Makalah Akuntansi Perbankan " Akuntansi Tabungan " Disusun Oleh

Oleh Rizky Hidayah

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Perbankan " Akuntansi Tabungan " Disusun Oleh

MAKALAH
AKUNTANSI PERBANKAN
“AKUNTANSI TABUNGAN”

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Disusun Oleh :
Aisyatur Radiah
(2017.12.10137)
Khusnul Khotimah
(2015.12.9286)
Misliana
(2017.12.9880)
Norvina A.P
(2018.12.10270)
Nor Rezekiah
(2017.12.9882)
Rizky Hidayah
(2018.12.10185)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI NASIONAL (STIENAS)
BANJARMASIN
2018

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang
limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Banjarmasin,

Oktober 2018

Kelompok 1

i

DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
BAB II POKOK BAHASAN............................................................................. 2

 TABUNGAN............................................................................................... 2
 AKUNTANSI UNTUK TABUNGAN........................................................ 3
 JENIS-JENIS TABUNGAN........................................................................ 3
BAB III PEMBAHASAN..................................................................................

4

1.
2.
3.
4.
5.

Pembukaan rekening....................................................................................

4

Penyetoran....................................................................................................

4

Penarikan......................................................................................................

6

Tata Cara Perhitungan Bunga dan Pembukuan Bunga Tabungan...............

7

Penutupan Rekening Tabungan................................................................... 12
BAB III PENUTUP........................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 14

ii

BAB 1
PENDAHULUAN

Bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki peranan yang sangat penting,
dimana dalam kegiatannya baik sebagai penghimpun dana masyarakat dalam bentuk Giro,
Tabungan, dan Deposito yang dana tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dalam
bentuk kredit.
Menurut Undang-Undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang
perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang keuangan. Salah satu aktivitas perbankan adalah menghimpun dana dari
masyarakat luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan yaitu kegiatan funding.
Simpanan tabungan merupakan
aktivitas perbankan dalam menghimpun dana
masyarakat dengan syarat-syarat tertentu bagi pemegangnya, dan persyaratan masing-masing bank
berbeda, tujuan nasabah menyimpan uang di rekening tabungan juga berbeda. Dengan demikian
sasaran bank dalam memasarkan produknya juga berbeda sesuai dengan sasarannya.
Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah
simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati,
tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan
dengan itu.
Syarat-syarat penarikan tertentu maksudnya adalah sesuai dengan perjanjian yang telah
dibuat antara bank dengan si penabung. Kemudian dalam hal sarana atau alat penarikan juga
tergantung dengan perjanjian antara keduannya yaitu bank dan penabung.

1

BAB II
POKOK BAHASAN
TABUNGAN
Tabungan merupakan hutang bank kepada masyarakat, dalam hal ini pemilik tabungan
dan dikelompokkan ke dalam hutang jangka pendek dalam neraca. Tidak adanya batasan
jangka waktu tabungan dan penarikan yang dapat dilakukan sewaktu-waktu menyebabkan
tabungan harus digolongkan ke dalam hutang jangka pendek.
Tabungan yang dimiliki oleh bank-bank dewasa kini berbeda dengan Tabungan
Pembangunan Nasional (Tabanas) beberapa tahun yang lampau. Produk tabungan yang
sekarang dijual oleh bank-bank memiliki suku bunga yang relative cukup tinggi sebagai
cerminan dari adanya persaingan ketat dalam mengumpulkan dana masyarakat.
Dalam Keputusan Menteri Keuangan No.61/KMK.04/2001, yang dimaksud dengan
tabungan adalah simpanan pada Bank dengan nama apapun, termasuk giro yang penarikannya
dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh masing-masing bank. Untuk
menarik dana yang terdapat dalam rekening tabungan dapat menggunakan berbagai sarana
atau alat penarikan. Adapun beberapa alat penarikan tabungan yang digunakan tergantung
bank masing-masing yang ingin menggunakan sarana yang mereka inginkan. Alat penarikan
ini dapat digunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Alat- alat yang sering digunakan
adalah sebagai berikut :
1. Buku Tabungan
Merupakan buku yang dipegang oleh nasabah, dimana berisi catatan saldo tabungan, penarikan,
penyetoran dan pembebanan yang mungkin terjadi. Buku ini dapat digunakan pada saat
penarikan, sehingga langsung mengurangi saldo yang ada di buku tabungan tersebut.
2. Slip Penarikan
Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukuo menulis nama, nomor rekening, jumlah
uang serta tanda tangan untuk menarik sejumlah uang. Slip penarikan biasanya digunakan
bersamaan dengan buku tabungan.
3. Kwitansi
Meruapakan bukti penarikan yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya sama dengan slip
penarikan, dimana tertulis nama penarik, nomor penarik, jumlah uang dan tanda tangan
penarik.
4. Kartu ATM
Merupakan sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastic yang dapat digunakan untuk menarik
sejumlah uang dari tabungannya, di mesin Automted Teller Machine (ATM). Mesin ATM
biasanya tersebar di tempat yang strategis.

