Makalah Akuntansi Perpajakan Konsep Dasar Akuntansi Pajak

Oleh Ely Susanti

35 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Perpajakan Konsep Dasar Akuntansi Pajak

MAKALAH AKUNTANSI PERPAJAKAN
Konsep Dasar Akuntansi Pajak

Dosen Pengampu:
Wirmie Eka Putra, S.E., M. Si
Gandy wahyu maulana zulma, M. S. Ak

Disusun Oleh:
Ely Susanti
C0C018009

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2020
1

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehdirat allah swt, karena berkat rahmat, taufik, hidayah serta
inayahnya kami telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah yang berjudul "Konsep
Dasar Akuntansi Pajak". Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah akuntansi
perpajakan.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karenaa itu, kami menharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
menyempurnakan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi kita dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan kita. Aamiin.
Sekian dari kami, lebih dan kurangnya mohon maaf dan kepada allah swt, kami mohon
ampun. Terimakasih.

Jambi, September 2020

2

Daftar Isi

Contents
Kata Pengantar

i

Daftar Isi

ii

BAB I

1

PENDAHULUAN

1

A.

Latar belakang

1

B.

Rumusan Masalah

1

C.

Tujuan

1

BAB II

2

TINJAUAN PUSTAKA

2

A.

Pendahuluan

2

B.

Karakteristik informasi dalam laporan keuangan

2

C.

Akuntansi Perpajakan

6

D.

Akun Akuntansi Pajak

7

BAB III

8

PENUTUP

8

A.

Kesimpulan

8

B.

Saran

8

Daftar Pustaka

3

4

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah akuntansi dan pajak melalui
media massa seperti koran televise dan radio maupun melalui orang-orang di sekitar kita. Pada
umumnya orang beranggapan bahwa akuntansi dan pajak hanya berhubungan dengan dunia
usaha, pemerintah, dan perusahaan saja. Sebenarnya akuntansi dan pajak terlebih halnya
akuntansi dapat jga dilakukan di dalam rumah tangga sekolah, dan lain-lain. Yaitu dengan
melakukan pencatatan terhadap semua kgiatan yang berkaitan dengan keuangan. Pengetahuan
mengenai prosedur penatatan akuntansi sangat bermanfaat terutama sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari akuntansi serta siklus akuntansi?
2. Apa karakteristik informasi dalam laporan keuangan?
3. Apa itu pengertian akuntansi pajak??
4. Apa saja akun-akun yang ada di akuntansi pajak?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, makan tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain
sebagai berikut:
1. Mengetahui dan memahami pengertian akuntansi beserta siklusnya.
2. Memahami karakteristik informasi dalam laporan keuangan.
3. Mengetahui pengertian dari akuntansi pajak.
4. Mengetahui akun akuntansi pajak.

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Pendahuluan
Dalam proses menghasilkan informasi yang di butuhkan oleh berbagai pihak yang berkaitan.
Akuntansi haus melewati beberapa tahapan proses, proses tersebut di mulai dari dokumen dasar
transaksi, mengklasifikasi jenis transaksi, menganalisis, meringkas catatan, sehingga
melporkannya dalam bentuk laporan keuangan yang di butuhkan.
Akuntansi adalah aktivitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dalam angka,
mengklasifikasikan, mencatatat, meringkas, dan melaporkan aktivitas perusahaan dalam bentuk
informasi keuangan.
Siklus akuntansi
Transaksi

Dokumen Dasar

Buku Jurnal

Buku Besar

Laporan Keuangan

B. Karakteristik informasi dalam laporan keuangan
1. Dapat di pahami oleh petugas atau pemeriksa pajak.
2. Sensitivitas informasi, bukan materialitas
3. Laporan keuangan fiscal di sajikan secara jujur, dengan itikad baik, substansi penghasilan
dengan nama dan dalam bentuk apapun, substansi beban yang dapat di kurangkan dari
penghasilan bruto adalah beban untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
penghasilan yang merupakan obyek pajak yang di hitung dari penghasilan neto.
4. Dapat di bandingkan dengan periode sebelumnya, terutama untuk kompensasi kerugian,
utang-piutang antar periode, dan perbandingan pengakuan laba atau rugi yang menuntut
konsistensi kebijakan akuntansi paajak. Perubahan kebijakan akuntansi pajak di
mungkinkan dengan persetujuan direktur jenderal pajak dengan mengajukan permohonan
di lengkapi alasan.

6

5. Laporan keuangan fiscal harus tepat waktu, paling lambat akhir bulan ketiga setelah
berakhirnya tahun buku.
6. Akuntansi pajak harus independen terhadap akuntansi komersial.
7. Apabila akuntansi komersial tidak mampu menerbitkan laporan keuangan tepat waktu,
akuntansi pajak harus mampu menerbitkan laporan keuangan fiscal sendiri. Koreksi fiscal
merupakan salah satu cara praktis dalam penyusunan laporan keuangan fiscal.
Sebagaimana yang telah di tetapkan Ikatan Akuntansi Indonesia pada Standar
Akuntansi Keuangan, penyusunan laporan keuangan bertujuan umu harus sesuai dengan
SAK 4 komponen laporan keuangan lengkap terdiri dari leporan keuangan atau neraca pada
akhir periode. Laporan adalah sebuah catatan yang berisikan informasi keuangan suatu
perusahaan pada periode akuntansi yang dapat di gunakan untuk menggambarkan kinerja
peruahaan tersebut. Laporan keuangan juga merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan
yang biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, perubahan ekuitas, perubahan arus dana,
catatan laporan lain dengan materis penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan
keuangan.


