Makalah Akuntansi Keperilakuan "pengantar Akuntansi Keprilakuan"

Oleh Namira Aninda

32 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Keperilakuan "pengantar Akuntansi Keprilakuan"

MAKALAH AKUNTANSI KEPERILAKUAN
“PENGANTAR AKUNTANSI KEPRILAKUAN”

Dosen Pengampu : Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si

Disusun Oleh :
1. Namira Putri Aninda (C1C018098)
R-10 AKUNTANSI 2018

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI TAHUN AJARAN 2020/2021

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayahNya, terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami bisa
menyelesaikan makalah mata kuliah “Akuntansi Keperilakuan”. Shalawat serta
salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah
memberikan pedoman hidup yaitu Al-Qur’an serta sunnah untuk keselamatan
umatnya di dunia ini.
Makalah ini dibuat karena merupakan salah satu tugas mata kuliah
Akuntansi Keperilakuan di program studi Akuntansi pada Universitas Jambi.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang kepada Bapak Wirmie Eka
Putra, S.E., M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Keperilakuan dan
kepada segenap pihak yang sudah memberikan bimbingan serta arahan selama
proses penulisan makalah ini.
Penulis menyadari jika terdapat banyak kekurangan didalam penulisan
makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan sebuah kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jambi, 15 September 2020

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Cover …………………………………………………………………………… i
Kata Pengantar ………………...…………………………………………….…. ii
Daftar Isi …………………………………………………………………….... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……….………………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah ….……………………………………………………. 1
C. Tujuan Masalah …………………………………………….……………. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Teori Akuntansi Keperilakuan.........................…………………………… 2
B. Analisis Masalah ................................................................. …………….. .3
C. Persamaan dan Perbedaan antara Ilmu Keperilakuan dan Akuntansi
Keperilakuan................................................................................................... 4

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………………………….. 7
B. Saran ……………………………………………………………………… 7

iii

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan akuntansi hingga saat ini telah mengalami beberapa fase. Mulai dari zaman
prasejarah telah menunjukan bahwa manusia di zaman itu telah mengenal adanya hitungmenghitung meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Dengan semakin majunya
peradapan manusia menyebabkan pentingnya pencatatan, pengihktisaran dan pelaporan sebagai
bagian dari proses transaksi. Sehingga akuntansi sebagai hasil dari proses transaksi telah
mengalami Metamorfosis yang panjang untuk menjadi bentukyang modern seperti saat ini.
Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan yang
digunakan oleh para pemakainya dalam pengambilan keputusan. dengan demikian akuntansi
tidak dapat dilepaskan dari aspek perilakumanusia serta kebutuhan organisasi akan informasi
akuntansi. Kesempurnaan teknis tidak pernah mampu mencegah orang untuk mengetahui bahwa
tujuan jasa akuntansi bukan hanya sekedar teknik yang didasarkan pada efektivitas dari segala
prosedur akuntansi, melainkan bergantung pada bagaimana prilaku orang-orang di dalam
organisasi.
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.Bagaimanakah dimensi akuntansi keprilakuan?
2.Bagaimanakah lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan?
3.Bagaimanakah persamaan dan perbedaan antara ilmu keprilakuan dan akuntansi keprilakuan?
Tujuan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, adapun yang menjadi tujuan masalah adalah sebagai berikut:
1.Untuk mengetahui dimensi akuntansi keprilakuan
2.Untuk mengetahui lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan
3.Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara ilmu keprilakuan dan akuntansi keperilakuan.

