Makalah Akuntansi Penyelesaian Siklus Akuntansi

Oleh Shofi Rizki C1b020013

30 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Penyelesaian Siklus Akuntansi

MAKALAH AKUNTANSI
Penyelesaian Siklus Akuntansi

Dosen pengampu
Wirmie Eka Putra SE.M.si
Frefy olimsar SE.M.si
Disusun oleh
Ahmad Shofi Rizki
Nim: c1b020013

UNIVERSITAS JAMBI
fakultas ekonomi bisnis
manajemen
tahun ajaran 2020/2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah swt, yang memberikan nikmat-Nya sehingga
penulis makalah dapat menyusun dan menyelesaikan makalah tentang Akutansi
dan lingkungan nya ini, Shalawat dan salam kita kirimkan kepada Nabi
Muhammad saw, karena berkat beliaulah kita dapat merasakan pendidikan
seperti saat sekarang ini.

Dalam penulisan dan penyelesaian makalah ini penulis tidak terlepas dari
bantuan dan dorongan dari berbagai pihak Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada beliau dan terima kasih juga penulis ucapkan kepada Semua
pihak yang terlibat dalam penyelesaian makalah ini.

Mudah-mudahan segala bantuan dan dorongan yang diberikan mendapat
imbalan dari Allah swt. Semoga Makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan juga
bagi penulis.

BAB I
PENDAULUAN
Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis serta menjurnal
transaksi dan diakhiri dengan mengikhtisarkan dan melaporkan transaksi tersebut
disebut siklus akuntansi (accounting cycle). Hasil terpenting dari siklus akuntansi
ialah laporan keuangan.
Seorang akuntan seringkali menggunakan neraca lajur/kertas kerja
(working paper/worksheet) untuk mengumpulkan dan mengikhtisarkan data yang
diperlukan dalam menyiapkan berbagai analisis dan laporan.
Terdapat 7 langkah dalam penyusunan sebuah siklus akuntansi (accounting
cycle) :
1.Transaksi dianalisis dan dicatat pada buku jurnal
2.Transaksi diposting ke buku besar
3.Neraca saldo disiapkan, data penyesuaian dikumpulkan, neraca lajur
disesuaikan
4.Laporan keuangan disiapkan
5.Ayat jurnal penyesuaian dibuat dan diposting ke buku besar
6.Ayat jurnal penutup dibuat dan diposting ke buku besar
7.Neraca saldo setelah penutupan disiapkan
Neraca lajur (worksheet) adalah kertas kerja yang bisa digunakan akuntan
untuk mengikhtisarkan ayat jurnal
penyesuaian dan saldo akun untuk
penyusunan laporan keuangan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Siklus Akuntansi
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa seluruh transaksi bisnis
yang terjadidalam perusahaan mula-mula akan dianalisis ( dalam rangka
mengidentifikasi akun ) dan dicatat kedalam jurnal. Seluruh data transaaksi ini
yang telah tercatat dalam jurnal lalu akan dipindah-bukukan ( diposting ) kedalam
buku besar sesuai dengan klasifikasi masing-masing akun terkait. Langkah
selanjutnya adalah mneyiapkan neraca saldo, menganalisis data penyesuaian,
menyiapkan ayat jurnal penyesuaian, dan menyiapkan laporan keuangan. Proses
akuntansi yang diawali dengan menganalisis dan menjurnal transaksi, dan yang
diakhiri dengan membuat laporan dinamakan siklus akuntansi (accounting cycle ).
Produk akhir dari siklus akuntansi ini adalah laporan keuangan.
Pada modul ini akan dibahas secara lengkap mengenai tahapan-tahapan
dalam proses penyesuaian siklus akuntansi, yang belum di jelaskan sepenuhnya
pada bagian sebelumnya. Secara lebih rinci, tahapan-tahapan dalam siklus
akuntansi dapat diurutkan sebagai berikut:
1.Mula-mula dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasi yang
terkandung dalam dokumen tersebut di catat dalam jurnal.
2.Lalu data akuntansi yang ada dalam jurnal di posting kedalam buku besar.
3.Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar akun
“didaftar” ( dipindahkan ) ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara
keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal debet dengan keseluruhan nilai akun
yang bersaldo normal kredit.
4.Menganalisis data penyesuaian dan membuat ayat jurnal penyesuaian.