2

AKUNTANSI UNTUK TABUNGAN
Transaksi tabungan meliputi:

1. Pembukaan rekening
2. Penyetoran
3. Penarikan
4. Tata cara perhitungan dan pembukuan bunga tabungan penutupan rekening tabungan
5. Penutupan rekening tabungan
JENIS – JENIS TABUNGAN
1. Tabungan Konvensional Tabungan konvensional adalah jenis tabungan yang dimiliki
hampir oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tabungan ini paling populer karena cara untuk
mengajukannya mudah dan prosesnya sangat cepat.
2. Tabungan Berjangka Selain tabungan konvensional, jenis tabungan lain yang disediakan
oleh Bank tertentu adalah tabungan berjangka.
3. Tabungan Haji Ibadah ke tanah suci adalah impian hampir semua orang yang beragama
islam. Untuk memudahkan mewujudkan impian tersebut, bank juga menyediakan tabungan
haji, untuk memudahkan nasabahnya berangkat haji dalam jangka waktu tertentu.
4. Tabungan Investasi umumnya tabungan ini digunakan untuk nasabah yang bertransaksi jualbeli saham. Tabungan ini bersifat untuk penampungan uang yang akan digunakan khusus
untuk membeli saham dan juga menyimpan laba hasil transaksi saham tersebut.
5. Tabungan Anak Saat ini, anak-anak juga bisa memiliki tabungan sendiri. Adanya tabungan
ini adalah untuk mengedukasi anak-anak agar belajar lebih hemat terhadap uang yang
mereka miliki.
6. Tabungan Giro Tabungan Giro adalah tabungan khusus untuk transaksi bisnis. Tabungan
giro diutamakan untuk transaksi berbagai perusahaan.
7. Tabungan Mata Uang Asing Biasanya tabungan jenis ini seperti investasi dengan
menggunakan mata uang asing.

3

BAB III
PEMBAHASAN

AKUNTANSI UNTUK TABUNGAN
1. Pembukaan rekening
Setiap pemohon yang akan membuka rekening tabungan wajib mengisi formulir
pembukaan tabungan yang terdiri dari tiga rangkap dan didalamnya terdapat isian mengenai
data pribadi pemohon. Selain mengisi formulir pembukaan tabungan, pemohon diharuskan
memberikan fotocopy kartu identitas diri dan memberikan contoh tanda tangan yang
diserahkan kepada bagian yang bersangkutan yaitu teller dan seksi tabungan. Langkah
berikutnya adalah pengisian slip setoran awal yang telah dilengkapi dengan nomor tabungan
dan nama tabungan.
Sebagai contoh :
Pada tanggal 04 Agustus 2000, Tn. E hendak membuka tabungan di Bank Omega – Jakarta.
Setoran pertamanya sebesar Rp 1.500.000,- tunai. Bunga ditetapkan secara Floating yang
mana disesuaikan pada suku bunga yang berlaku dan dihitung atas dasar lamanya tabungan
mengendap. Pada waktu penyetoran pertama suku bunga sebesar 20% setahun. Atas dasar
suku bunga ini akan diperhitungkan bunga tabungan untuk Tn. E, hingga suku bunga Bank
Omega berubah. Pada saat penyetoran tersebut, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan
dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :
Kas

Rp 1.500.000

Tabungan-Rekening Tn. E
Rp 1.500.000
Apabila pada tanggal 20 Agustus 2000 Tn. E kembali menyetor dengan menyerahkan selembar
cek Rp 4.600.000 dari Tn. F, nasabah Bank Omega Jakarta, untuk keuntungan rekening
tabungannya. Pada hari yang sama juga mendapat transfer masuk dari seorang rekannya di
Surabaya melalui Bank Omega Surabaya sebesar Rp 7.230.000,- untuk keuntungan rekening
tabungannya. Oleh Bank Omega-Jakarta akan dicatat sebagai berikut:
Giro-Rekening Tn. F
Rp. 4.600.000
RAK Cabang Surabaya