1

BAB II
PEMBAHASAN
A. Teori Akuntansi Keperilakuan
1. Akuntansi Konvensional
Menurut Siegel dan Marconi (1989), akuntansi merupakan :
“... suatu disiplin jasa yang mampu memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu
mengenai masalah keuangan perusahaan dan untuk membantu pemakai internal dan eksternal
dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.”
Sedangkan Accounting Principles Board (APB) system statement No.4 mendefenisikan sbb:
“Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif,
terutama yang bersifat keuangan,mengenai suatu entitas ekonomi yang dimaksudakan untuk
digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi,sebagai dasar dalam memilih di antara
beberapa alternatif.”
2.Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari disiplin ilmu akuntansi yang mengkaji hubungan
antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, serta dimensi keperilakuan dari organisasi di mana
manusia dansistem akuntansi itu berada dan diakui keberadaannya. Akuntansi keperilakuan
menekankan pada pertimbangan dan pengambilan keputusan akuntan dan auditor, pengaruh dari
fungsi akuntansi (misalnya partisipasi penganggaran, keketatan anggaran, dan karakter sistem
informasi) dan fungsi auditing terhadap perilaku, misalnya pertimbangan (judgment) dan
pengambilan keputusan auditor dan kualitas pertimbangan dan keputusan auditor, dan pengaruh dari
keluaran dari fungsi-fungsi akuntansi berupa laporan keuangan terhadap pertimbangan pemakai
danpengambilan keputusan.
Akuntansi adalah informasi, atau lebih tepatnya sistem informasi akuntansi. Keberhasilan suatu
sistem informasi akuntansi tidak lepas dari perilaku manusia selaku pemakai dan yang memberikan
responnya. Perkembangan akuntansi pun tak lepas dari perilaku. Mendesaknya kebutuhan akuntansi
dan pentingnya peranan manusia (akuntan dan auditor) dalam bidang akuntansi, maka dengan
mengadopsi bidang-bidang ilmu lainnya, seperti ilmu psikologi khususnya psikologi kognitif,
antropologi dan sosial, lahirlah akuntansi keperilakuan. Banyak bukti empiris yang dihasilkan oleh
para peneliti yang ikut memperkuat bidang akuntansi keperilakuan.

2

B.

Analisis Masalah

1.

Dimensi Akuntansi Keprilakuan
Akuntansi biasanya hanya terpusat pada pelaporan informasi keuangan. Selama beberapa
dekade terakhir, para manajer dan akuntan profesional mulai menyadari kebutuhan akan
tambahan informasi ekonomi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi. Oleh karena itu, informasi
ekonomi dapat ditambah dengan tidak hanya melaporkan data-data keuangan saja, melainkan
juga data-data non keuangan yang terkait dengan proses pengambilan keputusan. Berdasarkan
kondisi ini, wajar jika akuntansi sebaiknya memasukkan dimensi-dimensi keperilakuan dari
berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi.

2.

Lingkup dan Sasaran Hasil dari Akuntansi Keprilakuan
Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya dan
mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksikan masa depan.
Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dan perilaku manusia
dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku
dimasa depan.
Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu organisasi harus
diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta cita-cita individu yang
saling berhubungan dalam organisasi. Para akuntan keperilakuan memusatkan perhatian mereka
pada hubungan antara perilaku dan sistem akuntansi. Mereka menyadari proses akuntansi
melibatkan ringkasan dari sejumlah kejadian ekonomi makro yang dihasilkan dari perilaku
manusia dan akuntansi itu sendiri, serta dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku,
yang pada gilirannya secara bersama-sama akan menentukan semua keberhasilan peristiwa
ekonomi.

Para akuntan keperilakuan melihat kenyataan bahwa perusahaan yang melakukan penjualan terlebih
dahulu mempertimbangkan perilaku juru tulis yang mencatat pesanan pelanggan melalui telepon. Para
juru tulis tersebut harus menyadari bahwa tujuan mereka melakukan pekerjaan itu adalah untuk
kelangsungan hidup organisasi. Para akuntan keperilakuan juga menyadari bahwa mereka bebas
mendesain sistem informasi untuk memengaruhi motivasi, semangat, dan produktivitas karyawan.
Tanggung jawab mereka menjangkau ke luar pengumpulan dan pengukuran data yang sederhana untuk
mencakup persepsi dan penggunaan laporan akuntansi oleh orang lain.
Akuntansi keperilakuan percaya bahwa tujuan utama laporan akuntansi adalah memengaruhi perilaku
dalam rangka memotivasi dilakukannya tindakan yang diinginkan. Sebagai contoh, keberhasilan suatu
perusahaan dalam merundingkan kerja sama dengan kelompok organisasi lainnya sangat ditentukan oleh
apakah orang-orang dalam organisasi tersebut berjalan ke arah tujuan sama dengan perusahaan tersebut
atau malah ke arah yang berlawanan. Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena bentuk dan isi dari
laporan anggaran telah melemahkan produktivitas karyawan sehingga orang-orang pada akhirnya tidak
dapat bekerja sama.
3

