Makalah Akuntansi Keperilakuan - Dimensi Akuntansi Keprilakuan

Oleh Miftahul Alfala

32 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Keperilakuan - Dimensi Akuntansi Keprilakuan

Makalah
Akuntansi Keperilakuan

Dimensi Akuntansi Keperilakuan
DISUSUN OLEH:
MIFTAKUL KHOIR ALFALA (C1C018135)
DOSEN PEMBIMBING :

Wiwik Tiswiyanti S.E.,M.M.,Ak.,CA

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akuntansi merupakan suatu system untuk menghasilkan informasi keuangan
yang digunakan oleh para pemakainya dalam pengambilan keputusan. Keterampilan
matematis sekarang ini telah berperan dalam menganalisis permasalahan keuangan
yang kompleks. Begitu pula dengan kemajuan dalam teknologi computer akuntasi
yang memungkinkan informasi dapat tersedia dengan cepat. Tetapi seberapa
canggihpun prosedur akuntansi yang ada, informasi yang dapat disediakan pada
dasarnya bukanlah merupakan tujuan akhir. Tujuan informasi tersebut adalah
memberikan petunjuk untuk memilih tindakan yang paling baik untuk
mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Namun
pemilihan dan penetapan keputusan tersebut melibatkan berbagai aspek termasuk
perilaku dari para pengambil keputusan. Dengan demikian akuntansi tidak dapat
dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi
akuntansi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Dimensi Akuntansi Keprilakuan
Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan
yang digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang
paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan
ekonomi. Namun pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan
aspek-aspek keperilakuan dari para pengambil keputusan. Dengan demikian,
akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan
organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh akuntansi (Iksan dan Ishak,
2005: 1). Menurut Siegel dan Marconi (1989), ilmu keperilakuan mencakup bidang
riset manapun yang mempelajari, baik melalui metode eksperimentasi maupun
observasi, perilaku dari manusia dalam lingkungan fisik maupun sosial. Tujuan dari
ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan, dan memprediksikan
perilaku manusia sampai pada generalisasi yang ditetapkan mengenai perilaku
manusia yang didukung oleh bukti empiris yang dikumpulkan secara impersonal
melalui prosedur yang terbuka untuk peninjauan maupun replikasi dan dapat
diverifikasi oleh ilmuwan lainnya yang tertarik (Iksan dan Ishak, 2005: 25). Ilmu
keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan
manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia
dengan akuntansi. Akuntansi keperilakuan menjelaskan dan memprediksikan perilaku
manusia.
Dimensi akuntansi keperilakuan berkaitan dengan perilaku manusia dan juga
dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu sistem informasi akuntansi yang
efisien. Akuntansi keperilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara
perilaku manusia dan sistem akuntansi, mencerminkan dimensi sosial dan budaya
manusia dalan suatu organisasi (Iksan dan Ishak, 2005: 23). Ruang lingkup akuntansi
keperilakuan:
1. Aplikasi dari konsep ilmu keperilakuan terhadap desain dan konstruksi sistem
akuntansi.
2. Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi.
3. Cara dengan mana informasi diproses untuk membantu dalam pengambilan
keputusan.
4. Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku
para pemakai data.
5. Pengembangan strategi untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku, citacita, serta tujuan dari orang-orang yang menjalani organisasi.
Secara umum, lingkup dari akuntansi keperilakuan menurut Iksan dan Ishak (2005:
24) dapat dibagi menjadi tiga bidang besar, yaitu:
1. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, konstruksi, dan penggunaan
sistem akuntansi. Bidang dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai kaitan

dengan sikap dan filosofi manajemen yang mempengaruhi sifat dasar
pengendalian akuntansi yang berfungsi dalam organisasi.
2. Pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia. Bidang dari akuntansi
keperilakuan ini berkenaan dengan bagaimana sistem akuntansi
mempengaruhi motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan
kerja, serta kerja sama.
3. Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku hubungan
dengan cara sistem akuntansi digunakan sehingga mempengaruhi perilaku
B. Aplikasi dari Akuntansi Keperilakuan
Sangatlah banyak keuntungan ekonomi dan keuntungan manusia yang
didapat daripengenalan aspek keperilakuan dalam akuntansi. Riset
menunjukkan bahwa jika seorangManager yang sadar terhadap aspek
keperilakuan dari akuntansi akan memanggil orang-orangyang terlibat guna
menyelidiki lebih lanjut bagaimana mereka memandang inovasi tersebut, apakah
menguntungkan atau sebaliknya, dan apakah mereka takut dengan inovasi
itu.Seorang akuntan keperilakuan pasti ingin mengetahui penyebab dari
sikap danperilaku yang sepertinya akan diulang di masa mendatang. Jika yang
terulang adalah perilakuyang tidak diinginkan maka dapat disimpulkan terdapat
proses penyusunan anggaran yang tidak efes ien. O leh karena itu akuntan
keperilakuan akan mendukung s trategi untuk mengubah keadaan
perilaku untuk membuatnya sesuai dengan fungsi organisasi
yangdiinginkan.Untuk itu dapat disimpulkan tujuan dari akuntan keperilakuan
adalah mengukur danmengevaluasi faktor-faktor keperilakuan yang relevan dan
mengomunikasikan hasilnya gunapengambilan keputusan internal dan eksternal.

BAB III
KESIMPULAN
Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan
yang digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang
paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan
ekonomi. Namun pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan
aspek-aspek keperilakuan dari para pengambil keputusan. Dengan demikian,
akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan
organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh akuntansi (Iksan dan Ishak,
2005: 1).
Dimensi akuntansi keperilakuan berkaitan dengan perilaku manusia dan juga
dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu sistem informasi akuntansi yang
efisien. Akuntansi keperilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara
perilaku manusia dan sistem akuntansi, mencerminkan dimensi sosial dan budaya
manusia dalan suatu organisasi (Iksan dan Ishak, 2005: 23).

DAFTAR PUSTAKA
Ikhsan, Arfan dan Muhammad Ishak, 2005, Akuntansi Keprilakuan,
Salemba Empat, Jakarta.

Judul: Makalah Akuntansi Keperilakuan - Dimensi Akuntansi Keprilakuan

Oleh: Miftahul Alfala


Ikuti kami