DEFINISI PAJAK

Menurut UU No. 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP),
pajak adalah konstribusi wajib kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat
memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan
di guakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


UNSUR-UNSUR PAJAK
1. Iuran dari rakyat kepada negara
2. Berdasarkan undang-undang
3. Tanpa jasa timbale dari negara
4. Di gunakan untuk membiayai rumah tangga negara



FUNGSI-FUNGSI PAJAK
Ada 4 (empat) fungsi pajak, yakni:
1. Anggaran atau budgeting yaitu pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk
membiyai pengeluaran-pengeluarannya.
7

2. Mengatur adalah pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan
pemerintah dalam bidang social ekonomi.
Contoh:
a. Pajak yang tinggi di kenakan terhadap minuman keras untuk mengurangi
konsumsi minuman keras.
b. Pajak yang tinggi di kenakan terhadap barang-barang mewah untuk mengurangi
gaya hidup konsumtif.
c. Tarif pajak untuk ekspor sebesar 0% untuk mendorong ekspor produk Indonesia
ke pasar dunia.


AZAS PEMUGUTAN PAJAK
1. Azas Domisili
Negara berhak mengenaakan pajak atas seluruh penghasilan wajib pajak yang
bertempat di wilayahnya. Baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun dari luar
negeri. Azas ini berlaku untuk wajib pajak dalam negeri.
2. Azas Sumber
Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang besumber di wilayahnya
tanpa memperhatikan tempat tinggal WP (wajib pajak).
3. Azas Kebangsaaan
Pengenaan pajak di hubungkan dengan kebangsaan suatu negara. Misalnya pajak
bangsa asing di Indonesia di kenakan pada setiap orang yang bukan berkebangsaan
Indonesia yang bertempat tingal di Indonesia.
Azas ini berlaku untuk wajib pajak (WP) luar negeri.



SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK
1. Official Assessment System
Yaitu suatu sistem pemungutan pajak yang member wewenang kepada pemerintah
(fiskus) yang menentukan besrnya pajak yang terutang oleh WP.
Ciri-cirinya:
1) Wewenang untuk menentukan besarnya pajak ada pada fiskus
2) WP brsifat pasif
3) Utang pajak timbul setelah di keluarkan surat ketetapan pajak (SKP) oleh fiskus.
2. Self Assessment System
8

Yaitu suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang WP untuk
menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang.
Ciri-cirinya:
1) Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada WP sendiri.
2) WP bersifat aktif mulai dari menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri pajak
yang terutang.
3) Fiskus tidak ikut ampur dan hanya mengawasi.
3. With Holding System
Yaitu suatu sistem pemungutan pajak yang member wewenang kepada pihak ketiga
(bukan fiskus dan bukan WP) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh
WP.
Ciri-cirinya adalah wewenang menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada
pihak ke tiga, pihak selain fiskus dan WP.


JENIS-JENIS PAJAK
1. Menurut Golonganny:
a. Pajak langsung yaitu pajak yang harus di pikul sendiri oleh WP dan tidak dapat di
bebankan atau di limpahkan kepada orang lain.
b. Pajak tidak langsung yaitu pajak yang pada akhirnya dapat di bebankan atau di
limpahkan kepada orang lain.
2. Menurut Sifatnya:
a. Pajak subyektif yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subyeknya
dalam arti memperhatikan keadaan wajib pajak.
b. Pajak obyektif yaitu pajak yang berpangkal pada obyeknya tanpa memperhatikan
keadaan diri wajib pajk.
3. Menurut Lembaga Pemungutannya:
a. Pajak pusat yaitu pajak yang di pungut oleh pemerintah pusat yang di gunakan
utuk membiayai rumah tangga negara.
b. Pajak daerah yaitu pajak yang di pungut oleh pemda dan di gunakan untuk
membiayai rumah tangga daerah.



TEORI-TEORI YANG MENDUKUNG PEMUNGUTAN PAJAK
1. Teori Asuransi
9

Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan hak-hak rakyatnya.
2. Teori Kepentingan
Pembagian beban pajak kepada rakyat di dasarkan pada kepentingan misalnya
perlindungan masing-masing orang.
3. Teori Daya Pikul
Beban pajak untuk semua orang harus sama beratnya, artinya pajak harus di bayar
sesuai dengan daya pikul masing-masing orang.
Untuk mengukur daya pikul dapat di gunakan dua pendekatan yaitu:
a. Unsur obyektif dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang di
miliki oleh seseorang.
b. Unsur subjektif dengan memperhatikan besarnya kebutuhan materil yang harus di
penuhi.
4. Teori Bakti
Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan rakyat dengan negaranya.
Sebagai warga negara yang berbakti rakyat harus selalu menyadari bahwa
pembayaran pajak adalah sebagai suatu usaha ke wajiban.
5. Teori Azas Daya Beli
Dasar keadilan terletak pada akibat pemungutan pajak. Maksudnya memungut pajak
berarti menarik daya beli rumah tangga masyarakat untuk rumah tangga negara.
C. Akuntansi Perpajakan