Secara lebih terinci ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi:
a.
Mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap penggunaan sistem akuntansi, yang
diterapkan dalam perusahaan, yang berarti bagaimana sikap dan gaya kepemimpinan manajemen
mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi dalam perusahaan.
b.
Mempelajari pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia, yang berarti bagaimana
sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan.
c.
Metode untuk memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk mengubahnya, yang berarti
bagaimana sistem akuntansi dapat dipergunakan untuk mempengaruhi perilaku.
C. Persamaan dan Perbedaan antara Ilmu Keperilakuan dan Akuntansi Keperilakuan
Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan manusia.
Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi. Para akuntan
keperilakuan bertanya-tanya mengenai pengaruh yang ditimbulkan dari pengerjaan proses akuntansi
ketika individu dan perilaku disatukan, dan pengaruh perilaku manusia berdasarkan proses akuntansi?
Para akuntan keperilakuaan juga tertarik untuk melihat bagaimana keperilakuan dapat mempengaruhi
perubahan atas cara akuntansi dilaksanakan dan bagaimana prosedur laporan akuntansi dapat digunakan
lebih efektif untuk membantu individu dan organisasi dalam mencapai tujuannya.
Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi keperilakuan
merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keperilakuan. Oleh karena itu, ilmuwan
keperilakuan terlibat dalam riset terhadap aspek-aspek teori motivasi, kepuasan sosial, maupun bentuk
sikap. Sementara itu, para akuntan keperilakuan menerapkan unsur-unsur khusus dari riset atau teori
tersebut untuk menghasilkan hubungan dengan situasi akuntansi yang ada. Namun, para akuntan
keperilakuan tidak akan mempelajari seluruh aspek tersebut karena sebagian berada diluar batasanbatasan akuntansi. Meskipun demikian, temuan studi antropologi membuktikan relevan dalam
menjelaskan hubungan antara orang-orang dan sistem akuntansi sehingga para akuntan keperilakuan perlu
mempertimbangkan dengan saksama.
Akuntansi keperilakuan diterapkan dengan praktis menggunakan riset ilmu keperilakuan untuk
menjelaskan dan memprediksikan perilaku manusia. Akuntansi selalu menggunakan konsep, prinsip, dan
pendekatan dari disiplin ilmu lain untuk meningkatkan kegunaannya. Sebagai contoh, akuntansi bebas
meminjam dari ilmu ekonomi,matematika, statistik, dan inormasi teknik. Oleh karena itu, tidak
mengherankan jika akuntansi juga meminjam ilmu keperilakuan. Suatu pertanyaan yang beralasan adalah
seorang akuntan keprilakuan pada kenyataannya merupakan seorang ilmuwan keperilakuan terapan?
Benar bahwa pekerjaan para akuntan keperilakuan dan ilmuwan keperilakuan saling tumpang tindih
dalam beberapa bidang. Kedua kelompok tersebut menggunakan prinsip sosiologi dan psikologis untuk
menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.

4

Terdapat aspek-aspek tertentu dalam sosiologi organisasi, psikologi industri, peran teori, atau
pendalaman teori yang akan menarik perhatian baik dari para akuntan keprilakuan maupun dari ilmuwan
keperilakuan terapan, namun, terdapat perbedaan penting antara kedua golongan tersebut dalam
hubungannya dengan sasaran hasil, fokus, pendidikan, keahlian, dan fungsi masing-masing. Akuntansi
adalah suatu profesi, dan sangat diinginkan agar para akuntan menjadi terlatih untuk memikirkan tindakan
secara profesional. Pelatihan ini berbeda dari pengalaman yang dilihat oleh para ilmuwan.
Beberapa Perbedaan antara Akuntansi Keperilakuan dan Ilmuwan Keperilakuan
Perbedaan

Akuntansi
Keperilakuan

Ilmuan
Keperilakuan

Area keahlian

Keutamaan
akuntansi:
pengetahuan
dasar
dari ilmu sosial

Keutamaan
ilmu sosial: tidak
ada pengetahuan
akuntansi

Kemampuan ,mendesain dan
melaksanakan
perencanaan
proyek keperilakuan

Bukan merupakan
elemen utama dan
pelatihan

Elemen kunci
dalam pelatihan

Pengetahuan dan pemahaman
terhadap pekerjaan organisasi
bisnis secara umum dan sistem
akuntansi secara khusus

