan metode ini mengakibatkan persediaan
barang tidak bisa diketahui setiap saat karena pencatatan dilakukan secara periodik (berkala)
pada akhir periode. Berikut ini akan ditampilkan contoh jurnal umum bentu periodik untuk
memudahkanmu mengerti:

Jurnal Umum Perpetual
Metode perpetual atau terus-menerus biasanya digunakan pada perusahaan yang menjual
barang dagangan dengan harga yang relatif mahal, tetapi jarang terjadi.
Pada metode perpetual atau terus-menerus, transaksi pembelian barang dagangan dapat dicatat
dengan mendebit akun persediaan barang dagangan sebesar harga beli (harga perolehan),
sebaliknya jika terjadi penjualan akan dicatat dengan mengkredit akun persediaan barang
dagangan sebesar harga pokoknya.
Pencatatan traksaksi dengan metode ini hasilnya lebih akurat dibandingkan metode periodik
karena pencatatan dilakukan secara terus-menerus dan terperinci untuk setiap transaksi yang
terjadi dalam perusahaan dagang, selain itu persediaan barang dagang dapat diketahui setiap
saat karena tercatat secara terus-menerus. Berikut ini akan ditampilkan contoh jurnal umum
bentuk perpetual untuk memudahkanmu mengerti:

2. Jurnal Khusus
Bagi perusahaan yang mempunyai transaksi yang sedikit mungkin bisa saja hanya
menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksinya. Namun pada kasus perusahaan
dengan transaksi yang banyak, tentu sulit untuk mengkelompokkannya, jadi butuh jurnal
khusus sebagai buku jurnal yang mewadahi transaksi-transaksi tertentu. Penggunaan jurnal
khusus dapat membuat efisiensi waktu tenaga dan biaya. Jenis-jenis jurnal khusus diantaranya :
Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas merupakan buku jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh
transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang secara tunai maupun non tunai.
Penerimaan uang tunai berasal dari berbagai sumber.
Di dalam jurnal penerimaan kas, juga terdapat beberapa transaksis khusus, yaitu:





Penjualan tunai
Penerimaan pelunasan piutang
Pengembalian atau retur pembelian secara tunai, dan
Penerimaan pendapatan.

Berikut ini akan ditampilkan contoh jurnal jurnal penerimaan kas untuk memudahkanmu
mengerti:

Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal khusus pengeluaran kas dapat diartikan sebagai sebuah jurnal khusu yang dibuat untuk
mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang atau pembayaran uang
tunai kepada suplayer.
Berikut ini beberapa transaksi yang tercatat pada jurnal khusus pengeluaran kas:






Pembayaran atau pelunasan utang dagang
Pembelian secara tunai
Retur penjualan
Pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadi atau prive
Pembayaran beban-beban

Sekarang, untuk memudahkanmu mengerti, akan disertakan contoh dari jurnal pengeluaran kas,
berikut ini:

Jurnal Pembelian
Jurnal khusus pembelian itu sendiri merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua
jenis transaksi pembelian yang dilakukan secara kredit, baik pembelian barang maupun bukan
barang dagang.
Pencatatanya meliputi:



Pembelian barang dagang dengan kredit
Pembelian perlengkapan, peralatan serta aktiva lain secara kredit

Lalu, contohnya seperti apa sih? Untuk menjawab rasa penasaranmu, akan kami tampilkan
contoh dari jurnal khusus pembelian ini:

Jurnal Penjualan
Merupakan bentuk buku jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat semua transaksi yang
berkaitan dengan penjualan barang dagan cara kerdit. Tidak ada akun khusus yang harus
dimasukkan dalam jurnal ini adalah hal yang membedakan antara jurnal penjualan dengan yang
lainnya. Maka, untuk membuatmu semakin paham, berikut akan ditampilkan contoh pencatatan
dari jurnal khusus penjualan:

3. Buku Besar Pembantu
Setelah jurnal khusus yang dibuat untuk mencatat transaksi tertentu, perusahaan dagang juga
membuat buku besar khusus yang disebut dengan buku besar pembantu.
Buku besar pembantu adalah bagian dari buku besar umum yang digunakan untuk merinci
lebih lanjut data dalam satu akun. Pencatatan beberapa akun tertentu (akun piutang dan akun
hutang) untuk kemudian dijadikan dasar informasi untuk menyusun neraca saldo suatu
perusahaan dagang.
Jenis buku besar pembantu (subsidiary ledger) yang digunakan perusahaan umumnya terdiri
dari
Buku besar pembantu utang (account payable subsidiary ledger).
Buku besar pembantu utang ini berfungsi untuk mencatat rincian utang menurut nama kreditor.
Berikut akan dilampirkan contohnya, agar kamu lebih paham terkait buku besar pembantu
utang ini

Buku besar pembantu piutang (account receivable subsidiary ledger).
Buku ini, berkebalikan dengan buku utang. Buku piutang ini berfungsi mencatat rincian piutang
perusahaan menurut nama langganan (debitor). Lebih mudahnya, kamu bisa melihat contoh di
bawah ini:

4. Posting ke Buku Besar
Tahap selanjutnya adalah memindahkan data dari jurnal umum ke dalam buku besar. Selain
jurnal umum, pada perusahaan dagang informasi data buku besar berasal dari jurnal khusus.
Peristiwa ini disebut dengan posting buku besar.
Pemindahbukuan (posting) dilaksanakan setelah semua transaksi dicatat ke dalam buku jurnal.
Pemindahbukuan dari jurnal khusus ataupun jurnal umum ke buku besar dengan prosedur
berikut ini
1. Jumlah nominal yang terdapat di jurnal khusus dipindah ke kolom saldo debit atau
kredit dari rekening yang bersangkutan.
2. Nomor halaman yang terdapat di jurnal khusus dipindah ke kolom ref buku besar
sebagai tanda sumber pempostingan.