Rp 7.230.000

Tabungan-Rekening Tn. E

Rp 11.830.000

2. Penyetoran
Seorang nasabah dapat saja melakukan penyetoran untuk keuntungan rekeningnya di
cabang lain. Dalam transaksi seperti ini, akan tercipta adanya hubungan antar cabang
antara cabang penerima setoran dan cabang penerbit rekening tabungan.Untuk transaksi antar
cabang ini, issue yang timbul adalah masalah keamanan transaksi yang erat kaitannya dengan
sistem proses pembukuan atau akuntansi pada bank yang bersangkutan. Bagi bank yang
pengoperasiannya dilakukan dengan media komputer dan dapat berhubungan langsung antara
cabang on-line processing), issue keamanan transaksi tidak begitu besar dibanding dengan
4

bank yang pengoperasiannya secara masih manual atau belum beroperasi secara on-line.
Bank memproses transaksi secara on-line dengan cabang-cabang lainnya, akan tercipta
hubungan antara kantor yang diproses dengan sebuah komputer pusat (host komputer).
Hubungan ini nantinya akan terlihat dalam neraca harian setiap cabang. Pemberian kode
transaksi seperti ini akan dilakukan dengan komputer dan penomorannya harus unik. Bank
memproses transaksi secara off-line dengan cabang-cabang lainnya, perlu menciptakan
sistem pengkodean transaksi. Karena transaksi penyetoran antar cabang tidak dapat langsung
mengkredit rekening nasabah tabungan di cabang penerbit, bank harus menciptakan sistem
internal control yang unik dan efektif.
Sebagai contoh, apabila Tn. E, melakukan penyetoran tunai tanggal 24 Agustus pada
Bank Omega cabang Surabaya sebesar Rp. 1.000.000;- oleh Bank Omega cabang
Jakarta, selaku cabang penerbit, akan dibukukan sebagai berikut :
D: Rekening Antar Kantor Cabang Surabaya………………………………….

Rp. 1.000.000

K: Tabungan – Rekening Tn. E……………………………. Rp. 1.000.000

Seorang nasabah jika ingin menambah rekening tabungannya maka ia akan
melakukan Penyetoran Tabungan. Penyetoran tabungan dapat dilaksanakan dengan cara:
setoran tunai, setoran kliring dan pemindahbukuan. Setiap jenis penyetoran tersebut harus
dilengkapi dengan slip setoran atau Ticket.
Contoh :
 Setoran Tunai
Pak Arif pada tanggal 1 September 2006 hendak membuka tabungan di Bank BRI Cabang
Jakarta. Setoran pertamanya Rp 500.000 tunai
D : Kas
Rp 500.000,00
K : Tabungan Pak Arif

Rp 500.000,00

Pada tanggal 4 September 2006, Pak Arif kembali menyetor untuk rekening tabungannya
dengan menyerahkan selembar cek Rp 4.500.000,00 dari Pak Putra. Pak Putra nasabah Bank
BRI Jakarta. Pada hari yang sama ia juga mendapat transfer dari rekannya melalui Bank BRI
Cabang Kalimalang sebesar Rp 7.000.000
D : Giro Pak Putra

Rp 4.500.000,00

D : RAK Cabang Kalimalang

Rp 7.000.000,00

K : Tabungan Pak Arif

Rp 11.500.000,00

 Penyetoran Antar Bank
Pak Arif melakukan setoran dari Bank BRI Cabang Salemba sebesar Rp. 500.000 D : RAK Cab.
Salemba
Rp 500.000,00
K : Tabungan Pak Arif
Rp 500.000,00
5