5.Memposting data jurnal penyesuaian ke masing-masing buku besar akun yang
terkait.
6.Dengan menggunakan pilihan bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja
(wrocksheet) , neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance)dan
laporan keuangan disiapkan
7.

Membuat ayat jurnal penutup

8.

Memposting data jurnal penutup kemasing-masing buku besar terkait.

9.

Menyiapkan neraca saldo penutupan (post-closing trial balance).

Untuk perusahaan yang telah memiliki sistem komputerisasi akuntansi
yaitu sebuah perangkat lunak (software) yang memuat program pemrosesan data
dan pelaporan akuntansi, akan secara otomatis memposting jurnal ke buku besar,
hingga menghasilkan laporan keuangan dan berbagai laporan lainnya yang
dibutuhkan perusahaan. Dalam kondisi ini, kertas kerja tetntu saja tidak lagi
dibutuhkan.
B.

Penggunaan Neraca Lajur

Akuntan seringkali menggunakan kertas kerja (worksheet) berupa neraca
lajur untuk mengumpulkan dan meringkas data yang mereka butuhkan dalam
rangka menyiapkan laporan keuangan. Kertas kerja ini berbentuk multikolom,
yang memuat kolom neraca saldo sebelum penyesuaian, kolom penyesuaian,
kolom neraca saldo setelah penyesuaian, kolom laba rugi, dan kolom neraca.
Fungsi kertas kerja ini hanya sebagai alat bantu untuk mempermudah
penyusunan laporan keuangan yang telah dilakukan secara manual. Kertas kerja
juga sesungguhnya berguna sebagai alat bantu untuk memahami alur data
akuntansi, mulai dari neraca saldo sebelum penyesuaian hingga menghasilkan
laporan keuangan sebagai produk akhir dari siklus akuntansi. Sebagai alat bantu
(pilihan), kertas kerja ini merupakan catatan akuntansi yang sifatnya tidak
permanen oleh semodul itu tidak permanen oleh semodul itu tidak termasuk
sebagai bagian dari catatan akuntansi formal lainnya, seperti jurnal dan buku
besar yang memang dibutuhkan sebagai bagian dari siklus akuntansi.
Kertas kerja menjadi tidak diperlukan terutama bagi perusahaan yang
sudah memiliki sistem komputerisasi akuntansi yang baik dan memadai. Kertas

kerja ini juga tidak diperlukan lagi dalam perusahaan kecil yagn dimana hanya
memiliki sedikit transaksi, sedikit akun, dan sedikit penyesuaian. Pada perusahaan
kecil, laporan keuangan dapat disiapkan langsung dari neraca saldo setelah
penyesuaian tanpa menggunakan alat bantu neraca lajur sebagai kertas kerja.

Adapun urutan tahapan dalam meyiapkan kertas kerja adalah sebagai berikut:
1.Menyiapkan neraca saldo sebelum penyesuaian (un-adjusted trial
balance)kedalam kertas kerja. Hal ini dilakukan dengan cara memindahkan (to
list) seluruh saldo akhir terdapat pada masing-masing buku kerja akun (saldo akhir
sebelum penyesuaian) kedalam kolom neraca saldo sebelum penyesuaian yang
ada dalam kertas kerja.
2.Memasukkan data jurnal penyesuaian ke kolom penyesuaian yang ada dalam
kertas kerja. Hal ini dilakuakn dengan cara memindahkan besarnya tiap-tiap nilai
penyesuaian akun yang ada dalam ayat jurnal penyesuaian sesuai dengan posisi
nilai debet dan kredit masing-masing akum. Jika nama akun yang digunakan
dalam ayat jurnal penyesuaian ternyata belum terdapat dalam neraca saldo (yang
telah disiapkan pada tahapan pertama di atas), maka tambahan akun baru
tersebut akan disisipkan tepat di bawah total jumlah neraca saldo.
3.Memasukkan saldo yang telah di sesuaikan kedalam kolom neraca saldo setelah
penyesuaian (adjusted trial balance) yang ada dalam kertas kerja. Kolom neraca
saldo setelah penyesuaian ini merupakan hasil gabungan antara data yang
terdapat dalam kolom neraca saldo sebelum penyesuaian sesuai dengan data
yang ada dalam kolom penyesuaian.
4.Memindahkan tiap saldo masing-masing akun yang ada dalam kolom neraca
saldo setelah penyesuaian kedalam kolom laporan keuangan. Hal ini dilakukan
dengan cara memilah-milah secara tepat, akun mana yang akan ditransfer
kedalam kolom laba rugi dan juga akun mana yang akan ditransfer kedalam kolom
neraca. Sebagai contoh, saldo akun kas yang ada dalam kolom neraca saldo
setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom neraca dengan saldo debet, saldo
akun hutang usaha yang ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian akan
ditransfer kekolom neraca dengan saldo kredit, saldo akun pendapatan yang ada
dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom laba rugi

