Makalah Akuntansi Manajemen Akuntansi Pertanggungjawaban Kelompok Iv

Oleh Rully Wydia

86,4 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Manajemen Akuntansi Pertanggungjawaban Kelompok Iv

Makalah Akuntansi Manajemen Akuntansi Pertanggungjawaban Kelompok IV: 1. Fitri Asmarita 2. Rully Wydia Putri 3. Sari Widia Elfian Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi Universitas : Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok 2018 KATA PENGANTAR Puji syukur selalu kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa atas kasih dan sayangnya memberikan pengetahuan,kemampuan dan kesempatan kepada kelompok kami sehingga mampu meyelesaikan penyusunan makalah ini.Makalah ini ditulis sebagai tugas mata kuliah Komunikasi Bisnis. Kami meyadari,dalam penulisan makalah ini masih ada kemukinan kekurangankekurangan karena keterbatasan kemampuan penyusun,untuk itu,masukan yang bersifat membangun akan sangat membantu penyusun untuk semakin membebenih kekuragannya Ucapkan terima kasih tidak lupa kami haturkan kepada dosen pembimbing mata kuliah ini untuk teman teman dan semua pihak yang telah membantu kami ucapkan terimakasih,semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua amiin… Solok, 2018 Kelompok IV Daftar isi KATA PENGANTAR………………………………………………………II DAFTAR ISI……………………………………………………………….III PENDAHULUAN………………………………………………………….IV PEMBAHASAN…………………………………………………………….1 A. B. C. D. E. ……………………………………...1 …………………………………………..2 ………………………..3 ………………………………….10 ………………………………………………………14 PENUTUP…………………………………………………………………..15 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………16 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka memenuhi tuntutan pertanggungjawaban keuangan daerah khususnya PP 105 tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dan PP 108 tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah, telah disiapkan Pedoman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) yang terdiri atas 5 (lima) buku yang disusun oleh Tim Pokja Evaluasi Pembiayaan dan Informasi Keuangan Daerah (SK Menteri Keuangan No. 355/KMK.07/2001 tanggal 25 Juli 2001). Pedoman SAKD tersebut dapat digunakan sebagai acuan bagi Pemda dalam menetapkan sistem akuntansi yang akan diimplementasikan di daerah masing-masing. Untuk mengimplementasikan sistem ini diperlukan sumber daya manusia yang mengerti akuntansi dan mampu mengoperasikan sistem akuntansi. Berhubung sampai dengan saat ini Pemda belum pernah mengoperasikan sistem akuntansi “double entry” dan pada umumnya SDM Pemda yang memiliki pengetahuan atau latar belakang pendidikan akuntansi juga masih sedikit maka diperlukan pelatihan akuntansi bagi pegawai pemda. Walaupun dibeberapa daerah tertentu tidak dipungkiri telah memiliki SDM yang berlatar belakang akuntansi cukup memadai, namun pada umumnya masih banyak daerah-daerah yang belum memiliki SDM akuntansi yang memadai. Oleh karena itu, modul dasar-dasar akuntansi ini disusun dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan Pemda agar SDM yang bertugas di unit akuntansi memperoleh pengetahuan dan pengertian tentang dasar-dasar akuntansi yang akan memudahkan mereka dalam mempelajari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD). Pengertian Akuntansi Pertanggungjawaban Sistem akuntansi yang dirancang dengan baik seharusnya tidak hanya dapat menghitung biaya produk dan laba periodik secara akurat,tetapi juga dapat menjadi alat yang berguna untuk mengendalikan biaya sehingga dapat diperoleh laba yang diharapkan.Sistem akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) adalah system akuntansi yang dirancang sedemikian baik sehingga dapat mencatat dan melaporkan pendapatan dan/atau biaya yang timbul akibat pelaksanaan suatu aktivitas kepada manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut. Menurut akuntansi pertanggungjawaban tradisional,untuk mengendalikan biaya,individu dalam perusahaan yang berwenang mengendalikan suatu aktivitas harus bertanggung jawab terhadap sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas tersebut.Tujuan akuntansi pertanggungjawaban adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan sumber daya organisasi.Jika hasil evaluasi menunjukkan sumber daya organisasi digunakan secara tidak efisien,maka penyebabnya harus diinvestigasi.Jika dianggap perlu dapat dilakukan pula tindakan koreksi untuk mencegah terjadinya hal yang sama dimasa mendatang. Identifikasi inefiseinsi penggunaan sumber daya dilakukan dengan cara mengihitung biaya sesungguhnya setiap aktivitas selama periode tertentu.Kemudian,hasil perhitungan tersebut dibandingkan dengan biaya yang dianggarkan (anggaran fleksibel atau biaya standar) untuk aktivitas yang sama.Perbedaannya (disebut penyimpangan) dilaporkan kepada manajer yang bertanggung jawab mengendalikan aktivitas tersebut.Manajer yang berwenang akan melakukan investigasi penyebab terjadinya penyimpangan yang jumlahnya besar.Jika memungkinkan,manajer juga akan melakukan tindakan koreksi untuk mencegah berulangnya inefisiensi dimasa datang. Tindakan koreksi diarahkan pada usaha untu menghilangkan inefisiensi yang sistematis,misalnya inefisiensi akibat setelan mesin yang salah,kualitas bahan yang jelek,kurangnya supervise atau pelatihan,inefisiensi pengaturan kerja yang mengakibatkan duplikasi atau pemborosan waktu.Sementara untuk inefiensi yang tidak sistematis atau acak diabaikan.Contoh inefisiensi yang tidak sistematis,misalnya inefisiensi akibat karyawan baru yang belum berpengalaman dan kerusakan mesin yang sudah diperbaiki. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu konsep dari akuntansi manajemendan sistem akuntansi yang dikaitkan dan disesuaikan dengan pusat-pusat pertanggungjawaban yang ada dalam organisasi. Istliah akuntansi pertanggungjawabanini akan mengarah pada proses akuntansi yang melaporkan sampai bagaimana baiknyamanajer pusat pertanggungjawaban dapat memanage pekerjaan yang langsung dibawah pengawasannya dan yang merupakan tanggungjawabnya atau suatu sistem yangmengukur rencana dan tindakan dari setiap pusat pertanggungjawaban. Menurut Hansen, Mowen (2005:116) definisi akuntansi pertanggungjawaban adalahsebagai berikut :”Akuntansi pertanggungjawaban adalah Sistem yang mengukur berbagai hasil yangdicapai oleh setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan oleh para manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka.”Sedangkan akuntansi pertanggungjawaban menurut LM Samryn (2001: 258) adalahsebagai berikut : “Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem akuntansiyang digunakan untuk mengukur kinerja setiap pusat pertanggungjawaban sesuai denganinformasi yang dibutuhkan manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawabanmereka sebagai bagian dari sistem pengendalian manajemen.Dari berbagai definisi diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai akuntansi pertanggungjawaban sebagai berikut : a. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem akuntansi yang disusun berdasarkan struktur organisasi yang secara tegas memisahkan tugas, wewenang dantanggung jawab dari masing-masing tingkat manajemen. b. Akuntansi pertanggungjawaban mendorong para individu, terutama para manajer untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. c. Penyusunan anggaran dalam akuntansi pertanggungjawaban adalah berdasarkan pusat pusat pertanggungjawaban. Dari laporan pertanggungjawaban dapat diketahui perbandingan antara realisasi dengan anggarannya, sehingga penyimpangan yangterjadi dapat dianalisa dan dicari penyelesaiannya dengan manajer pusat pertanggungjawabannya. d. Akuntansi pertanggungjawaban melaporkan hasil evaluasi dan penilaian kinerjayang berguna bagi pimpinan dalam penyusunan rencana kerja periode mendatang, baik untuk masing-masing pusat pertanggungjawaban maupun untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan

Judul: Makalah Akuntansi Manajemen Akuntansi Pertanggungjawaban Kelompok Iv

Oleh: Rully Wydia

Ikuti kami