3. Penarikan
Penarikan tabungan pun dapat dilakukan pada dan bukan pada cabang penerbit. Bila
dilakukan pada cabang penerbit, bank langsung akan mendebet rekening nasabah yang
bersangkutan beserta dengan passbooknya.
Bila penarikan tabungan dilakukan pada cabang bukan penerbit, pengkodean transaksi
yang unik diperlukan. Bila pemrosesan transaksi antar cabang dilakukan secara on-line,
rekening nasabah yang bersangkutan dapat langsung didebet melalui media komputer
yang beroperasi secara on-line. Pada bank yang pemrosesannya dilakukan secara off-line, akan
memerlukan pengamanan transaksi yang efektif. Lazimnya dilakukan dengan penomoran
transaksi yang unik. Cabang pembayar akan segera mengirimkan nota pembukuan kepada
cabang penerbit tabungan dimana dipelihara rekening nasabah yang bersangkutan.
Sebagai contoh :
Pada tanggal 28 Agustus 2000, Tn. E menarik rekening tabungan di Bank Omega cabang
Bandung sebesar Rp. 1.500.000;- tunai, oleh cabang Bandung akan dibukukan sebagai
berikut
D : Rekening Antar Kantor – Jakarta ……………………… Rp.
1.500.000 K

:

Kas……………………….………………………………..

Rp.

Cabang penerbit, yaitu cabang Jakarta, akan mengkredit cabang Bandung dan mendebet
rekening Tn. E, sebagai berikut :

D : Tabungan Rekening Tn. E ……………….……………

Rp.

1.500.000 K

: Rekening

Antar Kantor – Bandung …………………..

Rp.

Hubungan antar cabang Bandung dan cabang Jakarta bersifat reciprocal, yaitu kedua cabang
akan tercipta hubungan hutang dan piutang dalam jumlah yang sama. Dengan demikian,
rekening antar kantor ini dikenal dengan nama reciprocal account.
Penarikan tabungan dilaksanakan dengan bantuan proses earnmarking, (pengkonfirmasian
transaksi antar cabang) dimana petugas yang bersangkutan langsung mengetahui posisi saldo
rekening penabung melalui bantuan input komputer. Dengan cara ini petugas yang
bersangkutan langsung dapat mengetahui ada tidaknya dana yang akan ditarik direkening
penabung.

6

Contoh :
 Penarikan Tunai
Pak Arif menarik dana tabungannya secara tunai di Bank BRI Jakarta sebesar Rp 200.000,00 D :
Tabungan Pak Arif
Rp 200.000,00
K : Kas
Rp 200.000,00
 Penarikan Melalui ATM
Pak Arif menarik dananya melalui ATM sebesar Rp. 100.000, D : Tabungan Pak Arif
100.000,00
K : Kas ATM
Rp 100.000,00

Rp

 Penarikan Antar Cabang – Reciprocal Account
Pak Arif menarik rekening tabunggannya di Bank BRI Cabang Kelapa Dua sebesar Rp
1.500.000,00 tunai.
Pencatatan pada Cabang Kelapa Dua :
D : RAK Cabang Jakarta Rp 1.500.000,00
K : Kas

Rp 1.500.000,00

Pencatatan pada Cabang Jakarta (penerbit)
D : Tabungan Pak Arif
K : RAK Cabang Kelapa Dua

Rp 1.500.000,00
Rp 1.500.000,00

4. Tata cara perhitungan bunga dan pembukuan bunga tabungan
Bunga tabungan dihitung pada setiap akhir bulan dan langsung dikreditkan ke rekening
tabungan. Dengan demikian bunga tabungan akan menambah saldo tabungan.
Dasar perhitungan suku bunga dapat dihitung baik secara floating maupun dari saldo tetap dan
dilakukan setiap akhir bulan.Perhitungan dengan saldo tetap biasanya diambil saldo rata- rata
minimum dalam sebulan. Cara ini dapat merugikan atau menguntungkan nasabah maupun bank.
Bila saldo nasabah cenderung meningkat selama sebulan, perhitungan bunga dengan saldo ratarata dapat merugikan nasabah dan menguntungkan pihak bank.
Sebaliknya, apabila saldo tabungan nasabah cenderung turun selama sebulan, perhitungan bunda
dengan saldo rata-rata dapat menguntungkan nasabah dan merugikan bank. Hal ini bergantung
dari perubahan saldo.
Cara lain dalam perhitungan bunga secara floating dilakukan atas dasar lamanya dana
mengendap dalam bank. Lamanya saldo mengendap akan diperhitungkan dengan suku bunga
yang berubah-ubah selama satu periode tertentu, lazimnya satu bulan. Dalam perhitungan ini,
bank harus menghitung dengan cermat besarnya beban tugas atas dasar lamanya hari dan besarnya
saldo mengendap. Karena perhitungan yang cukup rumit, lazimnya dipergunakan komputer.
7

Sebagai contoh, mutasi rekening Tn. E selama bulan Agustus 2000 dapat dijabarkan sebagai
berikut :
Nomor Rekening
Nama Penabung
Periode

Tgl.