dengan saldo kredit, saldo akun beban yang ada dalam kolom neraca saldo
setelah penyesuaian akan ditransfer kekolom laba rugi dengan saldo debet, dan
seterusnya. Saldo akun yang terdapat dalam kolom laba rugi dan kolom neraca
inilah yang nantinya akan dipakai dalam menyusun laporan keuangan.

5.Untuk masing-masing kolom (baik kolom laba rugi maupun kolom neraca),
hitunglah total saldo debet dan total saldo kreditnya dengan cara menjumlahkan
seluruh saldo akun dari atas sampai ke bawah sesuai dengan saldo akun yang ada
pada masing-masing kolom. Besarnya selisih antara total saldo debet dengan
total saldo kredit untuk kolom laba rugi harus sama dengan besarnya selisih
antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom neraca, hanya saja
posisi untuk masing-masing selisih tersebut akan saling berlawanan antara kolom
laba rugi dengan kolom neraca. Artinya, jika posisi selisih antara total saldo debet
dengan total saldo kredit untuk kolom laba rugi berada disebelah debet, maka
posisi selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom
neraca akan berada disebelah kredit, dengan besarnya sama. Sebagai contoh:
untuk kolom/lajur laba rugi dengan total saldo debet Rp 30.000.000.- dan total
saldo kredit Rp 40.000.000.- akn memiliki posisi selisih di sebelah debet, yaitu
sebesar Rp 10.000.000.-. Sedangkan untuk kolom/lajur neraca dengan total saldo
debet Rp 85.000.000.- dan total saldo kredit Rp 75.000.000.- akan memiliki posisi
selisih di sebelah kredit, yaitu sebesar Rp 10.000.000.- juga. Perhatikanlah bahwa
besarnya selisih tersebut masing-masing memiliki nilai yang sama, yaitu Rp
10.000.000.- baik untuk selisih antara debet dan kredit pada kolom laba rugi
maupun baik untuk selisih antara debet dan kredit pada kolom neraca, hanya saja
posisi selisih tersebut masing-masing saling berlawanan. Besarnya laba bersih (net
income) atau rugi bersih (net loss) ditentukan dengan cara membandingkan
antara total saldo debet dengan total saldo kredit yang ada pada kolom laba rugi.
Jika total saldo kredit untuk kolom laba rugi melebihi total saldo debet untuk
kolom laba rugi, maka akan menghasilkan laba bersih, dan sebaliknya jika total
saldo debet untuk kolom laba rugi melebihi total saldo kredit untuk kolom laba
rugi, maka akan menghasilkan rugi bersih.
C. Menyiapkan Ayat Jurnal Penutup