PENGERTIAN AKUNTANSI PAJAK
Akuntansi pajak merupakan peranan yang penting bagi perusahaan yang bergerak di

bagian jasa terutama bagi perusahaan yang besar dan jangkauannya tidak hanya di dalam negeri
bahkan luar negeri. Perusahaan yang telah berkembang pesat telah melakukan banyak transaksitraksaksi yang terjadi. Dengan begitu pengenaan pajaknya juga relative besar.
Secara sederhana akuntansi perpajakan dapat di definisikan sebagai bidang akuntansi
yang mengkalkulasi, menangani, mencatat, bahkan menganalisa dan membuat stategi perpajakan
sehubungan dengan transaksi suatu instasi. Dengan adanya akuntansi perpajakan yang baik
tertunya akan memberikan dampak yang baik pula dalam sebuah instasi. Penyajian laporan
keuangan instasi adalah sangat penting, karena laporan keuanga tahunan instasi merupakan
10

informasi keuangan yang dipulikasikan kepada para stake holder. Ketidak konsitenan penyajian
akan menyulitkan da bahkan bisa menyesatkan dalam mengambil keputusan.


FUNGSI AKUNTANSI PERPAJAKAN

Fungsi akuntansi perpajakan adalah mengelola data kuantitatif untuk menyajikan laporan
keuangan yang memuat perhitungan perpajakan. Yang kemudian akan di gunakan sebagai
pertimbangan pengambilan keputusan.
D. Akun Akuntansi Pajak
1. Neraca
Merupakan laporan keuangan yang di dalamnya terdapat informasi terkait akun-akun aktiva,
modal serta kewajiban perusahaan pada satu periode tertentu. Pada laporan nerca bisa
memperoleh keseimbangan karena terdiri dari pendapatan dan biaya yang teramtum pada laporan
laba rugi. Di dalam laporan neraca sendiri ada informasi yang sangat berguna untuk pihak-pihak
yang memiliki kepentingan seperti pemegang saham, kreditur, pemerintah, dan lainya.
Selain itu, neraca memiliki kegunaan untuk melihat apakah kondisi sebuah perusahaan sehat atau
tidak. Tak hanya itu, neraca juga dapat di pakai untuk memperkirakan keadaan aliran kas di masa
depan, serta berfungsi sebagai alat menganalisalikuiditas dan fleksibilitas keuangan perusahaan.
2. Laporan laba rugi
Laporan laba rugi adalah laporan financial yang di buat oleh bidang keuangan tertentu. Isi
laporan ini ialah data-data pendapatan sekaligus beban yang di tanggung oleh perusahaan.
Biasanya laporan ini di buat untuk menjelaskan kondisi keuangan perusahaan pada periode
tertentu. Dengan adanya laporan keuangan ini, pihak atasan bisa mengetahui kondisi financial
perusahaan yang terkini. Sehingga laporan tersebut bisa di jadikan sebagai dasar evaluasi untuk
langkah kebijakan selanjutnya.

11

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Akuntansi perpajakan di rumuskan sebagai bagian dari akuntansi yang menekankan
kepada penyusunan surat pemberitahuan pajak dari pertimbangan konsekuensi perpajakan
terhadap transaksi atau kegiatan perusahaan dalam rangka pemenuhan kewajiban perpajakan.
‘’Self Assessment System adalah pemungutan pajak yang member wewenang, kepercayaan,
tanggung jawab kepada wajib pajak untuk menghitung memperhitungkan membayar dan
melaporkan sendiri besarnya pajak yang harus di bayar.
Perbedaan kepentingan antar pengguna kelompok, pengguna laporan keuangan tersebut
menyebabkan pula ketidaksamaan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.
B. Saran
Penulis tidak membatasi kritikan maupun saran yang ingin masuk. Karena tak ada gading
yang retak, maka dari itu penulis sendiri merasa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan
sangat mengharapkan sekali kritikan dari para pembaca.

12

Daftar Pustaka
Agoes Sukrisno, Estralita Trisnawati. Akuntansi Perpajakan. Jakarta: Salemba Empat. 2007
Rudianto, 2012, Pengantar Akuntansi: Siklus Akuntansi, Adaptasi IFRS, Penerbit Erlangga.
(RD)
https://www.triharyono.com/2007/09/Karakteristik-laporan-keuangan-menurut-standarakuntansi-keuangan-per-1-januar.html
https://www.gurupendidikan.co.id./akuntansi-perpajakan/
https://pakar.co.id/akuntansi-keuangan/laporan-neraca-keuangan-perusahaan/
https://accurate.id/akuntansi/laporan-laba-rugi/

13

Judul: Makalah Akuntansi Perpajakan Konsep Dasar Akuntansi Pajak

Oleh: Ely Susanti


Ikuti kami