3. Rekening-rekening yang terdapat di jurnal khusus setelah diposting diberi nomor
sebagai tanda jumlah nominalnya telah dipindahkan ke buku besar.
4. Jumlah yang dipindahkan ke buku besar merupakan jumlah akhir sehingga tanggal
ditulis per akhir periode. Khusus untuk kolom serba-serbi yang terdapat di jurnal
penerimaan dan pengeluaran kas, posting dilakukan menurut tanggal transaksi.
Untuk lebih mudahnya, perhatikan contoh hasil posting ke buku besar umum berikut ini!

5. Laporan Harga Pokok Penjualan
Bila perusahaan dagang menerapkan metode pencatatan secara fisik, secara otomatis besarnya
harga pokok barang yang terjual bisa ditentukan saat terjadi penjualan sehingga saat membuat
jurnal penjualan sekaligus mencatat harga pokok penjualan.
Namun perhitungan HPP tetap dianggap sebagai komponen dari laporan laba ruhi yang akan
disajikan dalam laporan keuangan.
Perhitungan harga pokok penjualan disusun pada akhir periode akuntansi atau pada saat
pembuatan laporan keuangan, dan laporan HPP disajikan secara terpisah dari laporan laba rugi.
Agar kamu lebih paham, berikut ini merupakan contoh pencatatan laporan HPP:

6. Membuat Neraca Saldo
Informasi yang digunakan untuk membuat neraca saldo adalah berasal dari buku besar yaitu
setiap saldo akhir pada setiap akun-akun. Posisi debet dan kredit harus balance, jika
tidak balance artinya ada kesalahan saat mencatat dari buku besar. Contoh pencatatan neraca
saldo untuk perusahaan dagang bisa dilihat dari contoh berikut ini:

7. Jurnal Penyesuaian
Pembuatan jurnal penyesuaian adalah akibat dari terjadi transaksi yang berpengaruh kepada
sejumlah akun perusahaan dan terkadang memunculkan kehadiran akun baru. Contoh transaksi
yang terjadi pada perusahaan dagang biasanya adalah sewa toko yang sudah jatuh tempo. Atau
bentuknya dapat dilihat pada contoh berikut ini

8. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Tahap selanjutnya adalah penyesuaian neraca saldo dengan jurnal penyesuaian yang
menghasilkan neraca saldo setelah disesuaikan (adjusted trial balance). Contohnya bisa kamu
lihat di bawah ini!

9. Menyiapkan Laporan Keuangan
Tahap berikutnya adalah pembuatan laporan keuangan. laporan keuangan ini dibuat dengan
tujuan untuk memudahkan pencarian informasi mengenai posisi keuangan perusahaan seperti
keadaan harta, utang dan modal perusahaan.
Informasi yang digunakan pada laporan keuangan berasal dari neraca saldo yang telah
disesuaikan. Informasi tersebut bisa didapatkan pada laporan keuangan yaitu laporan laba rugi,
laporan perubahan modal dan neraca. Contoh dari masing-masing laporan, bisa kamu lihat dari
gambar-gambar yang akan disajikan di bawah ini ya!

10. Membuat Jurnal Penutup
Tahap berikutnya adalah membuat jurnal penutup dari akun-akun yang terdapat di laporan laba
rugi adalah akun pendapatan dan biaya. Berikut ini adalah contoh yang akan diberikan untuk
jurnal penutup. Disimak baik-baik ya!

11. Neraca Saldo Setelah Penutupan
Tahap ini adalah penyesuaian antara neraca saldo dengan jurnal penutup. Lho, kenapa harus
disesuaikan ya? Akun-akun perlu disesuaikan, karena bisa saja ada akun yang berubah dari
awal pencatatan. Fungsinya untuk mencatat kembali akun-akun yang telah berubah baik saldo
atau pun akunnya.

12. Jurnal Pembalik
Pada kondisi tertentu tidak perlu di buat jurnal pembalik karena jurnal pembalik dibuat hanya
untuk akun-akun tertentu saja. Misalnya, untuk transaksi pendapatan yang diterima di muka
yang pada saat penjurnalan dicatat dengan sebagai pendapatan atau untuk transaksi biaya yang
dibayar dimuka (piutang). Kamu ingin contohnya? Tenang saja! Sudah kami sediakan contoh
dari pencatatan jurnal pembalik di bawah ini

Dengan membuat jurnal pembalik, selesailah siklus akuntansi yang harus dibuat oleh
perusahaan dagang. Terlihat cukup merepotkan, namun tanpa adanya pembuatan ini,
perusahaanmu tidak akan mengetahui kondisi keuangan mereka dan akan sulit untuk
mengembangkan usahanya.

Judul: Makalah Akuntansi Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Oleh: Irfan Nurhakim C1b020129


Ikuti kami