Sebelum masuk pada pembahasan mengenai ayat jurnal penutup perlu
diingat kembali bahwa neraca sesungguhnya adalah sebuah laporan yang akan
menggambarkan mengenai kondisi atau posisi keuangan perusahaan per tanggal
tertentu (sampai dengan tanggal pelaporan) sedangkan laporan laba rugi adalah
sebuah laporn yang mencerminkan kinerja (performance) manajemen dan
profitabilitas perusahaan untuk satu periode waktu tertentu. Jadi misalkan jika
saldo kas yagn dilaporkan dalaam neraca per 31 Desember 2008 berjumlah Rp
400.000.000.-, maka berarti jumlah saldo ini merupakan saldo kas akumulatif
yang dihasilkan lewat tarnsaksi-transaksi kas yang terjadi sampai dengan tanggal
pelaporan yaitu per tanggal 31 Desember 2008. Sedangkan jika salo pendapatan
dilaporkan dalam laporan laba rugi untuk tahun berakhir pada tanggal 31
Desember 2008 berjumlah Rp 750.000.000.-, maka berarti jumlah saldo
pendapatan ini merupakan hasil dari transaksi yang terjadi, yang hanya
diperhitungkan untuk sepanjang satu tahun saja yaitu sepnajang tahun 2008.
Seluruh akun neraca dikatakan memiliki sifat yang permanen dan
akumulatif (“gulung-menggulung”), dimana akun-akun neraca ini tidak akan
ditutup pada setiap akhir periode akuntansi dan saldonya akan dibawa terus ke
periode-periode akuntansi berikutnya. Sedangkan untuk akun prive dan seluruh
akun yang ada dalam laporan laba rugi memiliki sifat sementara, dimana akun
prive dan seluruh akun laba rugi ini nantinya akan ditutup pada setiap akhir
periode akuntansi. Sehubungan dengan penutupan (membuat nihil atau
membuat saldo akun menjadi nol) terhadap saldo akun-akun laporan laba rugi,
lalu timbul pertanyaan: kalau begitu untuk apa laporan laba rugi dibuat, dan
bagaimana dengan nilai saldo yang melekat pada setiap akun laporan laba rugi
tersebut/ sekali lagi, bahwa laporan laba rugi tetap perlu/harus dibuat untuk
memperoleh gambaran mengenai kinerja manajemen perusahaan dan untuk
mengetahui berapa besarnya tingkat keuntungan/kerugian yang dihasilkan dari
kegiatan operasional perusahaan sepanjang satu tahun tertentu. Nilai saldo yang
melekat pada setiap akun laporan laba rugi, pada akhirnya akan ditransfer ke
akun neraca, yaitu akun modal.
Ingat kembali bahwa pendapatan memiliki sifat menambah modal,
sedangkan beban memiliki sifat mengurangi modal. Pendapatan dan modal samasama memiliki saldo normal di sebelah kredit, sedangkan beban memiliki saldo
normal yang berlawanan dengan saldo normal untuk pendapatan dan modal. Jika

pendapatan lebih besar dari beban, maka akan diperoleh laba bersih (beban lebih
besar dari pendapatan) maka sefatnya akan mengurangi modal. Prive memiliki
sifat mengurangi modal.
Jurnal penutup dilakukan dengan cara: (1) mentransfer akun pendapatan
yang memiliki saldo normal kredit kesebelah debet dan kemudian mengkredit
akun ikhtisar laba rugi (income summary); (2) mentransfer akun beban yang
memiliki saldo normalderbit kesebelah kredit dan kemudian mendebuit akun
ikhtisar laba rugi; (3) mentransfer jumlah laba bersih/rugi bersih ke akun modal,
dengan ketentuan bahwa jika laba bersih maka akun modal akan di kredit
(debetnya adalah akun ikhtisar laba rugi) dan sebaliknya juka rugi bersih maka
akun modal akan di debet (kreditnya adalah akun ikhtisar laba rugi); (4)
mentransfer akun prive yang memiliki saldo normal debet kesebelah kredit dan
kemudian mendebet akun modal.
Sebagai kesimpulan, bahwa pada setiap akhir periode akuntansi setelah
laporan keuangan disusun, bagian akuntansi perusahaan perlu menyiapkan ayat
jurnal penutup (closing entries). Hal ini dilakukan dengan cara mentransfer
seluruh akun yang sifatnya sementara (temporary/nominal accounts) ke akun
yang sifatnya permanen (permanent/real accounts), yaitu akun modal.
D. Menyiapkan Neraca Saldo
Prosedur akuntansi yang terakhir, setelah ayat jurnal penutup dibuat dan
diposting ke masing-masing buku besar akun terkait, adalah menyiapkan neraca
saldo setelah penutupan (post-closing trial balance). Sesuai dengan namanya,
laporan inilah hanyalah berisi saldo akhir dari masing-masing akun neraca (kas,
piutang usaha, perlengkapan, hutang usaha, dan seterusnya) yang akan dibawa
sebagai saldo awal untuk periode akuntani berikutnya. Jadi, dalam neraca saldo
setelah penutupan ini sudah tidak lagi saldo akun prive dan saldo akun-akun
laporan laba rugi, karena memang telah ditutup lewat ayat jurnal penutup
sehingga bersaldo nol.
Neraca saldo setelah penutupan ini sesungguhnya dapat digunakan sebagai
alat untuk membuktikan bahwa proses penjurnalan dan pemostingan ayat jurnal
penutup telah dilakukan secara tepat dan lengkap. Neraca saldo setelah
penutupan ini juga dibuat untuk membuktikan bahwa keseimbangan dalam

persamaan akuntansi telah dipenuhi pada akhir periode akuntansi setelah
melewati berbagai tahapan siklus akuntansi.
E.