Keterangan

Rf

4

Setor Tunai

20

Setor

: 023180238
: Tn. E
: Agustus 2000

Debit

Kredit

Saldo

21

1.500.000

1.500.000

16

11.830.000

13.330.000
14.330.000

Warkat
24

Setor SBY

13

1.000.000

28

Tarik BDG

02

12.380.000

31

Bunga

09

1.500.000

97.331

12.927.331

Besarnya bunga yang diberikan kepada Tn. E sebesar Rp. 97.331 tersebut dihitung dengan
menghitung lamanya hari dan besarnya saldo yang mengendap dan dihitung dengan suku bunga
yang berlaku selama bulan Agustus 2000.
Perhitungannya adalah sebagai berikut :
6/360

* 20%

* RP. 1.500.000

= Rp.

4.999,99

5/360

* 21,25%

* RP. 1.500.000

= Rp.

4.427,08

5/360

* 19,75%

* RP. 1.500.000

= Rp.

4.114,58

4/360

* 20,50%

* RP. 13.330.000

= Rp.

30.362,77

1/360

* 20,5%

* RP. 14.330.000

= Rp.

8.160,13

3/360

* 20%

* RP. 14.330.000

= Rp.

23.883,33

3/360

*

20%

*

RP. 12.830.000 =

Rp.

21.383,33

Besarnya bunga yang dibayar

= Rp.

97.331,21

Dibulatkan menjadi

= RP. 97.331,00
8

Ayat jurnal untuk membukukan beban bunga ini adalah sebagai berikut :
D : Biaya Bunga – Tabungan ……………….……………… Rp.
97.331 K

: Tabungan – Rekening Tn. E ………………...………….

Rp.demikian,
97.331 tabungan Tn. E, akan bertambah secara otomatis pada akhir bulan Agustus
Dengan
2000 sejumlah beban bunga.

Perhitungan ini dilakukan dengan sendirinya oleh komputer sewaktu memproses harian dan
proses akhir bulan.
 Perhitungan Bunga
Pak Arif pada Bulan September 2006 mendapatkan bunga tabungan sebesar Rp 100.000,00
D : Biaya bunga tabungan
Rp 100.000,00
K : Tabungan Pak Arif
Rp 100.000,00
Perhitungan bunga bisa dilakukan secara harian atau bulanan dengan mendasarkan pada
saldo terendah, suku bunga tetap atau berubah, atau kombinasi dari kedua hal tersebut.
a. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Terendah
Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan
dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan
dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.
Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga
tabungan = .... % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei
Contoh :
Saldo rekening tabungan nasabah, pada bulan maret mempunyai saldo sebagai berikut :
01/03

5.000.000

10/03

4.000.000

20/03

8.000.000

25/03

7.000.000

30/03

10.000.000

Apabila bunga tabungan yang ditetapkan bank sebesar 10% per tahun (saldo terendah) dan pajak
atas bunga sebesar 20%. Hitunglah bunga bersih yang diterima nasabah pada akhir bulan
maret.
Perhitungan :
Tabungan = 10 % X 31/365 X Rp 4.000.000 = 33.973
Nasabah tidak dikenai pajak atas bunga, karena saldo terendahnya dibawah 7.500.000
Jurnalnya :
D : Biaya bunga
33.973
K : Tabungan

33.973

9

b. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata
Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan
berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam
bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
Contoh :
Suatu rekening tabungan nasabah, pada bulan maret mempunyai saldo sebagai berikut :
01/03

12.500.000

25/03

6.700.000

05/03

7.500.000

27/03

7.800.000

08/03

7.700.000

29/03

7.900.000

18/03

6.600.000

Tingkat bunga progresif dengan ketentuan sebagai berikut :
Saldo

0
1.000.000 < s/d 5.000.000 = 8%
5.000.000 < s/d 7.000.000 = 9%
7.000.000 <
= 10%
Perhitungan :
01/03
12.500.000 x 4 = Rp 50.000.000
05/03