Elemen
kunci
dalam pelatihan

Bukan elemen
utama
dalam
pelatihan

Orientasi

Profesional

Pendekatan Masalah

Praktik
Melayani
menasehati
manajemen

Fungsi

Kepentingan
keperilakuan

dalam

ilmu

Ilmiah
Teoretis
praktek
klien,

Terbatas terhadap
akuntansi
terkait
bidang

dan

Ilmu lanjutan
dan
pemecahan
masalah
Terbatas
terhadap disiplin
yang luas dalam
ilmu keperilakuan

Perbedaan antara akuntan keperilakuan dan ilmuwan keperilakuan terletak di luar persamaan
permukaan mereka. Akuntansi adalah sebuah profesi dan menjadi akuntan berarti dilatih untuk berfikir
dan bertindak secara profesional. Pelatihan ini berbeda dan pengalaman dengan seluruhnya diperoleh dari
observasi ketika ingin menjadi ilmuwan.

5
Beberapa perbedaan spesifik antara akuntan keperilakuan dan ilmuwan keperilakuan terletak pada arus
dari penyimpangan latar belakang pendidikan mereka. Tabel diatas menunjukkan beberapa perbedaan
akuntan keperilakuan dan ilmuwan keperilakuan.
Mengacu pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa ketika akuntan keperilakuan dan ilmuwan keperilakuan
memiliki kemampuan yang sama terhadap pendekatan akuntansi yang berkaitan dengan dilema
organisasi, baik akuntan keperilakuan dan ilmuwan keperilakuan memainkan peran yang berbeda, bahkan
saling melengkapi, dalam memecahkan masalah. Akuntan keperilakuan memahami struktur dan fungsi
dari sistem akuntansi serta orang-orang terkait di dalamnya dengan lebih baik. Ilmuwan keperilakuan
memiliki pandangan yang mendalam terhadap keseluruhan dinamika organisional dan pengembangan
dari pola keperilakuan. Secara bersamaan keduanya dapat bekerja sama memiliki metode riset dalam
analisis data dan penulisan laporan.
Pandangan dari ilmuwan keperilakuan akan mendominasi ketika masuk dalam pembahasan mengenai
metode riset. Selain itu, ilmuwan keperilakuan akan mendominasi ketika masuk dalam pembahasan
mengenai metode riset. Selain itu, ilmuwan keperilakuan akan lebih mampu menganalisis data ilmu sosial
secara teknis. Bagian dari data yang berhubungan dengan sistem akuntansi dan implikasinya terhadap
efisiensi operasional terlihat jelas dalam domainakuntan keperilakuan. Laporan terhadap manajemen
secara umum disiapkan oleh akuntan karena akuntan lebih familier dengan perspektif, kebutuhan, dan
jargon dari pengguna informasi akuntansi.

6

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari disiplin ilmu akuntansi yang mengkaji
hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, serta dimensi keperilakuan dari
organisasi di mana manusia dan sistem akuntansi itu berada dan diakui keberadaannya. informasi
ekonomi dapat ditambah dengan tidak hanya melaporkan data-data keuangan saja, melainkan
juga data-data non keuangan yang terkait dengan proses pengambilan keputusan. Berdasarkan
kondisi ini, wajar jika akuntansi sebaiknya memasukkan dimensi-dimensi keperilakuan dari
berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi.
Akuntansi keperilakuan percaya bahwa tujuan utama laporan akuntansi adalah memengaruhi
perilaku dalam rangka memotivasi dilakukannya tindakan yang diinginkan. Ilmu keperilakuan
merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari
ilmu akuntansi dan pengetahuan keperilakuan. Akuntansi keperilakuan diterapkan dengan praktis
menggunakan riset ilmu keperilakuan untuk menjelaskan dan memprediksikan perilaku manusia.
Akuntansi selalu menggunakan konsep, prinsip, dan pendekatan dari disiplin ilmu lain untuk
meningkatkan kegunaannya.
B. Saran
Adapun saran yang diberikan penulis adalah sebagai berikut:
1. Diperlukan observasi terkait dengan perilaku manusia dalam hubungannya dengan
Akuntansi;
2. Diperlukan riset mendalam mengenai pengaruh perilaku manusia dengan lingkungan
akuntansi.

7
DAFTAR PUSTAKA

Lubis, Arfan Ikhsan. 2014. Akuntansi Keperilakuan Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat
Suartana, 1 Wayan, 2010, Akuntansi Keperilakuan, ANDI, Yogyakarta.

8

Judul: Makalah Akuntansi Keperilakuan "pengantar Akuntansi Keprilakuan"

Oleh: Namira Aninda


Ikuti kami