Ayat Jurnal Pembalik

Dalam akuntansi, pembuatan ayat jurnal pembalik (reversing entries)
adalah sifatnya pilihan (optional). Ayat jurnal pembalik ini biasanya akan dibuat
pada setiap awal periode akuntansi dengan cara membalik ayat jurnal
penyesuaian yang telah dibuat pada akhir periode akuntansi sebelumnya. Ada 4
hal (item) yang perlu dibuatkan ayat jurnal pembalik, yaitu:
1.Ayat jurnal penyesuaian atas beban yang masih harus dibayar/beban
akural/hutang akural, seperti beban upah yang masih harus dibayar (hutang upah)
dan beban bunga yang masih harus dibayar (hutnag bunga)
2.ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan yang masih harus
diterima/pendapatan akural/piutang akural, seperti pendapatan bunga yang
masih harus diterima (piutang bunga).
3.ayat jurnal penyesuaian atas biaya dibayar di muka yang mula-mula dicatat
langsung sebagai beban bukan sebagai aktiva/prepaid, seperti biaya sewa dibayar
di muka (prepaid rent) yang mula dicatat sebagai beban sewa (rent expense),
biaya iklan dibayar dimuka (prepaid advertising) yang mula-mula dicatat sebagai
beban iklan (advertising expense), dan biaya asuransi dibayar dimuka (prepaid
insurance) yang mula-mula dicatat sebagai beban asuransi (insurance expense).
4.Ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan diterima dimuka yang mula-mula
dicatat langsung sebagai pendapatan bukan sebagai hutang, seperti pendapatan
sewa diterima dimuka (unearned rent revenue) yang mula-mula dicatat sebagai
pendapatan sewa (rent revenue), dan lain-lain. Ingat kembali bahwa unearned
rent revenue merupakan komponen dari neraca yaitu sebagai hutang, sedangkan
pendapatan lain-lain (other income).

BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas maka penulis dapat menyimpulakan Secara lebih rinci,
tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi dapat diurutkan sebagai berikut:
1.Mula-mula dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasi yang
terkandung dalam dokumen tersebut di catat dalam jurnal.
2.Lalu data akuntansi yang ada dalam jurnal di posting kedalam buku besar.
3.Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar akun
“didaftar” ( dipindahkan ) ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara
keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal debet dengan keseluruhan nilai akun
yang bersaldo normal kredit.
4.Menganalisis data penyesuaian dan membuat ayat jurnal penyesuaian.
5.Memposting data jurnal penyesuaian ke masing-masing buku besar akun yang
terkait.
6.Dengan menggunakan pilihan bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja
(wrocksheet) , neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance)dan
laporan keuangan disiapkan
7.Membuat ayat jurnal penutup
8.Memposting data jurnal penutup kemasing-masing buku besar terkait.
9.Menyiapkan neraca saldo penutupan (post-closing trial balance).

Bahwa pada setiap akhir periode akuntansi setelah laporan keuangan
disusun, bagian akuntansi perusahaan perlu menyiapkan ayat jurnal penutup
(closing entries). Hal ini dilakukan dengan cara mentransfer seluruh akun yang
sifatnya sementara (temporary/nominal accounts) ke akun yang sifatnya
permanen (permanent/real accounts), yaitu akun modal.

DAFTAR PUSTAKA

http://hanifski.blogspot.com/2011/10/penyelesaian-siklusakuntansi.htmlPENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI
Hery, Akuntansi Keuangan Menengah 1, Bumi Aksara, Jakarta 2009http://
http://ibnu-soim.blogspot.com/2012/11/siklus-penyelesaian-akuntansi.html

Judul: Makalah Akuntansi Penyelesaian Siklus Akuntansi

Oleh: Shofi Rizki C1b020013


Ikuti kami