7.500.000 x 3 = Rp 22.500.000

08/03

7.700.000 x 10 = Rp 77.000.000

18/03

6.600.000 x 7 = Rp 42.000.000

25/03

6.700.000 x 2 = Rp 13.400.000

27/03

7.800.000 x 2 = Rp 15.600.000

29/03

7.900.000 x 3 = Rp 23.700.000
Rp 244.200.000

Saldo Rata-rata = Rp 244.200.000 = Rp 7.877.419
31
Bunga = Rp 7.877.419 x 10% x 31 = Rp 66.904 365
Pajak = Rp 66.904 x 20% = Rp 13.381
Jurnalnya :
D : Biaya Bunga
K : PPh
K : Tabungan

66.904
13.381
53.523

10

c. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian
Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan
dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya
Contoh :
Suatu rekening tabungan nasabah, pada bulan maret mempunyai saldo sebagai berikut :
01/03

5.000.000

10/03

4.000.000

20/03

8.000.000

25/03

7.000.000

30/03

10.000.000

Apabila bunga tabungan yang ditetapkan Bank sebesar 8% Per Tahun (Saldo Harian) dan
pajak atas bunga sebesar 20%. Hitunglah bunga bersih yang diterima nasabah pada akhir
Bulan Maret.
Perhitungan :
01/03

5.000.000

X 8% X 9/365

= 9.863

10/03

4.000.000

X 8% X 10/365

= 8.767

20/03

8.000.000

X 8% X 5/365

= 8.767

25/03

7.000.000

X 8% X 5/365

= 7.671

30/03

10.000.000

X 8% X 2/365

= 4.384
39.452

Pajak :

8.767 X 20% =

4.384 X 20% =

1.753

877
2.630

Bunga bersih yang diterima nasabah pada akhir bulan Maret = 39.452 – 2.630 = 36.822
Jurnalnya :
D : Biaya bunga
K : PPh
K : Tabungan

39.452
2.630
36.822

11

5. Penutupan rekening tabungan
Penutupan rekening seorang nasabah tabungan harus dilakukan pada cabang
penerbitnya, karena seluruh proses penutupan harus diketahui dan disetujui oleh bank
penerbit tabungan yang bersangkutan.
Contoh :
Apabila kemudian pada tanggal 01 September 2000, Tn. E datang untuk menutup
rekening tabungannya, maka Bank Omega – Jakarta akan membukukan sebagai berikut :
D : Tabungan Rekening Tn. E ……………….……………

Rp.

12.927.331 K

: Kas

……………………………………………………....

Rp.

Dengan dibukukannya ayat jurnal diatas, saldo rekening tabungan Tn. E, tidak akan tampak lagi
dalam perincian rekening tabungn di neraca.
Pak Arif pada Bulan Oktober 2006 mengambil seluruh dananya sebesar Rp 10.800.000,00 dan
sekaligus menutup rekening tabungannya
D : Tabungan Pak Arif
Rp 10.800.000,00
K : Kas

Rp 10.800.000,00

Dengan dibukukannya ayat jurnal diatas, saldo rekening tabungan Pak Arif tidak akan
tampak lagi dalam perincian rekening tabungan di neraca.

12

BAB III PENUTUP
Tabungan merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si
penabung sewaktu-waktu di kehendaki. Begitu juga alat yang serin g digunakan pada saat
penarikan yaitu: Buku tabungan , Slip penarikan, Kwitansi, Kartu ATM.
Untuk itu Akuntansi memiliki Transaksi tabungan meliputi:
a . Pembukaan rekening
b . Penyetoran
c . Penarikan
d . Tata cara perhitungan dan pembukuan bunga tabungan penutupan rekening tabungan
e . Penutupan rekening tabungan
Sehingga bank memiliki jurnal yang harus di buat pada transaksi-transaksi yang terjadi pada buku
tabungan.

13

DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Tabungan
2. http://makalah-smp.blogspot.com/2009/04/contoh-tabungan.html
3. http://gasy.web.id/?Menu/Umum/MySql/Javascript/
Laporan_Transaksi_Tabungan_Umum Gasy= Produk.html
4. https://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/05/23/074400326/Yuk.Kenali.JenisJenis.Tabungan.di.Indonesia

14

Judul: Makalah Akuntansi Perbankan " Akuntansi Tabungan " Disusun Oleh

Oleh: Rizky Hidayah


Ikuti kami